cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Manajemen Pengelolaan Obat di Unit Pelayanan Teknis Dinas Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Putu Ayu Indah Paramita; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.717 KB)

Abstract

Abstract The deficient of drug management will result the stagnant of drug supplies and stock outs. Stagnant drugs have a risk of expiration and damage if not stored properly. The research is to know the management of drug management. The research used is descriptive qualitative research, through in-depth interview techniques. The determination of informants by applying purposive sampling technique. There are 4 informants. The study was conducted in March-August 2022. The study showed that the drug planning stage is using 2 methods including the consumption and morbidity method. The selection stage of drug needs is using the national formulary and DOEN. The drug revenue budget is from APBN, APBD/DAK funds, grants, and donations. Procurement of drugs using the e-Purchasing method. The administration system for receiving drugs is still done manually by using the excel program. Drug storage is not based on alphabetical and not based on dosage form. Mechanism of drug distribution is done by push distribution and pull distribution. The recording and reporting of drugs has not been going well because there are often differences in the amount of medicine between the available drugs and drugs that are recorded on the stock card. Drug destruction is carried out every 2 years through a tender mechanism.Keywords:The Management of Drug Management, Bali Public Health Office Abstrak Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 4 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022. Penelitian menunjukan bahwa tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Tahapan seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Anggaran pendapatan obat bersumber dari dana APBN, APBD/DAK, hibah dan donasi. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Sistemadministrasi penerimaan obat masih dilakukan secara manualmenggunakan program excel. Penyimpanan obat belum berdasarkanalfabetis dan tidak berdasarkan bentuk sediaan. Mekanismependistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pulldistribution. Pencatatan dan pelaporan obat belum berjalan dengan baikkarena sering terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang denganyang tercatat di kartu stok. Pemusnahan obat dilakukan setiap 2 tahunsekali melalui mekanisme tender. Kata kunci:Manajemen Pengelolaan Obat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik Terhadap Demensia pada Lansia (Lanjut Usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Made Kresna Dwipayana; Ni Ketut Martini; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.043 KB)

Abstract

                                                     Abstrak Populasi lansia terus meningkat setiap tahun, seiring dengan bertambahnya usia seseorang terjadi berbagi perubahan sistem dalam tubuh. Perubahan yang mungkin terjadi pada lansia diantaranya perubahan fisik dan perubahan spiritual seperti demensia. Pravalensi malnutrisi pada lansia mencapai 17-65%. Sedangkan dampak dari kurangnya aktivitas fisik dapat sebagai pemicu untuk timbulnya penyakit salah satunya demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik pada lansia (lanjut usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 83 orang (total sampling) dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan gizi sampel sebagian besar memiliki kategori baik dengan presentase 49.4%. Pengetahuan aktivitas fisik sampel sebagian besar memiliki kategori cukup dengan presentase 56.6%. Status demensia sampel sebagian besar memilki kategori normal dengan presentase 59.0%. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi terhadap demensia dan terdapat hubungan antara pengetahuan aktivitas fisik terhadap demensia dengan nilai p-value 0.000. Saran yang diberikan diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi tentang aktivitas fisik yang baik bagi para lansia.Kata kunci: Pengetahuan gizi, pengetahuan aktivitas fisik, demensia                                                Abstract Elderly population has steadily increased every year, along with aging someone happened share the system change in the body. Change that might happen to senior citizens of them change in physical and spiritual change as dementia. Prevalency malnutrition in elderly reached 17-65%. Meanwhile, the effects from lack of physical activity be as the trigger for the disease one dementia. This research aims to review the relationship of knowledge of nutrition and physical activity on the elderly in the Tista village Kerambitan district Tabanan regency. This research is qualitative, research design is cross sectional. Number of total sampling is 83 by using chi square test. The result show that most of the nutrition knowledge sample have good category with percentage 49.4%. Most of the physical activity knowledge sample have enough category by percentage 56.6%. Most of the dementia status sample have normal category at percentage 59.0%. There is relationship between nutrition knowledge and dementia also there is relationship between physical activities to dementia with p-value 0.000. It is expected to the health workers to provide education about good physical activities for elderly.Keywords: Dementia, Nutrition Knowledge, Physical Activity Knowledge.
Gambaran Komitmen Pada Emerging Adult Pengguna Aktif Aplikasi Kencan Salve Regina Claudia; Tio Rosalina; I Gde Dhika Widarnanda
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2462

