cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sinaptek@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)
ISSN : -     EISSN : 28100867     DOI : -
Prosiding SINAPTEK adalah forum ilmiah bagi dosen untuk memublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan, inovasi, dan aplikasi teknologi tetap guna yang berdampak nyata. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para akademia, peneliti, dan pengabdi sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan serta bagi masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK" : 35 Documents clear
SINERGI TIGA PILAR PEMBANGUNAN DALAM PARIWISATA BERKELANJUTAN I Gusti Agung Gede Suryadarmawan; Ni Putu Sukanteri; I Made Suryana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.84 KB)

Abstract

ABSTRAKPemerintah kabupaten Tabanan sejak tahun 2010 telah mencanangkan beberapa gebrakan yang sangat menyentuh kehidupan masyarakat perdesaan terutama petani, peternak dan rumah tangga miskin melalui Gerakan Pembangunan Pangan (Gerbang pangan) Serasi, Gerakan Pembangunan Ekonomi Kemasyarakatan (Gerbang Emas Serasi), Gerbang Wisata (Dewi) dan yang terakhir adalah Gerbang Besar Serasi. Gerakan-gerakan pembangunan tersebut berjalan bersinergi dan berbasis desa. Pemerintah Kabupaten Tabanan merencanakan untuk memacu pembangunan bidang pertanian mulai tahun 2016 guna mempertahankan daerah Tabanan sebagai "lumbung beras" sekaligus menjadikannya sektor andalan. Pemda Tabanan sejak tahun 2010 telah mencanangkan beberapa gebrakan yang sangat menyentuh kehidupan masyarakat perdesaan terutama petani, peternak dan rumah tangga miskin melalui Gerakan Pembangunan Pangan (Gerbang pangan) Serasi, Gerakan Pembangunan Ekonomi Kemasyarakatan (Gerbang Emas Serasi), Gerbang Wisata (Dewi) dan yang terakhir adalah Gerbang Besar Serasi. Gerakan-gerakan pembangunan tersebut berjalan bersinergi dan berbasis desa. Pemerintah Kabupaten Tabanan merencanakan untuk memacu pembangunan bidang pertanian mulai tahun 2016 guna mempertahankan daerah Tabanan sebagai "lumbung beras" sekaligus menjadikannya sektor wisata agro. Desa Gunung Salak adalah salah satu desa yang dicanangkan sebagai desa wisata agro. Secara Topografi Desa Gunung Salak adalah daerah dengan perbukitan dan terasering yang sangat indah, Panorama Perkebunan yang sangat luas .sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan kepariwisataan seperti wisata Treking, Wisata Agro maupun wisata Relegius. Didesa Gunung salak judga terdapat lokasi yang sangat potensi seperti : Air Terjun Br. Kanciana, Goa Lindung di Br Gunung Salak, View Persawahan dan Perkebunan yang yang sangat indah, Areal Wisata treking /Oprouder, Sanggar Lukisan Kresnadana, Tari tradisional Okokan mebarung Br Apit Yeh Dan didukung oleh keramah tamahan penduduk. Ketua Tim Pengembangan Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar I Gusti Agung Gede Suryadarmawan, ST.MT telah melakukan beberapa