cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 352 Documents
Analisis Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Berdasarkan WISN (Workload Indicator of Staffing Need) di Unit Rekam Medis UPTD Puskesmas Selemadeg Ni Wayan Ernawati; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2313

Abstract

Abstract The number of human resources in the Medical Record Unit at the UPTD of the Selemadeg Health Center is three people, with an average poly visit of 50-70 patients per day, and the number of ER visits is an average of 15-20 patients per day. UPTD Puskesmas Selemadeg is an inpatient puskesmas where the existing medical record officers are only on duty in the morning. With so many patients, officers often feel overwhelmed by entering two types of patient input, which causes patients to queue for too long. To solve the problem, necessary to plan energy requirements with the WISN, which expect to reduce errors due to workload. Data collection techniques collect through participatory observation, documentation, and interviews. This type of research is a descriptive method WISN. The research instrument used a checklist and SOP. The number research population is three people with a total sample sampling. The available working time is 90,000 minutes/year with a standard workload of 13195.16 minutes/year, and the standard allowance is 0.184 HR. The need for human resources by WISN analysis shows that the number of workers is five from the current three people. Hence, the UPTD Puskesmas Selemadeg needs to plan to add two people to the medical record profession to suit the workload.Keywords:Manpower Needs, WISN Method, WISN Ratio, Medical Record Unit Abstrak Jumlah SDM di Unit Rekam Medis di UPTD Puskesmas Selemadeg sebanyak 3 orang dengan jumlah kunjungan poli rata- rata 50 – 70 pasien per hari dan jumlah kunjungan UGD rata – rata 15 – 20 pasien per hari. UPTD Puskesmas Selemadeg merupakan puskesmas rawat inap dimana petugas rekam medis yang ada hanya bertugas pada pagi hari. Dengan banyak nya pasien petugas sering kali merasa kewalahan dengan mengentry 2 jenis penginputan pasien yang menyebabkan pasien antre terlalu lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perencanaan kebutuhan tenaga dengan metode WISN yang diharapkan mampu menekan terjadinya kesalahan akibat beban kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode WISN. Jumlah populasi penelitian 3 orang dengan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan SOP. Teknik  pengumpulan data dengan observasi partisipatif, dokumentasi danwawancara. Waktu kerja tersedia sebesar 90.000 menit / tahun denganstandar beban kerja sebesar 13195.16 menit / tahun, standar kelonggaransebesar 0,184 SDM. Kebutuhan tenaga dengan analisis WISNdidapatkan jumlah tenaga sebesar 5 orang dari yang ada saat ini baru 3orang. Sehingga manajemen UPTD Puskesmas Selemadeg perlumengadakan perencanaan penambahan tenaga sebanyak 2 orang denganprofesi perekam medis agar sesuai dengan beban kerja. Kata kunci:Kebutuhan Tenaga, Metode WISN, Rasio WISN, Unit Rekam Medis
Implementasi Posyandu Pintar dalam Upaya Pencegahan Malnutrisi di UPTD Puskesmas Pupuan I Ni Wayan Eka Rusniati; Made Agus Sugianto; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2314

