Articles
44 Documents
KELUARGA YANG BERPUSAT PADA INJIL EKSPOSISI SURAT EFESUS 6:1-4
Gian Gideon Akin
Voice Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.799 KB)
|
DOI: 10.54636/teologi.v2i2.42
The aim of this article is to gain an understanding of the exposition of Ephesians 6:1-4 and its application to the roles and responsibilities of parents and children in a Christian family. In this article, the author describes the way of life of believers, especially how the relationship between parents and children in Christ. The method used in this writing is a qualitative research method with a literature study and hermeneutic approach. The data comes from Christian articles, Bible commentary books, and other sources. This research results in an interpretation of the epistle Ephesians 6:1-4 as well as the application that can be applied within the scope of the Christian family.
EGO EIMI DALAM ALAM PIKIRAN RASUL YOHANES
Yefta Alexander Kansil
Voice Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.53 KB)
|
DOI: 10.54636/teologi.v2i2.43
The phrase ἐγώ εἰμι (Ego Eimi, “I am”) uttered by Jesus Christ is His unique self-confession which has theological value for Christianity in general. This self-confession is strongly emphasized in the Gospel of John. Even though this saying of Jesus is so significant in John, there are parties who falsely reinterpret the saying and thus undermine the implication of the meaning of His words. Especially among unitarian Christians, they disagree with mainstream Christians who are trinitarian regarding the meaning of Ego Eimi that Jesus uttered to support the theological presuppositions they hold regarding the identity of Jesus. Until now, the essential doctrines of Christianity are constantly being challenged by those who question them at the textual level. This research was conducted using a comparative qualitative method between the verses in the Tanakh and the LXX which represent all the words of the Ego Eimi spoken by Jesus about Himself, both absolute and equipped with nominative predicates with verses in the Old Testament which have the same linguistic and contextual features. The scope of the research object is limited only to the Gospel of John. In conclusion, this research literally indicates the equality of the Divine essences of Jesus Christ and Yahweh.
KAJIAN HISTORIS DINAMIKA SIKAP GEREJA TERHADAP OLAHRAGA
Gandi Wibowo;
Denny Andreas;
Ivon Rahmani
Voice Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i1.45
Gereja memiliki dinamika pandangan terhadap olahraga dari perspektif sejarah. Perayaan pertandingan Istmian di era Yunani dan Romawi memberi perspektif bahwa olahraga pada kultur kuno adalah bagian dari pemujaan kepada para dewa. Sekalipun demikian Rasul Paulus justru mengakomodasi pertandingan olahraga sebagai gambaran perjuangan iman orang percaya dalam pesannya kepada jemaat di Korintus. Saat itu Korintus secara reguler mengadakan pertandingan Istmian sebagai penyembahan paganistik terhadap Poseidon. Para bapa gereja memiliki pandangan pro kontra terhadap aktivitas olahraga maupun turnamen. Tetapi kemudian perubahan paradigma menjadi positif seiring surutnya pengaruh politeisme dan hellenisme dalam perayaan olahraga. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan teologis historis. Olahraga sejatinya memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik, melatih kerjasama dan komunikasi tim, serta membentuk pribadi yang disiplin dan sportif.
ANALISIS BENTUK DAN MAKNA TEOLOGIS LAGU “PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKUâ€
Ruth Damaris Siahaan
Voice Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i1.47
Nyanyian lagu memiliki tempat dan nilai yang sama dengan unsur liturgi ibadah lainnya. Sebagai salah satu unsur ibadah, nyanyian lagu adalah apresiasi yang dianggap paling ekspresif dan komunikatif yang dapat digunakan oleh orang percaya untuk menyatakan imannya kepada Tuhan. Lagu yang dinyanyikan juga tidak lepas dari lirik lagu alkitabiah yang tentunya mempunyai latar belakang, arti dan maknanya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna teologis lagu versi Indonesia dari lagu “Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku†atau versi aslinya yang dikenal dengan judul lagu 10.000 Reasons karya Matt Redman dan Jonas Myrin. Lirik lagu ini diadopsi dari Mazmur 103:1-2. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisa data kepustakaan (mengumpulkan data melalui buku-buku, baik dari e-book ataupun dari perpustakaan STT Baptis Kalvari, kemudian jurnal, metode, artikel internet) dan bacaan-bacaan lain yang berhubungan dengan karya ilmiah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk lagu dan makna teologis lagu “Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku†yang akan memberi kontribusi bagi pengguna lagu gereja, dalam liturgi peribadatan. Hasil penelitian ini adalah pemahaman akan bentuk dan makna lagu rohani yang dapat memperdalam pengalaman ibadah dan menghargai setiap lagu pujian kepada Tuhan.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERGESERAN GAYA HIDUP REMAJA KRISTEN DI MOGOYUNGGUNG
