AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
AL ISNAD includes studies of hadith interpretations from around the world, especially in textual and contextual studies. This research aims to gain new knowledge in tafsir al-hadith in Islam or gain development benefits such as the topics below: Studies of Sanad and Matan Hadith, Studies of Hadith Understanding, Hadith Thought, Interdisciplinary Studies of Hadith: Hadith and Science, Hadith and Digital Space, Hadith and Technology, Hadith and Pop Culture, Hadith and Politics, Hadith and Social Movements, Hadith and Extremism, Hadith and Peace Building, as well as Hadith and the Environment.
Articles
68 Documents
HALAL HARAM DALAM PERSPEKTIF HADIS
Ash, Abil
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.831 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.123
Masalah halal dan haram akan selalu dihadapi oleh kaum muslimin detik demi detik dalam rentang kehidupannya. Sehingga menandakan betapa pentingnya kita mengetahui secara rinci batasan antara halal dan haram. Mengetahui persoalan halal-haram ini kelihatan mudah sepintas, tetapi kemudian menjadi sangat sukar ketika berhadapan dengan kehidupan keseharian, yang kadang menjadi kabur, sulit membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Jika perkara halal dan haram kita tidak jeli dan hati-hati (ihtiyat), bisa jatuh pada hal yang samar-samar (syubhât). Ajaran agama Islam tidak lah seperti kaum ekstrimis kanan, misalnya: Kaum Brahmana Hindu, para rahib Kristen dan beberapa golongan lain yang berprinsip menyiksa diri dan menjauhi hal-hal yang baik dalam masalah makanan atau pakaian yang telah diserahkan Allah kepada hamba-Nya. Dan juga bukan kaum ekstrimis kiri, dapat dijumpai misalnya aliran Masdak yang muncul di Persia. Golongan ini menyerukan kepada kebolehan yang sangat meluas. Kendali manusia dilepaskan, supaya dapat mencapai apa saja yang dikehendaki. Segala-galanya bagi mereka adalah halal. Bangsa Arab di zaman Jahiliah merupakan contoh konkrit, betapa tidak beresnya barometer menentukan halal-haram suatu benda atau perbuatan. Oleh karena itu, membolehkan minuman keras, makan riba, menganiaya perempuan dan sebagainya. Ajaran Islam berdiri antara kaum ekstrimis kanan dan ekstrimis kiri, membawa ajaran yang rahmatan lil alamin yang dibawa oleh sang Nabi penuh kasih sayang dan akhlaknya yang indah serta menawan. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah studi kepustakaan (library research). Sebagai data primer tulisan ini adalah kitab induk hadis. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Deduktif, Deskriptif dan Analisis
ULAMA HADIS INDONESIA ABAD KE-20 : Studi Tokoh Abdul Qadir Al-Mandili
Lutfi, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.615 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.124
Penelitian ini membahas tentang Ulama Hadis Indonesia Abad-20 dengan meneliti tokoh Abdul Qadir al-Mandili. Didasari dengan keberadaan Ulama Hadis di Indonesia dikenal nama dan jasa mereka seperti Abdul Ra’uf Singkel, Nawawi al-Bantani, Mahfudz Termas, Yasin al-Fadani dan lainnya tidak terlepas dari adanya geonologi guru-murid dan hidupnya literatur tulisan terkait mereka. Berbeda dengan objek dalam penelitian ini dimana keberadaanya terasa asing di tanah kelahirannya sendiri. Melalui kitabnya, berjudul Hadiah Bagi Pembaca Yang Muslim, peneliti ingin mempromosikan beliau dan Ulama Hadis Mandailiang lainnya yang masih belum terexplore luas agar terjaga khazanah tradisi Berdasarkan hasil penelitian didapatkan beberapa kesimpulan: (1) Abdul Qadir al-Mandili lahir di Mandailing Desa Sigalangan, sejak kecil belajar di kampung dan hijrah ilmiahnya Malaysia dan Makkah. (2) Ulama Hadis Mandailing relatif banyak belum terexplorisasi seperti Abdul Qadir bin Sobir al-Mandili, Ali Hasan, Musthafa Husen dll. (3) Kitab Hadiah Bagi Pembaca Yang Muslim disusun: mengikuti susunan alfabet, mengurai Para Muhaddith Kitab al-Sitah, mengurai Para Imam Mazhab, mengurai istilah dalam ilmu Hadis, disusun dengan matan tulis arab kemudian diikuti dengan terjemahan dan interpertasi syarah Hadis. (4) Teologi Abdul Qadir al-Mandili: Syafi’i-As’ariyah, Kontribusi dalam Hadis antara lain kitab Perisai bagi Sekalian Mukallaf, Penawar bagi Hati, Sinar Matahari Buat Penyuluh Tuan Abu Bakar al-Ashari, Tuḥfat al-Qārī al-Muslim al-Mukhtār mimmā Ittafāqa Alayh al-Bukhārī wa Muslim dan Hadiah Bagi Pembaca yang Muslim
