cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sinaptek@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)
ISSN : -     EISSN : 28100867     DOI : -
Prosiding SINAPTEK adalah forum ilmiah bagi dosen untuk memublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan, inovasi, dan aplikasi teknologi tetap guna yang berdampak nyata. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para akademia, peneliti, dan pengabdi sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan serta bagi masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
BUILDING CUSTOMER AWARENESS AND ENGAGEMENT FOR EVLOGIA CAFE THROUGH INSTAGRAM MARKETING Thu Ngan Nguyen; Ni Luh Putu Indriani; Putu Chris Susanto; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Wayan Markus Arimatheo
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.398 KB)

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses the authors’ efforts in aiding Evlogia Cafe in Badung, Bali to gain new customers by increasing customer awareness, engagement, and number of followers on the Instagram account. Methods and activities carried out to reach those objectives include changing the username, bio, and story highlights of the business profile on Instagram, developing a schedule for feed posts and their individual captions, using hashtags, and creating challenges for customers. More followers, post interactions and reached accounts were the most noticeable results. It is expected that the improved social media presence builds customer awareness and engagement, which will ultimately benefit Evlogia Cafe in terms of business growth and reputation.Keywords: digital marketing, hospitality business, Instagram engagement, online marketing, SME, social media marketing
PENGELOLAAN KEUANGAN DI ERA MILENIAL BAGI SISWA SISWI DI SMA KRISTEN HARAPAN Putu Aristya Adi Wasita; Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani; Luh Diah Citra resmi Cahyadi; Rai Gina Artaninggrum; Ni Nengah Lasmini
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.701 KB)

Abstract

ABSTRAKPengelolaan keuangan sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu, khususnya bagi generasi milenial dalam hal siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Harapan Denpasar. Pengelolaan keuangan masih dianggap hal yang tabu bagi masyarakat Indonesia, begitu juga di kalangan generasi milenial. Tim Pelaksana Pengabdian Program Studi Akuntansi memberikan edukasi tentangan pengelolaan keuangan yaitu 1) siswa siswi diajarkan untuk membuat tabel skala prioritas skala kebutuhan, siswa siswi akan memilah kebutuhan yang kurang penting, lebih penting, kurang mendesak dan lebih mendesak. 2) siswa siswi diajarkan untuk membuat anggaran keuangan khususnya untuk waktu 1 (satu) bulan. Dengan demikian siswa siswi SMA Kristen Harapan dapat mengelola keuangan pribadinya secara mandiri sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan dari segi keuangan.Kata kunci: Edukasi, Pengelolaan Keuangan, Era Milenial, SMAK Harapan, BalABSTRACTFinancial management is very important for every individual, especially for the millennial generation in terms of Harapan Christian High School (SMAK Harapan) students in Denpasar. Financial management is still considered a taboo for the people of Indonesia, as well as among the millennial generation. The Implementation Team of the Accounting Study Program provides education on financial management opposition 1) students are taught to create a priority scale table of needs, students will sort out less important needs, more important, less urgent and more urgent. 2) students are taught to make financial budgets especially for 1 (one) month. Thus Harapan Christian High School (SMAK Harapan) students can manage their personal finances independently as a solid foundation for the financial future.Keywords: Education, Financial Management, Millennial Era, SMAK Harapan, Bali
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DESA WISATA WARISAN BUDAYA JATILUWIH, TABANAN, BALI I Gusti Bagus Rai Utama; Wayan Ruspendi Junaedi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.728 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah prioritas Jatiluwih sebagai Desa Warisan Budaya yang harus diselesaikan adalah kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan sanitasi, dan juga kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam aspek makanan dan minuman. Masalah lain yang segera menjadi prioritas adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam akomodasi yang telah dikelola oleh kelompok masyarakat di Jatiluwih. Setelah dinyatakan sebagai warisan budaya, banyak kendala yang dihadapi oleh desa terutama terkait dengan aspek pemasaran, akomodasi dan pengaturan kuliner. Kelompok usaha jasa akomodasi yang sudah ada di desa sangat membutuhkan bantuan terkait dengan manajemen rumah tangga dalam bentuk akomodasi sesuai agar dengan harapan wisatawan; Tampaknya kendala lain juga dihadapi oleh masyarakat desa, yaitu kendala pada aspek sanitasi makanan dan minuman yang dihadapi oleh kelompok bisnis jasa kuliner. Kelompok ini membutuhkan bantuan terkait dengan upaya mereka sehingga hidangan yang disediakan oleh kelompok layanan kuliner sesuai dengan harapan para wisatawan yang tinggal di desa tersebut. Hasil yang diharapkan dari bantuan pada dua kelompok bisnis ini adalah peningkatan kinerja kelompok yang mampu menyediakan akomodasi dan layanan kuliner yang sesuai dengan harapan wisatawan, baik dari aspek sanitasi yang sesuai budaya lokal.Kata Kunci : desa wisata, homestay, kuliner, hygiene dan sanitasi, wisatawan, kelompok masyarakat.ABSTRACTThe priority problem of Jatiluwih as Cultural Heritage Villages to be solved is the lack of knowledge about the hygiene and sanitation, and also the lack of knowledge and skills in food and beverage. The other problem that is immediately becoming a priority is the lack of knowledge and skills in accommodations that have been managed by community groups in Jatiluwih. After declaration as a cultural heritage, many obstacles faced by the village especially related to the aspects of marketing, accommodation and culinary arrangement. The accommodation services business group that already exists in the village is in dire need of assistance with housekeeping management in the form of accommodation in accordance with tourist expectations; it seems that another obstacle is also being faced by the village community, namely the constraints on food and beverage sanitation aspects faced by the culinary service business group. The group needed assistance with their efforts so that the dishes provided by the culinary services group were in line with the expectations of the tourists who stayed in the village. The expected outcome of the assistance in the two business groups is the increase in group performance that is able to provide accommodation and culinary services that are in accordance with the expectations of tourists, both from the aspect of sanitation, and local culture.Keywords: tourism villages, homestays, culinary, hygiene and sanitation, tourists, community groups.
PKM HIGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN MAKANAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DI DESA CATUR KABUPATEN BANGLI Ni Putu Widya Astuti; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.066 KB)

