cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 624 Documents
PERAN SOSIAL MEDIA DALAM MENINGKATKAN DIGITAL BRANDING PERUSAHAAN JASA Ni Putu Lely Handayani; Dr. GN. Joko Adinegara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.131 KB)

Abstract

ABSTRAKDigital Branding merupakan suatu proses yang bermanfaat untuk membangun dan membingkai brand suatu perusahaan jasa secara online, terutama menggunakan sosial media seperti Instagram, Youtube, Tiktok, Facebook dan masih banyak lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting dan efektifnya membangun digital branding dalam mengembangkan suatu perusahaan jasa baik dari sisi pengenalan produk jasa dan promosi, agar lebih dikenal oleh konsumen di dunia digital serta menjaga citra baik suatu perusahaan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif eksploratif yang didukung berbagai referensi dan pengalaman penulis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dengan digital branding secara signifikan mempengaruhi citra suatu perusahaan. Membangun digital branding membuat suatu perusahaan bisa lebih mudah di ingat oleh konsumen dengan mengadopsi tren yang sedang berlangsung saat ini. Digital Branding juga terbukti dapat meningkatkan bisnis karena citra perusahaan yang positif akan memberikan nilai peluang investasi yang lebik menarik. Apabila digital branding dipelihara dengan baik dalam jangka panjang, maka akan memperkuat brand itu sendiri dan menempatkan brand tersebut pada posisi strategis dalam industrinya di antara competitor yang sejenis. Brand yang positif juga memberikan kepercayaan kepada konsumen sehingga konsumen tersebut akan merekomendasikan perusahaan jasa kepada orang lain, ini juga akan membantu meningkatkan revenue suatu perusahaan jasa.Kata kunci: Digital Branding, Sosial Media, Citra Perusahaan.ABSTRACTDigital Branding is a useful process to build and create the brand of a service online company, especially using social media such as Instagram, Youtube, Tiktok, Facebook and many more. The purpose of this research is to find out how important and effective it is to build digital branding in developing a service company both in terms of product introduction services and promotions, so that the company is better known by consumers in the digital and it can maintain a good image of a company. This research method uses an exploratory qualitative research methods supported by various references and the author’s experience. The results of the research obtained that digital branding significantly affects the image of a company. Building digital branding makes a company easier for consumers to remember by adopting current trends. Digital branding is also proven to increase business because a good image of the company will provide more attractive investment opportunities. If digital branding is well maintained in a long term, it will strengthen the brand itself and the position of the brand in strategic position among similar competitors. In addition, A positive brand gives trust to consumers so that the consumers will recommend service company to others, this will help to increase the revenue of our company.Keywords: Digital Branding, Social Media, Brand Image.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN COFFEE SHOP DI KINTAMANI DI MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PENDEKATAN MODEL TINGKAH LAKU KERBY Ni Luh Ayu Tiara; Listiyani Dewi Hartika; Wiriana .
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.023 KB)

