cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 352 Documents
Peranan Aspek Resiliensi pada Perempuan dalam Menghadapi Pelecehan Seksual Christy Mayaswara; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2323

Abstract

                                                      Abstrak Pelecehan seksual yang terus terjadi seringkali memberikan dampak negatif bagi korbannya. Menyalahkan diri hingga timbulnya kecurigaan pada lawan jenis membuat korbannya kesulitan dalam bersosialisasi dan mempercayai orang lain. Dalam mengatasi dampak pelecehan tersebut perlu adanya kemauan dan upaya untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada narasumber dengan rentang usia dewasa awal 18-23 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa aspek optimis, empati, dan reaching out ketiga narasumber sangat berperan dalam mengatasi trauma pelecehan seksual yang dihadapi para penyintas.Kata kunci: Aspek Resiliensi, Pelecehan Seksual, Perempuan                                                   Abstract Sexual harassment that continues to occur often has a negative impact on the victim. Blaming themselves to the emergence of suspicion of the opposite sex makes it difficult for victims to socialize and trust others. In overcoming the impact of harassment, it is necessary to have the will and efforts to be able to rise from adversity. This research method uses a qualitative approach with a case study that focuses on informants with an early adult age range of 18-23 years. The technique used in this research is in-depth interview and observation. The results of this study explain that the optimistic, empathetic, and reaching out aspects of the three interviewees played a very important role in overcoming the trauma of sexual harassment faced by the survivors.Keywords: Resilience Aspect, Sexual harassment, Women
Hubungan Keluhan Muskuloskeletal Terhadap Fleksibilitas Otot Lumbal Pada Petani Laki-laki Umur 55-65 Tahun di Desa Tibubiu, Kabupaten Tabanan Graselia Dona Pulek; Antonius Tri Wahyudi; I Gede Arya Sena
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2324

Abstract

                                                 Abstrak Sikap membungkuk merupakan salah satu kegiatan yang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada petani karena dilakukan dalam waktu yang lama dan berulang. Sikap membungkuk akan membuat otot berkontraksi dan menyebabkan timbul keluhan muskuloskeletal serta membuat otot menjadi kaku dan tegang yang dapat mengakibatkan penurunan fleksibilitas otot lumbal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional tanpa memberikan perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 23 orang yang didapat berdasarkan kriteria penelitian. Untuk menguji hipotesis, dilakukan uji korelasi spearman rank untuk mengetahui hubungan dua variabel dengan hasil signifikan yang diperoleh 0.000 dengan angka koefisien korelasi 0.762 yang berarti hubungan kedua variabel kuat dengan arah negatif yang artinya berlawanan arah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keluhan muskuloskeletal terhadap fleksibilitas otot lumbal.Kata kunci: Petani Laki-laki, Keluhan Muskuloskeletal, Fleksibilitas Otot Lumbal                                            Abstract Bowing is one of the activities that can cause musculoskeletal complaints to farmers because it is done for a long time and repeatedly. Bending posture causes muscle contractions and causes musculoskeletal complaints and stiffening muscles which can result in decreased flexibility of the lumbar muscles. This study is a quantitative study with cross sectional design without treatment. The study sample was 23 people obtained based on the research criteria. To test the hypothesis, a spearman rank correlation test was conducted to find the relationship of two variables with a significant result obtained by 0.000 with a correlation coefficient of 0.762 which means the relationship of the two variables is strong in a negative direction. Based on research results, it can be inferred that there is a link between musculoskeletal complaints and lumbar flexibility.Keywords: Male Farmer, Musculoskeletal Complaints, Lumbar Muscle Flexibility
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Trimester I di UPTD Puskesmas Kediri I Tabanan Gusti Ayu Nyoman Sri Rahayu Agustini; Nyoman Suarjana; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2325

