cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
PERAWATAN GIGI DAN MULUT SECARA KOMPREHENSIF PADA ANAK DENGAN HENOCH-SCHONLEIN PURPURA: LAPORAN KASUS Yulina, Vera -; Suwondo, Willyanti
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.21309

Abstract

Pendahuluan: Hench-Schonlein Purpura (HSP) merupakan kondisi vaskulitis pembuluh darah kecil yang paling sering terjadi pada anak, dengan insidensi 10-20 kasus per 100.000 anak setiap tahunnya. Lebih dari 90% pasien berusia dibawah 10 tahun dengan usia rata-rata 6 tahun. Penyakit ini ditandai dengan lesi kulit spesifik berupa purpura nontrombositopenik, artritis, nyeri abdomen dan perdarahan saluran cerna, serta dapat pula disertai nefritis sehingga mengakibatkan gagal ginjal pada anak. Faktor yang paling sering memicu terjadinya penyakit ini adalah invasi bakteri, khususnya fokus infeksi yang sering terdapat didalam rongga mulut anak, sehingga harus dilakukan perawatan gigi dan mulut secara komprehensif. Laporan Kasus: Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dengan riwayat HSP dirujuk dengan keluhan utama terdapat banyak gigi berlubang. Hasil pemeriksaan menunjukkan multiple caries yang selanjutnya dilakukan perawatan gigi dan mulut secara komprehensif untuk mencegah terjadinya rekurensi HSP. Simpulan: Fokus infeksi yang terdapat didalam rongga mulut anak dapat menjadi pemicu terjadinya HSP, oleh karena itu perlu dilakukan perawatan secara komprehensif untuk mencegah terjadinya rekurensi penyakit dan membatasi komplikasi yang dapat terjadi.
PENGARUH PROGRAM MANAJEMEN DIRI BERBASIS KELOMPOK TERHADAP PERILAKU DIET HIPERTENSI DI ACEH Ridwan, Arfiza; Boonyasopun, Umaporn; Jittanoon, Piyanuch; Dineva R, Farah
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.21002

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan di semua negara karena prevalensinya yang tinggi. Perawatan hipertensi dalam keperawatan komunitas melibatkan perawatan non-farmakologis terstruktur termasuk konseling tentang perubahan gaya hidup. Tujuan dari studi kuasi-eksperimental ini adalah untuk menguji efek dari program manajemen diri diet berbasis kelompok pada perilaku diet masyarakat dengan hipertensi. Delapan puluh delapan sampel dipilih dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan program pengelolaan pola makan berbasis kelompok, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat buku pedoman perilaku diet hipertensi ketika penelitian selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari perilaku diet kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mengikuti program (t = -11,315, df = 43, p 0,05). Terdapat juga perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t = 9.231, df = 86, p 0.05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa program manajemen diri diet berbasis kelompok meningkatkan perilaku diet masyarakat penderita hipertensi secara efektif di Indonesia. Oleh karena itu, disarankan bagi perawat untuk melaksanakan program yang dipandu oleh penelitian ini dalam menerapkan proses manajemen diri diet berbasis kelompok
PENGARUH DESINFEKSI BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN KLORHEKSIDIN DAN MINYAK JARAK (RICINUS COMMUNIS OIL) TERHADAP KEKUATAN TRANSVERSAL lubis, ade irma khairani
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.17870

