cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Implementasi Posyandu Pintar dalam Upaya Pencegahan Malnutrisi di UPTD Puskesmas Pupuan I Ni Wayan Eka Rusniati; Made Agus Sugianto; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.56 KB)

Abstract

Abstract Smart Posyandu is one of the innovation programs of the Tabanan District Health Office as an effort to prevent malnutrition in Tabanan District. This study aims to analyze the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. This type of research is quantitative analytic with cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 100 children aged 12-59 months. The variables in this study were the Posyandu group consisting of ordinary Posyandu and smart Posyandu, the BB/U, TB/U and BB/TB index of toddlers in each Posyandu which analyzed using the Mann Whitney Test statistical test with a significance level of = 0.05. The results of the Mann Whitney Test statistical test analysis, the differences in the nutritional status of children under five between the ordinary Posyandu and the smart Posyandu in the working area of UPTD Puskesmas Pupuan I, showed p value index of BB/U is 0.038, p value of index of TB/U is 0.022 and a p value of index BB/TB is 0.025. The result of this study shows the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. The suggestion for Puskesmas (Health Care Center) is to be more intense to conduct advocacy to the villages that do not have a smart Posyandu to immediately form a smart Posyandu.Keywords:nutritional status, innovation, smart Posyandu, UPTD Puskesmas Pupuan I Abstrak Posyandu Pintar merupakan salah satu program inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan sebagai upaya mencegah terjadinya malnutrisi di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar dengan posyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan design cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang balita umur 12-59 bulan. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok posyandu yang terdiri dari posyandu biasa dan posyandu pintar, Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB balita di masing-masing posyandu yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney Test dengan dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik Mann Whitney Test analisis perbedaan status gizi balita antara posyandu biasa dengan posyandu pintar di posyandu wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan I masing-masing menunjukkan p valueindeks BB/U sebesar 0,038, p value indeks TB/U sebesar 0,022 dan pvalue indeks BB/TB sebesar 0,025. Hasil dari penelitian ini adalahterdapat perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar denganposyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Adapun saran untukPuskesmas diharapkan lebih intens melakukan advokasi ke desa yangbelum memiliki posyandu pintar agar segera membentuk posyandupintar. Kata kunci:Status gizi, inovasi, posyandu pintar, UPTD Puskesmas Pupuan I
Analisis Dampak Rekam Medis Drop Out Terhadap Pelayanan Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar I Putu Krismantara; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Wayan Nurata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.19 KB)

Abstract

                                                   Abstrak Rekam medis drop out atau ketidaktersediaan rekam medis rawat jalan merupakan suatu keadaan dimana rekam medis pasien yang dibutuhkan dalam menunjang pengobatan di poliklinik rawat jalan tidak dapat disediakan dan ditemukan saat dibutuhkan oleh pasien saat berobat ke rumah sakit. Pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021, ditemukan bahwa terdapat 309 rekam medis yang drop out dari 25.267 rekam medis yang keluar di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TPPRJ). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak dan tindak lanjut rekam medis drop out di poliklink rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode Mix Methode. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan jenis nonprobability dengan menggunakan teknik purposive. Sampel pada penelitian ini data pendukung 309 rekam medis Droup Out pasien rawat jalan pada bulan Januari msampai dengan Maret 2021 di Badan Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Berdasaran hasil penelitian dari 309 rekam medis Drop Out. Kejadian tersebut berdampak pada perpanjangan response time pelayanan yang berjumlah 245 rekam medis, berdampak pada patient safety pada sasaran II berjumlah 7 rekam medis, dan pada sasaran IV berjumlah 9 rekam medis. Pada berkas klaim BPJS berdampak adanya penundaan rekam medis sebanyak 286 rekam medis.Kata kunci: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS                                                Abstract Drop out medical records or the unavailability of outpatient medical records is a condition where the patient's medical records needed to support treatment at the outpatient polyclinic cannot be provided and are found when needed by the patient during treatment at the hospital. From January to March 2021, it was found that there were 309 medical records that dropped out of the 25,267 medical records that came out at the Outpatient Reception Center (TPPRJ). This study aims to determine the impact and follow-up of drop out medical records at the outpatient polyclinic of the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.The design of this study used the design of the Mix Method method. The type of research used is the non-probability type using a purposive technique. The sample in this study is supporting data for 309 outpatient medical records from January to March 2021 at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.Based on the results of research from 309 medical records Drop Out. This incident had an impact on the extension of the service response time which amounted to 245 medical records, impacted on patient safety in target II totaling 7 medical records, and target IV totaling 9 medical records. The BPJS claim file resulted in a delay of 286 medical records.Keywords: Drop out RM, Response time, Patient Safety, BPJS
Implementasi Manajemen Bandwidth dengan Metode Hierarchical Token Bucket (Htb), Per Connection Queue (Pcq), dan Layer 7 Protokol Menggunakan Router Mikrotik I Wayan Desky Arianata; Gerson Feoh; Putu Wida Gunawan
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1947.861 KB)

