cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
HUBUNGAN ANTARA VITAMIN D DAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RSGM BAITURRAHMAH Sri Pandu Utami; Desti Rosman; Yolanda Novera
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29950

Abstract

Vitamin D memainkan peran kunci dalam pengembangan kraniofasial dan pemeliharaan kesehatan mulut yang baik. Kekurangan gizi dan kekurangan vitamin D selama periode pembentukan gigi primer dan gigi permanen dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi. Tujuan penelitian: untuk melihat adakah hubungan antara serum 25 (OH) D dan karies gigi pada anak usia sekolah (usia 6 hingga 11 tahun) di RSGM Baiturrahmah. Metode penelitian ini merupakan studi cross sectional. Subjek penelitian diperoleh dari metode non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Waktu penelitian dilaksanakan pada September-Desember 2019. Data diambil dengan cara menyebarkan angket penelitian kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan jumlah laki- laki dan perempuang yang di teliti jumlahnya 30 orang, didapatkan hasil bahwa jumlah gigi yang pada rongga mulutnya rata- rata 20-21, dengan jumlah karies 1-5 gigi, dengan rata rata mengkomsumsi vitamin d optimum adalah 35 %, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa bahwa penggunaan vitamin d dan dengan menjaga oeal hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.
PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA DARI ABU CANGKANG KELAPA SAWIT PADA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP KEKUATAN TRANSVERSAL Ayu Mayang Sari Rangkuti; Siti Wahyuni
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.26948

Abstract

ABSTRAKMeskipun resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) sekarang menjadi resin akrilik paling populer yang digunakan untuk basis gigi tiruan, kualitas mekaniknya yang buruk membuatnya rentan terhadap retak. Untuk meningkatkan kekuatan mekanik terutama kekuatan transversal dapat digunakan abu cangkang sawit yang secara alami mengandung silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan transversal pada gigi tiruan RAPP yang dimodifikasi dengan penambahan silika 2% dan 5% dari abu cangkang sawit. Sampel penelitian resin akrilik polimerisasi panas dikelompokkan menjadi tiga kelompok (kelompok A tanpa penguat, kelompok B dengan silika 2%, dan kelompok C dengan silika 5%) dan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 65x10x2,5 mm sebanyak 33 sampel dengan setiap kelompok berjumlah 11 sampel. Evaluasi kekuatan transversal menggunakan Universal Testing Machine. Tes ANOVA dan LSD digunakan untuk menilai data. Kekuatan transversal yang terukur adalah 74,13 7,40 MPa tanpa penguat, 86,10 10,02 MPa dengan silika 2%, dan 98,09 8,52 MPa dengan silika 5%. Hasilnya, jelas bahwa basis gigi tiruan RAPP yang diperkuat dengan silika 5% dari abu cangkang sawit memiliki nilai kekuatan transversal yang lebih besar daripada basis yang diperkuat dengan silika 2%.Kata kunci: akrilik polimerisasi panas, silika, abu cangkang kelapa sawit, kekuatan transversal
PERANAN KITOSAN DALAM TERAPI PERIODONTAL R. Tri Rizky Ananda; Irma Ervina
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27298

Abstract

Penyakit periodontal disebabkan oleh plak dan bakteri yang mempengaruhi jaringan pendukung gigi. Terapi periodontal secara mekanik bertujuan untuk menghilangkan biofilm dan kalkulus subgingiva untuk mencegah rekolonisasi bakteri dan pembentukan biofilm. Dalam beberapa kasus di mana terapi mekanis memiliki keterbatasan, maka terapi penunjang seperti terapi antibiotik diberikan. Kitosan adalah sejenis selulosa polisakarida alami, banyak ditemukan pada serangga, cangkang krustasea dan dinding sel jamur, juga dikenal sebagai kitin terlarut yang tidak beracun, biokompatibel dan biodegradable. Kitosan memiliki beberapa karakteristik seperti efek antibakteri terhadap bakteri patogen periodontal, antiinflamasi, sistem penghantar obat, meningkatkan aktivitas modulasi regeneratif, hemostatik dan aktivitas penyembuhan. Makalah ini menjelaskan manfaat kitosan sebagai biomaterial alami yang aman dan dapat digunakan dalam berbagai bidang di bidang kedokteran gigi. Kitosan juga memiliki sifat biologis yang baik, sehingga kitosan cukup menjanjikan bila digunakan dalam pengelolaan terapi periodontal non bedah.
CROWN LENGTHENING DAN FRENEKTOMI PADA DAERAH ESTETIK (LAPORAN KASUS) Winda DA; Martina Amalia; Sally SK; Trimurni Abidin
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23533

