cover
Contact Name
Yuli Setyowati
Contact Email
jurnal.jkpapmd@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
jurnal.jkpapmd@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD, Daerah Istimewa Yogyakarta Jl.Timoho No, 317, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan
ISSN : 29618541     EISSN : 29618002     DOI : https://doi.org/10.47431
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published by Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published twice a year, in June and December. The scope and focus of the Empowerment Communication Journal is Communication Science which includes: 1) Empowerment Communication 2) Corporate Social Responsibility 3) Media Literacy 4) Media and Gender 5) Communication development 6) Extension Communication 7) Village Communication 8) Citizen journalism 9) Sociology of communication 10)Social marketing communication 11)Social entrepreneurship 12)Tourism Communication
Articles 44 Documents
Analisis Makna Simbolik Pakaian Adat Perkawinan Masyarakat Aceh Singkil turrahmi, rafika; Hasan, Kamaruddin; Anismar, Anismar; M.Ali, M.Ali; Husna, Asmaul; Zulfadli, Zulfadli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i2.432

Abstract

Kabupaten Aceh Singkil merupakan salah satu daerah dari Provinsi Aceh yang memiliki kekayaan budaya cukup kuat. Salah satunya adalah pakaian adat yang dipakai dalam pesta perkawinan Suku Singkil. Makna simbolik pakaian adat Suku Singkil tidak lepas kaitanya dengan nilai agama, norma, dan nilai kehidupan. Untuk itu perlu dikaji bagaimana makna simbolik pakaian adat dalam pesta perkawinan Suku Singkil di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pakaian adat asli dan makna simbolik pakaian adat dalam pesta perkawinan di Suku Singkil. Penelitian ini menggunakan metode  penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pakaian adat khas Suku Singkil berbentuk jubah berwarna merah dan memiliki kemiripan dengan pakaian orang Arab. Pakaian ini lazim dipakai masyarakat Suku Singkil daerah aliran sungai yaitu Simpang Kanan dan Simpang Kiri. Pakaian untuk mempelai laki-laki disebut dengan pakaian Mempule dan untuk perempuan disebut dengan pakaian Sanggul. Terdapat Jujung Naga dan Bunga Mekhaleh di bagian kepala pengantin pria dimaknai sebagai pelindung dan melambangkan keluarga. Pakaian pengantin perempuan terdiri dari baju kurung dan rok merah, dihiasi emas melambangkan keindahan dan kehormatan. Pakaian adat Batabu dipakai masyarakat Singkil Pesisir dalam acara pernikahan, mirip pakaian adat Sumatera Barat. Pakaian pengantin pria  disebut dengan pakaian Batabu dan pakaian untuk pengantin perempuan disebut dengan pakaian Goyang-goyang. Makna simbolik yang terdapat pada pakaian Batabu dan goyang-goyang memiliki makna keindahan dan kemewahan, kebijaksanaan, dan memiliki jiwa tanggung jawab dalam melindungi. Masyarakat Singkil percaya penggunaan banyak perhiasan berarti mendoakan  kedua pengantin memiliki rezeki berlimpah, layaknya seperti Datuk yang kaya raya.
Komunikasi Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Menurut Teori U-Curve A khair, Miftahul Rahman
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i2.435

Abstract

Penyesuaian diri di perguruan tinggi adalah proses yang harus dilalui oleh semua mahasiswa baru, mirip dengan periode orientasi. Penyesuaian diri merupakan aspek mental penting yang sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Siswa sendiri secara alami memiliki cara masing-masing untuk menjalani proses penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa baru Universitas Aisyiyah  Yogyakarta menyesuaikan diri, menggunakan pendekatan Teori Kurva U. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa baru Universitas Aisyiyah Yogyakarta.  Penelitian menggunakan metode kualitatif untuk memahami suatu fenomena yang dialami oleh individu, seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami culture shock ketika pertama kali masuk perguruan tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mahasiswa baru perlu menyesuaikan metode pembelajarannya untuk memenuhi tuntutan akademik di perguruan tinggi, yang seringkali lebih mandiri dan menuntut dibandingkan dengan sekolah menengah. Mahasiswa harus mengembangkan keterampilan manajemen waktu, strategi pembelajaran yang efektif, dan kemampuan berpikir kritis
Komunikasi Kelompok dalam Resolusi Damai Peristiwa Islah Suporter Mataram Pascatragedi Kanjuruhan Arfan, Arfan Zafira Ahmada123; Rasyid, Erwin
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i2.436

