cover
Contact Name
M. Khoirul Huda
Contact Email
alisnad65@gmail.com
Phone
+6281219039509
Journal Mail Official
alisnad65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cipondoh Makmur Raya, RT.003/RW.009, Cipondoh Makmur, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
ISSN : 27750167     EISSN : 27753247     DOI : 10.51875/alisnad.v3i2
AL ISNAD includes studies of hadith interpretations from around the world, especially in textual and contextual studies. This research aims to gain new knowledge in tafsir al-hadith in Islam or gain development benefits such as the topics below: Studies of Sanad and Matan Hadith, Studies of Hadith Understanding, Hadith Thought, Interdisciplinary Studies of Hadith: Hadith and Science, Hadith and Digital Space, Hadith and Technology, Hadith and Pop Culture, Hadith and Politics, Hadith and Social Movements, Hadith and Extremism, Hadith and Peace Building, as well as Hadith and the Environment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
STEREOTIP YAHUDI DALAM TRADISI KENABIAN (Analisis Hermeneutika Gerakan Ganda) Muzakki, Muhammad Asgar
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.351

Abstract

Penelitian ini mengkaji stereotip Yahudi dalam hadis-hadis kanonik melalui pendekatan hermeneutika gerakan ganda Fazlur Rahman. Stereotip seperti pembohong, pengkhianat, dan golongan yang dilaknat Tuhan sering kali dipahami secara literal tanpa mempertimbangkan konteks sosio-historisnya. Melalui gerakan pertama hermeneutika, penelitian ini menempatkan stereotip tersebut sebagai respons terhadap konflik politik, sosial, dan ekonomi yang terjadi antara Nabi Muhammad dan beberapa kabilah Yahudi di Madinah. Sementara itu, dalam gerakan kedua, stereotip ini direkontekstualisasi sebagai pelajaran moral yang mengajarkan kejujuran, integritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Studi ini memberikan kontribusi dalam menafsirkan hadis secara lebih inklusif dan relevan dengan tantangan modern, serta menghindari generalisasi negatif terhadap kelompok tertentu.
KRITIK HADIS-HADIS TENTANG SHALAT DALAM KITAB BAHJAT AL-WASĀ’IL KARYA SYEKH NAWAWI AL-BANTANI hafisuddin; Khairul Bahri Nasution
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.352

Abstract

Hadis-hadis dalam kitab Bahjat al-Wasā’il karya Syekh Nawawi al-Bantani umumnya tidak mencantumkan sanad secara lengkap, sehingga memerlukan kajian untuk menentukan kualitasnya. Penelitian ini mengkaji empat dari dua puluh empat hadis terkait shalat dalam kitab tersebut melalui metode takhrij, kritik sanad, dan kritik matan. Penelitian bersifat kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan rujukan utama kitab-kitab hadis dalam al-Kutub al-Tis‘ah serta kitab-kitab kritik hadis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat hadis yang diteliti berstatus sahih dan hasan li ghairih, mencakup tema doa duduk antara dua sujud, riya’ dalam shalat, meninggalkan shalat berjamaah, dan shalat witir. Analisis matan tidak menemukan pertentangan dengan Al-Qur’an maupun hadis lain, bahkan terdapat dukungan dari jalur sanad dan matan lain yang memperkuat statusnya. Oleh karena itu, hadis-hadis tersebut layak dijadikan hujjah dalam ibadah shalat. Penelitian ini menegaskan pentingnya kritik sanad dan matan untuk menentukan validitas hadis, terutama dalam konteks ibadah ritual seperti shalat.
TRANSFORMASI HADIS KE MEDIA VISUAL PADA FILM ANIMASI NEW SERIES RARRA Aulia, Syahla Berta; Ridlo, Muhammad Abdurrasyid
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat transformasi hadis ke media visual pada film animasi seri baru Rarra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan (library Research). Adapun data primer pada penelitian ini Merujuk langsung pada film animasi new series Rarra dengan mengamati langsung pada channel youtubenya. Sedangkan data sekundernya, yaitu menggunakan jurnal, buku serta manuskrip yang mendukung pembahasan tersebut. Dalam pengumpulan data penelitian perpustakaan penulis menggunakan metode observasi dan dokumentasi.. Penelitian ini membahasa bahwa hadis yang ditrasformasi atau dimediatisasikan mengikuti keinginan atau interpretasi dari pembuatnya (pencipta). Film animasi new series Rarra ini membahas tiga episode, yaitu episode paket bu, hadiah dari Rarra, dan jangan menuduh. Pada episode ketiga terdapat pemahaman hadis yang berbeda, dari ketiganya terdapat pemahaman tekstual atau kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan pada hadis yang ditrasformasikan atau dimediasi memiliki sisi postif dan negatifnya, yaitu sisi positifnya terjadinya perubahan freming hadis, perubahan penyampaian hadis, perubahan penyebaran hadis, dan perubahan fungsi hadis. Sedangkan sisi negatifnya adalah otoritas ulama yang bergeser, pemahaman hadis yang salah diartikan, dan film animasi dikemas secara menarik tetapi sangat monoton.
ANALISIS GHARIBIL HADITS TERHADAP HADITS LARANGAN BERMAIN MUSIK Khairul Hafizan
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.373

