cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
lenteranusantara405@gmail.com
Phone
+6282138755314
Journal Mail Official
lenteranusantara405@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kyai Sono, No. 2, Kelurahan Genuk-Ungaran - Kabupaten Semarang, Prov. Jawa tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lentera Nusantara
ISSN : -     EISSN : 28296281     DOI : https://doi.org/10.59177/jls.v2i2.177
Jurnal Lentera Nusantara adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STT Kanaan Ungaran. Jurnal Lentera mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen baik hasil penelitian lapangan maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Lentera Nusantara juga telah memiliki nomor e-ISSN yakni 2829-6281. Jurnal ini terbuka untuk penulis dari akademisi, praktisi, mahasiswa yang relevan dengan lingkup jurnal ini dengan rasio minimum 60% eksternal dan maksimum 40% internal STT Kanaan. Jurnal ini terbit dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Juni dan Desember. Lingkup jurnal ini adalah Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Teologi Biblika Teologi Kontekstual Teologi Sistematika
Articles 49 Documents
Hari Tuhan dan Implikasinya bagi Orang Percaya Masa Kini Santoso, Yudi Santos
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.184

Abstract

Topik mengenai hari Tuhan dikalangan orang percaya masa kini sudah mulai menurun. Permasalahan utamanya adalah kurangnya pemahaman yang jelas tentang konsep Hari Tuhan. Secara teologis hari Tuhan itu merupakan rencana Tuhan yang sudah menjadi keputusan Tuhan sendiri, dan sebagai tindakan Tuhan dalam menjawab segala respon manusia terhadap segala perintah-Nya.  Menyadari bahwa Tuhan berdaulat mutlak atas seluruh kehidupan dari setiap orang, merupakan pola pikir yang bijaksana. Dengan demikian, orang percaya mampu meresponi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan dengan sikap yang positif. Sesungguhnya di dalam hukuman Tuhan terkandung kasih Tuhan yang begitu besar. Tuhan memberi hukuman bagi umat-Nya sebagai peringatan dan memberi suatu pelajaran teologis bahwa Tuhan memperhatikan perkara yang bersifat kekal selain dari perkara yang bersifat sementara dan fana. Berita tentang hukuman pada saat hari Tuhan itu juga merupakan peringatan Tuhanuntuk umat-Nya agar umatNya segera bertobat dari dosa-dosa dan perbuatan jahat. Agar umat-Nya segera berbalik kepada Tuhan dengan hidup memohon bimbingan dan takut akan Tuhan sepenuh hati. Pertobatan itu dibuktikan dengan hidup beribadah hanya kepada Tuhan, memperhatikan kebenaran dan keadilan serta menghargai hak asasi sesama manusia sebagai citra dan gambar Allah. Melalui pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi Pustaka, artikel ini bertujuan menyajikan sebuah wacana teologis tentang hari Tuhan dan implikasinya bagi orang percaya masa kini. Hasilnya adalah menemukan makna dan pengertian tentang hari Tuhan yang komprehensif, karena hari Tuhan merupakan respons Tuhan terhadap segala tindakan manusia. Implikasinya berkaitan dengan implikasi teologis, etis, ekklesiologis dan eskatalogis.
Menggagas Strategi Pemulihan Bagi Anak Korban Konflik Orang Tua di Keluarga Kristiani Manurung, Kosma
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.209

