cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2004)" : 10 Documents clear
Sastra Anak: Persoalan Genre Burhan Nurgiyantoro
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.928 KB) | DOI: 10.22146/jh.811

Abstract

Sastra anak adalah sastra yang berbicara tentang apa saja yang menyangkut masalah kehidupan ini sehingga mampu memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan itu sendiri kepada anak . Buku anak, sastra anak, adalah buku yang menempatkan sudut pandang anak sebagai pusat penceritaan dan sekaligus juga menawarkan sebuah kebenaran yang signifikan yang diekspresikan ke dalam unsur-unsur yang layak dan bahasa yang mengesankan . Genre dapat dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesastraan yang memiliki seperangkat karakteristik umum, atau kategori pengelompokan karya sastra yang biasanya berdasarkan style, bentuk, atau isi . Hal itu membawa konsekuensi pemahaman bahwa dalam sebuah genre sastra terdapat sejumlah elemen yang memiliki kesamaan sifat, dan elemenelemen itu menunjukkan perbedaan dengan elernen padagenre yang lain . Walau mengaku sering terjadi ketumpangtindihan, Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi, dan nonfiksi dengan masing-masing mempunyai beberapa jenis lagi .. Genre drama sengaja tidak dimasukkan karena menurutnya, drama baru lengkap setelah dipertunjukkan dan ditonton, dan bukan semata-mata urusan bahasa sastra . Genre sastra anak yang diusulkan cukup dibedakan ke dalam f ksi, non fiksi, puisi, serta buku bergambar dan komik dengan masing-masing memiliki subgenre . Dasar pembagiannya adalah bentuk'pengungkapan dan isi yang diungkapkan . Sebagaimana Lukens dan dengan argumentasi yang sama, genre drama sementara tidak dimasukkan dalam pembagian genre ini . Dilihat dari waktu kemunculannya, genre fiksi dan puisi dapat dibedakan ke dalam fiksi dan puisi tradisional serta fiksi dan puisi modern .
Studi Gender dalam Komik-komik Prancis Terjemahan Siti Hariti Sastriyani
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.439 KB) | DOI: 10.22146/jh.812

Abstract

Penelitian IN bertujuan (I) mengidentifikasikan relasi antara laki-laki dan perempuan alam komik-komik Prancis ; dan (2) mengungkapkan bahwa komik-komik Prancis engandung hal-hal yang cenderung menempatkan perempuan pada posisi yang rendah an bias-bias gender dalam komik-komik Prancis terjemahan . Pelabelan atau penandaan itu ditemukan dalam komik-komik terjemahan dari Prancis . fat-sifat yang diberikan dalam komik-komik tersebut untuk laki-laki adalah cekatan dan uat, sedangkan perempuan memiliki sifat bawel, cerewet, dan genit . Peran publik yang igambarkan dalam komik-komik terjemahan dari Prancis cenderung stereotipe, bahkan e as gender. Peran laki-laki di sektor publik lebih dominan dibandingkan perempuan . Tindakan lecehan seksual yang ditemukan dalam komik-komikterjemahan Prancis merupakan wujud d e anya ketidaksetaraan gender. Peran laki-laki di sektor publik lebih dominan dibandingkan rempuan.
Filsafat Analitis Menurut Ludwig Wittgenstein: Relevansinya Bagi Pengembangan Pragmatik . Kaelan
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.043 KB) | DOI: 10.22146/jh.813