Abstract

Perkembangan teknologi pada bidang komunikasi salah satunya ditandai dengan lahirnya berbagai jenis platform media sosial yang dapat diakses secara online dengan dukungan perangkat internet. Pada era ini, pasangan kencan dapat dengan mudah dicari dengan adanya aplikasi kencan daring/dating online. Salah satu tugas perkembangan emerging adult adalah menjalin hubungan romantis atau dating. Emerging adult adalah fase dewasa awal yang berkisar antara usia 18-25 tahun. terdapat fenomena quarter life crisis, fenomena kecemasan tentang masa depan oleh amerging adult yang membentuk kemandirian baik secara finansial maupun dalam hubungan romantis. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran komitmen pada emerging adult dan dilakukan di Provinsi Bali dengan 3 narasumber dalam rentang usia emerging adult. Penelitian ini berpendekatan kualitatif, dengan menggunakan jenis deskriptif. Metode deskriptif dipilih karena penelitian yang dilakukan adalah berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung dan berkenaan dengan kondisi masa sekarang.
Hubungan Kelentukan Pergelangan Tangan terhadap Kemampuan Menggiring Bola pada Permainan Bola Basket Matilda Novian Bai; I Made Yoga Parwata; I Gede Arya Sena
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2463

Abstract

Kebugaran fisik harus dimiliki pebasket dalam menjalankan sebuah permainan. Kelentukan merupakan salah satu komponen kebugaran fisik yang diperlukan oleh para pemain untuk menghasilkan teknik dalam permainan bola basket yang tepat seperti teknik menggiring bola atau dribbling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan dari kelentukan pergelangan tangan (Fleksi) terhadap kemampuan dribbling pada permainan bola basket. Penelitian ini melibatkan remaja laki-laki dengan rentang umur 15 -17 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif tanpa memberikan latihan. Sampel penelitian terdiri dari 25 orang siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler bola basket yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kelentukan pergelangan tangan dilakukan dengan menggunakan goniometer, sedangkan dribbling test digunakan untuk mengukur kemampuan menggiring bola. Setelah melakukan pengujian dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara kelentukan pergelangan tangan terhadap kemampuan menggiring bola pada permainan bola basket yang berbading terbalik atau tidak searah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA DUPLIKASI NOMOR REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA KABUPATEN BADUNG I Gusti Ayu Tri Hendrayanthi; Bambang Hadi Kartiko; Devi Marlita Martana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2464

Abstract

Berdasarkan survey awal di Instalasi Rekam Medis, pada bulan Juni sampai dengan Juli 2021 didapatkan penomoran rekam medis pasien rawat jalan yang memiliki nomor ganda (duplikasi) sebanyak 187 (0,94%) dari 19.888 rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung.Rancangan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional, dan sampel dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan dengan penomoran yang duplikasi berjumlah 187 rekam medis.Hasil penelitian ini adalah dari 187 rekam medis yang memiliki nomor ganda (duplikasi) didapatkan hubungan yang signifikan antara rekam medis yang salah letak (misfile) dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung, memiliki nilai p value = 0,000 (< 0,05), dengan jumlah rekam medis yang salah letak (misfile) sebanyak 112 (59,9%). Adanya hubungan yang signifikan antara rekam medis yang tidak ditemukan (drop out) dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung, yang memiliki nilai p value = 0,000 (< 0,05), dengan jumlah rekam medis yang tidak ditemukan (drop out) sebesar 96 (51,3%). Serta adanya hubungan yang signifikan dari tidak adanya tracer rekam medis dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung, memiliki nilai p value 0,004 (< 0,05) dengan tracer berjumlah 10 (5,4%).Kesimpulan dalam penelitian ini, dari hasil perhitungan uji staitistik dengan Chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kejadian penomoran rekam medis pasien rawat jalan yang duplikasi dengan salah letak (misfile) rekam medis, rekam medis yang tidak ditemukan (drop out) dan rekam medis keluar yang tidak ada tracernya.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA HARI RAWAT PASIEN APENDIKTOMI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH KOTA DENPASAR Selan, Jumarni Katrin Imelda; Kartiko, Bambang Hadi; Martana, Devi Marlita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2465

