Innovative: Journal Of Social Science Research
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Articles
14,070 Documents
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Materi IP
Nadia Nadia;
Dessy Wardiah;
Arief Kuswidyanarko
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.177 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.157
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual animasi terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Populasi penelitian SD Negeri 8 Parit Tiga kelas VA dan VB yang berjumlah 2 kelas sebanyak 59 siswa. Jenis penelitian ini True eksperimental Desing dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Uji instrumen menggunakan uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan media audio visual animasi terdapat penggaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SD Negeri 8 Parit Tiga.
Penegasan Budaya Antikorupsi Pada Lembaga Pemasayarakatan Di Indonesia
Yuan Nicola Audicrist Tambunan;
Ali Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.876 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.159
Lembaga pemasyarakatan atau Lapas adalah salah satu fasilitas publik yang dalam pemanfaatannya digunakan sebagai tempat pembinaan terhadap para terpidana kejahatan. Memiliki fungsi sebagai lembaga pembinaan maka seharusnya di dalam Lembaga pemasyarakatan dapat menggambarkan ketaatan terhadap aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Tetapi pada fakta dan data yang ada, Lembaga pemasyarakat malah menjadi salah satu tempat yang kerap kali dijadikan selaku praktek kejahatan. Salah satu perkara yang sampai dikala ini tengah berlangsung dan ditemukan pada Lembaga pemasyarakatan yakni masih suburnya budaya korupsi serta suap menyuap yang dilakukan kepada pihak penjaga lapas atau sipir. Pada penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dimana informasi yang dipakai ialah informasi sekunder yang berawal dari kajian literatur terhadap penelitian sejenis lainnya. Selain itu, data yang ada juga diperoleh berdasarkan adanya pemberitaan di media sosial mengenai tindak pidana korupsi yang terjadi pada wilayah Lembaga pemasyarakatan. Upaya yang dilakukan salah satunya yakni dengan melakukan budaya antikorupsi, yang diawali dengan pemberian edukasi dan pendidikan karakter anti korupsi yang ditanamkan sejak dini, selanjutnya langkah nyata yang dapat dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam penyelesaian permasalahan korupsi ini merupakan dengan membuat peraturan perundang–undangan yang bisa menimbulkan dampak jera pada para pelaku perbuatan kejahatan korupsi.
Implementasi Grand Design Penanganan Overcrowded Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sibolga
Karimah Aini;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.989 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.160
Overcrowded bukan merupakan persoalan yang baru bagi Pemasyarakatan namun tetap menjadi persoalan pelik untuk bisa diatasi. Terbatasnya kapasitas hunian hanya salah satu dari banyak masalah yang dialami sebagai konsekuensi dari overcrowded di Lembaga Pemasyarakatan. Overcrowded juga mampu mempengaruhi kualitas gizi, sanitasi, kegiatan tahanan, pelayanan kesehatan dan perawatan bagi kelompok rentan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi penerapan grand design penanganan overcrowded pada Lapas Kelas IIA Sibolga yang dilakukan dengan metodde kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2017 tentang Grand Design Penanganan Overcrowded pada Lapas Kelas IIA Sibolga dilakukan melalui 4 penanganan yaitu penataan regulasi, penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana dan prasarana serta pemberdayaan sumber daya manusia. Hambatan yang dihadapi adalah narapidana yang gagal melakukan syarat administrasi dan subsantif dalam pemberian remisi, keterbatasan anggaran, dualism fungsi para petugas, keterbatasan sumber daya manusia, dan keterbatasan penyediaan sarana dan prasarana.