Abstract

Artikel ini membahas tentang penggunaan musik dgn gharibil hadis karya Ibnu Atsir. Fokus penelitian in adalah mengidentifikasi matan gharib atau asing yang jarang digunakan dalam hadis yang ditampilkan. Metode penelitiannya adalah kualitatif dengan penilitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gharibil hadis pada hadis musik ini memiliki makna yang luas. Terkadang ada beberapa faktor yang menyebabkan akulturasi kebahasaan yang sewaktu-waktu berubah dari masa ke masa. Faktor tersebut berupa tempat persinggahan di daerah Arab melalui perdagangan atau lainnya. Selanjutnya pengetahuan yang hanya diketahui oleh kelompok tertentu, belum tentu kelompok-kelompok yang lain paham dengan term-term tersebut. pada artikel ini juga menjelaskan biografi, riwayat hidup dan karya an-Nihayah fi Gharibil Hadis baik itu sistematika maupun cikal bakal lahirnya ilmu gharibil hadis Melalui redaksi hadisnya ini musik mempunyai sudut pandang yang berbeda mulai dari nyanyian yang dilagukan atau penulisannya, serta pelaku yang menyanyikan alat atau musik tersebut. dalam hal ini ulama memberikan pandangan yang beraneka ragam dalam mengomentari hal ini baik ulama hadis, tafsir maupun kontemporer.
ANALISIS PERBANDINGAN ‘IMĀMAH DALAM TRADISI MUSLIM DAN NONMUSLIM PERSPEKTIF HADIS Alya Mardiyatul Choeriyah; Ash, Abil
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara detail perbedaan tradisi pemakaian ‘imāmah antara kaum Muslim dan non-Muslim dari perspektif hadis, serta mengaitkannya dengan penggunaan ‘imāmah di masa kini. Tema ini diangkat karena adanya hadis yang membahas tentang ‘imāmah, namun kualitas hadis tersebut belum banyak dikaji. Selain itu, tradisi memakai ‘imāmah tidak hanya terdapat di kalangan Muslim, tetapi juga non-Muslim, dengan bentuk dan gulungan yang sering kali terlihat serupa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan maudhu’i serta jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian terdiri dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam tradisi pemakaian ‘imāmah oleh Muslim dan non-Muslim, baik dari segi bentuk, fungsi, maupun warna. Dalam Islam, ‘imāmah berupa kain serban yang dililitkan di sekitar qalansuwa (peci bulat), sedangkan dalam tradisi agama Sikh, ‘imāmah berupa lilitan kain di atas kepala tanpa peci. Pemakaian ‘imāmah di masa kini juga menunjukkan variasi, seperti ‘imāmah Yaman yang dikenakan oleh tokoh seperti Habib Umar bin Hafidz. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun terdapat kemiripan secara visual, ‘imāmah memiliki perbedaan esensial yang mencerminkan identitas agama masing-masing.
ANJURAN TAMPIL CANTIK BAGI PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HADIS Ulfah Zakiyah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.488

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi anjuran hadis tentang perempuan tampil cantik atau good looking di ruang publik, sebagai respons terhadap pandangan umum yang menyatakan bahwa perempuan hanya boleh berdandan di rumah untuk suami. Dalam konteks modern, kebutuhan tampil menarik menjadi bagian penting dalam interaksi sosial, pendidikan, dan pekerjaan, namun sering kali berbenturan dengan stigma keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan tematik (madhū’ī), menganalisis hadis-hadis yang relevan untuk memberikan panduan yang seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islam menganjurkan perempuan untuk menjaga penampilan mereka di ruang publik selama tidak melampaui batas (tabarruj) dan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariat. Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk merawat diri, memakai perhiasan, dan berpakaian menarik dengan niat yang benar, yakni menjaga martabat diri serta memuliakan anugerah Allah. Kajian ini menegaskan bahwa perempuan Muslim dapat mengekspresikan kecantikan mereka secara proporsional tanpa mengabaikan nilai spiritual.
STUDI HADIS TENTANG SOLUSI PERMASALAHAN DEMOGRAFI DI NEGARA JEPANG DAN INDIA Muhammad Saiful Khair; Nor Faridatunnisa; Munirah
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i1.572