Abstract

                                                 Abstrak Prevalensi HIV, Sifilis, Hepatitis B di Indonesia masih tinggi, nilai berurutan 0,39 %, 1,70% dan 2,50 %, untuk mencegah menular dari ibu hamil kepada anaknya dengan dilakukan pemeriksaan laboratorium sedini mungkin. Rendahnya cakupan pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Kediri I tahun 2020 hanya16,8% dari target 100% sehingga perlu diteliti faktor yang mempengaruhinya. Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi 565 orang, sampel 85 orang (rumus slovin), instrumen berupa kuisioner. Uji chi square serta regresi logistik dengan 95% CI. Penelitian menyatakan variabel pekerjaan (p=0,872), pengetahuan (p=0,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,033) dan dukungan suami (p=0,000). Hasil uji mutivariat variabel pengetahuan p=0,000 dengan Exp (B) 10,4. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 10,4 kali lebih besar melakukan pemeriksaan triple eliminasi pada trimester I dibandingkan pengetahuan kurang. Disimpulkan pengetahuan menjadi faktor yang dominan berpengaruh sedangkan pekerjaan tidak mempunyai berpengaruh.Kata kunci: Triple eliminasi, ibu hamil                                             Abstract Prevalence of syphilis , HIV and hepatitis B in Indonesia is still high, at 0.39%, 1.70% and 2.5%, respectively from mother to child can perform laboratory tests throughout the first trisemester. Only 16,9% of the target of 100% were reached. This study aimsn to understand the factor that influence. That is descriptive quantitative research with 565 population, 85 of sample (Slovin formula), the instrument is questionnaire. Analysiswhit chi squareand logistic regression . The results revealed thatthe work variable (p = 0.872), knowledge (p = 0.000), health worker support (p = 0.033) and husband's support (p = 0.000). Knowledge, support health workers,husband's support have a statistically significant influence, whereas the work variable has no effect.The biggest bearing is knowledge. Triple elimination examination behavior that is subpar is 10.4 times more likely to occur in pregnant with poor knowledge of triple elimination than in with strong knowledge.Keywords: Triple Elimination, Pregnant Women, UPTD Puskesmas Kediri I
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada Lanjut Usia (Lansia) di Desa Gubug Kabupaten Tabanan I Gusti Ayu Ari Candra Pramayanti; Ni Ketut Martini; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2326

Abstract

                                                Abstrak Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah yaitu terjadi peningkatan penyakit tidak menular (PTM) yang sebagian besar di dialami oleh lansia. Kabupaten Tabanan terdapat lansia sebanyak 88.289 jiwa. Salah satu desa yang berada di wilayah Tabanan yaitu Desa Gubug dengan jumlah lansia sebanyak 775 lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara observasional menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 lansia. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan lansia kategori kurang sebanyak 36 lansia (48,0%), cukup 20 lansia (26,7%) dan baik 19 lansia (25,3%). Sikap lansia kategori kurang sebanyak 29 lansia (38,7%), cukup 29 lansia (38,7%) dan baik 17 lansia (22,6%). Implementasi GERMAS kategori kurang sebanyak 39 lansia (52,0%), baik 19 lansia (25,3%), cukup 17 lansia (22,7%). Nilai p-value adalah 0.000 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku GERMAS pada lansia di Desa Gubug. Saran yaitu lansia dan seluruh masyarakat selalu mengimplementasikan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar terciptanya kesehatan yang optimal.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, GERMAS                                                 Abstract Indonesia's health development is being hampered by an increase in noncommunicable diseases (NCDs), which primarily affect the elderly. Tabanan Regency has 88,289 senior citizens. Gubug Village, with a population of 775 elderly people, is one of the villages in the Tabanan area. This is observational quantitative research with a cross-sectional design.The sample size for the study was 75 elderly people. According to the findings, the elderly in the poor category had an average knowledge of 36 (48.0%), 20 (26.7%), and 19 (25.3%). The elderly has the following attitudes: 29 elderly (38.7%), 29 elderly (38.7%), and 17 elderly (22.6%). In the poor category, 39 elderly (52.0%), good, 19 elderly (25.3%), and 17 elderly (22.7%) used GERMAS. The p-value is 0.000, indicating that there is a link between knowledge and attitudes toward GERMAS behavior among the elderly in Gubug Village. People believe that the elderly, as well as the entire community, should always use GERMAS in their daily lives for optimal health.Keywords: Knowledge, Attitudes, GERMAS
Hubungan Masa Kerja terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi (VO2Max) pada Pekerja Penyapu Jalan I Gusti Ayu Dewi Antari; Agung Wahyu Permadi; I Putu Darmawijaya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2327

