cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Mythomania dalam Novel Rayap Kayu Cendhana Karya Tulus Setiyadi Zaqiyyah Fatmah Ashari; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.18 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p459-482

Abstract

Abstrak Mythomania merupakan salah satu problem kepribadian yang dialami oleh individu yang gemar melakukan kebohongan. Seseorang mengalami mythomania akan memaparkan penjelasan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan mempunyai maksud untuk membohongi orang lain dengan tujuan agar bisa melindungi diri. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah (1) untuk memahami mythomania, (2) untuk memahami penyebab tokoh mengalami mythomania, dan (3) untuk memahami cara tokoh menghadapi mythomania. Hasil penelitian ini ditemukan wujud mythomania yaitu dusta, rekayasa, fitnah, dan ingkar janji. Hasil kedua ditemukan penyebab mythomania yaitu, untuk menunjukkan kelebihan dan kemampuan diri serta untuk menghindari masalah. Dan hasil penelitian ketiga adalah cara menghadapi mythomania yaitu represi, proyeksi, rasionalisasi, reaksi formasi, dan fantasi. Teori yang digunakakan dalam penelitian ini adalah psikologi sastra oleh Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena dapat memberikan gambaran mythomania secara jelas dan menggunakan analisis data secara deskripsi. Sumber data dari penelitian ini adalah novel Rayap Kayu Cendhana karya Tulus Setiyadi. Kata kunci : Mythomania, Dusta, Rekayasa, Mekanisme Pertahanan Ego
Upacara Adat Larung Sesaji di Pantai Kedung Tumpang Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung Miratul Hasanah; Sukarman Sukarman
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.855 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p483-507

Abstract

Upacara Adat Larung Sesaji di Pantai Kedung Tumpang (UALSDPKT) merupakan salah satu upacara yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Pucanglaban kepada Tuhan dan untuk menolak musibah. Upacara ini rutin dilakukan setahun sekali yaitu pada bulan Sura. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan: 1) asal-usul UALSDPKT, 2) rangkaian acara UALSDPKT, 3) ubarampe dan maknannya dalam UALSDPKT, dan 4) fungsi dari UALSDPKT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini berupa peneliti, daftar pertanyaan, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asal-usul UALSDPKT berkaitan dengan babad tanah Jawa. Rangkaian acara UALSDPKT yaitu musyawarah, kerja bakti, menyiapkan ubarampe, memasak, istighotsah, hiburan pembuka, sambutan dan mengajatkan, mengarak ubarampe, berdoa bersama, melarung sesaji, hiburan penutup, dan pembubaran panitia. Ubarampe dalam UALSDPKT yaitu sekul suci ulam sari, bunga setaman, bunga telon, cok bakal, buceng mas, buceng kuat, jenang sengkala, kepala kambing, degan, janur, pisang raja, menyan putih, sapu lidi, gunungan buah sayur jajan, sega golong, sega punar, urap-urap, pelas lotho, geneman, tahu, kacang goreng, dan srondeng. Fungsi UALSDPKT ialah sistem proyeksi, alat pengesahan budaya, alat pendidikan, alat pemaksa masyarakat, dan ekonomi. Kata Kunci: Upacara Adat, Larung Sesaji, Kedung Tumpang, Folklor
Variasi Bahasa Dalam Konten Youtube Cerita Kehidupan dari Bats Chanel Kirana Hainun Afilia; SURANA SURANA
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.001 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p441-458

Abstract

Abstrak Variasi bahasa merupakan wujud dari bagian atau varian dalam bahasa yang mempunyai wujud yang berbeda-beda yang menyerupai wujud umum bahasa aslinya. Dalam variasi bahasa terdapat alih kode, campur kode, dan juga dialek.. Penggunaan alih kode, campur kode pada zaman sekarang sudah marak dan berkembang dimedia sosial, utamanya di media sosial youtube, karena banyak masyarakat yang ingin belajar dan mengembangkan bahasa-bahasa daerah khususnya basa Jawa dan dialek Tulungagungan. Dari konten youtube tersebut mengandung variasi bahasa seperti adanya alih kode, campur kode, dan dialek Tulungagungan untuk berdialog. Paneliti memilih konten youtube cerita Kehidupan dari Bats Channel ini karena isi dari cerita dari konten youtube tersebut unik dan mempunyai ciri khas tersendiri dalam menyampaikan cerita yang mengandung variasi bahasa yang menarik untuk diteliti yang akan menguraikan mengenai wujud dari alih kode, campur kode, dan juga dialek Tulungagung. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini meneliti mengenai variasi bahasa alih kode, campur kode, dan dialek Tulungagungan dalam konten youtube Cerita Kehidupan dari Bats channel yang akan menguraikan mengeni wujud variasi bahasa seperti campur kode, alih kode, dan dialek yang terdapat dalam konten youtube cerita kehidupan dari Bats channel.
Citra Wanita dalam Novel Alun Samudra Rasa Karya Ardini Pangastuti BN dan Novel Lalita Karya Ayu Utami (Kajian Sastra Bandingan) Khuzaimatul Islamiyah; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.429 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p565-586

