cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA" : 84 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PRILAKU ORANGTUA DALAM PERAWATAN KESEHATAN GIGI ANAK MELALUI KEGIATANUSAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS III DENPASAR SELATAN Ni Luh Eka Juliastuti; I Putu Dedi Kastama Hardy; I Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.941 KB)

Abstract

ABSTRAKPengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya prilaku yang mendukung atau tidak mendukung perawatan gigi anak. Kebersihan mulut yang baik akan membuat gigi dan jaringan sekitarnya sehat. Pelayanan kesehatan gigi diselenggarakan di sekolah melalui Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap prilaku orang tua dalam perawatan kesehatan gigi anak melalui kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional Analitik . Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Technik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar respoden memiliki pengetahuan baik dengan prilaku yang kurang berdasarkan hasil dari analisis statistik dengan mempergunakan uji Chi – Square diperoleh nilai PR sebesar 36,233 dengan nilai P sebesar 0.000 < 0.05 dan sebagian besar responden memiliki sikap negatif dengan prilaku kurang hal ini dapat dilihat dari analisis statistik dengan mempergunakan uji Chi – Square diperoleh nilai PR sebesar 22,133 dengan nilai P sebesar 0.000 < 0.05.Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap prilaku orangtua dalam perawatan gigi anak melalui kegiatan usaha kesehatan gigi sekolah di wilayah Puskesmas III Denpasar SelatanKata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku, UKGS, PuskesmasABSTRACTKnowledge is a very important domain for the formation of one's actions. Parents' knowledge is very important in underlying the formation of behavior that supports or does not support children's dental care. Good oral hygiene will make the teeth and surrounding tissue healthy. Dental care can be done at school through the School Dental Health Programs (SDHP). The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes towards parental behavior in the dental health care of children through the School Dental Health Programs activities in the working area of South Denpasar Health Center III. The design of this study was deskriptif with a quantitative approachwith analitik cross sectional method. The sampling technique in this study used Technic proportional random sampling. The results showed that most respondents had good of knowledge but less behavior based on the results of statistical analysis using the Chi-Square test obtained PR value of 36,233 with a P value of 0,000 <0.05 and most respondents have negative attitudes with less behavior. Statistical analysis Chi-Square test obtained the PR value of 22.133 with a P value of 0.000 <0.05. It can be concluded that there is a significant relationship between knowledge of and attitudes toward parental behavior in child dental care through school dental health business activities in the area of South Denpasar Health Center IIIKeywords: Knowledge, Attitude, Behavior, School Dental Health Program, Public Health Center
PERANAN KONSELOR DALAM MELAKUKAN KONSELING PASCA TES HIV/AIDS PADA PASIEN LAKI-LAKI SEKS DENGAN LAKI-LAKI (LSL) DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Puspa Dewi; Made Nyandra; I Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.236 KB)