Abstract

AbstrakLaboratorium komputer 3 Universitas Dhyana Pura menggunakan internet sebagai sarana pembelajaran. Tetapi pada jaringan Laboratorium komputer 3 belum menerapkan manajemen bandwidth dalam membagi koneksi internet kepada komputer Client. Tanpa adanya manajemen bandwidth banyak komputer yang menggunakan internet secara tidak beraturan sehingga menyebabkan komputer yang lain tidak mendapat jatah bandwidth. Karena koneksi internet yang kurang merata, hal ini menyebabkan terganggunya kestabilan koneksi setiap Client sehingga berdampak pada terganggunya proses dalam pelajaran. Belum adanya manajemen bandwidth juga menyebabkan penggunaan internet yang tidak sesuai seperti akses website yang tidak semestinya dipakai dalam pelajaran membuat tidak efektifnya internet. Maka untuk memaksimalkan akses internet diperlukan manajemen bandwidth dengan metode Hierarchical Token Bucket (HTB) untuk pengelompokan queue yang lebih terstruktur kemudian didukung oleh metode Per Connection Queue (PCQ) untuk meratakan koneksi internet yang diberikan kepada Client dan metode Layer 7 Protokol digunakan untuk filtering web access control. Dengan adanya manajemen bandwidth dan filtering web access control diharapkan semua komputer dapat menggunakan internet dengan lancar dan stabil serta dengan adanya manajemen bandwidth dan filtering web access controldiharapkan dapat meningkatkan efektifitas dalam pengajaran di Laboratorium komputer 3 Universitas Dhyana Pura.AbstractComputer Lab 3 of Universitas Dhyana Pura utilizes Internet as a resource for learning. However, the network in this computer lab has not implemented bandwidth management in distributing the Internet connection for the Clients using personal computers (PC). Without bandwidth management, many PCs tended to use the Internet with irregular connection bandwidth, which could render other PCs to not get adequate bandwidth. This might cause instability for each Client that could cause improper use of Internet, such as access to websites not supposed to be used for learning, which could cause ineffective use of Internet. To optimize the Internet access, bandwidth management using Hierarchical Token Bucket (HTB) method was needed to group the queue to be more structured, which was to be further supported by the Per Connection Queue (PCQ) method to equalize the Internet connection distributed to Clients, as well as Layer 7 Protocol method used to filter the web access control. Bandwidth management and web access control filtering are expected to enable all PC stations to access the Internet smoothly and with greater stability. Both are also expected to increase the effectiveness of learning in Computer Lab 3 of Universitas Dhyana Pura.
Analisis Jumlah Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Yang Positif COVID-19 Di Wilayah Puskesmas Abiansemal III Seprianus Jowa; Made Nyandra; Ni Made Kurniati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.21 KB)