Abstract

Desinfeksi gigi tiruan yang teratur biasanya dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan ini dan masalah klinis yang terkait, seperti denture stomatitis. Metode desinfeksi untuk gigi tiruan termasuk metode mekanik, kimia dan kombinasi. Metode desinfeksi kimia terbukti lebih baik bagi pemakai gigi tiruan. Klorheksidin 0,2% adalah desinfektan kimia yang sering digunakan untuk gigi tiruan kerana bersifat bakterisida dan fungisida. Salah satu bahan alternatif yang memiliki sifat biokompatibilitas dan bersifat bakterisida dan fungisida adalah minyak jarak.Kekuatan transversal pernyataan sebagai sifat mekanik yang mempertimbangkan untuk semua bahan kedokteran gigi karena kekuatan transversal menunjukkan kekuatan atau ketahanan bahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat nilai dan pengaruh desinfeksi gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan klorheksidin dan minyak jarakterhadap kekuatan transversal. Rancangan penelitian ini adalah laboratorium eksperimental. Sampel yang digunakan resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 64 10 3,3 mm untuk perhitungan kekuatan transversal total sampel 30 sampel. Sampel didesinfeksi dengan khlorheksidin dan minyak jarak dengan simulasi 3, 4, dan 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh desinfeksi gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan klorheksidin 0,2% dan minyak jarak terhadap kekuatan transversal.Kata Kunci: Desinfeksi, Kekuatan Transversal, Klorheksidin, Minyak Jarak.
HUBUNGAN STATUS MENTAL DENGAN ASUPAN NUTRISI PADA LANSIA DI PROVINSI ACEH, INDONESIA MNS, Ns. juanita,
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.17294

Abstract

AbstrakLansia mengalami perubahan normal berupa penurunan fungsi status mental. Perubahan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan lansia melakukan aktifitas sehari-hari terutama kemampuan untuk makan, sehingga berpengaruh pada asupan nutrisi lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status mental dengan asupan nutrisi pada lansia. Adapun populasi penelitianini adalah seluruh lanjut usia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar, dimana teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling yaitu Purposive Sampling sebesar 102 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ) dan kuesioner perilaku Asupan Nutrisi dalam bentuk skala likert. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian ditemukan bahwa ada hubungan status mental dengan asupan nutrisi lansia (p = 0.011), dimana lansia yang memiliki fungsi mental yang baik akan memiliki asupan nutrisi yang baik pula. Oleh karena itu, diharapkan kepada pemberi asuhan terutama keluarga untuk membantu lansia dengan penurunan fungsi mental dalam memenuhi asupan nutrisi sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan lansia.Keyword: Status Mental, Asupan Nutrisi, Lansia.
Efek Aplikasi Gel Madu Rambutan terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Saliva Zhafarina, Mega
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.16853

Abstract

ABSTRAKSaliva dapat digunakan sebagai alternatif dalam penegakkan diagnosis, prognosis, dan rencana perawatan. Variasi konsentrasi saliva dapat digunakan sebagai biomarker stress oksidatif. Radikal bebas merupakan suatu molekul atau senyawa yang memiliki elektron tidak berpasangan. Kadar radikal bebas dan antioksidan yang tidak seimbang dapat menyebabkan stress oksidatif, untuk meredam radikal bebas dibutuhkan antioksidan. Stress oksidatif dapat dipantau dengan melihat perubahan kadar MDA (Malondialdehyde). Gel madu rambutan merupakan bahan alami yang sudah banyak digunakan, karena memiliki banyak manfaat dan kandungan. Flavonoid merupakan salah satu kandungan madu rambutan, fungsi flavonoid sebagai antioksidan peredam radikal bebas MDAs. Penelitian ini bertujuan melihat efek aplikasi gel madu rambutan terhadap kadar malondialdehyde (MDA) saliva. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan jumlah responden 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Responden akan diminta mengumpulkan saliva sebelum dan setelah pengaplikasian gel madu rambutan pada mukosa mulut bagian labial inferior. MDA saliva akan dihitung dengan menggunakan TBARs metode spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (p 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat efek pengaplikasian gel madu rambutan terhadap kadar malondialdehyde (MDA) saliva. Simpulan bahwa gel madu rambutan mengandung antioksidan yang dapat menurunkan kadar MDA.Kata Kunci: Gel madu rambutan, Antioksidan, MDA Saliva
KETERKAITAN LESI ENDO-PERIO (The Endo-Perio Continuum- A Review) Ismi, Nuzulul
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.16630