Abstract

Hasil observasi awal pasien appendictomi sebanyak 96 (100%) pasien dengan presentasi lama hari rawat memanjang atau > 3 hari yaitu 61 (63,5%) pasien dan yang sesuai standar atau ≤ 3 hari yaitu 35 (36,5%) pasien dari periode 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pasien appendictomy di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Kota Denpasar.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 96 rekam medis pasien appendictomy bulan Januari – Desember 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan instrument cheklist. Teknik analisis dara menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi-square).Hasil penelitian pada bulan Maret 2022 pada 96 rekam medis pasien rawat inap appendictomy didapatkan angka untuk presentasi hari masuk rumah sakit Sabtu dan Minggu adalah 63 (65,6%) rekam medis dengan lama hari rawat (LHR) ≤ 3 hari 22 rekam medis dan > 3 hari 41 rekam medis dan kategori hari lainnya adalah 33 (47,8%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 13 rekam medis dan > 3 hari 20 rekam medis. Hari keluar rumah sakit adalah 74 (77,1%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 11 rekam medis dan > 3 hari 50 rekam medis dan kategori hari lainnya adalah 22 (22,9%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 24 dan > 3 hari 11 rekam medis. Sifat operasi kategori cito jumlahnya adalah 62 (64,4%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 10 rekam medis dan > 3 hari 52 rekam medis dan kategori elektif adalah 34 (35,4%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 25 rekam medis dan > 3 hari 9 rekam medis. Infeksi luka operasi kategori infeksi yaitu 27 (28,1%) rekam medis denhan LHR ≤ 3 hari 18 rekam medis dan > 3 hari 51 rekam medis dan kategori tidak infeksi adalah 96 (71,9% rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 18 rekam medisdan > 3 hari 10 rekam medis.Kesimpulan : tidak terdapat hubungan antara lama hari rawat dengan hari masuk RS pasien operasi apendiktomi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Kota Denpasar yaitu dengan nilai p value 0,415 > 0,05. Untuk hari keluar RS nilai p value 0,106 > 0,05. Terdapat hubungan antara lama hari rawat dengan sifat operasi dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Untuk infeksi luka operasi nilai P value 0,001 < 0,05.
Penyebab Pengembalian Klaim Pasien Rawat Inap Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Surya Husada Denpasar Fir, Maria Alfira Juita; Sari, Ni Kadek Yunita; Wasita, Rai Riska Resty
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2466

Abstract

Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien BPJS selama pasien di rawat dan mendapatkan penggantian biaya sesuai denga tarif (INA-CBG’S). Proses pengajuan klaim dari Rumah Sakit kepada BPJS Kesehatan memiliki tahap verifikasi administrasi kepesertaan, administrasi pelayanan, dan verfikasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu membuat gambaran atau deskripsi tentang objek yang diteliti. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis Triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh gambaran ketidaklengkapan pengembalian klaim yaitu, terdapat Resume Medis yang lengkap sebanyak 30 (32%) dan yang tidak lengkap sebanyak 64 (68%) dan pemeriksaan penunjang yang sesuai sebanyak 38 (41%) dan yang tidak sesuai sebanyak 56 (59%). Penyebab ketidaklengkapan resume medis adalah petugas koding kesulitan untuk menentukan diagnosa karena DPJP sudah menentukan diagnosa sendiri yang biasa digunakan untuk pasien-pasien tertentu meskipun kadang tidak ada data pendukung, dan petugas input tetap memasukkan diagnosa tersebut untuk mencegah penolakan klaim karena adanya batas pengajuan berkas klaim, dan ada juga karena perbedaan persepsi antara verifikator rumah sakit dengan verifikator BPJS Kesehatan.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, MASA KERJA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PETUGAS REKAM MEDIS TENTANG KEAMANAN DAN KERAHASIAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT TK II UDAYANA KOTA DENPASAR Prastini, Ni Komang Ditha; Susanto, Agus Donny; Sujana, I Ketut
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2467

Abstract

Salah satu sistem pengelolaan rekam medis adalah keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Keamanan rekam medis meliputi perlindungan dari faktor fisik, biologi dan kimiawi, sedangkan kerahasiaan rekam medis adalah bagaimana melindungi rekam medis dari bahaya pencurian dan pembatasan pemberian informasi rekam medis.Berdasarkan hasil observasi peneliti ditemukan 5 rekam medis yang didistribusikan oleh orang yang bukan petugas rekam medis atau bukan petugas medis, 18 orang selain petugas masuk ke dalam ruangan rekam medis dan 200 rekam medis yang tidak diletakkan pada tempatnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku petugas rekam medis tentang keamanan dan kerahasiaan rekam medis di Rumah Sakit Tk II Udayana Kota Denpasar. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 1 orang kepala instalasi rekam medis dan 14 orang petugas rekam medis di Rumah Sakit Tk II Udayana Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan observasi pada ruangan rekam medis. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku petugas rekam medis tentang keamanan dan kerahasiaan rekam medis, ada hubungan antara masa kerja dengan tingkat pengetahuan,sikap dan perilaku petugas rekam medis tentang keamanan dan kerahasiaan rekam medis dan ada hubungan antara pengalaman kerja dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku petugas rekam medis tentang keamanan dan kerahasiaan rekam medis di Rumah Sakit Tk II Udayana Kota Denpasar.Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan keamanan dan kerahasiaan rekam medis dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku rekam medis yang dilihat dari tingkat pendidikan, masa kerja dan pengalaman kerja masing masing petugas.
KORELASI POSISI KERJA YANG MENYEBABKAN NECK PAIN PADA PEKERJA EYELASH EXTENSION DI SALON LASH AND BEAUTY DENPASAR, BALI Landiana, Helena I Gusti Ayu Putu Lady; Pramita, Indah; Yasa, I Made Astika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2468

