Lentera Nusantara
Jurnal Lentera Nusantara adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STT Kanaan Ungaran. Jurnal Lentera mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen baik hasil penelitian lapangan maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Lentera Nusantara juga telah memiliki nomor e-ISSN yakni 2829-6281. Jurnal ini terbuka untuk penulis dari akademisi, praktisi, mahasiswa yang relevan dengan lingkup jurnal ini dengan rasio minimum 60% eksternal dan maksimum 40% internal STT Kanaan. Jurnal ini terbit dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Juni dan Desember. Lingkup jurnal ini adalah Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Teologi Biblika Teologi Kontekstual Teologi Sistematika
Articles
49 Documents
Makna Gereja Kelihatan, Tidak Kelihatan Dan Gereja Surgawi Menurut St. Ephrem
Waruwu, Dian Purmawati;
Santosa, Monica
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.093 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v2i2.183
The church is God's people who have been called by God out of the darkness of the world into the light of Christ. Christ is the head, believers are members of the body, then Christ is the head of the church and we are members of the church body. However, many people do not know that his body is the Altar and Altar of God, where God dwells in the body and in the soul of man. This article aims to describe the human understanding of the church to believers today. The method used is library research with methods related to library analysis from other sources. The results of the research are three churches, namely the visible church, the invisible church and the heavenly church which should not be separated because each other complements each other and through this church a person can reach chruch on heaven where he or she obtains perfection in Christ.AbstrakGereja adalah umat Allah yang telah dipanggil Allah keluar dari kegelapan dunia masuk ke dalam terang Kristus. Kristus adalah kepala, orang percaya sebagai anggota tubuh, maka Kristus sebagai kepala gereja dan kita sebagai anggota tubuh gereja. Namun, banyak orang tidak mengetahui bahwa tubuhnya sebagai Altar dan Mezbah Allah, dimana Allah berdiam di dalam tubuh dan di jiwa manusia. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman manusia tentang gereja kepada semua orang. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan metode yang berkaitan dengan analisa pustaka yang sumber lainnya. Hasil penelitian adalah tiga gereja yaitu gereja kelihatan, tidak kelihatan dan surgawi yang tidak boleh dipisahkan sebab satu sama lain saling melengkapi dan melalui gereja ini, seseorang dapat mencapai chruch on heaven dimana ia memperoleh kesempurnaan di dalam Kristus atau theosis.
Makna Hidup Dalam Tuntunan Tuhan Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya
Angin, Yakub Hendrawan Perangin;
Yeniretnowati, Tri Astuti
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.836 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v1i2.147
Living under God's guidance is a necessity for everyone who has believed and given himself to be led by God. The choice that has been made by a person who believes in Christ Jesus to be led at all times by God is the right decision and must be taken as early as possible when someone hears and receives the good news that is witnessed. The life that God continues to lead will surely be felt and seen by everyone if it is lived with sincerity, loyalty and discipline every time in intimate fellowship with God. This research uses literature study method. The results of the study stated that the life of a believer must be: First, choose to follow Jesus all the time. Second, live a life in fellowship and lead by the Holy Spirit. Third, following the correct life curriculum. Fourth, meditate and practice God's word every time. Fifth, take part in the required competitions.AbstrakHidup dalam tuntunan Tuhan merupakan kebutuhan bagi setiap orang yang sudah percaya dan memberikan diri untuk dipimpin Tuhan. Pilihan yang sudah diambil oleh seorang yang percaya kepada Kristus Yesus untuk dipimpin setiap waktu oleh Allah adalah keputusan yang benar dan harus diambil sedini mungkin saat seseorang mendengar dan menerima kabar baik yang disaksikan. Kehidupan yang terus dituntun Tuhan pasti akan dapat dirasakan dan dilihat oleh semua orang jika dijalani dengan kesungguhan, kesetiaan dan kedisiplinan setiap waktu yang bersekutu dengan Tuhan secara intim. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil dari penelitian menyatakan, bahwa hidup orang percaya haruslah: Pertama, Memilih mengikut Yesus setiap waktu. Kedua, Menjalani hidup dalam persekutuan dan pimpinan Roh Kudus. Ketiga, Mengikuti kurikulum hidup yang benar. Keempat, Merenungkan dan melakukan firman Tuhan setiap waktu. Kelima, Mengikuti perlombaan yang diwajibkan.