Abstract

ABSTRAKHIV menyebabkan turunnya kekebalan tubuh dan mengakibatkan mudah terkena penyakit, kumpulan gejala penyakitnya disebut AIDS. HIV dapat ditularkan melalui perilaku berisiko seperti melakukan hubungan seks laki-laki dengan laki-laki, berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, penggunaan jarum suntik bergantian pada pemakai narkoba suntik dan lain sebaginya. Denpasar menempati urutan pertama dengan 6952 kasus, LSL tertinggi dengan 269 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah peranan konselor dalam melakukan konseling pasca tes HIV/AIDS pada pasien LSL di kota Denpasar mengenai: 1) peningkatan kualitas hidup dan perencanaan masa depan, 2) konseling lanjutan. Penelitian kualitatif ini dengan partisipan empat orang yang dipilih dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam. Konselor menemukan hambatan seperti bahasa, latar belakang pendidikan, biaya, ketidakterbukaan pasien kepada pasangan atau keluarga terdekatnya tentang status HIVnya. Rendahnya kepatuhan pasien minum ART dipengaruhi oleh efek samping dan rasa jenuh. Peneliti menyarankan agar konselor meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan atau seminar yang berkaitan dengan HIV/AIDS sehingga dapat mengatasi hambatan yang ditemukan saat melakukan konseling.Kata kunci: Konselor, Konseling, LSL, HIV/AIDS.ABSTRACTHIV causes immune deficiency and disease, the collection of symptoms of the disease is called AIDS. HIV can be transmitted through risk behaviors such as having sex with men, changing partner without using condoms, using syringe alternately for injecting drug user and so on. Denpasar ranked first with 6952 cases, the highest MSM with 269 cases. This research aim to identify how the role of the counselor in counseling after HIV/ AIDS test in MSM patients in Denpasar. The role was about: 1) improvement in quality of life and future plan, 2) further counseling. This qualitative study consists of four participants was chosen by purposive sampling according to the inclusion criteria. Data collection technique was used in-depth interviews. The counselor found obstacles such as language, educational background, cost, patient openness to his spouse or family about his HIV status. The low compliance of patient taking ART is influenced by side effects and saturation. This research imply counselor to increase knowledge through training or seminar related to HIV/ AIDS so that they can overcome the obstacles while counseling.Keywords: Counselor, Counseling, MSM, HIV/AIDS.
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX I Putu Pranatha Sentosa; Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Made Elia Cahaya
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.849 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the level of importance of each attribute by Importance Performance Analysis (IPA) and know the level of customer satisfaction based methods Customer Satisfaction Index (CSI). This study uses SERVQUAL instrument. Based on the Cartesian diagram, the attributes that go in the first quadrant is an attribute whose performance needs to be improved and to be evaluated every month in order to determine the wishes of the consumer. Attributes included in quadrant II are the attributes that need to be maintained and its performance has been satisfactory consumer. Attributes included in quadrant III is an attribute that has a low priority and the quadrant IV are the attributes that are considered less important by customers but the performance has been very good restaurant. The results showed that the overall level of customer satisfaction (based on the value CSI) of 81.83% and is located in a range of values from 81.00%-100% indicating that visitor satisfaction index is the criterion of "Very Satisfied". Keywords: Consumers satisfaction, CSI, IPA, College ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepentingan setiap atribut berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini menggunakan instrumen SERQUAL. Berdasarkan diagram kartesius, atribut yang masuk pada kuadran I adalah atribut yang kinerjanya perlu ditingkatkan dan dilakukan evaluasi tiap bulan agar mengetahui keinginan dari konsumen. Atribut yang masuk dalam kuadran II adalah atribut yang perlu dipertahankan kinerjanya dan sudah memuaskan konsumen. Atribut yang masuk dalam kuadran III adalah atribut yang memiliki prioritas rendah dan kuadran IV adalah atribut yang dianggap kurang penting oleh pelanggan tetapi kinerja restoran sudah sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh (berdasarkan nilai CSI) sebesar 81.83% dan terletak di rentang nilai 81.00%-100% yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan pengunjung adalah kriteria “Sangat Puas”. Kata kunci: CSI, IPA, Kepuasan pelanggan, Program Studi.
Motivasi Wisatawan Berkunjung Ke Vihara Dharma Giri Kabupaten Tabanan Ni Kadek Widyastuti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.59 KB)