Abstract

Eyelash extension merupakan trand atau gaya kosmetik yang digunakan untuk meningkatkan volume bulu mata seseorang yang bisa disebut dengan metode sambung bulu mata menggunakan bulu mata sintetis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Salon Lash And Beauty Denpasar, Bali, posisi kerja pada pekerja eyelash extension yang gerakannya monoton dan tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan nyeri leher (neck pain). Posisi kerja adalah postur tubuh yang secara alami dibentuk oleh tubuh pekerja, dan postur yang berinteraksi dengan kebiasaan kerja dan peralatan yang digunakan dalam bekerja.. Dalam penelitian ini dilakukan dua metode pengukuran. Pengukuran yang digunakan yaitu VAS dan RULA. Tujuan pengukuran VAS adalah untuk mengetahui nilai / skor nyeri yg dirasakan oleh pekerja eyelash extension yang didapatkan hasil VAS 4 orang dengan skor 3, 4 orang dengan skor 4 dan 4 orang dengan skor 5. Sedangkan tujuan pemeriksaan RULA adalah untuk mengetahui beban kerja tubuh bagian atas yang didapatkan hasil pengukuran RULA 3 orang dengan skor 4, 4 orang dengan skor 5, dan 5 orang dengan skor 6. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi hubungan posisi kerja yang menyebabkan keluhan neck pain pada pekerja eyelash extension. Penelitian ini menggunakan metode korelasi yang menggunakan 12 sampel penelitian. Data dari ke 12 sampel ini akan dilakuan dengan menggunakan Uji SPSS dengan pengukuran Uji Linearitas Regresi dan Uji Hipotesis menggunakan metode pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan yaitu P<0,005 yang berarti terdapat korelasi yang kuat dan terdapat hubungan yang positif pada posisi kerja pekerja eyelash extension dengan keluhan neck pain pada sampel penelitian.
ANALISIS PENGARUH IMPLEMENTASI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS WEB TERHADAP WAKTU TUNGGU di PUSKESMAS SASI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Banoet, Oriegenes Elia Gihon; Feoh, Gerson; Wasita, Rai Riska Resty
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2469

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal di puskesmas Sasi Kabupaten Timor Tengah Utara, diketahui jumlah kunjungan pasien pada bulan November 2020 sebanyak 1.512 pasien dengan rata-rata kunjungan per hari sebanyak 50 pasien. Permasalahan yang ditemukan proses pendaftaran pasien masih bersifat manual sehingga petugas memerlukan waktu rata-rata 15 menit untuk proses pendaftaran sampai pasien menerima pelayanan kesehatan, hal ini menyebabkan waktu tunggu pasien menjadi lebih lama dan belum sesuai standar operasional yang berlaku. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk membuat rancang bangun sistem informasi pelayanan pasien rawat jalan berbasis web terhadap waktu tunggu di Puskesmas Sasi Kabupaten Timor Tengah Utara. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design untuk mencari perlakuan. Metode perancangan sistem menggunakan System Development Life Cycle (SDLC). Hasil penelitian menggunakan uji ussability pada sistem informasi rekam medis memenuhi standar berdasarkan hasil uji Wilcoxon diketahui Asymp. Sig. (2-tailed) sama dengan 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapan perbedaan pre-intervensi dan post-intervensi,. Kesimpulan yaitu berhasi berhasil membuat rancang bangun sistem informasi rekam medis elektronik pasien rawat jalan berbasis web terhadap waktu tunggu di puskesmas Sasi Kabupaten Timor Tengah Utara, juga adanya pengaruh implementasi sistem terhadap waktu tunggu pada pendaftaran rawat jalan dengan rata-rata penyediaan yaitu 6 menit

Page 6 of 38 | Total Record : 376