Abstract

Abstract COVID-19 is associated with high mortality rates ranging from 4.3% to 30% because this virus is an RNA virus that can infect humans. The purpose of this study is to describe the analysis of the number of patients with acute respiratory infections who are positive for COVID-19 in the Abiansemal III Health Center area. This study uses a quantitative research method with a retrospective cohort approach. This research was conducted at the Abiansemal III Public Health Center, Badung Regency in AprilJune 2022 with 54 samples of medical record data of ARI patients who performed antigen-swab at the Abiansemal III Health Center, the data collected was analyzed by descriptive method using a crosstabulation design. Based on the results of the analysis of 19 people (35.2%) of patients with acute respiratory infections who were positive for COVID-19: severe ARI category 78.9%, moderate and mild ARI 10.5%.Keywords:ARI, COVID-19, Abiansemal III Health Center. Abstrak COVID-19 dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi berkisar antara 4,3% hingga 30% Karena virus ini merupakan virus RNA yang dapat menginfeksi manusia. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran analisis jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut yang positif COVID-19 di wilayah Puskesmas Abiansemal III. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohort retrospektif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Abiansemal III Kabupaten Badung pada bulan April-Juni 2022 dengan 54 sampel data rekam medis pasien ISPA yang melakukan swab-antigen di Puskesmas Abiansemal III, data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan rangcangan crosstabulation. Berdasarkan hasil analisis dari 19 orang yaitu 35,2% pasien infeksi saluran pernapasan akut yang positif COVID-19: kategori ISPA berat 78,9%, ISPA sedang dan ringan 10,5%.Kata kunci:ISPA, COVID-19,Puskesmas Abiansemal III
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Trimester I di UPTD Puskesmas Kediri I Tabanan Gusti Ayu Nyoman Sri Rahayu Agustini; Nyoman Suarjana; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.536 KB)

Abstract

                                                 Abstrak Prevalensi HIV, Sifilis, Hepatitis B di Indonesia masih tinggi, nilai berurutan 0,39 %, 1,70% dan 2,50 %, untuk mencegah menular dari ibu hamil kepada anaknya dengan dilakukan pemeriksaan laboratorium sedini mungkin. Rendahnya cakupan pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Kediri I tahun 2020 hanya16,8% dari target 100% sehingga perlu diteliti faktor yang mempengaruhinya. Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi 565 orang, sampel 85 orang (rumus slovin), instrumen berupa kuisioner. Uji chi square serta regresi logistik dengan 95% CI. Penelitian menyatakan variabel pekerjaan (p=0,872), pengetahuan (p=0,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,033) dan dukungan suami (p=0,000). Hasil uji mutivariat variabel pengetahuan p=0,000 dengan Exp (B) 10,4. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 10,4 kali lebih besar melakukan pemeriksaan triple eliminasi pada trimester I dibandingkan pengetahuan kurang. Disimpulkan pengetahuan menjadi faktor yang dominan berpengaruh sedangkan pekerjaan tidak mempunyai berpengaruh.Kata kunci: Triple eliminasi, ibu hamil                                             Abstract Prevalence of syphilis , HIV and hepatitis B in Indonesia is still high, at 0.39%, 1.70% and 2.5%, respectively from mother to child can perform laboratory tests throughout the first trisemester. Only 16,9% of the target of 100% were reached. This study aimsn to understand the factor that influence. That is descriptive quantitative research with 565 population, 85 of sample (Slovin formula), the instrument is questionnaire. Analysiswhit chi squareand logistic regression . The results revealed thatthe work variable (p = 0.872), knowledge (p = 0.000), health worker support (p = 0.033) and husband's support (p = 0.000). Knowledge, support health workers,husband's support have a statistically significant influence, whereas the work variable has no effect.The biggest bearing is knowledge. Triple elimination examination behavior that is subpar is 10.4 times more likely to occur in pregnant with poor knowledge of triple elimination than in with strong knowledge.Keywords: Triple Elimination, Pregnant Women, UPTD Puskesmas Kediri I
Efektifitas Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan Berbasis Web Terhadap Waktu Penyediaan Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng Kadek Sri Ayunita Dewi; Nyoman Suarjana; I Wayan Widi Karsana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.331 KB)

Abstract

AbstrakPerkembangan sistem informasi dan komunikasi di era saat ini memberikan pengaruh besar pada penerapan sistem informasi dan komunikasi di berbagai bidang, salah satunya sistem rekam medis rumah sakit. Peneliti menemukan sistem rekam medis di Rumah Sakit Umum Buleleng masih menggunakan metode manual. Waktu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng masih mengalami keterlambatan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian maka dibuat sistem rekam medis elektronik berbasis web. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design pre test post test dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai uji usability sebesar 83.6% atau dapat diklarifikasikan sangat baik. Hasil analisis uji bivariat menggunakan uji Wilcoxondengan nilai sebesar 0.00 < 0.05. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya efektifitas penggunaan sistem rekam medis elektronik pasien rawat jalan berbasis web terhadap waktu penyediaan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng.AbstractThe development of information and communication systems in the current era has a major influence on the application of information and communication systems in various fields, one of which is the hospital medical record system. Researchers found that the medical record system at Buleleng General Hospital still uses the manual method. The time for providing outpatient medical records at the Buleleng Regency General Hospital is still experiencing delays. To answer the research questions, a web-based electronic medical record system was created. This study uses a pre experimental research design pre test post test with a quantitative approach. The results of this study indicate that the usability test value is 83.6% or can be classified as very good. The results of the bivariate test analysis used the Wilcoxon test with a value of 0.00 < 0.05. The conclusion in this study is the effectiveness of the use of a web-based outpatient electronic medical record system on the time of providing medical records at the Buleleng Regency General Hospital.
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro, Vitamin C, dan Organoleptik Puding Gonda (Sphenoclea Zeylanica Gaertn) dengan Penambahan Buah Kiwi (Actinidia Deliciosa) Ni Kadek Sri Sutarmini; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.402 KB)

