Articles
82 Documents
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENUE BILATERAL DENGAN INTERVENSI NEUROMUSKULER TAPING DAN STRENGTHENING EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS FUNGSIONAL
ismaningsih ismaningsih
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.371 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan umum yang dirasakan pada Penderita osteoarthritis lanjut usia pada umumnya mengalami gangguan fungsional, penderita sulit bangkit dari duduk, jongkok berdiri atau jalan, jalan naik turun tangga atau aktivitas yang membebani lutut. Hal ini disebabkan karena pada penderita osteoarthritis merasakan adanya nyeri..Osteoarthritis pada lutut dapat menimbulkan gangguan kapasitas fisik berupa nyeri sendi, kaku sendi, kelemahan dan disabilitas maka dengan ini, dalam hal penurunan kemampuan fungsional diberikan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise yang kemudian diukur dengan menggunakan indeks barthel bertujuan untuk menilai tingkat ketergantungan atau kemandirian pada pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang mana terdiri dari penderita osteoarthritis.usia target sampel dalam penelitian ini yaitu 45 – 80 tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel dependent yaitu kondisi osteoarthritis sedangkan variable independent yaitu pelaksnaan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental pre post test-group design untuk mengetahui efek suatu intervensi yang dilakukan terhadap obyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 12 orang yang mengalami gangguan fungsional pada osteoarthritis dan diberikan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise setiap hari selama 1 minggu.hasil analisa uji beda indeks barthel pada kelompok sampel sesudah intervensi didapat nilai p = 0.002 yang artinya ada perbedaan yang signifikan setelah diberikan intervensi neuromuscular taping dan latihan strengthening exercise dengan menggunakan theraband
PENAMBAHAN NEUROMUSCULAR TAPPING LEBIH BAIK DARI PADA ULTRASOUD SAJA UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA KASUS PLANTAR FASCITIS
Siti Muawanah;
Muhammad Azhari Herli
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.36 KB)
Fascitis plantaris adalah suatu kondisi terjadinya peradangan yang terjadi akibat overstretch pada fascia plantaris. Hal ini dikarenakan terjadinya penguluran atau adanya beban yang berlebihan pada arkus longitudinal atau dan hilangnya arkus longitudinal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah Penambahan Neuromuscular Tapping lebih baik dari pada Ultrasoud saja untuk menurunkan nyeri Pada Kasus Plantar FascitisMetode penelitian ini adalah Eksperimental murni dengan randomized pre-test and post- test group design. Dalam penelitian ini 7 responden diberi intervensi denganmodalitas ultrasoud dan neuromuscular taping dan 7 responden diberi intervensi ultrasound saja selama 6 kali terapi.nilai intensitas nyeri diukur dan dievaluasi dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS).Hasil analisis statistik parametrik dengan Paired sample t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan kedua sampel Uji signifikan dua sampel yang saling berpasangan yaitu nyeri pada fasciitis plantaris sebelum dan sesudah perlakuan kelompok I dengan uji paired sample t-test. Data dengan hasil p=0,001 (p<0,05), berarti ada perbedaan sebelum dan sesudah Perlakuan pada Kelompok I. sedangkan kelompok perlakuan II Uji signifikansi dua sampel yang saling berpasangan yaitu nyeri pada fasciitisplantaris sebelum dan sesudah Perlakuan pada Kelompok II dengan uji paired sample t-test.Data dengan hasil p=0,000 (p<0,05), berarti ada perbedaan sebelum dan sesudah Perlakuan pada Kelompok II. Dan pada uji selisih terdapat nilai P =.0,495 (p < 0,05). Dengan Hal tersebutditujukan untuk mengetahui uji hipotesis III yang akan menggunakan data selisih dari masing-masing kelompok dengan menggunakan uji independent sample t-test.Simpulan pada penelitian ini bahwa Penambahan Neuromuscular Tapping dan ultrasound lebih baik dari pada Ultrasoud saja untuk menurunkan nyeri Pada Kasus Fascitis plantaris
A A RETROSPECTIVE STUDY INJURIES IN SLEMAN BADMINTON PLAYERS
nurwahida puspita sari
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (406.737 KB)
Background. Sports injury is a problem that arises in a person after doing physical activity or exercise both when exercise and match,it can happen suddenly and difficult to avoid. Sports injuries for a professional athlete can result in losing time following training and matches and decrease achievement. Therefore, information about sports injuries in badminton to avoid and minimize injury is needed. Purpose. To understand the demographics, investigate the types of injuries, and find out the 5 types of injuries that are most common in badminton players. Research methods. This study is a retrospective study with a survey method. Results. The results of this study show the demographics of badminton players in Sleman based on age dominated by 11-16 years old players as with 97 players (58%), for sex dominated by men with 101 players (60%), based on Body Mass Index (BMI) dominated normal in 117 players (68%). The most common type of injury that occurs is soft tissue injury consisting of bruising, strain, sprain, overstretch, and for hard tissue injury consisting of dislocation. Five most common badminton injuries in order are: shoulder overstretch, knee injury, ankle strain, tennis elbow and hamstring strain.
PENGARUH PEMBERIAN BRISK WALKING UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN NIKOTIN PADA PEROKOK AKTIF
nova relida
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.714 KB)
Latar Belakang. Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus, dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus, dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. American Cancer Society menyatakan bahwa perokok adalah orang yang melakukan kegiatan membakar suatu substansi yang umumnya adalah tembakau, yang kemudian asapnya dihirup dan dirasakan. Nikotin merupakan zat yang sangat adiktif atau bisa menyebabkan ketergantungan. Nikotin mempengaruhi keseimbangan kimia pada otak, khususnya dopamine dan norepinephrine, cairan kimia otak yang mengendalikan rasa bahagia dan rileks. Ketika efek nikotin mulai bekerja, maka level mood dan konsentrasi pun akan berubah. Perubahan tersebut terjadi sangat cepat. Ketika seseorang menghisap rokok, nikotin akan langsung menuju ke otak dimana efeknya akan bekerja. Itulah mengapa perokok sangat menikmati efek dari nikotin dan menjadi ketergantungan terhadap efek tersebut. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penurunan ketergantungan nikotin pada perokok aktif, maka intervensi fisioterapi yang dapat diberikan adalah brisk walking. Metode Penelitian. Penelitian yang dilakukan merupakan experiment dengan desain penelitian pre and post test. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t-test untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel dan melihat nilai out ratio masing-masing variabel yang akan saling mempengaruhi. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pemberian Brisk walking dengan nilai p=0.004, hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan ketergantungan nikotin.
PENGANTAR STUDI ISLAM DALAM BIDANG ILMU FISIOTERAPI
Dian Cita Sari
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.838 KB)
Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada permasalahan yang timbul dikalangan masyarakat, khususnya para pendidik yang masih belum mengetahui fisioterapi yang disebutkan di dalam Al-Quran dan hadits. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan berbasis analisis isi, yaitu analisis ilmiah tentang isi pesan. Metode ini menggunakan metode tafsir maudhu’i (kajian tafsir tematik) dari buku shahih Bukhari, shahih Sunan Tirmidzi, dan beberapa buku yang berkaitan dengan penjelasan hadits Rasulullah. Penjelasan makna dari beberapa ayat Al-Quran dan hadits Rasulullah berdasarkan nilai kemampuan mufassir. Penyebutan tentang terapi Rasulullah di dalam Al-Quran dan hadits, menjelaskan bahwa ini adalah suatu yang penting dan berpengaruh untuk membentuk suksesi pendidikan dan perilaku hidup sehat muslim.
CASE STUDY APLIKASI NEUROMUSCULAR TAPING KASUS BELL’S PALSY PADA PENGALAMAN PRAKTEK FISIOTERAPI DI KLINIK KINETA SIDOARJO TAHUN 2018
Fransisca Xaveria Hargiani
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (660.209 KB)
Latar Belakang. Bell's palsy adalah penyakit idiopatik, akut, dan perifer yang melibatkan saraf wajah yang mengganggu otot-otot ekspresi wajah. Bell's palsy biasanya datang dengan serangan tiba-tiba dan cepat, ditandai kelemahan wajah unilateral, seringkali dalam beberapa jam. Pasien juga dapat mengeluh ipsilateral sakit telinga, serta mati rasa di wajah. Tujuan. Penelitian ini ditujukan kepada pasien kondisi bell’s palsy untuk mengembalikan fungsi otot ekspresi wajah. Intervensi fisioterapi yang dapat diberikan pada penderita bell’s palsy dalam mengatasi penurunan funsi pada otot ekspresi wajah dapat dilakukan dengan berbagai tindakan diantaranya dengan pemberian teknik Neuromuskuler Taping. Metode Penelitian. Penelitian yang dilakukan merupakan case study dengan desain penelitian pre and post test. Hasil. Hasil penelitian pada sampel I didapat perubahan perbaikan kemampuan fungsional wajah pada T0 nilai skor 23 dan pada T3 didapatkan skor 100. Pada sampel II didapat perubahan perbaikan kemampuan fungsional wajah pada T0 nilai skor 38 dan pada T6 didapatkan skor 100. Kemudian pada sampel III didapat perubahan perbaikan kemampuan fungsional wajah. Pada T0 nilai skor 50 dan pada T4 didapatkan skor 100.
PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI FISIOTERAPI PADA KONDISI DISMENORE PRIMER DENGAN INTERVENSI STRETCHING DAN NEUROMUSKULAR TAPING TERHADAP PENGURANGAN NYERI PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PEKANBARU
Ismaningsih Ismaningsih;
Sara Herlina;
Nurmaliza Nurmaliza
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.641 KB)
Latar Belakang. Nyeri haid/dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesterone dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Sekitar 20-90 % kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja dan berkaitan dengan pembatasan aktivitas fisik dan absen dari sekolah atau pekerjaan.Dismenore juga mengakibatkan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran bisa terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada sehingga materi yang diberikan selama pembelajaran yang berlangsug tidak bisa ditangkap oleh para remaja putri yang sedang mengalami dismenore. Oleh sebab itu dismenore pada remaja perlu mendapat perhatian sehingga memberikan penanganan yang tepat secara non farmakologis bisa diaplikasikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengukuran nilai nyeri siswi yang mengalami dismenore primer, maka intervensi fisioterapi yang dapat diberikan pada siswi yang mengalami dismenore primer yaitu dengan pemberian intervensi stretching dan neuromuskular taping. Metode Penelitian. Penelitian yang dilakukan merupakan experiment dengan desain penelitian pre and post test. Uji statistik yang digunakan adalah one sample t-test untuk mengetahui adanya pengaruh variabel. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pemberian stretching dan neuromuskular taping dengan nilai p=0.011 yang berarti < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan pengaruh penurunan nyeri setelah diberikan intervensi stretching dan neuromuskular taping.
EFEK PEMBERIAN MASSAGE BAYI DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR BAYI NORMAL USIA 0 – 6 BULAN
Siti Muawanah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.86 KB)
Tidur adalah salah satu kebutuhan bayi atau anak yang sama pentingnya dengan kebutuhan utama lainnya. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tidur bayi adalah dengan Massage (sentuhan). Sentuhan pada kulit akan merangsang peredaran darah dan akan menambah energi gelombang oksigen yang lebih banyak dikirim ke otak sehingga memacu system sirkulasi dan respirasi menjadi lebih baik. Rasa nyaman dan rileks akibat massage akan meningkatkan kualitas tidur. Selain itu dapat meningkatkan produksi Asi, meningkatkan berat badan, meningkatkan daya tahan tubuh, pada bayi 0-6 bulan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa massage mampu meningkatkan kualitas tidur bayi 0-6 bulan. Metode penelitian ini adalah Eksperimental murni dengan randomized pre-test and post- test group design. Dalam penelitian ini 10 responden dalam 1 kelompok diberi intervensi dengan massage bayi. Intervensi diberikan selama 1 bulan (3 kali dalam 1 minggu). Penelitian dilakukan dengan melihat perbedaan, sebelum dan sesudah, nilai kualitas tidur dan dievaluasi dengan menggunakan kusioner. Uji statistik Wilcoxon terhadap kualitas tidur dengan hasil yang signifikan menunjukkan nilai P = 0,005 dimana P< 0,05, berarti intervensi yang dilakukan terdapat peningkatan kualitas tidur pada bayi normal 0-6 bulan. Simpulan pada penelitian ini bahwa ada efek pemberian massage bayi terhadap kualitas tidur bayi normal 0-6 bulan.
PENGARUH BABY GYM TERHADAP MOTORIK KASAR PADA ANAK DELAYED DEVELOPMENT USIA 3-12 BULAN DI POSYANDU MELATI PURBAYAN KOTAGEDE YOGYAKARTA
Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 3 No 1 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.466 KB)
|
DOI: 10.36341/jif.v3i1.974
Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali.Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi sejak dini terutama sebelum umur 3 tahun karena merupakan periode masa emas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh baby gym terhadap Motorik Kasar pada Anak Delayed Development Usia 3-12 bulan di Posyandu Melati Purbayan Kotagede.Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental,di Posyandu Dusun kotagede Yogyakarta memiliki jumlah populasi 26 bayi dan setelah peneliti melakukan pemeriksaan terdapat 17 bayi yang berusia 3-12 bulan mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar.uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik statik paired sampel t-test. Bayi yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, diperoleh nilai probabilitas (nilai p) sebesar 0,000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), bahwa adanya pengaruh baby gym terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 3-12 bbulan.
THE EFFECT OF TOWEL CURL EXERCISE ON IMPROVING BALANCE IN CHILDREN WITH FLAT FOOT AGES 4-5 YEARS
Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.293 KB)
ABSTRACT The ability of children to be able to carry out physical activities in a coordinated way is needed to train flexibility, balance, and agility, in increasing these components a good balance is needed in each individual. Balance is a bodily function that is vital for humans as well as the five senses. In this case the balance is supported by the musculoskeletal system and the fulcrum. One of the factors that can cause impaired balance in children is flat foot, flat foot is a condition where the arch of the foot is not visible from birth and is covered in fat tissue. In general, arches form since the first 5 years with an age range of 2-6 years. The purpose of this study is to determine the effect of towel curl exercise in improving balance in children aged 4-5 years. The research method uses quasi experiment research with pre and post test research designs comparing the value of the Balace Sixteen Test (BST) before and after the intervention. The sample in this study consisted of 13 children with flat foot conditions who were given towel curl exercise for 6 weeks with an intensity of 2 times a week. The results of the paired sample t-test analysis with p = 0.001 (p <0.05) means that there is an effect of Towel Curl exercise on the balance of flat foot children aged 4-5 years Keywords: Towel Curl Exercise, sixteen balance test, flat foot, balance