pembinaan industri pendukung Desa Wisata Gunung Salak, seperti kuliner yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani Mawar dan Kenanga. Keberhasilan desa Gunung Salak menjadi desa Wisata memerlukan komitmen semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan pelaku wisata.Kata kunci: agro wisata, terasering, tiga pilar, pembangunan berkelanjutanABSTRACK The Tabanan District Government Since 2010 Has Launched A Number Of Moves That Have Touched The Lives Of Rural Communities, Especially Farmers, Ranchers And Poor Households Through The Food Development Movement (Food Gate) Serasi, Community Economic Development Movement (Serasi Gold Gate), Tourism Gate (Dewi) And The Last Is The Great Gate Of Serasi. These Development Movements Run In Synergy and Are Village-Based. The Tabanan District Government Plans To Spur The Development Of Agriculture In 2016 To Maintain The Tabanan Area As A "Rice Barn" While Also Making It A Mainstay Sector. The Tabanan Regional Government Since 2010 Has Launched Several Breakthroughs That Have Touched The Lives Of Rural Communities, Especially Farmers, Farmers And Poor Households Through The Food Development Movement (Food Gate) Serasi, The Community Economic Development Movement (Gold Gold Gate), Tourism Gate (Dewi) And The The Last Is The Great Gate Of Serasi. These Development Movements Run In Synergy and Are Village-Based. The Tabanan Regency Government Plans To Spur The Development Of Agriculture In 2016 To Maintain The Tabanan Area As A "Rice Barn" While Also Making It An Agro Tourism Sector. Gunung Salak Village Is One Of The Villages Proclaimed As An Agro Tourism Village. In Topography, Gunung Salak Village Is An Area With Very Beautiful Hills And Terraces, Panorama Perkebunan Is Very Wide, so It Has The Potential To Be Developed For Tourism Such As Treking Tourism, Agro Tourism And Religius Tourism. In The Area Of Salak Judga Mountain, There Is A Very Potential Location Such As: Waterfall Br. Kanciana, Protected Goa At Mount Salak Br, View Of Rice Fields And Very Beautiful Plantation, Oprouder Trekking Area, Lukisan Kresnadana Studio, Okokan Mebarung Br Apit Yeh Traditional Dance And Supported By People's Hospitality. Chairperson Of Denpasar Mahasaraswati University Regional Partnership Development Team (Pkw) I Gusti Agung Gede Suryadarmawan, St.Mt Has Carried Out Several Coaching Industries Supporting Gunung Salak Tourism Village, Such As Culinary Produced By Mawar And Kenanga Farmer Women Groups. The Success of The Gunung Salak Village As A Tourism Village Requires The Commitment Of All Parties, Including The Government, Community And Tourism Actors.Keywords: Agro Tourism, Terracing, Three Pillars, Sustainable Development
PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI SARANA KREATIVITAS ANAK-ANAK LKSA BADUNG Putu Chrisma Dewi; Ni Luh Rimpiati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.268 KB)