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 telah banyak membuat perubahan yang begitu drastis di berbagaisektor, salah satunya adalah pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaranperilaku konsumen coffee shop di Kintamani yang melakukan kunjungan di masa pandemicCOVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Analisis datamenggunakan statistic deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 partisipan yangdiperoleh menggunakan teknik kuota sampling. Terdapat satu instrument pengukuran yangdigunakan dalam penelitian ini, yakni skala perilaku konsumen dengan lima indikator yangdisusun berdasarkan teori model tingkah laku Kerby. Instrument penelitian telah melalui tigauji coba alat ukur, yakni uji validitas isi dari 3 orang expert judgement dan memperoleh hasil0.4167-1, validitas alat ukur dengan hasil dari 0.393-0.745 dan reliabilitas sebesar 0.935dari 37 orang responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner onlineyang terdiri dari 30 butir pernyataan. Hasil uji menunjukkan bahwa perilaku konsumencoffee shop yang melakukan kunjungan di masa Pandemi COVID-19, di dominasi olehindiKator social dengan hasil rata-rata 22.5 dan persentase 22.5% yang didukung oleh hasilkategorisasi perindikator yang menunjukkan indicator sosial termasuk ke dalam kategoritinggi, dengan jumlah 69 orang dan persentase 71.9%.Kata kunci: coffee shop, model tingkah laku kerby, perilaku konsumen.
PERANAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TIBUBENENG KUTA UTARA Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.002 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis Peran BUMDes Gentha Persada dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan, serta untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisa faktor pendukung dan penghambat BUMDes Gentha Persada dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tibubeneng. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dibatasi oleh dua fokus penelitian yaitu (1) Peran BUMDes Gentha Persada dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tibebeneng (2) Faktor Pendukung dan Penghambat BUMDes Gentha Persada dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tibubeneng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BUMDes Gentha Persada dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui unit unit usaha yang dikelola dibawah BUMDes serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Faktor-faktor pendukung BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah potensi berkembangnya Desa Tibubeneng di sektor ekonomi cukup tinggi karena terletak di daerah Kuta Utara yang memiliki potensi perkembangan pariwisata yang cukup baik dan sumber daya manusia yang mendukung sedangkan faktor penghambat diantaranya BUMDes belum maksimal memberikan sosialisasi program BUMDes di masyarakat, belum maksimal dalam pengembangan bisnis dan ekonomi, masyarakat masih berpikir dalam lingkup banjar sehingga belum maksimal dalam mendukung program BUMDes, memerlukan dukungan seluruh unsur masyarakat baik adat maupun dinas, sumber daya manusia potensial yang dimiliki desa lebih memilih bekerja di instansi lain.Kata kunci: Peranan, BUMDes, Kesejahteraan.
LATIHAN NAFAS DALAM MENINGKATKANDAYA TAHAN MENYELAM DIVEMASTERDI PANTAI SEMAWANG, SANUR, DENPASAR Antonius Tri Wahyudi; Indah Pramita; I.G.A Putu Darmaja
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.045 KB)

Abstract

ABSTRAKMenyelam merupakan kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air yang dapat mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh.Divemaster berisiko mengalami kelelahan secara umum akibat durasi menyelam. Kelelahan ditandai adanya nilai VO2 max dan nilai kapasitas vital paru dibawah normal, serta keterbatasan ekspansi sangkar toraks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latihan nafas dalam mampu meningkatkan daya tahan menyelam divemaster.Desain penelitian pre-ekspiremental dengan rancangan one group pre and post test design denganteknik pengambilan sampel non probability sampling. Sampel penelitian berjumlah 10 orang divemaster di pantai Semawang Sanur Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian bahwa latihan nafas dalam mampu meningkatkan durasi menyelam secara bermakna dari 140 menit sampai dengan 160 menit, rerata selisih peningkatan durasi menyelam adalah 1,46 dengan nilai p=0,00 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa latihan nafas dalam mampu meningkatkan daya tahan menyelam divemaster secara signifikan.Kata kunci: divemaster, daya tahan menyelam, sangkar toraks, latihan nafas dalamABSTRACTDiving is an activity under water that can affect the structure and function of the body. Dive mastesr at risk of fatigue in general due to the duration of diving. Fatigue marked the value of VO2 max and the value of vital capacity of the lung below normal, as well as limited expansion of the thoracic cage. The purpose of this research is to know the deep breathing exercise in able to increase dive master diving endurance. Pre-experimental research design with one group pre and post-test design with non-probability sampling technique. The sample amounted to 10 dive masters at Semawang Beach Sanur Denpasar. The results obtained were in deep breathing exercises and could increase the duration of the dive significantly from 140 minutes to 160 minutes,the mean difference of the increase in the duration of the dive was 1.46 with the value of p = 0.00 (p <0.05). Indicating that deep breathing exercise was able to significantly increase divemasters’ diving endurance.Keywords: divemaster, diving endurance, thoracic cage, deep breathing exercise
METAFUNGSI BAHASA DAN ANALISIS VISUAL FILM PENDEK “1/0 INFINITY” KARYA YESHEIS INDONESIA Gina Ivana Mambrasar; Natasya Ivana Bunmo; Cakra Sagiarta Lee; Putu Chrisma Dewi; Putu Chris Susanto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.78 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur metafungsi bahasa dalam film pendek dengan menggunakan multimodalitas dan unsur visual, sebuah teori yang dikemukakan oleh Kress dan van Leeuwen, mengikuti penelitian sebelumnya yang dikembangkan oleh Halliday dalam bidang linguistik fungsional sistemik (SFL) yang menyajikan metafungsi bahasa yang terdiri dari metafungsi ideasional, metafungsi interpersonal, dan metafungsi tekstual. Dalam multimodalitas, metafungsi bahasa gambar terdiri dari metafungsi representasional yang sesuai dengan metafungsi ideasional; metafungsi interaksional yang sesuai dengan metafungsi interpersonal; dan metafungsi komposisi yang sesuai dengan metafungsi tekstual. Dalam melakukan penelitian ini, metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi unsur-unsur metafungsi bahasa dalam film pendek “1/0 Infinity” karya YesHeIs Indonesia. Data diambil dengan memilih percakapan mini dan elemen visual dalam film pendek.Keywords: bahasa, elemen visual, metafungsi interpersonal, film pendek.
ANALISIS PEMANIS BUATAN SAKARIN PADA PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.994 KB)

