cover
Contact Name
Johny S. Tasirin
Contact Email
jtasirin@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silvarum@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus UNSRAT, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Silvarum
ISSN : -     EISSN : 29626390     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Silvarum adalah jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah tentang hasil penelitian dan tinjauan tentang ilmu kehutanan, pelestarian sumber daya hutan dan rehabilitasi hutan termasuk topik-topik lain yang terkait hutan dan kehutanan. Jurnal ini diterbitkan secara online dengan bentuk cetakan setahun sekali. Sirvarum terbit pertama kali pada tahun 2022 bulan April. Silvarum diturunkan dari istilah latin untuk hutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum" : 9 Documents clear
Perencanaan Lanskap Ekowisata Hutan Mangrove di Tapak Meras Taman Nasional Bunaken Paembonan, Mutiara Piekarsa; Saroinsong, Fabiola B.; Kalangi, Josephus I.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49591

Abstract

Meras merupakan salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Kelurahan Meras memiliki ekosistem pesisir yang lengkap dan beragam seperti hutan mangrove namun belum dioptimalkan untuk menjadi kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana lanskap atau penataan kawasan ekowisata hutan mangrove di Tapak Meras. Pengamatan dilakukan dengan metode observasi langsung ke lapangan yang bertujuan untuk melihat kondisi nyata yaitu potensi dan kendala dari kawasan kemudian mendokumentasikan keadaan hutan mangrove Tapak Meras untuk perbandingan sebelum dan sesudah perencanaan. Hasil penelitian mendapatkan masyarakat setempat mendukung penuh pengembangan ekowisata di hutan mangrove Tapak Meras. Masyarakat juga akan berpartisipasi dalam membantu memelihara kelestarian hutan mangrove. Perencanaan ekowisata di hutan mangrove Tapak Meras dikembangkan melalui pembagian tata ruang wilayah ekowisata yang terdiri dari ruang penerimaan seluas 0,4 ha, ruang pelayanan seluas 1,2 ha, ruang penyangga seluas 8,3 ha, dan ruang ekowisata seluas 4,8 ha.
Distribusi Hujan Pada Pohon Nantu (Palaquium Sp.), Pala (Myristica fragrans), Cengkeh (Syzygium aromaticum) di Desa Warembungan, Kab. Minahasa Sapan, Hagi; Rombang, Johan; Kalangi, Josephus
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49759

Abstract

Interception is the process when rainwater falls on the surface of the vegetation above the ground, is held for a while, and is then evaporated back into the atmosphere or absorbed by the vegetation. There are two types of components that make up rainwater intercept by plants, namely stem flow and throughfall. This study aims to measure the value of rain intercept, canopy escape, and stem flow of nantu, nutmeg, and clove trees in the plantation area of ​​Waremungan Village, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa. The method used in this research is quantitative comparative by comparing the differences in the observations. The study used 3 (three) species, namely nantu, nutmeg, and clove trees with each repeated 5 (five) times so that 15 (fifteen) experimental units were obtained with an observation period of 10 (ten) times then processed using t-value analysis. The results showed that the distribution of rainfall in terms of intercept, stem flow, and crown escape on clove, nutmeg, and nantu trees was not significantly different.
Analisis Vegetasi Mangrove di Tapak Meras Taman Nasional Bunaken Solli Salama', Gerson; Langi, Martina Agustina; Pangemanan, Euis Francoise S.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49827