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kasus lesi endo-perio merupakan kasus yang sering ditemui dalam praktek kedokteran gigi. Hubungan antara penyakit pulpa dan periodontal (lesi endo-perio) pertama kali dikemukakan oleh Simring dan Goldberg pada tahun 1964. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan tentang hubungan lesi endo-perio dan penatalaksanaannya. Lesi endo-perio disebabkan oleh adanya inflamasi pada area pulpa dan jaringan periodontal secara bersamaan pada satu gigi. Keterkaitan pulpa dan jaringan periodonsium melalui jalur anatomi dan non-fisiologis. Jalur secara anatomis melalui foramen apikal, kanal lateral dan tubulus dentin, sedangkan jalur non-fisiologis seperti perforasi iatrogenik, trauma, fraktur gigi vertikal, perawatan periodontal yang tidak adekuat, dll. Perawatan lesi endo-perio bertujuan menghilangkan inflamasi pada area pulpa dan jaringan periodontal. Pemeriksaan secara kompherensif diperlukan, meliputi pemeriksaan klinis dan radiograf yang dapat membantu dalam menegakkan diagnosis melalui tanda dan gejala klinis serta mengklasifikasikan lesi endo-perio sehingga perawatan yang tepat dapat dilakukan. Simpulan: terdapat hubungan antara lesi endo-perio melalui jalur anatomi dan non-fisiologis, pemeriksaan tanda dan gejala klinis dalam menentukan diagnosa lesi endo-perio penting dilakukan untuk menentukan perawatan yang tepat.
The Perception Of Esthetic And Mastication Functions Of Complete Denture In Elderly Falatehan, Niko; Fahira, Jihan
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.16575

Abstract

Complete tooth loss is a common dental and oral health problems suffered by elderly. Prosthodontic treatment such as complete denture may overcome those problems.The perception of elderly in theuseofcomplete denture is important to evaluate the advantages and disadvantages ofthe complete denture, especially in terms of esthetics and mastication. This study aims to identify the perception of elderly in esthetic and mastication functions of complete denture. This study is descriptive observational with cross-sectional design conducted on 30 elderlies at Panti Werdha Tresna Wisma Mulia, Jelambar, West Jakarta. The Oral Health Impact Profile (OHIP-14) measures the perception of elderly in esthetic and mastication functions of completedenture.Analysis test using SPSS program for windows version 22.0showed that overall sample has moderate perception of esthetic and mastication functions of complete denture. Based on gender, the men group with moderate category have perception about the mastication function of complete denture that is equal to 84, 6%, while women group with good categoryhaveperceptionaboutestheticsfunctionofcompletedenturethatis equal to 58,8%. Men are more concerned with the mastication function, while women are more concerned with esthetic function in the use of complete denture.
ORAL TREATMENT IN MILD INTELLECTUAL DISABILITY CHILDREN UNDER GENERAL ANESTHESIA (A Case Report) Pratidina, Naninda Berliana; Pertiwi, Arlette Suzy Puspa; Riyanti, Eriska; Soewondo, Willyanti
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.16179

Abstract

Intellectual Disability (ID) mengacu pada sekelompok gangguan pada fungsi adaptif dan intelektual serta usia onset sebelum maturitas tercapai. ID bukan merupakan satu kesatuan, melainkan gejala umum dari disfungsi sistem saraf. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya perawatan gigi pada anak ID ringan dengan anestesi umum. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang ke Poliklinik Kedokteran Gigi Anak RSGM UNPAD dengan keluhan gigi yang kotor dan berbau tidak sedap, hal ini sudah terjadi sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Pasien dan ibunya pernah ke dokter gigi, tetapi tidak dapat dilakukan perawatan. Pasien didiagnosis ID ringan sejak usia 3 tahun. Pemeriksaan fisik, ekstra oral, radiografi thorax dan laboratorium menunjukkan tidak ada kelainan signifikan. Pemeriksaan intraoral menunjukkan pulpitis reversibel gigi 55, 53, 63, 65, 75, dan 85, pulpitis irreversible gigi 54, nekrosis pulpa gigi 64, 73, 74, 83, dan, 84, serta gingivitis marginalis kronis rahang atas dan bawah. Perawatan yang dilakukan adalah skeling dan profilaksis rahang atas dan bawah, aplikasi fluor topikal serta ekstraksi gigi 54, 64, 74, 73, 83 dan 84 dalam anestesi umum. Pasien merespon baik terhadap perawatan yang dilakukan. Perawatan gigi dan mulut dengan anestesi umum untuk penyandang ID dapat dijadikan pilihan pada pasien yang tidak kooperatif. Dokter gigi anak berperan penting dalam peningkatan kesehatan gigi dan rongga mulut pada penyandang ID.Kata kunci: Intellectual disability, Anestesi umum, Special Care Dentistry
ORAL THRUSH PADA BAYI: GAMBARAN KLINIS DAN TATALAKSANA (LAPORAN KASUS) Hidayatullah, Taufiqi
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.24012