Dampak Perbaikan Fasilitas dan Sistem Pelayanan Kesehatan dalam Memenuhi SMR di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya
Hanin Kusuma Ardy;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.696 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.161
Tidak tersedianya sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung kesehatan seperti area tidur, poliklinik, kamar mandi, dan lain sebagainya yang ideal atau laik menyebabkan peningkatan jumlah orang yang sakit dan jenis penyakit yang muncul. Sarana prasarana atau fasilitas yang kurang terpenuhi ini juga mempengaruhi sistem pelayanan kesehatan yang dijalankan. Sebaik apapun strategi sistem pelayanan disusun, namun apabila dalam upaya praktiknya tidak didukung oleh fasilitas yang tepat maka mustahil untuk dapat terwujud sesuai dengan tujuan awal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab, dampak, beserta solusi yang dapat dibuat untuk meningkatkan kualitas kesehatan Tahanan. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif dengan sumber data berupa hasil wawancara dan studi penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil wawancara, program perbaikan dan peningkatan fasilitas dan sistem pelayanan kesehatan berdampak secara positif yakni terpenuhinya rasa aman dan nyaman terkait kondisi kesehatan pribadi sehingga mengurangi kekhawatiran-kekhawatiran yang ada pada Tahanan
Dampak Stress Terhadap Kesehatan Fisiologis Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan
Ivan Aditya Mileniawan;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.471 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.162
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca sekaligus kepada peneliti mengenai dampak stress dari narapidana yang menjalani hukuman/pemidanaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan terhadap pengaruh kesehatan fisiologisnya. Dalam hal memperoleh data, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dan mengambil informasi/data melalui media bacaan seperti: peraturan perundang-undangan; artikel ilmiah; dan website. Pada pelaksanaan wawancara dengan narasumber, peneliti mengambil sampel beberapa narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bangko. Artikel ini membahas mengenai defisini stress, faktor penyebab stress narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, Dampak Stress terhadap kesehatan fisiologis narapidana, serta upaya/ solusi yang dilakukan untuk mengatasi stress. Adapun kesimpulan dari artikel ini adalah Stress akan berpengaruh kepada kesehatan fisiologis narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, adapun pengaruh tersebut yaitu menuju kepada sistem saraf pusat dan sistem endokrin, sistem pernapasan dan kardiovaskuler, serta sistem pencernaan dari seorang narapidana.
Strategi Dan Kebijakan Hukum Terhadap Orang Dalam Gangguan Jiwa
Elika Sifra Lidya;
Imam Santoso
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.056 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.163
Berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa mengatur berbagai upaya kesehatan jiwa dalam peningkatan derajat kesehatan jiwa yang baik dan sehat bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan terstruktur dan mencakup keseluruhan, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah terhadap rakyatnya. Strategi yang dimaksud tidak hanya seputar kebijakan hukum namun dapat juga dengan menyokong cara dan penanganan khusu bagi mereka agar peka terhadap keadilan dan pelangaran.Memberikan pemahaman melalui adanya jaminan perlindungan lewat layanan kesehatan,pengobatan dan pencapaian kualiatas hiudp selama menjalani masa pidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Mengedepankan hak-hak kemanusiawian sebagai warga negara Indonesia yang diperlakukan adil di depan hukum.