Tita Langi
Voice Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i1.49
Pada era modern saat ini, perkembangan media sosial telah menjadi tren setiap waktu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan remaja Kristen Mogoyunggung. Penggunaan media sosial terhadap remaja dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Salah satu aspek yang dipengaruhi oleh media sosial pada era ini adalah aspek perilaku sosial. Remaja sebagai seorang yang sedang mengalami masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang terjadi dalam pergaulan dan melalui media sosial. Hampir semua masyarakat yang ada di Mogoyunggung telah memiliki media sosial seperti Facebook dan TikTok. Mulai dari orang tua, remaja, bahkan sampai kepada anak-anak berusia 5 tahun telah memiliki akun Facebook. Selain pengaruh media sosial terhadap pergeseran gaya hidup remaja Kristen, ada pula pengaruh pergaulan bebas yang dapat mempengaruhi gaya hidup anak remaja Kristen. Anak-anak remaja memiliki kebebasan yang tidak terkontrol dalam mengakses media sosial. Memiliki kebebasan dalam mengakses media sosial membuat seseorang tidak memiliki waktu untuk berinteraksi dengan orang lain, melainkan hanya berfokus mengakses media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode mengumpulkan data melalui buku-buku, internet, jurnal, serta wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak positif dan negatif bagi gaya hidup anak remaja Kristen yang ada di Mogoyunggung. Dengan demikian, hasil penelitian ini mampu memberikan kesadaran dalam menggunakan waktu dengan efektif seperti beribadah, berdoa, dan juga belajar.
STUDI TENTANG PENCOBAAN BIDANG KEUANGAN FENOMENA PINJAMAN ONLINE DI KALANGAN PEMUDA KRISTEN
Glory Injil Victory Eudia Kalalo;
Maria Benedicta Dian Savitri
Voice Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i1.50
Seiring berjalannya waktu, kemajuan di bidang teknologi dan keuangan telah mempermudah seseorang untuk melakukan transaksi keuangan, termasuk akses untuk meminjam uang secara online atau daring. Kenaikan penggunaan media sosial juga berkontribusi pada meningkatnya konsumerisme dalam masyarakat, termasuk di kalangan orang Kristen. Akibatnya, terjadi peningkatan penggunaan layanan pinjaman uang online saat ini. Hubungan antara pencobaan dalam Yakobus 1:14 dengan kemudahan akses ke layanan keuangan dalam masyarakat yang serba canggih seperti sekarang ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan merujuk pada pendekatan teologis. Fenomena pinjaman online telah merasuki kehidupan pemuda Kristen saat ini, dan hal ini membuat banyak orang terjerumus dalam pencobaan. Beberapa dari mereka mengikuti keinginan pribadi mereka untuk memenuhi tingkat konsumerisme mereka sendiri. Walaupun demikian, setiap pencobaan mempunyai tujuan untuk menguji iman manusia. Ujian ini memperbaiki dan memperkuat iman yang telah ada dalam diri orang percaya hingga menghasilkan keutuhan karakter ilahi selama proses pengudusan yang dijalani dalam hidup.
KONTROVERSI PENGGUNAAN ALAT MUSIK DALAM PERIBADATAN GEREJA KRISTEN
Trivena Andrianikus;
Herdemei Saerang
Voice Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i1.51
Penggunaan alat musik dalam peribadatan gereja Kristen telah menjadi topik kontroversial selama bertahun-tahun. Beberapa denominasi gereja memperbolehkan penggunaan alat musik modern. Di lain pihak ada juga yang menyatakan bahwa penggunaan alat musik modern dalam peribadatan gereja Kristen melanggar tradisi gereja dan mengalihkan fokus jemaat dari penyembahan kepada Tuhan. Begitu pentingnya sebagai warga gereja, jemaat memiliki pemahaman yang utuh tentang penggunaan alat musik dalam peribadatan gereja Kristen. Alat-alat musik yang digunakan dalam Alkitab sebagai sarana untuk memuliakan Allah dan memperkaya pengalaman penyembahan dalam Alkitab. Di masa sekarang ini seiring dengan perkembangan gereja, musik gereja mulai memperkaya diri dengan mengembangkan berbagai bentuk musik baru. Penggunaan musik dan alat musik dalam satu peribadatan gereja harus dirumuskan dengan jelas oleh pemangku jabatan di gereja. Pengertian secara utuh tentang musik dan alat musik gereja begitu besar peranannya dalam ekspresi ibadah Kristen. Perjalanan musik dan alat musik menjadi bagian dalam suatu ibadah itu sudah terjadi begitu sangat lama dan tercatat dalam sejarah perkembangan gereja. Penggunaan alat musik dalam ibadah Kristen harus memiliki tujuan yang jelas. Yesus Kristus mengetahui ke dalam hati umat-Nya dan tahu betul mengapa dalam satu Ibadah Kristen menggunakan alat musik dan suara seruan umat dalam pujiannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan berasal dari kajian literatur kepustakaan dan studi terhadap Alkitab dengan menggunakan metode analisis teks untuk menemukan prinsip Alkitab.