Abstract

ABSTRACTThe uniqueness of Bali that characterizes itself making it as the major tourist destination. Vihara Dharma Giri into a tourist attraction that is also a spiritual tour is located in Pupuan Street, Pupuan Sub-District, Tabanan District, Bali Province. Vihara Dharma Giri is famous for its uniqueness and other than as a place of worship for Buddhists, there is also a large and very phenomenal sleeping Buddha statue, supported by the natural atmosphere surrounding, it is still natural and the cool weather around the Vihara Dharma Giri. The study was conducted in Vihara Dharma Giri is located in Pupuan Street, Pupuan Sub-District, Tabanan District, Bali Province. As informants are some the foundation of the Vihara Dharma Giri. The study is conducted by purposive sampling technique. As the respondents, there were 30 foreign and domestic travelers. Sampling is done by accidental sampling technique. The results showed the potential of Vihara Dharma Giri as a spiritual tourist attraction are the natural dan cultural attractions. Tourists visiting motivation are dominated by attraction of art and culture because of its buildings and historical place 13.3% of respondents. Indicator of the perception in terms of tourist attractions variables, that gaining excellent ratings is the architecture, with an average score of 4.3. Art and culture 4.6, spiritual 4.3. Indicator of the accessibility variable that gain the excellent assessment is the location of objects with an average score of 4,6. Variables of the amenities/ fasilities indicator place of worship, toilet, and parking area, gaining good assessment with an average score 3,8, but tourist perception for the some hotels arround the Tabanan District still needs to be improved. The last variable is tourism organizations/managers and indicator that gain excellent perception is the cleanliness and safety with a score average of 4.5. Based on the research results, the existence of Vihara Dharma Giri as a tourist attraction in Tabanan District overall got good perception assessment and must be followed up indicators that is considered bad by the respondents, in order to improve the assessment perception of visitors.Keywords: Tourist Attraction, Tourist Needs, Driving Factor.ABSTRAKBali sebagai salah satu tujuan wisata utama karena Bali memiliki keunikan budaya yang menjadi ciri khas daerah Bali itu sendiri. Vihara Dharma Giri yang menjadi daya tarik wisata yang juga menjadi wisata rohani, yang berlokasi di Jalan Raya Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Vihara Dharma Giri terkenal dengan keunikannya karena selain sebagai tempat peribadatan bagi umat Budha juga terdapat patung Budha tidur yang besar dan sangat fenomenal dan didukung dengan suasana alam disekitarnya yang masih asri dan cuaca yang sejuk di kawasan Vihara Dharma Giri. Penelitian dilakukan di Vihara Dharma Giri, Jalan Raya Pupuan, kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sebagai informan adalah pengurus yayasan Vihara Dharma Giri yang dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sebagai responden adalah 30 orang wisatawan mancanegara dan nusantara, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki Vihara Dharma Giri sebagai daya tarik wisata rohani yaitu potensi wisata alam, dan potensi wisata budaya. Motivasi wisatawan berkunjung didominasi oleh motivasi karena faktor atraksi seni dan budaya karena bangunan dan tempat sejarah yaitu sebanyak 13,3% responden, persepsi wisatawan ditinjau dari variabel atraksi, indikator yang memperoleh penilaian sangat baik (SB) adalah arsitekstur bangunan dengan rata –rata skor 4,3, seni dan budaya dengan rata-rata skor 4,6, spiritual 4,3. Dari variabel aksesibilitas indikator yang memperoleh penilaian sangat baik (SB) adalah lokasi objek dengan rata-rata skor 4,6 dari variabel amenitas/fasilitas –fasilitas indikator tempat beribadah, kamar mandi/MCK dan area parkir memperoleh penilaian baik (B) dengan rata-rata skor 3,8, tetapi persepsi wisatawan terhadap hotel – botel yang berada di sekitar Kota Tabanan mendapat penilaian cukup dengan skor 3,2 karena fasilitas hotel yang masih perlu ditingkatkan. Variabel terakhir yaitu organisasi kepariwisataan/ pengelola indikator yang memperoleh penilaian pesepsi sangat baik (SB) yaitu kebersihan dan keamanan di Vihara Dharma Giri dengan skor rata-rata 4,5.Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan Vihara Dharma Giri sebagai daya tarik wisata rohani di Kabupaten Tabanan secara keseluruhan mendapat penilaian persepsi baik, perlu ditindaklanjuti indikator-indikator yang dinilai cukup oleh para responden agar dapat meningkatkan penilaian persepsi dari pengunjung.Kata kunci: Atraksi Wisata, Kebutuhan Wisatawan, Faktor Pendorong.
NILAI CATUR PURUSA ARTHA DAN STRUKTUR MODAL SEBAGAI KUNCI MAKSIMALISASI KINERJA KEUANGAN DI LPD KABUPATEN BULELENG Ni Luh De Erik Trisnawati; Gede Widiadnyana Pasek; Riana Dewi Kartika
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.33 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu mengembangkan suatu model strategi pengelolaan keuangan melalui implementasi nilai Catur Purusa Artha dan struktur modal sebagai kunci utama maksimalisasi kinerja keuangan LPD di Kabupaten Buleleng. Catur Purusa Artha merupakan value of local genius yang akan memberikan pedoman bagi pengurus LPD berupa dharma (kebenaran) sebagai landasan utama strategi bisnis LPD dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dananya. Populasi penelitian adalah seluruh LPD yang aktif di Kabupaten Buleleng. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh sebanyak 60 data observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Component based SEM, Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Catur Purusa Artha berpengaruh positif terhadap Struktur Modal dan Kinerja Keuangan. Struktur Modal juga berpengaruh positif terhadap Kinerja KeuanganKata Kunci: Nilai Catur Purusa Artha, Struktur Modal, Kinerja KeuanganABSTRACTThe purpose of this study is to develop a financial management strategy model through the application of the value of Catur Purusa Artha and the capital structure as the main key to optimizing the financial performance of LPDs in Buleleng Regency. Catur Purusa Artha is a local genius value that will provide guidance for LPD administrators consisting of dharma (truth) as the main foundation of LPD business strategies in managing and allocating their sources of funds. The study population was all LPD active in Buleleng Regency. Sampling in this study used a random sampling technique to obtain as many as 60 observation data. The data analysis technique used in this study is the component analysis method based on SEM, Partial Least Square (PLS). The results showed that the Catur Purusa Artha Value showed a positive effect on Capital Structure and Financial Performance. Capital Structure also has a positive effect on Financial PerformanceKeywords: Value of Catur Purusa Artha, Capital Structure, Financial Performance
PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT BELI YANG DIMEDIASI BRAND IMAGE PADA ESCALIER BALI Radha Martha Paramesthin; Jaya Pramono
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.32 KB)