Abstract

Arsitektur gingiva berperan penting dalam masalah ukuran, bentuk, dan proporsi gigi yang tepat. Crown lengthening adalah prosedur bedah pemanjangan mahkota gigi dengan tujuan untuk restoratif serta pencapaian estetika baik, yang secara aplikatif menempatkan margin gingiva dengan atau tanpa mengurangi tulang pendukung di bawahnya. Frenulum adalah lipatan selaput lendir yang melekatkan bibir dan pipi ke mukosa alveolar, gingiva, dan periosteum yang mendasarinya. Perawatan frenulum dilakukan dengan bedah frenektomi. Pasien wanita usia 22 tahun dirujuk dari departemen konservasi gigi untuk perawatan yang tepat pada gigi anterior atas dengan perlekatan frenulum tinggi. Pada pemeriksaan intraoral ditemukan fraktur pada gigi 21 sudah dengan perubahan warna. Radiografi periapikal menunjukkan obturasi non-hermetis. Perawatan ulang dilakukan oleh dokter gigi konservasi. Setelah itu crown lengthening dan frenektomi dilakukan untuk mendapatkan lebar biologis serta untuk memerbaiki perlekatan frenulum. Bedah periodontal direkomendasikan untuk mendukung kedokteran gigi restoratif serta untuk meningkatkan prognosis jangka panjang. Pendekatan multidisiplin sering diperlukan untuk mendapatkan hasil estetika yang baik. Bedah crown lengthening dan koreksi frenulum dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memfasilitasi terapi restoratif dan meningkatkan penampilan estetis.
TINGKAT KECEMASAN DOKTER GIGI MUDA KETIKA MELAKUKAN TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI SAAT PANDEMI COVID-19 (Studi Retrospektif Pada Dokter Gigi Muda Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Syiah Kuala (RSGM USK) Banda Aceh) Fakhrurrazi - Fakhrurrazi; Rachmi Fanani Hakim; Reyza Marisa Amani
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.30782

Abstract

Kecemasan dapat terjadi pada praktik dokter gigi, seperti melakukan tindakan ekstraksi gigi. Covid-19 dapat menyebar melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Sifat menular dari infeksi virus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan, salah satunya adalah dokter gigi. Dokter gigi memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi karena kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bagi para tenaga kesehatan terutama dokter gigi, dimana sebagian besar aktivitas klinisnya dapat menghasilkan aerosol, salah satunya melalui droplet sehingga terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan dokter gigi muda di RSGM USK ketika melakukan tindakan ekstraksi gigi saat pandemi Covid-19. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling dengan subjek berjumlah 50 orang. Kuesioner menggunakan skala pengukuran kecemasan Modified Corah Dental Anxiety Scale yang terdiri dari 15 pertanyaan. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dokter gigi muda ketika melakukan tindakan ekstraksi gigi saat pandemi Covid-19 mengalami tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 12 orang (24%), kecemasan sedang sebanyak 27 orang (54%), dan cemas rendah sebanyak 11 orang (22%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata dokter gigi muda yang melakukan tindakan ekstraksi gigi saat pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) USK Banda Aceh memiliki tingkat kecemasan yang sedang.
EFEKTIFITAS GRUP WHATSAPP SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA Dewi Saputri; Zulfan M. Alibasyah; Haris Munandar
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29955

Abstract

Usia paling rentan terhadap masalah gigi dan mulut adalah pada masa anak-anak dan remaja. Pemahaman mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya sangatlah penting pada masa ini. Salah satu cara meningkatkan pemahaman adalah mengedukasi mereka menggunakan sumber atau media yang tepat. Remaja biasanya memilih penggunaan WhatsApp daripada facebook, instagram, line dan platform media sosial lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas grup WhatsApp sebagai alat pengajaran untuk kesadaran kesehatan gigi dan mulut remaja. Sebuah penelitian cross sectional dengan total sampel sebanyak 97 orang. Formulir survei dan materi edukasi dibagikan kepada peserta penelitian secara online melalui grup WhatsApp. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa jumlah peserta pada kelompok pengetahuan baik, meningkat dari 62 orang (63,9%) menjadi 78 orang (80,4%) antara pretest dan posttest, sedangkan pada kelompok pengetahuan cukup mengalami penurunan, dari 35 orang (36,1%) menjadi 19 orang (19,6%) dan tidak ada subjek berada pada kelompok pengetahuan kurang. Uji Wilcoxon memperlihatkan terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui grup WhatsApp, p=0,000 (0,05).Disimpulkan bahwa edukasi yang disampaikan melalui grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut remaja.
EFEK ANALGESIK EKTRAK DAUN TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus) Nikmatus Sa’adah; Niswatun Chasanah; Sawitri Dwi Indah Pertami; Puspa Dila Rohmaniar; Agus Aan Adriansyah; Ahda Mas Ulah
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27305