INTERPRETASI HADIS-HADIS ANTROPOMORFISME
Muzakki, Muhammad Asgar;
Puspita Sari, Arvita Irvanig
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.615 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.125
Salah satu permasalahan yang tidak pernah usai diperbincangkan sampai saat ini adalah masalah antropomorfisme. Kata antropomorfisme memiliki arti mempresentasikan Tuhan memiliki bentuk seperti manusiawi. Dalam Ilmu Kalam, antropomorfisme diidentikkan dengan “tasybîh” atau "tajassum". Secara teologis, tasybîh berarti keserupaan Tuhan dengan manusia dalam bentuk dan sifat-Nya. Sedangkan tajassum berarti penggambaran tubuh Tuhan sebagai ditemukan pada manusia. Antropomorfisme doktrinal itu adalah suatu keharusan dan terbukti baik dalam Al-Qur’an maupun hadis. Artikel ini fokus membahas tentang interpretasi hadis-hadis antropomorfisme dengan menggunakan pendekatan Ilmu Ma’anil Hadis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu semua bahan-bahan yang dikumpulkan bersumber dari kajian teks atau tulisan-tulisan yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis-hadis antropomorfisme umumnya berkualitas shahih. Sedangakan dari segi interpretasinya para ulama berbeda dalam memahaminya, secara garis besar terbagi menjadi dua kolompok, yaitu pemahaman yang tekstual dan kontekstual.
TUJUAN DAN URGENSI PENELITIAN HADIS
Zakiyah, Ulfah;
Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.815 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.126
Artikel ini menjelakan tentang pentingnya melakukan penelitian hadis yang secara khusus menjelaskan tentang tujuan dan urgensinya. Penelitian hadis merupakan kajian yang mendalam dan kritis terhadap matan dan sanad hadis yang bersifat dinamis dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk menentukan validitas hadis sebagai suatu hujjah bagi kebenaran ajaran Islam. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana urgensi penelitian sanad dan matan hadis sebagai unsur penting untuk menentukan kualitas suatu hadis? Untuk menjawap pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau yang dikenal dengan istilah library research. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka penelitian ini menyimpulkan bahwa da beberapa urgensi hukum yang mendasari pentingnya penelitian hadits, yakni: pertama, terkait dengan posisi hadits sebagai sumber hukum Islam. kedua, terkait dengan historisitas hadits.
'ADALAH AL-RAWI PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI'AH
Ash, Abil
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.18 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.127
Sunni yang beranggapan bahwa semua sahabat itu adil. Sementara kelompok Syi’ah beranggapan sebaliknya, bahwa para sahabat tidak semuanya adil. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang ‘adalah al-sahabat menurut Sunni dan Syi‘ah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode komparatif-analitis yaitu penulis memaparkan penjelasan umum tentang kajian ilmu hadis dan analisis terhadap kajian tersebut. Dalam penetapan keadilan para sahabat antara ulama Sunni dan Syi’ah sangat berbeda. Dalam penetapan tentang keadilan sahabat, ulama Sunni berargument bahwa predikat keadilan para sahabat itu bukan berdasarkan hasil ijtihad individu dan penelitian pada pribadi sahabat Nabi Saw, akan tetapi berdasarkan al-Qur’an, hadis, ijma ulama Sunni. Sedangkan ulama Syi’ah berargument seorang sahabat harus memenuhi syarat agar ia bisa dinyatakan sebagai sahabat yang ‘adil, diantaranya; Pertama, kekerabatan dan keturunan suci Nabi Muhammad Saw. Kedua, lebih dahulu menyatakan keimanan. Ketiga, tingkat ketakwaan. Keempat, tingkat keilmuan, khususnya ilmu agama. Kelima, mengakui kekhilafahan atas orang yang ditunjuk oleh Rasulullah Saw. Sebagai pemimpin syar’i pengganti dari Nabi Muhammad Saw. Tanpa disertai dengan rasa benci atau terpaksa. Persoalan keadilan sahabat ini termasuk salah satu hal yang sangat mendasar dalam studi ilmu keIslaman khhususnya ilmu hadis. ia akan berimplikasi kepada diterima atau ditolaknya sebuah hadis yang sekaligus juga sebagai sumber hukum Islam kedua tertinggi di dalam Islam setelah al-Qur’ān
