cover
Contact Name
Lailatul Fitria
Contact Email
lailatulfitria@iainkediri.ac.id
Phone
+6285608090122
Journal Mail Official
jurnalspiritualita@iainkediri.ac.id
Editorial Address
SPIRITUALITA: Journal Ethics and Spirituality Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality
ISSN : 26141043     EISSN : 26547554     DOI : https://doi.org/10.30762/spiritualita
The focus of articles published on the SPIRITUALITA journal is divided into two categories: Ethics and Spirituality
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024)" : 7 Documents clear
Wudhu Sebagai Metode Psikoterapi dalam Mengatasi Kecemasan Khoirunnisak, Itak; Fattah, Daksa Muhammad; Andreansyah, Ricy Steve; Kibtyah, Maryatul
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas wudhu sebagai metode psikoterapi Islam untuk mengatasi kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada subjek pengidap kecemasan pasca perceraian. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi mendalam dengan subjek penelitian yang mengalami kecemasan akut pasca perceraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Wudhu adalah terapi air dalam Islam yang memiliki manfaat psikologis dan fisiologis bagi tubuh dan pikiran. 2) Wudhu dapat digunakan sebagai metode psikoterapi Islam untuk mengatasi kecemasan, khususnya kecemasan situasional yang disebabkan oleh peristiwa atau situasi yang menimbulkan stres, ketakutan, atau kekhawatiran yang berlebihan. 3) Wudhu dapat membantu seseorang untuk menjernihkan pikiran, menyejukkan hati, mengurangi stres, rasa khawatir, marah, dan gugup, meraih ketenangan, keseimbangan, dan kedamaian jiwa, meningkatkan kepercayaan diri, harga diri, dan rasa optimis, serta memperbaiki hubungan sosial dengan lingkungan atau warga. 4) Hasil penelitian terhadap subjek penelitian menunjukkan bahwa wudhu dapat efektif membantu subjek penelitian mengatasi kecemasannya dan mendapatkan kesejahteraan psikologis dan sosial yang lebih baik. Subjek penelitian yang pada dasarnya beragama Islam sudah terbiasa melaksanakan wudhu. Sehingga proses terapi yang ia lakukan bisa berjalan setiap hari secara rutin. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya psikoterapi Islam, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang mengalami kecemasan.
Sejarah dan Identitas Perempuan dalam Tasawuf: Sebuah Pendekatan interseksionalitas Khairi, Fakun; Muzammil, Shofiyullah
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2148

Abstract

Tasawuf sebagai salah satu bidang studi dalam Islam, selalu diidentifikasi dengan peran dan kedudukan laki-laki dalam sejarahnya, sebagaimana bidang studi Islam lainnya juga tidak lepas dari tendensi patriarkis. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang multifaset peran perempuan dalam perkembangan tradisi tasawuf. Penelitian ini menemukan bahwa peran perempuan sangatlah krusial, selain memberikan dukungan spiritualitas, perempuan juga berperan aktif sebagai guru bagi tokoh-tokoh sufi besar dalam Islam. Mereka juga berperan sebagai dermawan yang menyuplai sumber dana kepada komunitas sufi. Kajian ini menggali posisi perempuan dalam konteks spiritualitas dan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kontribusi mereka dalam tradisi Islam. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji lebih kritis peran perempuan dalam sejarah perkembangan tasawuf yang tidak hanya terbatas sebagai pemberi dukungan kepada laki-laki. Namun, peran perempuan dalam tradisi tasawuf sebenarnya jauh lebih beragam dan signifikan daripada sekadar menjadi pendukung semata, kedudukan perempuan meliputi banyak aspek sebagaimana peran laki-laki dalam sejarah perkembangan tasawuf.
Upaya Pendekatan Sufistik dalam Mengatasi Krisis Mental di Kalangan Milenial Afifah, Lutfiyatul; Wilda S, Cintya; Fahma D.U, Nabila
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2309