Abstract

Filsafat Wittgenstein dibagi menjadi dua periode, periode pertama berjudul Tractatus Logico-Philosophicus ( 1922), yang intinya tentang teori gambar (picture theory) dan mengungkapkan tentang logika bahasa . Menurut Wittgenstein, hakikat bahasa merupakan gambaran logis dunia empiris, yang tersusun atas proposisi-proposisi dan menggambarkan 'keberadaan suatu peristiwa' (state of offairs) . Filsafat Wittgenstein periode kedua adalah Philosophical Investigations (1953), yang memuat tentang 'permainan bahasa' (language games). Menurut Wittgenstein, bahasa digunakan manusia dalam berbagai bidang kehidupan, dan dalam setiap kehidupan manusia itu memiliki aturan penggunaan masing-masing. Filsafat Wittgenstein tersebut relevan bagi pengembangan dasar filosofis pragmatik . Prinsip dalam permainan bahasa tersebut relevan bagi pengembangan dasar filosofis pragmatik, balk menyangkut aspek ontologis, epistemologis, maupun aksiologis .
Konsep Nasionalisme Dan Hak Reproduksi Perempuan: Analisis Gender Terhadap Program Keluarga Berencana Di Indonesia Wening Udasmoro
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.908 KB) | DOI: 10.22146/jh.814

Abstract

Tulisan ini melihat model konstruksi hubungan antara konsep nasionalisme dan implementasi program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia dan memahami konsep simbolik tubuh perempuan dalam hubungannya dengan pengkonstruksian nasionalisme tersebut . Tiga rezim yang berbeda, yakni Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi memiliki konsep yang berbeda dalam usaha mereka menciptakan imagined community. Tubuh perempuan, sebagai entitas yang menjalani KB, menempati peran sentral dalam hal ini .
Konstruksi Budaya Dalam Iklan: Analisis Semiotik Terhadap Konstruksi Budaya Dalam Iklan "Viva Mangir Beauty Lotion" . Rajiyem; Widodo Agus Setianto
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.002 KB) | DOI: 10.22146/jh.815

Abstract

Sebuah Man tidak hanya menyampaikan pesan penjualan . Man penuh dengan bahasa simbolik, baik pada aspek verbal maupun visualnya . Pendekatan semiotik dapat digunakan untuk menelaah lebih dalam makna di balik kata-kata dan gambar . Konstruksi budaya dalam ikian "Viva Mangir Beauty Lotion" makin mempertegas subordinat perempuan dalam budaya patriarki . Konstruksi kecantikan tubuh perempuan adalah yang memiliki kulit halus, lembut, segar, dan bercahaya . Citra yang ditampilkan memperkuat bahwa perempuan Jawa harus bisa macak, di samping masak dan manak .
Proses Mobilitas dan Strategi adaptasi Orang Tanibar Di Kota Jayapura, Propinsi Papua Abdi Frank
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.868 KB) | DOI: 10.22146/jh.816

Abstract

Proses mobilitas penduduk bersifat selektif . Setiap orang memutuskan bermobilitas atau pindah dari suatu daerah ke daerah yang lain dianggap sebagai orang pilihan dan memiliki ciri khusus di antara populasi . Latar belakang demografi, sosial-budaya, dan ekonomi sering menjadi faktor penentu dalam proses mobilitas . Strategi adaptasi selalu mengacu pada suatu proses yang menyebabkan suatu organisme berhasil menyesuaikan dirinya dengan baik pada lingkungan yang ada . Hasil proses tersebut menghasilkan karakteristik yang menyebabkan organisme dapat menghadapi bahaya, dan menjamin sumber daya yang dibutuhkan di Iingkungan tertentu di tempat mereka hid up . Mobilitas migran Tanimbar ke daerah tujuan banyak diputuskan oleh keluarga yang ada di daerah asal . Apalagi bagi seorang anak laki-laki diperlukan pertimbangan dan proses waktu yang cukup panjang karena melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, terutama pihak keluarga inti .
Model Penelitian Cara Pemenuhan Diet Prasejarah (Paleonutrisi) Rusyad Adi Suriyanto
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.207 KB) | DOI: 10.22146/jh.817