Memikirkan Ulang Tentang Denominasi: Perspektif Sejarah
Purwanto, Henky
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.443 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v2i2.177
Questions about denominations always come up from time to time. Believers get confused and question why there are so many denominations, doesn't the Bible teach about the unity of believers, in this case of course including the church. This has made many people reject the emergence of denominations for various reasons such as assuming that denominations are products of the devil because the emergence of denominations often begins with a conflict that is contrary to God's will, namely unity. How many church leaders with different doctrines and interpretations, ideals and also powers finally decided to separate themselves and create a new denomination. Based on these things, this paper is trying to answer this question from a historical point of view of the creation of denominations and then make it the basis for the church or believers to address the various existing denominations. The research method used in this research is descriptive qualitative with historical literature research regarding the origins of denominations and their development, studying the causes of the emergence of various denominations, concluding and then drawing lessons from history that can be used to add insight to church leaders and God's congregation in responding various existing denominations as well as when facing the emergence of new denominations. From research on historical literature, it can be concluded that the solution to the emergence of various kinds of denominations that have sprung up is unity or unity which is carried out through a council which stipulates "no problem" with the emergence of various denominations as long as they stick to orthodox doctrines based on the Bible and mutually agreed upon.AbstrakPertanyaan tentang denominasi selalu muncul dari waktu ke waktu. Orang percaya menjadi bingung dan mempertanyakan mengapa ada begitu banyak denominasi, bukankah Alkitab mengajarkan tentang kesatuan orang percaya, dalam hal ini tentunya termasuk gereja. Hal tersebut membuat ada banyak orang yang menolak munculnya denominasi dengan berbagai alasan seperi misalnya menganggap bahwa denominasi adalah produk dari iblis karena munculnya denominasi seringkali diawali dengan konflik yang bertolak belakang dengan kehendak Allah, yaitu kesatuan. Berapa banyak para pemimpin gereja yang berbeda doktrin dan penafsiran, idealisme dan juga kekuasaan pada akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dan membuat denominasi baru. Berdasarkan hal-hal tersebut maka tulisan ini adalah berusaha menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang sejarah terciptanya denominasi lalu menjadikan hal itu sebagai dasar bagi gereja atau orang percaya menyikapi berbagai denominasi yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dekriptif dengan penelitian literatur sejarah mengenai asal mula denominasi dan perkembangannya, mempelajari sebab-sebab munculnya berbagai denominasi, menyimpulkan dan kemudian menarik pelajaran dari sejarah yang dapat digunakan untuk menambah wawasan para pemimpin gereja maupun jemaat Tuhan dalam menyikapi berbagai denominasi yang sudah ada maupun ketika menghadapi kemunculan denominasi baru. Dari penelitian literatur tentang sejarah dapat disimpulkan bahwa solusi terhadap munculnya berbagai macam denominasi yang bermunculan adalah bersatu atau kesatuan yang dilakukan melalui konsili yang menetapkan “tidak mempermasalahkan” kemunculan berbagai denominasi asal tetap berpegang pada doktrin-doktrin orthodok yang berdasarkan Alkitab dan disepakati bersama.
Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Kristen Dan Motivasi Belajar Siswa
Sumual, Ferry J N;
Palempung, Franty Faldy
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.654 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v1i1.133
This paper specifically outlines the social complexion of Christian religious educators to increase the learning interest of learners. This paper uses qualitative methods with a survey approach accompanied by literature. Social competition is something that needs to be developed by a teacher so that he can build students' learning interests. As for social competence, among others, Skilled to Communicate, sympathetic, Have the ability to work with anyone, as well as have the ability to get along and partner with fellow educators. With the social complement that an educator has, the potential to build and improve the learning of learners will be created. Although it can not instantly build student learning motivation, but with the competence of educators it is the foundation in the future. Indeed, there are many factors that can move the motivation of learners to learn, But it all must start from the educator as a role model for all students who are taught.AbstrakTulisan ini secara spesifik menguraikan komptensi sosial pendidik agama Kristen untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan survei disertai literatur. Komptensi sosial merupakan hal yang perlu dikembangkan oleh seorang guru agar ia dapat membangun minat belajar siswa. Adapun kompetensi sosial itu diantaranya, terampil berkomunikasi, simpatik, Memiliki kemampuan bekerjasama dengan siapa saja, serta memiliki kemampuan bergaul dan bermitra pada rekan sesama pendidik. Dengan komptensi sosial yang dipunyai seorang pendidik, potensi membangun dan meningkatkan belajar nara-didik akan tercipta. Walau tidak bisa secara instan membangun motivasi belajar siswa, namun dengan kompetensi dari pendidik itu merupakan fondasi dikemudian hari. Memang ada banyak faktor yang dapat menggerakkan agar motivasi peserta didik untuk belajar, namun itu semua harus diawali dari tenaga pendidiknya sebagai role model bagi seluruh siswa yang diajar.