Abstract

ABSTRAKKeamanan pangan jajanan sampai saat ini masih perlu mendapat perhatian karena adanya penggunaan bahan tambahan illegal, penggunaan bahan tambahan pangan melebihi kadar yang diijinkan serta mutu dan keamanan mikrobiologis yang tidak memenuhi syarat. Saat ini masih banyak penggunaan pemanis buatan dalam berbagai makanan maupun minuman yang dijual bebas dengan kadar yang melebihi ambang batas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan sakarin dan mengetahui kadar sakarin tersebut memenuhi syarat atau tidak dengan batas maksimum yang diijinkan pada minuman tanpa merek tanpa label yang disiapkan dan dijual oleh pedagang di kantin sekolah dasar Kecamatan Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei dan eksperimen di laboratorium. Jumlah sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Selatan yaitu 72 sekolah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 145 jenis minuman tanpa merek tanpa label yang disiapkan dan dijual oleh kantin sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Selatan. Jumlah sampel hasil sampling yaitu 110 sampel. Parameter pemanis buatan sakarin diuji kuantitatif secara KCKT/ HPLC. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 sampel yang mengandung sakarin 39 sampel (35.45%) dan kadar sakarin seluruh sampel memenuhi syarat sesuai dengan batas maksimum yang diijinkan mengacu pada Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 4 Tahun 2014.Kata kunci: pemanis buatan, sakarin, pangan jajanan
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL BUDAYA BALI PADA PEMBELAJARAN DESIGN GRAFIS DI KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 SAWAN I Gede Jaka Mahendra; Kadek Agus Hendra Pujawan
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.542 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang ditemukan di SMK Negeri 1 Sawan yaitu kurang adanya media yang sesuai dengan materi design grafis, media yang ada cenderung bersifat linear, tidak ada pengontrol dan berjalan sekuensial yang tidak sesuai dengan karakter peserta didik. Selain itu alokasi waktu yang diberikan disekolah kurang, kurangnya respon siswa terhadap materi design grafis yang berdampak ke KKM pelajaran design grafis. Melihat masalah dan kondisi tersebut, perlu di kembangkan sebuah pembelajaran berbasis audio visual/multimedia, karena memberikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, baik memperoleh informasi sampai menyesuaikan suatu informasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi multimedia mampu memberi kesan yang besar dalam bidang komunikasi dan pendidikan karena bisa mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah, (1) Mendeskripsikan rancang bangun Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual Budaya Bali Pada Pembelajaran Design Grafis di Kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Sawan. (2) Mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain dan ahli media terhadap Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual Budaya Bali Pada Pembelajaran Design Grafis di Kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Sawan. (3) Mendeskripsikan tanggapan user/guru pengajar mata pelajaran design grafis terhadap pengembangan Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual Budaya Bali Pada Pembelajaran Design Grafis di Kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Sawan.(4) Mendeskripsikan tanggapan siswa dalam bentuk uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan terhadap Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual Budaya Bali Pada Pembelajaran Design Grafis di Kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Sawan. Model yang digunakan dalam pengembangan yaitu model Dick and Carey. Setelah melakukan beberapa proses ujicoba, hasil yang diperoleh dalam penelitian pengembangan ini menunjukan bahwa Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual Budaya Bali layak digunakan pada mata pelajaran design grafis di kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Sawan.Kata kunci: Multimedia Interaktif, Dick and Carey, Design grafisABSTRACTThe problems found at SMK Negeri 1 Sawan were there are unsuficient media that appropriate with design grafis lesson, the existing media tends to be linear, there are no controllers and sequential runs that do not match the character of the learner. In addition, the time allotment given at schools is not enough, and also the lack of students’ responses to design grafis materials so it impacted to the KKM design grafis lessons. Seeing these problems and conditions, it needs to develop a learning based on an audio-visual/multimedia, because it provides great potential in changing the way a person to learn, either obtain information to adjust the information. It cannot be denied that multimedia technology is able to give a big impression in the field of communication and education because it can integrate text, graphics, animation, audio and video. So, the aims of this research were (1) describe the design of Interactive Multimedia Development based on contextual balinese culture on Design Grafis learning in class X Multimedia of SMK Negeri 1 Sawan. (2) Describe the response of content expert, design expert and media expert about Interactive Multimedia Development based on contextual balinese culture on Design Grafis learning in class X Multimedia of SMK Negeri 1 Sawan. (3) Describe the response of user/teacher who teaches design grafis about Interactive Multimedia Development based on contextual balinese culture on Design Grafis learning in class X Multimedia of SMK Negeri 1 Sawan. (4) Describe the response of the students in the form of individual trial, small group trial, and field trial of Interactive Multimedia Development based on contextual balinese culture on Design Grafis learning in class X Multimedia of SMK Negeri 1 Sawan. The model used in the development of Dick and Carey model. After doing some testing process, the result obtained in this research development shows that Interactive Multimedia Development based on contextual Balinese culture is proper to be used in design grafis lesson at class X Multimedia SMK Negeri 1 Sawan. Keywords: Interaktive Multimedia, Dick and Carey, Design grafis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK PGRI 1 BADUNG Ni Wayan Eka Yuliastrini; I Ketut Suartana; Maria Fransiska
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.235 KB)

