cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 5 (2022)" : 15 Documents clear
Model Kemitraan Pengembangan UKM Batik di Eks Lokalisasi Dolly Eri Naharani Ustazah; Waluyohadi; Bambang Tristiyono; Primaditya; Novianti Ika Sari
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.768 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.18

Abstract

Level kesiapan masyarakat dalam menerima program pengembangan UKM Batik Dolly menjadi sebuah produk turunan adalah belum siap. Oleh karena itu dibutuhkan tenaga atau keahlian khusus. Sehubungan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bermaksud membantu pengembangan ekonomi lokal khususnya di kawasan Dolly-Jarak melalui upaya pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan pengembangan produk batik dan turunannya melalui kemitraan antar pelaku UKM Batik dan partner desainer lain. Pengembangan yang dilakukan berupa pembuatan produk turunan batik yang disesuaikan dengan kompetensi pengabdi dipilih 3 (tiga) yang akan dikembangkan yaitu: baju to wear, baju rumahan, dan sajadah lipat. Skema kerjasama yang digunakan adalah melibatkan pelaku UKM Batik Dolly sebagai pemasok kain batik dan menggandeng partner Radiya Kinan, Zorey, dan Aghili sebagai produsen produk turunan batik. Kegiatan pengabdian yang diawali dengn pelatihan konsep dan desain sajadah lipat secara online. Tahapan dan urutan kerja dalam pengembangan produk dimulai dari tahap desain, pembuatan produk, proses \textit{Quality Control} produk serta Proses Persiapan Pemasaran Produk harus disesuaikan dengan kasus Pandemi. Setiap tahapan dibagi ke dalam tim-tim khusus yang selalu diawasi dan didampingi, agar dihasilkan kualitas produk yang optimal. Upaya pengembangan produk turunan batik diharapkan berkesinambungan dan diminati masyarakat luas, sehingga sistem kemitraan yang dibangun adalah dengan melibatkan produsen lain dalam membuat produk turunan batik.
Eksplorasi Desain Logo Kawasan Edu Wisata Herbal Batu Ema Umilia; Hertiari Idajati; Cahyono Susetyo; Eko Budi Santoso; Rabendra Yudistira Alami; Naufan Noordyanto; Hermanto; Lusi Zafriana
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.339 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.104

Abstract

Eduwisata merupakan salah satu potensi pariwisata di Kota Batu yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan nilai edukasi dan perekonomian di sekitarnya. Pengembangan eduwisata herbal di Kecamatan Batu masih sebatas pengembangan agrowisata perkebunan buah-buahan, sedangkan terdapat potensi lain berupa tanaman herbal/biofarmaka yang juga dapat dikembangkan menjadi agrowisata. Dalam perencanaan kawasan Eduwisata Herbal di Kota Batu ini perlu adanya eksplorasi terhadap desain logo menggunakan elemen grafis yang nantinya dapat digunakan untuk branding Kawasan Eduwisata Kota Batu. Sehingga Tujuan dari penelitian ini adalah eksplorasi desain logo Eduwisata herbal di Kota Batu untuk branding Kawasan Eduwisata Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan komparasi terhadap beberapa desain logo untuk mendapatkan hasil berupa desain logo yang sesuai dengan keinginan dan melambangkan identitas diri Kawasan Eduwisata Herbal Batu. Adapun elemen grafis yang dikembangkan berupa logo yang dibuat dengan beberapa langkah yang disesuaikan dengan kebutuhan eduwisata herbal oro-oro ombo, menghasilkan logo yang memiliki makna disetiap elemennya yaitu daun yang berarti herbal, tiga huruf “o” yang berarti oro oro ombo, serta bentuk menyambung yang bermaksud sustainable terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi, serta bentuk huruf “o” yang berbasis lingkaran melambangkan eduwisata herbal yang lengkap.
Solusi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi dengan Menggunakan Pengering Dingin untuk Mengeringkan Cascara Muhammad Lukman Hakim; Andino Septian; Liza Rusdiyana; Rizaldy Hakim Ash Shiddieqy; Atria Pradityana; Heru Mirmanto; Eddy Widiyono
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.334 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.162

