cover
Contact Name
Mukhammad wahyudi
Contact Email
ucokpuxa1111.ibien@gmail.com
Phone
+6283832444543
Journal Mail Official
eltoufoul.staiypbwi.sby@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.kopertais4.or.id/susi/index.php/joeces/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Early Childhood Education Studies
ISSN : 28079205     EISSN : 28080041     DOI : https://10.54180/joeces.2022.12.2
Studi Pendidikan Anak Usia Dini yang diterbitkan oleh Prodi PIAUD Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam ( STAI YPBWI) Surabaya. Terbit dua kali dalam setahun: Juni dan Desember. Jurnal ini memuat tulisan hasil studi tentang Pendidikan Anak Usia Dini dengan perspektif inter-multidisipliner Agama, Ilmu Sosial, Psikologi, Humaniora serta Teknologi, dan lain sebagainya. Redaksi mengundang para mahasiswa, akademisi, pegiat, pembuat kebijakan untuk mengirimkan karyanya pada Journal of Early Childood Education Studies baik berupa hasil penelitian (library research atau field research), critical review, maupun pengalaman komunitas. Naskah diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jurnal ini bersifat akses terbuka sehingga semua pihak dapat membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, atau menautkan sebagian atau keseluruhan artikel tanpa biaya dan tanpa harus terlebih dahulu meminta ijin kepada penulis atau redaksi jurnal. Seluruh artikel dalam jurnal ini memiliki Nomor Pengenal Objek Digital (DOI Number).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023): Juni" : 6 Documents clear
Model Pembelajaran Intergratif Dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital Muvid, Muhamad Basyrul
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.1-37

Abstract

Early childhood education is a process to educate children to mingle, imagine and be creative to the fullest. To answer this, an integrative learning model is needed so that it can really maximize learning so that the learning objectives can be achieved. The research method in this study uses library research with interpretive analysis techniques. The result obtained is that PAUD must become an educational institution that can lead students to become a generation that has character, creativity and understands digital progress, of course with all the problems that exist in each PAUD, especially facilities (internet). However, this can be overcome by introducing students to new learning resources, namely those that come from electronics, in addition to books and pictures. This is an educational step that learning resources are not only paper (books) but also other forms (electronic media). Thus, integrative learning does not only emphasize offline or online, but also teaching methods and children's learning styles that are not only one direction or one source, but two directions, many sources so that children's imagination and creative power can develop more.
Penanaman Kemandirian Aanak Melalui Pembiasaan Ibadah Pada Kelompok B di TK Khairunnas Perum IKIP Gunung Anyar Islam, Fajrul
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.89-125

Abstract

ABSTRACT Habit is the result of habituation itself. Prayer is symbolic to realize the presence of God in human life. So that prayer can prevent oneself from all vile and dirty deeds. The results of inculcating children's independence through habituation of worship from all the material taught to group B children during one academic year that the researchers will observe are about inculcating independence in eating, dressing, putting on and taking off shoes and performing ablution and performing fardlu prayer movements. Children have been taught the practice of ablution in the classroom to carry out ablution movements. From this delivery, children in ablution must fulfill the pillars. ABSTRAK Kebiasaan adalah hasil dari pembiasaan itu sendiri. Shalat merupakan simbolis untuk menyadarkan akan kehadiran Tuhan dalam hidup manusia. Sehingga shalat dapat mencegah diri dari segala perbuatan keji dan kotor. Hasil penanaman kemandirian anak meelalui pembiasaan ibadah dari seluruh materi yang diajarkan kepada anak kelompok B selama satu tahun pelajaran yang akan peneliti amati adalah tentang penanaman kemandirian dalam materi makan, berpakaian, memakai dan melepas sepatu serta berwudhu dan melaksanakan gerakan sholat fardlu. Anak-anak telah diajari praktek wudhu didalam kelas untuk melaksanakan gerakan-gerakan wudhu, Dari penyampaian tersebut anak-anak dalam berwudhu harus memenuhi rukun-rukunnya. Kata Kunci : Pembiasaan Ibadah, Penanaman Kemandirian
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah al Azhar Tanjung Bumi Bangkalan Abidin, Zainal; Yusuf, Muhammad; Sahid
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.38-88

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menyampaikan implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan yang diterapkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahSMA Al Azhar Tanjungbumi-Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi.Teknik analisis data yang dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data (data reduction), penyajiandata (data display), dan pengambilan keputusan (verification). Berdasarkan pembahasan hasil penelitiandiketahui bahwa: 1) Implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah belum terlaksana dengan baik hal ini dikarenakan kurangnya keterlibatan seluruh stakeholder pendidikan dalam mendukung perencanaan penyusunan mutu serta kurangnya dukungan anggaran yang memadai dalam penyusunan ataupemetaan mutu. 2) Adanya hambatan- hambatan implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan mutusekolah yang antara lain kegiatan evaluasi diri sekolahsebagaialat atau instrument internal yang dapatdipakaiuntukmengevaluasi kinerja Sekolah belum optimalmengingat belumsemua guru dan orang tuasiswa memiliki kemampuan dalam melakukan evaluasi diri sekolah. 3) Adanya mengatasi hambatan implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah yang antara lain memperbaiki hasil pemenuhan mutu,meningkatkan target yang belum tercapai, memperbaiki hasil temuan, peningkatan aspek yang memungkinkan, dan penetapan sasaran mutu lebih meningkat sehingga setiap aspek dapat dilakukan tindak lanjut dan perbaikan guna meningkatkan mutu sekolah
Implementasi Nilai Agama dan Budi Pekerti Pada Sentra Imtaq di KB Lukman Al Hakim Lakarsantri Surabaya masithoh, syawaliyah; Yuliani, Naning
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.126-164

Abstract

Perkembangan nilai agama dan budi pekerti anak usia KB meliputi empat aspek indikator yaitu: anak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebersihan keselamatan diri, menghargai sesama manusia dengan berbagai perbedaannya, dan menghargai alam dengan cara merawatnya serta menunjukkan rasa sayang terhadap makhluk hidup. Di Lembaga KB Lukman Al Hakim menggunakan pembelajaran dengan medel sentra, dikelas sentra imtaq masih menggunakan metode bercerita, anak lebih suka mainan sendiri, dan media pembelajaran masih sering digunakan. Rumusan masalah yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian adalah: a) bagaimana implementasi sentra imtaq dalam penerapan nilai agama dan budi pekerti, b) apa saja hambatan yang terjadi pada sentra imtaq, dengan adanya kegiatan implementasi sentra imtaq ini merupakan salah satu kegiatan bermain dan belajar dengan cara yang tepat untuk menunjang perkembangan nilai agama dan budi pekerti pada anak. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi semipartisipan, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode triangulasi teknik. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan implementasi nilai agama dan budi pekerti dapat berkembang sesuai harapan, namun ada beberapa hambatan yang terjadi saat sentra imtaq dilakukan. Kata Kunci: nilai agama dan budi pekerti, sentra imtaq, anak usia dini
Hubungan antara Gerakan Shalat Dengan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Ami, Nazmi Nurlaila; heri, Heri Hidayat; Nano , Nano Nurdiansah
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.165-190

Abstract

Penulis artikel ini bertujuan untuk menyampaikan hubungan antara gerakan salat dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini di Kelompok B RA Bani Sulaiman Cileunyi Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh artinya jumlah sampel dilakukan dengan menetapkan seluruh populasi sebagai responden penelitian. Tenik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data disimpulkan bahwa gerakan salat memperoleh nilai rata-rata sebesar 76. Angka ini berada pada interval 70–79 dengan kategori baik. Sedangkan kemampuan motorik kasar anak memperoleh nilai rata-rata sebesar 75. Angka ini berada pada interval 70 – 79 dengan kategori baik. Hubungan antara gerakan salat terhadap kemampuan motorik kasar anak memperoleh harga koefisien korelasi sebesar 0,52. Angka koefisien korelasi ini berada pada interval 0,400 – 0,599 dengan kategori cukup/ sedang. Hasil uji signifikansi menunjukkan thitung = 2,8551 > t tabel = 2,074. Artinya Ha (hipotesis alternatif) diterima dan Ho (hipotesis nol) ditolak. Dengan kata lain, gerakan salat memiliki hubungan positif dengan perkembangan motorik kasar anak di RA Bani Sulaiman Cileunyi Bandung. Adapun kontribusi gerakan salat dengan kemampuan motorik kasar anak sebesar 15%. Artinya, masih ada 85% faktor lain yang mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak.
Internalisasi Nilai Budi Luhur pada Anak Usia Dini Melalui Budaya Sungkem di TK PKK Sadah Toyyib, Moh.
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.191-222

Abstract

Artikel ini membuktikan bahwa budaya sungkem mampu menginternalisasi nilai budi luhur pada anak usia dini seperti contoh nilai kesopanan. Penelitian ini diadakan di TK PKK Sadah di Desa Sadah Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Tujuan dalam penulisan artikel ini adalah sebagai bentuk perhatian guru pada anak didikagar bisa membiasakan kebiasaan yang baik sehingga tertanam nilai-nilai budi luhur sejak dini. Karena perilaku sopan santun siswa pada guru semakin hari semakin mengalami kemerosotan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tindak kekerasan yang dilakukan siswa pada guru dan menurunnya kesadaran orang tua dalam hal mendidik kesopanan anaknya di rumah.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan pendekatan studi lapangan (Field Researh) yangmetode pengambilan datanya menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan dalam metode analisis datanya menggunakan metode triangulasi.Hasil dari penelitian ini antara lain: ada 2 kegiatan yang dilaksanakan dalam internalisasi nilai ini yakni model internalisasi nilai sepertimodel difusi (pewarisan) dan model pengembangan nilai sedangkan metodenya ada 4 macam yakni metode Pembiasaan seperti budaya sungkem, keteladanan, nasihatdan hukumanserta kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan masyarakat adalah factor utama dalam keberhasilan internalisasi nilai budi luhur melalui budaya sungkem ini dan juga sebaliknya factor penghambat yang utama adalah dari buruknya kerjasama dari ke tiga komponen tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6