Innovative: Journal Of Social Science Research
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Articles
14,071 Documents
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Anisa Aulia Fitri;
Nur kholida;
Tirta Permatasari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.896 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.242
Penekanan legislatif pada hasil siswa yang terukur mengharuskan kepala sekolah untuk berkolaborasi dengan guru untuk menetapkan dan mencapai tujuan berkinerja tinggi. Kepala sekolah harus selalu siap untuk menjawab pertanyaan dari publik tentang bagaimana sekolah memperbaiki kesenjangan prestasi antara beragam kelompok siswa dan kinerja secara keseluruhan. Kepala sekolah bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan sekolah, sehingga bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dianggap sebagai hal yang paling menentukan. Kepala sekolah berperan atas kesuksesan kinerja guru dan pencapaian siswa-siswanya, di mana ia memiliki beban kepada orang tua untuk menjaga dan mencerdaskan para siswa menuju kesuksesan. Artikel ini akan menjelaskan kepemimpinan kepala sekolah yang terdiri dari tiga gaya kepemimpinan utama yang paling sering digunakan oleh banyak kepala sekolah.
Kinerja Arang Sekam Padi untuk Memperbaiki Nilai Resistansi Pentanahan Dengan Menggunakan Elektroda Baja Galvanis dan Tembaga
Wira Jerry K.W.;
Herman Halomoan Sinaga;
Nining Purwasih;
Diah Permata
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.964 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.243
Sistem pentanahan memiliki peranan penting untuk melindungi peralatan yang terhubung dengan sumber listrik maupun daerah disekitar peralatan terhadap lonjakan tegangan berlebih. Pada lokasi yang memiliki resistansi tanah yang tinggi umumnya dilakukan perlakuan terhadap tanah seperti penambahan zat aditif pada media disekitar elektroda pentanahan. Arang sekam padi merupakat salah satu zat aditif yang dapat digunakan untuk menurunkan resistansi pentanahan, karena arang sekam padi memiliki sifat menyerap air serta mempertahankan kelembaban di dalam tanah. Selain itu arang sekam padi mengandung senyawa kimia karbon yang bersifat konduktif untuk meningkatkan konduktivitas yang dapat meningkatkan kapasistas pertukaran kation tanah. Penambahan kedalaman lubang pentanahan dari 1m sampai 2 m dapat memberikan perbandingan hasil nilai tahanan pentanahan yang berbeda sehingga mendapatkan nilai resistansi yang terkecil. Perbandingan elektroda tembaga dan baja galvanis guna mengetahui perbandingan resistansi tanah antara kedua elektroda, sehingga didapatkan elektroda pentanahan terbaik. Hasil dari komposisi campuran terbaik pada penelitian ini yaitu pada kedalaman 2 m menggunakan elektroda tembaga dengan media pentanahan arang sekam padi bercampur dengan tanah menghasilkan resistansi 10,2 Ω.
Implementasi Model Pembelajaran Discovery Based Learning Berbasis VR Makam Syekh Burhanuddin Pada Pembelajaran Sejarah Guna Menumbuhkan Sikap Nasionalisme Siswa Kelas X IPS SMAN 1 Kampar Kiri Tengah
Nur Intan Rahmawati;
Isjoni Isjoni;
Ahmal Ahmal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.914 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.244
Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pada kurikulum 2013 Permendikbud No 13 pasal 2 tahun 2014 menyatakan bahwa pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas atau siswa harus bersifat aktif dengan karakteristik: 1) interaktif dan inspiratif, 2) menyenangkan dan memotivasi, 3) kontekstual dan kolaboratif, 4) memberikan ruang yang cukup untuk berkreativitas, dan 5) sesuai dengan bakat dan minat. Banyaknya kesenjangan ataupun kekurangan dalam kegiatan pembelajaran sejarah sehingga kurang maksimal dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Terdapat permasalahan pembelajaran secara umum seperti berikut: (1) masih banyak pendidik yang menggunakan paradigma konvensional, yaitu pendidik sebgai pembicara dan siswa sebagai pendengar. (2) pendidik hanya terpacu pada buku teks, (3) rendahnya tingkat imajinasi. Hal ini disebabkan pendidik hanya terfokus hanya pada tujuan pembelajaran secara kognitif sedangkan kemampuan secara psikomotorik kurang di perhatikan. Penggunaan VR memberikan sensasi yang berbeda dari pada dinikmati oleh layar monitor. Tidak hanya perkembangan games dengan VR memberikan konten yang mencoba mensimulaskan rangsangan kepada indera kita. Format penyajian berupa film pendek yang dikemas dengan teknologi VR ini juga memberikan tatacara yang diakomodasikan dengan interaktivitas yang seolah-olah membawa dan mengahnyutkan kita kedalam dunia virtual yang dibawakan. Discovery based learning merupakan pembelajaran berbasis penemuan (inquiry-based), konstruktif dan teori bagaimana belajar. Model pembelajaran yang diberikan kepada siswa memiliki skenario pembelajaran untuk memecahkan masalah yang nyata dan mendorong mereka untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Dalam memecahkan masalah mereka, karena ini bersifat konstruktif, para siswa menggunakan pengalaman mereka terdahulu dan memecahkan masalah. Kegiatan mereka lakukan dengan berinteraksi untuk menggali, mempertanyakan selama bereksperimen dengan teknik. Kata Kunci : Pembelajaran, Discovery Based Learning, Vr.
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Biologi Materi Enzim dan Metabolisme Sel Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siswa Kelas XII Mia SMAN 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022
Widi Hastuti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.294 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.245
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII MIA SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022 pada mata pelajaran Biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan proses pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas kelas XII MIA SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa sebanyak 10 siswa terdiri dari laki-laki sebanyak 5 siswa dan perempuan sebanyak 5 siswa. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini buktikan dari hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya, dimana pada kondisi awal hanya ada 3 siswa atau 30,00% meningkat menjadi 7 siswa atau 70,00% dan 10 siswa atau 100% pada siklus terakhir. Penjelasan peningkatan hasil dan ketuntasan belajar juga meningkat pada setiap siklusnya dari 59,00 menjadi 68,75 dan 74,00 pada siklus kedua. Hal tersebut juga dibuktikan dengan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dimana pada kondisi awal hanya terdapat 3 siswa atau 30,00% meningkat menjadi 60% atau 6 siswa dan 9 siswa atau 90,00% pada siklus kedua. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII MIA SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022. Kata kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Kooperatif Tipe Jigsaw
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022
Syafrizah Syafrizah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.525 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.246
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan model inkuiri serta memperoleh gambaran motivasi belajar biologi siswa kelas XI SMAN 3 Tebing Tinggi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan 2 siklus, tahapan dari masingmasing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas XI SMAN 3 Tebing Tinggi tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 22 orang siswa. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk memperoleh data aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran bermodel inkuiri dan lembar angket digunakan untuk data motivasi belajar biologi siswa. Dari hasil analisa data diperoleh hasil bahwa Penerapan model pembelajaran inquiri mampu meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa pembelajaran biologi materi keanekaragaman hayati. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan hasil belajar siswa dari rata-rata pada kondisi awal sebesar 59,60 meningkat menjadi 65,20 pada siklus I dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 74,40 dan ketuntasan belajar pada kondisi awal sebanyak 3 siswa (13,64%), setelah dilaksanakan perbaikan dengan penerapan metode inquiri pada siklus I meningkat menjadi 12 siswa atau 54,55% dan pada siklus II meningkat kembali menjadi 19 siswa atau 86,36%. Penerapan model pembelajaran inquiri mampu meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa pembelajaran biologi materi keanekaragaman hayati. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas belajar siswa dari 5 siswa atau 22,73% pada kondisi awal, meningkat menjadi 13 siswa atau 59,09% dan 100% pada akhir siklus kedua. Kata kunci: Model Inkuiri, Motivasi Belajar, Biologi
Upaya Meningkatan Keterampilan Guru Membuat Lks BDR Melalui Kegiatan IHT Menggunakan Aplikasi Zoom Cloud Meeting Di SD Negeri 15 Tanjung Bunga Tahun Pelajaran 2020/2021
Mukhtar Mukhtar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.151 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.247
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan guru dalam membuat LKS BDR di SD Negeri 15 Tanjung Bunga. Tujuan penelitian adalah meningkatkan keterampilan guru dalam membuat LKS BDR melalui pelaksanaan kegiatan IHT. Subjek penelitian adalah 12 guru di SD Negeri 15 Tanjung Bunga. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dalam tiap siklusnya. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif komparatif. Hasil penilaian observasi kegiatan diskusi menunjukkan bahwa pada kondisi awal perolehan nilai menunjukkan angka 47,08 dalam kriteria KURANG, meningkat menjadi 69,38 dalam kriteria CUKUP pada siklus pertama dan 90,83 dalam kriteria SANGAT BAIK pada akhir siklus kedua. Penjelasan mengenai peningkatan keterampilan guru dalam membuat LKPD pada kondisi awal sebesar 50,38 dan hanya masuk dalam kualifikasi KURANG, dan pada pelaksanaan siklus pertama menunjukkan hasil angka nilai rata-rata 69,98 dalam kualifikasi C atau CUKUP dan pada akhir siklus kedua meningkat menjadi 84,85 dalam kualifikasi nilai BAIK. Dari segi peningkatan keterampilan guru dalam pembuatan LPKD BDR secara individual menunjukkan peningkatan, karena pada siklus pertama ada 7 guru 58,33% yang memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kategori BAIK, pada siklus kedua semua guru dinyatakan meningkat keterampilannya dalam membuat LKS BDR, karena dari 12 guru terdapat 7 guru atau 58,33% yang memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kategori AMAT BAIK dan 5 guru atau 41,67% dalam kriteria nilai BAIK. Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa IHT yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap 12 guru di SD Negeri 15 Tanjung Bunga dinyatakan BERHASIL meningkatkan meningkatkan keterampilan guru dalam membuat LKS BDR.
Penerapan Teknik Pemodelan Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas XII SMAN 1 Tebing Tinggi Dalam Menulis Teks Berbentuk Eksplanation Tahun Pelajaran 2021/2022
Delsa Delsa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.646 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.248
Kemampuan menulis teks berbentuk explanation yang rendah menjadi permasalahan tersendiri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengatasinya diperlukan strategi yang tepat, salah satunya dengan penerapan teknik pemodelan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Upaya Peningkatan menulis teks berbentuk explanation Melalui Penerapan Teknik Pemodelan pada Siswa Kelas XII IPS SMAN 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas khususnya menulis teks berbentuk explanation dengan menggunakan teknik pemodelan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IPA SMAN 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 21 orang. Data kemampuan berpidato siswa diambil melalui tes lisan berpidato. Berdasarkan analisis data pembelajaran sebelumnya membuktikan bahwa penerapan teknik pemodelan telah memberikan efek peningkatan pada hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase ketuntasan siswa dari siklus I hingga siklus II yaitu siklus I pra siklus nilai rata-rata pra siklus nilai rata-rata 48,21 dan hanya ada 3 siswa atau 14,29% siswa yang dinyatakan tuntas karena memperoleh nilai minimal 70 sesuai dengan KKM. Pada siklus pertama setelah pembelajaran dilakukan dengan menerapkan metode pemodelan, hasil belajar meningkat menjadi 11 siswa atau 52,38% dengan nilai rata-rata sebesar 67,86. Pada siklus kedua dengan menerapkan metode pemodelan hasil belajar meningkat menjadi rata-rata 82,14 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa sebesar 100%. Hasil ini telah mencapai persentase target keberhasilan yang telah ditentukan oleh peneliti sebelum penelitian dilakukan yaitu 85% dan nilai ratarata minimal 70. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pemodelan dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar menulis teks berbentuk explanation siswa XII IPS SMAN 1 Tebing Tinggi Tahun Pelajaran 2021/2022.