Abstract

Novel Alun Samudra Rasa karya Ardini Pangastuti Bn dan novel Lalita karya Ayu Utami keduanya memiliki kesamaan tentang penceritaan citra wanita. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memahami citra wanita, (2) mengetahui dampak yang terjadi terhadap wanita akibat citranya, dan (3) mengetahui upaya yang dilakukan oleh tokoh wanita dalam menghadapi dampak yang diterimanya akibat citra wanita. Hasil penelitian ditemukan bahwa citra wanita terdiri atas tiga yaitu, citra fisik, citra psikis, dan citra sosial. Citra terhadap wanita mengakibatkan berbagai dampak seperti terjadinya diskriminasi terhadap wanita, tindakan kekerasan dalam rumah tangga, dan pemerkosaan. Upaya yang dilakukan oleh para wanita yang mendapatkan tindakan tersebut adalah berubah dan lahir menjadi jiwa baru, menjadi sosok yang berani, dan tidak bergantung kepada pria saja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sastra bandingan afinitas dari Suripan Sadi Hutomo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yaitu novel ASR yang menggunakan Bahasa Jawa dan novel Lalita yang menggunakan Bahasa Indonesia. Kata kunci: citra wanita, diskriminasi wanita, kekerasan dalam rumah tangga, sastra bandingan
Legenda Punden Mbah Gemplo di Desa Sendangrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro andhika reza ashari; yohan susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.686 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p528-542

Abstract

ABSTRAK Folklor lisan merupakan bagian dari folklor yang diwariskan dengan cara turun temurun. Salah satunya folklore lisan adalah, Legenda Punden Mbah Gemplo di Desa Sendangrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Legenda ini tergolong folklor lisan karena menceritakannya dengan cara mulut ke mulut. LPMG masih di lestarikan dan dipercaya masyarakat agar tetap ada. Wujud dari legenda Punden Mbah Gemplo ini akan dibahas menggunakan kajian folklore lisan. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada 3, (1) Bagaimana cerita legenda Punden Mbah Gemplo di Desa Sendangrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. (2) Bagaimana mitos dalam cerita legenda Punden Mbah Gemplo di Desa Sendangrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. (3) Apa fungsi cerita legenda Punden Mbah Gemplo di Desa Sendangrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Legenda Punden Mbah Gemplo masih ada dan lestari sampai sekarang karena masih diceritakan kepada anak cucunya. Selain itu masyarakat banyak yang mengerti dan mempunyai niat untuk menjaga dan melestarikannya agar tidak hilang tergerus jaman modern. Kata kunci: Legenda, folklore, Pundhen Mbah Gemplo
Tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Lukmana Hazhan; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.473 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p543-564