Abstract

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling populer di dunia dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Antusiasme yang tinggi terhadap sepak bola sering kali melahirkan fanatisme suporter, yang ditandai dengan kesetiaan mendalam terhadap klub yang didukung. Fanatisme ini, secara psikologis, dapat menciptakan ketidakmampuan individu untuk menerima atau memahami pandangan yang berbeda dari kelompok lain. Salah satu peristiwa yang mencerminkan fanatisme ekstrem suporter di Indonesia adalah tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola komunikasi kelompok yang dilakukan oleh suporter Mataram dalam upaya menciptakan resolusi damai pascatragedi tersebut. Menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini menganalisis pengalaman, perilaku, dan motivasi suporter. Temuan menunjukkan adanya transformasi perilaku, baik pada tingkat individu maupun kelompok. yang menekankan pentingnya perdamaian sebagai bentuk cinta dewasa terhadap sepak bola. Tidak ada pertandingan yang sepadan dengan nyawa. Kesadaran dan kemauan untuk berdamai, yang diperkuat oleh komunikasi yang efektif di antara suporter, menjadi kunci utama dalam menciptakan harmoni yang berkelanjutan.
Analisis Program Key Opinion Leader Collaborations dalam Promosi Brand MORAZEN Yogyakarta Ni Luh Ratih Maha Rani; Firdha Irmawanti; Raden Sumantri Raharjo; Ardianto Pamungkas
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i2.437

Abstract

Studi ini menganalisis aktivitas Marketing Communication dalam Program Kolaborasi Key Opinion Leader (KOL) untuk mempromosikan brand Hotel Morazen Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis program Key Opinion Leader (KOL) Collaborations dalam promosi brand Hotel Morazen Yogyakarta menggunakan pendekatan manajemen humas. Pendekatan manajemen humas digunakan untuk melihat aktivitas Public Relations yang meliputi: penentuan masalah (defining problem), perencanaan dan pemrograman (planning and programming), aksi dan komunikasi (action and communication), dan evaluasi (evaluation).  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Masalah yang dihadapi Hotel Morazen  Yogyakartaadalah kesulitan dalam diferensiasi di pasar perhotelan yang sangat kompetitif dan penyampaian pesan yang konsisten. Perencanaan dan pemrograman yang dilakukan meliputi penetapan tujuan, perumusan pesan, penentuan audiens yang tepat, pemilihan saluran komunikasi, dan program KOL Collaborations. Tujuan yang ingin dicapai dalam program KOL Collaborations ini meningkatkan visibilitas merek, membangun kredibilitas merek dan daya tarik merek. Aksi dan komunikasi yang dilakukan adalah berkoordinasi dan berkomunukasi dengan pihak internal maupun eksternal. Evaluasi yang dilakukan meliputi dua hal, yaitu: evaluasi tujuan komunikasi dan dampak dari pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut telah berdampak positif pada merek Hotel Morazen  Yogyakartadengan menargetkan audiens yang lebih luas.
Analisis Framing Penegakan Hukum di Indonesia Dalam Film Ice Cold: Murder, Coffe and Jessica Wongso Ibrani, Marianus; Muhsin, Habib
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i2.455