Abstract

ABSTRAKLKSA Widhya Asih Badung merupakan salah satu dari 6 (enam) cabang LKSA Widhya Asih yang tersebar di seluruh Bali. Masing-masing berlokasi di Badung, Melaya, Blimbingsari, Singaraja, Bangli, dan Amlapura. LKSA Widhya Asih Badung memerlukan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas anak asuh agar memiliki daya saing dan jiwa wirausaha. Sebanyak 42 anak terlibat dalam kegiatan ini dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok dilatih untuk membuat produk dari barang bekas, seperti hiasan natal dan vas bunga. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak dalam memanfaatkan barang bekas agar memiliki nilai ekonomis serta mampu memikat konsumen sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan mereka. Kata kunci: pelatihan, kreativitas, barang bekas
SAMPAH SEBAGAI BERKAH DALAM PENGELOLAAN KESEHATAN LINGKUNGAN Tjokorda Istri Praganingrum; Ida Bagus Suryatmaja; Ni Gusti Agung Gde Eka Martiningsih
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.551 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan yang ada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari kepentingan pembangunan akibat pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan akan ruang. Tidak terkontrolnya peningkatan jumlah timbulan sampah berkorelasi dengan produksi sampah baik sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah lainnya yang berkaitan dengan berbagai kegiatan masyarakat. Penting dilakukan upaya menemukan solusi yang tepat dalam rangka penyehatan lingkungan. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik melalui metode model Tecnology Transfer (TT), dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dikenal dengan mikroorganisme lokal (MoL), sedangkan untuk sampah anorganik dapat dilakukan pemilahan yang akan memberikan keuntungan ganda yaitu berkurangnya beban lingkungan akibat sampah dan bisa menjadi berkah bagi masyarakat karena dapat memberikan nilai tambah dalam hal financial.Kata kunci: sampah, pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, berkahABSTRACTThe current environmental problems, indeed, is considered as the impact of development interests due to increase in population and the need for space. The uncontrolled raise in amount of waste correlates with either production of household, industrial, or other kind of waste related to various activities done by society. It is important to make efforts to find the right solution in the context of environmental health. One of them is by empowering the community in both organik and inorganik waste management through the Technology Transfer (TT) model, and the application of Effective Technology (ET). Management of organik waste, seen as the products, can be used as liquid organik fertilizer known as local microorganisms (Mikroorganisme Lokal; MoL), while for inorganik waste sorting, in result, will either provide a dual advantage of reducing environmental burden due to waste or being an advantage for the community for providing add-value in financial terms.Keywords: garbage, community empowerment, environmental health, advantage
KAMPANYE EDUKASI MASYARAKAT SERTA PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Listiyani Dewi Hartika; Agnes Utari Hanum Ayuningtias; Edwin Adrianta Surijah; Ari Indra Dewi; I Rai Hardika; Ni Ketut Jeni Adhi; Dermawan Waruwu; I Wayan Damayana; Tio Rosalina
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.23 KB)