Abstract

Abstrak Tradisi Tumpeng Sewu yaitu salah satu bentuk folklor setengah lisan yang ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. TTS (Tradisi Tumpeng Sewu) mempunyai tujuan sebagai bentuk puji syukur masyarakat Desa Kemiren kepada Allah SWT. yang sudah memberikan berkah kepada warga desanya. Bentuk puji syukur ini diwujudkan dengan selametan tumpeng pecel pitik. Rumusan masalahnya yaitu: (1) Asal mulanya, (2) prosesinya, dan (3) makna ubarampe Tradisi Tumpeng Sewu. Tujuan dari rumusan masalahnya yaitu mendeskripsikan (1) Asal mulanya, (2) Prosesinya, dan (3) Makna ubarampe Tradisi Tumpeng Sewu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Tempat penelitian ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi dan objek yang diteliti yaitu tentang Tradisi Tumpeng Sewu. Sumber data dibagi menjadi dua, satu sumber data primer yaitu informan/narasumber dan observasi pelaksanakan TTS di hari-H, dua sumber data sekunder yaitu jurnal dan buku yang ada hubunganya dengan TTS. Data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif di antaranya adalah hasil wawancara narasumber, hasil observasi, dan isinya buku dan jurnal. Intrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik mengumpulkan data ada tiga yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data/display, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian TTS mengagambarakan ngenani asal mula TTS yaitu dimulai zaman dulu ketika desa kemiren belum menjadi permukiman, tepatnya ketika masih jadi kebon. Masyarakat ketika itu mempunyai nazar yaitu bila kebonya menghasilkan buah akan dilaksanakan selametan pecel pitik. Taun 2007 tradisi ini dinamai tumpeng sewu, karena setiap kepala keluarga (KK) yang jumlahnya seribu wajib membuat tumpeng pecel pitik. Kemudian prosesinya TTS yaitu dibagi tiga bagian: pertama persiapan dilaksanakan rapat, menyiapkan ubarampe dan perlengkapan. Kedua pelaksanakan digelar acara mepe kasur, lomba-lomba, arak-arakan barong dan selametan. Ketiga berakhir membersihkan tempat acara TTS. Dan terakhir ubarampe didalam TTS ada tumpeng pecel pitik, tumpeng serakat, sega golong, jenang abang putih. Kata kunci: tumpeng sewu, tradisi, budaya, folklor
Tradhisi Seblang Ing Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Bagus syailendra lendra; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.168 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p806-819

Abstract

Berbagai macam kebudayaan bertempat dan hidup ditanah Jawa, salah satunya adalah kebudayaan Osing yaitu ritual tradisi Seblang yang berada di desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Tradisi iki diselenggarakan tujuh hari sesudah hari Raya Idul Fitri, tujuan diselenggarakan tradhisi adalah untuk meminta keselamatan agar terhidar dari mara bahaya yang akan menimpa desa tersebut dan sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas keamanan yang ada di Desa Olehsari. asal mula tradhisi ini muncul karena kebradaan Mbah Buyut Cilik, Mbah Buyut Cilik adalah tokoh sejarah adanya Desa Olehsari yang berhasil menghilangkan adanya wabah yang ada disaat itu. Tradhisi ini termasuk jenis folklor setengah lisan. Rumusanmasalah yang ada didalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana legendha tradhisi Seblang, 2) Bagaimana proses berjalannya tradhisi Seblang, 3) Apa aja ubarampe tradhisi Seblang, 4) Apa fungsi tradhisi Seblang untuk masarakat desa Olehsari, 5) Bagaimana pendapat semua warga mengenai tradhisi Seblang. Tujuan dilakukanya penelitian ini yaitu legenda tradisi Seblang, untuk mengetahui makna, fungsi, dan simbol dari bahan ritual Seblang, mengetahui pengaruh ritual Seblang terhadap masyarakat, dan mengetahui perubahan yang ada di ritual Seblang. Kata kunci: Tradisi, Seblang, Folklor
Makna Simbolis Tradisi Petilasan Syekh Jamaludin Malik Desa Kramat Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Yugi Pangestuti; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.487 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p650-674

Abstract

Tradisi yang ada di Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan adalah tradisi yang terjadi karena pengaruh petilasan Syekh Jamaludin Malik. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap tahun, setiap 5 minggu sekali, dan seminggu sekali. Analisis teori yang digunakan untuk menjelaskan penelitian ini adalah konsep folklor dari Danandjaja dan metode yang digunakan adalah deskripstif kualitatif yang membahas mengenai analisis data dengan menggunakan deskripsi. Sumber data penelitian berasal dari hasil wawancara dengan narasumber, sedangkan datanya berupa foto, video, rekaman, dan data arsip. Tujuan penelitian ini membahas mengenai (1) Tradhisi apa saja yang ada di petilasan Syekh Jamaludin Malik, dan (2) Makna simbolis dari tradisi yang ada di Petilasan Syekh Jamaludin Malik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tradisi yang berkembang di petilasan Syekh Jamaludin Malik adalah sedekah bumi, haul, pengajian setiap malam Jum’at Kliwon, dan nyekar. Hasil kedua mengenai makna simbolis dari tradisi tersebut antara lain: sedekah bumi memiliki makna sebagai rasa syukur atas hasil bumi sekaligus menghormati petilasan Syekh Jamaludin Malik, haul memiliki makna sebagai upacara penutupan dari sedekah bumi dan memperingati hari kematian Syekh Jamaludin Malik, pengajian setiap malam Jum’at Kliwon bermakna menghormati petilasan Syekh Jamaludin Malik dengan cara kirim doa, serta ziarah memiliki makna sebagai kirim doa kepada tokoh yang dihormati. Kata Kunci : Tradisi, Petilasan Syekh Jamaludin Malik, Folklor
Tradisi Sriatan di Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo (Kajian Etnologi Budaya) Sulistika Dina Absari; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.905 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p609-631