Abstract

A home filled with peace, love and mutual respect is the dream of every family member. In fact, there are many houses that indicate otherwise. Where fear, anger, hatred, mutual condescension, and physical attacks were exhibited by both parents at home when they were in conflict. If parents' conflicts are examined more deeply, of course, the impact on children can be in the form of loss of peace, destroying happiness, damaging emotions and degrading children's intelligence. This article intends to initiate a recovery strategy for child victims of parental conflict in Christian families. The use of qualitative descriptive methods and support from literature reviews is expected to be able to provide strong, sharp, careful and systematic explanations related to the triggering factors for parental conflict, the impact of parental conflict on children, and recovery strategies for children who are victims of parental conflict in Christian families. The recovery strategies were concluded, namely bringing children to know the truth of the Bible, repenting of parents, treating spouses with love, and asking for professional help.AbstrakRumah yang dipenuhi oleh kedamaian, rasa sayang, dan saling hormat merupakan dambaan setiap anggotanya. Kenyataannya, ada banyak rumah yang justru mengindikasikan sebaliknya. Di mana ketakutan, kemarahan, kebencian, saling merendahkan, hingga serangan fisik dipertontonkan oleh kedua orang tua di rumah ketika mereka sedang berkonflik. Konflik orang tua jika ditelisik lebih dalam, tentunya berdampak pada anak bisa berupa hilangnya damai sejahtera, menghancurkan kebahagiaan, merusak emosi hingga mendegradasi kecerdasan anak. Adapun artikel ini bermaksud menggagas strategi pemulihan bagi anak korban konflik orang tua di kelaurga Kristiani. Penggunaan metode deskriptif kualitatif serta dukungan dari kajian literatur, diharapkan mampu memberikan penjelasan yang kuat, tajam, cermat, dan sistimatik terkait dengan faktor pemicu konflik orang tua, dampak konflik orang tua terhadap anak, dan strategi pemulihan anak korban konflik orang tua di keluarga Kristiani. Disimpulkan strategi pemulihannya yaitu membawa anak mengenal kebenaran Alkitab, pertobatan orang tua, memperlakukan pasangan dengan penuh kasih sayang, serta meminta bantuan tenaga profesional.
Modul Doulos Camp Dalam Pembentukan Karakter Hamba Tuhan Di Gereja Masa Kini Sunarko, Andreas Sese
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.213

Abstract

Character is one of the highlights and challanges that must be faced by a servant of God.  This happens because of a wrong perception, which views God’s servant is an ordinary human being, who has strengths and weakness.  Such a big challenges is that the duty of a servant of God is to maintain good character until the end of his life, because if it is not maintained it can drop his reputation and ministry career. The problem that is often encounteredis that there are servants of God who wre unable to maintain their character, for this reason a party is needed to help and show them how to maintain their character.  Throught this article the aouthor would like to convey a module, namely Doulos Camp which can help God’s servants in forming and maintaining their character.  The purpose of this module is to shape the character of a servant of God who has the heartof a servant and has the mentality of a warrior of Christ.  This module is proven to be able to help God’s servant in the process of forming his character.  The method that the writer uses is descriptive qualitative with a library research approach, namely by using various sources including books and journal articles related to this article. The author concludes that the Doulos Camp module can help shape the character of God’s servant in the church today’s this module is packaged semi military while the substance of this module instills the values of servitude and forms the character of Christ who never gives up in the ministry field.AbstrakKarakter adalah salah satu hal yang menjadi sorotan dan tantangan yang harus dihadapi oleh seorang hamba Tuhan.  Hal ini terjadi karena adanya persepsi yang salah, yang menilai hamba Tuhan itu sebagai manusia setengah dewa (yang sempurna dan serba bisa), dalam kenyataannya hamba Tuhan itu adalah manusia biasa, yang memiliki kelebihan dan kekurangan.  Sedemikian besarnya tantangan ini maka tugas seorang hamba Tuhan adalah adalah menjaga karakter yang baik itu sampai akhir hidupnya, sebab bila tidak dijaga dapat menjatuhkan reputasi dan karir pelayanannya. Masalah yang sering ditemui adalah adanya hamba Tuhan yang tidak mampu menjaga karakternya, untuk itu perlu adanya pihak yang harus membantu dan menunjukkan cara menjaga karakternya.  Melalui artikel ini penulis ingin menyampaikan sebuah modul yaitu Doulos Camp yang dapat membantu para hamba Tuhan dalam membentuk dan menjaga karakternya. Tujuan dari modul ini adalah membentuk karakter hamba Tuhan yang berhati hamba dan bermental prajurit Kristus, modul ini terbukti dapat menolong hamba Tuhan dalam proses pembentukan karakternya. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka yaitu dengan menggunakan berbagai sumber diantaranya buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan artikel ini.  Penulis menyimpulkan bahwa modul Doulos Camp ini dapat membantu pembentukan karakter hamba Tuhan digereja masa kini, modul ini dikemas semi militer sedangkan substansi modul ini menanamkan nilai-nilai pelayanan kehambaan dan membentuk karakter Kristus yang pantang menyerah di ladang pelayanan. 
Strategi Penerapan Ilustrasi Cerita Ber-Pathos Pada Kotbah dalam Kitab 2 Samuel 12:1-13 dan Implementasinya Bagi Pengkotbah Masa Kini Senas, Audi Oktavian; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v2i2.212