Abstract

Kulit dari buah kopi (cascara) dapat dimanfaatkan menjadi minuman sehat (teh cascara) karena mengandung anti-oksidan alami dan tinggi akan kafein. Beberapa Petani kopi di Indonesia tidak banyak yang mengolah bagian ini menjadi teh cascara karena proses pengeringan dengan matahari membutuhkan waktu yang lama (2-3 minggu) dan bergantung pada cuaca. Metode pengeringan Oven cabinet menggunakan suhu tinggi sudah pernah digunakan tetapi menurunkan kualitas dari cascara itu sendiri (ada aroma gosong). Oleh karena itu, untuk mendapatkan produk cascara yang baik, digunakan mesin pengering dengan kombinasi metode HPD dan SFB, dengan menggunakan suhu rendah. Dengan menggunakan proses pendinginan terlebih dahulu dengan melewatkan ke evaporator, maka kadar air di dalam udara dapat diserap terlebih dahulu (dehumidifikasi) yang menyebabkan udara menjadi kering lalu dipanaskan melewati kondensor heating mencapai suhu optimal. Oleh karena itu tidak memerlukan udara yang panas dalam proses pengeringan karena udara pengeringnya mempunyai kadar air yang rendah. Selain itu, ruang pengering yang digunakan berbentuk SFB sehingga proses pengeringan menjadi lebih efektif. Dari hasil pengujian pengeringan yang dilakukan, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan 4 kg kulit kopi basah adalah sebesar 180 menit. Menurut narasumber yang expert dibidang kopi, aroma dari cascara yang dihasilkan lebih bersih dibandingkan dengan metode pengeringan dengan matahari dan pengeringan dengan oven pada temperature tinggi (diatas 50 0C). selain itu, warna dari produk cascara yang dihasilkan juga kemerahan dan rasanya lebih bersih (tidak lengur) yang menandakan lebih segar karena tidak mengalami pemanasan berlebihan.
Pemberdayaan Kelompok UMKM “Pokwan Sejahtera Abadi” Desa Sukosari Pelatihan dan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi pada Masa Pandemi Mashuri; Bambang Sampurno; Fais Rafii; Zulva Hanifah; Fahriyan Mustakim
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1850.625 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.167

Abstract

Adanya pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) menjadi penyebab utama banyaknya perekonomian yang terhambat, hal ini salah satunya dialami oleh pelaku UMKM di Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Terdapat beberapa masalah yang dijumpai pada UMKM di daerah ini, yakni (1) Kurangnya pengetahuan dan adaptasi terhadap internet serta perkembangan teknologi yang dialami pelaku UMKM dan mengakibatkan pemasaran produk kurang maksimal, (2) Minimnya pengetahuan mengenai packaging produk, dan kurangnya kesadaran tentang pentingnya manajemen dan branding sebagai parameter kemajuan dan keberhasilan usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut, Pengabdian Masyarakat ini merumuskan solusi melalui pengadaan beberapa tahap pelatihan dan pemberdayaan workshop dan seminar yang dilakukan yaitu workshop packaging, workshop pembuatan besek, serta seminar digitalisasi branding dan marketing. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah berkontribusi dalam memberdayakan UMKM agar bisa berdaya saing yang kuat dan meningkatkan kompetensi UMKM dalam produksi dan branding. Hasil pengabdian memperlihatkan peningkatan kesadaran para pelaku UMKM “Pokwan Sejahtera Abadi” mengenai branding,marketing, dan packaging, serta mendapatkan skill untuk menganyam besek.
Penerapan Teknologi Provent Mesin Pemotong Tempe, Guna Meningkatkan Produktivitas dan Kehigienisan Produk Kripik Tempe untuk UMKM di Kelurahan Manyar, Surabaya Muhammad Lukman Hakim; Giri Nugroho; Mashuri; Atar Fuady Babgei; Denny M. E. Soedjono; Hari Subiyanto
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.591 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.171

