cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA" : 19 Documents clear
Analisis Kebutuhan Media Kartu Gambar Rumah Adat Pulau Jawa Pada Materi Keragaman Budaya Indonesia di Sekolah Dasar Feby Ruliandita; Nana Ganda; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.255 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41751

Abstract

Kemampuan pemahaman peserta didik dalam belajar serta antusias masih kurang dikarenakan penggunaan media pembelajaran yang masih terbatas atau tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan analisis kebutuhan media kartu gambar rumah adat pulau jawa pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV SDN Sukamenak Indah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru SDN Sukamenak Indah . Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen penelitian wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar kompetensi, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi sesuai dengan kurikulum 2013. Penelitian ini memberikan beberapa hasil yaitu belum terdapat media pembelajaran pada materi tersedia. Media pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menyampaikan materi dari guru kepada peserta didik, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik untuk belajar . Guru memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan prinsip media pembelajaran sehingga guru membutuhkan yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Salah satunya melalui media kartu gambar rumah adat pada keragaman budaya Indonesia.  menarik Peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari materi Keragaman Budaya Indonesia, guru memerlukan media pembelajaran yang berharap dapat membantu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dapat dikembangkan pada pengembangan media kartu gambar rumah adat pulau jawa pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV SD.
Perencanaan Pembelajaran Menulis Puisi Berbasis Model P-IKADKA di Sekolah Dasar Jihan Sarah Irianti; Seni Apriliya; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.123 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41899

Abstract

Perencanaan pembelajaran di beberapa sekolah dasar masih banyak yang menggunakan model atau metode pembelajaran yang belum menggunakan prosedur pembelajaran yang tepat sehingga kompetensi yang dimiliki peserta didik kurang berkembang. Perencanaan pembelajaran yang kurang berkembang menyebabkan kualitas pembelajaran menjadi rendah. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu produk perencanan pembelajaran menulis puisi menggunakan model P-IKADKA (Introduksi, Koneksi, Apresiasi, Diskusi, Komprehensi dan Afirmasi) di SD. Perencanaan pembelajaran ini memuat mata pelajaran PPKn dan Bahasa Indonesia secara tematik sesuai dengan kurikulum 2013 yang berlaku saat ini. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan data dari hasil FGD (Focus Group Discuss). Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dan proses studi dokumen di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang telah dikembangkan secara valid dibuktikan melalui uji kelayakan dari ahli pedagogika pada setiap komponen perencanaan pembelajaran menulis puisi di SD menggunakan model P-IKADKA ini setelah melalui beberapa revisi hingga akhirnya dapat digunakan.  Proses validasi dilakukan dengan menggunakan pertimbangan ahli dan dari hasil diskusi FGD. Respon guru pada hasil FGD ini menyatakan sudah baik, mudah dipahami dan dapat diterapkan atau digunakan di sekolah dasar. Perencanaan pembelajaran menulis puisi menggunakan model P-IKADKA ini dapat dijadikan sebagai alternatif oleh guru dalam proses pembelajaran pada materi puisi di sekolah dasar. 
Analisis Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Sebagai Bahan Ajar Senam Fantasi Sekolah Dasar Rezaningrum Rezaningrum; Seni Apriliya; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.153 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41878

Abstract

     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur gerak dasar lokomotor, gerak dasar non lokomotor dan gerak dasar manipulative sebagai bahan ajar senam fantasi Pada Buku Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Karya Gibran Ar-Rosyid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis konten. Sumber data dari penelitian ini yaitu 23 cerita fabel dalam Buku Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Karya Gibran Ar-Rosyid. Analisis dilakukan bedasarkan teori unsur gerak dasar meliputi unsur gerak dasar lokomotor, gerak dasar non lokomotor dan gerak dasar manipulative. Hasil penelitian menunjukan bahwa buku cerita fabel si kancil yang cerdik memiliki unsur gerak dasar yang cukup lengkap. Gerak dasar lokomotor yang ditemukan pada buku tersebut terdapat 177 unsur gerak dasar. Gerak dasar non lokomotor pada buku tersebut ditemukan 5 unsur gerak dasar dan gerak dasar manipulative pada buku tersebut ditemukan 19 unsur gerak dasar dengan total 201 unsur gerak dasar yang ditemukan. terdapat 3 cerita dengan unsur gerak dasar lengkap yaitu gerak dasar lokomotor, non lokomotor dan manipulative, 2 cerita dengan unsur gerak dasar lokomotor dan non lokomotor, 8 cerita dengan unsur gerak dasar lokomotor dan manipulative, dan 23 cerita dengan unsur gerak dasar lokomotor. Cerita dapat mudah dipahami dan tidak ada kata atau kalimat yang multi tafsir.  Hal ini dapat menjadi acuan bagi para guru khususnya guru Sekolah Dasar untuk menjadikan Buku Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Sebagai bahan ajar senam fantasi kelas rendah. Hal ini dapat memudahkan guru dalam memberikan pelajaran terhadap siswa dengan menggunakan bahan ajar senam fantasi.
Analisis Penulisan Huruf Kapital pada Teks Narasi Sejarah Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Ghina Luqyana; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.644 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penulisan huruf kapital dengan indikator awal kalimat, nama orang, dan nama bulan pada teks narasi sejarah. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 1 Sumurkondang sebanyak 15 siswa terdiri dari 7 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, adapun teknik pengumpulan data berupa tes dan dokumentasi. Pemberian tes dilakukan sebanyak tiga kali dengan judul teks yang berbeda-beda. Penelitian ini memperoleh hasil dari ketiga teks yang diberikan pada indikator awal kalimat terdapat data huruf Y, I dan L menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan salah, serta huruf R, A, S, C, dan P menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan benar. Indikator nama orang terdapat data huruf L, Y, A, dan D menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan salah, serta huruf S menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan benar. Indikator nama bulan terdapat data huruf A menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan salah, serta huruf O menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan benar. Penulisan yang kurang tepat disebabkan siswa kurang teliti dengan tidak menuliskan penggalan kalimat yang seharusnya sesuai teks, penyebab lainnya karena siswa belum memahami sepenuhnya penulisan huruf kapital dengan benar.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Permainan Monopoli Pada Pelajaran IPS SD Lailia Kurniawati; Nana Ganda; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.217 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41752

