cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA" : 84 Documents clear
PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM ANALISIS FITUR SEMANTIS MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA TEMA DESCRIPTION Ni Luh Desy Suari Dewi; Gek Wulan Novi Utami
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.98 KB)

Abstract

ABSTRACTThe mastery of vocabulary will give impact to someone’s language skill. It becomes a very important part because language will always use the vocabulary. In Indonesia, learning English vocabulary has begun at an early age. This process becomes ineffective for the learners because they are only requested to take note and memorize the vocabulary without having opportunity to understand that some words are related to one another. Therefore, this study was designed to determine student learning outcomes in understanding English vocabulary in the theme of description by using semantic features strategy with the help of picture media. The respondents of this research were 12-13 years old students at BSD course in Badung Regency. The data in this study were quantitative data obtained from the score of descriptive text. The result of this study showed the increasing of students’ ability in writing descriptive text after learning English vocabulary in the theme of description by using semantic features strategy with the help of picture mediaKeywords: vocabulary, semantic features, picture media, descriptive textABSTRAKKemampuan berbahasa seseorang salah satunya bergantung pada penguasaan kosakata. Kosakata menjadi bagian yang sangat penting karena semua kegiatan kebahasaan akan selalu menggunakan kosakata di dalamnya. Pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di Indonesia sudah dimulai sejak usia dini. Pembelajaran kosakata pada anak-anak menjadi tidak efektif karena siswa hanya diajak untuk mencatat dan menghafal makna kata tersebut tanpa memiliki kesempatan untuk mengetahui bahwa beberapa kata memiliki keterkaitan satu sama lain. Oleh sebab itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam memahami kosakata Bahasa Inggris dalam tema description menggunakan strategi fitur semantis dengan bantuan media gambar. Penelitian ini mengambil responden siswa usia 12-13 tahun pada Bimbel BSD di Kabupaten Badung. Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari teks deskripsi yang dibuat siswa. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam pada teks deskripsi setelah belajar kosakata Bahasa Inggris dalam tema description menggunakan strategi fitur semantis dengan bantuan media gambar.Kata kunci: Kosakata, fitur-fitur semantis, media gambar, teks deskripsi
APLIKASI EDUKASI PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID Kadek Heri Budi Arsana; I Made Bagus Dwi Mahadita; I Ketut Putu Suniantara; I Gede Suardika
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.519 KB)

Abstract

ABSTRACTAugmented Reality technology is the newest and sophisticated technology that is still veryforeign to Indonesian people. Augmented Reality is a technology that can combine cyberspace withthe real world using media where objects that used is three-dimensional objects. This research usesAugmented Reality technology as the main media or system from the introduction and learning ofInformation Technology Devices. Augmented Reality technology is used in this application so thatthe introduction of the shape of the object of the Information Technology device becomes moreoriginal in real form, and this application will also display information from that object. Thisapplication will run on the Android platform, where this application requires a camera to scanmarkers that have been provided, then the application will scan markers with the system from theVuforia plugin, after successfully scanning, the application will bring up a 3Dimensional object abovethe marker image and look as if the device will be there, and this application also displays the nameand information of the device on the Smartphone screen. Making this application aims to helpstudents learn Information Technology devices in an easy, inexpensive and more effective way, thiscan also reduce the expenditure of funds from students and schools to buy these devices to learn.Keywords: Augmented Reality, Information Technology, Android, 3-Dimensional, SchoolsABSTRAKTeknologi Augmented Reality termasuk teknologi terbaru dan canggih yang masih sangatasing di mata orang indonesia. Augmented Reality merupakan teknologi yang dapat menggabungkandunia maya dengan dunia nyata yang menggunakan media dimana objeknya menggunakan objektiga dimensi. Penelitian ini menggunakan teknologi Augmented Reality sebagai media atau sistemutama dari pengenalan dan pembelajaran dari Perangkat Teknologi Informasi. Teknologi AugmentedReality digunakan pada aplikasi ini agar pengenalan bentuk dari objek perangkat Teknologi Informasitersebut menjadi lebih asli secara bentuk nyata, dan aplikasi ini nantinya juga akan menampilkaninformasi dari objek tersebut. Aplikasi ini akan berjalan pada platform Android, dimana aplikasi inimemerlukan kamera untuk memindai penanda yang sudah di sediakan, kemudian aplikasi akanmemindai penanda dengan sistem dari plugin Vuforia, setelah berhasil memindai, aplikasi akanmemunculkan objek 3 Dimensi diatas gambar penanda dan terlihat nyata seakan-akan perangkatitu ada disana, dan aplikasi ini juga menampilkan nama dan informasi dari perangkat tersebut padalayar Smartphone. Pembuatan aplikasi ini bertujuan untuk membantu siswa mempelajari perangkatTeknologi Informasi dengan cara yang mudah, murah dan lebih efektif, hal ini juga dapat menekanpengeluaran dana dari siswa dan sekolah untuk membeli perangkat tersebut untuk dipelajari.Kata kunci: Augmented Reality, Teknologi Informasi, Android, 3-Dimensi, Sekolah
ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENENTUAN KODE PENYEBAB DASAR KEMATIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DHARMA YADNYA DENPASAR Ni Ketut Ayu Ekayanti; Agus Donny Susanto; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.07 KB)

