cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
USE OF CONVENTIONAL AND DIGITAL RADIOGRAPHIC TECHNIQUES IN ENDODONTIC TREATMENT Putri, Ni Putu Sartika Sukma
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.21207

Abstract

CEPHALOMETRIC RADIOGRAPH DESCRIPTION OF PHARYNGEAL AIRWAYAND HYOID BONE POSITION IN CLASS I AND CLASS II SKELETAL MALOCCLUSION SUBJECT Rosdiana, Nova
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.20455

Abstract

The width of pharyngeal airway can be affected by skeletal pattern and hyoid bone position. The purpose of this study was to analyze the difference between upper and lower pharyngeal airway and hyoid bone position in class I and II skeletal malocclusion patients using cephalometric. The descriptive analytical study design was used to analyse the secondary data collected from patients in Dental Radiology installation, RSGM UNPAD. Sample size was determined using purposive sampling method with the total of 44 cephalometric. The average of upper pharyngeal airway width in class I was 14,814,08 mm and 12,273,16 mm in class II with P value of 0,0026 (P 0,05). The average of lower pharyngeal airway width in class I was 11,662,57 mm and 10,621,77 mm in class II with P Value of 0,202 (P0,05). The hyoid bone position revealed similar results between class I and II malocclusions showing that 7 subjects had positive triangle positions and 15 patients had negative triangle positions with P value of 1,000 (P0,05). The difference of upper pharyngeal airway width between class I and II skeletal malocclusion patients was considered significant. In contrary, there was no significant difference found in lower pharyngeal airway and hyoid bone position.
PEMBUATAN GEL HIDROKSIAPATIT CANGKANG KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) DAN PENGARUHNYA SETELAH APLIKASI DI LESI WHITE-SPOT ENAMEL Amalina, Rizki
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.20006

Abstract

Pencegahan karies dapat dilakukan dengan meningkatkan remineralisasi. Cangkang kerang simping merupakan limbah industri mengandung kalsium yang dapat menjadi prekursor hidroksiapatit yaitu kristal penyusun gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis hidroksiapatit cangkang kerang simping dan mengetahui pengaruh gel hidroksiapatit terhadap remineralisasi enamel gigi.Metode penelitian eksperimental laboratoris 2 tahap, pertama yaitu sintesis hidroksiapatit dan evaluasi menggunakan SEM-EDX dan XRD. Setelah itu hidroksiapatit dibuat sediaan gel dan diuji organoleptik. Tahap kedua penelitian pre dan post-test control group design menggunakan 16 sampel gigi premolar satu RA post ekstraksi yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok gel hidroksiapatit 20%, dan kelompok kontrol. Uji kekerasan enamel gigi menggunakan Vickers Microhardness Tester sebanyak 2 kali, sebelum dan setelah aplikasi gel.Hasil menunjukkan hidroksiapatit cangkang kerang simping berukuran nanometer, berbentuk granular dengan rasio molar Ca:P 3,22. Gel hidroksiapatit konsistensi homogen, sedikit berbau dan berwarna putih krem. Hasil uji kekerasan enamel terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah aplikasi (p0,05) dan terdapat signifikasi perbedaan peningkatan kekerasan antar kelompok (p0,05). Peningkatan kekerasan enamel kelompok gel hidroksiapatit lebih tinggi daripada kelompok kontrolKesimpulan yaitu gel hidroksiapatit cangkang kerang simping berpotensi sebagai agen remineralisasi enamel gigi
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN TINGKAT KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI BERSADASARKAN DENTAL AESTHETIC INDEX THE RELATIONSHIP BETWEEN PERCEPTION WITH THE NEED OF ORTHODONTIC TREATMENT BASED ON DENTAL AESTHETIC INDEX K, Didin; Oenzil, Fadil; Lathiva, Muthia
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.19504

Abstract

Dental Aesthetic Index merupakan salah satu indeks yang memiliki fungsi untuk menilai kebutuhan perawatan ortodonti suatu individu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti serta hubungan persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas.Penelitian menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas umur 18-21 tahun berjumlah 28 orang yang dipilih berdasarkan teknik Purposive Sampling. Kebutuhan perawatan ortodonti dinilai dengan pemeriksaan model studi menggunakan Dental Aesthetic Index dan persepsi kebutuhan dinilai menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas (Pearson Product Moment). Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yang memiliki persepsi baik 20 orang (71,4%) dan persepsi tidak baik 8 orang (28,6%). Hasil untuk tingkat kebutuhan perawatan ortodonti didapatkan 16 orang (57,1%) tidak/sedikit membutuhkan perawatan, 7 orang (25%) perawatan elektif, 3 orang (10,7%) sangat membutuhkan perawatan dan 2 orang (7,1%) wajib mendapatkan perawatan. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p0,05) antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index dengan koefisien korelasi sebesar 0,446.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sebagian besar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas memiliki persepsi baik dan kebutuhan perawatan ortodonti dalam kategori perawatan tidak/ sedikit membutuhkan perawatan serta terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarakan Dental Aesthetic Index pada mahasiswa fakultas kedokteran gigi Universitas Andalas.
Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi Dan Penyikatan Dengan Pasta Gigi Pemutih Kaban, Trifena Mulyani; Andryas, Ika
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.22830

Abstract

KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM FORMULA HIDROGEL EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Arbi, Teuku Ahmad
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.19441