Abstract

ABSTRAKOral thrush merupakan infeksi jamur didalam mulut yang umum terjadi pada bayi. Etiologi utama oral thrush disebabkan kebersihan yang tidak adekuat. Faktor tersebut dapat berasal dari rongga mulut bayi, kulit puting Ibu, kebersihan tangan Ibu dn bayi serta dari peralatan makan dan minum bayi. Diagnosis kerja umumnyaa diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis. Biopsi dapat dilakukan untuk konfirmasi diagnosis apabila oral thrush menyerupai kondisi oral lain. Gambaran klinis dapat berupa bercak putih menyerupai krimnyang dapat diseka pada mukosa mulut serta pada beberapa kondisi dapat meninggalkan dasar hiperemis setelah diseka.Oral higiene yang adekuat mampu menghilangkan infeksi jamur jika belum terlalu parah. Apabila sudah meninggalkan permukaan hiperemis saat diseka dan lokasi jamur makin meluas dapat dibantu dengan obat anti jamur seperti miconazole cream. Selain itu, diperlukan pula mengurangi faktor predisposisi yang terlibat, sepert sanitasi bayi dan Ibu guna menunjang efektivitas obat mengeliminir jamur. Cara pemakaain obat yang tidak tepat akan menyebabkan perawatan tidak berhasil. Oleh karena itu, dokter gigi harus mengedukasi secara baik dan benar mengenai tatacara pnggunaan obat dan pembersihan mulut bayi agar terapi yang diberikan sesuai harapan.Kata kunci : oral thrush, kebersihan mulut, infeksi jamurABSTRACTOral thrush is a common fungal infection in the mouth of infants. The main etiology of oral thrush is due to inadequate oral hygiene. These factors can come from the baby's oral cavity, the skin of the mother's nipples, the cleanliness of the hands of the mother and baby as well as from the baby's eating and drinking utensils. The working diagnosis is generally obtained through history taking and clinical examination. A biopsy may be performed to confirm the diagnosis if oral thrush resembles other oral conditions. The clinical picture can be white patches resembling cream that can be wiped on the oral mucosa and in some conditions can leave a hyperemic base after wiping.Adequate oral hygiene can eliminate fungal infections if they are not too severe. If it has left a hyperemic surface when wiped and the location of the fungus is expanding, it can be helped with antifungal drugs such as miconazole cream. In addition, it is also necessary to reduce the predisposing factors involved, such as sanitation of infants and mothers to support the effectiveness of drugs to eliminate fungi. Improper use of the drug will result in unsuccessful treatment. Therefore, dentists must educate properly and correctly about the procedures for using drugs and cleaning the baby's mouth so that the therapy given is success.Keywords: oral thrush, oral hygiene, fungal infection
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) TERHADAP Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 sinda, maya putri
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.15565

Abstract

Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 merupakan bakteri biakan murni yang bersifat anaerob fakultatif Gram-negatif. Bakteri ini dominan pada periodontitis agresif lokalisata dan berperan penting dalam patogenesisnya. Daun biduri (Calotropis gigantea) mengandung senyawa antibakteri antaralain flavonoid, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Pembuatan ekstrak Calotropis gigantea dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris menggunakan metode difusi sumuran untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun Calotropis gigantea terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Masing-masing konsentrasi menunjukkan hasil zona hambat sebesar 3,3 mm, 9,6 mm, 11 mm, 12,7 mm, 14,4 mm, dan 16,6 mm. Terdapat perbedaan zona hambat pada setiap konsentrasi, dimana semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar pula hambatan yang dihasilkan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji one way Anova dan menunjukkan nilai signifikansi p0,05 yang berarti hasil penelitian memiliki perbedaan bermakna. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) dapat menghambat pertumbuhan Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29523 dalam berbagai konsentrasi.