Abstract

ABSTRACTKode penyebab dasar kematian adalah kode yang di tetapkan sebagai sebab dasar terjadinya kematian, dalam menentukan ketepatan kode dibutuhkan kelengkapan informasi berupa resume medis. Hasil observasi awal menunjukkan Ketidaklengkapan Pengisian resume medis sekitar 70 (14%) dari 511 rekam medis (resume medis) dan ketidaktepatan penentuan kode penyebab dasar kematian yang dimana terdapat kode ”R” sebagai penyebab dasar kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap dengan penentuan kode penyebab dasar kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif, dengan jenis penelitian kohort retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 25 resume medis. Instrumen penelitian berupa ceklist dengan tehnik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap pada bagian diagnosis (p value = 0.001) ada hubungan signifikan sedangkan bagian indikasi pasien dirawat ( p value = 0.821), pelayanan penunjang ( p value = 0.571) pemeriksaan fisik (p value = 0.561) tidak ada hubungan signifikan dengan penentuan kode penyebab dasar kematian. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kelengkapan pengisian diagnosis resume medis berperan penting terhadap ketepatan penentuan kode penyebab dasar kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar.Kata Kunci : Kelengkapan resume medis, diagnosis, penentuan kode penyebab dasar kematian.ABSTRACTThe underlying cause of death code is a code that is determined as the underlying cause of death, in determining the accuracy of the code required for completeness of information in the form of medical resumes. Preliminary observations show that incomplete medical resume filling is around 70 (14%) of 511 medical records ( medical resumes) and inaccuracy in determining the underlying cause code that contains the “R” code as the underlying cause of death. The purpose of this study was to study the relationship between the completeness of filling patient medical resumes at the Dharma Yadnya General Hospital Denpasar. The design of this study is descriptive quantitative analytic, with a retrospective cohort study type. The number of samples in this study were 25 medical resumes. The research instrument consisted of a checklist with observation and documentation data collection techniques. The results showed that the completeness of filling in the inpatient medical resume at the diagnosis (p value = 0,001) had a significant relationship while the indicative part of the patient was treated (p = 0.821), supporting services(p value = 0,571) physical examination (p value = 0,561) there is no significant relationship with determining the underlying cause of death code. The conclusion in this study is the completness of filling medical diagnose resumes play an important role in the accuracy of determining the underlying cause of death code at the Dharma Yadnya General Hospital in DenpasarKey words: Completeness of medical resume, diagnose, choice of underlying cause of death code.
PENAMBAHAN KITOSAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU ABON PINDANG TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS) [The Addition of Chitosan and Shelf Life to The Quality of Mackerel Tuna (Euthynnus affinis) Brine Floss] Ni Made Ria Sanistya Kusuma; Luh Eka Rahayu Ambarawati; Chrissanti Banimema; Purwaningtyas Kusumaningsih
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.217 KB)

