cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) TERHADAP Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 Zulfan M Alibasyah; Diana Setya Ningsih; Maya Putri Sinda
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17076

Abstract

Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 merupakan bakteri biakan murni yang bersifat anaerob fakultatif Gram-negatif. Bakteri ini dominan pada periodontitis agresif lokalisata dan berperan penting dalam patogenesisnya. Daun biduri (Calotropis gigantea) mengandung flavonoid, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid yang merupakan senyawa antibakteri. Metode maserasi dilakukan untuk pembuatan ekstrak Calotropis gigantea dengan menggunakan etanol 70% sebagai bahan pelarut. Penelitian ini termasuk eksperimental laboratoris menggunakan metode difusi sumuran dalam pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun Calotropis gigantea terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Setiap konsentrasi menunjukkan hasil zona hambat sebesar 3,3 mm, 9,6 mm, 11 mm, 12,7 mm, 14,4 mm, dan 16,6 mm. Didapatkan hasil zona hambat yang berbeda pada berbagai konsentrasi, dan hasil hambatan semakin besar pada konsentrasi yang semakin tinggi. Analisis dengan uji one way Anova menunjukkan nilai signifikansi p0,05 yang menyatakan semua hasil penelitian ini memiliki perbedaan bermakna. Berarti bahwa ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) dalam berbagai konsentrasi di atas dapat menghambat pertumbuhan Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523.
PERBEDAAN WAKTU PENURUNAN pH PLAK GIGI PADA ANAK KARIES RAMPAN DAN KARIES SEDANG (STUDI PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH) Dharli Syafriza; Irwan Rahmat
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17077

Abstract

Bakteri yang terpapar sukrosa akan dengan cepat menghasilkan asam dan menyebabkan penurunan pH plak. Produksi asam oleh bakteri merupakan faktor penting dalam patogenesis karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan menurunkan pH plak mencapai level kritis 5,5 pada anak karies rampan dan karies sedang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional pada 2 kelompok yaitu 25 anak dengan karies rampan dan 25 anak dengan karies sedang berdasarkan pemeriksaan skor deft. pH plak diperiksa dengan alat untuk mendeteksi fermentasi plak kariogenik (plaque indicator kit). Hasil menunjukkan bahwa pH plak anak karies rampan lebih cepat turun mencapai level kritis 5,5 dibandingkan anak karies sedang.
HUBUNGAN KEBIASAAN PARAFUNGSIONAL DENGAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA PADA MAHASISWA FKG USU Saragih -; TSM. Chairunnisa R
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17070

Abstract

Sistem stomatognasi terdiri dari sendi temporomandibula, otot dan gigi. Fungsi sistem stomatognasimeliputi fungsi pengunyahan, penelanan, fonasi, pernapasan, dan ekspresi wajah ketika berbicara.Bila fungsi normal dipengaruhi oleh masalah lokal atau sistemik yang melampaui toleransi fisiologis,respon patologi memicu berbagai macam tanda dan gejala yang menandai gangguan senditemporomandibula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaanparafungsional dengan gangguan sendi temporomandibula pada mahasiswa FKG USU. Jenispenelitian ini adalah cross-sectional dengan rancangan analitik deskriptif. Subjek pada penelitian iniberjumlah 115 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan bantuan kuesioner danHelkimos Index. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dan Fishers Exact. Hasil daripenelitian ini yaitu terdapat hubungan kebiasaan parafungsional dengan gangguan senditemporomandibula pada mahasiswa FKG USU (p=0.0001). Masing-masing kebiasaan parafungsional(clenching, grinding, menggigit kuku, mengunyah permen karet dan menopang dagu) memilikihubungan yang signifikan dengan gangguan sendi temporomandibula. Dari penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa kebiasaan parafungsional mempengaruhi kesehatan sendi temporomandibula.
PERSEPSI TERHADAP SENYUM ESTETIK (STUDI PADA MAHASISWI PREKLINIK KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA) Rachmi Fanani Hakim; Wita Dwi Azizi; Taufiqi Hidatullah; Fakhrurrazi Fakhrurrazi
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17072

Abstract

Kepercayaan diri dalam interaksi sosial dan karakteristik psikologis individu dapat dipengaruhi oleh senyum yang estetik. Seseorang dapat dianggap ramah, populer, mudah bergaul, dan cerdas serta lebih menunjukkan perilaku yang positif bila memiliki senyum estetik. Seseorang yang memiliki senyum estetik akan lebih dapat diterima dalam masyarakat. Senyum yang estetik dapat dijadikan sebagai indikator evaluasi pasca perawatan. Penilaian terhadap senyum biasanya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh persepsi individu. Persepsi setiap individu dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi terhadap senyum estetik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswi kedokteran gigi Universitas Syiah Kuala angkatan 2015-2016. Subjek dipilih sesuai kriteria inklusi, yang terdiri dari 58 orang yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Subjek diminta mengisi kuesioner yang berisikan 7 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan menampilkan 3 foto. Jawaban yang dipilih subjek dihitung menggunakan perhitungan Landis dan Koch. Hasil penelitian menunjukkan 86,2% subjek memiliki persepsi sangat baik dan baik, 13,8% subjek memiliki persepsi sedang sampai buruk. Kesimpulan penelitian ini adalah persepsi mahasiswi Kedokteran Gigi angkatan 2015-2016 Universitas Syiah Kuala terhadap senyum estetik adalah baik.
PORPHYROMONAS GINGIVALIS DAN PATOGENESIS DISFUNGSI KOGNITIF: ANALISIS PERAN SITOKIN NEUROINFLAMASI Citra Feriana Putri; Endang Winiati Bachtiar
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17068

