cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Deskripsi Kehilangan Gigi Sebagian Ditinjau Dari Klasifikasi Kennedy (Kajian Survei Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh) Liana Rahmayani; Cut Fera Novita; Pocut Aya Sofya; Maya Sari
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.32171

Abstract

Kehilangan gigi Sebagian berdampak pada hilangnya fungsi dan estetika sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Klasifikasi Kennedy digunakan untuk mengklasifikasi keadaan kehilangan gigi sebagian meliputi Bilateral Free end (Klas I Kennedy), Unilateral Free end (Klas II Kennedy), Unilateral bounded (Klas III Kennedy), dan Anterior bounded (Klas IV). Pasien skizofrenia paranoid ditandai dengan gangguan kejiwaan kronik disertai halusinasi auditori, pikiran kacau dan perubahan perilaku. Kehilangan gigi diduga berkaitan dengan obat yang dikonsumsi pasien yaitu antipsikotik dan atau antidepresan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kehilangan gigi sebagian ditinjau dari klasifikasi Kennedy pada pasien skizofrenia paranoid di rumah sakit jiwa Banda Aceh. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu pengumpulan data variabel tertentu dengan metode pengambilan sampel non probability sampling. Subjek penelitian sebanyak 100 orang dengan usia 15-50 tahun dengan kriteria inklusi mengalami kehilangan gigi sebagian, kooperatif dan mengkonsumsi obat antipsikotik dan atau antidepresan. Data diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan klinis secara intra oral. Hasil penelitian menunjukkan kehilangan gigi pada rahang atas (RA) sebanyak 47% pada Klas II Kennedy dan pada rahang bawah (RB) sebanyak 42% Klas III Kennedy. Dapat disimpulkan bahwa pada pasien skizofrenia paranoid mengalami kehilangan gigi Klas II Kenney pada RA dan Kennedy Klas III Kennedy pada RB.
Identifikasi Kandungan Babi Dalam Bahan Perekat Gigi Tiruan Dan Soft Denture Lining Yang Digunakan Di Bidang Prostodontik Ika Andryas; Hubban Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.27715

Abstract

ABSTRAKPenggunaan bahan kedokteran gigi merupakan salah satu hal penting dalam perawatan gigi. Banyak bahan kedokteran gigi yang beredar diimpor dari luar negeri dan beberapa bahan dijual bebas di pasaran. Namun, status halal yang digunakan untuk perawatan gigi masih belum jelas dan menimbulkan kecemasan bagi umat muslim yang ingin mencari perawatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguji kemungkinan keberadaan kandungan babi dalam bahan kedokteran gigi yang digunakan di bidang prostodontik terutama pada perekat gigi tiruan dan soft denture lining (n=4). Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap awal dilakukan ektraksi DNA dan tahap kedua dilakukan analisis PCR Real-Time. Preparasi sampel dilakukan dengan melisiskan 20 mg sampel dengan lysis buffer, divorteks, inkubasi, dan disentrifugasi. Kemudian sampel disimpan dibawah suhu 4C, sampel siap digunakan. Analisis dilakukan berdasarkan kurva amplifikasi dan nilai Ct pada yellow channel dan green channel menggunakan EASYFAST PIG/Suidae detection Quantification kit (Progenus s.a, Gembloux, Belgium). Penelitian menunjukkan bahwa tiga dari empat sampel (IPG-01, PG-02, dan IPG-03) mengandung DNA vertebrata. Kemudian sampel dianalisis berdasarkan green channel (FAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada sampel yang teridenfikasi kandungan babi.Kata kunci: Identifikasi porcine, DNA, polymerase chain reaction, dental material, prostodontik
Knowledge And Attitudes Of Dental Students Toward Virus Infections: A Study at The Universitas Syiah Kuala Dental and Oral Hospital Yuli Fatzia Ossa; Vera Yulina; Nuzulul Ismi
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.34481

Abstract

Oral manifestation of viral infections has similar clinical appearances. This study aims to determine the knowledge and attitudes of dental students in recognizing virus infections. A cross-sectional study was conducted on 205 clinical dental students of Universitas Syiah Kuala in 2022 with a questionnaire consisting of demographic data, etiology of viral infections, oral manifestation, clinical photos of lesions, and attitude toward infection control procedure. Results show that almost all knew the etiology of herpes labialis (92.7%),but not the etiology of herpangina and hand-foot and mouth disease. The respondents did not know that clinical photos of stomatitis aphthous recurrent major (52.7%), oral hairy leukoplakia (52.7%), and pseudomembranous candidiasis (62.4%) were not virus infections. The vaccination status of respondents was 37.6% of respondents who had been fully vaccinated against COVID-19, and 33.7% had a hepatitis vaccine. Most of the respondents have applied the principle of universal precautions when working with patients. In conclusion, the knowledge level of respondents in recognizing the etiology, and oral manifestations of viral infection is good, however, the ability to recognize clinical photos is low. Self-protection from viral infections is low based on vaccination status,and attitudes toward self-protection when practice is already good. Dental students need to learn more about viral infections related to oral cavities so that they become more skilled in treating patients with viral infections.
Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak Syarifah Nova Amiza Zam; Fuad Fatkhurrohman -; Briliana Ikrimazahra; Dea Hardyana Putri; Nabela Intania Sekarini; Khairunnisa Pulungan
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.32194