Abstract

ABSTRAKPindang merupakan salah satu produk pengolahan ikan untuk memperpanjang umur simpan dengan penambahan garam sebagai pengawet. Umur simpan pindang hanya bertahan 3 hari di suhu ruang, karena kandungan air dan mengandung protein tinggi menyebabkan pindang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri. Beberapa bakteri dapat bersifat patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia apabila mengkonsumsinya. Abon sebagai salah satu teknologi pangan yang diupayakan dapat meningkatkan umur simpan pindang lebih dari 3 hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah total bakteri (TPC) yang ditemukan di abon pindang tongkol yang telah disimpan selama 14 hari terhitung dari hari pertama pembuatan. Bahan uji yang dipakai dalam penelitian ini abon yang diolah dari pindang tongkol yang ditambahkan kitosan 500 mg sebagai anti bakteri. Metode yang digunakan adalah penelitian observasi deskriptif, data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif. Variabel yang diamati meliputi jumlah total bakteri (TPC) pada sampel abon penyimpanan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai TPC sampel 1.5 x 109 tidak memenuhi standar kesehatan olahan pindang SNI 2717:2017. Penggunaan 500 mg kitosan pada 1 kg pindang tongkol (Euthynnus affinis) menjadi abon belum mencukupi dalam menurunkan pertumbuhan bakteri.Kata kunci: Jumlah total bakteri (TPC), kitosan, abon pindang.ABSTRACTMackerel tuna brine is one of fish product to give long shelf life more than 3 days by adding salt as preservative also used as antibacterial. Because of mackerel tuna brine consist of water and have high protein, makes bacteria can growth well. The bacteria could be pathogen and can cause diseases to human. Floss as a food technology processing to make mackerel tuna brine have long shelf life. The aim of this research is to determine the effect of chitosan addition into mackerel tuna brine floss on shelf life observed from first day processing until the fourth teen days after. The material used in this research is mackerel tuna brine floss added 500 mg of chitosan as antibacterial. This research used descriptive observe method, and the data will analyzed in descriptive analyzed. The variables that observed is total plate account (TPC) on mackerel tuna brine floss on fourth teen days saving. The result of this study is the total microbes on forth teen days saving showed 1.5 x 109, and it doesn’t qualify on SNI 2717:2017. The addition of 500 mg of chitosan showed has not given the best result on reducing bacteria growth in mackerel tuna brine floss.Keywords: Total plate account (TPC), chitosan, mackerel tuna brine floss
ANALISIS PERAN PEMERINTAH DAERAH TERKAIT OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BAGI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KARANGASEM I Made Hendra Arjana Putra; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.304 KB)

