cover
Contact Name
Apriana Rahmawati
Contact Email
anaapriana.ar@gmail.com
Phone
+6282231196117
Journal Mail Official
apriana.rahmawati@binawan.ac.id
Editorial Address
https://journal.binawan.ac.id/index.php/JNMS/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
The Journal of Nursing and Midwifery Sciences
Published by Universitas Binawan
ISSN : -     EISSN : 28294572     DOI : https://doi.org/10.54771/jnms.v1i2
Core Subject : Health,
The focus of the JNMS includes nursing and midwifery study with the scope of Biomedical in Nursing, Basic Nursing Science, Fundamental of Nursing, Pediatric Nursing Care, Mental Health Nursing, Maternity Care, Family Nursing, Aged Care Nursing, Community Nursing, Trend and Issue in Nursing and Midwifery, Emergency Nursing
Articles 64 Documents
PEMBERIAN TERAPI ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DENGAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF Wasilaningrum, Dwi Mardianti; Ida Zuhroidah; Eko Prasetya Widianto; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/yex42752

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit kronis saluran napas ditandai dengan obstruksi akibat hipersekresi mukus yang menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif sehingga memerlukan penanganan segera. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dapat membantu membersihkan jalan napas. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melakukan latihan active cycle of breathing technique terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien asma bronkial di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan subjek tunggal yakni Ny. L yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien asma bronkial. Asuhan keperawatan dilakukan di RSUD dr. R. Soedarsono selama tiga hari berturut-turut melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penerapan latihan active cycle of breathing technique dilakukan selama 15 – 20 menit dalam 1 hari dilakukan 3 kali. Pemberian terapi ACBT selama tiga hari terbukti menurunkan frekuensi napas pasien dari 24x/menit menjadi 18x/menit. Terapi ini juga meningkatkan efektivitas batuk serta mengurangi jumlah produksi sputum. Penurunan bunyi napas wheezing mengindikasikan adanya perbaikan fungsi ventilasi dan kondisi pernapasan pasien secara keseluruhan. Terapi ACBT terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu membersihkan jalan napas, mengurangi sesak napas, dan meningkatkan ventilasi paru pada pasien asma bronkial
PEMBERIAN KOMPRES  WARM WATER ZACK  PADA PASIEN COLIC ABDOMEN DENGAN NYERI AKUT Diana Nurmala Yulianasari; Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nadia Rohmatul Laili
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/kk2p7107

Abstract

Colic abdomen merupakan nyeri spasmodik hebat yang terjadi akibat peradangan, peregangan, atau penyumbatan pada organ-organ berotot polos seperti ginjal, kantong empedu, usus, saluran kemih dan lain-lainnya. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri akut akibat distensi atau spasme saluran cerna, yang jika tidak segera ditangani berisiko menyebabkan syok hingga dehidrasi. Studi Kasus ini bertujuan untuk melakukan pemberian kompres hangat warm water zack terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien colic abdomen di Klinik Al-Aziz Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui desain studi kasus pada satu orang pasien colic abdomen dengan nyeri akut. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan dokumentasi. Intervensi keperawatan dilakukan dengan pemberian kompres hangat menggunakan warm water zack selama 10 menit sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada pasien setelah diberikan intervensi. Skala nyeri pasien yang awalnya pada skala 6 menurun menjadi skala 2. Intervensi kompres hangat warm water zack menunjukkan bahwa efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien colic abdomen. Penerapan kompres hangat warm water zack dapat menurunkan intensitas nyeri dari skala nyeri sedang menjadi skala nyeri ringan.
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF Wulandari, Eka Ananda Agustina Lilis; Ida Zuhroidah; Ayu Dewi Nastiti; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nadia Rohmatul Laili
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/3fnhq480

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, serta menjadi penyebab kematian ketiga menurut WHO pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK terus meningkat dengan gejala utama sesak napas akibat pola napas tidak efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas tripod position dan pursed-lip breathing pada pasien PPOK di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Desain penelitian kuantitatif deskriptif eksploratif dengan pendekatan observasi. Subjek penelitian adalah seorang pasien PPOK berusia 65 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi tripod position dan pursed-lip breathing diberikan selama tiga hari, dengan penilaian kondisi respirasi melalui frekuensi napas, penggunaan otot bantu, rasio inspirasi-ekspirasi, saturasi oksigen, dan tingkat sesak berdasarkan skala Borg. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif. Setelah intervensi, frekuensi napas menurun dari 26 menjadi 20 kali/menit, saturasi oksigen meningkat dari 94% menjadi 99%, dan tingkat sesak berkurang dari skala Borg 6 (berat) menjadi 2 (ringan). Penggunaan otot bantu pernapasan dan flaring cuping hidung tidak ditemukan lagi, serta rasio inspirasi-ekspirasi membaik dari 1:3 menjadi 1:2. Tripod position dan pursed-lip breathing efektif memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien PPOK, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan klinis.
PENGETAHUAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU Rohmah, Ulfa Nur; Kiani, Safa Tiara; Fitriani, Dhia Diana; La Ramba, Hardin
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/93yrgb44

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi di dunia. Indonesia menempati urutan kedua dengan beban TB terbesar. Mahasiswa keperawatan memiliki peran penting dalam pencegahan TB, namun pengetahuan mereka seringkali masih terbatas.Tujuan penelitian ini Adalah mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam pencegahan tuberkulosis paru. Metode yang digunakan desain deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner karakteristik responden dan pengetahuan pencegahan TB. Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden berusia 19–21 tahun (65,3%), perempuan (91,7%), bersuku Melayu (43,8%), tidak merokok (96,7%), belum mendapat vaksin BCG (74,4%), dan tidak tinggal dengan penderita TB (94,2%). Tingkat pengetahuan menunjukkan 21,5% kategori baik, 68,6% cukup, dan 9,9% rendah. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan cukup tentang pencegahan TB paru. Hal ini menegaskan perlunya penguatan kurikulum keperawatan melalui praktik klinis, simulasi, studi kasus, dan pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dalam pengendalian TB.