cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM FORMULA HIDROGEL EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Teuku Ahmad Arbi; Afrina Afrina; Dewa Judhistira Guntara
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20915

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan patogen yang menyebabkan berbagai infeksi sekunder seperti infeksi pada kulit dan jaringan lunak di rongga mulut, dilaporkan bahwa S. aureus berperan dalam kegagalan implan gigi, menginfeksi perawatan saluran akar dan juga dapat berkolonisasi pada mukosa pengguna gigi tiruan. Daun Tin (Ficus carica) yang diekstrak dibuat dalam sedian hidrogel dan dapat dijadikan obat karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, kumarin, saponin, polifenol dan tanin yang dapat menghambat dan membunuh bakteri dan berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) formula hidrogel ekstrak daun Tin terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Daun Tin diekstraksi dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan uji konsentrasi hambat dan bunuh minimum dengan metode dilusi. Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai P = 0,76 (P0,05) yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan terhadap pertumbuhan S. aureus. Hasil perlakuan menunjukan nilai tertinggi sampai terendah yaitu kontrol negatif, 5%, 25%, 50% dan kontrol positif. Kesimpulan penelitian ini didapatkan konsentrasi formula hidrogel ekstrak daun Tin dalam menghambat S. aureus adalah pada konsentrasi 5%, dan pada konsentrasi 50% tidak menunjukan hasil uji yang sama seperti kontrol positif.
GINGIVEKTOMI PEMBESARAN GINGIVA PASIEN ORTODONTIK (Laporan Kasus) Siti Sopiatin; Ira Komara; Ina Hendiani; Indra Mustika Setia Pribadi
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20914

Abstract

Pembesaran gingiva merupakan keadaan yang sering dijumpai pada pasien yang sedang menggunakan piranti ortodonti cekat. Pada pasien tertentu, penggunaan piranti ortodonti cekat dapat memicu terjadinya pembesaran gingiva yang dapat menyulitkan pemeliharaan kebersihan mulut sehingga menimbulkan terjadinya inflamasi gingiva serta mengganggu fungsi estetik. Pasien wanita usia 18 tahun datang ke Klinik Periodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran dengan keluhan utama gingiva membesar pada seluruh regio rahang bawah sejak 1 tahun yang lalu, tidak ada riwayat mengecil, dan tidak terasa sakit. Pada saat pemeriksaan intra oral, gusi rahang atas juga terlihat menutupi sebagian permukaan gigi meskipun tidak tampak membengkak, tetapi menyebabkan gigi terlihat lebih pendek. Pasien menggunakan piranti ortodonti cekat sejak 3 tahun yang lalu. Gingivektomi efektif dalam mengatasi pembesaran gingiva pada pasien yang sedang menggunakan piranti ortodonti cekat. Terapi tersebut bertujuan untuk menghilangkan poket gingiva, mencegah inflamasi dan penyakit periodontal tahap lanjut, serta mengembalikan fungsi estetik.
PERAWATAN KANDIDIASIS ORAL PADA PASIEN HIV/AIDS (Studi Pustaka) Sri Rezeki; Febrina Rahmayanti
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20913