Abstract

ABSTRACTEscalier Bali is one of the multi brand stores engaged in fashion, currently Escalier Bali continues to strive to increase consumer buying intentions. To be able to create high purchase intentions, Escalier Bali needs to pay attention to many things including word of mouth, brand image, and consumer purchase intentions towards a product. The purpose of this study was to determine the effect of word of mouth on buying intent mediated by brand image on Escalier Bali consumers. This research is a survey research, surveying 90 respondents. Data collection by the method of observation, documentation, interviews and questionnaires. Data analysis technique used is Path analysis and Sobel Test. The results of this study found that (1) There is a positive and significant direct effect between word of mouth on brand image on Escalier Bali, (2) There is a positive and significant direct effect of word of mouth on buying intention on Escalier Bali, (3 ) There is a positive and significant direct effect of brand image on buying intentions on Escalier Bali, (4) There is a positive and significant indirect effect of brand image that is able to mediate word of mouth on buying intentions on Escalier Bali.Keywords: word of mouth, brand image, purchase intention.ABSTRAKEscalier Bali merupakan salah satu multi brand store yang bergerak di bidang fashion, saat ini Escalier Bali terus berusaha untuk meningkatkan niat beli konsumen. Untuk dapat menciptakan niat beli yang tinggi, Escalier Bali perlu memperhatikan banyak hal yang diantaranya adalah word of mouth, brand image, dan niat beli konsumen terhadap suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh word of mouth terhadap niat beli yang dimediasi brand image pada konsumen Escalier Bali. Penelitian ini adalah penelitian survey, mensurvey 90 responden. Pengumpulan data dengan metode observasi, dokumentasi, wawancara dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Path dan Uji Sobel. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa (1) Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara word of mouth terhadap brand image pada Escalier Bali, (2) Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan dari word of mouth terhadap niat beli pada Escalier Bali, (3) Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan dari brand image terhadap niat beli pada Escalier Bali, (4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan dari brand image yang mampu memediasi word of mouth terhadap niat beli pada Escalier Bali.Kata kunci: word of mouth, brand image, niat beli.
ENTREPRENEURIAL INTELLIGENCE BASED ON BUSINESS MOTIVATION Jony Oktavian Haryanto; Donald Samuel Slamet Santosa; Andi Ina Yustina; Rendika Nugraha
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.698 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah membandingkan kecerdasan kewirausahaan antara mahasiswa yang ingin memiliki motivasi bisnis dan mahasiswa yang tidak memiliki motivasi bisnis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan pada sampel penelitian ini sebanyak 186 orang secara online (melalui google form). Kuesioner mencakup motivasi bisnis dan kecerdasan kewirausahaan. Data dianalisis dengan teknik uji t untuk menemukan perbedaan antara 2 kelompok yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat kesalahan 0,05 terdapat perbedaan kecerdasan kewirausahaan antara mahasiswa yang memiliki motivasi bisnis dan mahasiswa yang tidak memiliki motivasi bisnis. Kecerdasan kewirausahaan mahasiswa yang memiliki motivasi bisnis lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak memiliki motivasi bisnis.Kata kunci: Kecerdasan kewirausahaan, motivasi bisnis.ABSTRACTThe aim of this research is comparing student’s entrepreneurial intelligence between students who want to be business man/woman and students who don’t want to be business man/woman. This research uses quantitative method. Comparative strategy is using in this research. The data collected by questionnaire that give to sample of this research (186 students) by online way (google form). The questionnaire consists of business motivation and entrepreneurial intelligence. The data analyzed by t-test to find the different between 2 groups. The result of this research show that in alpha of 0,05 there are differences entrepreneurial intelligence between students who want to be business man/woman and students who don’t want to be business man/woman. Entrepreneurial intelligence of students who want to be business man/woman are higher than students who don’t want to be business man/woman.Keywords: Entrepreneurial intelligence, business motivation.