Abstract

ABSTRAKCakupan Kepesertaan JKN-KIS per 12 Januari 2018 untuk Kabupaten Karangasem sebesar 55,68% dan 44,43% penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan, ini merupakan jumlah kepesertaan terendah se-Kabupaten di Bali. Kemudian per 1 Desember 2018 sebesar 78,95% yang sudah memiliki jaminan kesehatan dan 21,05% penduduk belum memiliki Jaminan Kesehatan, walau ada peningkatan jumlah kepesertaan namun masih menjadi peringkat tiga terbawah dengan jumlah kepesertaan JKN se-Kabupaten di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah terkait Optimalisasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Karangasem.Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu empat Informan dipilih karena paling banyak mengetahui atau terlibat langsung dalam tujuan penelitian. Istrumen penelitian yaitu dengan pedoman wawancara. Analisis Data menggunakan analisis tematik.Hasil Penelitian: Anggran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjang program Jaminan Kesehatan Nasional pada Tahun 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp.9.763.776.000 dan KBS mengalokasikan anggaran sebesar 26.452.321.138,80. Terkait Mendorong Kepesertaan, pada tanggal 12 Pebruari 2019 Pemerintah Kabupaten Karangasem mendeklarasikan Universal Health Coverage (UHC) dengan jumlah peserta 97,61% dan 2,39% masyarakat belum memiliki Jaminan Kesehatan. Terkait ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan SDM Kesehatan sudah optimal namun dari sisi jumlah tenaga Kesehata masih minim seperti Apoteker, Asisten Apoteker dan Dokter.Peran Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjang program Jaminan Kesehatan Nasional dari sisi anggaran, mendorong kepesertaan dan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan SDM kesehatan sudah sangat optimal, namun untuk jumlah kuota yang disediakan diharapkan terpenuhi dengan melakukan perbaikan data dan update data terbaru.Kata Kunci: Pemerintah Daerah, Masyarakat Miskin, JKN.ABSTRACTThe coverage of JKN-KIS Participation as of January 12, 2018 for Karangasem Regency is 55.68% and 44.43% of the population does not have health insurance, this is the lowest number of membership in all Regencies in Bali. Then as of December 1, 2018 there were 78.95% who already had health insurance and 21.05% of the population did not have Health Insurance, even though there was an increase in the number of participants but still the third lowest rank with the total JKN membership in the Regency. This study aims to determine the role of local governments in optimizing the implementation of the National Health Insurance Program for the Poor in Karangasem Regency.Research uses qualitative research methods. The selection of informants was done by purposive sampling, namely four informants were chosen because they knew the most or were directly involved in the research objectives. Research instruments are by interview guidelines. Data analysis uses thematic analysis.Research Results: Anggran provided by the Karangasem Regency Government to support the National Health Insurance program in 2019 allocated a budget of Rp9,763,776,000 and KBSallocated a budget of 26,452,321,138.80. Regarding Encouraging Participation, on 12 February 2019 the Karangasem Regency Government declared Universal Health Coverage (UHC) with 97.61% of participants and 2.39% of the people not yet having a Health Insurance. Regarding the availability of facilities and infrastructure for health services and health human resources, they are optimal, but in terms of the number of health workers, they are still minimal, such as pharmacists, assistant pharmacists and doctors.The role of the Karangasem Regency Government to support the National Health Insurance program from the side of the budget, encourages participation and the availability of facilities and infrastructure for health services and health human resources is very optimal, but for the quota amount provided is expected to be fulfilled by improving the latest data and data updates.Keywords: Local Government, Poor People, JKN.
PENGARUH BUDAYA TRI HITA KARANA PADA GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN Putu Eka Nopiyani; Ni Made Wulan Sari Sanjaya; Ni Made Rianita
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.335 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study: 1) Knowing the Effect of Tri Hita Karana (BTHK) Culture on Good Corporate Governance (GCG), 2) Knowing the Effect of BTHK on the Quality of Financial Reports, 3) Knowing the Effects of GCG on the Quality of Financial Reports. Sampling uses the Simple Random Sampling method. Analysis of the data used is SEM-PLS. Based on the results of hypothesis testing, it shows that: 1) Tri Hita Karana Culture (BTHK) has a positive and significant effect on Good Corporate Governance (GCG) LPD in Buleleng Regency. 