Abstract

ABSTRACTCatur village, bangli regency is one of the tourist villages in the province of bali. This village is very potential as a wista village because of its natural potential. One of the strengths of this village is its agriculture and natural resources in the form of waterfalls, historic caves and natural coolness. In supporting tourism in the chess village, the community develops a traditional home stay. But management is not done to the maximum. Particularly related to environmental sanitation and food hygiene activities there is no training and assistance so that sanitation hygiene practices have not been implemented. This partnership program provides a solution to solve the problem, which is to provide training and assistance in environmental sanitation and food hygiene to the tourism conscious group so that it can be implemented in a managed home stay.the result of this dedication is an increase in sanitation hygiene facilities at the homestay by 90%, an increase in participants' knowledge, namely the management of the homestay about the importance of environmental sanitation, food and personal hygiene by 80%. The conclusion in this service is a significant increase before and after the community service activities. Keywords: Catur village, home stay, environmental sanitation hygiene, food sanitation hygiene abstrakABSTRAKKata kunci: Desa Catur, Home Stay, Higiene Sanitasi Lingkungan, Higiene Sanitasi MakananPKM HIGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN MAKANAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DI DESA CATUR KABUPATEN BANGLI1Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Dhyana Pura; 2Program Studi Perekam Informasi Kesehatan, Universitas Dhyana PuraEmail: widyaastuti@undhirabali.ac.idDesa Catur, Kabupaten Bangli merupakan salah satu desa wisata di Provinsi Bali. Desa ini sangat berpotensi sebagai desa wista karena potensi alam yang dimiliki. Salah satu yang menjadi keunggulan desa ini yaitu pertaniannya dan sumber daya alam berupa air terjun, goa bersejarah dan kesejukan alamnya. Dalam mendukung pariwisata di Desa Catur, masyarakat mengembangkan home stay tradisional. Tetapi pengelolaan kurang dilakukan dengan maksimal. Khususnya terkait dengan kegiatan higiene sanitasi lingkungan dan makanan belum adanya pelatihan dan pendampingan sehingga belum terlaksana praktek higiene sanitasi. Program kemitraan ini memberikan solusi dalam menyelesaiakan masalah tersebut yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan higiene sanitasi lingkungan dan makanan pada kelompok sadar pariwisata sehingga dapat diterapkan di home stay yang telah dikelola.Hasil pengabdian ini yaitu terjadinya peningkatan fasilitas higiene sanitasi di homestay sebesar 90%, terjadi peningkatan pengetahuan peserta yaitu pengelola homestay tentang pentingnya higiene sanitasi lingkungan, makanan dan personal higiene sebesar 80 %. Kesimpulan dalam pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA KETERAMPILAN HAND HYGIENE SISWA MI TAWAKKAL DENPASAR Ni Wayan Desi Bintari; Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy; Ika Setyapurwanti; A.A. Gede Oka Widana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.496 KB)