Abstract

Abstract Smart Posyandu is one of the innovation programs of the Tabanan District Health Office as an effort to prevent malnutrition in Tabanan District. This study aims to analyze the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. This type of research is quantitative analytic with cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 100 children aged 12-59 months. The variables in this study were the Posyandu group consisting of ordinary Posyandu and smart Posyandu, the BB/U, TB/U and BB/TB index of toddlers in each Posyandu which analyzed using the Mann Whitney Test statistical test with a significance level of = 0.05. The results of the Mann Whitney Test statistical test analysis, the differences in the nutritional status of children under five between the ordinary Posyandu and the smart Posyandu in the working area of UPTD Puskesmas Pupuan I, showed p value index of BB/U is 0.038, p value of index of TB/U is 0.022 and a p value of index BB/TB is 0.025. The result of this study shows the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. The suggestion for Puskesmas (Health Care Center) is to be more intense to conduct advocacy to the villages that do not have a smart Posyandu to immediately form a smart Posyandu.Keywords:nutritional status, innovation, smart Posyandu, UPTD Puskesmas Pupuan I Abstrak Posyandu Pintar merupakan salah satu program inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan sebagai upaya mencegah terjadinya malnutrisi di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar dengan posyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan design cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang balita umur 12-59 bulan. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok posyandu yang terdiri dari posyandu biasa dan posyandu pintar, Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB balita di masing-masing posyandu yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney Test dengan dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik Mann Whitney Test analisis perbedaan status gizi balita antara posyandu biasa dengan posyandu pintar di posyandu wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan I masing-masing menunjukkan p valueindeks BB/U sebesar 0,038, p value indeks TB/U sebesar 0,022 dan pvalue indeks BB/TB sebesar 0,025. Hasil dari penelitian ini adalahterdapat perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar denganposyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Adapun saran untukPuskesmas diharapkan lebih intens melakukan advokasi ke desa yangbelum memiliki posyandu pintar agar segera membentuk posyandupintar. Kata kunci:Status gizi, inovasi, posyandu pintar, UPTD Puskesmas Pupuan I
Manajemen Pengelolaan Obat di Unit Pelayanan Teknis Dinas Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Putu Ayu Indah Paramita; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2315

Abstract

Abstract The deficient of drug management will result the stagnant of drug supplies and stock outs. Stagnant drugs have a risk of expiration and damage if not stored properly. The research is to know the management of drug management. The research used is descriptive qualitative research, through in-depth interview techniques. The determination of informants by applying purposive sampling technique. There are 4 informants. The study was conducted in March-August 2022. The study showed that the drug planning stage is using 2 methods including the consumption and morbidity method. The selection stage of drug needs is using the national formulary and DOEN. The drug revenue budget is from APBN, APBD/DAK funds, grants, and donations. Procurement of drugs using the e-Purchasing method. The administration system for receiving drugs is still done manually by using the excel program. Drug storage is not based on alphabetical and not based on dosage form. Mechanism of drug distribution is done by push distribution and pull distribution. The recording and reporting of drugs has not been going well because there are often differences in the amount of medicine between the available drugs and drugs that are recorded on the stock card. Drug destruction is carried out every 2 years through a tender mechanism.Keywords:The Management of Drug Management, Bali Public Health Office Abstrak Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 4 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022. Penelitian menunjukan bahwa tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Tahapan seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Anggaran pendapatan obat bersumber dari dana APBN, APBD/DAK, hibah dan donasi. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Sistemadministrasi penerimaan obat masih dilakukan secara manualmenggunakan program excel. Penyimpanan obat belum berdasarkanalfabetis dan tidak berdasarkan bentuk sediaan. Mekanismependistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pulldistribution. Pencatatan dan pelaporan obat belum berjalan dengan baikkarena sering terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang denganyang tercatat di kartu stok. Pemusnahan obat dilakukan setiap 2 tahunsekali melalui mekanisme tender. Kata kunci:Manajemen Pengelolaan Obat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali
Hubungan Kekuatan Otot Lengan terhadap Ketepatan Servis Bawah pada Pemain Voli di SMA Negeri 1 Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali Ni Komang Ayu Trisna Devi; I Made Yoga Parwata; Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2316