Abstract

AbstrakPuding gonda dengan penambahan buah kiwi merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar dari daun gonda dan buah kiwi. Daun gonda mengandung senyawa aktif antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional. Buah kiwi mengandung vitamin C dan antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, serta daya terima puding gonda dengan penambahan buah kiwi. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu subtitusi 75%, 50%, 25%, dan 1 perlakuan kontrol yaitu 100% gonda. Parameter pengujian adalah kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah kiwi pada puding gonda memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C. Hasil uji daya terima menunjukkan bahwa daya terima berdasarkan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur puding gonda dengan penambahan buah kiwi yang paling disukai oleh panelis adalah formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) . Formulasi F25 (Gonda 25% : Kiwi 75%) menjadi formulasi terpilih dengan kandungan karbohidrat sebesar 18,79%, kandungan protein sebesar 0,28%, kandungan lemak sebesar 0,02%, dan kandungan vitamin C sebesar 56,77%. Puding gonda dengan penambahan buah kiwi dapat dijadikan camilan alternatif yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh remaja yang sedang menjalani diet rendah kalori dan penderita diabetes karena mengandung karbohidrat dan lemak yang rendah.Kata kunci: Puding gonda, karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, buah kiwi AbstractThe addition of kiwi fruit in gonda pudding is one of the processed products made from gonda leaves and kiwi fruit. Gonda leaf contains antioxidants and has the potential to be developed as a source of functional food. In addition, kiwi is a source of vitamin C and antioxidants. The aim of the study was to determine the content of carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory analysis of gonda pudding with the addition of kiwi. The design of the study was a complete randomized design with 3 formulations (75%, 50%, 25%) and 1 control (100%). The parameters include carbohydrates, protein, fat, vitamin C, and sensory tests (color, aroma, taste, and texture) were determined. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), the significant results were carried out using Duncan's test with a 95% confidence level. The results showed that the addition of kiwi fruit had a significant effect on the carbohydrate, protein, and fat content and had no significant effect on the vitamin C content. According to sensory analysis, the addition of 75% of kiwi (F25) was the most preferred by the panelists. Formulation F25 (Gonda 25%: Kiwi 75%) was chosen in terms of macronutrient content with the highest carbohydrate and protein content of 18.79% and 0.28% respectively. In addition, F25 gives the lowest fat content (0.02%), with high vitamin C content (56.77%). In conclusion, Pudding gonda with the addition of kiwi fruit can be used as an excellent alternative snack and can be consumed by teenagers who are on a calorie deficit diet and a person with diabetes due to low carbohydrate and fat content. Keyword: Gonda pudding, carbohydrat, protein, fat, vitamin C, Kiwi fruit   
Analisis Implementasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (Bok) di Era Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Anak Agung Istri Mas; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.772 KB)