Abstract

ABSTRAKProgram perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta hand hygiene merupakan upayapromosi kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keterampilan PHBS danhand hygiene perlu dilakukan sejak dini khususnya pada masa sekolah. Pembinaan lingkungansekolah sangat memungkinkan siswa untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi. Tujuanpelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasarsehingga dapat meningkatkan keterampilannya dalam melaksanakan PHBS dan hand hygienekhususnya di lingkungan sekolah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada siswa sekolah dasar diMadrasah Ibtidaiyah (MI) Tawakkal Denpasar. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkanedukasi terkait PHBS dan hand hygiene yang dilakukan pada siswa mampu meningkatkanpengetahuan siswa terhadap aktivitas PHBS dan hand hygiene. Hasil pre-test diketahui nilai rataratapengetahuan siswa terhadap PHBS sebesar 55,6 dan mengalami peningkatan pada post testmenjadi 84,8. Selain itu tingkat pengetahuan siswa terkait hand hygiene juga mengalamipeningkatan dari rata-rata 55,6 menjadi rata-rata 90,4. Edukasi terhadap hand hygiene juga dapatmeningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan teknik hand hygiene 7 langkah. Ditinjau dariefektivitas teknik hand hygiene yang dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan swab mikroba tangandiketahui sebanyak 55% siswa telah melakukan hand hygiene dengan sangat efektif. Sedangkansebanyak 45% siswa diketahui belum efektif dalam melakukan hand hygiene.Kata kunci: Mikroba tangan, Personal hygiene, Promosi kesehatan.
COVER PROSIDING SINAPTEK COVER PROSIDING SINAPTEK
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.755 KB)

Abstract

COVER PROSIDING SINAPTEK
PENGEMBANGAN USAHA MADU HUTAN AMRITA PURE HONEY DENGAN PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT Agung Kadek Indra Palguna; Ni Luh Juli Widyaningsih; Virginia Claudia Kaunang; Putu Chris Susanto
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.973 KB)

Abstract

ABSTRAKAmrita Pure Honey adalah sebuah brand produk madu hutan yang diprakarsai oleh AgungKadek Indra Palguna sejak November 2020. Produk yang dipasarkan adalah madu hutanmurni yang dipanen di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara dan dikemas di DesaSudimara,Kabupaten Tabanan, Bali. Permasalahan yang dihadapi adalah pada prosespengemasan madu yang masih dilakukan menggunakan teknik pengemasan konvensionalyang sebelumnya diberitahukan oleh orang tua yaitu menggunakan air hangat untukmencuci botol yang akan dipakai untuk mengemas madu. Karenanya, produsen belum dapatmenjamin bahwa madu yang dikemas benar-benar higienis. Maka dari itu, tim menerapkansiklus manajemen pengetahuan (Socialization, Externalization, Combination, Internalization)untuk meningkatkan kualitas pengemasan dan mengembangkan usaha Amrita Pure Honey.Berdasarkan proses wawancara dengan dosen Ilmu Gizi Universitas Dhyana Pura, timmengembangkan solusi berupa teknik dan stadardisasi prosedur pengemasan produk tahapdemi tahap sehingga produk madu dapat dikemas dengan terjaga kandungan gizinya danterjamin higienis. Dengan demikian, UMKM ini dapat memberikan jaminan kepada konsumendan dapat mencapai pangsa pasar yang lebih luas.Kata kunci: Produk madu, manajemen pengetahuan, proses pengemasan, higienis, SECI
PENERAPAN SIKLUS MANAJEMEN PENGETAHUAN SEBAGAI UPAYA PENDAMPINGAN UMKM SUSU KEDELAI MURNI DI DENPASAR BALI I Putu Max Mahardika; Agung Kadek Indra Palguna; Ida Bagus Kurniawan
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.637 KB)