ANALISIS LITERASI KEUANGAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNIVESITAS DHYANA PURA Luh Diah Citra Resmi Cahyadi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.572 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks literasi keuangan mahasiswa Program Studi Akuntasi Universitas Dhyana Pura, dengan indicator tingkat pengetahuan mengenai lembaga jasa keuangan (1), pengetahuan mengenai produk dan layanan lembaga jasa keuangan (2), sumber informasi keuangan (3), rencana pengelolaan keuangan (4), rencana penganggaran keuangan (5), rencana ketahanan keuangan (6), dan penggunaan produk layanan lembaga jasa keuangan (7). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data yang diperoleh menggunakan kuesioner sebanyak pada 46 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah pengetahuan mengenai lembaga jasa keuangan mahasiswa Program Studi Akuntasi Universitas Dhyana Pura sebagian besar hanya mengetahui perbankan dan koperasi, responden lebih yakin dengan lembaga perbankan karena lembaga tersebut diawasi dan diatur pemerintah (1). Produk layanan jasa keuangan yang paling diketahui oleh responden adalah tabungan (2). Sumber informasi mengenai produk layanan jasa keuangan tertinggi diperoleh dari social media (3). Pengelolaan keuangan lebih digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari (4). Responden melakukan penganggaran keuangan yang rinci dan berkomitmen penuh untuk menjalankan penggangaran keuangan (5). Rencana ketahanan keuangan untuk hari tua adalah menabung dan jika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan adalah menarik tabungan (6). Produk keuangan yang digunakan tertinggi adalah tabungan, dimana tingkat transaksi tertinggi adalah satu kali dalam sebulan dan sebagian besar responden masih memilih bertransaksi dalam bentuk cash (7).Kata Kunci: Literasi Keuangan, Lembaga Jasa Keuangan.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the index of financial literacy of the Accounting Study Program students at the University of Dhyana Pura, with an indicator of the level of knowledge regarding financial service institutions (1), knowledge of financial service institutions' products and services (2), financial information sources (3), plans financial management (4), financial budgeting plans (5), financial security plans (6), and the use of financial services institution service products (7). The sampling technique uses simple random sampling method. Data obtained using questionnaires as much as 46 respondents. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of this study are that the knowledge of financial services institutions of Accounting Study Program students at Dhyana Pura University mostly only knows banking and cooperatives, respondents are more confident with banking institutions because these institutions are supervised and regulated by the government (1). The financial services product most known to respondents is savings (2). The highest source of information about financial service products is obtained from social media (3). More financial management is used to fulfill daily needs (4). Respondents conduct detailed financial budgeting and are fully committed to carrying out financial budgeting (5). The plan for financial security for old age is saving and if things happen that are not planned it is attracting savings (6). The highest financial product used is savings, where the highest transaction rate is once a month and most respondents still choose to make cash transactions (7).Keywords: Financial Literacy, Financial Service Instituions.
POTENSI PARIWISATA DI DESA KUTUH KUTA SELATAN BADUNG I Dewa Made Sutedja; Putu Sugi Kurnia Dewi; Ni Ketut Sukanti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.761 KB)