Abstract

ABSTRAKOrang dengan Skizofrenia (ODS) seringkali mendapat perlakuan buruk dari masyarakat karena dianggap ‘gila’, tidak dapat mandiri, dan tidak mendapat hak-hak seperti yang dimiliki oleh masyarakat lainnya. Diskriminasi ini yang menggerakkan terciptanya kerja sama dengan rumah berdaya untuk membuat suatu program yang dapat mendekatkan ODS dengan masyarakat. Program ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pendampingan psikologis ODS yang berlokasi di Rumah Berdaya, kampanye kesehatan mental bersama ODS di Lapangan Lumintang, ditutup dengan seminar dan talkshow bersama ODS di Aula Universitas Dhyana Pura. Dari rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih membuka diri terhadap kehadiran ODS yang telah pulih dalam lingkungan sekitar mereka. Di sisi lain, program ini juga diharapkan dapat membantu ODS dalam menyesuaikan diri di lingkungan sekitar mereka setelah masa pengobatan Skizofrenia selesai dilakukan. Jadi, program ini tidak hanya berguna bagi pihak ODS dan keluarga, namun juga masyarakat umum yang belum memiliki pemahaman tentang gangguan skizofrenia.Kata kunci: Skizofrenia, Rumah Berdaya Denpasar, BaliABSTRACTPeople with Schizophrenia (ODS) often get bad treatment from the community because they are considered 'crazy', cannot be independent, and do not get rights like those of other communities. This discrimination drives the creation of cooperation with empowered homes to create a program that can bring ODS closer to the community. The program consists of three parts, namely the psychological assistance of ODS located in Rumah Berdaya, a mental health campaign with ODS at Lumintang Field, closed with seminars and talk shows with ODS at the Dhyana Pura University Hall. From the series of activities, it is expected that the community can be more open to the presence of ODS who have recovered in their surroundings. On the other hand, this program is also expected to help ODS in adjusting to the environment around them after the completion of the Schizophrenia treatment. So, this program is not only useful for ODS and families, but also for the general public who do not yet have an understanding of schizophrenic disorders.Keywords: Schizophrenia, Rumah Berdaya Denpasar, Bali
PENDAMPINGAN KELOMPOK SADAR WISATA DESA CATUR KINTAMANI MENUJU DESA WISATA YANG KEKINIAN Monica Wulandari; Putu Chris Susanto; I Made Andityawan; Jessica Barbara Sinlae; Rheza Paleva Wiryadikara; Anak Agung Kompiang Adiada
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.51 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Catur yang berlokasi di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli memiliki potensi sebagai desa wisata, dengan mengutamakan kopi sebagai salah satu daya tarik unggulan beserta keindahan alam, perpaduan budaya bali dan etnis Tionghoa, perkebunan jeruk di sela-sela bunga gumitir dan tanaman herbal. Berdasarkan hal tersebut, luaran dari program kreatifitas mahasiswa untuk pengabdian masyarakat adalah mewujudkan Desa Catur Kintamani sebagai desa wisata kekinian berbasis masyarakat. Tim menyusun strategi pelaksanaan yang berupa inventori dan dokumentasi untuk mendalami lebih pasti kendala-kendala yang menghalangi, sesi konsultasi, penyuluhan dan pemberian pelatihan. Melalui metode pelaksanaan yang dijalankan, tim telah berhasil mencapai beberapa hal penting yaitu terlibat sebagai penggagas dalam terbentuk Pokdarwis Desa Wisata Catur, membuat promosi Desa Wisata Catur melalui sosial media yaitu Facebook dan Instagram, menginventori Desa Wisata Catur Kintamani dengan konsep 4A (atraksi, akses, fasilitas, dan kelembagan), mendesain logo dari Desa Wisata Catur Kintamani yang terpasang dalam 2 jenis x-banner dan t-banner di Desa Wisata Catur Kintamani, terbentuknya visi, branding, positioning, dan tagline dari Desa Wisata Catur Kintamani, mencetak brosur itinerary dan buku cerita legenda dari Pura Pebini yang terdapat pada Desa Wisata Catur Kintamani, memberikan pendampingan serta pelatihan, serta mendesain bersama spot swafoto untuk wisatawan.Kata kunci: desa wisata, atraksi, destinasi, pariwisata, pemasaran, media sosialABSTRACTCatur Village is located in Kintamani subdistrict, Bangli Regency, Bali. The village has great potential to become a community-based tourism destination with its Arabica coffee as its main draw, coupled with its natural beauty, assimilation between Balinese and Chinese culture, orange and marigold plantations as well as herbal medicinal plants. Based on these potential, the expected outcome from this student community development program is to realize Catur’s potential as community-based tourism village. The team deviced an implementation strategy to inventorize and document the potentials and obstacles faced by the village, providing consultation, assistance, and training. Through the various implementation methods, the team has been able to accomplish several important steps including the forming of Catur Tourism Committee, creating social media promotion for the tourism village through Facebook and Instagram, creating an inventory of Catur’s potential based on the 4A concept of tourism (attraction, accessibility, amenities, ancillary), designing a logo and printed promotional materials, assisting in the formulation of the vision, positioning, branding, posititioning, and tagline of the tourism village, as well as creating supported materials such as brochures, a booket of local folklore, as well as giving training and designing a selfie spot for tourists.Keywords: tourism, village, attraction, destination, marketing, social media
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA EDUKATIF (APE) DI GUGUS PAUD DHARMAWANGSA DENPASAR TIMUR Ni Made Ayu Suryaningsih; I Made Elia Cahaya; Christiani Endah Poerwati; Elizabeth Prima; Putu Indah Lestari; Ni Luh Rimpiati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.31 KB)