Abstract

Preaching is a means created by God to communicate His purpose to His people, as the function of the Bible is written in 1 Timothy 3:16, to teach, state mistakes, correct behavior, and educate people in truth. Likewise the role of the goal of a sermon. However, there has not been an effective preacher in conveying the message of God’s Word. Every preacher has a unique method, way and style of communication his sermon, both verbally and non-verbally, but the purpose of a sermon is to transform new life the congregation or listeners, as the Holy Spirit does. The aims of this research are : First, a theological study of the use of the story by the Prophet Nathan to David in the text of 2 Samuel 12:1-13. Second, the preacher can discover biblically about the role and effectiveness of illustratations in the form of stories that have the power of pathos. Third, the preacher, the application of the use of illustrations in the form of stories in achieving the goals of preaching in the church today.AbstrakKhotbah adalah sebuah sarana yang diciptakan oleh Allah untuk mengkomunikasikan tujuan-Nya bagi umat-Nya, sebagaimana fungsi Alkitab yang tertulis dalam 1 Timotius 3:16, untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Demikian juga peran tujuan dari sebuah khotbah. Setiap pengkhotbah memiliki metode, cara dan gaya yang khas dalam mengkomunikasi khotbahnya, baik secara verbal dan non verbal, namun tujuan sebuah khotbah adalah mentransformasikan kehidupan baru dalam diri jemaat atau pendengarnya, seperti yang dikerjakan Roh Kudus.  Tujuannya penelitian ini, yaitu: Pertama,merupakan sebuah kajian teologis mengenai penggunaan cerita oleh Nabi Natan kepada Raja Daud dalam teks 2 Samuel 12:1-13. Kedua, pengkhotbah dapat menemukan secara biblika mengenai peran dan keefektifan ilustrasi dalam bentuk cerita yang memiliki kekuatan pathos. Ketiga, pengkhotbah, pengaplikasian penggunaan ilustrasi bentuk cerita dalam pencapaian tujuan khotbah di gereja dan jemaat  masa kini.
Relevansi Hypostasis Union dalam Memperkuat Monoteisme Kristen: Refleksi Teologis atas Karya Salib Kristus Purwonugroho, Daniel Pesah; Adi, Didit Yuliantono; Prasetyo, Louis Budi
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.322