Abstract

Generasi milenial kerap dianggap sebagai generasi yang rentan terhadap krisis mental lantaran semakin ketatnya persaingan di dunia modern ini, baik dari segi finansial, pekerjaan, maupun status sosial. Hal ini seringkali membuat generasi milenial mengalami kecemasan, stress, bahkan depresi. Salah satu solusi alternatif yang dapat digunakan dalam menangani krisis mental adalah melalui pendekatan sufistik yang fokus pada aspek spiritualitas seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bentuk penanganan krisis mental di kalangan milenial melalui praktik-praktik sufistik serta melihat sejauh mana keefektifan pendekatan sufistik dalam mengatasi krisis mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Yang mana sumber data mengambil dari beberapa buku, jurnal, maupun artikel kemudian dianalisis dan diinterpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan sufistik dapat membantu kaum milenial dalam mengatasi krisis mental melalui penerapan prinsip-prinsip sufistik, seperti dzikir, berdoa, membaca al-Qur’an, shalat, dan juga puasa. Adapun efektivitas pendekatan sufistik dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti keterlibatan seseorang dalam kegiatan sufistik, penggunaan teknologi secara positif untuk memperdalam spiritualitas, adanya kesadaran spiritual, perubahan karakter, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Pendekatan Sufistik, Krisis Mental, Kalangan Milenial
Konsep Pemikiran Tazkiyatun Nafs oleh Ibnu Taimiyah dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter Fauziyah, Nanda Khosidatul; Azaria, Dhia Lutfia; Khainuddin
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2316

Abstract

Tazkiyatun nafs menurut Ibnu Taimiyah adalah proses pemurnian jiwa dan pembentukan karakter moral yang membantu dalam memahami akhlak islami. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang konsep tazkiyatun nafs menurut Ibnu Taimiyah serta relevansinya dalam pendidikan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Pengumpulan data didapatkan dari buku, jurnal,artikel, dan literlatur lainnya. Hasil dari penelitan ini adalah Tazkiyatun nafs adalah pembersihan atau penyucian sifat lathifah rubbaniyah dalam diri manusia dari berbagai perangai yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Tazkiyah sebagai konsep pendidikan dan pengajaran merupakan tugas untuk memberi tindakan hidup taat bagi individu yang melakukannya, sedangkan nafs pada pembahasan ini bermakna jiwa, sebagai sesuatu yang menggerakkan jasmani, dan bisa di didik agar dapat dikendalikan. Pendidikan akhlak menurut Ibnu Taimiyah dalam kitab "Tazkiyatun Nafs" telah mengungkapkan berbagai aspek yang relevan untuk memahami pandangan beliau tentang pembentuk karakter moral yang baik berdasarkan ajaran Islam. Pendidikan akhlak menurut Ibnu Taimiyah ditekankan pada konsep tauhid dan iman yang kuat.
Transformasi Spiritual dalam Konteks Modernitas: Telaah Praktik Spiritual Tarekat Maulawiyah dan Relevansinya terhadap Modernitas Sari, Tia; Mahendra, Richo Bintang
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2580