Abstract

                                                  Abstrak Daya tahan kardiorespirasi salah satu komponen kebugaran fisik yang diperlukan pekerja penyapu jalan untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja terhadap daya tahan kardiorespirasi (VO2Max). Penelitian ini dilakukan pada perempuan rentang umur 40-50 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan rancangan penelitian study cross sectional non eksperimental. Sampel penelitian terdiri dari 26 orang pekerja penyapu jalan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran masa kerja dilakukan dengan wawancara kepada sampel, sedangkan tes jalan 6 menit untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi (VO2Max). Uji hipotesis menggunakan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan adanya korelasi antara kedua variabel serta angka koefisien korelasi -0,778 menunjukkan hubungan antara kedua variabel yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan korelasi bertanda negatif yang berarti korelasi yang dihasilkan berbanding terbalik atau tidak searah.Kata kunci: masa kerja, daya tahan kardiorespirasi (VO2Max), tes jalan 6 menit                                              Abstract Cardiorespiratory endurance components of the road sweeper's physical fitness in order to work well. The purpose of this study was to determine the relationship between length of service and cardiorespiratory endurance (VO2Max). The study was conducted on women aged 40-50 years. The research method used is quantitative using a non-experimental cross-sectional research design. The research sample consisted of 26 street sweepers who were selected by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Measurement of working period was done by interviewing samples, and 6 minute walking test to measure cardiorespiratory endurance (VO2Max). Hypothesis testing uses Spearman rank correlation to determine the relationship between the two variables with a significance value of 0.000 which indicates a correlation between the two variables and the correlation coefficient of -0.778 indicates a strong relationship. The results of this study indicate that the correlation is negative, which means that the resulting correlation is inversely proportional.Keywords: working period, cardiorespiratory endurance (VO2 Max), 6 minute walking test
Implementasi Aplikasi Teknologi Informasi untuk Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di UPT Puskesmas Abiansemal IV Kabupaten Badung I Kadek Erik Ariastana; Made Agus Sugianto; Ni Ketut Martini
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2328

Abstract

                                                 Abstrak Inovasi pelayanan kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penaggulangan stunting. Desa Punggul meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Garbasari Punggul (SIGARPU) untuk meningkatkan kinerja Posyandu dalam mengatasi stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sigarpu dalam mengatasi stunting dengan membandingkan Desa Selat sebagai Desa tanpa Aplikasi di Wilayah UPT Puskesmas Abiansemal IV Kabupaten Badung. Penelitian ini analitik kuantitatif dengan design cross sectional. Teknik samplingnya proportionate stratified random sampling. Variabel meliputi aplikasi teknologi informasi dan indeks gizi balita. Hasil indeks TB/U balita di Desa tanpa aplikasi: sangat pendek 6 orang (13.0%), pendek 27 orang (58.7%), normal 12 orang (26.1%) tinggi 1 orang (2.2%). Hasil indeks TB/U balita di Desa Sigarpu, pendek 3 orang (6.1%), normal 44 orang (89.8%) tinggi 2 orang (4.1%). Uji Man Whitney menunjukkan p value sebesar 0.000 (p value < 0.05) yaitu ada perbedaan indeks TB/U balita antara kedua Desa.Kata kunci: Indeks Status Gizi Balita, Stunting, Aplikasi Sigarpu, Pencegahan Stunting                                             Abstract Health service innovation as an effort to prevent and overcome stunting. Punggul Village launched the Garbasari Punggul Information System Application (SIGARPU) to improve the performance of Posyandu in overcoming stunting. This study aims to analyze the implementation of Sigarpu in overcoming stunting by comparing Selat Village as a village without application in the UPT area of Abiansemal IV Health Center, Badung Regency. This research is quantitative analytic with cross sectional design. The sampling technique is proportionate stratified random sampling. The variables include the application of information technology and the nutritional index of children under five. The results of the TB/U under five in the village without the application: very short 6 people (13.0%), short 27 people (58.7%), normal 12 people (26.1%) high 1 person (2.2%). Sigarpu village, short 3 people (6.1%), normal 44 people (89.8%) tall 2 people (4.1%). The Man Whitney test shows a p value of 0.000 (p value < 0.05), which means that there is a difference in the TB/U under fives index between the two villages.
Penerapan Seated Stretch Untuk Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring Pada Pemain Futsal Talun Fc Di Tampaksiring I Made Manik Candra Yudi; I Made Yoga Parwata; Indah Pramita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2329