Abstract

Film merupakan saluran komunikasi massa yang paling efektif dalam penyampaian pesan. Film dapat memberi efek baik dari aspek  kognitif afektif dan  psikomotorik dengan mudah kepada penonton. Film dalam proses penyampaian pesanya tidak hanya sekedar bercerita akan tetapi juga memberikan gambaran dalam kehidupan sosial. Begitu juga dengan film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso karya sutradara Rob Sixmith yang menggambarkan kondisi penegakan hukum di Indonesia dengan segala praktik-praktik kotornya. Film dokumenter ini mengingatkan kembali ingatan masyarakat Indonesia akan kasus kematian karena kopi sianida pada tujuh tahun lalu yang menewaskan Wayan Mirna Salihin. Film ini berhasil mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali menyoroti kasus yang telah lama dilupakan dengan keyakinan adanya kejanggalan dalam proses penegakan hukumnya. Dengan berbagai keunggulan film ini, maka penulis melakukan penelitian mendalam pada aspek ceritanya, guna memahami pesan-pesan apa saja yang sebenarnya hendak disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, film dokumenter dan media massa, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan cara menonton berulang-ulang film dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah masih adanya praktik-praktik kotor dalam proses penegakan hukum di Indonesia sehingga hak-hak warga masyarakat untuk memperoleh kedudukan yang sama di depan hukum tidak lagi terealisasikan.
Model Komunikasi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) ”Sumber Rejeki” terhadap Ketahanan Pangan Keluarga nugroho, Ricardho Dhaniel
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i2.459

Abstract

Pemberdayaan perempuan adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas dan peran perempuan agar bisa lebih berpartisipasi aktif dalam kehidupan.  Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kabupaten Gunungkidul adalah KWT Sumber Rejeki, yang terletak di Daguran Kidul, Beji, Ngawen, Gunungkidul. KWT ini telah membuktikan bahwa perempuan dapat ikut serta berperan dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memerlukan pengamatan dan pendekatan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model komunikasi yang diterapkan dalam pemberdayaan KWT Sumber Rejeki dalam mencapai ketahanan pangan keluarga di Daguran Kidul, Beji, Ngawen, Gunungkidul. Subjek penelitian ini adalah KWT Sumber Rejeki, khususnya pihak-pihak yang berperan langsung dalam model komunikasi pemberdayaan. Objek penelitian ini adalah model komunikasi antar anggota KWT Sumber Rejeki yang efisien untuk memajukan KWT Sumber Rejeki. Selain untuk ketahanan pangan keluarga, juga peningkatan kemampuan dan keterampilan anggota KWT sekaligus penguatan kelembagaannya. Selain itu, anggota KWT Sumber Rejeki juga terlibat dalam berbagai pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa KWT Sumber Rejeki berhasil meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi keluarga melalui pelatihan, inovasi, dan penguatan kelembagaan. Program ini berpotensi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan peningkatan kesejahteraan anggota.
Peran Literasi Digital dalam Mencegah Pelecehan Online Pada Remaja Perspektif Psikologi Humanistik tyas ayu
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.464

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi di mana individu mencari jati diri dan mengeksplorasi hubungan interpersonal, termasuk dalam aspek seksual. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, remaja juga dihadapkan pada risiko pelecehan online yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran literasi digital dalam mencegah pelecehan online pada remaja melalui perspektif psikologi humanistik. Literasi digital dipandang sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, sedangkan psikologi humanistik menekankan pengembangan potensi individu dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, penelitian ini menawarkan solusi untuk menghadapi ancaman pelecehan online pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan studi kepustakaan. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan ibu korban pelecehan online, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai literatur terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berbasis nilai-nilai humanistik efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, empati, kendali diri, dan keterampilan komunikasi remaja. Literasi ini tidak hanya membantu mereka mengenali ancaman di dunia maya, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mengambil tindakan preventif dan proaktif. Literasi digital yang baik juga mendorong orang tua dan pendidik untuk berperan aktif dalam membimbing remaja menghadapi tantangan di era digital. Pendekatan integratif yang menggabungkan literasi digital dengan psikologi humanistik dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, memberdayakan remaja, dan mendukung perkembangan sosial-emosional mereka secara positif. 
Strategi Komunikasi Pembangunan Partisipatif melalui Appreciative Inquiry (Studi Kasus Padukuhan Karang, Desa Girikarta, Kapanewon Panggang, Gunung Kidul) Sri Rejeki, MC. Ninik; Praharsiwi, Caecilia Santi; Wiratmojo, Yoseph Bambang
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.516