Abstract

AbstrakStaphylococcus aureusmerupakan patogen yang dapat menyebabkan berbagai infeksi sekunder seperti infeksi pada kulit dan jaringan lunak di rongga mulut. Penanganan akibat infeksiS. aureusbiasanya menggunakan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik berlebihan menyebabkan perubahan ekologirongga mulut. Daun Tin (Ficus carica) yang diekstrak dibuat dalam sedian hidrogel dan dapat dijadikan obat karena memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat menghambat dan membunuh bakteri dan berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) formula hidrogel ekstrak daun Tin (Ficus carica) terhadap pertumbuhanStaphylococcus aureus.Daun Tin (Ficus carica) diekstraksi dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan uji konsentrasi hambat dan bunuh minimum dengan metode dilusi.Berdasarkan hasil ujiKruskal-Wallisdiperoleh nilai P = 0,76 (P0,05) yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan terhadap pertumbuhanS. aureus.Hasil perlakuan menunjukan nilai tertinggi sampai terendah yaitu kontrol negatif, 5%, 25%, 50% dan kontrol positif.Kesimpulan penelitian ini didapatkankonsentrasi formula hidrogel ekstrak daun Tin (Ficus carica) dalam menghambatS. aureusadalah pada konsentrasi 5%, dan pada konsentrasi 50% tidak menunjukan hasil uji yang sama seperti kontrol positif.Kata Kunci :Staphylococcus aureus, Daun Tin (Ficus carica), KonsentrasiHambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum
PENATALAKSANAAN MUKOBIOADHESIF EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir) TERHADAP LESI ULSERASI RONGGA MULUT Puspa Dewi, Siti Rusdiana; Handayani, Pudji; Tyas, Hestiningsih; Destriarum, Destriarum; Sari, Adelina Putri
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.19279

Abstract

Lesi ulserasi merupakan penyakit jaringan lunak mulut yang banyak dijumpai. Pendekatan perawatan terhadap lesi ulserasi dengan menggunakan bioadhesif bertujuan untuk mendapatkan efek terapi maksimal dari suatu zat aktif. Tanaman gambir (Uncaria gambir) adalah suatu jenis tanaman yang banyak dikembangkan sebagai obat herbal karena memiliki senyawa aktif seperti katekin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek mukobioadhesif ekstrak gambir terhadap lesi ulserasi rongga mulut. Penelitianini menggunakan metode pretest-posttestcontrol group. 24 sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok yang diberi mukobioadhesif ekstrak gambir dan kelompok yang diberi mukobioadhesif plasebo selama 7 hari dengan aturan pakai 3 kali sehari. Tingkat keparahan rasa sakit yang diukur dengan skala VAS, luas lesi ulserasi, dan durasi penyembuhan dievaluasi dan dianalisis dengan SPSS ver. 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mukobiadhesif ekstrak gambir mampu mengurangi rasa sakit dan luas lesi, serta mampu menurunkan durasi penyembuhan secara signifikan dibandingkan dengan plasebo. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan mukobioadhesif ekstrak gambir berpotensi dalam mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan lesi ulserasi rongga mulut.
GINGIVECTOMY OF GINGIVAL ENLARGEMENT IN ORTHODONTIC PATIENT Sopiatin, Siti
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.18455

Abstract

Gingival enlargement is a common condition in patients who are using fixed orthodontic appliances. In certain patients, the use of fixed orthodontic appliances can lead to enlargement of the gingiva which can make it difficult to maintain oral hygiene, causing inflammation of the gingiva and disrupting aesthetic function. A female patient aged 18 years came to the Periodontics Clinic of the Padjadjaran University Dental Hospital with the main complaint of enlarged gingiva in all regions of the mandible since 1 year ago, no history of shrinkage, and no pain. At the time of the intra oral examination, the maxillary gingiva also appeared to cover part of the tooth surface although it did not appear to be swollen, but it caused the teeth to appear shorter. Patient is using fixed orthodontic appliance since 3 years ago. Gingivectomy is effective in treating gingival enlargement in patients who are using fixed orthodontic appliances. The therapy aims to remove gingival pockets, prevent inflammation and advanced periodontal disease, and restore aesthetic function.
GAMBARAN KEHILANGAN GIGI PADA PASIEN YANG BERESIKO OSTEOPOROSIS PASKA MENOPAUSE DI RSGM UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rahmayani, Liana
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.19265

Abstract

Menopause biasanya terjadi pada perempuan ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan atau lebih dan biasanya dijumpai pada usia 50 tahun ke atas. Salah satu gejala dari menopause adalah terjadinya osteoporosis yang disebabkan adanya penurunan kadar estrogen. Penurunan kadar estrogen berhubungan dengan peningkatan produksi sitokin yang dapat menstimulasi osteoklas yang meresorpsi tulang alveolar sehingga dapat terjadi kehilangan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kehilangan gigi pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis di RSGM Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling selama 1 bulan. Data diperoleh dari wawancara dan pemeriksaan klinis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa subjek dengan resiko tinggi osteoporosis sebesar 5,4%, resiko sedang osteoporosis 37,8% dan resiko rendah osteoporosis 56,8%. Kehilangan gigi terbanyak pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis adalah pada kategori kehilangan 12 gigi sebesar 51,4% dan pada regio posterior sebanyak 54,1%. Disimpulkan bahwa kehilangan gigi terbanyak pada pasien yang beresiko osteoporosis paska menopause terdapat pada kategori 12 gigi dan regio posterior.Kata kunci: kadar estrogen, kehilangan gigi, menstruasi, osteoporosis, paska menopause
Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III disertai Gigitan Terbuka Anterior menggunakan Peranti Cekat Sistim Ligasi Pasif Putri, Wulandani Liza
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.22052

Abstract