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis struktur dan komposisi mangrove di Tapak Meras. Penelitian ini menggunakan metode systematic plot sampling, yang akan diletakkan pada tiga zona mangrove. Pembagain tiga zona dilakukan secara sederhana menurut posisi mangrove terhadap darat dan laut yakni zona belakang, tengah dan depan. Penentuan plot dibuat 3 jalur pengamatan,setiap transek terdiri dari 5 titik pengamatan, jarak antar transek 90 meter dan jarak antar titik 50 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 spesies mangrove dari 4 famili yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnoriza (Famili Rhizophoraceae), Avicennia officinalis, Avicennia marina, Avicennia alba (Famili Avicenniaceae), Sonneratia alba, Sonneratia ovata (Famili Sonneratiaceae), dan Nypa fruticans (Famili Arecaceae). Struktur mangrove di Tapak Meras untuk tingkat semai didominasi oleh spesies Rhizophora apiculata (INP, 93.68%), tingkat pancang didominasi spesies Rhizophora apiculata (INP 69.40%), tingkat tiang didominasi spesies Rhizophora apiculata (INP, 93.72%), dan tingkat pohon didominasi spesies Sonneratia alba (INP 112.36%). Kata kunci: Tapak Meras, Struktur mangrove, Komposisi mangrove, Rhizophora sp., Sonneratia sp., Avicennia sp. dan Nypa fruticans
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.) terhadap Perkecambahan Benih Jagung (Zea mays L.) Paselle, Eden Sampe Kumbun; Ratag, Semuel P.; Lasut, Marthen T.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.53213

Abstract

Penerapan sistem agroforestri dengan pola pengelolaan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan . Faktor lingkungan tumbuh biotik maupun abiotik sangat berpengaruh dalam lingkungan dan produksi tanah. Selain itu, proses produksi senyawa kimia (alelopati) yang masuk ke dalam lingkungan dari tanaman ke tanaman lain yang memiliki pengaruh merugikan dan menguntungkan secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jati (Tectona grandis L.) terhadap perkecambahan benih jagung (Zea mays L.) dan perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak daun jati (Tectona grandis L.) terhadap perkecambahan benih jagung (Zea mays L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak daun jati 10%, 20% dan 30% serta air suling sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengaruh konsentrasi ekstrak daun jati terhadap perkecambahan benih jagung yang diuji menggunakan Microsoft Excel 2013 dengan Metode Anova Single Factor pada persentase daya kecambah benih berbeda nyata (ada pengaruh nyata pada Uji BNT) namun sebaliknya pada laju perkecambahan tidak berbeda.
Jenis dan Kelimpahan Jenis Pohon Eksotis di Kawasan Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang Pasanda, Blasius Arthur; Langi, Martina A.; Kainde, Reynold P.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis dan kelimpahan jenis pohon eksotis di kawasan Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang. Penelitian ini menggunakan simple random sampling melalui plot pengamatan yang tersebar di empat arah mata angin. Pada setiap arah mata angin dibuat dua plot pengamatan areal berhutan. Hasil menunjukkan terdapat 42 jenis pohon dari 25 suku di mana di antaranya terdapat tiga jenis eksotis di Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang. Ketiga jenis tersebut adalah Polyalthia longifolia yang berasal dari India dan Sri lanka, Calophyllum inophyllum yang berasal dari Afrika timur dan Australia, serta Spathodea campanulata yang berasal dari Afrika. Kelimpahan tertinggi pada tingkat pohon dan tiang adalah dari jenis Spathodea campanulate; pada fase pancang Spathodea campanulata memiliki kelimpahan relatif tinggi namun memiliki frekuensi perjumpaan yang rendah, dan pada fase semai Spathodea campanulata memiliki kelimpahan yang sama dan frekuensi yang seragam.
Analisis Vegetasi di Sekitar Mangrove Trail Desa Bango, Kecamatan Wori, Pulau Mantehage, Taman Nasional Bunaken Mariangga, Gebriella; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57644

Abstract

Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis mangrove yang dapat tumbuh dan berkembang di daerah pasang surut pantai berlumpur, subur atau berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis struktur dan komposisi hutan mangrove di Sekitar mangrove Trail Desa Bango. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2023 dengan menggunakan metode transek, arah transek tegak lurus dengan mangrove trail, jarak antara titik 50 meter dengan mangrove trail dalam transek dibuat plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat pohon, 10 m x 10 m untuk tingkat tiang , 5 m x 5 m untuk tingkat pancang , dan 2 m x 2 m untuk tingkat semai. Hasil dari penelitian ini di temukan 7 jenis mangrove dari 3 famili yaitu Acanthaceae (Acanthus ilicifolius), Avicenniaceae (Avicenia marina dan Avicenia officinalis) dan Rhizophoraceae (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Bruguiera cylindrica). Pada tingkat pohon terdapat Avicenia marina INP 300,00%, pada tingkat tiang didominasi oleh Avicenia marina INP 247,53 % ,dan pada tingkat pancang didominasi oleh Avicenia marina INP 124,29 %, sedangkan pada tingkat semai didominasi oleh Avicenia marina INP 55,952% dan Acanthus ilicifolius INP 52,976%.
Potensi Ekowisata Gunung Payung Desa Poopo, Kabupaten Minahasa Selatan Pelle, Betrosali; Langi, Martina A.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57648

