cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
lenteranusantara405@gmail.com
Phone
+6282138755314
Journal Mail Official
lenteranusantara405@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kyai Sono, No. 2, Kelurahan Genuk-Ungaran - Kabupaten Semarang, Prov. Jawa tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lentera Nusantara
ISSN : -     EISSN : 28296281     DOI : https://doi.org/10.59177/jls.v2i2.177
Jurnal Lentera Nusantara adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STT Kanaan Ungaran. Jurnal Lentera mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen baik hasil penelitian lapangan maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Lentera Nusantara juga telah memiliki nomor e-ISSN yakni 2829-6281. Jurnal ini terbuka untuk penulis dari akademisi, praktisi, mahasiswa yang relevan dengan lingkup jurnal ini dengan rasio minimum 60% eksternal dan maksimum 40% internal STT Kanaan. Jurnal ini terbit dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Juni dan Desember. Lingkup jurnal ini adalah Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Teologi Biblika Teologi Kontekstual Teologi Sistematika
Articles 49 Documents
Landasan Teologis Pendidikan Kristen dan Relevansinya Bagi Pendidikan Kristen Masa Kini Diana, Messelina; Budiyana, Hardi
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.302

Abstract

Christian education today has a big challenge.  The big challenge is because it is in the industrial era 5.0 in this industrial era 5.0, people are in an order with high civilization.  Thus the challenges faced in the world of Christian education are also high. This research aims to find the theological foundation of Christian Education in the Bible, both in the Old and New Testaments so that we can implement it today. This research uses qualitative research methods, the author uses literature sources, namely reference books, and journals related to the research topic.  The conclusion of this research is that there is a theological foundation in both the Old and New Testaments regarding Christian education that is still very relevant to Christian education today.  These foundations include that Christian education must be based on the Bible, Christian education aims to bring salvation and character change, Christian education is contextualized with the times. AbstrakPendidikan Kristen masa kini memiliki tantangan yang besar.  Tantangan besarnya karena berada dalam era industri 5.0 di era industri 5.0 ini masyarakatnya berada dalam suatu tatanan dengan peradaban yang tinggi.  Dengan demikian tantangan yang dihadapi pun dalam dunia pendidikan Kristen juga tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan landasan teologis Pendidikan Kristen dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sehingga kita dapat mengimplementasikannya saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penulis menggunakan sumber literatur yaitu buku-buku referensi, dan jurnal yang berhubungan dengan topik penelitian.  Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan adanya landasan teologis baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru mengenai pendidikan Kristen yang masih sangat relevan dengan pendidikan Kristen saat ini.  Landasan tersebut di antaranya adalah bahwa pendidikan Kristen harus berdasarkan Alkitab, pendidikan Kristen bertujuan membawa keselamatan dan perubahan karakter, pendidikan Kristen berkontektualisasi dengan jaman. 
Penerapan Teori Belajar Humanistik Pada Anak Usia DiniDalam Bingkai Iman Kristen Tupamahu, Gloria; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i1.248

Abstract

The main function of early childhood education is to be a place for children to process to develop themselves through their world, namely play. The state of the times and its development began to affect the perspective of thinking that in early childhood education institutions more applied play and learning. But nowadays early childhood education institutions are no longer playing while learning but have emphasized learning like elementary school children. Such things as children being forced to accept teaching that is not in accordance with their age is clearly not humanizing because the world of children is a world of play. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that in education, children are expected to feel freedom and also feel unbound by the opinions of other people, both educators and people in the scope of the child's own life, and students are also expected to be able to manage their own personalities with a sense of responsibility without violating existing moral and ethical rules. And where the achievement of humanistic learning in the realm of Christian Religious Education is to shape the child's personality so that the child achieves a change in attitude and is able to become a light in the community. The application of humanistic learning theory in early childhood in the frame of Christian faith can produce experiences that are holistic. with a focus on the needs and potential of children.AbstrakFungsi utama pendidikan anak usia dini adalah menjadi suatu wadah bagi anak untuk berproses mengembangkan dirinya melalui dunia mereka yaitu bermain. Keadaan zaman dan perkembangannya mulai memengaruhi perspektif berpikir yang pada lembaga pendidikan anak usia dini lebih diterapkan bermain dan belajar. Namun dewasa ini lembaga pendidikan anak usia dini bukan lagi bermain sambil belajar tetapi sudah menekankan belajar seperti layaknya anak sekolah dasar. Hal demikian seperti anak dipaksa untuk menerima pengajaran yang tidak sesuai dengan umurnya jelas tidak memanusiakan karena dunia anak adalah dunia bermain. Mengunkan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Dalam Pendidikan anak diharapkan merasakan kebebasan dan juga merasakan ketidak terikatan oleh pendapat orang lain baik pendidik maupun orang-orang yang ada dalam lingkup kehidupan anak itu sendiri, dan anak didik juga diharapkan dapat mengatur kepribadian mereka sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab tanpa melanggar aturan moral dan etika yang ada. Dan di mana capaian pembelajaran humanistik di ranah Pendidikan Agama Kristen untuk membentuk pribadi anak sehingga anak tersebut mencapai perubahan sikap dan mampu menjadi terang di dalam lingkungan Masyarakat. Penerapan teori belajar humanistik pada anak usia dini dalam bingkai iman Kristen dapat menghasilkan pengalaman yang bersifat holistik. dengan fokus pada kebutuhan dan potensi anak.
Peran Uang dalam Pelayanan Penggembalaan: Perspektif Teologis terhadap Transformasi Nilai dan Tanggung Jawab Spiritual" Kristenson, Rasfil; Tobing, Jhon Piter
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.304