2) BTHK have a positive and insignificant effect on LPD Quality of Financial Statements (KLK) in Buleleng Regency, 3) GCG have a positive and insignificant effect on KLK LPD in Buleleng Regency. Based on the results of the study concluded that the Culture of Tri Hita Karana (BTHK) LPD in Buleleng Regency has not been able to become the basis for general policy making and management. The process of preparing LPD financial reports has not taken into account thoroughly the aspects of Good Corporate Governance (GCG).Keywords: Tri Hita Karana Culture, Good Corporate Governance, Quality of FinancialReporting.ABSTRAKTujuan penelitian ini: 1) Mengetahui Pengaruh Budaya Tri Hita Karana (BTHK) Terhadap GCG, 2) Mengetahui Pengaruh BTHK Terhadap Kualitas Laporan Keuangan, 3) Mengetahui Pengaruh GCG Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis data yang digunakan ialah SEM-PLS. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pertama Budaya Tri Hita Karana (BTHK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Good Corrporate Governance (GCG) LPD di Kabupaten Buleleng. Kedua BTHK berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kualitas laporan Keuangan (KLK) LPD di Kabupaten Buleleng. Ketiga GCG berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap KLK LPD di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Budaya Tri Hita Karana (BTHK) LPD di Kabupaten Buleleng belum mampu menjadi dasar sebagai pengambilan kebijakan dan pengelolaan secara umum. Proses penyusunan laporan keuangan LPD belum memperhatikan secara menyeluruh aspek-aspek dalam Good Corporate Governance (GCG).Kata Kunci: Budaya Tri Hita Karana, Good Corporate Governance, Kualitas LaporanKeuangan
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PERILAKU GAME ONLINE DI SMK KESEHATAN PGRI DENPASAR Dewa Ayu Eka Yuni Artini; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.963 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif terhadappenggunanya. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah munculnya perilakubermain game online sampai kecanduan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan pola asuh terhadap perilaku game online di SMK Kesehatan PGRI Denpasar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan CrossSectional. Teknik sampling penelitian ini yaitu total sampling. Teknik analisa data inimenggunakan uji statistik non-parametrik korelasi Rank Spearmen. Dari total 36 sampeldidapatkan hasil: (36,1%) remaja yang bermain game online di SMK Kesehatan PGRIDenpasar mendapat pola asuh yang rendah. Jenis pola asuh yang paling tinggi adalahpola asuh otoriter dengan kriteria tinggi yaitu 26 responden (72,2%), dan sebaliknyaremaja tersebut paling minim mendapat pola asuh demokratis dengan jumlah 21 orang(58,3%) dengan kriteria rendah. Berdasarkan perilaku dari 19 responden (52,8%)memiliki perilaku sering. Hasil uji statistik menunjukkan signifikansi (2-tailed) atau nilaip yang diperoleh adalah sebesar 0,048 yaitu <0,05 dengan nilai koefisien korelasi ataunilai r antara pola asuh dan perilaku game online sebesar -0,331. Disimpulkan bahwaada hubungan korelasi cukup dan negatif antara kedua variabel tersebut yang berartisemakin tinggi pola asuh maka semakin jarang perilaku game online pada remajadengan nilai p sebesar 0,048 yaitu < 0,05. Diharapkan bagi orang tua agar dapatmenerapkan pola asuh yang tepat pada remaja. Orang tua dapat meningkatkan controldan kehangatan kepada remaja. Orang tua dapat melakukan tindakan membatasi waktubermain anak agar tidak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online.Kata kunci: Pola Asuh, Game Online, Remaja.ABSTRACTTechnological developments have a positive and negative impact on users. One of thenegative effects caused was the emergence of online game play behavior until addicted.The purpose of this study was to determine the relationship of parenting behavior toonline game behavior in PGRI Health Vocational School Denpasar. This study usesanalytical research methods with Cross Sectional approach. The sampling technique ofthis research is total sampling. This data analysis technique uses a non-parametricstatistical test of Spearmen Rank correlation. From a total of 36 samples, results wereobtained: (36.1%) adolescents who played online games at SMK PGRI Denpasar's healthreceived low parenting. The highest type of upbringing is authoritarian parenting withhigh criteria, namely 26 respondents (72.2%), and vice versa, the juvenile has the leastdemocratic parenting with 21 people (58.3%) with low criteria. Based on behavior from19 respondents (52.8%) had frequent behavior. The results of statistical tests showsignificance (2-tailed) or p value obtained is 0.048 which is <0.05, the correlationcoefficient or r value between parenting and online game behavior is -0.333. It wasconcluded that there is a sufficient and negative correlation between the two variables,which means that the higher the parenting style, the less frequent online game behaviorin adolescents with a p value of 0.048 is <0.05. It is expected that parents can applyproper parenting to adolescents. Parents can improve control and warmth to teenagers.Parents can take action to limit children's playing time so they don't spend a lot of timeplaying online games.Keywords: Parenting, Online Games, Youth.
PENERAPAN TEKNIK CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKAN KONSETRASI MAHASISWA DENGAN METODE K-MEANS Ni Luh Gede Pivin Suwirmayanti; I Gusti Ayu Desi Saryanti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.406 KB)