Abstract

ABSTRAKJudul penelitian ini ”Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis ProblemBased Learning Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa. Penelitian ini dilatar belakangi olehrendahnya minat dan hasil belajar siswa karena penerapan model pembelajaran yang kurangmenarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajarpada siswa kelas XI TB1 SMK PGRI 1 Badung dalam mata pelajaran tata hidangan yangmenggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.Penelitian yang digunakanadalah jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif PTK, dengan jumlah sampel sebanyak 34siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner untuk mengukurminat belajar serta tes esaay untuk mengukur hasil belajar siswa.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan model pembelajaran problem based learning terjadi suasanapembelajaran yang menyenangkan sehingga hasil belajar siswa meningkat, yaitu dari minatdan hasil belajar siklus I ke siklus II terdapat peningkatan, pada siklus I jumlah Persentasererata skor minat belajar siswa 69,65% sedangkan pada siklus II mendapatkan skor 79,68%,terjadi peningkatan sebesar 10,03%. Pada hasil belajar siklus I mencapai persentase rerata72,68%, sedangkan pada siklus II 82,66%, terjadi peningkatan sebesar 09,98%. Penerapanmetode problem based learning dalam penelitian ini telah dikatakan berhasil meningkatkanminat dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan salah satumetode belajar yang dapat digunakan pada pembelajaran tata hidang untuk meningkatkanminat dan hasil belajar siswa.Kata kunci: model pembelajaran blended learning berbasisi problem based learning, minatdan hasil belajar
GAMBARAN PERILAKU WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG DI TEMPAT HIBURAN MALAM TERKAIT TINGGINYA HIV/AIDS DI DENPASAR Candra Puspitasari; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.598 KB)

Abstract

ABSTRACTData from the Ministry of Health in 2013 showed that Bali was ranked third in HIV / AIDS in Indonesiaand Denpasar is the highest ranked city with HIV / AIDS case in Bali. Bali is an island that is famousas a tourist destination so that there are many entertainment venues including nightclubs such as,cafes, discos, and karaoke that are vulnerable to sex transactions. Female sex workers are dividedinto two types, they are direct and indirect sex workers. Female sex workers do not directly sellthemselves independently and covertly. HIV / AIDS transmitted through risky sex and changingpartners. The research using qualitative methods with the design of the case study was conductedwith the aim to find out the description of the behavior of female indirect sex workers in nightclubsrelated to the high HIV / AIDS in Denpasar. The description of this behavior concerns thecharacteristics of the informant, the perceptions of the informant, the drive to act, and the motivesof the informant to plunge into the prostitution. The results of in-depth interviews with informantsbroadly showed that all informants showed positive behavior towards the spread of HIV / AIDS.Keyword: behavior, indirect female sex worker, nightclubs, HIV/AIDSABSTRAKData dari Dinas Kesehatan pada Tahun 2013 menunjukkan bahwa Bali menduduki peringkatketiga HIV/AIDS di Indonesia dan Denpasar adalah kota dengan HIV/AIDS tertinggi di Bali. Balimerupakan pulau yang terkenal sebagai destinasi wisata sehingga banyak tersedia tempat hiburantermasuk tempat hiburan malam seperti club malam, café, discotic, dan karaoke yang rawan sebagaitempat transaksi seks. Wanita pekerja seks terbagi atas dua jenis yaitu wanita pekerja seks langsungdan wanita pekerja seks tidak langsung. Wanita pekerja seks tidak langsung menjajakan dirinyasecara mandiri dan terselubung. Penularan HIV/AIDS salah satunya adalah dengan melakukanhubungan seks berisiko dan bergonta-ganti pasangan. Penilitian menggunakan metode kualitatifdengan rancang bangun studi kasus ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaranperilaku wanita pekerja seks tidak langsung di tempat hiburan malam terkait tingginya HIV/AIDS diDenpasar. Gambaran perilaku ini menyangkut karakteristik informan, persepsi informan, doronganuntuk bertindak, dan motif informan untuk terjun ke dunia prostiusi. Hasil dari wawancara secaramendalam dengan informan secara garis besar menunjukkan bahwa seluruh informan menunjukkanperilaku positif terhadap penyebaran HIV/AIDS.Kata kunci : perilaku, wanita pekerja seks tidak langsung, tempat hiburan malam, HIV/AIDS.
PERUBAHAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA DAN DISTRICT OEKUSI-TIMOR LESTE Kamilaus Konstanse Oki
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.941 KB)

Abstract

ABSTRAKTimor Tengah Utara merupakan kabupaten di Provinsi NTT berbatasan dengan distric Oekusi-Timor Leste. Masyarakat kawasan perbatasan kedua negera memiliki hubungan emosional karena terikat kekerabatan. Modal sosial memiliki pengaruh perubahan kelembagaan dan perdagangan lintas batas. Pelaku pasar perbatasan adalah eksportir, kuliner, money changer. Permasalahan dalam penelitian, bagaimana pengaruh modal sosial, perdagangan lintas batas terhadap perubahan kelembagaan. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan menginterpretasi pengaruh modal sosial, perdagangan lintas batas terhadap perubahan kelembagaan. Penelitian dilakukan di perbatasan kabupaten TTU. Alat analisa digunakan adalah PLS. Hasil analisis, hubungan langsung modal sosial terhadap perdagangan lintas batas positif, nilai outor loading 0,837 dan terhadap perubahan kelembagaan 0,310. Hubungan perdagangan lintas batas dengan perubahan kelembagaan 0,628. Rata-rata indikator pembentuk variabel perdagangan lintas batas dan perubahan kelembagaan diatas 0,6. Hubungan antara modal sosial, perdagangan lintas batas, dan perubahan kelembagaan baik secara langsung maupun tidak langsung, positif.Kata kunci: modal sosial, perdagangan lintas batas, perubahan kelembagaanABSTRACTTimor Tengah Utara is a district in the province NTT bordering on the district Oekusi-Timor Leste. The community of the two border regions has an emotional connection due to kinship. Social capital has the influence of institutional change and cross-border trade. Border market actors are exporters, culinary, money changers. Problems in research, how the influence of social capital, cross-border trade on institutional change. The research objective is to analyze and interpret the influence of social capital, cross-border trade on institutional change. The research was conducted at the border of TTU district. The analyzer used is PLS. The results of the analysis, the direct relationship of social capital to cross-border trade is positive, the outor value is 0.837 and the institutional change is 0.310. Cross-border trade relations with institutional changes are 0.628. The average indicator forming cross-border trade variables and institutional changes above 0.6. The relationship between social capital, cross-border trade, and institutional changes both directly and indirectly, is positive.Keywords: social capital, cross-border trade, institutional change