Abstract

ABSTRAKUpaya optimalisasi proses pembelajaran anak usia dini, dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi, pembelajaran dan permainan, sedangkan bagi guru merupakan sarana yang dapat membantu dalam penyampaian pembelajaran. namun terkait dengan pengadaan dan penggunaan APE dalam proses pembelajaran di PAUD, sering kali mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut terkait dengan keterbatasan pengadaan atau penggunaan APE. Keterbatasan penggunaan dikarenakan ketidakmampuan guru dalam memanfaatkan secara optimal APE yang sudah ada, sedangkan keterbatasan pengadaannya disebabkan oleh keengganan untuk membuat sendiri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengadakan suatu pelatihan pembuatan dan penggunaan APE dalam proses pembelajaran. Maka Program Studi PG-PAUD yang landasan ilmunya dalam bidang pendidikan, mengabdikan potensi dan kapasitasnya di tengah masyarakat, secara khusus pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan sasaran utama pendidik dan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat APE sesuai dengan kharakteristik anak usia dini, materi dan tujuan pembelajaran.Kata kunci: Alat Peraga Edukatif (APE), Pembelajaran, Anak Usia DiniABSTRACTEfforts to optimize the process of early childhood learning can be done by utilizing various learning media. Educational Teaching Aids (ETA) for early childhood plays an important role as a medium for stimulation, learning and games, while for teachers is a tool that can help in the delivery of learning. but related to the procurement and use of ETA in the learning process in PAUD, it often experiences problems. These problems are related to the limited procurement or use of ETA. The limited use is due to the teacher's inability to make optimal use of the existing ETA, while the limitations of its procurement are caused by the reluctance to make it themselves. The effort that can be done to overcome this problem is by holding a training on the making and use of ETA in the learning process. So the PG-PAUD Study Program, whose foundation is in the field of education, devotes its potential and capacity in the community, specifically to Early Childhood Education institutions with the main goal of educators and early childhood through the Community Service program providing training in knowledge and skills to make ETA in accordance with the characteristics of early childhood, material and learning objectives.Keywords: Educational Teaching Aids (ETA), Learning, Early Childhood
PKM PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN APE DALAM PEMBELAJARAN PAUD DI PAUD DUTA KASIH DALUNG, KECAMATAN KUTA UTARA I Made Elia Cahaya; Christiani Endah Poerwati; Ni Made Ayu Suryaningsih
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.408 KB)

Abstract

ABSTRAKPembelajaran pada anak usia dini menghendaki metode, kegiatan dan media yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Tingkat perkembangan kognitif anak 4-6 tahun masih berada pada tahap pra operasional konkrit, sehingga penggunaan media sangat membantu anak dalam mempelajari banyak konsep secara konkrit. Media juga membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran menjadi lebih menarik. Hasil wawancara dengan mitra diketahui bahwa penggunaan Alat Peraga Edukatif (APE) sebagai media pembelajaran kurang efektif karena keterbatasan penggunaan, ketersediaan dan keengganan membuat. Maka melalui program pengabdian kepada masyarakat ini kami menawarkan solusi bagi pengadaan maupun penggunaan APE sebagai media pembelajaran anak usia dini menjadi kreatif, efektif, efisien dan sesuai tujuan pembelajaran. Melalui metode workshop, demonstrasi, dan simulasi, diharapkan guru PAUD mampu membuat dan memanfaatkan APE sebagai media pembelajaran secara kreatif dan efektif, sehingga pembelajaran di PAUD menjadi lebih menarik, menyenangkan dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner selama proses pengabdian terjadi peningkatan kemampuan pendidik anak usia dini dalam membuat dan menerapkan APE dalam pembelajaran.Kata kunci: Alat Peraga Edukatif (APE), Pembelajaran, Anak Usia DiniABSTRACTLearning in early childhood requires methods, activities and media that are appropriate to the level of cognitive development of children. The level of cognitive development of children 4-6 years is still in the concrete pre-operational stage, so the use of media is very helpful in learning many concepts concretely. The media also helps teachers to convey learning material to be more interesting. The results of interviews with partners revealed that the use of Educative Teaching Aids (APE) as a learning medium was less effective because of limited use, availability and reluctance to make. So through this community service program we offer solutions for the procurement and use of APE as a medium for early childhood learning to be creative, effective, efficient and appropriate learning objectives. Through the method of workshops, demonstrations, and simulations, it is expected that PAUD teachers are able to create and utilize APE as a creative and effective learning medium, so that learning in PAUD becomes more interesting, fun and meaningful. Based on the results of observations and questionnaires during the service process there was an increase in the ability of early childhood educators in making and implementing APE in learning.Keywords: Educative Teaching Aids (APE), Learning, Early Childhood
BUKU KUMPULAN ABSTRAK SINAPTEK KUMPULAN ABSTRAK SINAPTEK
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1637.903 KB)