Abstract

This article discusses how money influences ministry in pastoring. The church is a non-profit oriented organization with no aim of gaining economic profit and does not focus on making a profit or seeking profit. Church funds are often used to pay salaries and benefits for church staff, including pastors, teachers, social workers, and other administrative staff. In this article, the author uses descriptive qualitative research methods. They use a literature review approach or literature study related to the topic discussed. Previous research is also used to show research developments with similar themes as well as new ideas offered in the discussion. Therefore, the author found a strategy on how to harmonize financial management with service in the Christian life. Asset management, funding decision making, and investment are the three main tasks of financial management.AbstrakArtikel ini membahas bagaimana peran uang dengan pelayanan dalam penggembalaan. Gereja adalah sebuah organisasi yang berorientasi non laba dengan tidak memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomi dan tidak memfokuskan diri untuk mendapatkan laba atau mencari keuntungan. Dana gereja sering digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan bagi staf gereja, termasuk pendeta, pengajar, pekerja sosial, dan staf administratif lainnya. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur atau studi pustaka yang sesuai dengan topik yang dibahas. Penelitian sebelumnya juga digunakan untuk menunjukkan perkembangan penelitian dengan tema serupa serta ide-ide baru yang ditawarkan dalam pembahasan. Oleh sebab itu, penulis menemukan strategi bagaimana menyelaraskan antara memenajemen keuangan dengan pelayanan dalam kehidupan kekristenan. Pengelolaan aktiva, pengambilan keputusan pendanaan, dan investasi adalah tiga tugas utama manajemen keuangan.
Model Pemerintahan Teokratis Dalam Perspektif Alkitab: Memahami Relevansinya Dalam Konteks Sosial Kontemporer Ajon, Antonius; Noviana, Noviana; Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i1.247

Abstract

This study analyzes the model of theocratic governance in the biblical perspective and understands its relevance in the contemporary social context. Through a qualitative method with a hermeneutic approach, and an in-depth literature review, this study highlights the basic concept of theocratic governance according to the Bible, its implications and relevance in the contemporary social framework, the social, political, and religious impact of its application, and the challenges and opportunities associated with applying the principles of theocratic governance in a changing social context. An assessment of interpretive approaches to biblical texts was also conducted to understand our understanding of the principles of theocratic governance. The results of this study provide a comprehensive insight into the role of religion in societal governance and formulating policies that are compatible with the needs of modern society and relevant religious values.AbstrakPenelitian ini menganalisis model pemerintahan teokratis dalam perspektif Alkitab dan memahami relevansinya dalam konteks sosial kontemporer. Melalui metode kualitatif dengan   pendekatan hermeneutik, dan tinjauan literatur yang mendalam, penelitian ini menyoroti konsep dasar pemerintahan teokratis menurut Alkitab, implikasi dan relevansinya dalam kerangka sosial kontemporer, dampak sosial, politik, dan agama dari penerapannya, serta tantangan dan peluang yang terkait dengan menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan teokratis dalam konteks sosial yang terus berubah. Penilaian terhadap pendekatan interpretatif terhadap teks Alkitab juga dilakukan untuk memahami pemahaman tentang prinsip-prinsip pemerintahan teokratis. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang komprehensif tentang peran agama dalam tata kelola masyarakat dan merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern dan nilai-nilai agama yang relevan.
Meningkatkan Nilai IQ melalui Penerapan Story-telling dalam Pengajaran Kristen: Kajian Berbasis Daniel 1:8-20 Leiwakabessy, Tabita; Purwonugroho, Daniel Pesah; Suseno, Aji
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.277

Abstract

Intellectual intelligence is essential for the development of learners. Success in problem-solving, analysis, reasoning, and application demonstrates the competence of learners in enhancing aspects of IQ intelligence. IQ is highly dependent on the learning materials. The interaction in communicating learning materials varies greatly depending on the teacher's ability to choose appropriate teaching methods to achieve optimal learning outcomes. Storytelling is chosen as a teaching method to stimulate the IQ values of learners. The teaching materials in storytelling are also designed to bring benefits to learners. From a Christian perspective, the story of Daniel can lead learners to experience intellectual intelligence. Daniel's obedience to God gives him high intelligence because of God's grace. Through storytelling based on the story of Daniel, learners can emulate Daniel's obedience to God. With a descriptive qualitative approach, it can be concluded that storytelling of the Daniel 1:8-20 story can enhance the IQ scores of learners.AbstrakKecerdasan intelektual dibutuhkan untuk mengembangkan diri peserta didik. Keberhasilan memecahkan masalah, menganalisa, menalar dan mengaplikasikan membuktikan kompetensi peserta didik mampu meningkatkan aspek kecerdasan IQ. IQ sangat bergantung dengan mater pembelajaran. Interaksi dalam mengkomunikasikan materi pembelajaran sangat bervariasi tergantung kemampuan guru dalam memilih metode mengajar yang sesuai agar dapat meraih hasil belajar yang maksimal. Story-telling dipilih sebagai metode mengajar untuk merangsang nilai IQ peserta didik. Bahan ajar dalam story-telling juga di desain agar dapat membawa manfaat kepada peserta didik. Dalam perspektif Kristen, kisah tentang Daniel dapat membawa peserta didik mengalami kecerdasan intelektual. Ketaatan Daniel kepada Allah membuat Daniel memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi karena anugerah Allah. Dengan story-telling berbasis kisah Daniel, maka peserta didik dapat meneladani ketaatan Daniel kepada Allah. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa story-telling kisah Daniel 1:8-20 dapat meningkatkan nilai IQ peserta didik.
Kombinasi Model Pembelajaran Joyce – Weil & Model Pembelajaran Alkitabiah Yesus dalam Kehidupan Rohani Jemaat Purwonugroho, Daniel Pesah; Budiyana, Hardi
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i1.250

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengkombinasikan model pembelajaran Joyce-Weil model pembelajaran Alkitbiah Yesus dalam kehidupan rohani jemaat. Model pembelajaran adalah seluruh spektrum penyajian materi pendidikan. Model pembelajaran mencakup semua elemen sebelum pembelajaran, selama proses pembelajaran, dan sesudah pembelajaran serta semua fasilitas yang terkait yang digunakan oleh guru secara langsung atau tidak langsung selama proses belajar. Joyce-Weil mendeskripsikan 4 rumpun model pembelajaran. Yesus sebagai guru agung memiliki model pembelajaran yang tercatat di dalam 4 Injil. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, kombinasi antara model pembelajaran Joyce-Weil dan model pembelajaran Alkitabiah Yesus sangat berguna bagi kehidupan rohani jemaat. Kombinasi ini membawa kebaharuan bagi pengkotbah demi tercapainya pertumbuhan rohani jemaat
Memahami Ketekunan dalam Ibadah Melalui Perspektif Mazmur 27:4 Putra, Hosea Alrafael Hariadi; Soeliasih, Soeliasih
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.303

Abstract

Perseverance in worship has a very important role in religious life, especially for Christians. Psalm 27:4 provides a deep picture of how perseverance in faith can enrich one's spiritual experience. This study aims to identify and understand in depth how a person's level of perseverance affects the quality of his/her worship and spiritual growth. The method used in this research is descriptive qualitative with a text analysis approach focused on the Book of Psalm 27:4. The chapter describes David's longing to dwell in God's house and enjoy His beauty and protection. According to the results of the study, a person's level of diligence in worship is closely related to his desire to get closer to God. This can be seen from a consistent and devoted worship routine, which involves not only participation in church but also in daily activities. Perseverance in worship brings deeper and richer experiences, which will strengthen faith and dedication to Christian teachings.AbstrakKetekunan dalam beribadah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan beragama, terutama bagi umat Kristen. Mazmur 27:4 memberikan gambaran yang dalam tentang bagaimana ketekunan dalam iman dapat memperkaya pengalaman spiritual seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami secara mendalam bagaimana tingkat ketekunan seseorang mempengaruhi kualitas ibadah dan pertumbuhan rohaninya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks yang difokuskan pada Kitab Mazmur 27:4. Pasal tersebut menggambarkan kerinduan Daud untuk tinggal di rumah Tuhan dan menikmati keindahan serta perlindungan-Nya. Menurut hasil penelitian, tingkat ketekunan seseorang dalam beribadah sangat terkait dengan keinginannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal ini dapat dilihat dari rutinitas ibadah yang konsisten dan penuh rasa pengabdian, yang tidak hanya melibatkan partisipasi di gereja tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Tekun dalam beribadah membawa pengalaman yang lebih dalam dan kaya, yang akan memperkuat iman dan dedikasi terhadap ajaran Kristen. 
Kontradiksi Nubuatan Yeremia dan Hananya Sebagai Syarat Menguji Nubuatan Berdasarkan Yeremia 28:1-17 Pattinaja, Aska Aprilano; Liling, Sifera Sampe; Harahap, Firdaus Rinto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i2.290

Abstract

This study examines the prophetic contradictions between Jeremiah and Hananiah, highlighting the prevalence of false prophets who delivered messages to please the king or for personal gain. The contrasting prophecies of disaster and salvation delivered by Jeremiah and Hananiah become the focal point for examining the criteria that can be used to test the authenticity of a prophecy. Using a qualitative approach based on a hermeneutical study of the prophetic literature, particularly in the sub-genres of prophecy of doom and prophecy of salvation, this study seeks to shed light on key insights for believers in discerning true prophecy. The results of this study underscore several important criteria for testing prophecy: first, true prophecy must be consistent with actual events, showing its fulfillment in reality; second, confirmation of the prophecy by another trusted prophet serves as an important validation of its authenticity; and third, true prophecy is characterized by its alignment with God's Word, rather than being motivated by deceptive intentions or personal gain. By establishing these criteria, this study equips believers with the knowledge and discernment necessary to evaluate the validity of prophetic messages.AbstrakStudi ini menggali kontradiksi kenabian antara Yeremia dan Hananya, menyoroti prevalensi para nabi palsu yang menyampaikan pesan untuk menyenangkan raja atau mendapatkan keuntungan pribadi. Nubuat bencana dan keselamatan yang kontras yang disampaikan oleh Yeremia dan Hananya menjadi titik fokus untuk menguji kriteria yang dapat digunakan untuk menguji keaslian sebuah nubuat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan pada studi hermeneutika literatur kenabian, khususnya dalam sub-genre nubuat bencana dan nubuat keselamatan, penelitian ini berusaha untuk menjelaskan wawasan kunci bagi orang percaya dalam membedakan nubuat yang benar. Temuan-temuan dari penelitian ini menggarisbawahi beberapa kriteria penting untuk menguji nubuat, yaitu pertama, nubuat yang benar harus selaras dengan kejadian yang sebenarnya, menunjukkan penggenapannya dalam kenyataan; kedua, konfirmasi nubuat oleh nabi lain yang terpercaya berfungsi sebagai validasi penting atas keasliannya; dan yang ketiga, nubuat yang benar dicirikan oleh keselarasannya dengan firman Tuhan, bukan dimotivasi oleh niat menipu atau keuntungan pribadi. Dengan menetapkan kriteria-kriteria ini, penelitian ini memperlengkapi orang-orang percaya dengan pengetahuan dan ketajaman yang diperlukan untuk mengevaluasi keabsahan pesan-pesan nubuat.
Providentia Dei Dalam Penanaman dan Pertumbuhan Gereja Hia, Vivian Vian; Liem, Stephanus
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i1.226

Abstract

This article examines providentia Dei in the lives of believers which manifests in church planting and growth. God is faithful and loving to each of His people because man is a precious creation. God creates according to His will and in His will He also participates in maintaining the creation because He is not a lazy God (deus otiosus), but He is a God who always participates in the growth of each of His people. The method used in this research is the literature study method. Literature study as a way of tracing and collecting data and then analyzing it, the author also identifies other theories systematically, and uses Bible verses that support the discussion and journals related to the topic of discussion. The results show that God is always at work in every aspect of His people's lives. It is only humans who often assume the absence of God's providence because they only focus on the suffering experienced instead of gratitude and hope in God.AbstrakArtikel ini mengkaji tentang providentia Dei di dalam kehidupan orang percaya yang berwujud dalam penanaman dan pertumbuhan gereja. Allah setia dan penuh kasih kepada setiap umat-Nya karena manusia adalah ciptaan yang berharga. Allah mencipta seturut dengan kehendak-Nya dan dalam kehendak-Nya tersebut Ia juga turut ikut memelihara ciptaan tersebut karena Ia bukan Allah yang pemalas (deus otiosus), melainkan Ia adalah Allah yang selalu turut ikut serta dalam pertumbuhan setiap umat-Nya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur atau pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Allah selalu turut bekerja dalam setiap aspek kehidupan umat-Nya. Tidak sekalipun Allah membiarkan umat-Nya berjalan sendirian, hanya saja manusia yang seringkali menganggap ketidak adanya pemeliharaan Allah karena mereka hanya fokus pada penderitaan yang dialami bukan pada rasa ucapan syukur dan pengharapan didalam Allah.