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan argumentasi bahwa etnografi dapat memberi keuntungan dan dukungan interpretasi prasejarah dengan lingkup dan batas yang memungkinkan ekstrapolasi tertentu . Penulis menganalisis bagaimana sejarah kehidupan manusia, khususnya dalam mencari sumber diet dan pemenuhan energi dalam usaha untuk bertahan hidup . Penulis juga menawarkan penggunaan sebuah model untuk menggambarkan bahwa interpretasi arkeologi dapat dicari dari model antropologi budaya. Model etnografi dapat memberi nuansa yang lebih luas dalam membicarakan manusia . Dengan demikian, kita dapat membuka pengkotakkotakan disiplin ilmu dan dapat melihat objek penelitian dari sudut pandang yang menyeluruh . Interpretasi arkeologi dari model atau analogi etnografi dibutuhkan untuk menguji berulang-ulang terhadap penemuan-penemuan yang bervariasi . Sebuah model atau analogi etnografi dalam penelitian prasejarah, khususnya paleonutrisi, hanya mungkin untuk menjangkau Mesolitikum atau sesuah periode itu, Neolitikum sampai sekarang . Di masa yang akan datang, arkeolog perlu mempertimbangkan catatan etnografi yang ditulis oleh antropolog, sebagai bahan bacaan atau dipakai sebagai referensi penelitian .
Pergeseran Makna Tennoo Sebagai Simbol Negara Jepang Sri Pangastoeti
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.566 KB) | DOI: 10.22146/jh.818

Abstract

Kaisar atau dalam bahasa Jepang disebut Tennoo merupakan salah satu unsur penting bagi siapa pun yang akan mempelajari budaya Jepang . Sikap rakyat Jepang sendiri terhadap Tennoo, simbol negara Jepang, juga merupakan gejala yang menarik untuk dipelajari karena ternyata pengalaman sejarah menjadikan sikap mereka berubah . Perubahan ini menjadi jelas terlihat jika dikaji dengan teori fenomenologi
Dinamika Masyarakat Jepang Dari Masa Edo Hingga Pasca Perang Dunia II Eman Suherman
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.365 KB) | DOI: 10.22146/jh.819

Abstract

Dari beberapa kelas sosial, yakni kaum samurai, petani, tukang, dan kaum pedagang (dikenal dengan sebutan Shinookooshoo) yang ada dalam masyarakat Jepang, sejak pemerintahan Tokugawa Bakufu hingga berakhirnya Perang Dunia II, kaum petani Jepang merupakan kelas yang paling menderita dalam menanggung hidupnya . Mereka mendapat perlakuan yang tidak adil dari para penguasa negara, di antaranya dalam hal pembayaran pajak yang begitu mencekik leher mereka . Kaum petani tidak mendapatkan perhargaan yang layak seperti yang dialami kelas-kelas sosial lainnya . Padahal kaum petanilah yang menjadi "tulang punggung" para penguasa negara dan kelas-kelas sosial lainnya .
Karakteristik Bahasa Penyiar Radio JPI FM Solo Muhammad Rohmadi
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.182 KB) | DOI: 10.22146/jh.820

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan penyiar Radio JPI FM Solo untuk berkomunikasi dengan para pendengarnya . Bahasa penyiar radio memiliki berbagai variasi dan karakter tersendiri dibandingkan bahasa-bahasa yang digunakan dalam ranah pendidikan, pemerintahan, dan keluarga . Karakteristik ragam bahasa penyiar Radio JPI FM Solo diwarnal campur kode, alih kode, dan nuansa humor dalam siarannya . Tujuan utama penyiar Radio JPI FM Solo adalah untuk menarik simpati pendengar dan berinteraksi dengan para pendengar Radio JPI FM Solo secara kreatif . Selain itu, ragam bahasa penyiar Radio JPI FM Solo memanfatkan beberapa fungsi utama ketika berkomunikasi dengan pendengarnya . Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi puitik, fungsi direktif, fungsi fatis, fungsi ekspresif, dan fungsi referensial dalam siaran Radio JPI FM Solo .

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue