cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
putripebriana99@gmail.com
Editorial Address
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/EditorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Innovative: Journal Of Social Science Research
ISSN : 28074246     EISSN : 28074238     DOI : https://doi.org/10.31004
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14,098 Documents
Proses Komunikasi Dua Arah Pada Fitur Quick Chat Game Online Mobile Legends: Bang Bang Nurjayanti Nurjayanti; Harmin Hatta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6423

Abstract

Era digital saat ini mendorong perubahan pada berbagai lini dalam kehidupan masyarakat, termasuk perubahan tradisi. Dari yang sebelumnya masyarakat akrab dengan permainan tradisional, dengan masuknya era digital kini digantikan dengan permainan modern seperti game. Salah satunya ialah dengan hadirnya game online Mobile Legends: Bang Bang. Mobile Legends merupakan salah satu game online yang sangat digemari oleh masyarakat. Data statistik Google Play Store, game tersebut telah diunduh sebanyak 500 juta lebih pengguna di seluruh dunia. Berdasarkan kategori game, Mobile Legends merupakan game strategi yang secara spesifik dikenal dengan game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yaitu game yang melibatkan kerjasama tim untuk meraih kemenangan. Untuk itu, game ini dilengkapi dengan 3 jenis fitur komunikasi, yaitu voice chat, chat box, dan quick chat, di mana dalam penelitian ini fokus menganalisis fitur komunikasi tambahan pada fitur quick chat yang dikenal dengan fitur OK untuk melihat proses komunikasi dua arah (two way communication) yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang dipadukan dengan metode partisipatif, di mana peneliti terlibat menjadi pemain game Mobile Legends dan secara aktif menggunakan fitur komunikasi game yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur OK senang digunakan oleh para pemain Mobile Legends. Sejalan dengan hal tersebut, fitur OK ini memberi kemudahan bagi antarpemain dalam memberikan tanggapan secara cepat. Penggunaan fitur OK juga membangun hubungan yang positif antaranggota tim di tengah maraknya kekerasan verbal (verbal abuse) yang dilakukan para pemain game ini.
Pengaruh Fear Of Missing Out (Fomo) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar Kpop Remaja Akhir pada Produk Merchandise Kpop Michelle Apolo; Meike Kurniawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pengaruh fear of missing out (FoMO) terhadap perilaku konsumtif penggemar kpop pada produk merchandise. Fear of missing out (FoMO) merupakan perasaan untuk ingin merasa terhubung dengan orang lain dan takut jika orang lain mengalami hal yang lebih menyenangkan. Dalam rangka untuk memenuhi keinginan tersebut, individu yang mengalami fear of missing out (FoMO) cenderung akan mengikuti aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Perilaku konsumtif merupakan perilaku individu yang membeli barang didasari oleh keinginan dan bukannya kebutuhan dalam jumlah yang tidak sedikit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang meliputi valliditas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis. Partisipan pada penelitian ini merupakan remaja akhir penggemar kpop yang pernah melakukan pembelian terhadap produk yang berhubungan dengan kpop. Pada akhirnya hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh fear of missing out (FoMO) terhadap perilaku konsumtif.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Woro Kecamatan Kepohbaru Munia Diana Sugiarti; Suwarto Suwarto; Haryani Saptaningtyas
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan kader dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan desa melalui studi kasus penerapan program oleh kader kesehatan. Stunting tetap menjadi masalah serius dalam kesehatan anak di daerah pedesaan, dan peran kader dalam menyediakan informasi, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat memiliki dampak signifikan dalam upaya pencegahan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada dua kader kesehatan aktif di desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kader, observasi partisipatif, serta analisis dokumen terkait program pencegahan stunting. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deduktif untuk menggambarkan peran kader, strategi yang diterapkan, serta dampak yang dihasilkan di tingkat komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan sangat penting dalam menyebarkan informasi tentang pencegahan stunting. Kader memiliki peran ganda sebagai penyampai informasi teknis dan sebagai fasilitator dalam mengubah perilaku masyarakat. Kader mengadopsi pendekatan partisipatif dalam menyusun program, memahami kebutuhan dan konteks setempat, sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih relevan dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Program pemberdayaan kader dilakukan melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan kolaboratif dengan petugas kesehatan. Kader mampu membentuk kelompok diskusi ibu-ibu balita, mengorganisir kampanye edukatif, serta memberikan dukungan emosional kepada ibu-ibu dalam menghadapi kendala dalam menerapkan praktik-praktik pencegahan stunting. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh kader, seperti keterbatasan sumber daya dan dukungan, serta perbedaan budaya dan keyakinan dalam komunitas yang memengaruhi adopsi praktik-praktik pencegahan. Dalam menghadapi tantangan ini, kader mengandalkan kerja sama tim, strategi komunikasi yang sensitif, dan pendekatan persuasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan kader dalam pencegahan stunting di desa mampu memberikan dampak positif dalam perubahan perilaku masyarakat. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas kader dan memastikan kelangsungan program pencegahan stunting yang efektif dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Upaya Meningkatkan Nasionalisme Peserta Didik Melalui Pembelajaran Berbasis Budaya Thomy Sastra Atmaja
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6432

Abstract

Nasionalisme memainkan peran krusial dalam membentuk identitas dan persatuan suatu bangsa. Kebanggaan terhadap identitas sebagai bagian dari suatu bangsa merupakan hasil pembelajaran, yang penting ditanamkan, terutama pada generasi muda, untuk memajukan bangsa dalam era modern. Pendidikan, khususnya pendidikan berbasis budaya, diakui memiliki peran signifikan dalam mengembangkan semangat kebangsaan dan nasionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi efektivitas pembelajaran berbasis budaya dalam meningkatkan nasionalisme peserta didik di tengah arus globalisasi. Penelitian kajian literatur ini melibatkan telaah mendalam terhadap literatur-literatur terkait dan jurnal-jurnal akademis yang membahas konsep nasionalisme dan implementasi pembelajaran berbasis budaya. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi budaya dalam kurikulum memiliki dampak positif terhadap pembentukan identitas kebangsaan. Pembelajaran berbasis budaya melibatkan peserta didik secara aktif dalam eksplorasi budaya, baik melalui kunjungan lapangan maupun proyek-proyek berbasis budaya. Guru memiliki peran sentral sebagai perancang kurikulum dan model peran yang efektif, menciptakan lingkungan kelas yang mendukung eksplorasi identitas budaya peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merinci pendekatan dan praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan nasionalisme melalui pembelajaran berbasis budaya. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis budaya dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkaya pemahaman peserta didik tentang identitas dan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus menjaga keberagaman budaya di era globalisasi.  
Perkembangan Pendidikan Islam Masa Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadrie Dan Pemerintah Kolonial Belanda Astrini Eka Putri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6433

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana tonggak awal pendidikan Islam di Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah Pendidikan Islam bermula ketika Sultan Syarif Abdurrahman berhasil membangun kekuasaannya sendiri hal ini dibuktikan dengan berdirinya Kesultanan Kadariyah Pontianak. Sultan Syarif Abdurrahman yang merupakan anak seorang mufi mempawah pun ikut andil dalam penyebaran agama Islam di Pontianak baik itu melalui perdagangan, dakwah dan pendidikan. Dibidang pendidikan ia mengoptimalkan masjid Jami’ sebagai tempat pembelajaran agama Islam dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan ilmu fiqih sebagai sumber belajar. Pendidikan Islam berlangsung hingga masa Pemerintah Kolonial Belanda, pada masa ini pemerintah berusaha membatasi gerak ulama dan oprasional lembaga pendidikan Islam dengan cara mengeluarkan peraturan Priesterraden sebagai salah-satu strategi mereka untuk membatasi. Namun di Pontianak sendiri Pendidikan Islam sudah ada sejak abad ke-16 sehingga peraturan tersebut bukan sebuah ancaman besar.
Makna Dan Nilai Tradisi Bepapas Masyarakat Melayu Hadi Wiyono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi Bepapas cara melakukan, serta nilai-nilai yang ada di dalam tradisi Bepapas pada masyarakat Melayu Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi dan wawancara dan juga menggunakan jurnal jurnal yang ada. Dan dapat di simpulkan bahwa Tradisi Bepapas memiliki makna dan nilai yang sangat dalam bagi masyarakat Melayu Sambas. Mulai dari bahan hingga tahapan memiliki makna dan nilai yang bisa diambil pelajaran dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga tidak jarang masyarakat Melayu Sambas mengajarkan nilai agama maupun adab dalam kehidupan bermasyarakat melalui sebuah tradisi seperti tradisi bepapas. Intinya setiap tradisi yang dilakukan baik itu tradisi Bepapas ataupun yang lainya pasti memiliki tujuan tersediri. Bahkan memiliki makna dan nilai tersendiri yang terkandung didalam sebuah tradisi tersebut. Sehingga dari sebuah tradisi yang ada bisa mengambil pelajaran untuk kehidupan sehari hari.
Aspek Hukum Perlindungan Pembeli Pada Transaksi Jual Beli Hak Atas Tanah di Bawah Tangan Ferdiansyah Prawira Negara Setiawan; Very Armando; Andrea Tamaranova Retaly
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6435