Abstract

This paper is organized to explore the relevance of hypostasis union to strengthen Christian monotheism through theological reflection on the work of the cross of Christ. Hypostasis union is a doctrine that embodies the unity in divinity and mortality of Jesus Christ. Hypostasis union strengthens Christian monotheism where Christian monotheism is the belief in the one true God through Jesus Christ. The work of the cross of Jesus Christ is crucial in affirming Christian monotheism. The concept of hypostasis union has its foundation in the gospel where the monotheistic God is embodied in the perspective of the trinity without harming monotheism. In the perspective of hypostasis union, the triune God carries out the mission of saving humanity through the work of the cross of Jesus Christ. The work of the cross of Jesus Christ gives confirmation of the belief in one God who saves. Through descriptive qualitative research method, the author will reveal the relevance of hypostasis union in strengthening Christian monotheism through theological reflection on the work of the cross of Jesus Christ. The author states that hypostasis union affirms the one and only God where the transcendent God involves Himself in the history of humanity's salvation through the work of the cross of Jesus Christ.AbstrakTulisan ini dirangkai guna mengekslporasi relevansi hypostasis union untuk memperkuat monoteisme Kristen melalui refleksi teologis karya salib Kristus. Hypostasis union merupakan doktrin yang mengejawantahkan kesatuan dalam divinitas dan mortalitas Yesus Kristus. Hypostasis union memberikan penguatan terhadap monoteisme Kristen dimana monoteisme Kristen merupakan keyakinan akan Allah yang satu dan sejati melalui Yesus Kristus. Disatu sisi, arya salib Yesus Kristus merupakan hal yang krusial dalam menegaskan monoteisme Kristen. Konsep hypostasis union memiliki landasan dari Injil dimana Allah yang monoteistik diejawantahakn di dalam perspektif trinitas tanpa menciderai monoteisme. Di dalam perspektif hypostasis union, Allah yang tritunggal tersebut menjalankan misi penyelamatan manusia melalui karya salib Yesus Kristus. Karya salib Yesus Kristus memberikan pengukuhan keyakinan terhadap satu Allah yang menyelamatkan. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, penulis akan mengungkapkan relevansi hypostasis union dalam memperkuat monoteisme Kristen melalui refleksi teologis atas karya salib Yesus Kristus. Penulis menyatakan bahwa hypostasis union memberikan penegasn terhadap Allah yang satu dan esa dimana Allah yang transenden melibatkan diri di dalam sejarah keselamatan umat manusia melalui karya salib Yesus Kristus dan penelitian ini akan memberikan kebaharuan untuk memperkuat posisi monoteisme Kristen.
Manajemen Teguh Terhadap Visi Dalam Tokoh-Tokoh Di Alkitab Dan Implementasinya Bagi Pemimpin Gereja Masa Kini Baskoro, Paulus Kunto; Lestari, Teresia Puji
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.325

Abstract

The church is an organization and an organism. As an organization, the church needs to implement management. Church management is very necessary for the success of the church ministry in its task of serving God's work on earth. Church leaders need to understand that management is not worldly as long as it is managed by relying on the authority of the Bible. God Himself has set an example in terms of management when He carried out His works, starting from the work of creation to the work of saving mankind. Even in the Bible, you will find many figures in the Bible, during their lives and leadership, they received visions from God, and to realize these visions they implemented management patterns in their leadership and ministry. This research method uses descriptive qualitative methods.  The aim of the research is First, to examine management that adheres to the vision obtained from God. Second, church leaders must implement God's vision by emulating figures in the Bible.AbstrakGereja merupakan organisasi dan organisme. Sebagai suatu organisasi, gereja perlu menerapkan manajemen. Manajemen gereja sangat diperlukan untuk keberhasilan roda pelayanan gereja dalam tugasnya untuk melayani pekerjaan Tuhan di bumi. Pemimpin-pemimpin gereja perlu memahami bahwa manajemen tidaklah bersifat duniawi selama manajemen itu dikelola dengan bersandar pada otoritas Alkitab. Allah sendiri telah memberikan teladan dalam hal manajemen ketika Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya, mulai dari pekerjaan penciptaan hingga pada karya keselamatan umat manusia. Bahkan dalam Alkitab, akan didapati banyak tokoh di dalam Alkitab, yang pada masa kehidupan dan kepemimpinannya, mereka beroleh visi dari Tuhan, dan untuk mewujudkan visi-visi itu mereka menerapkan pola manajemen dalam kepemimpinan serta pelayanan  mereka. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian adalah Pertama, mengkaji manajemen teguh terhadap visi yang didapat dari Tuhan. Kedua, para pemimpin-pemimpin gereja untuk melaksanakan visi dari pada Tuhan dengan meneladaninya dari tokoh-tokoh di dalam Alkitab.
Isu-Isu Kristologi Kontemporer: Memahami Ketuhanan Yesus Di Tengah Tantangan Global Halawa, Iman Kristina
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.326