LOGIKA STRUKTUR ROMAN ARCH DALAM KAITANNYA DENGAN YESUS KRISTUS SEBAGAI BATU PENJURU
Gibbor Natanael Montolalu;
John Abraham Steve Kalalo
Voice Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i1.52
Dalam Kitab Matius ada banyak perumpamaan-perumpamaan yang menjelaskan tentang Kerajaan Sorga yang disampaikan Tuhan Yesus selama masa pelayanannya. Salah satunya adalah perumpamaan tentang penggarap-penggarap tanah yang jahat. Yang menjadi poin penting dalam perumpamaan tersebut adalah penjelasan mengenai Yesus Kristus sebagai Batu Penjuru. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memahami makna yang ingin disampaikan dalam perumpamaan ini lewat penggalian makna filosofis dari Arsitektur Romawi. Tentu saja penelitian ini berkaitan dengan penggunaan batu penjuru sebagai salah satu elemen di dalamnya. Penelitian ini dilakukan dengan cara menggali prinsip kerja dan logika struktur Roman Arch dan penerapannya sehingga dapat ditemukan kesimpulan yang benar dan tepat mengenai pengertian Batu Penjuru. Harapannya hasil penelitian ini membawa pada pengertian yang lebih mendalam mengenai kehendak Allah, terutama makna tentang kerajaan sorga yang Yesus coba sampaikan lewat kutipan-Nya tersebut.
PERSPEKTIF PENDIDIKAN KRISTEN DALAM MENGHADAPI QUARTER-LIFE CRISIS PADA USIA DEWASA AWAL
Akin, Gian Gideon
Voice Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/teologi.v3i2.60
Quarter-life crisis merupakan fase di mana seseorang merasa cemas terhadap kehidupannya di masa mendatang. Masa transisi dari remaja menuju dewasa memiliki beberapa tantangan yang tentunya berbeda dibandingan dengan proses perkembangan sebelumnya. Ketika seseorang berkembang menuju usia yang lebih matang, mereka akan menghadapi kehidupan baru seperti pekerjaan, status pernikahan, dan perubahan mindset. Fase ini sering menimbulkan rasa stres bagi beberapa orang. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah alternatif solusi untuk membentuk mindset supaya orang-orang di usia dewasa muda dapat menghadapinya dengan pola pikir yang benar. Peneliti akan menggunakan pendekatan psikososial untuk mengidentifikasi permasalah ini dan memberikan perspektif dari pendidikan Kristen. Artikel dengan judul Perspektif Pendidikan Kristen dalam Menghadapi Quarter-Life Crisis pada Usia Dewasa Awal menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan referensi dari sepuluh penelitian yang sudah dilakukan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil dari penelitian ini melaporkan bahwa perspektif kekristenan diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi quarter-life crisis supaya setiap orang dewasa dapat menyadari bahwa krisis emosi yang dirasakan dapat diatasi oleh dirinya sendiri karena merekalah yang memutuskan untuk memilih arah dari rencana hidupnya.
NILAI MORAL: CERITA KAIN DAN HABEL DALAM ALKITAB PERJANJIAN LAMA
Pilenia, Pilenia;
Melliani, Mika;
Helnita, Helnita;
Sistawati, Citra;
Sarmauli, Sarmauli
Voice Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54636/ptjhky43
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada menceritakan kembali cerita Kain membunuh Habel. Metode kualitatif digunakan untuk mendalami pemahaman tentang peran simbolis Kain dan Habel dalam teks Alkitab, terutama dalam Kitab Kejadian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui analisis berbagai jurnal ilmiah yang relevan dengan topik yang diteliti. Para peneliti mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi terkait dengan kisah Kain dan Habel dari sumber-sumber ilmiah yang terpercaya dan berkualitas. Pendekatan utama yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika. Melalui pendekatan ini, penulis melakukan analisis mendalam terhadap simbolisme yang terkandung dalam kisah Kain dan Habel. Pendekatan semiotika memungkinkan peneliti untuk menggali makna dan konsep teologis yang mungkin tersembunyi di balik naratif Alkitab tersebut. Selama proses penelitian, penulis secara kritis menganalisis makna simbolis yang ditemukan dalam teks Alkitab, dan tujuan utamanya adalah mendukung pemahaman yang lebih kaya tentang konsep teologis yang terkandung dalam kisah tersebut. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang hubungan simbolis antara Kain dan Habel, serta memberikan kontribusi pada pemahaman teologis dalam kerangka Alkitab. Analisis ini juga menyoroti relevansi makna simbolis dalam konteks teologi dan kehidupan spiritual, memberikan kontribusi penting terhadap literatur teologis dan pemahaman Alkitab.