Abstract

Peraturan perundang-undangan mengakibatkan perubahan signifikan, bahkan penggantian norma-norma Hukum Adat yang sebelumnya berlaku. Salah satunya, peraturan mengenai transaksi jual beli hak atas tanah, yang awalnya dapat dilakukan di hadapan Kepala Desa, telah mengalami perubahan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah. Peraturan ini kemudian digantikan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, yang mengubah prosedur tersebut menjadi transaksi dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Tujuan penelitian ini ialah menganalisis aspek hukum perlindungan pembeli pada transaksi jual beli hak atas tanah di bawah tangan. Dalam melakukan analisis ini, dua sumber bahan hukum utama digunakan. Pertama, menggunakan bahan hukum primer seperti KUHP, Pasal 37 dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yang mengatur mengenai Pendaftaran Tanah. Dalam proses pengumpulan bahan hukum, digunakan teknik bola salju (snow ball method), teknik interpretasi, dan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian ini ialah bahwa jual beli hak atas tanah secara bawah tangan menciptakan dinamika yang kompleks di antara ketidaktahuan, kepastian hukum, dan perlindungan hukum. Dalam upaya mencapai keadilan dan kepastian hukum, pemahaman mendalam tentang peraturan, kesadaran masyarakat, dan upaya penguatan lembaga-lembaga hukum menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang stabil dan adil dalam transaksi property.
Meningkatkan Kemampuan Mendeskripsikan Cerita Melalui Media Gambar Makmur Syukri; Mawardiy Abdul Hamid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mendeskripsikan cerita melalui media gambar di MIS Bukit Merdeka Aceh Tenggara.  Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengembangkan model kemmis dan Taggart. Pada tahap awal diberikan pre-tes terlebih dahulu untuk melihat kemampuan anak dalam mendeskripsikan gambar. Kemudian dilanjutkan pada siklus I dan II dan setiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah 15 siswa kelas II MIS Bukit Merdeka Aceh Tenggara. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang biografi sekolah, jadwal kegiatan rutin, kegiatan sekolah, dan gambar sekolah tempat mereka menimba ilmu. Selanjutnya data dianalisis untuk mengetahui adanya meningkatkan kemampuan mendeskripsikan media gambar menggunakan media gambar di kelas II MIS Bukit Merdeka Aceh Tenggara.  Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan mendeskripsikan cerita pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas II MIS Bukit Merdeka Aceh Tenggara. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata pada siklus I, nilai rata-rata dari siklus I yaitu 70.13 % dan siklus II 73.4% dengan kriteria baik dan selisih antara keduanya yaitu 3.27%. Selanjutnya aktivitas guru pada saat menggunakan media gambar menghasilkan nilai pada siklus I 82.5% dan siklus II 83.5% dengan kriteria baik. sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam mengajar menggunakan media gambar sudah baik
Transformasi Media Sosial Dalam Kompetensi Komunikasi Politik Najuwa Prischa Alen
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6448

Abstract

Media sosial memiliki peran penting dalam komunikasi politik. Kendati demikian, penggunaan media sosial saat ini belum optimal dan menyebabkan terjadinya penyajian berita yang tidak sesuai dengan fakta. Hal ini seharusnya mendorong kalangan milenial dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman politik guna memajukan kehidupan sosial. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana transformasi media sosial dalam kompetensi komunikasi politik. Metode yang digunakan dalam tinjauan ini adalah literatur review. Hasil menunjukkan bahwa transformasi media sosial dalam komunikasi politik menciptakan perubahan signifikan dalam struktur, representasi, dan interaksi, memperkuat peran media sosial sebagai kekuatan yang mengubah paradigma. Seiring pemilu 2024, transformasi media sosial akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kompetensi komunikasi politik, memengaruhi opini publik, dan membentuk narasi politik yang kuat.
Penilaian Kurikulum Merdeka di Sdn 190 Pekanbaru Milka Sari Br Simarmata; Febrina Dafit
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6449

Abstract

Salah satu komponen dalam pelaksanaan pembelajaran adalah penilaian. Dimana penilaian merupakan alat ukur yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan, pemahaman, kemajuan, dan sikap siswa selama melaksanakan proses pembelajaran. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang diterbitkan oleh dinas pendidikan supaya pelaksanaan pembelajaran pembelajaran ke depannya menjadi lebih baik. Fokus dalam penelitian ini adalah tentang proses penilaian yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penilaian yang dilaksanakan oleh guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif untuk menganalisis data dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi dengan guru wali kelas IA dan guru wali kelas IVA, siswa, dan kepala sekolah. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada dua jenis penilaian kurikulum merdeka yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu penilaian formatif yang dimana dilakukan pada selama proses pembelajaran dan penilaian sumatif dilakukan pada akhir dari semester atau tahun ajaran semester.

Page 422 of 1410 | Total Record : 14098


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 3 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 2 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 5 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): Innovative: Journal of Social Science Research More Issue