Abstract

This research is based on the increasing religious pluralism and social challenges faced by modern society that often question the identity and role of Jesus Christ. This discussion represents an important phase in the formation of Christian doctrine on the identity and role of Jesus Christ. Through a historical and theological overview, this article explores how concepts such as the divinity and humanity of Jesus, as well as His relationship with God the Father. The discussion includes the views of various theological groups, including the Gnostics, Ebionites, and Arius, as well as the responses of the church represented by the Council of Nikea and the Council of Chalcedon.  The research used a qualitative approach by analyzing literature from relevant theological and social sources. The results show that the church can use an inclusive and contextualized understanding of Christology to solve humanitarian and social problems and to build constructive interfaith conversations.  The purpose of this research is to see how people understand Jesus as God in the context of modern Christology, and how this teaching is relevant to the challenges facing the world today.  This research is expected to provide insight into the development of contemporary theology and pastoral practice in the modern era, which is based on the growing religious pluralism and social challenges faced.AbstrakPenelitian ini didasari oleh meningkatnya pluralisme agama dan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat modern yang seringkali mempermasalahkan identitas dan peran Yesus Kristus. Dalam pembahasan ini merupakan fase penting dalam pembentukan doktrin Kristen tentang identitas dan peran Yesus Kristus. Melalui tinjauan historis dan teologis, artikel ini mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep seperti keilahian dan kemanusiaan Yesus, serta hubungan-nya dengan Allah Bapa. Diskusi ini mencakup pandangan-pandangan dari berbagai kelompok teologis, termasuk Gnostik, Ebionit dan Arius, serta respon-respon dari gereja yang diwakili oleh Konsili Nikea dan Konsili Kalsedon.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dari sumber teologis dan sosial yang relevant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja dapat menggunakan pemahaman Kristologi yang inklusif dan kontekstual untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan dan sosial serta untuk membangun percakapan antaragama yang konstruktif.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana orang memahami Yesus sebagai Tuhan dalam konteks Kristologi modern, dan bagaimana ajaran ini relevant dengan tantangan yang dihadapi dunia saat ini.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perkembangan teologi dan praktek pastoral kontemporer di era modern, yang didasari oleh semakin pluralisme agama dan tantangan sosial yang dihadapi.
Transformasi Penggembalaan Era Abad 21: Menguak Strategi Penggembalaan Berdasarkan Surat Titus Sugiono, Sugiono; Pahlawan, Brahma
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.299

Abstract

Perubahan dalam masyarakat pada era Abad ke-21 membawa tantangan baru dalam mengelola bidang penggembalaan gereja. Sebagai lembaga rohani yang memiliki peran sentral dalam kehidupan komunitas, gereja harus memahami secara mendalam dinamika perubahan zaman agar tetap relevan dan efektif dalam memenuhi kebutuhan spiritual dan sosial jemaatnya.  Tujuan dari karya ilmiah ini ialah menemukan prinsip untuk menguak strategi penggembalaan berdasarkan surat titus sebagai transformasi penggembalaan era abad 21.  Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini ialah metode kualitatif deskriftif  dengan pendekatan hermeneutik dan pustaka. Hasil yang diperoleh dalam penelitian untuk trasformasi penggembalaan di era abad ke 21 ialah; ialah menetapkan pemimpin yang berintegritas di tengah jemaat (pasal 1:5-9), seorang gembala memiliki teladan serta ajaran yang sehat sebagai dasar mengajar dan menasehati jemaat (pasal 2:1-10), memberitakan anugerah allah yang menuntun setiap orang menuju hidup bijaksana, adil dan saleh (pasal 2:12;15) dan mengingatkan jemaat untuk tunduk pada pemerintah (penguasa), taat dansiap melakukan setia pekerjaan yang baik  (pasal 3:1).
Spiritualitas Personal Pelayan Dalam Membangun Spiritualitas Jemaat Aprilia, Ana
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.327