Abstract

ABSTRAKSusu kedelai murni merupakan terletak di jl. Banteng, Danginpuri Kaja, Denpasar Timur – Bali. Merupakan sebuah UMKM yang menjual minuman berbahan dasar sari kedelai murni yang diperoleh dari proses panjang pengolahan kedelai sehingga menjadi susu yang siap untuk dikonsumsi. UMKM Susu Kedelai Murni ini dikelola oleh pemiliknya yaitu Bapak Putu Suastika dengan 5 karyawannya. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM susu kedelai murni saat ini ialah usaha ini belum memiliki kemasan yang menarik karena hanya dikemas dengan botol plastik polos 600 ml yang tidak berisikan label kemasan serta akun sosial media untuk memasarkan produk susu kedelai murni ini untuk memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan ialah pendampingan kepada mitra, yang bertujuan untuk menganalisis usaha tersebut untuk dapat mengetahui kendala yang dihadapi oleh mitra, selanjutnya dengan memberikan pendampingan kepada mitra terkait siklus manajemen pengetahuan (SECI), serta membuatkan mitra design kemasan produk dan sosial media instagram untuk dipergunakan dalam pemasaran sosial media.Kata kunci: Susu Kedelai Murni, Manajemen Pengetahuan, Kemasan, SECI
ALTERNATIF PEWARNAAN PADA KERAJINAN ENDEK UNTUK EFISIENSI PROSES PRODUKSI I Made Sukerta; I Made Anom Adiaksa; Ni Gst.Ag.Gde Eka Martiningsih
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.481 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki ragam budaya yang sangat bervariasi, mulai dari etnis, agama, tradisi, kesenian, sampai pada industri tekstil. Salah Satu kebanggan industry tekstil tradisional Bali adalah kain tenun ikat yang disebut Endek dan Songket Bali. Jenis kain tenun ini memiliki nilai historis yang adiluhung karena konon setiap perempuan Bali diharuskan memiliki ketrampilan menenun. Keterampilan menenun ini merupakan salah satu persyaratan seorang perempuan Bali dapat melakukan pernikahan. Tradisi ini kemudian memberikan efek semakin menyebarnya keterampilan menenun masyarakat perempuan Bali, yang kemudian menghasilkan beragam karakter desain di masing-masing daerah di Bali. Setiap kabupaten di Bali memiliki ciri khas desain yang menunjukkan karakter daerah masing-masing. Setiap kabupaten menonjolkan cirri khas daerahnya melalui goresan desain pada setiap lembar kain tenunnya. Keberagaman ini sangat positif dalam menambah khasanah desain dan kebergaman jenis kain tenun Bali. Keberagaman ini akhirnya menghasilkan corak yang sangat variatif sehingga memudahkan konsumen untuk menentukan pilihan. Selain itu persaingan penjualan menjadi sehat karena setiap hasil tenun daerah di Bali memiliki ciri khas. Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) yang dilaksanakan oleh Universitas Mahasaraswati Denpasar bekerjasama denga Politeknik Bali mengidentifikasi beberapa kendala pengerajin dalam melakukan pengembangan desain, dan teknik pewarnaan. Salah satu alternative yang sudah mulai dipahami oelh beberapa pengerajin adalah teknik pewarnaan Airbrush. Program pendampingan telah dilakukan di UD Anugrah dan UD Arta Darma dalam pewarnaan dengan teknik Airbrush. Air- brush mempunyai banyak kegunaan yang sangat beragam. Contohnya adalah untuk memperbaiki foto, sebagai pengecatan seni arsitektur, pembuatan sampul majalah, mewarnai ukiran, dan desain sampul kaset. Tidak menutup kemungkinan juga untuk membuat iklan billboard, melukis diatas body otomotif, bahkan hingga tato. Air brush dapat digunakan secara beragam tergantung kreatifitas dari pengguna/pelukisnya. Pewarnaan dengan teknik airbrush pada kerajinan endek memberikan banyak keuntungan bagi pengerajin terutama pada proses peawrnaan akan lebih mudah, proses mendisain lebih cepat dengan kualitas pewarnaan yang tidak terlalu berbeda dengan pewarnaan alam, apalagi kalau desain kain endek menggunakan pewarnaan tiga dimensi. Kata kunci: Air brush, Endek, Desain, SongketABSTRACTIndonesia has a wide variety of cultures, ranging from ethnicity, religion, tradition, art, to the textile industry. One of the pride of the traditional Balinese textile industry is the woven cloth called Endek and Songket Bali. This type of woven fabric has a noble historical value because it is said that