Abstract

Modernitas ditandai dengan kemunculan Rasionalisme, Empirisme, dan mencapau puncaknya pada gerakan filosofis Positivisme. Positivisme merupakan gerakan filosofis yang berupaya membersihkan sains dari berbagai macam bentuk spekulasi metafisis. Sebagai upaya tersebut, Positivisme memberi pendasaran epistemologis dengan membatasi pengetahuan manusia pada hal-hal yang bersifat faktual. Seyyed Hossein Nasr menyatakan bahwa cara berpikir positivistic tersebut telah menjadi pandangan dunia masyarakat Modern. Nasr menyatakan bahwa hal tersebut secara konsekuensial akan menciptakan ketidakseimbangan antara akal, indra, dan juga mata hati manusia. Sehingga relasi antar manusia dan alam dalam kegiatan saintifik cenderung eksploitatif. Nasr mengusulkan untuk kembali pada Sufisme sebagai jantung agama Islam. Melalui Sufisme manusia mampu mempertajam mata hati, dan menciptakan keseimbangan antara akal, indra, dan juga hati. Tulisan ini berupaya menjelaskan bagaimana Tarekat Maulawiyah dapat mengambil peran dalam mengatasi problematika modernitas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka dengan menggunakan metode analisis Hermeneutik Filsosofis Hans-Georg Gadamer. Metode ini berupaya untuk menghubungkan antara horizon pembaca dan penulis. Melalui penggabungan tersebut, tercipta bildungprozess (pembentukan jalan baru). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ajaran spiritual Tarekat Maulawiyah berupa tari Sema, merupakan praktik spiritual yang mengandung makna berupa pengabdian dan penyerahan diri terhadap Allah dan Rasulullah SAW. Melalui tari Sema, para darwis menunjukkan bagaimana manusia bisa mencapai puncak spiritualitas melalui cinta dan pengabdian. Melalui praktik spiritual yang terartikulasikan melalui tarian sema tersebut, individu dapat mempertajam cahaya mata hati (the Light of Intellect), sehingga mampu menciptakan keselarasan antara akal, indra, dan hati dalam diri manusia modern.
Membangun Spiritualitas melalui Konsep Khudi: Implikasi Pemikiran Muhammad Iqbal terhadap Generasi Z Utami, Sri Widia
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2626

Abstract

Generasi Z adalah generasi yang lahir di era digital, menghadapi berbagai tantangan dalam membangun identitas dan spiritualitas. Dengan akses informasi yang melimpah, mereka sering kali bingung dalam menentukan arah hidup dan tujuan. Dalam konteks ini, pemikiran Muhammad Iqbal tentang konsep Khudi menawarkan panduan yang relevan. Khudi, yang mengacu pada pengembangan diri dan penguatan ego, dapat membantu generasi Z memahami potensi diri dan mencari makna hidup di tengah tekanan sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dari konsep Khudi dalam konteks kehidupan sehari-hari Generasi Z, serta memberikan rekomendasi bagi individu dan komunitas untuk mengintegrasikan nilai-nilai Khudi. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, serta penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait pemikiran Iqbal dan implikasinya terhadap spiritualitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip Khudi dapat membantu generasi Z mengembangkan kesadaran diri, kemandirian, dan tanggung jawab, serta membangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Selain itu, konsep ini juga berkontribusi pada kesehatan mental dan perkembangan karir mereka. Dengan memahami dan menerapkan Khudi, diharapkan Generasi Z dapat menghadapi tantangan zaman dengan lebih percaya diri dan berkontribusi secara aktif dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan spiritualitas di kalangan generasi muda dan mendukung mereka dalam perjalanan menemukan jati diri.
Jejak Spiritualitas Dalam Dialog Aktivis Perdamaian Di Kabupaten Jember Jawa Timur As'ari; Rozzaq, Abd.
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.3007

Abstract

This study explores the experiences of Muslim and Christian peace activists in Jember, Indonesia, in fostering interfaith dialogue rooted in the pursuit of inner meaning and universal human values. Within Indonesia’s multicultural context, which often grapples with social fragmentation, the research reveals how both communities employ spiritual wisdom as a foundation for reconciliation, transcending formal theological differences. Utilizing a qualitative approach, the findings demonstrate that interfaith dialogue in Jember extends beyond the exchange of perspectives to include collective immersion into the esoteric dimensions of religion—such as reflections on humility, compassion, and awareness of transcendent unity. Barriers like historical conflicts and divergent interpretations of sacred texts are mitigated through practices of silaturahmi hati (heartfelt spiritual kinship), where Muslim activists embrace the principle of mahabbah (universal love), while Christian counterparts draw on parallel contemplative traditions. The study concludes that interreligious harmony in Jember emerges not from doctrinal uniformity but from a commitment to nurturing hidden threads of spiritual light woven through its diverse societal fabric.

Page 1 of 1 | Total Record : 7