Abstract

Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri utama penyebab penyakit periodontal. Bakteri ini memiliki faktor virulensi seperti lipopolisakarida dan gingipain. Faktor virulensi ini dapat membuatnya lolos dari sistem imun periodontal lalu masuk ke dalam sirkulasi darah atau bakterimia. Bakterimia yang terjadi kemudian menyebabkan bakteri berpindah ke sistem saraf pusat sehingga mengaktivasi mikroglia dan respon neuroinflamasi. Neuroinflamasi merupakan proses inflamasi kompleks yang terjadi di sistem saraf pusat sebagai mekanisme pertahanan dalam melawan patogen, toksin, atau faktor yang menyebabkan neurodegenerasi. Proses neuroinflamasi ini diregulasi oleh aktivitas sel neuron, glia, dan sel endotel di dalam sistem neurovaskular. Produksi mediator inflamasi yang berlebihan oleh sel-sel tersebut dapat menyebabkan kematian sel neuron dan berhubungan dengan terjadinya disfungsi kognitif, seperti penyakit Alzheimer. Dalam tinjauan pustaka ini akan dipaparkan tentang imunopatogenesis Porphyromonas gingivalis pada disfungsi kognitif melalui aktivasi neuroinflamasi di otak.
KILAU PERMUKAAN MATERIAL RESTORATIF GLASS-HYBRID SETELAH PERENDAMAN PADA BERBAGAI pH SALIVA BUATAN Claudia Anggasaputra; Yosi Kusuma Eriwati; Siti Triaminingsih
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17066

Abstract

Material restoratif glass-hybrid mengalami peningkatan kekasaran dalam larutan dengan pH rendah namun belum banyak diteliti nilai sifat kilau permukaannya dalam saliva pH rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pH saliva buatan terhadap sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid. Spesimen restorasif glass-hybrid (EQUIA Forte Glass-Hybrid Restorative System, GC Japan) (90 buah) dibagi dalam 9 kelompok (n=10) perlakuan perendaman dalam saliva buatan dengan pH 4,5; 5,5; 7, dan waktu perendaman 1 jam, 24 jam, dan 72 jam. Uji kilau permukaan menggunakan Glossmeter (Novo-Curve Rhopoint Instrument, UK) dengan sudut 60o. Data dianalisa statistik dengan One-way ANOVA untuk mengetahui kemaknaan nilai kilau permukaan antar kelompok spesimen. Nilai kilau permukaan pada kelompok perendaman dalam saliva buatan pH 4,5 selama 1 jam, 24 jam dan 72 jam menghasilkan nilai 35,82,77 GU; 37,072,03 GU, dan 41,34,09 GU. Kelompok dalam saliva buatan pH 5,5: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam mengalami kenaikan nilai kilau permukaan menjadi 33,683,23 GU; 34,1452,6 GU, dan 37,731,81 GU. Nilai surface gloss pada perendaman saliva buatan pH 7: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam adalah 32,933,23 GU; 32,772,42 GU, dan 32,982,34 GU. Disimpulkan pada pH saliva buatan lebih rendah dan peningkatan lama perendaman terjadi peningkatan sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid.
HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA DENGAN PERFORMA MASTIKASI BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP Luthfiani Indah Lubis; Ismet Danial Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17067

Abstract

Edentulus merupakan kehilangan seluruh gigi permanen pada maksila dan mandibula yang mengganggu mastikasi, namun dapat dihindari dengan menggunakan GTL. Tujuan GTL adalah tercapainya performa mastikasi yang baik. Keberhasilan GTL disebabkan oleh GTL yang retentif dan stabil yang sebagian besar tergantung pada saliva. Laju aliran saliva penting dalam pembentukan adhesi dan kohesi antara basis GTL dan mukosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan laju aliran saliva dengan performa mastikasi berdasarkan jenis kelamin pada pemakai gigi tiruan lengkap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan sampel penelitian pemakai GTL dengan oklusi klas I sebanyak 38 orang, dengan kriteria selalu memakai GTL selama siang hari dan ketika makan serta pemakaian minimal 6 bulan pasca pemasangan di RSGM USU. Setiap pasien dilakukan pengumpulan saliva untuk mengukur laju aliran saliva dan pengunyahan Color Changeable Chewing Gum untuk menilai performa mastikasi, kemudian hasil dianalisis dengan uji Chi-Square. Pada hasil penelitian ini laju aliran saliva memiliki hubungan signifikan dengan performa mastikasi pada laki-laki, namun tidak pada perempuan. Laju aliran saliva dapat dijadikan pertimbangan penilaian performa mastikasi pada jenis kelamin laki-laki sehingga dapat digunakan sebagai dasar edukasi hasil evaluasi mastikasi pemakai gigi tiruan lengkap.
GAMBARAN KELUHAN SUBJEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) TERKAIT DENTAL ERGONOMI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN GIGI DI RSGM UNSYIAH Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Rachmi Fanani Hakim; Raidha Putri Ananda
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16934