Abstract

Keripik tempe merupakan makanan ringan khas Indonesia yang berasal dari irisan tempe yang dibumbui dan dicampur dengan berbagai bahan seperti tepung tapioka, garam, telur, dan berbagai bumbu lainya. Sebagai jajanan khas Indonesia, keripik tempe tidak hanya diminati di dalam negeri tetapi juga diminat dimanca negara seperti, Amerika, Korea, dan Jepang. UKM Syafrida Snack merupakan UKM yang memproduksi jajanan keripik tempe. Selain dijual didalam negeri, keripik tempe yang diproduksi juga keluar negeri, terutama Korea dan Jepang. Akan tetapi UKM ini memperoleh kendala dimana kualitas produk keripik tempe yang dihasilkan tidak bisa sama. Hal ini dikarena dalam proses produksinya (proses pemotongan) masih dilakukan secara manual. Sehingga mengakibatkan ketebalan keripik tempe yang dihasilkan tidak sama dan waktunya lama. Selain itu proses pomotongan manual mengakibatkan kehigienisan produk keripik tempe menjadi berkurang. Dari observasi permasalahan yang ada pada mitra dan diskusi dengan praktisi terkait mesin pemotong tempe, tim Pengabidan masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember menawarkan solusi yakni penerapan teknologi provent mesin pemotong tempe otomatis. Dengan dengan diimplementasikannya mesin ini akan meningkatkan kapasitas, kualitas, dan waktu produksi secara signifikan, serta UKM Syafrida Snack dapat meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan permintaan keripik tempe dalam negeri dan mancanegara. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, perekonomian UKM Syafrida Snack dan masyarakat sekitar akan meningkat.
Perbaikan dan Pemanfaatan Aplikasi Android Pencatatan Hewan Ternak (Siternak) di Desa Binaan LAZ Al-Azhar Nurul Fajrin Ariyani; Adhatus Solichah Ahmadiyah; Abdul Munif; Ratih Nur Esti Anggraeni; Kelly Rossa Sungkono; Riyanarto Sarno
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.834 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.206

Abstract

Sistem Informasi Pencatatan Data Ternak (Siternak) merupakan aplikasi yang dibangun untuk mempermudah para peternak dalam melakukan pencatatan ternak di desa binaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar. Selain menghemat waktu, aplikasi ini juga bertujuan untuk meminimalkan sumber daya dalam pencatatan data ternak. Aplikasi Siternak yang berjalan pada platform Android sebelumnya memiliki keterbatasan. Fungsionalitas aplikasi tersebut hanya dapat berjalan dalam keadaan online atau ketika perangkat pengguna terhubung dengan koneksi internet. Batasan ini cenderung menghambat peternak mengingat sebagian besar lokasi desa binaan berada di daerah dengan infrastruktur jaringan internet yang kurang memadai, sehingga peternak sulit untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tim pengabdi melakukan perbaikan aplikasi dengan mengimplementasikan manajemen offline storage. Pengembangan ini bertujuan agar aplikasi tetap dapat berfungsi dengan baik meskipun dalam keadaan tidak sedang terhubung dengan koneksi internet. Adanya perbaikan aplikasi menjadi versi terbaru menuntut kebutuhan sosialisasi agar para pengguna aplikasi memahami cara kerja sistem dan mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri. Kegiatan pengabdian juga meliputi penyusunan materi sosialisasi mandiri berupa buku petunjuk penggunaan dan video tutorial yang dapat diakses oleh umum. Berdasarkan hasil kuisioner kepuasan pengguna aplikasi, dapat disimpulkan bahwa aplikasi dapat beroperasi dengan lancar dan dapat membantu pengguna dalam mengelola data ternaknya secara efisien.
Peningkatan Efisiensi Biaya Produksi Bata Merah melalui Penerapan Teknologi Inovatif dan Online Marketing di Kabupaten Banyuasin Eka Susanti; Endro Setyo Cahyono; HB Sukarjo
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.966 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.211

Abstract

Pangkalan Banteng merupakan sentra pengusaha batu bata merah di Kabupaten Banyuasin, khususnya oleh Kelompok Pengrajin Batu Bata Semidang Aji. Dalam proses pencetakan, mereka selama ini menyewa peralatan dari luar yang harganya mahal sehingga biaya produksinya tinggi. Di sisi lain, mereka tidak bisa melakukan produksi saat malam hari karena ketiadaaan listrik PLN di lokasi produksi, serta jangkauan pemasaran yang belum terlalu luas karena pemasaran masih konvensional. Melalui program ini, telah didiseminasikan peralatan mesin pencetak batu bata otomatis dan pengaduk bahan otomatis, serta pembangkit listrik tenaga surya dan online marketing, agar bisa meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran. Tahapan kegiatan dimulai dari identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat, pengujian peralatan yang telah dibuat, serah terima peralatan, serta pelatihan dan pendampingan kepada penerima manfaat. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan efisiensi biaya khususnya dari proses pencetakan yang mencapai 60% dari kondisi awal, serta jangkauan pasar yang lebih luas setelah menerapkan online marketing.
Merintis Kafetaria Halal di Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Penelusuran Bahan Pangan Halal Adhatus Solichah Ahmadiyah; Riyanarto Sarno; Nurul Fajrin Ariyani; Abdul Munif; Kelly Rossa Sungkono; Shintami Chusnul Hidayati; Dini Adni Navastra
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.723 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.274