Abstract

Penelitian ini secara khusus melakukan pengamatan pada isu pembangunan di wilayah Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah ini merupakan salah satu daerah di Gunung Kidul yang pernah mengalami krisis kekeringan, dan keterbatasan air untuk pertanian. Uniknya, solusi pertama-tama tidak hadir dari pemerintah, namun dari aktivis sosial yang terlibat langsung dalam dinamika masyarakat setempat. Romo Mangun, seorang rohaniawan dan aktivis sosial, datang ke wilayah Girikarto pada tahun 1986-1990an dan menginisiasi pembangunan dengan mengangkut air bersih dari sumber air ke masyarakat setempat dan menginspirasi berdirinya Eco-Camp Mangun Karsa. Sebagai kelanjutan dari proses pembangunan di Eco-Camp, Appreciative Inquiry (AI) digunakan sebagai pendekatan komunikasi strategis dalam pembangunan partisipatif di Padukuhan Karang. Pengambilan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan menerapkan pendekatan AI milik Cooperrider et al. (2008). Penelitian ini menerapkan nilai-nilai inklusif dan partisipatif dengan mengajak berbagai kelompok masyarakat di Padukuhan Karang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI secara efektif memfasilitasi keterlibatan masyarakat selama tahap penilaian perencanaan pembangunan melalui siklus 5-D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny). Warga mengidentifikasi kekuatan masa lalu, membayangkan tujuan masa depan, dan merumuskan rencana yang dapat ditindaklanjuti, yang berkontribusi pada munculnya lembaga lokal yang kuat. Tidak seperti studi komunikasi pembangunan sebelumnya, penelitian ini menekankan peran AI dalam melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok, mempromosikan pemberdayaan, inklusivitas, dan keberlanjutan. AI menawarkan model yang berpusat pada manusia dan berbasis kekuatan yang mendukung pembangunan partisipatif yang berkelanjutan.
Representasi Maskulinitas Tokoh Utama Pria dalam Film “Dear Nathan: Thank You Salma”: Analisis Semiotika John Fiske Machsunah, Uun; Risnawati, Ririn; Amelia, Sarah
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas pada tokoh utama pria, Nathan, dalam film remaja Indonesia “Dear Nathan: Thank You Salma” melalui pendekatan semiotika John Fiske dan konsep maskulinitas dari Beynon. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengkaji tanda-tanda maskulinitas pada karakter Nathan dalam tiga level analisis Fiske: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi maskulinitas Nathan dalam film ini merupakan perpaduan antara elemen tradisional dan modern. Pada level realitas, maskulinitas ditampilkan melalui penampilan sehari-hari mahasiswa, perilaku yang menunjukkan keberanian dan ketegasan, serta ekspresi emosi yang beragam. Level representasi dikonstruksi melalui penggunaan pencahayaan kontras, dominasi close up pada wajah tokoh untuk menangkap emosi, dan penambahan musik yang memperkuat suasana dramatis. Pada level ideologi, penelitian menemukan bahwa individualisme menjadi elemen dominan dalam tindakan dan keputusan Nathan.
Pemanfaatan Media Informasi Di UPT Balai Benih Ikan (BBI) Tirta Mina Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Sugiharto, Eko; Darmasetiadi, Doni
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.579

Abstract

T Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media informasi di UPT Balai Benih Ikan (BBI) TIRTAMINA di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun sesuai tujuan penelitian. Penentuan sampel mengacu pada metode sensus yaitu anggota staf UPT Balai Benih Ikan (BBI) yang berjumlah 5 responden. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif di mana seluruh jawaban responden dalam kuesioner diberi skor dengan mengacu pada metode “Skala Likert” dengan skor tertinggi 4 dan terendah 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemanfaatan media informasi yaitu media interpersonal, media cetak, dan media elektronik signifikan. Sumber informasi melalui media interpersonal relatif lebih banyak dimanfaatkan oleh pegawai karena kemudahan aksesnya yaitu melalui pertemuan langsung dan media cetak, relatif masih ada pegawai yang belum memanfaatkannya, karena keterbatasan cara untuk mengaksesnya.