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat menjadi salah satu tanaman alternatif herbal sebagai analgesik. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid pada ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat berfungsi sebagai analgesik dengan cara menghambat mediator-mediator inflamasi dengan cara menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus Musculus). Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pemberian larutan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase daya analgesik dan efektivitas analgesiknya. Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 100mg/kgBB dapat memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 9,2% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB yang hanya memberikan efek analgesik sebesar 34,7% dan 23,1%. Disimpulkan bahwa terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus Musculus).
Relationship Between Dental Arch Dimensions and Bite Force: A Pilot Study Al-Gunaid, Talat; Alrhile, Adel Suliman; Alharbi, Rayan Humaidan; Almalki, Abdullah Ahmad; Al-Gunaid, Lama Thalat; Saito, Isao
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i2.42523

Abstract

Objectives:This study aimstoassessthe possibleassociationbetweendental archmeasurementsandaverage and maximum bite forces.Materials andMethods:A total of 41 individuals (mean age 22.4 1.6 years) were recruitedfrom dental students and patients seekingtreatmentatthedental hospital,College of Dentistry,TaibahUniversity.Alginate impressions were taken,and study modelswerepoured,scanned,andloadedintoanalysis software for measurements. Themarkedpoints on the scanned casts were identified,andeight linear measurements were taken.Bite force wasrecordedthree timesandthe average and maximum bite forcesof the right and left sideswereobtained.The Mann-Whitney test wasutilizedto make comparisons between the right and left sides.Pearson correlation and multiple regression tests wereusedtodetecttheassociationbetween bite force and dentalarchmeasurements.Results:There was no significant differencebetween the right and left sidesbiteforces,and nosignificantrelationshipbetween themaximalanterior and posterior bite forces and mandibular arch dimensions wasfound. However, a weak correlation between the maximum bite force andmandibularintercaninewidth, arch length on the left side,andarch depth was found.Furthermore,no significantcorrelationbetween maxillary archmeasurementsand bite forcewas found. However,aweak correlation between maximum bite force andmaxillaryfirst premolar arch width, second premolar arch width, and arch length on the left side wasobserved.Conclusion:No apparent significant correlationexistsbetween the bite force and maxillary and mandibulardentalarch dimensions.Keywords:Dental Arches, Arch Dimensions, Average bite force, Maximum bite force
The Impact of The COVID-19 Pandemic on Elderly Patients Motivation for Complete Dentures Fabrication Okmes Fadriyanti; Widya Puspita Sari; Embun Irzal
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i2.34006

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted field oral and dental health, including tooth loss issues commonly experienced by the elderly. Treatment using complete dentures is very important to restore function. Motivation is an important factor in the success of creating and using completed denture treatment. The purpose of this study was to determine the impact of the COVID-19 pandemic on the motivation of elderly patients in the fabrication of completed dentures. This research employed a descriptive analytical approach using a cross-sectional design. The research sample was selected using a purposive sampling technique, involving 54 elderly patients who underwent compled dentures fabrication at the Baiturrahmah Dental and Oral Hospital from January to December 2022. The results showed that the was no influence of the COVID-19 pandemic on elderly patients, as reflected in the strong motivation of 26 people (89.7%), moderate motivation of 3 people (10.3%) and there was an influence of the COVID-19 pandemic with a strong motivation value as many as 15 people (60%) and moderate motivation as many as 10 people (40%) and a relationship between the impact of the COVID-19 pandemic on the motivation of elderly patients (p = 0.026). The conclusion of this study shows that elderly patients have a strong motivation to fabricate completed dentures despite challenges posed by the COVID-19 pandemic.
Efek Pasta Nanopartikel Kulit Pisang Barangan (Musa Paradisiaca Colla) Terhadap Permukaan Enamel Gigi Menggunakan Scanning Electron Microscopy Arfita Sipahutar; Sondang Pintauli; Aminah Dalimunthe
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i2.40140

Abstract

Karies gigi terjadi karena ketidakseimbangan antara demineralisasi dan remineralisasi gigi yang berlangsung terus-menerus. Pisang barangan (Musa paradisiaca Colla) bermanfaat dalam mencegah karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian pasta nanopartikel kulit pisang barangan dengan konsentrasi 1, 2, dan 3% terhadap permukaan enamel gigi. Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan desain pre dan post-test control group. Sampel yang digunakan adalah 25 gigi premolar yang dibagi 5 kelompok. Kelompok 1 diberi aplikasi pasta kosong (kontrol negatif), Kelompok 2 diberi aplikasi pasta CPP-ACP (kontrol positif), Kelompok 3 diberi aplikasi pasta nano kulit pisang barangan 1%, Kelompok 4 diberi aplikasi pasta nano kulit pisang barangan 2%, dan Kelompok 5 diberi aplikasi pasta nano kulit pisang barangan 3%. Hasil analisis SEM menunjukkan adanya penutupan porositas dan permukaan enamel yang lebih halus pada kelompok perlakuan 2-5, sedangkan pada kelompok 1 tidak menunjukkan perubahan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pasta nanopartikel kulit pisang barangan yang diaplikasikan pada permukaan enamel gigi selama tujuh hari dapat mengurangi porositas pada permukaan enamel gigi.