Abstract

As time goes by, the people’s number on earth is increasing. This phenomenon occurs because it is influenced by three main variables, birth, death and population movement. If one of them experiences a spike, then there is an uneven distribution of population and sometimes focused in one area. That is what is happening in Japan and India today. Both countries are experiencing population problems, both shortages and excesses, which result in social problems. This study aims to find solutions through the hadith’s perspective regarding the problems that occur in underpopulated countries, such as Japan, and overpopulated countries, such as India. By using thematic method in collecting data, and descriptive-analytic in the data processing, the results show that the Hadith of Muslim number 2610 can be a mediating solution for countries that are considered underpopulated like Japan, and overpopulated like India. The hadith refers to the Family Planning Program. This program is expected to be one of the solutions that can be implemented, because it still supports birth rate, but at the same time still pays attention to the distance limit or the number of births. Thus, the family planning program based on HR. Muslim Number 2610, can bring positive changes and a stable population for countries with serious demographic problems, such as Japan and India.
ANTARA SUNNAH DAN TRADISI : Analisis Hadits Tentang Doa Pernikahan Riwayat Abu Daud No. 1819 Nur'aeni, Ulvah; H.U. Saifuddin ASM
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i1.590

Abstract

This study aims to analyze the hadith about the prayer offered by the Prophet for the bride and groom during the wedding. This hadith is raised to criticize the tradition of prayers for brides such as to achieve Sakinah mawaddah wa Rahmah, immediately get offspring, and other prayer traditions that spread in the community. An in-depth study of the hadith from Abu Daud's narration number 1819 will answer at least two main questions in this research. What is the correct wording of the prayer based on the Sunnah of the Prophet? What is the meaning of the prayer, what is its essence, and what is the philosophy of the prayer? These two formulations will be answered with seven steps of hadith research consisting of tautsiq, takhrij, tashhih, tanasub, tarikh, tahlil, and tathbiq. Based on this methodology, the study concludes that this hadith emphasizes that what should be prayed for newlyweds is attaining blessings and goodness in their marriage through mutual cooperation, rather than just compatibility and offspring. The couple should strive together to continuously increase in goodness in all aspects of life. Marriage unites two different individuals, so the spouses should unite their love, aspirations, and efforts to achieve happiness and overcome challenges together.
INTEGRATING ETHICAL AND FAITH BASED VALUES IN SOCIAL LIFE : A Hadith Perspective of Shaykh Nawawi al-Bantani in Qāmi’ al-Ṭuġyān Fahmi Andaluzi; Irfan Padlian Syah; Abdul Fatah
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i1.605

Abstract

This Morality is an important part of the teachings of Islam where morality is included in the scope of faith and is classified as a discussion of monotheism. This article seeks to examine the discussions of morality in the book Qāmiʻ al-Ṭuġyān by Sykeh Nawawi al-Bantani The method used in searching for data in this study is the library research method by collecting primary and secondary reference sources, the author uses the book Qāmiʻ al-Ṭuġyān as a primary source while for secondary sources use books or other articles that are relevant to the discussion. For the discussion in this article, the author uses a descriptive-analytical method, namely by first describing the discussion of morality in the book Qāmiʻ al-Ṭuġyān and then analyzing the data obtained. The results of this study show that morality is a very important part of Islamic teachings, in the book Qāmiʻ al-Tuġyān morality includes two important themes, first, a person's attitude towards Allah SWT and His Messenger, namely by carrying out his commands and staying away from his prohibitions and carrying out his sunnahs, second, morality is also a person's attitude in social life, namely having a gentle heart, full of affection, being kind to neighbors, honoring guests and the community.
METODE PENDEKATAN STUDI HADIS TEMATIK DENGAN GROUNDED THEORY ANSELM STRAUSS DAN BARNEY GLASER Ramadhan, Muhammad; Alif, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i1.627

Abstract

This study examines how Anselm Strauss and Barney Glaser’s Grounded Theory technique and the thematic hadith study (mawḍū‘ī) method can be combined. The purpose of this study is to use inductive and methodical methodologies to develop substantive theory based on hadith. While Grounded Theory provides a methodical approach to qualitative data analysis that includes open coding, axial coding, and selective coding, thematic hadith study allows for the categorization of hadith according to specific themes. This study examines the hadiths of the Prophet Muhammad SAW with a focus on religion and social concerns using qualitative methodology and textual analysis methods. The Grounded Theory method is used to evaluate primary data sources, namely original hadith books such as Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim. Documentation is used for data collection methods, and the open to selective coding stage is used for data analysis to identify categories and relationships between ideas. The in-depth analysis of this study reveals that religious values ​​in Islam include important social components defined by empathy, accountability, and solidarity. The findings of this study indicate that this method produces ideas about Islamic Social Religion, namely ideas about religion expressed through empathy. These results show how hadith can be used as a source of contextual and useful social religious ideas when the analysis of themes and basic theories are combined. This study encourages an interdisciplinary approach that is more relevant to the current social reality of Muslims and offers a methodological contribution to current hadith studies.