Abstract

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur oportunistik yang paling sering terjadi pada pasien HIV/AIDS. Terdapat beberapa obat antijamur yang dapat digunakan dalam perawatan kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS, namun pemilihannya tergantung beberapa faktor, seperti perluasan lesi, keparahan penyakit, kondisi asam lambung, level supresi imun, farmakodinamik/farmakokinetik, interaksi obat, resistensi, dan tingkat kepatuhan pasien. Namun, kandidiasis oral refractory dapat terjadi yaitu kegagalan dalam merespon perawatan dengan antijamur. Pada kasus seperti ini, identifikasi Candida dari daerah orofaring dapat membantu membedakan penyebab kegagalan lain secara mikrobiologis. Pasien AIDS diketahui mengalami hypochlorhydria dan peningkatan pH lambung, sehingga berpotensi terjadi penurunan absorpsi dan bioavailabilitas beberapa obat antijamur. Pasien dengan kondisi ini dapat diberikan flukonazol oral karena tidak tergantung pada pH lambung, dapat diabsorpsi dengan cepat, serta memiliki bioavailabilitas tinggi, sehingga flukonazol lebih unggul dibandingkan golongan azol lain dan antijamur topikal seperti nistatin supsensi oral maupun klotrimazol troches. Larutan itrakonazol dan posakonazol dapat dijadikan terapi second-line yang dapat digunakan, selain itu peningkatan imunitas lokal dan sistemik merupakan hal yang penting dalam melawan infeksi Candida. Dengan demikian, berdasarkan tinjauan pustaka flukonazol lebih baik digunakan dalam perawatan kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS.
BIOKOMPATIBILITAS BAHAN KAPING PULPA (Tinjauan Pustaka) Muhammad Garry Syahrizal Hanafi; Andi Izham; Harismanto Harismanto; Endang Winiarti Bahtiar
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20912

Abstract

Bahan pelindung pulpa yang mampu untuk mempertahankan vitalitas pulpa diperlukan pada kasus-kasus terbukanya pulpa, baik yang disebabkan oleh karena karies, trauma, atau faktor iatrogenik. Oleh karena itu, diperlukan bahan pelindung pulpa yang mampu untuk mempertahankan vitalitas pulpa tersebut. Bahan pelindung pulpa ini akan berkontak dengan jaringan hidup, yaitu pulpa, maka bahan yang digunakan harus memiliki sifat biokompatibel terhadap jaringan tubuh manusia. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji parameter yang digunakan sebagai penentu biokompatibilitas bahan kaping pulpa yang sering digunakan di klinis, seperti Kalsium Hidroksida, Mineral Trioxide Aggregate, BioAggregate, Biodentine dan Nano-Hidroksiapatit berdasarkan penelitian yang dilaporkan. Kesimpulan dari tulisan ini adalah seluruh bahan kaping pulpa memiliki sifat biokompatibilitas yang baik, dengan tingkat biokompatibilitas terbaik dimiliki oleh BioAggregate, Biodentine, MTA, diikuti Nano-HA dan Kalsium Hidroksida.
HUBUNGAN DIMENSI VERTIKAL TERHADAP KUALITAS HURUF BILABIAL PADA PASIEN PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP DI RSGM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Fathur Rohmah; Ika Andryas
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20911

Abstract

Edentulus penuh adalah kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah yang dapat di atasi dengan gigi tiruan. Pembuatan gigi tiruan disarankan agar dapat membantu memroses makanan serta mengembalikan fungsi bicara yang mengharuskan dokter gigi menggunakan kemampuan berbicara sebagai pengetahuan klinis tentang peranan faktor fonetik dalam pembuatan gigi tiruan. Dimensi vertikal merupakan salah satu faktor yang memengaruhi suara pada pasien pemakai gigi tiruan lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan dimensi vertikal pada pasien pemakai gigi tiruan lengkap terhadap kualitas huruf bilabial. Rancangan penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling pada pasien edentulous lengkap di klinik Prostodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara tahun 2017-2019 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 orang. Data dianalisis dengan uji T berpasangan dan uji wilcoxon range test. Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara dimensi vertikal terhadap kualitas huruf [b] dan tidak terdapat hubungan signifikan antara dimensi vertikal terhadap kualitas huruf [m] pada pemakai gigi tiruan lengkap.
PERUBAHAN DIMENSI BAHAN CETAK ALGINAT DENGAN PELARUT EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) Dendy Murdiyanto; Vega Rasiditya Andryant Putra
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20910