Implikasi Andragogi Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen
Merlith, Betty Dewina
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.849 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v2i2.180
Christian Religious Education Teachers are adults who have knowledge, experience, skills and the ability to deal with professional problems independently, based on this statement Christian Religious Education Teachers have no difficulty in improving their profession, because they have authority above themselves in carrying out their functions and roles as teachers . Besides that, adults as people who already have freedom in attitude, action and activity. This condition has implications in the preparation, management and organization of Christian Religious Education learning. Using qualitative methods, it can be concluded that to improve the teaching profession the writer uses the principle of group training. The teacher activity group (KKG) for Christian Religious Education is a place for teachers to give and receive information, especially from school supervisors and to improve their professional competence. The implementation of training for assisted teachers is the task of school supervisors with all training materials and facilities and infrastructure. The implications of andragogy in improving the Christian Religious Education teacher profession can be carried out by using structured training using seven implementation steps.AbstrakGuru Pendidikan Agama Kristen merupakan orang dewasa yang telah memiliki pengetahuan, pengalaman, kecakapan dan kemampuan mengatasi permasalahan profesinya secara mandiri, berdasarkan pernyataan tersebut Guru Pendidikan Agama Kristen tidak kesulitan untuk meningkatkan profesinya, karena memiliki otoritas di atas dirinya sendiri dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai pengajar. Disamping itu orang dewasa sebagai orang yang telah memiliki kebebasan dalam bersikap, bertindak dan berakitivitas. Kondisi tersebut membawa implikasi dalam penyiapan, pengelolaan dan pengorganisasian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Menggunakan metode kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan profesi keguruan penulis mengunakan prinsip latihan berkelompok. Kelompok kegiatan guru (KKG) mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan tempat kegiatan guru guru untuk memberi dan menerima informasi terutama dari pengawas sekolah dan untuk meningkatkan kompetensi profesinya. Pelaksanan pelatihan guru binaan merupakan tugas dari pengawas sekolah dengan segala materi pelatihan serta sarana dan prasaranya. Implikasi dari andragogi dalam peningkatan profesi guru Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan dengan mengunakan pelatihan yang terstruktur dengan mengunakan tujuh langkah pelaksanaan.
Dampak Sekolah Oline Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Selama Masa Pandemic Covid-19
Siregar, Sinta Mangihut Oktavia;
Widodo, J Priyanto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.449 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v1i2.145
This article contains an explanation of the Covid-19 phenomenon that is able to change various habits in various aspects of life, including the world of education. Schools that usually use the offline system in their teaching experience changes related to teaching methods, teaching time and le nn arning evaluation. Changes in the school system also bring changes to the growth and development of children's personalities. This article collects data using a descriptive qualitative method approach, a descriptive qualitative method, namely explaining data based on a currently developing phenomenon, namely the Covid-19 phenomenon. The result of this article is that online schools have a positive and negative impact on the growth and development of children's personalities, from the positive side children become more independent, responsible and conscientious with their school life, while the negative side is that children become more indifferent, selfish, temperamental and self-centered. rough.AbstrakArtikel ini berisikan penjelasan akan fenomena covid-19 yang mampu merubah berbagai kebiasan di berbagai sisi kehidupan tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Sekolah yang biasa menggunakan sistem offline dalam pengajarannya mengalami perubahan terkait metode pengajaran, waktu pengajaran dan evaluasi belajar. Perubahan sistem sekolah ini juga membawa perubahan bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak-anak. Artikel ini dalam mengumpulkan data-data dilakukan dengan pendekatan metode kualitatif deskriptif, metode kualitatif deskriptif yaitu menjelaskan data-data berdasarkan fenomena yang sekarang berkembang yaitu fenomena covid-19. Hasil dari artikel ini adalah sekolah online membawa pengaruh postif dan negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak – anak, dari sisi positif anak menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab dan teliti dengan kehidupan sekolahnya sedangkan sisi negatifnya anak menjadi pribadi yang lebih cuek, egois, tempramen dan kasar.
Peran Pedagogik dan Kompetensi Spiritual Guru PAK dalam Peningkatan Spiritualitas Naradidik
Paembonan, Y. M.