Abstract

Abstract Health Operational Assistance (BOK) is a fund used to ease the public's burden of financing the health sector, particularly services at Community Health Centers, reducing maternal mortality, infant mortality, and malnutrition. This research is a descriptive study with a qualitative approach, the number of informants in this study was seven (7) people, and the informants were selected based on the principles of adequacy and suitability. The triangulation method used in this study consisted of source triangulation, namely the researcher obtained data from different informants in exploring the same topic, and data triangulation, namely researchers using observation methods, documentation studies, and in-depth interviews. The results showed that the low absorption of Health Operational Assistance funds was due to the delay in the technical guidance (JUKNIS) of the Health Operational Assistance (BOK), causing the withdrawal of all activities that used BOK funds. Suggestions that can be given are to coordinate with the BOK manager at the Ministry of Health so that the issuance of Technical Instructions (Juknis) is accelerated so that the planning process at the Bali Provincial Health Office can be carried out earlier and the program manager should first prepare a plan of activities that will be carried out before the technical guidelines come down so that program managers can immediately start activities when technical guidelines have been issued.Keywords:Health Operational Assistance AbstrakBantuan Operasional Kesehatan, yang selanjutnya disebut BOK, adalahdana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadappembiayaan bidang kesehatan, khususnya pelayanan di Pusat KesehatanMasyarakat, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, danmalnutrisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif, jumlah informan penelitian ini adalah tujuh (7) orang,informan dipilih berdasarkan asas kecukupan dan kesesuaian. Adapunmetode triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri daritriangulasi sumber yaitu peneliti mendapatkan data dari informan yangberbeda dalam menggali topik yang sama dan triangulasi data yaitupeneliti menggunakan metode observasi, studi dokumentasi danwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan rendahnya serapandana Bantuan Operasional Kesehatan adalah dikarenakan adanyaketerlambatan turunnya petunjuk teknis (JUKNIS) BOK sehinggamenyebabkan mundurnya seluruh kegiatan yang menggunakan danaBOK. Saran yang dapat diberikan adalah Berkoordinasi denganpengelola BOK di Kementrian Kesehatan agar penerbitan PetunjukTekhnis (Juknis) di percepat sehimgga proses perencanaan di DinasKesehatan Provinsi Bali bisa dilaksanakan lebih awal dan sebaiknyapengelola program terlebih lebih dahulu mempersiapkan rancangankegiatan yang akan dilaksanakan sebelum juknis turun sehinggapengelola program dapat langsung berkegiatan saat juknis telah turun Kata kunci:Bantuan OperasionalKesehatan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Kepesertaan Prolanis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat Yohanes M. V. Gonzaga Dalung; I Nyoman Purnawan; Ni Luh Gede Ari Natalia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.582 KB)

Abstract

                                               Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan cross section dan diteliti di UPT Puskesmas II Denpasar Barat. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Technik probability random sampling. Teknik analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Uji statistic menggunakan rumus Chi- Square. Hasil uji statistik Chi Square pada tingkat pengetahuan, Sarina dan prasarana, dukungan petugas kesehatan menunjukan (???? value > 0.05) maka dapat di simpulkan bahwa tidak ada hubunngan antara tingkat pengetahuan, Sarina dan Prasarana, Dukungan petugas kesehatan dan jarak tempeh terhadap partisipasi prolanis. Hail uji pada sikap Dan dukungan keluarga menunjukan (???? value < 0.05) maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan Antara sikap terhadap partisipasi peserta prolanis di daerah kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat. Dari data yang diperoleh dilapangan dapat peneliti simpulkan bahwa Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan,sarana dan prasarana, dukungan petugas kesehatan, dan jarak tempuh terhadap partisipasi peserta prolanis di Daerah kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat karena nilai p > 0.05. Ada keterkaitan antara sikap dan dukungan keluarga terhadap partisipasi peserta prolanis di wilayah kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat karena nilai p < 0.05.Kata kunci: Faktor-faktor, Partisipasi, Prolanis, Puskesmas II Denpasar Barat                                               Abstract This research is quantitative research with a research design using cross section. This research was conducted at UPT Puskesmas II, West Denpasar. The sampling technique is the probability random sampling technique. The data analysis technique used Univariate Analysis and Bivariate Analysis. The statistical test uses the Chi-Square formula.The statistical test Chi Square on the level of knowledge, facilities and infrastructure, and support from health workers showed (value > 0.05). It can be concluded that there is no relationship between the level of knowledge, facilities and infrastructure, support from health workers, and distance traveled to prolanis participation. The test results on attitudes and family support showed (???? value < 0.05) that there is a relationship between attitudes towards the participation of prolanis participants in the work area of UPT Puskesmas II West Denpasar. Based on the results of the analysis of the data obtained in the field, the authors conclude that there is no relationship between the level of knowledge, facilities and infrastructure, support from health workers, and distance traveled to the participation of prolanis participants in the work area of UPT Puskesmas II West Denpasar because the p value> 0.05. There is a relationship between attitudes and family support for the participation of prolanis participants in the work area of the UPT Puskesmas II West Denpasar because the p value < 0.05.Keywords: Factors, Participations, Prolanis, Puskesmas II West Denpasar
Peningkatan Fleksibilitas dan Koordinasi Tangan Dengan Stretching Dinamis Pada Penabuh Gender Wayang di Sanggar Seni Kebo Iwa Ni Luh Putu Shinta Jayanti Adiparamitha; I Gede Arya Sena; Antonius Tri Wahyudi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.38 KB)