Abstract

The background of this study is taken from the urgency of the role of altar servers in the implementation of church worship, especially in GPIBI Persahabatan Solo. Altar servers, as individuals who have the responsibility of leading and directing the liturgy, not only play a technical role, but also a spiritual one. They have a central role in creating a sacred atmosphere that supports the spiritual experience of the congregation during worship. The quality of the altar server's personal spirituality is believed to influence the depth and quality of the congregation's worship, as the altar server serves as a link between the congregation and the ritual elements in the church. In the context of the church, spirituality does not only concern the individual's relationship with God, but also relates to how that spirituality is lived and transmitted in the congregational community. Therefore, altar servers are expected to be spiritual role models who inspire and strengthen the faith of the congregation. Their liturgical responsibilities demand a deep and solid spirituality. This research is based on the assumption that improving the personal spirituality of altar servers has a significant impact on the spirituality of the congregation. Through a qualitative approach, this study aims to examine the spiritual experiences of altar servers and their contribution in strengthening the congregation's spiritual relationship with God. A deeper understanding of the spiritual role of altar servers is expected to contribute to the church in developing the spirituality of servers, so as to support the spiritual needs of the congregation more effectively.AbstrakLatar belakang penelitian ini diambil dari urgensi peran pelayan altar dalam pelaksanaan ibadah gereja, khususnya di GPIBI Persahabatan Solo. Pelayan altar, sebagai individu yang memiliki tanggung jawab dalam memimpin dan mengarahkan liturgi, tidak hanya berperan secara teknis, tetapi juga secara spiritual. Mereka memiliki peran sentral dalam menciptakan suasana sakral yang mendukung pengalaman spiritual jemaat selama ibadah. Kualitas spiritualitas pribadi pelayan altar diyakini berpengaruh terhadap kedalaman dan kualitas ibadah jemaat, karena pelayan altar berfungsi sebagai penghubung antara jemaat dan elemen-elemen ritual dalam gereja. Dalam konteks gereja, spiritualitas tidak hanya menyangkut hubungan individu dengan Tuhan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana spiritualitas tersebut dihidupi dan ditransmisikan dalam komunitas jemaat. Oleh sebab itu, pelayan altar diharapkan mampu menjadi teladan rohani yang menginspirasi dan memperkuat iman jemaat. Tanggung jawab liturgis yang mereka emban menuntut adanya spiritualitas yang mendalam dan kokoh.Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa peningkatan spiritualitas personal para pelayan altar memiliki dampak signifikan terhadap spiritualitas jemaat. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman spiritual pelayan altar serta kontribusi mereka dalam memperkuat hubungan rohani jemaat dengan Tuhan. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran spiritual pelayan altar diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi gereja dalam mengembangkan spiritualitas pelayan, sehingga mampu mendukung kebutuhan rohani jemaat secara lebih efektif.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengembangkan Karakter Siswa di Era Digital Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.321

Abstract

This research examines that where Christian religious education plays an important role in shaping student character in the digital era. Christian religious education provides a strong moral and spiritual foundation, and emphasises the values of honesty, responsibility and integrity to students. In facing the challenges of using technology, Christian religious education helps students to use technology wisely and ethically, so as to develop the ability to think critically in selecting and filtering the information they get. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the role of technology integration in Christian religious education allows for a more interactive and interesting teaching method, to deepen students' spiritual understanding. In addition, Christian religious education also plays an important role in shaping the adaptive and innovative character of students and preparing students to be able to face the development of the digital world with high morality.AbstrakPenelitian ini mengkaji bahwa peran penting pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter siswa di era digital. Pendidikan agama Kristen memberikan dasar moral dan spiritual yang kuat, serta menekankan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas kepada siswa. Dalam menghadapi tantangan pada penggunan teknologi, pendidikan agama Kristen membantu siswa untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dan etis, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dalam memilih dan menyaring informasi yang di dapat. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwaa peran integrasi teknologi dalam pendidikan agama Kristen memungkinkan sebagai metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik, untuk memperdalam pemahaman spiritual para siswa. Selain itu, pendidikan agama Kristen juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang adaptif dan inovatif serta menyiapkan siswa untuk dapat menghadapi perkembangan dunia digital dengan moralitas yang tinggi.