Abstract

Abstrak Kebudayaan Jawa merupakan kebudayan lokal yang keberadaanya tidak terlepas dari wilayah kebudayaan masing-masing daerah. Salah satu kebudayaan lokal yang masih dijumpai hingga sekarang yakni Tradisi Sriatan. Tradisi ini masih dipercayai oleh masyarakat Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo, khususnya di Desa Wonokarto Kabupaten Pacitan dan Desa Bekiring Kabupaten Ponorogo. Desa Wonokarto termasuk ke dalam wilayah kebudayan Mataraman yang kental dengan nilai filosofik dan mistisisme, sedangkan Desa Bekiring termasuk ke dalam wilayah kebudayan Panaragan yang terkenal dengan budaya monokultur dan apa adanya. Tradisi Sriatan di Desa Wonokarto Kabupaten Pacitan merupakan tradisi yang berhubungan dengan seseorang yang mengalami liya-liyu atau sakit kepala dikarenakan hilangnya nafsu makan. Lain hanya dengan Tradisi Sriatan di Desa Bekiring Kabupaten Ponorogo, yang diadakan dengan tujuan menepati janji kepada orang sakit. Penelitian ini akan menjelaskan awal mula Tradisi Sriatan dan wujud komparasi yang terdapat di dua wilayah kebudayaan yang berbeda. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kompratif. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan awal mula Tradisi Sriatan di Desa Wonokarto dan Desa Bekiring serta wujud komparasinya. Adanya komparasi tersebut disebabkan oleh kearifan lokal yang menumbuhkan identitas suatu masyarakat. Wujud komprasinya disajikan dalam tabel perbedaan dan persamaan. Perbedaannya terletak pada tujuan, ubarampe, dan tata laku. Sedangkan persamaannya terdapat di nama tradisi, pelaku tradisi, dan kepercayaan masyarakat setempat. Kata Kunci: lokal, Mataraman, Panaragan, perbedaan, persamaan
Tradisi Ngaji di Makam Mbah Kramat Desa Pamotan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo (Kajian Folklor) Tris Tyawati Dewi; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.321 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p587-608

Abstract

Budaya dan tradisi yang berkambang di pulau jawa sangat banyak jenisnya, seperti yang ada di Desa Pamotan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yaitu Tradhisi Ngaji di Makam Mbah Kramat (TNMMK). Tradhisi ini dilaksanakak setiap minggu terakhir dibulan ruwah dengan tujuan supaya warga desa pamotan mendapatkan berkah dari Tuhan dan juga wujud rasa terimakasih kepada leluhur desa, selain itu tradisi ini berguna sebagai sarana meningkatkan kerukunan antar warga. TNMMK menarik untuk dijadikan objek penelitian karena terdapat nilai sejarah yang besar yang mendasari terjadinya tradisi ini. TNMMK merupakan bagian dari folklore setengah lisan, penelitian ini diteliti menggunakan teori folklore dari James Dananjaya serta diteliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, sumber data penelitian ini berupa hasil wawancara dan observasiserta dokumentasi sebagai data pendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaima sejarah terjadinya TNMMK, (2) Mengetahui runtutan acara TNMMK, (3) Mengetahui makna dan simbol pada TNMMK, (4) Mengetahui fungsi TNMMK, (5) Mengetahui pendangan masyarakat mengenai TNMMK, dan (6) Mengetahui perubahan yang terjadi pada TNMMK. Penelitian ini diharapkan bisa memeberi pengetahuan lebih dalam kepada warga desa pamotan dan peneliti sendiri mengenai TNMMK. Kata kunci : Folklor, Tradisi Islam, Ngaji Pesareyan

Page 10 of 39 | Total Record : 383