Abstract

Bahan cetak alginat kedokteran gigi dapat menjadi media penularan infeksi dan mudah mengalami perubahan dimensi. Metode disinfeksi alternatif perlu dilakukan dengan mencampurkan bahan alam kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang memiliki manfaat anti fungi dan anti bakteri serta bersifat desinfektan sebagai pelarut bahan cetak alginat tanpa mempengaruhi dimensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi dan mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi. Desain penelitian posttest-only control group design dengan cara mengukur selisih volume akhir dengan volume awal menggunakan jangka sorong ketelitian 0,01 mm. Kelompok perlakuan larutan ekstrak kayu manis dibagi menjadi 5 konsentrasi yaitu kontrol, 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian dengan uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,066 (p0,05) yang berarti tidak terdapat pengaruh ekstrak kayu manis sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi. Simpulan penelitian bahwa ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat tidak berpengaruh terhadap perubahan dimensi. Peningkatan konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) hingga 40% sebagai pelarut bahan cetak alginat juga tidak berpengaruh terhadap perubahan dimensi.
PERAWATAN BEDAH PERIODONTAL REGENERATIF PADA KETERLIBATAN FURKASI LESI ENDODONTIK-PERIODONTIK (Laporan Kasus) Budhi Cahya Prasetyo; Indra Mustika; Nuzulul Ismi
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20909

Abstract

Kasus penyakit pulpa sering melibatkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi atau jaringan periodontal, khususnya di daerah furkasi. Penyebab kondisi ini karena adanya saluran lateral yang menghubungkan jaringan pulpa dengan jaringan periodontal. Laporan kasus ini membahas keterlibatan area furkasi setelah perawatan endodontik. Pasien pria usia 45 tahun datang ke RSGM bagian Periodonsia dengan rujukan dari bagian Konservasi untuk dilakukan penata-laksanaan keterlibatan furkasi dengan riwayat pasien telah dikukan perawatan endodontik sebelumnya. Pada pemeriksaan klinis probing menggunakan probe nabers didapatkan keterlibatan furkasi kelas II klasifikasi Glickman disertai dengan resesi kelas I Miller. Pemeriksaan penunjang radiografis periapikal dan CBCT menunjukkan terdapat radiolusensi pada area furkasi. Pada kasus ini dilakukan terapi bedah flap dengan penempatan bonegraft dan membran platelet rich fibrin (PRF) pada area furkasi. Terapi bedah periodontal regeneratif dengan bonegraft dan PRF pada kasus telah banyak di laporkan dalam beberapa literatur periodontal sebagai salah satu terapi penata-laksanaan keterlibatan furkasi gigi molar. Evaluasi dilakukan pada minggu ke-2, bulan ke-1, dan bulan ke-3 pasca tindakan bedah. Evaluasi pada bulan ke-3 secara radiografis menenunjukkan adanya pengisian substansi tulang di daerah furkasi. Disimpulkan bahwa penata-laksanaan kasus keterlibatan furkasi dengan terapi bedah regeneratif kombinasi bonegraft dan membran PRF dapat menunjukkan hasil yang memuaskan baik pada difek vertikal maupun horizontal.
PENGELOLAAN MALOKLUSI OPEN BITE ANTERIOR AKIBAT FRAKTUR NEGLECTED MAKSILA LE FORT I DENGAN TEKNIK OSTEOTOMI LE FORT I DAN FIKSASI TRANSOSSEOUS (Laporan Kasus) Harfindo Nismal; Abel Tasman Yuza; Fathurachman Fathurachman
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18446

Abstract

Maloklusi open bite adalah suatu gigitan terbuka merupakan komplikasi paling signifikan suatu fraktur maksila yang tidak memperoleh perawatan dengan segera dirawat, atau terlantar terlalu lama, dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu dan disebut dengan neglected fracture. Salah satu cara untuk memperbaiki keadaan ini adalah melakukan osteotomi pada maksila. Tujuan laporan kasus ini untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang kelainan yang muncul akibat ditundanya perawatan pada fraktur maksila Le Fort I beserta cara pengelolaannya. Dilaporkan seorang pasien laki-laki, 32 tahun datang ke Poliklinik Bedah Mulut dan Maksilofasial dengan keluhan tidak dapat mengatupkan kedua rahang dan mengunyah makanan dengan baik. Satu bulan sebelum datang ke RS. Dr. Hasan Sadikin pasien memiliki riwayat jatuh dari atap rumah dengan posisi menelungkup dan wajah terlebih dahulu membentur lantai rumah, selanjutnya pasien dibawa ke Unit Gawat Darurat salah satu rumah sakit swasta terdekat, dinyatakan tidak ada kelainan dan diperbolehkan pulang ke rumah setelah dilakukan pemeriksaaan dan perawatan luka di dalam mulut. Terapi Le Fort I osteotomy dilakukan, reposisi rahang atas untuk mencapai oklusi yang baik, dan maksila difiksasi dengan empat osteosynthesis miniplate.
PORCELAIN LAMINATE VENEER SEBAGAI PERAWATAN ESTETIK PADA GIGI INSISIVUS LATERALIS 1 (Laporan Kasus) Ivony Fitria; Isti Arifianti; Taufik Sumarsongko; Setyawan Bonaficius; Rasmi Rikmasari
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18438

Abstract

Seiring dengan meningkatnya popularitas esthethic dentistry, semakin banyak pasien yang membutuhkan perawatan yang dapat meningkatkan penampilan gigi anterior. Salah satu perawatan estetik yaitu porcelain laminate veneer yang merupakan lapisan tipis, sedikit tembus cahaya, terbuat dari bahan porselen, dan berfungsi untuk melaminasi atau menutupi gigi yang mengalami kerusakan, kelainan bentuk atau perubahan warna. Pada kasus diastema gigi 12 dan peg shape gigi 22, secara anatomis gigi terlihat lebih kecil dan akan terbentuk ruang atau diastema antar gigi. Pada kasus ini dilakukan perawatan estetik porcelain laminate veneer untuk memperbaiki bentuk dan menutupi diastema ini sehingga akan dicapai estetik yang lebih baik. Penatalaksanaan kasus yaitu wax up untuk melihat kesesuaian bentuk dan proporsi veneer yang telah didesain dengan digital smile design. Pasien menyetujui untuk dilakukan crown lengthening untuk mendapatkan level gingival margin yang lebih proporsional. Dibantu dengan diagnosis wax up dan smile designing yang direncanakan pada awal perawatan, pasien mendapatkan gambaran visual dari hasil perawatan yang diharapkan. Pasien merasa puas dengan hasil perawatan. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu porcelain laminate veneer merupakan suatu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penampilan estetik pada gigi anterior agar pasien mendapatkan senyum yang lebih indah.
EFEK EKSTRAK DAUN CEREMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS (L.) SKEELS) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Rachmi Fanani Hakim; Astari Chairunissa
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18443

Abstract

Luka merupakan terjadinya gangguan pada struktur normal tubuh. Tubuh akan merespon melalui proses penyembuhan luka. Kerusakan dan regenerasi jaringan memerlukan peran kolagen. Ketika proses penyembuhan jaringan kolagen disintesis dan didepositkan oleh fibroblas. Daun ceremai bermanfaat untuk penyembuhan luka karena mengandung senyawa aktif Terpenoid, Saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian untuk menetapkan potensi ekstrak daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) sebagai obat herbal terhadap penyembuhan luka tikus Wistar (Rattus norvegicus). Sepuluh ekor tikus jantan dengan berat 200-300 gram dan usia 8-12 minggu dibagi ke dalam 2 kelompok, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Luka pada gingiva bagian labial tikus dibuat sepanjang 5 mm dan kedalaman mencapai tulang alveolar. Ekstrak daun ceremai 100% diberikan pada kelompok perlakuan topikal 2 kali sehari selama 7 hari. Akuades diberikan pada kelompok kontrol. Pengamatan histologis (pewarnaan hematoksilin eosin) menunjukkan hasil rerata jumlah fibroblas pada kelompok kontrol 20,41,3 dan kelompok perlakuan 31,03,3. Uji T tidak berpasangan menunjukkan nilai signifikansi yakni 0,001 (p0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna jumlah fibroblas pada penyembuhan luka antara ekstrak daun ceremai dibanding kontrol. Ekstrak daun ceremai konsentrasi 100% mempunyai efek terhadap jumlah fibroblas pada luka gingiva tikus Wistar.