Abstract

Abstract Arm muscle strength is a necessary biomotor component to perform a good lower serve. This study aims to find out the relationship of arm muscle strength to lower serve accuracy in volleyball players at SMA Negeri 1 Kediri. This study uses quantitative methods with correlation studies in the form of non-experimental descriptive statistical analysis. The samples in this study were 37 people aged 16–18 who were selected by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The results of this study were analyzed using a Pearson product moment correlation test with a significant value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.921 which meant that the relationship between the two variables was very strong, positive in a direction Based on this study, there is a correlation between arm muscle strength and lower serve accuracy in volleyball players. Keywords:Arm muscle strength, Lower service, Push up test Abstrak Kekuatan otot lengan merupakan komponen biomotorik yang diperlukan dalam melakukan servis bawah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan servis bawah pada pemain voli di SMA Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasi berupa analisis statistik deskriptif non eksperimental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang yang berusia 16-18 tahun yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai signifikan 0,000 dan koefisien korelasi 0,921 yang berarti hubungan antar kedua variabel sangat kuat yang bersifat positif yang searah. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kekuatan otot lengan terhadap ketepatan servis bawah pada pemain voli. Kata kunci:Kekuatan otot lengan, Servis bawah, Tes push up
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pemanfaatan Buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara Ni Ketut Sri Yuliandari; Ni Ketut Martini; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2317

Abstract

Abstract Many pregnant women do not use the MCH book properly. MCH services are intended to detect early health problems in mothers, children, and families. This study aims to determine the relationship between pregnant women's knowledge and attitudes regarding the use of MCH books in the Puskesmas Kuta Utara working area. This is a quantitative study employing a cross-sectional design with sampling by means of probability sampling. The study sample consists of 55 participants. The data analysis utilized the chi-square test. The results of the study on the knowledge variable of pregnant women placed 45.5% in the good knowledge category, 63.6% in the positive attitude category, and the chi-square test yielded the knowledge value of pregnant women to be p = 0.005 and p < ɑ (0,005 < 0.05) and the value of the mother's attitude to be p = 0.000 and p < α (0,000 < 0.05). The conclusion of this study is that there is a correlation between the knowledge and attitudes of pregnant women regarding the use of MCH books in the Puskesmas Kuta Utara working area. Keywords:Knowledge, Attitude, use of MCH books Abstrak Banyaknya ibu hamil tidak memanfaatkan buku KIA dengan baik, fungsi buku KIA untuk mencari dari awal adanya masalah kesehatan ibu, anak dan keluarga melalui pelayanan KIA. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Kuta Utara, penelitian ini penelitian kuantitatif memakai desain penelitian crosssectional, pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, besar sampel penelitian 55 responden, analisa data yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian pada variable pengetahuan ibu hamil kategori pengetahuan baik sebanyak 45,5%, sikap ibu hamil kategori sikap positif sebanyak 63,6% dan hasil uji chi square didapatkan nilai pengetahuan ibu hamil nilai p = 0,005 dimana p < ɑ (0,005 < 0.05) dan nilai sikap ibu nilai p = 0,000 dimana p < α (0,000 < 0.05). Simpulan dari hasil penelitian ini ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Kuta Utara. Kata kunci:Pengetahuan, Sikap, Pemanfaatan Buku KIA
Implementasi Framework Laravel pada Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Kegiatan Akademik dan Non Akademik (Studi Kasus : Universitas Dhyana Pura) Agnes Lende; Gerson Feoh; Putu Wida Gunawan
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2318