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Peredaran Narkoba di Rutan Kelas IIB Menggala
Indra Setiawan Rosandi;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.792 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.164
Ketentuan dalam Pasal 4 Angka 7 Permenkumham RI Nomor 6 Tahun 2013, bahwa setiap narapidana atau tahanan dilarang menyimpan, membuat, membawa, mengedarkan, dan/atau mengkonsumsi narkotika dan/atau prekursor narkotika serta obat-obatan lain yang berbahaya. Akan tetapi, selama menjalani hukuman dan dibina di dalam Lapas dan Rutan, terdapat narapidana yang mengulang melakukan perbuatan melanggar hukum, melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tata tertib, seperti kembali menyalahgunakan dan mengedarkan narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pencegahan peredaran narkotika di Rutan Kelas IIB Menggala Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode pendekatan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan dalam penanggulangan peredaran narkotika di Rutan Kelas IIB Menggala yaitu upaya preventif, upaya represif dan upaya rehabilitasi sesuai dengan standar pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban
Penerapan Pola Karier Berbasis Sistem Merit di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto
Delfi Kalwa Kurniawan;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.556 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.165
Pada hakekatnya sistem pemasyarakatan yang berjalan merupakan bagian yang tidak terlepas dari proses pembangunan di bidang hukum. Oleh karenanya, dibutuhkan unsur sumber daya manusia yang dijadikan penggerak utama dari adanya proses pembangunan ini. Pembangunan ini dapat berjalan dengan adanya manajemen karier yang jelas. Pola karier berbasis sistem merit digunakan untuk mengukur dan membandingkan antara kualifikasi, kompetensi, serta kinerja dari setiap Aparatur Sipil Negara dengan posisi yang akan ia tempati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem merit di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini menunjukan bawasannya penerapan sistem merit di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto berjalan sesuai dengan regulasi yang ada pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Manajemen Karier Pegawai Negeri Sipil Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal tersebut terlihat pada penempatan posisi kepada seorang Aparatur Sipil Negara yang sudah terkualifikasi melalui persyaratan administrasi, berkompeten dilihat dari pendidikan dan pelatihan yang diikuti, serta kinerja yang dibuktikan dengan masa kerja masing-masing individu yang sudah memenuhi batas minimum seseorang dalam menduduki jabatan tertentu.
Minimnya Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Yang Sedang Hamil
Iqbal Al Farezi;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.043 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.166
Berdasarkan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyatnya. Narapidana berdasarkan Pasal 12, Pasal 1 (7) UU 1995 adalah narapidana yang kehilangan kemerdekaannya di lembaga pemasyarakatan Indonesia. Sebagai salah satu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan, narapidana harus memenuhi hak-haknya, salah satunya menyatakan bahwa narapidana berhak atas pelayanan kesehatan yang layak (Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995) Pasal 14D Nomor 12). Tahanan wanita adalah salah satunya. Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 4.444 survei lapangan, wawancara, dan survei kepustakaan. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di Lapas Bawah Tanah Klas IIA berjalan dengan lancar, namun pelaksanaan pelayanan medik di Lapas Bawah Tanah Klas IIA dengan fasilitas kesehatan yang mendukung. . Ruang perawatan ibu dan anak yang tidak memadai, serta ibu hamil, masih kekurangan vitamin, takaran klinik, kurangnya BPJS atau jaminan kesehatan.
Strategi Penerapan Sistem Keamanan Pada Desain Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ngawi Strategi Penerapan Sistem Keamanan Pada Desain Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ngawi
Muhammad Fahdanu Lathif;
Padmono Wibowo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.009 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.167
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan siswa remedial. Kondisi keamanan di lembaga pemasyarakatan merupakan acuan mendasar untuk pelaksanaan latihan yang berbeda di lembaga pembinaan, terutama yang berkaitan dengan isu-isu yang mengidentifikasi dengan peningkatan tahanan penjara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem Keamanan Lapas Kelas IIB Ngawi. Jenis penelitian yang penulis pergunakan adalah lapangan deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah Kepala KPLP Lapas Kelas IIB Ngawi, Pejabat Pengembangan Keamanan Organisasi Perbaikan Kelas IIA Bollangi-Sungguminasa, Petugas keamanan Penjara Lapas Kelas IIB Ngawi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem pengamanan di lembaga pemasyarakatan dilengkapi dengan kerangka pengamanan bawaan dan menarik yang bergantung pada Pedoman Pengamanan Lapas (PPLP) Ditjen Perikanan pada Dinas Pemerataan No. DP.3.3/17/1. Dimana dalam penerapannya belum bersifat memaksa. Dan terdapat beberapa hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan security framework tersebut, khususnya: SDM sebenarnya harus ditingkatkan kepercayaannya, petugas keamanan yang kurang, dan kantor/kantor keamanan yang kurang