Abstract

Media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran karena keberhasilan pembelajaran salah satunya ditentukan oleh media pembelajaran. Pada pembelajaran IPS masih kurang dalam menggunakan media sehingga siswa merasa mudah bosan dan kurang minat dalam belajar. Selain itu, dalam mata pelajaran IPS didominasi oleh teks bacaan yang berisi materi. Apabila hanya membaca dan menghafalkan, maka pembelajaran akan monoton dan membuat siswa mudah bosan. Akibatnya hasil belajar siswa menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, posisi media pembelajaran perlu dioptimalkan dengan memahami media apa yang akan dipakai pada sistem pembelajaran nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan monopoli sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Design Based Research (DBR). Monopoli merupakan permainan menggunakan papan di mana pemain berlomba mengumpulkan poin melalui sistem permainan dengan memasukan petak pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta permainan. Media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan untuk mengefektifkan dan sebagai perantara interaksi antara pengajar dengan pembelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. IPS sebagai program pendidikan yang mengintegrasikan secara interdisiplin konsep ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang bertujuan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi diri dan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, serta sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi perlu menggunakan media pembelajaran seperti permainan monopoli, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa.
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Seni Musik Rizkiana Pratama; Epon Nur'aeni L; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.466 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41900

Abstract

Pada dasarnya lembaga pendidikan pasti menginginkan agar setiap siswanya dapat mencapai prestasi yang memuaskan, prestasi yang dicapai peserta didik merupakan alat ukur dan harapan utama untuk mengetahui keberhasilan seorang pendidik. Untuk lebih meningkatkan prestasi belajar siswa maka dibutuhkan satu kegiatan ekstrakurikuler sebagai penunjang disetiap lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki peserta didik. Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan ekstakurikuler akan berdampak pada prestasi belajar khususnya pada mata pelajaran seni musik, biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil dalam berorganisasi, bersosialisasi, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekstrakurikuler yang diikuti, sehingga ia mempunya pengalaman serta wawasan dalam berorganisasi. Selain mendapat pengalaman organisasi, ia juga mendapatkan pengalaman ilmu tentang musical.Pendidikan seni musik tentunya memiliki manfaat yang sangat baik bagi peserta didik, selain untuk menambah pengetahuan, tentunya anak bisa memiliki kemampuan untuk mengembangkan kreativitas atau bakat atas apa yang ia miliki sehingga ia bisa menunjukkan musikalitasnya. Hal itu tidak menutup kemungkinan untuk anak bisa meraih prestasi di bidang seni khususnya seni musik dalam perlombaan. Tujuan penelitan ini untuk menelaah tentang peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam belajar seni musik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis deskripsi. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan study literature dengan mencari informasi pada jurnal, artikel, buku, serta referensi lainnya. Banyak informasi yang dapat dijadikan referensi untuk peran ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi belajar seni musik.
Analisis Unsur Gerak Senam Fantasi Dalam Cerita Fabel Boti Ikan Buntal Si Pahlawan Hilma Tanzilia; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.904 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41747

Abstract

Boti ikan buntal si pahlawan adalah fabel yang populer di indonesia. Uniknya, isi fabel ini memiliki beberapa unsur senam. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis unsur senam fantasi dalam fabel ini untuk mengetahui gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif dalam cerita fabel boti ikan buntal si pahlawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Sedangkan, metode penelitian menggunakan Content analysis. Content Analysis secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis mengenai isi teks. Hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai unsur gerak senam fantasi dalam cerita fabel boti ikan buntal si pahlawan yaitu terdapat gerak lokomotor, gerak nonlokomotor dan gerak manivulatif.Unsur gerak lokomotor yaitu gerakan yang menyebabkan terjadinya perpindahan tempat atau keterampilan yang digunakan memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lainnya diperoleh beberapa gerak yaitu berenang, menghindar, menghadang, menerjang,lari. Unsur gerak nonlokomotor yaitu gerakan yang tidak menyebabkan pelakunya berpindah tempat juga diperoleh beberapa gerak yaitu menoleh, melihat, mengernyitkan hidung, memperhatikan, menganngguk, dan membuka mulut. Sementara untuk gerak manipulatif  yaitu gerakan yang mempermainkan obyek tertentu sebagai medianya, atau keterampilan yang melibatkan kemampuan seseorang dalam menggunakan bagian-bagian tubuhnya untuk memanipulasi benda diluar dirinya.  diperoleh beberapa gerak yaitu menyerang dan memakan. Simpulan dari penelitian analisis unsur gerak senam fantasi boti ikan buntal si pahlawan terdapat 3 unsur gerak senam fantasi yang ditemukan yaitu gerak lokomotor, gerak nonlokomotor, dan gerak manipulatif.
Penanaman Karakter Kedisiplinan melalui Pembiasaan Shalat Lima Waktu di SDIT At-Taqwa Narogong Kota Bekasi Caturani Dian Sukma; Syarip Hidayat; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.9 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41879

Abstract

Karakter disiplin harus dimiliki oleh setiap manusia, dengan menerapkan kedisiplinan hidup menjadi lebih teratur dan terdidik. Hal paling utama dari fungsi kedisiplinan yaitu seseorang dapat hidup berdampingan bersama masyarakat dengan kehidupan yang kondusif. Terutama disiplin dalam melaksanakan shalat lima waktu. Disiplin shalat lima waktu yaitu menjalankan shalat lima waktu dengan tepat waktu serta sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan dalam anjuran agama. Disiplin shalat lima waktu dapat menjadi langkah awal untuk membiasakan diri untuk disiplin dalam seluruh aspek. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran, media, metode, peraturan-peraturan, serta faktor pendukung dan faktor penghambat penanaman karakter kedisiplinan siswa yang dapat menjadi contoh untuk masyarakat luas dengan diaplikasikannya melalui penerapan kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang akan menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu memfokuskan kepada satu orang kepala sekolah, satu orang bidang kurikulum, satu orang guru kelas VI, satu orang tua siswa dan satu orang siswi kelas VI, satu orang siswa dan satu orang siswi kelas VI. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Tempat penelitian ini yaitu di Sekolah Dasar Islam Terpadu At-Taqwa berlokasi didalam Perumahan Taman Narogong Indah Kota Bekasi.
Analisis Kebutuhan Pengembangan bahan bacaan Buku cerita Bergambar Situs Kerajaan Kendan Berbasis Karakter di Sekolah Dasar Syifa Suaibah Aslamiah; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.285 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41753

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan bahan bacaan cerita kearifan lokal situs kerajaan kendan sebagai dalam pembelajaran bahasa Indonesia  di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar membaca buku cerita bergambar situs kerajaan kendan berbasis  karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar. Cara ini dipilih untuk mengetahui kebutuhan pengembangan bahan ajar membaca situs kerajaan kendan berbasis karakter yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripstif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pendahuluan, kajian literature, observasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa permasalahan dalam pengadaan buku cerita bergambar 1) guru tidak pernah menggunakan buku cerita bergambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia 2) belum ada buku yang memuat kearifan lokal situs kerajaan kendan 3) penguatan pendidikan karakter hanya diimplementasikan dalam materi pelajaran 4) guru hanya menggunakan buku tematik dalam pembelajaran 5) guru membutuhkan buku cerita bergambar kearifan lokal untuk menambah wawasan siswa 6) guru membutuhkan buku cerita bergambar yang dapat mengedukasi siswa. Peneliti berharap dengan adanya bahan bacaan buku cerita bergambar situs kerajaan kendan berbasis karakter mampu membantu guru dalam pengadaan bacaan siswa mengenai kearifan lokal dan sebagai sarana penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Serta membantu siswa dalam menambah wawasan kearifan lokal situs kerajaan kendan dan penanaman nilai karakter melalui karya tulis.
Pengaruh Model Pembelajaran SPADE terhadap Hasil Belajar Siswa: Tinjauan Literatur Sistematis Vina Rizki Lisdiana; Epon Nur'aeni L; Nana Ganda; Ika Fitri Apriani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.244 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41902

Abstract

Siswa mengalami hambatan belajar akibat kurangnya pemahaman terhadap pembelajaran geometri sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Oleh karena itu guru harus mampu menggunakan model pembelajaran yang dapat meminimalisir ataupun mengatasi hambatan belajar yang dialami oleh siswa dengan mempertimbangkan karakteristik serta perkembangan kognitif siswa Sekolah Dasar, sehingga mampu mempengaruhi hasil belajar siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan pengaruh model pembelajaran SPADE terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mendokumentasikan semua artikel yang relevan dengan penelitian ini. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat 31 studi telah memenuhi kriteria inklusi dari total hasil pencarian sebanyak 159 literatur yang relevan sehingga terdapat temuan yang memberikan bukti bahwa model pembelajaran SPADE dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran geometri.

Page 1 of 2 | Total Record : 19