Abstract

Abstract At higher education institutions such as universities, academic and non-academic activities must be carried out in accordance with the Regulation of the Minister of Research, Technology and Higher Education Number 51 of 2018. Dhyana Pura University (Undhira) is one of the higher education institutions whose academic and non-academic activities still use a record-keeping system in a ledger to recapitulate ongoing activities, and it usually takes days.Therefore, the author makes a design of a management information system for academic and non-academic activities using the Laravel Framework to facilitate the data processing of academic and non-academic activities. The author designs a web-based information system for academic and non-academic activities, using the SDLC or waterfall method.The programming language that author uses is PHP with HTML and CSS, also the data base that author uses is MySQL.The result of this system is to simplify and minimize the time in publishing activities to be known by all campus parties and the public regarding academic and non-academic activities Keywords:SDLC, System, Laravel Framework, MySQL Abstrak Pada institusi pendidikan tinggi seperti Universitas, kegiatan akademik dan non akademik wajib dilakukan sesuai peraturan menteri riset, teknologi dan pendidikan tahun 2018 nomor 51. Universitas Dhyana Pura merupakan salah satu instansi pendidikan tinggi yang kegiatan akademik dan non akademik masih menggunakan sistem pencatatan dalam buku besar untuk merekap kegiatan-kegiatan yang berlangsung, biasanya memerlukan waktu berhari-hari. Oleh karena itu, penulis membuat sebuah rancangan sistem informasi manajemen kegiatan akademik dan non akademik menggunakan Framework Laravel unutk memudahkan proses pengolahan data kegiatan akademik dan non akademik. Penulis merancang sistem informasi kegiatan akademik dan non akademik berbasis web, menggunakan metode SDLC dan pendetakan waterfall. Bahasa pemrograman yang penulis gunakan adalah PHP dengan HTML, CSS serta database yang peulis gunakan adalah MySQL. Hasil sistem ini adalah untuk mempermudah dan meminimalisasi waktu dalam mempublikasikan kegiatan untuk diketahui semua pihak kampus maupun masyarakat mengenai kegiatan akademik dan non akademik. Kata kunci:SDLC, Sistem, Framework Laravel, MySQL
Analisis Penyebab dan Perbedaan Tarif Rumah Sakit dan Tarif Ina-Cbg's Kasus Persalinan Caesar Bpjs di Rumah Sakit Umum Prima Medika Alemita Asteti Pullu; Made Nyandra; I Gusti Ngurah Manik Nugraha
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2319

Abstract

Abstract Theppurposepofpthispstudy was to determinepthepdifferencepbetween hospitalpratespand INA-CBG's ratespin the case of BPJS Caesarean delivery at the Prima Medika General Hospital in Denpasar and to find out the cause of thepdifferencepinphospital rates with INA-CBG's rates in the case of BPJS caesarean delivery at the Prima Medika General Hospital Denpasar. .This research ispaptype of descriptive qualitative.The results showed that therepwaspapdifferencepbetween hospital rates and INA-CBG's rates where the highest average hospital rates occurred in April with a 3% difference in rates betweenphospitalpratespand INA-CBG rates. From the results of grouping the factors causing the difference in hospital rates consisting of the type of service room having an effect of 61%, for health workers by 37% and the type of handling cesarean delivery by 1%.Keywords:Hospital Rates, INA-CBG's Rates, BPJS ServicesAbstrak Tujuanppenelitianpinipadalahpuntuk mengetahui perbedaanptarifprumah sakit dan tarif INA-CBG's pada kasus BPJS Persalinan Caesar di RSU Prima Medika Denpasar dan untuk mengetahui penyebabpperbedaanptarif rumahpsakitpdenganptarif INA-CBG's pada kasusppersalinanpsesar BPJS di RSU Prima Medika Denpasar. Penelitianpinipmerupakanpjenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasilppenelitianpmenunjukkanpbahwa terdapat perbedaanpantaraptarifprumahpsakit dan tarif INA-CBG’s dimana rata-rataptarifprumahpsakitptertinggi terjadi pada bulan April dengan selisih 3% tarifpantaraptarifprumahpsakit dan tarif INA-CBG’s. . Dari hasil pengelompokan faktor penyebab perbedaanptarifprumahpsakit yang terdiri dari jenis ruang pelayanan berpengaruh sebesar 61%, untuk tenaga kesehatan sebesar 37% dan jenis penanganan persalinan sesar sebesar 1%.Kata kunci:Tarif Rumah Sakit, Tarif INA-CBG’s, Pelayanan BPJS
Analisis Implementasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (Bok) di Era Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Anak Agung Istri Mas; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2320