Abstract

Submandibula abscess is a mixture of pus that collects in one area in a network, namely the submandibula area caused by bacterial infection, parasites, or other foreign bodies. The cause of submandibula infection generally originates from the mandibular first and second molar teeth from the spread of infection from the sublingual and submental spaces. Symptoms of a submandibula abscess are characterized by pain and swelling of the cheeks to the inner neck where infection occurs. Infection that occurs in the submandibula space originates from infection of the floor of the mouth, teeth, pharynx, and submandibula lymph nodes. A 49-year-old female patient came to the Sultan Fatah Hospital in Demak with clinical symptoms leading to a submandibula abscess, where there were complaints of swelling on the left cheek up to the neck, the remaining root teeth were often sore and loose, and shortness of breath. Radiological examination performed on the patient showed the impression of a left submandibula abscess. Laboratory tests obtained positive HbsAg indicating that the patient is infected with Hepatitis B. Hepatitis B is a disease that can worsen the condition of the immune system. Proper infection control and sterilization protocols must be followed to reduce the risk of infection.
Implementing the 2017 EFP/AAP Periodontal Disease Classification in The Diagnosis and Management of Endo-Periodontal Lesions: A Case Report Hock Siang Chua; Zhi Kuan Saw; Shahida Mohd-Said
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.36416

Abstract

Endo-periodontal lesions (EPL), characterised by the involvement of both pulpal and periodontal tissues, present diagnostic and therapeutic challenges in dental practice. This case report highlights the successful management of an EPL in a 52-year-old female patient with the guidance of the 2017 EFP/AAP Classification. Tooth 43 was incidentally found to be necrotic with symptomatic apical periodontitis and was subsequently root canal treated. However, at 15 months post-obturation, the tooth was presented with acute periodontal swelling at the buccal gingiva with deep pockets, bleeding-on-probing, calculus deposition, and periapical radiolucency. Using the 2017 EFP/AAP Classification, the diagnosis of EPL without root damage in non-periodontitis patients with Grade III was made. This report facilitates better and more accurate diagnosis-making for effective EPL treatment outcomes.
Determinan Status Periodontal Pada Remaja Di Indonesia: Analisis Data Riskesdas Tahun 2018 Putri Sri Wahyuni; Anton Rahardjo; Herry Novrinda
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.32134

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 ditemukan prevalensi penyakit periodontal di Indonesia sebesar 74,1%. Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi yang disebabkan oleh biofilm bakteri pada permukaaan gigi serta salah satu penyebab utama kehilangan gigi akibat kerusakan jaringan periodontal yang bersifat permanen. Penyakit periodontal dibagi menjadi dua yaitu gingivitis dan periodontis. World Health Organization (WHO) Basic Oral Health Survey pemeriksaan dini penyakit periodontal masa remaja terjadi pada usia 15-19 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengindetifikasi faktor-faktor terkait status periodontal pada remaja di Indonesia. Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder dari Riskesdas 2018 pada usia remaja 15-19 tahun mengenai variabel karakteristik sosiodemografi, faktor perilaku kesehatan gigi, faktor pelayanan kesehatan gigi, dan faktor penyakit sistemik. Sampel peneltian adalah 3089 remaja Indonesia. Prevalensi status periodontal pada usia remaja 15-19 tahun berkisar antara 91,3% sampai dengan 94,7%. Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sosioekonomi terhadap status periodontal (OR=1,546;95%CI 1.141-2.161). Faktor yang berpengaruh terhadap status periodontal pada remaja adalah mengkonsumsi minuman beralkohol dan sosioekonomi. Hal ini berimplikasi pada program pencegahan penyakit periodontal, perlu difokuskan terhadap inklusi sosial dan adanya perluasan akses pelayanan kesehatan gigi lebih baik untuk remaja yang mempunyai penyakit gigi dan mulut antara lain penyakit karies gigi dan penyakit periodontal.
Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus) Muhammad Yusuf; Shinta Ferronika
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i1.35200