Abstract

ABSTRAKSektor ekonomi tersier khususnya Jasa Industri Pariwisata saat ini dan kedepan akan menjadi sumber utama pendapatan Nasional dan daerah serta penyumbang terbesar Devisa bagi Negara kita Indonesia, mengingat sumber penerimaan dari sector primer dan skunder terutama dari sumberdaya alam lambat laun akan berkurang dan habis. Pemerintah Bali khususnya Kabupaten Badung selalu berupaya mencari terobosan dan peluang baru guna dapat peningkatan pendapatan asli daerahnya dari sumber-sumber industry pariwisata yaitu dengan membuka kawasan destinasi baru seperti Pantai Pandawa yang berada di Desa Kutuh Kuta Selatan Badung dan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir semakin mengeliat dan menjadikan produk andalan selain Pantai Kuta dan Nusa Dua. Desa Kutuh yang berada di Kuta Selatan Badung, awalnya daerah perbukitan kecil yang tandus dan kering, tapi dan ternyata banyak memiliki potensi dan menyimpan pariwisata untuk dapat digali dan dikembangkan. Adapun potensi pariwisata yang ada di Desa Kutuh Badung dapat di bagi menjadi: 1.Potensi Intern sebagai produk pariwisata menjadi komoditas Supply ; a). Sumberdaya pawisisata seperti alam lautnya yang berpasir putih bersihsepanjang pantai Pandawa,pantai gunung payung,hutan beji monkey, alam pedesaan dan perbukitan yang masih asri, b). Sumberdaya manusia yang mayoritas beragama Hindu religious sangat toleran, c). Budaya adat istiadat yang menyatu dengan agama hindu, kesenian yang begitu kental dan melekat dalam kehidupan sosialnya, d). Minat khusus bidang olah raga telah dan akan dikembangkan menjadi taraf internasional (kampung bola), 2. Pengelola pariwisata, hal mana dengan mengikut sertakan desa adat Kutuh dalam manajemen pariwisata tentu akan mendapatkan support dari masyarakatnya, 3. Kebijakan dan strategi tidak saja datangnya dari desa dan desa adat Kutuh sendiri, tapi juga adanya perhatian dan bantuan dari pemerintahan Kabupaten badung, Provinsi Bali serta Pemerintah Pusat. 4. Potensi Extern yaitu peluang pasar (permintaan/demand) baik pasar wisatawan nusantara maupun wisatawan manca Negara terlebih dengan didukung kemajuan teknologi transportasi dan Infomasi akan lebih dimudahkan. Dampak kajian potensi pariwisata ini seperti; a) Foreiggn exchange Earning, kondisi ekonomi local dan daerah semakin mengeliat, b) Contribution to Government Reveneus dapat memberikan kotribusi secara langsung dan tidak langsung, c) Employment Generation dapat menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja, d) Development infrastruktur yaitu adanya konsep 4 A sebagai Tourism Product yaitu Attraction, Accesable, Amenities, Acellery.Kata kunci: Potensi Intern, Extern dan Dampak Pariwisata
Analisis User Interface Terhadap Kemudahan Pengguna Website E-Learning STIKOM Bali Ni Putu Linda Santiari; I Gede Surya Rahayuda
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.145 KB)

Abstract

ABSTRACTWebsites are very important in all fields, especially for an organization or company. The website has various types and e-learning is one type of website. E-learning has the meaning as the delivery of material and methods of education that use information technology for teaching, learning, training or acquiring knowledge anytime and anywhere. STIKOM Bali is one of the universities where the lecture process has been using e-learning. One important component that can improve the usability of e-learning is the appearance of the interface or commonly referred to as the user interface. The STIKOM Bali e-learning interface is important for users to improve user experience. Testing is done in two stages, namely usability testing and testing of aspects of the user interface. From the usability test results obtained usability problems of the STIKOM Bali e-learning website are low seen from the results of the heuristic evaluation where aspects H4, H6, H9 while H1, H2, H3, H5, H7, H8, H10 have low usability problems. In testing aspects of the user interface good results are obtained.Keywords: website, user, interfaceABSTRAKWebsite sangatlah penting dalam segala bidang terutama untuk sebuah organisasi ataupun perusahaan. Website memiliki berbagai jenis dan e-learning merupakan salah satu jenis dari website. E-learning mempunyai pengertian sebagai penyampaian materi dan metode pendidikan yang menggunakan teknologi informasi untuk keperluan pengajaran, pembelajaran, pelatihan atau memperoleh pengetahuan kapan pun dan di mana pun. STIKOM Bali merupakan salah satu sekolah tinggi yang proses perkuliahannya sudah menggunakan e-learning. Salah satu komponen penting yang dapat meningkatkan ketergunaan e-learning adalah segi tampilan antar muka atau yang biasa disebut dengan user interface. Tampilan antar muka e-learning STIKOM Bali penting bagi penguna untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Pengujian dilakukan dua tahap yaitu pengujian usability dan pengujian aspek user interface. Dari hasil pengujian usability diperoleh Permasalahan usability website e-learning STIKOM Bali rendah dilihat dari hasil evaluasi heuristik dimana aspek H4, H6,H9 sedangkan H1,H2,H3,H5,H7,H8,H10 permasalahan usability rendah. Pada pengujian aspek user interface diperoleh hasil baik.