Abstract

Abstract Health Operational Assistance (BOK) is a fund used to ease the public's burden of financing the health sector, particularly services at Community Health Centers, reducing maternal mortality, infant mortality, and malnutrition. This research is a descriptive study with a qualitative approach, the number of informants in this study was seven (7) people, and the informants were selected based on the principles of adequacy and suitability. The triangulation method used in this study consisted of source triangulation, namely the researcher obtained data from different informants in exploring the same topic, and data triangulation, namely researchers using observation methods, documentation studies, and in-depth interviews. The results showed that the low absorption of Health Operational Assistance funds was due to the delay in the technical guidance (JUKNIS) of the Health Operational Assistance (BOK), causing the withdrawal of all activities that used BOK funds. Suggestions that can be given are to coordinate with the BOK manager at the Ministry of Health so that the issuance of Technical Instructions (Juknis) is accelerated so that the planning process at the Bali Provincial Health Office can be carried out earlier and the program manager should first prepare a plan of activities that will be carried out before the technical guidelines come down so that program managers can immediately start activities when technical guidelines have been issued.Keywords:Health Operational Assistance AbstrakBantuan Operasional Kesehatan, yang selanjutnya disebut BOK, adalahdana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadappembiayaan bidang kesehatan, khususnya pelayanan di Pusat KesehatanMasyarakat, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, danmalnutrisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif, jumlah informan penelitian ini adalah tujuh (7) orang,informan dipilih berdasarkan asas kecukupan dan kesesuaian. Adapunmetode triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri daritriangulasi sumber yaitu peneliti mendapatkan data dari informan yangberbeda dalam menggali topik yang sama dan triangulasi data yaitupeneliti menggunakan metode observasi, studi dokumentasi danwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan rendahnya serapandana Bantuan Operasional Kesehatan adalah dikarenakan adanyaketerlambatan turunnya petunjuk teknis (JUKNIS) BOK sehinggamenyebabkan mundurnya seluruh kegiatan yang menggunakan danaBOK. Saran yang dapat diberikan adalah Berkoordinasi denganpengelola BOK di Kementrian Kesehatan agar penerbitan PetunjukTekhnis (Juknis) di percepat sehimgga proses perencanaan di DinasKesehatan Provinsi Bali bisa dilaksanakan lebih awal dan sebaiknyapengelola program terlebih lebih dahulu mempersiapkan rancangankegiatan yang akan dilaksanakan sebelum juknis turun sehinggapengelola program dapat langsung berkegiatan saat juknis telah turun Kata kunci:Bantuan OperasionalKesehatan
Analisis Hubungan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Terhadap Dimensi Hukum Rekam Medis di UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Bertha Nathania Hulu; Agus Donny Susanto; Devi Marlita Martana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2321