Abstract

Introduction: Polycythemia vera is a myeloproliferative disorder characterized by myeloid proliferation and causes increased erythrocyte production. This condition is a challenge for patients with periodontitis. Periodontitis accompanied by occlusion trauma can cause bone loss, recession and tooth mobility. Aim: This case report describes the management of a patient with polycythemia vera in preserving teeth and restoring healthy periodontal tissue with flap surgery and bone grafting. Case: 43 year old male patient with complaints of loose upper front teeth for the past few years. Clinical examination showed grade 2 tooth luxation, accompanied by a periodontal pocket of 6 mm. Radiographic examination showed vertical bone loss in the anterior region of the maxilla. The patient has undergone initial treatment in the form of scaling, root planing, and splinting with fiber composite as well as occlusal adjustment. Coordination and clinical evaluation of the patient by a hemato-oncologist in preparation for flap surgery with bone graft application. Treatment: In cases of vertical bone loss accompanied by loose teeth due to occlusion trauma, adequate treatment is needed. Flap surgery is performed to eliminate deep pockets and bone grafts for bone regeneration. Conclusion: Coordinated efforts of hemato-oncologists and periodontists are necessary for periodontal treatment, especially invasive therapy. The reconstructive surgical procedure with bone graft in this case showed quite good results.Keywords: polycythemia vera; flap surgery; bone graft
DISTRIBUSI FREKUENSI HALITOSIS PADA PASIEN SINUSITIS DI RSUD MEURAXA BANDA ACEH Sunnati Sunnati; Zulfan M. Alibasyah; Fikri Rozan
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20918

Abstract

Halitosis atau bau mulut merupakan suatu kondisi yang bisa berdampak terhadap sosial seseorang dan sekitar 25% penduduk dunia mengalami halitosis. Penyebab halitosis 87% berasal dari rongga mulut dan 13 % dari ekstra oral. Sinusitis merupakan salah satu penyebab halitosis karena pada sinusitis terjadi aliran lendir melalui nasofaring serta merupakan media bagi bakteri untuk menghasilkan Volatile Sulphur Compound (VSC). Keadaan penyakit hidung obstruktif seperti sinusitis dapat menyebabkan bernafas melalui mulut sehingga menimbulkan serostomia yang dapat meningkatkan jumlah plak pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi halitosis pada pasien sinusitis di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional, yang dilakukan terhadap 25 pasien sinusitis yang berobat di poli THT RSUD Meuraxa Banda Aceh. Pemeriksaan halitosis dilakukan dengan Breath Checker. Metode pengambilan subjek dilakukan dengan cara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 96% pasien sinusitis mengalami halitosis. Pada pasien sinusitis akut, skor halitosis yang dominan adalah 1 dan 2 sedangkan pada sinusitis kronik skor halitosis yang dominan adalah 3. Hasil penelitian ini juga menunjukkan 68% pasien sinusitis memiliki tingkat kebersihan rongga mulut yang sedang dan 32% memiliki tingkat kebersihan rongga mulut yang buruk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 96% pasien sinusitis mengalami halitosis dan pada sinusitis kronik memiliki skor halitosis yang dominan lebih tinggi dibandingkan sinusitis akut.
KANDUNGAN SODIUM LAURYL SULFATE PADA PASTA GIGI SERTA KAITANNYA DENGAN pH SALIVA DAN TINGKAT KEMATANGAN PLAK (Tinjauan Pustaka) Yufitri Mayasari; Lalu Rizad Indra Kusuma
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20917

Abstract

Salah satu kandungan yang biasa ditemukan pada pasta gigi adalah Sodium Lauryl Sulfate. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) berperan sebagai detergen pembuat busa yang mempunyai efek dapat menurunkan ikatan plak pada permukaan gigi. Penurunan ikatan plak pada permukaan gigi dapat mengakibatkan bakteri pada plak gigi terlepas. Sifat antibakteri dan antimikroba pada kandungan SLS dapat membantu mengurangi suasana asam yang diakibatkan produk toksin hasil fermentasi bakteri. pH saliva merupakan parameter keseimbangan lingkungan rongga mulut. Penggunaan pasta gigi mengandung SLS juga mempengaruhi pH saliva. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kaitan kandungan Sodium Lauryl Sulfate pada pasta gigi dengan pH saliva dan tingkat kematangan plak.
Hubungan Kehilangan Gigi Sebagian Terhadap Status Gizi dan Kualitas Hidup di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2020 Windy Widya Hasibuan; Dwi Tjahyaning Putranti
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20916

Abstract

Kehilangan gigi sebagian pada lansia dalam waktu yang lama dan tidak digantikan dengan gigi palsuakan menyebabkan penurunan fungsi mastikasi yang akan menyebabkan penurunan pada status gizi dankualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehilangan gigi sebagianterhadap status gizi dan kualitas hidup lansia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjaipada tahun 2020. Jenis penelitiannya adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampelpenelitian adalah 67 lansia. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemeriksaan rongga mulut,pengukuran berat dan tinggi badan dan pengisian kuesioner GOHAI. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kehilangan gigi sebagian terhadap statusgizi dan kualitas hidup lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2020 berdasarkanjumlah gigi yang ada dan jumlah functional tooth units (FTUs) di rongga mulut p=0,0001 (p0,05).Jumlah gigi yang ada dan jumlah functional tooth units (FTUs) di rongga mulut berhubungan penurunankemampuan mastikasi dan menyebabkan status gizi dan kualitas hidup pada lansia.