Abstract

AbstrakGender Wayang dimainkan dengan cara melakukan gerakan dominan fleksi dan ekstensi pergelangan tangan. Gerakan tersebut memerlukan fleksibilitas dan koordinasi yang baik, fleksibilitas merupakan keleluasaan atau kemudahan gerakan pada persendian pada saat melakukan aktivitas fisik tanpa ada hambatan apapun sedangkan koordinasi merupakan kerja sama antara sistem saraf pusat dengan otot untuk menghasilkan tenaga atau gerakan. Fleksibilitas pada saat memainkan Gender Wayang diperlukan untuk menjangkau nada-nada ke kanan dan ke kiri agar lebih mudah sehingga koordinasi tangan juga semakin bagus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One-Group Pre test-Post test Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 5 orang berjenis kelamin laki-laki dan berumur 12-16 tahun di Sanggar Seni Kebo Iwa. Latihan yang diberikan yaitu Stretching Dinamis selama 4 minggu dan diberikan setiap 2 hari. Pengukuran fleksibilitas pergelangan tangan menggunakan alat ukur Goniometer sedangkan untuk mengukur koordinasi tangan menggunakan alat ukur test Ball Warfen Und-fangen yang dilakukan sebelum diberikan latihan dan sesudah diberikan latihan. Penelitian ini melakukan uji normalitas dengan Shapiro Wilk Test dan didapatkan semua sampel berdistribusi normal, setelah itu dilakukan uji hipotesis dengan Paired Sampel t-test diperoleh nilai rata-rata (mean) pre test dan post test pada fleksi dekstra 11.000, fleksi sinistra -7.000, ekstensi dekstra 10.000 dan ekstensi sinistra -8.000. Setelah diberikan latihan peningkatan fleksibilitas pada fleksi dekstra 19.2%, fleksi sinistra 17.5%, ekstensi dekstra 23.9%, dan ekstensi sinistra 16.3% sedangkan peningkatan pada koordinasi yaitu 31.25%. Dari hipotesis penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Stretching Dinamis dapat meningkatkan fleksibilitas pergelangan tangan dan koordinasi tangan pada Penabuh Gender Wayang Bali di Sanggar Seni Kebo Iwa.Kata kunci: Gender Wayang, Fleksibilitas, Stretching Dinamis.AbstractGender Wayang is played by performing dominant movements of wrist flexion and extension. These movements require flexibility and good coordination, flexibility is the flexibility or ease of movement in the joints when doing physical activities without any obstacles, while coordination is the cooperation between the central nervous system and muscles to produce power or movement. Flexibility when playing Gender Wayang is needed to reach the notes to the right and left to make it easier so that hand coordination is also getting better. This study uses a research design of One-Group Pre-test-Post test Design. The sample in this study amounted to 5 people, male and aged 12-16 years at the Kebo Iwa Art Studio. The exercise given is Dynamic Stretching for 4 weeks and is given every 2 days. The measurement of wrist flexibility uses a Goniometer while measuring hand coordination uses the Ball Warfen Und-Fangen test which is carried out before being given exercise and after being given exercise. This study conducted a normality test using the Shapiro Wilk Test and all samples were normally distributed. After that, the hypothesis was tested using the Paired Sample t-test. The average value (mean) for pre-test and post-test was 11,000 in right flexion, -7,000 in left flexion, right extension 10,000 and left extension -8,000. After being given exercise, the increase in flexibility in right flexion is 19.2%, left flexion is 17.5%, right extension is 23.9%, and left extension is 16.3%, while the increase in coordination is 31.25%. From this research hypothesis, it can be concluded that Dynamic Stretching can improve wrist flexibility and hand coordination in Balinese Wayang Gender Players at the Kebo Iwa Art Studio.Keywords: Gender Wayang, Flexibility, Dynamic Stretching.

Page 5 of 38 | Total Record : 376