Abstract

Dokter gigi merupakan profesi yang sangat rentan mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs).Sehari-hari dokter gigi melakukan perawatan dengan posisi tertentu guna mendukung aktifitasnyayang memerlukan ketelitian pada area relatif kecil, sehingga sering ditemukan dokter gigi yangmelakukan pekerjaannya dengan posisi tubuh tertentu dalam waktu relatif lama. Kebiasaanmeposisikan postur tubuh tidak ergonomis ini sejak di masa pendidikannya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dialami mahasiswapendidikan profesi Kedokteran Gigi di RSGM Unsyiah. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 46orang ditentukan dengan metode Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptifuntuk melihat distribusi frekuensi gambaran keluhan gangguan muskuloskeletal yang dialamiresponden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Cornell MusculoskeletalDiscomfort Questionnaire (CMDQ). Hasil penelitian menunjukkan dari total 46 responden sebanyak35 responden memiliki keluhan dengan kategori ringan 76%, sedang 10,8%, berat 13,2%. DistribusiFrekuensi Keluhan MSDs Pada Bagian Tubuh yaitu sebanyak 31 orang memiliki keluhan di bagianpunggung bawah (67,4%), 28 orang memiliki keluhan di bagian leher (60,9%) dan 26 orang memilikikeluhan di bagian punggung atas (56,5%).
IDENTIFIKASI GELATIN DALAM OBAT KUMUR YANG BEREDAR DI INDONESIA MENGGUNAKAN ATTENUATED TOTAL REFLECTION-FOURIER TRANSFORM INFRARED Dewi Nurul Mustaqimah; Nelvi Isra; Siti Nur Riani; Anna Priangani Roswiem
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16157

Abstract

Pemeliharaan kesehatan rongga mulut dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi dan berkumurdengan obat kumur. Obat kumur mengandung beberapa komponen, salah satunya adalah pengemulsi,yang berfungsi untuk menyatukan bagian air dan bagian minyak agar homogen. Pengemulsi yangsering dipakai umumnya berupa gelatin. Gelatin yang digunakan berasal dari sapi, ikan, atau babi. Halini berkaitan dengan kehalalan suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikeberadaan kandungan gelatin yang berasal dari babi di dalam obat kumur yang beredar di Indonesia.Dua puluh satu sampel obat kumur diidentifikasi dengan alat attenuated total reflection-fouriertransform infrared (ATR-FTIR). Spektrum dari setiap sampel dibandingkan dengan standar gelatinsapi dan babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan gelatin di dalam 15 dari 21sampel obat kumur, tetapi sumbernya tidak diketahui. Disimpulkan bahwa kandungan gelatin terdapatdi dalam sebagian besar obat kumur yang beredar di Indonesia.Kata kunci : Obat kumur, gelatin, ATR-FTIR.
PENGARUH EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) TERHADAP PENYEMBUHAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN PADA MAHASISWI PSKG FK UNSRI Leo Saputra; Shanty Chairani; Tyas Hestiningsih
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16158

Abstract

Stomatitis aftosa rekuren (SAR) merupakan salah satu penyakit mukosa mulut yang sering ditemui.SAR dapat menganggu dan menurunkan kualitas hidup sehingga diperlukan perawatan yang adekuatsehingga dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh ekstrak ikan gabus terhadap durasi penyembuhan dan pengurangan rasanyeri dari SAR. Penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control groupmelibatkan 38 mahasiswi PSKG FK UNSRI dengan SAR minor yang dibagi menjadi dua kelompokyaitu kelompok perlakuan yang diberi ekstrak ikan gabus dan kelompok kontrol yang diberi akuades.Subjek tiap kelompok diinstruksikan untuk mengaplikasikan ekstrak ikan gabus atau akuadessebanyak 3 kali sehari. Durasi penyembuhan SAR diamati sampai sembuh dan rasa nyeri SAR diukurmenggunakan visual analog scale (VAS) pada baseline dan hari ketiga. Hasil penelitian menunjukkanbahwa durasi penyembuhan SAR pada kelompok ekstrak ikan gabus lebih cepat secara signifikan darikelompok akuades (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan dari perbandingan skor VASbaseline dengan hari ketiga pada kedua kelompok (P0.05). Kelompok ekstrak ikan gabusmenunjukkan pengurangan rasa nyeri yang signifikan dibandingkan kelompok akuades (P0.05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak ikan gabus (Channastriata) dapat mempercepat durasi penyembuhan SAR dan dapat mengurangi rasa nyeri dari SAR.Kata kunci: Stomatitis aftosa rekuren, Ikan gabus, Penyembuhan