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Praktek Dasar-Dasar Elektronika melalui Model Pembelajaran Project Base Learning pada Siswa kelas X Teknik Audio Video
Mohammad Yani Saksianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.601 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.249
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based learning di kelas Teknik Audi Video SMK Negeri 1 Minas.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2021.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Audio Video SMK Negeri 1 Minas berjumlah 10 orang, terdiri atas 10 laki-laki.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar yang di nilai berdasarkan indikator minat belajar konsep dasar-dasar elektronika. Adapun ketuntasan hasil belajar siswa yaitu dengan membandingkan skor dasar dengan Ulangan Harian I dan Ulangan Harian II pada materi dasar elektronika. Setelah diadakan penelitian dengan dua siklus, penerapan model pembelajaran Project Based learning dapat meningkatkan minat belajar teknim audio video dimana pada akhir tindakan siklus I terdapat 6 siswa yang tuntasatau 68,42% dengan rata-rata hasil belajar siswa atau pemahaman siswa 69,08, kemudian meningkat pada ulangan harian II dengan jumlah yang tuntas 8 siswa atau 84,21% dengan rata-rata hasil belajar siswa atau pemahaman konsep meningkat menjadi 82,89 pada akhir tindakan siklus II.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan pemahaman cara kerja dasar-dasar elektronika siswa kelas X teknik audio Video SMK Negeri I Minas .
Mengulas Filosofi Alas Ketonggo Srigati (Petilasan Prabu Brawijaya V) di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (Kajian Filosofi dan Nilai Budaya)
Alwida Ardyanti;
Hendrisa Rizqie Romandoni;
Uun unzila Mushofiroh;
Zahra Aurista Setiono;
Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.075 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.250
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai nilai simbolik dan filosofis yang ada dalam Alas Ketonggo Srigati sebagai sumber ketahanan dan kelestarian budaya nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti yaitu Alas Ketonggo Srigati yang berada di Kabupaten Ngawi. Subjek pelitian ini adalah juru kunci Alas Ketonggo Srigati. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Alas Ketonggo Srigati memiliki berberapa tempat petilasan Prabu Brawijaya V serta para pengikutnya. Di dalam alas ini Prabu Brawjaya V melakukan pertapaan di Pesanggrahan Agung dan melepaskan baju kebesarannya sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Lawu. (2) Pesanggrahan Agung selain digunakan untuk tempat bertapa juga menyimpan banyak filosofi. (3) Terdapat beberapa ritual yang sering dilakukan di Alas Ketonggo Srigati. Ritual-ritual tersebut memilki tujuan masing-masing. Diharapkan dengan adanya ritual ini ditujukkan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya leluhur. (4) Alas Ketonggo Srigati memiliki sungai yang bernama Kali Tempur yang biasanya digunakan untuk media meditasi.
Pengaruh Pelatihan, Kompensasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran
Normansyah Normansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.525 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v2i1.251
Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori manajemen organisasi dan sumber daya manusia dengan lebih berfokus pada faktor pelatihan, kompensasi, motivasi kerja dan prestasi kerja yang menjadi variabel-variabel dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survey. jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan sifat penelitian adalah penjelasan. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Populasi adalah seluruh pegawai pada Dinas Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran yaitu 98 pegawai dan ditetapkan jumlah sampel dari seluruh populasi yang ada yaitu sebanyak 52 pegawai. Berdasarkan persamaan linier berganda yang diperoleh sebagai berikut bahwa Ŷ = 0,603+ 0,205 X1 + 0,775 X2 + 0,334 X3 + e. Pada persamaan tersebut dapat dilihat bahwa pelatihan (X1), kompensasi (X2) dan motivasi kerja (X3) mempunyai koefisien regresi positif yang membuktikan kontribusinya terhadap prestasi kerja (Y) pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran dalam model regresi ini. Pengujian secara serempak menunjukkan bahwa nilai Fhitung (100,817) lebih besar dibandingkan dengan nilai Ftabel (2,70), dan sig. α (0,000a) lebih kecil dari alpha 5% (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel pelatihan, kompensasi dan motivasi kerja secara serempak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran. Pengujian secara parsial diperoleh hasil untuk pelatihan (2,497), kompensasi (6,684) dan motivasi kerja (3,561). Dengan demikian secara parsial pengaruh yang dominan terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran adalah variabel kompensasi.