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.357 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v2i2.178
This study contains a discussion of how the pedagogic role and spiritual competence of Christian religious education teachers have in improving the spiritual competence of students. Spiritual competence is an absolute requirement that must be possessed by students in facing the challenges of today's world which are increasingly threatening. Facts on the ground prove that there are many Christian religious education teachers who teach solely because they do work to make a living without realizing the great and noble responsibility behind their profession. As a result, students do not get spiritual exemplary and spiritual aspects within themselves. Christian religious education teachers are given the responsibility to form students who are in accordance with the character of Jesus, so that Christian religious education teachers should provide teaching and examples that can be imitated by students in developing the spiritual values that the Lord Jesus has given. Christian religious education teachers themselves must first master good pedagogic and spiritual competencies so that what is taught can really be embedded in the hearts and minds of students. This study uses qualitative methods through literature studies that are in accordance with the variables studied. The results of this study are in the form of a description that concludes the correlation between these variables. From this research, it can be concluded that Christian religious education teachers can improve the spiritual of students if Christian religious education teachers are able to improve pedagogic competence and spiritual competence that can be emulated from a Christian religious education teacher.AbstrakPenelitian ini berisi pembahasan mengenai bagaimana peranan pedagogik dan kompetensi spiritual yang dimiliki guru pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan kompetensi spiritual dari naradidik. Kompetensi spiritual merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh naradidik dalam menghadapi tantangan dunia saat ini yang semakin mengancam. Fakta di lapangan membuktikan banyaknya guru PAK yang mengajar hanya semata karena menjalankan pekerjaan mencari nafkah tanpa menyadari tanggung jawab besar dan mulia dibalik profesi yang disandangnya. Akibatnya peserta didik tidak memperoleh keteladanan spiritual dan aspek spiritual dalam dirinya. Guru PAK diberikan tanggungjawab untuk membentuk naradidik yang seturut dengan karakter Yesus, sehingga sudah sepatutnya guru PAK memberikan pengajaran dan teladan yang mampu ditirukan oleh naradidik dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai spiritualitas yang telah Tuhan Yesus berikan. Guru PAK sendiri haruslah menguasai kompetensi pedagogik dan kompetensi spiritual yang baik terlebih dahulu sehingga apa yang diajarkan dapat benar-benar tertanam dalam hati dan pikiran naradidik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur yang sesuai dengan variable yang diteliti. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi yang menyimpulkan korelasi antara variable tersebut. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa guru PAK dapat meningkatkan spiritual naradidik apabila guru PAK mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi spiritual yang dapat diteladani dari seorang guru PAK.
Deskripsi Pelayanan Konseling dalam Etis Kristiani Bagi Pendidikan Karakter Kristen
Lahingide, Yenni Olivia;
Sumiyati, Sumiyati
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.623 KB)
|
DOI: 10.59177/jls.v1i1.134
Counseling is always related to a solution that will be sought to solve every problem, the solution sought is of course based on the truth of God's word, restoring a fragile condition means that the counseling process can restore a fragile and fragile condition that is replaced with toughness, patience and fortitude, change attitudes and behavior. Using descriptive qualitative methods with the aim of the importance of counseling services in Christian ethics, counseling services in Christian ethics for Christian education and character can be concluded that counseling services must be maintained as indicated by the statement item "Counselors teach about God." Counseling services need to improve understanding of the inmates' character as indicated by the statement item "Counselors help me to correct bad behavior and attitudes." Furthermore, the character in Christian education must be maintained based on the Word of God.” Counseling services also need to improve the character of Christian education which is shown in the value of being responsible for each task. To the Pastor or all God's servants who perform counseling services in church and educational institutions so that they always provide an understanding of the importance of each person having a good character. The last is for the reader to understand and understand correctly about counseling services, and participate in the counseling services that are carried outAbstrakKonseling selalu berhubungan dengan adanya solusi yang akan dicari untuk menyelesaikan setiap permasalahan, solusi yang dicari tentunya berpatokan dengan kebenaran firman Tuhan, memulihkan kondisi yang rapuh artinya proses konseling dapat memulihkan kondisi yang rapuh dan kerapuhan itu berganti dengan ketegaran, kesabaran dan ketabahan, perubahan sikap dan perilaku. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan tujuan pentingnya pelayanan konseling dalam etis Kristiani maka Pelayanan konseling dalam Etis Kristiani bagi pendidikan Kristen dan karakter dapat disimpulkan bahwa Pelayanan konseling supaya tetap dipertahankan yang ditunjukkan dengan item pernyataan “Konselor mengajarkan tentang Allah.” Pelayanan konseling perlu meningkatkan pemahaman karakter warga binaan yang ditunjukkan oleh item pernyataan “Konselor menolong saya untuk memperbaiki tingkah laku dan sikap yang buruk.” Selanjutnya karakter dalam pendidikan Kristen supaya tetap dipertahankan dengan berdasarkan Firman Allah.” Pelayanan konseling juga perlu meningkatkan karakter pendidikan Kristen yang ditunjukkan oleh dalam nilai bertanggung jawab atas setiap tugas. Terhadap kepada Gembala Sidang atau semua hamba-hamba Tuhan yang melakukan pelayanan konseling di lembaga gereja maupun pendidikan agar selalu memberikan pemahaman tentang pentingnya setiap orang memiliki karakter yang baik. Yang terakhir kepada pembaca supaya mengerti dan memahami dengan benar tentang pelayanan konseling, serta ikut dalam pelayanan konseling yang dilakukan.