Abstract

Gunung Payung merupakan kawasan wisata yang berada diketinggian 500 mdpl, terletak di Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata berkaitan dengan aspek biofisik dan budaya masyarakat di kawasan wisata gunung payung desa Poopo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik survey untuk melihat kondisi lokasi penelitian, eksplorasi untuk pengumpulan data jenis flora fauna, dokumentasi untuk melihat potensi fisik, dan wawancara untuk mengetahui potensi budaya masyarakat desa poopo. Hasil penelitian menunjukan Potensi biofisik terdapat 36 jenis flora; 1 jenis flora endemik sulawesi yaitu Pinang yaki (Areca vestiaria), dan 26 jenis fauna; 8 jenis fauna endemik Sulawesi 2 diantaranya berstatus Vulnerable oleh IUCN Redlist yaitu Kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus), Julang Sulawesi (Aceros cassidix), 4 obyek fisik keindahan; lansekap lautan awan dan sunrise, pemandangan vegetasi hutan, persawahan, dan camping ground, selain potensi biofisik juga terdapat potensi 5 potensi Budaya masyarakat yaitu; peninggalan bersejarah batu lesung, batu tiga (tumani indo’ong), tradisi seni budaya mawolay, kuliner, dan budaya mapalus.
Persepsi Masyarakat terhadap Lanskap Tapak Meras, Taman Nasional Bunaken Paimin, Natalia Cynthia Monica; Saroinsong, Fabiola B.; Lasut, Marthen T.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap lanskap Tapak Meras Taman Nasional Bunaken. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling (sampel bertujuan) melalui penetapan kategori profil responden dengan teknik wawancara langsung melalui kuesioner yang diajukan kepada 96 responden. Selanjutnya, analisis persepsi masyarakat menggunakan Skala Likert yang kemudian diubah menjadi tiga kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan Standar Deviasi. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat terhadap lanskap Tapak Meras dengan tingkat umur, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis statistik non parametrik Chi Square dan analisis inferensial menggunakan uji statistik non parametrik Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian persepsi masyarakat terhadap lanskap Tapak Meras termasuk dalam kategori baik. Persepsi masyarakat terhadap lanskap tidak memiliki hubungan dengan tingkat umur, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan. Persepsi masyarakat lebih dipengaruhi oleh nilai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Analisis Potensi Kayu pada Hutan Hutan Rakyat Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat Rantumbanua, Kiraldy; Walangitan, Hengki D.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57650

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan komposisi jenis dan menganalisis potensi kayu pada hutan rakyat di Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Februari 2023. Pengamatan terdiri dari pengambilan jenis pohon, diameter dan tinggi bebas cabang, serta akan di catat tanaman kehutanan dan pertanian untuk mengetahui komposisi hutan rakyat yang terdapat pada 34 plot ukur. Potensi kayu yang di maksud dalam hal ini adalah potensi kayu yang sudah dapat digunakan yaitu pohon yang berdiameter ≥ 20 cm. Terdapat 12 jenis pohon pada hutan rakyat dengan jumlah individu sebanyak 262 dan volume kayu keseluruhan 113.7 m³. Berdasarkan hasil penelitian nilai pendugaan rata-rata hutan rakyat perhektar yaitu 33,43 ± 4,6 m³/ha. Kayu hutan rakyat biasanya di gunakan oleh masyarakat sebagai bahan dalam pembuatan rumah kayu dan furnitur. Serta terdapat komposisi jenis yang telah diidentifikasi terdapat 20 jenis tanaman berkayu dan 9 tanaman semusim.

Page 1 of 1 | Total Record : 9