Abstract

ABSTRACTDetermination of concentration selection is not an easy thing and will greatly affect the academic activities of students. The decision to determine concentration must be done with careful consideration so that students are not wrong in choosing the desired concentration. To determine the concentration of the appropriate majors for student students can be influenced by several factors, including academic values indicated by the value of student courses. With the selection of consetration students can find out the academic abilities they have and students more easily in taking themes for the thesis title that will be taken in the final semester. Based on these problems, then in this study using the Clustering K-Means method. Each of these algorithms has its own characteristics, with this clutering technique can classify student value data according to the similarity possessed according to the weight of the course values used, namely Computer Networking, Object Oriented Programming, Computer Organization and Physics. The value of each method used can be used as a reference for group determinants of concentration for students of Computer Systems study programs.Keywords: Concentration, Clustering, K-MeansABSTRAKPenentuan pemilihan konsentrasi bukanlah hal yang mudah dan akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan akademik mahasiswa. Keputusan penentuan konsentrasi harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang agar mahasiswa tidak salah dalam memilih konsentrasi yang diinginkan. Untuk menentukan konsentrasi jurusan yang tepat bagi mahasiswa mahasiswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain nilai akdemik yang ditunjukkan dengan nilai matakuliah mahasiswa. Dengan pemilihan konsetrasi mahasiswa dapat mengetahui kemampuan akademik yang dimiliki serta mahasiswa lebih mudah dalam pengambilan tema untuk judul skripsi yang akan diambil pada semester akhir. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini menggunakan metode Clustering K-Means. Setiap algoritma tersebut memiliki karakteristik masing-masing, dengan teknik clutering ini dapat mengelompokan data nilai mahasiswa menurut kemiripan yang dimiliki menurut bobot nilai matakuliah yang digunakan yaitu matakuliah Jaringan Komputer, Pemrograman Berorientasi Obyek, Organisasi Komputer dan Fisika. Nilai masing-masing metode yang digunakan dapat dijadikan sebagai acuan informasi penentu kelompok konsentrasi bagi mahasiswa prodi Sistem Komputer.Kata kunci: Konsetrasi, Clustering, K-Means
INVENTARISASI, DOKUMENTASI, DAN LITERASI PRODUK KERAJINAN DAERAH SUMEDANG, CIREBON, DAN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Ooh Hodijah; Nurina Dyah Putrisari; Tajudin Nur
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.281 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Inventarisasi, Dokumentasi, dan Literasi Produk Kerajinan Daerah Sumedang, Cirebon, dan Indramayu Provinsi Jawa Barat. Inventarisasi dimaksudkan sebagai upaya menghimpun informasi lisan maupun tertulis yang masih terpencar serta menggali keterangan yang belum ditemukan selama ini. Dokumentasi adalah menyusun secara sistematis dan menyimpan/mengabadikan informasi mengenai produk kerajinan masyarakat yang berhasil diinventarisasi. Literasi adalah mendeskripsikan produk kerajinan masyarakat yang berhasil diinventarisasi dan didokumentasi, dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab dengan tujuan agar produk kerajinan masyarakat Indonesia dari berbagai daerah bisa dikenal di dalam negeri, ASEAN, maupun di mancanegara. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode deskriptif analitik dengan tipe penelitian etnografi untuk mendeskripsikan salah satu bentuk kebudayaan daerah yaitu kerajinan rakyat Dengan metode ini, langkah-langkah yang ditempuh peneliti adalah: penentuan fokus dan lokus; pengumpulan data berdasarkan native’s point of view dan: membuat pemaparan etnografis yang akurat dan replikabel tentang produk kerajinan daerah Sumedang, Cirebon, dan Indramayu. Hasil sementara yang diperoleh adalah terususunnya inventarisasi dan dokumentasi produk kerajinan di 3 daerah serta membaginya ke dalam klaster-klaster berdasarkan sentra kerajinannya. Di Kabupaten Sumedang terdapat empat klaster, Kabupaten Cirebon lima klaster, dan di Kabupaten Indramayu terdapat tiga klaster.Kata kunci: literasi, kerajinan daerah, budaya lokalABSTRACT This research is entitled Inventory, Documentation and Literacy of the Craft Products of Sumedang, Cirebon, and Indramayu Regions of West Java Province. Inventory is intended as an effort to collect verbal and written information that is still scattered and explore information that has not been discovered so far. Documentation is to systematically compile and store / capture information about community handicraft products that have been successfully inventoried. Literacy is describing community handicraft products that are successfully inventoried and documented, in three languages: Indonesian, English and Arabic with the aim that Indonesian people's handicraft products from various regions can be known domestically, ASEAN, and abroad. The method used in this research is descriptive analytic method with ethnographic research type to describe one form of regional culture, namely folk craft. With this method, the steps taken by the researcher are: determination of focus and locus; Data collection is based on native's point of view and: makes accurate and replicable ethnographic expositions of handicraft products in the Sumedang, Cirebon, and Indramayu regions. The interim results obtained were the compilation of inventories and documentation of handicraft products in 3 regions and dividing them into clusters based on the centers of the craft. In Sumedang District there are four clusters, five in Cirebon District, and in Indramayu District there are three clusters.Keywords: literacy, regional craft, local culture
GAMBARAN PENCAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KOMITMEN PELAYANAN (KBKP) DI KLINIK KIMIA FARMA DIPONEGORO KOTA DENPASAR Ni Made Rosita Dewi; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.079 KB)