Abstract

                                                    Abstrak Salah satu komponen penting dalam cabang olahraga futsal adalah fleksibilitas hamstring. Fleksibilitas hamstring memegang peranan penting dalam permainan futsal mengingat otot hamstring bekerja dalam keadaan konsentrik, yaitu memendek dan terulur sesuai aktivitas yang dilakukan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring pada pemain futsal Talun FC di Tampaksiring dengan menerapkan latihan seated stretch. Penelitian ini melibatkan pemain futsal Talun FC dengan rentang umur 18-31 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan One Group Pretest and Posttest Desaign dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang pemain futsal Talun FC yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran fleksibilitas hamstring dilakukan dengan menggunakan v sit and reach test. Pemberian latihan seated stretch dilakukan dalam frekuensi 3 kali dalam seminggu, selama 4 minggu dengan durasi waktu 30 detik peregangan selama 3 pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji parametrik dengan uji paired t test. Hasil penelitian didapatkan hasil yaitu p=0,001 yang berarti 0,001 < 0,005 maka hasilnya terdapat perbedaan signifikan. Peningkatan nilai fleksibilitas hamstring dari sebelum tes ke sesudah tes sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa peregangan dengan teknik seated stretch dengan frekuensi yang tinggi berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring.Kata kunci: Fleksibilitas, Hamstring, Seated Stretch                                                  Abstract One of the important components in futsal is hamstring flexibility. Hamstring flexibility plays an important role in futsal, considering that the hamstring muscles work in a concentric state, which is shortened and stretched according to the activity performed. Based on this, this study aims to increase hamstring flexibility in Talun FC futsal players in Tampaksiring by applying seated stretch exercises. This study involved Talun FC futsal players with an age range of 18-31 years. This research method is an experimental study with One Group Pretest and Posttest Design with a total sample of 12 Talun FC futsal players who were selected through purposive sampling technique using inclusion and exclusion criteria. Measurement of hamstring flexibility was carried out using the v sit and reach test. The provision of seated stretch exercises is carried out in a frequency of 3 times a week, for 4 weeks with a duration of 30 seconds, stretching for 3 repetitions. Data were analyzed using parametric test with paired t test. The results showed that p = 0.001 which means 0.001 < 0.005 then the results are significant differences. The increase in the value of hamstring flexibility from before the test to after the test was 14%. These results indicate that stretching with the seated stretch technique with high frequency has an effect on increasing hamstring flexibility.Keywords: Flexibility, Hamstring, Seated Stretch
Analisis Dampak Rekam Medis Drop Out Terhadap Pelayanan Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar I Putu Krismantara; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Wayan Nurata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2330

Abstract

                                                   Abstrak Rekam medis drop out atau ketidaktersediaan rekam medis rawat jalan merupakan suatu keadaan dimana rekam medis pasien yang dibutuhkan dalam menunjang pengobatan di poliklinik rawat jalan tidak dapat disediakan dan ditemukan saat dibutuhkan oleh pasien saat berobat ke rumah sakit. Pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021, ditemukan bahwa terdapat 309 rekam medis yang drop out dari 25.267 rekam medis yang keluar di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TPPRJ). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak dan tindak lanjut rekam medis drop out di poliklink rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode Mix Methode. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan jenis nonprobability dengan menggunakan teknik purposive. Sampel pada penelitian ini data pendukung 309 rekam medis Droup Out pasien rawat jalan pada bulan Januari msampai dengan Maret 2021 di Badan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Berdasaran hasil penelitian dari 309 rekam medis Drop Out. Kejadian tersebut berdampak pada perpanjangan response time pelayanan yang berjumlah 245 rekam medis, berdampak pada patient safety pada sasaran II berjumlah 7 rekam medis, dan pada sasaran IV berjumlah 9 rekam medis. Pada berkas klaim BPJS berdampak adanya penundaan rekam medis sebanyak 286 rekam medis.Kata kunci: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS                                                Abstract Drop out medical records or the unavailability of outpatient medical records is a condition where the patient's medical records needed to support treatment at the outpatient polyclinic cannot be provided and are found when needed by the patient during treatment at the hospital. From January to March 2021, it was found that there were 309 medical records that dropped out of the 25,267 medical records that came out at the Outpatient Reception Center (TPPRJ). This study aims to determine the impact and follow-up of drop out medical records at the outpatient polyclinic of the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.The design of this study used the design of the Mix Method method. The type of research used is the non-probability type using a purposive technique. The sample in this study is supporting data for 309 outpatient medical records from January to March 2021 at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.Based on the results of research from 309 medical records Drop Out. This incident had an impact on the extension of the service response time which amounted to 245 medical records, impacted on patient safety in target II totaling 7 medical records, and target IV totaling 9 medical records. The BPJS claim file resulted in a delay of 286 medical records.Keywords: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik Terhadap Demensia pada Lansia (Lanjut Usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Made Kresna Dwipayana; Ni Ketut Martini; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2331