PEMAHAMAN SISWA ATAS HADIS SALAT BERJAMAAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BERIBADAH DAN PERILAKU SOSIAL: Studi pada Siswa MAN 3 Jakarta Pusat
Hidayatullael, Fahmi
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.593 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.128
Penelitian ini menjelaskan tentang persepsi siswa MAN 3 Jakarta Pusat atas pengaruh hadis salat berjamaah terhadap motivasi beribadah dan perilaku sosial. Objek kajian ini adalah hadis salat berjamaah lebih utama dua pulu derajat dibandingkan salat sendiri yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. Hadis tersebut banyak dijadikan landasan motivasi bagi pelaksanaan salat secara berjamaah. Kaitannya dengan perilaku sosial adalah bahwa salat berjamaah memberikan dampak terhadap perilaku sosial. Penelitian ini menjawab pertanyaan bagaimana persepsi siswa MAN 3 Jakarta terhadap hadis salat berjamaah yang berpengaruh kepada motivasi beribadah dan perilaku sosial? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pencarian data kepustakaan atau dokumentasi (library research), wawancara (interview), dan observasi. Penelitian ini menemukan hasil beberapa poin: Pertama, Hadis tentang keutamaan salat berjamaah mampu memberikan motivasi kepada para siswa untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah. Kedua, menurut para siswa, mereka termotivasi melaksanakan salat berjamaah atas dasar mendapatkan pahala, keinginan dan ketaatan, kewajiban, keadaan, bimbingan atau didikan orang tua, kebiasaan, kedisiplinan waktu salat, dan tergeraknya hati untuk melaksanakan salat berjamaah. Ketiga, salat berjamaah yang dilakukan memberikan dampak positif bagi perilaku sosial siswa terhadap orang lain, yakni perilaku empati kepada orang lain, kerjasama, dan toleransi.
KONSEP TAKDIR DALAM PRESPEKTIF HADIS: Kajian Ma’anil Hadis terhadap Hadis Al-Bukhari Nomor 3208
Rukmana, Jaya;
Amalia, Putri Rachmah
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.036 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.129
Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai konsep takdir dalam sudut pandang hadits. Dengan melakukan riset pada beberapa sumber, serta berupaya menjelaskan penulisan ini dengan keselarasan hadits yang menjadi bagian dari sumber hukum islam. Dalam upaya ini ditemukan sejumlah hal. Pertama, takdir adalah kadar dan ukuran, yang berarti ukuran batas kemampuan yang diberikan Allah kepada manusia dalam menjalani kehidupan didunia sebagai wujud kasih sayang Allah terhadap HambaNya. Keberadaan takdir juga merupakan konsep hidup dalam rukun iman keenam, yang menjadikan dasar berpegangnya kaum muslimin dan menjadi pondasi dalam kepercayaan agama. Kedua, pengkajian hadits terhadap takdir ada ketika rasulullah SAW berbicara mengenai ketetapan manusia yang sudah ada bahkan selama lima puluh ribu tahun sebelum proses terciptanya manusia. Ketiga, keterkaitan antara hadits dengan konsep takdir juga dilandasi dengan peristiwa yang merujuk tentang kebesaran Allah. Keempat, adapun jenis takdir secara garis besar yakni, Takdir Mubram yang merupakan Ketetapan Mutlak dari Allah dan Takdir Muallaq yang merupakan Ketetapan Allah yang diikut sertakan dengan Ikhtiar Manusia. Kelima, meliputi seluruh pemahaman yang memiliki perbedaan pendapat disetiap sisi, agaknya memerlukan tinjauan ulang
Telaah atas Pemikiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy
Aziza, Ira Nur
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.101 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.130
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode pemahaman hadis T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dan upayanya dalam mengembangkan kajian pemahaman hadis di Indonesia. Penelitian ini mendukung pendapat yang menyatakan bahwa kajian terhadap metode pemahaman hadis di Indonesia telah sampai pada perkembangan yang dinamis. Hal tersebut tercermin dari usaha para pengkaji hadis di Indonesia dalam merekonstruksi metodologi pemahaman hadis agar dapat menyesuaikan dengan kondisi zaman sehingga lebih dapat diterima oleh masyarakat. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy menjadi salah seorang ulama yang mengambil peran dalam bidang ini, yaitu dengan menerapkan metode pemahaman kontekstual dalam menjelaskan hadis-hadis Nabi Saw. Karakteristik yang melekat pada karya-karya hadis T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy juga merupakan bukti bahwa perkembangan kajian terhadap metode pemahaman hadis di Indonesia adalah benar adanya. Pembacaan terhadap karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy pada bidang hadis menunjukkan bahwa dalam memahami hadis ia menggunakan beberapa metode, yaitu memahami hadis dengan petunjuk al-Qur’an, mentakwil hadis-hadis musykīl, mengkompromikan hadis-hadis yang bertentangan, merujuk pada sejumlah referensi dan menggunakan beberapa pendekatan yang meliputi pendekatan historis, bahasa dan kesehatan. Adapun upaya Hasbi dalam mengembangkan kajian hadis di Indonesia tergambar dari langkahnya untuk menyajikan karya syarah hadis berbahasa lokal disaat hal tersebut masih jarang ditemui pada awal sampai pertengahan abad ke-20 karena ulama-ulama yang hidup sebelum Hasbi menulis kitab syarah hadis dalam bahasa Melayu dan Arab
PLURALISME DALAM PERSPEKTIF HADITS
Zulfarizal, Zulfarizal;
Fharadillah, Vira
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.969 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.131
Melalui lensa hadits, tulisan ini berusaha menentukan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi keberagaman agama yang ada dalam kehidupan. Hal ini dilatarbelakangi oleh realitas yang tidak baik, yaitu ketidakharmonisan masyarakat, yang meyakini bahwa hanya agamanya yang benar dan agama yang lain salah. Alih-alih menyamakan Tuhan, inti dari sikap terhadap pluralisme agama adalah menghargai perbedaan untuk mencapai perdamaian dalam hidup berdampingan. Jika Allah ingin menjadikan manusia menjadi satu suku, bangsa, dan agama, Dia bisa. Tapi Allah ingin menguji hamba-Nya dan melihat seberapa baik dia bersaing dalam kebaikan. Metodologi tulisan ini adalah penelitian kepustakaan. Menurut temuan penelitian ini, cara terbaik untuk menghadapi pluralisme adalah dengan bersikap ramah, lembut, dan menghormati perbedaan.
EKSEKUSI MATI DALAM PERSPEKTIF HADIS : Telaah atas Hadis Hukuman Mati Bagi Pelaku Zina, Murtad dan Pembunuh
Zakiyah, Ulfah;
Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.986 KB)
|
DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.132
Dalam memahami teks hadis, diperlukan kehati-hatian serta ketelitian, seringkali dalam meneliti hadis kita dihadapakan pada sebuah pilihan, apakah teks hadis yang diteliti harus dipahami secara tekstual atau kontekstul. Salah satu hadis yang menarik dikaji secara mendalam adalah hadis tentang dibolehkannya melakukan pembunuhan terhadap tiga golongan, yaitu pelaku zina, pelaku pembunuhan dan orang yang berpindah agama (murtad). Dalam berbagai literatur fikih klasik tiga golongan tersebut boleh dibunuh secara legal. Tapi seiring dengan berjalannya waktu pemahaman hadis tentang bolehnya membunuh dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini, sehingga pemahaman hadis tersebut harus ditinjau ulang dengan melakukan pemahaman hadis dengan pendekatan kontekstul. Problemnya adalah bagaimana memahami hadis tersebut dengan pemahaman yang tepat secara kontekstual. Dalam hal ini, penulis akan fokus membedah pemahaman hadis tersebut dengan pendekatan kontekstul. Pendekatan ini sangat penting sebab apabila hadis ini dimaknai secara tekstual, maka orang Islam dilegalkan untuk membunuh orang lain. Jika hal itu dibiarkan tanpa adanya tindakan, maka akan banyak terjadi pembunuhan serta konflik yang akan ditimbulkan.