every Balinese woman is required to have weaving skills. This weaving skill is one of the requirements of a Balinese woman to make a marriage. This tradition then gives effect to the increasingly spread of Balinese women's weaving skills, which then results in a variety of design characters in each region in Bali. Each district in Bali has a characteristic design that shows the character of each region. Each district emphasizes the distinctive features of the region through strokes of design on each piece of woven fabric. This diversity is very positive in adding to the design repertoire and style of Balinese woven fabrics. This diversity eventually produces a very varied style that makes it easy for consumers to make choices. In addition, sales competition is healthy because every weaving area in Bali has its own characteristics. The Export Product Development Program (PPPE) carried out by Denpasar Mahasaraswati University in collaboration with the Bali Polytechnic identified several constraints on craftsmen in developing designs, and coloring techniques. One alternative that has begun to be understood by some craftsmen is the Airbrush staining technique. Mentoring programs have been carried out at UD Anugrah and UD Arta Darma in coloring with Airbrush techniques. Air brush has many very diverse uses. An example is to improve photos, as painting art architecture, making magazine covers, coloring engravings, and cassette cover designs. It is also possible to make billboard advertisements, paint on automotive bodies, even tattoos. Air brush can be used in various ways depending on the creativity of the user / painter. Coloring with airbrush techniques on endek crafts provides many advantages for craftsmen, especially in the processing process, it will be easier, the process of designing faster with quality which is not too different from natural coloring, especially if the design of endek fabric uses three-dimensional coloring.Keywords: Air brush, Endek, Design, Songket
PKM PENGEMBANGAN UMKM ATAP ALANG-ALANG DI BANJAR SILUNGAN DESA LODTUNDUH, UBUD, GIANYAR I Nyoman Purnawan; Ni Putu Dyah Krismawintari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.146 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Lodtunduh dikenal dengan pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pembuatan atap rumah ramah lingkungan “atap alang-alang” di Bali yang sejak turun temurun sudah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif. Namun demikian sampai saat ini, UMKM atap alang-alang belum bisa berkembang dengan baik sehingga perlu adanya pengembangan secara komprehensif. Oleh karena itu, PKM ini akan dilakukan di Banjar Silungan, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali mengingat 80% masyarakat menggeluti usaha ini. Terdapat dua mitra PKM yaitu Bapak I Putu Kariawan Waisnawa pemilik “lumbung sari alang-alang” dan Bapak I Wayan Mungkreg pemilik “sedana merta alang-alang”. Adapun metode yang ditawarkan dalam proses pengembangan adalah: 1) melengkapi pekerja dengan alat pelindung diri (APD) dan meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan kerja, 2) penambahan pekerja yang akan menambah jumlah hasil produksi, 3) pemasaran secara online dengan website dan offline berupa leaflet serta media cetak lainnya dan mengikutsertakan mitra dalam event UMKM, 4) manajemen keuangan secara komputerisasi, sehingga dapat mengetahui keuntungan, kerugian, dan atau omset usaha, 5) manajemen pengelolaan sampah hasil produksi yang ramah lingkungan. Hasil yang didapat dari kegiatan PKM ini yaitu: 1) 100% terjaminnya kesehatan dan keselamatan pekerja, 2) peningkatan 50% jumlah pekerja, 3) implementasi pemasaran secara offline dan online oleh mitra, 4) implementasi manajemen keuangan secara komputerisasi oleh mitra, 5) implementasi pengelolaan sampah hasil produksi yang ramah lingkungan. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang siginifikan pada pengembangan aspek kesehatan dan keamanan pekerja serta manajemen keuangan dan pemasaran hasil UMKM atap alang-alang.Kata kunci: Atap alang-alang; Pengembangan UMKM; Kesehatan; Pemasaran dan Manajamen Keuangan; Bali

Page 6 of 21 | Total Record : 203