cover
Contact Name
Apriana Rahmawati
Contact Email
anaapriana.ar@gmail.com
Phone
+6282231196117
Journal Mail Official
apriana.rahmawati@binawan.ac.id
Editorial Address
https://journal.binawan.ac.id/index.php/JNMS/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
The Journal of Nursing and Midwifery Sciences
Published by Universitas Binawan
ISSN : -     EISSN : 28294572     DOI : https://doi.org/10.54771/jnms.v1i2
Core Subject : Health,
The focus of the JNMS includes nursing and midwifery study with the scope of Biomedical in Nursing, Basic Nursing Science, Fundamental of Nursing, Pediatric Nursing Care, Mental Health Nursing, Maternity Care, Family Nursing, Aged Care Nursing, Community Nursing, Trend and Issue in Nursing and Midwifery, Emergency Nursing
Articles 64 Documents
Application of Dry Cupping Therapy to Reduce Cholesterol Levels in Hypercholesterolemia Patients at the Jannati Elderly Home Gorontalo Syahrir, Akifa; Ntoi, Melisa; Aswad, Yusrin; Ratnawati, Ratnawati; Jumari, Jumari
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/n6zdyt24

Abstract

Background: Cholesterol is the most well-known sterol. The body produces two types of cholesterol, namely good cholesterol or High-Density Lipoprotein (HDL) and bad cholesterol or Low-density Lipoprotein. Both types of cholesterol are needed by the body, but hypercholesterolemia occurs when there is too much cholesterol in the blood. Many people consume food without considering what compounds are in the food, one of which is cholesterol levels. Hypercholesterolemia is a risk factor for death at a young age and plays an important role in the occurrence of atherosclerosis, which is a degenerative process and a risk factor for cardiovascular disease. Objective: To describe, determine the levels before and after, and the effect of dry cupping therapy on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia patients. Method: This case study design is presented descriptively with the aim of describing how the application of dry cupping therapy reduced cholesterol levels in three patients who experienced hypercholesterolemia. Results: The dry cupping therapy intervention which was carried out for seven days interspersed with three days intervals resulted in dry cupping therapy being able to reduce cholesterol levels with an average result before the intervention of 255 mg/dL and after three interventions became 199 mg/dL. On average, the three respondents experienced a decrease in cholesterol levels, namely 56 mg/dL. Conclusion: The application of dry cupping therapy given for seven days interspersed with intervals of three days can have an effect on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO PRE EKLAMPSIA TERHADAP HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL Handayani, Handayani; Sania, Wahda
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/1naeht71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan hubungan faktor risiko preeklampsia terhadap hasil penelitian pengukuran tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di wilayah puskesmas jakarta timur dengan sampel 82 responden ibu hamil trimester II dan III yang melakukan kunjungan ANC. Dengan hasil Distribusi frekuensi yaitu riwayat preeklampsia menunjukan 74,4% merupakan ibu hamil yang tidak memiliki riwayat preeklampsia, usia ibu hamil menunjukan 47,6% merupakan ibu dengan kelompok usia 20–35 tahun, gravida menunjukan 61,0% merupakan kelompok multigravida, jenis kehamilan menunjukan 79,3% merupakan kelompok tunggal, riwayat hipertensi keluarga menunjukan 67,1% merupakan yang tidak memiliki riwayat hipertensi keluarga dan hasil pengukuran tekanan darah ibu hamil menunjukan 50,0% merupakan ibu hamil yang memiliki hasil pengukuran tekanan darah yang meningkat dan 50,0% yang tidak meningkat. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat preeklampsia pada kehamilan yang lalu terhadap hasil pengukuran tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III. Nilai p value 0,000 dan nilai Odds Ratio (OR) 16.841. Saran penelitian adalah puskesmas perlu meningkatkan pemantauan dan pengelolaan kehamilan pada ibu hamil dengan riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, pencegahan dan deteksi dini preeklampsia secara intensif. Serta puskesmas dapat menyediakan program edukasi kesehatan kepada ibu hamil mengenai preeklampsia, tindakan pencegahan dan termasuk pemantauan tekanan darah selama kehamilan.
FACTORS RELATED TO PEAK EXPIRATORY FLOW RATE IN PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS Wulandari, Shenda Maulina; Hijriyati, Yoanita; Sabina, Shalsa
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/944kr928

Abstract

Patients with pulmonary tuberculosis can be at risk of bronchial obstruction due to secretions or secretions that collect and shallow breathing due to pain, which can cause atelectasis and decreased Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) in pulmonary TB patients. The purpose of this study was to determine the relationship between PEFR in pulmonary TB patients at the Kramat Jati Health Center. This type of research uses correlation analytic observation using cross-sectional design and data analysis using Chi Square and Sperman rank methods. The sample in this study were 50 respondents at the TB Poly Kramat Jati Health Center and were collected using total sampling. Conclusion: The results of this study showed that gender was associated with PEFR in pulmonary TB patients with a p value=0.016 p <0.05 and work was associated with PEFR in pulmonary TB patients with a p value=0.007 p <0.05, age was unrelated to PEFR in pulmonary TB patients with a p value=0.412 and so was BMI with a p value=0.509. Suggestion: for more in-depth matters related to PEFR in pulmonary TB patients can be seen in terms of environmental factors or the physical condition of the patient.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) pada Pasien TB Paru di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Putri Setyaningrum, Nabilla; Maulina Wulandari, Shenda; Wiratmo, Puji Astuti; Mustikowati, Tri
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/269g0p61

Abstract

Kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis (TB) Paru sangat penting untuk keberhasilan pengobatan dan dapat memengaruhi fungsi pernapasan, tercermin dalam pengukuran Peak Expiratory Flow Rate (PEFR). Pasien yang patuh dapat mengurangi risiko komplikasi, sedangkan ketidakpatuhan dapat meningkatkan risiko resistensi obat dan mempengaruhi kualitas hidup serta fungsi paru-paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) pada Pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik korelasi dengan desain cross-sectional dan analisis data menggunakan metode Spearman Rank. Populasi terdiri dari pasien yang sedang menjalani terapi obat di Poli TB Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, dengan total sampling pada 46 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara Kepatuhan Minum Obat dan PEFR pada pasien TB Paru di Puskesmas Kramat Jati (p=0,312). Meskipun mayoritas responden patuh, PEFR tidak selalu membaik secara proporsional. Faktor seperti resistensi obat, peradangan, dan fibrosis mungkin memengaruhi PEFR pada pasien TB Paru. Konsistensi minum obat TB dianggap krusial, tetapi penurunan fungsi paru dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tingkat keparahan infeksi dan resistensi obat.
AROMATERAPI LAVENDER SEBAGAI PENURUN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN Chairiyah, Royani; Irmaya, Hanny
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/80kz6715

Abstract

Proses persalinan adalah hal yang fisiologis. Tetapi tidak jarang persalinan dapat menyebabkan rasa cemas. Rasa cemas itu dapat berdampak pada fisik dan psikis baik bagi ibu dan janin. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  aromaterapi lavender sebagai penurun tingkat kecemasan ibu bersalin. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di TPMB S Pondok Gede Tahun 2023. Sampel penelitian ini sebesar 30 responden diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Variabel independen adalah aromaterapi lavender, variabel dependen adalah tingkat kecemassan. Tingkat Kecemasan menggunakan skala HARS. Data dianalisis dengan menggunkan uji paired T-Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil : Penelitian sebelum diberikan aromaterapi lavender kecemasan sedang 70% dan setelah diberikan aromaterapi lavender rata-rata tingkat kecemasan ibu menurun  kecemasan ringan  86,7%. Hasil ini menunjukkan adanya penurunanan tingkat kecemasan ibu bersalin setelah diberikan aromaterapi lavender. Hasil uji statistik didapatkan ƿ- value : 0,000 < α : 0,05. Sehingga, ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender dalam menurunkan kecemasan ibu bersalin. Penelitian ini diharapkan dapat dipelajari lebih lanjut lagi agar dapat diterapkan ke ibu bersalin sehingga, dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi bagi ibu bersalin yang mengalami kecemasan.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OP SECTIO CAESAREA Hijriyati, Yoanita; Utami, Yuli; Elimanafe, Wehelmina
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/2h3yva50

Abstract

Postoperative pain management is very important to be carried out comprehensively to overcome nursing problems such as pain problems. Relaxation techniques are independent nursing interventions to reduce pain intensity, improve lung ventilation and increase blood oxygenation. The act of deep breath for relaxation is easy to learn and contributes to lowering or relieving pain by reducing muscle pressure and anxiety. This study aims to determine the effect of using deep breathing relaxation techniques on changes in pain intensity in post-op caesarean section patients at Budhi Asih Hospital. This study used a quantitative design with a Pretest-Posttest One Group Intervention Design. The population in this study werepost-op caesarean section patients at Budhi Asih Hospital. The sample in this study was 17 respondents. The sampling technique was consecutive sampling. The instrument used Numeric Rating Scale (NRS). The results showed that before the application of the deep breath relaxation technique, almost all respondents (94.1%) experienced moderate pain intensity. After the application of the technique, most of the respondents (64.7%) still experienced pain intensity of the same scale.Based on statistical tests with the Wilcoxon signed ran test, the p-value is 0.000 <a=0.05 (0.000<0.05), which means that there is an Effect of Using Deep Breathing Relaxation Techniques on Changes in Pain Intensity in Post-Op Sectio Caesarea Patients at Budhi Asih Hospital. Suggestions for health workers with this study are expected to be able to implement deep breathing relaxation techniques to reduce pain in post-op sectio caesarea patients.
THE RELATIONSHIP OF EDUCATIONAL LEVEL ON PATIENT COMPLIANCE IN TAKING ANTI-HYPERTENSION MEDICATION INMENTENG MITRA AFIA GENERAL HOSPITAL Nuniek Setyo Wardani; Setiyadi, Agung; Desfa Fitri , Melissa; Manurung, Sondang; Parulian, Intan
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/0s2jm546

Abstract

In Indonesia, the estimated number of hypertension cases in Indonesia is 63,309,620 people, while the death rate in Indonesia due to hypertension is 427,218 deaths. The aim of this study was to determine the relationship between education level and patient compliance in taking antihypertensive medication at the Menteng Mitra Afia General Hospital. This type of research is quantitative research with a cross-sectional research design and using a questionnaire. The population in this study was 95 respondents who suffered from hypertension. This research uses a purposive sampling technique. The variables in this research are gender, age, education level and compliance. The Chi-Square test results were obtained with a value of p = 0.002 < α (0.05), so it was significant, so Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there was a relationship between the level of education and patient compliance in taking antihypertensive medication.Keywords: Hypertension, Education Level, Medication Compliance.
Pengaruh Bercerita Dengan Media Boneka Jari Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Di RSUD Koja Hidayah, Amalia; Rahmawati, Apriana; Sutandi, Aan
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/ns4gwr70

Abstract

Hospitalisasi adalah pengalaman seorang anak saat menjalankan proses perawatan dan harus tinggal di rumah sakit dikarenakan alasan kesehatan atau keadaan darurat. Pada saat menjalani proses hospitalisasi anak akan merasakan cemas dan khawatir. Keadaan tersebut dapat terjadi dikarena anak dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru yang dapat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan stressor. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bercerita dengan media boneka jari terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi di RSUD Koja. Metode penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 32 responden. Hasil posttest penelitian menunjukan tidak cemas 40,6%, cemas ringan 37.5%, cemas sedang 18.8%, cemas berat 3.1% dan panik 0%. Hasil uji Wilcoxon Asymp.Sig = 0.000, artinya terdapat pengaruh bercerita dengan media boneka jari terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi di RSUD Koja. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh bercerita dengan media boneka jari terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi di RSUD Koja. Saran perlu adanya peningkatan dan penyesuaian mengenai fasilitas bermain yang tersedia, dan Penelitian bercerita dengan media boneka jari ini diharapkan dapat digunakan sebagai cara untuk meminimalkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FEMALE ATHLETE TRIAD PADA ATLET WANITA JUNIOR Rahmah, Yunika; Hijriyati, Yoanita; Zakiyah, Zakiyah; Rahmawati, Apriana
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/kc6gj074

Abstract

Female Athlete Triad (FAT) merupakan suatu sindrom yang umum terjadi pada atlet wanita yang melakukan aktivitas fisik intens. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang female atlet triad pada atlet wanita junior di Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment without control dengan jumlah sampel 243 orang. Berdasarkan hasil analisa data, dapat diketahui usia atlet antara 13 hingga 14 tahun dengan mean dan standar deviasi (13.88 ± 0.945), berat badan atlet antara 47 kg hingga 48 kg dengan mean dan standar deviasi (47.98 ± 6.754), tinggi badan atlet 156 cm hingga 157 cm dengan mean dan standar deviasi (156.86 ± 6.959) dan total 31 cabang olahraga. Tingkat pengetahuan atlet wanita junior Jakarta tentang female atlet triad sebelum diberikan pendidikan Kesehatan mayoritas di kategori rendah dengan 144 orang (59.3%) sedangkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan mayoritas terdapat di kategori tinggi sebanyak 170 orang (70%). Dijelaskan dengan mean dan standar deviasi 4.33±4.059 sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 13.09±3.221 sehingga menghasilkan selisih mean atau mengalami peningkatan sebesar 8.76.  Berdasarkan uji analisis, karena nilai P-value 0.000 yang artinya lebih kecil dari 0.05, maka disimpulkan H1 diterima. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang female athlete triad pada atlet wanita junior Jakarta.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK  DENGAN KEPUASAN PERAWATAN PASIEN  DI RUMAH SAKIT ABDI WALUYO Sulistiyowati, Endang; Rahmawati, Apriana; Wardani, Nuniek Setyo
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/cjzzxb83

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan keterampilan yang harus dimiliki perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Data kepuasan pasien terhadap perawatan yang diterima di Rumah Sakit Abdi Waluyo sudah memuaskan tetapi data secara spesifik mengenai komunikasi terapeutik perawat belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan perawatan pasien di Rumah Sakit Abdi Waluyo. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel dan penelitian ini adalah 166 responden. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (84,9%) dan pasien puas terhadap perawatan yang diterima (63,9%). Hasil analisis bivariat ditemukan adanya hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan perawatan pasien di Rumah Sakit Abdi Waluyo (p value = 0,000). Komunikasi terapeutik yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien. Pelatihan terkait komunikasi terapeutik penting untuk dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.