Abstract

ABSTRAKKapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP) adalah sistem pembayaran kapitasi dari BPJS Kesehatan kepada FKTP berdasarkan pemenuhan atau pencapaian indikator pelayanan. Pihak BPJS menerapkan KBKP sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan peserta JKN di FKTP oleh karena banyak terjadinya kecurangan atau fraud pada pelaksanaan pembayaran kapitasi. Klinik Kimia Farma Diponegoro merupakan salah satu klinik yang menerapkan KBKP dengan 63.000 peserta, namun jumlah peserta terdaftar di klinik masih fluktuasi dan belum memiliki pola serta belum menjalankan strategi secara maksimal dalam proses pemenuhan KBKP. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana gambaran pencapaian indikator kapitasi berbasis komitmen pelayanan di Klinik Kimia Farma Diponegoro, Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah 5 orang. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tahap transkrip, open coding, coding selektif, kategori, tema dan hasil. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Klinik Kimia Farma Diponegoro Kota Denpasar menunjukan bahwa semua indikator telah berada di zona aman. Hanya saja ada beberapa pasien yang berpindah ke FKTP lain karena merasa kurang puas terhadap lama waktu tunggu di bagian administrasi, namun hal ini sudah mulai ditangani oleh pihak Klinik. Diharapkan pihak Klinik dapat memberikan pelayanan secara tepat, cepat dan meningkatkan mutu pelayanan sehingga peserta merasa nyaman memeriksaan kesehatan dan tidak berpindah ke FKTP lain.Kata kunci: Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan, JKN, FKTP.ABSTRACTService-based Kapitation Commitment (KBKP) is a capitation payment system from BPJS Kesehatan to FKTP based on fulfillment or achievement of service indicators. The BPJS implements KBKP as an effort to improve the quality of service for JKN participants in FKTP because of the many occurrences of fraud or fraud in implementing capitation payments. The Kimia Farma Diponegoro Clinic is one of the clinics that implements KBKP with 63,000 participants, but the number of participants registered in the clinic is still fluctuating and does not yet have a pattern and has not implemented the strategy maximally in the process of fulfilling KBKP. Therefore, this study aims to explain how the description of the achievement of service-based capitation indicators at Diponegoro Kimia Farma Clinic, Denpasar City. This research is a type of qualitative research using a descriptive approach. The informants numbered 5 people. Data analysis in this study consisted of transcripts, open coding, selective coding, categories, themes and results. The results of the research conducted at the Diponegoro Chemical Farma Clinic in Denpasar City showed that all indicators were in the safe zone. It's just that there are some patients who move to another FKTP because they feel dissatisfied with the length of time waiting in the administration, but this has already begun to be handled by the Clinic. It is expected that the Clinic can provide appropriate, fast service and improve the quality of services so that participants feel comfortable examining health and do not move to other FKTPs.Keywords: Capitation Based on Service Commitment, JKN, FKTP.