Abstract

Abstract The outpatient medical record service at the UPTD Puskesmas Gunungsitoli Idanoi District from October 1st, 2021 to December 31st, 2021 was 1.452 medical records with 2 (0,1%) incompleteness in identification, 456 (31,4%) important reports, 718 (49,4%) authentication and 413 (28,4%) recording. These factors can affect the legal dimensions of medical records because it concerns the issue of law for certainty. This study aims to determine the correlation between identification review, important report review, authentication review, and recording review of the legal dimensions of medical records at the UPTD Puskesmas Gunungsitoli Idanoi District. The design of this study is qualitative analytics with a cross-sectional research design. The research sample totaled 339 outpatients with medical records. The statistical test used the chi-square. From March 14th, 2022 to June 30th, 2022, from 339 outpatient medical records studied, obtained incompleteness in the identification components totaled of 2 (0,6%), important reports totaled of 3 (0.9%), authentication totaled of 2 (0,6%) and recording amounted to 21 (6,2%) The conclusion of this study shows a correlation between the completeness of filling out the outpatient medical records to the legal dimensions of medical records at the UPTD Puskesmas Gunungsitoli Idanoi District. The identification with value of p=0,012, important reports with p-value = 0,000, authentication with p-value = 0,000 and recording with p-value = 0,000.Keywords:Completeness, Incompletenes, Medical Records, Legal Dimensions Abstrak Pelayanan rekam medis rawat jalan di UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dari tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2021 adalah 1.452 rekam medis dengan 2 (0,1%) identifikasi tidak lengkap, 456 (31,4%) laporan penting, 718 (49,4%) autentifikasi dan 413 (28,4%) pencatatan. Hal ini dapat mempengaruhi dimensi hukum rekam medis karena menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara review identifikasi, review laporan penting, review autentifikasi, review pencatatan terhadap dimensi hukum rekam medis di UPTD PuskesmasKecamatan Gunungsitoli Idanoi. Rancangan penelitian ini adalahanalitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampeldalam penelitian ini berjumlah 339 rekam medis rawat jalan. Uji statistikyang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian pada 14 Maret2022 sampai 30 Juni 2022 dari 339 rekam medis rawat jalan yang ditelitididapatkan ketidaklengkapan pada komponen identifikasi berjumlah 2(0,6%), laporan penting berjumlah 3 (0,9%), autentifikasi berjumlah 2(0,6%) dan pencatatan berjumlah 21 (6,2%). Kesimpulan dari penelitianini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelengkapan pengisianrekam medis rawat jalan terhadap dimensi hukum rekam medis di UPTDPuskesmas Kecamatan Gunungsitoli Idanoi yaitu identifikasi dengannilai p = 0,012, laporan penting dengan nilai p = 0,000, autentifikasidengan nilai p = 0,000 dan pencatatan dengan nilai p = 0,000. Kata kunci:Kelengkapan, Ketidaklengkapan, Rekam Medis, Dimensi Hukum.
Analisis Kebutuhan Sarana Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Prima Medika Christine Novita Malelak; Devi Marlita Martana; I Ketut Sujana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2322

Abstract

                                                   Abstrak Hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa rak penyimpanan di RSU Prima Medika tidak lagi memadai untuk menampung rekam medis. Rak penyimpanan tidak dapat ditambah karena luas ruang penyimpanan berukuran 24 m² sudah terisi oleh rak penyimpanan yang tersedia saat ini. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan jenis data time series. Populasi dalam penelitian ini yaitu berjumlah 113.389 rekam medis dan sampel berjumlah 100 rekam medis. Teknik pengambilan data adalah observasi, wawancara, pengukuran, studi dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan empat alternatif perhitungan rak penyimpanan dan empat gambaran layout kebutuhan luas ruang penyimpanan lima tahun mendatang. Alternatif pertama yaitu penambahan 87 rak besi terbuka dengan luas ruangan 545,94 m2 . Alternatif kedua yaitu 102 rak besi terbuka dengan luas ruangan 663,89 m2 . Alternatif ketiga yaitu 24 roll o’pack dengan luas ruang 304,29 m². Alternatif keempat yaitu 28 roll o’pack dengan luas ruangan 398,52 m2 . Penambahan rak dan ruang penyimpanan perlu dilakukan oleh rumahKata kunci: Filling, perencanaan rak dan ruang penyimpanan, rekam medis                                                 Abstract From the results of observations made, it was found that the storage racks at Prima Medika Public Hospital were no longer adequate to accommodate medical records. The storage rack cannot be added because the 24 m² storage area has been filled by the currently available storage racks. The type of research used is descriptive quantitative with the type of time series data. The population in this study amounted to 113,389 medical records and a sample of 100 medical records was taken using the Slovin formula. Data collection techniques are observation, interviews, measurements, documentation studies. This research produces four alternative storage rack calculations and four layout descriptions of storage space requirements for the next five years. The first alternative is the addition of 87 open iron shelves with an area of 545.94 m2 . The second alternative is the addition of 102 open iron shelves with an area of 663.89 m2 . The third alternative is the addition of 24 roll o'packs with an area of 304,29 m². The fourth alternative is the addition of 28 roll o'packs with an area of 398,52 m2 . The hospital needs to add shelves and storage space, but another alternative is that the hospital can switch to using electronic medical records that use a database as the main storage.Keywords: filing, shelf and storage room planning, medical records