Kelompok Sel dalam Perspektif Kolose 3: 14-15, Upaya Membangun Spiritual dan Pertumbuhan Gereja
Rahayu, Yohana Fajar;
Hadi, Sukarno;
Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59177/jls.v2i2.219
Bertitik tolak dari pentingnya komunitas sel bagi pertumbuhan gereja yang mana juga bertujuan untuk mmeberikan pengalaman bahwa kasih dalam komunitas sel sebagai pengikat menjadi tetap relevan dalam komunitas sel. maka salah satu cara gereja untuk mengalami pertumbuhan gereja secara kuantitas dan kualitas dalam menjangkau dan merangkul para pelayan maupun anggota yang melayani dalam komsel. Menggunakan metode kualitatif deskritif dan juga pendekatan dengan studi literartur serta eksegis ayat dapat disimpulkan bahwa: Prinsip komunitas Sel kelompok sel dalam perspektif kolose 3: 14-15, upaya membangun spiritual dan pertumbuhan gereja merupakan kesadaran untuk mengasihi Tuhan melalui tindakan kasih yang mana kasih tersebut mengikat sera pvertikal maupun horizontal. Maka orang percaya pertama memahami dan mengetahui Hakikat dan Definisi KomSel supaya orang percaya dapat merespon dengan baik adanya tantangan dan upaya pertumbuhan Gereja. Hal itu di hasilkan dari eksegesis maupun ataupun kajian biblikal Teologis Kolose 3: 14-15. Sehingga dari data tersebut ditemukan adanya Peran Kelompom Sel Upaya Membangun Spritualitas
Implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Satu Lembar Di Sekolah Yayasan Kanaan Nusantara Ungaran
Zega, Berkat Karunia;
Oci, Markus;
Hapsarini, Deslana R.
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59177/jls.v2i2.224
In schools under the auspices of the Kanaan Nusantara Ungaran Foundation, where each teacher is expected to prepare a Learning Implementation Plan (RPP) before teaching. The cause of the teaching and learning process not running effectively in this school is the lack of teacher preparation in teaching including the preparation of lesson plans. The result is that the achievement of teaching objectives is not optimal. The purpose of writing this research is to find out the implementation and out the results of implementing a one sheet lesson plan in implementing at Kanaan elementary - vocational school. The type method used in this research is descriptive qualitative research method. Data collection techniques with field observations and interviews. The results of implementing a one sheet lesson plan was very effective for use in the learning process. This is evident from the teachers responses of Kanaan elementary school, junior and vocational school when implementing learning using a one sheet lesson plan. So the Implementation of the One Sheet lesson plan is not problematic and very effective to implement in carrying out the learning process in Kanaan elementary - vocational schools.AbstrakDi sekolah di bawah naungan Yayasan Kanaan Nusantara Ungaran, dimana setiap guru diharapkan untuk menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum mengajar. Penyebab proses belajar mengajar tidak berjalan efektif di sekolah ini yaitu kurangnya persiapan guru dalam mengajar termasuk juga dalam pembuatan RPP. Akibatnya adalah pencapaian tujuan pengajaran tidak maksimal. Tujuan dari Penulisan penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui Implementasi dan hasil dari Implementasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) satu lembar dalam pelaksanaan pembelajaran di unit sekolah SD, SMP dan SMK Kanaan Ungaran.Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi lapangan dan wawancara. Hasil dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu implementasi RPP satu lembar sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari respon guru-guru SD - SMK Kanaan ketika melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan RPP satu lembar.