Abstract

Kantin kampus merupakan fasilitas vital yang menyediakan kebutuhan pangan bagi sivitas akademika. Seiring perkembangan jaman, variasi makanan dan minuman yang dijual semakin beragam. Namun, kehalalan produk yang dijajakan belum terjamin. Umumnya, produk yang dijual di kantin adalah makanan siap santap, makanan ringan dan aneka minuman produk olahan UMKM atau pedagang yang menyewa tempat di kantin dimana UMKM dan penjual tersebut umumnya belum memiliki sertifikasi halal atau ijin edar yang jelas. Pemahaman UMKM penyedia makanan dan minuman mengenai halal pun belum mendalam. Hal ini lah yang mendorong tim pengabdian masyarakat untuk merintis berdirinya kantin halal di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan memulai dari pemberian pemahaman tentang halal-haram yang benar dan menyeluruh kepada penjual di kantin dan UMKM penyuplai makanan dan minuman yang dijajakan di kantin kampus. Dengan pemberian pelatihan kelas halal dan pendampingan diharapkan mitra UMKM dan penjual dapat mengamalkan pemahaman yang didapatkan dan lebih hati-hati dalam memilih bahan baku dan memroses bahan tersebut hingga menjadi produk Sehingga nantinya berdampak pada meningkatnya rasa aman dan nyaman bagi para pembeli, sivitas akademika ITS, yang mayoritas beragama Islam.
Alat Monitoring Temperatur, Salinitas, dan Oksigen Terlarut Berbasis IoT pada Budi Daya Tambak Bandeng di Desa Kemangi Kabupaten Gresik Katherin Indriawati; Bambang Lelono Widjiantoro; Mohammad Kamalul Wafi; Salma Qotrunnada; Fikri Nurhidayat; Gregorius Kevin
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1758.777 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.279

Abstract

Desa Kemangi yang terletak di Kabupaten Gresik  Jawa Timur merupakan salah satu desa yang mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani tambak. Bandeng merupakan hasil utama masyarakat Desa Kemangi yang pengelolaan dan monitoringnya masih dilakukan secara konvensional. Pada paper ini, diuraikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian untuk memonitor parameter kualitas air tambak berupa temperatur, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Alat yang digunakan untuk memonitor kualitas air tambak ini dapat bekerja secara realtime dan dilengkapi dengan fitur internet of thing (IoT) sehingga hasilnya dapat diakses lewat smartphone. Alat monitoring yang telah dibuat tersebut dibagikan pada saat kegiatan penyuluhan kepada para petambak. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan pada bagian akhir penyuluhan, diperoleh informasi bahwa semua peserta cukup memahami cara penggunaan dan perawatan alat monitoring kualitas air tambak ini.
Analisis Efektivitas Pelatihan Singkat 3D Modelling, 3D Scanning, dan 3D Printing pada Siswa SMA Achmad Syaifudin; Muhammad Khoirul Effendi; Agus Sigit Pramono; Yusuf Kaelani; Julendra Bambang Ariatedja; Dinny Harnany; Yohanes
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.522 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.283

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0, teknologi cetak tiga dimensi (3D printing) sedang berkembang pesat. Di Taiwan dan Korea Selatan, siswa sekolah menengah telah memiliki kemampuan menjalankan 3D printing. Sebaliknya di Indonesia, lulusan sekolah menengah belum memiliki kompetensi sejenis. Oleh sebab itu, tim Pengabdian Masyarakat dari departemen Teknik Mesin ITS memberikan pengenalan dasar teknologi cetak 3D untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah menengah. Pelatihan ini diberikan secara singkat kepada 29 siswa SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung dengan persentase 25% berupa pemberian teori dasar dan 75% berupa praktik mengerjakan proses 3D modelling-scanning-printing. Berdasarkan analisis kuantitatif, pemahaman peserta meningkat sebesar 35.05% untuk materi 3D modelling dan 22.55% untuk materi 3D scanning dan printing. Adapun berdasarkan analisis kualitatif, hasil pencetakan produk 3D dengan metode 3D printing yang dikerjakan oleh peserta sudah cukup bagus. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan singkat selama dua hari mampu meningkatkan kompetensi siswa SMA dalam memahami dasar teknologi manufaktur 3D printing.

Page 1 of 2 | Total Record : 15