Abstract

BUKU KUMPULAN ABSTRAK SINAPTEK
KOLABORASI AKSI KONSERVASI UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE BAROS Aniek Prasetyaningsih; Djoko Rahardjo
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.945 KB)

Abstract

ABSTRAKUntuk mewujudkan kawasan ekowisata Mangrove Dusun Baros Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul dibutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak, membangun berkomitmen melakukan program pengembangan kawasan ekowisata mangrove. Program dilakukan selama 5 bulan, mulai bulan Mei – Nopember 2017 di Desa Tirtohargo Kretek Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan secara partisipatif, pendampingan kelompok, pengembangan kemitraan, pelaksanaan aksi konservasi dengan penanaman mangrove, penebaran bibit ikan dan kepiting. Identifikasi kebutuhan dan penyusunan program dilakukan dengan metode observasi dan Focus Grup Discusion dengan kelompok pemuda. Program pengembangan kemitraan dilakukan dengan penyelenggaraan serangkaian rapat koordinasi yang melibatkan multi pihak baik yang diselenggarakan di Fakultas Bioteknologi UKDW, di Desa Baros dan di Bappeda Kabupaten Bantul. Pelaksanaan aksi konservasi dilakukan dengan mobilisasi mahasiswa, masyarakat, dan aparat pemda terkait untuk membangun komitmen kolaborasi. Pelaksanaan program Kolaborasi Aksi Konservasi untuk mengembangkan Kawasan Ekowisata Mangrove Baros Kabupaten Bantul telah berhasil mempertemukan dan membangun komitmen para pihak untuk bersinergi melakukan aksi konservasi dan pendampingan kelompok masyarakat dalam pengembangan kawasan ekowisata mangrove.Kata kunci: Baros, kolaborasi, konservasi, mangrove
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN Wayan Eny Mariani; I Gede Totok Suryawan
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.073 KB)

Abstract

ABSTRAKKintamani sebagai salah satu objek wisata paling menarik di Bali memiliki berbagai potensi wisata mulai dari pemandangan gunung dan danau Batur, hotspring, trekking, camping, villa & home stay. Melihat potensi tersebut banyak muncul usaha di bidang pariwisata dalam bentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis). Dalam menjalankan operasionalnya pokdarwis ini mengalami berbagai hambatan mulai dari masalah pemasaran, pengelolaan keuangan, SDM, hingga masalah lingkungan. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu penyelenggaraan Focus Group Discussion yang menghadirkan pihak pemerintah, akademisi, dan praktisi pariwisata di Bangli untuk membahas permasalahan yang dihadapi, perancangan sebuah sistem untuk media pemasaran kedua mitra, serta penyelenggaraan pelatihan keuangan dan penggunaan sistem booking. Hasil penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersampaikannya berbagai permasalahan yang dihadapi para pelaku bisnis pariwisata di Caldera Batur kepada pihak terkait, terciptanya Online Booking And Payment System untuk kedua mitra, serta bertambahnya pengetahuan kedua mitra dalam pengelolaan keuangan.Kata kunci: Caldera, Pemasaran, Pengabdian, Keuangan, SistemABSTRACTKintamani as one of the most attractive tourism objects in Bali has a variety of tourism potentials ranging from mountain and lake views of Batur, hotspring, trekking, camping, villas & home stays. Seeing this potential, many businesses in the tourism sector appear in the form of tourism awareness groups (Pokdarwis). In carrying out its operations the pokdarwis experienced various obstacles like issues of marketing, financial management, human resources, and environmental problems. The solutions to the problems are the implementation of Focus Group Discussion which presents related tourism practitioners in Bangli to discuss the problems, designing a system for marketing media, organizing financial and using a booking system training. The results are conveyed the various problems faced by tourism businesses in Caldera Batur to related parties, the Online Booking And Payment System for two partners marketing media, increased knowledge of the partners in financial management.Keywords: Caldera, Marketing, Community Service, Finance, System.

Page 1 of 4 | Total Record : 35