Abstract

                                                     Abstrak Populasi lansia terus meningkat setiap tahun, seiring dengan bertambahnya usia seseorang terjadi berbagi perubahan sistem dalam tubuh. Perubahan yang mungkin terjadi pada lansia diantaranya perubahan fisik dan perubahan spiritual seperti demensia. Pravalensi malnutrisi pada lansia mencapai 17-65%. Sedangkan dampak dari kurangnya aktivitas fisik dapat sebagai pemicu untuk timbulnya penyakit salah satunya demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik pada lansia (lanjut usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 83 orang (total sampling) dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan gizi sampel sebagian besar memiliki kategori baik dengan presentase 49.4%. Pengetahuan aktivitas fisik sampel sebagian besar memiliki kategori cukup dengan presentase 56.6%. Status demensia sampel sebagian besar memilki kategori normal dengan presentase 59.0%. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi terhadap demensia dan terdapat hubungan antara pengetahuan aktivitas fisik terhadap demensia dengan nilai p-value 0.000. Saran yang diberikan diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi tentang aktivitas fisik yang baik bagi para lansia.Kata kunci: Pengetahuan gizi, pengetahuan aktivitas fisik, demensia                                                Abstract Elderly population has steadily increased every year, along with aging someone happened share the system change in the body. Change that might happen to senior citizens of them change in physical and spiritual change as dementia. Prevalency malnutrition in elderly reached 17-65%. Meanwhile, the effects from lack of physical activity be as the trigger for the disease one dementia. This research aims to review the relationship of knowledge of nutrition and physical activity on the elderly in the Tista village Kerambitan district Tabanan regency. This research is qualitative, research design is cross sectional. Number of total sampling is 83 by using chi square test. The result show that most of the nutrition knowledge sample have good category with percentage 49.4%. Most of the physical activity knowledge sample have enough category by percentage 56.6%. Most of the dementia status sample have normal category at percentage 59.0%. There is relationship between nutrition knowledge and dementia also there is relationship between physical activities to dementia with p-value 0.000. It is expected to the health workers to provide education about good physical activities for elderly.Keywords: Dementia, Nutrition Knowledge, Physical Activity Knowledge.
Analisis Pengaruh Ketidaklengkapan Formulir Resume Medis Terhadap Mutu Rekam Medis Pasien Rawat Inap Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Julieta Rosalinda Patty; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2332

Abstract

                                                Abstrak Resume medis merupakan bagian dari rekam medis yang harus diisi secara lengkap. Ketidaklengkapan pada rekam medis dapat mempengaruhi mutu rekam medis karena mutu rekam medis dapat mencerminkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pada review identifikasi (p value = 0,006) review autentifikasi (p value = 0,001) review laporan penting (p value = 0,001) dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada review pencatatan (p value = 0,267). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidaklengkapan pada review identifikasi, review autentifikasi, dan review laporan penting ada pengaruh terhadap mutu rekam medis tetapi pada review pencatatan tidak terdapat pengaruh terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar.Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume medis, Mutu Rekam medis.                                                AbstractMedical resume is part of the medical record that must be filled in completely. Incompleteness in medical records can affect the quality of medical records because the quality of medical records can reflect the health services provided. This research design uses quantitative analysis with cross sectional research type and data analysis uses univariate and bivariate tests with chi square. The results of this study indicate that there is a significant effect on the identification review (p value = 0.006) authentication review (p value = 0.001) important report review (p value = 0.001) and there is no significant effect on the recording review (p value = 0.267). The conclusion of this study is that the incomplete identification review, authentication review, and important report review have an effect on the quality of medical records but in the recording review there is no effect on the quality of medical records at Prima Medika Hospital Denpasar.Keywords: Incompleteness, Medical Resume, Quality of Medical Records.