cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Eksistensi Tokoh Wanita Dalam Novel Prasetyane Wanita Karya Tulus Setiyadi Ema Evi Ravita; darni darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.537 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p259-279

Abstract

Akibat perkembangan jaman yang semakin modern, menjadikan kedudukan wanita tergeser dan tidak seperti dulu lagi. Jiwa perempuan tergugah untuk bisa lebih eksis dan mandiri dikalangan laki-laki, namun hal itu tidak menjadikan wanita menjadi merendahkan laki-laki. Wanita yang memiliki sifat seperti itu merupakan bentuk dari eksistensi tokoh wanita. Sehingga pada artikel ini akan membahas tentang eksistensi tokoh wanita dalam novel yang berjudul Prasetyane Wanita karya Tulus Setiyadi. Berdasarkan pembahasan tersebut artikel ini memiliki tiga rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana gambaran eksistensi wanita Jawa sebagai anak dalam novel Prasetyane Wanita karya Tulus Setiyadi, (2) Bagaimana gambaran eksistensi wanita Jawa sebagai istri dalam novel Prasetyane Wanita karya Tulus Setiyadi, dan (3) Bagaimana gambaran eksistensi wanita Jawa sebagai ibu rumah tangga dalam novel Prasetyane Wanita karya Tulus Setiyadi. Novel yang berjudul Prasetyane Wanita ini bakal dikupas menggunakan teori feminisme. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil dari artikel ini yaitu menunjukkan eksistensi tokoh wanita dalam novel Prasetyane Wanita, ada tiga aspek yaitu (1) eksistensi wanita sebagai anak yaitu berbakti, perhatian, juga bisa menjaga keluarga, (2) eksistensi wanita sebagai istri yaitu membantu ekonomi, sabar dan setia, (3) eksistensi perempuan sebagai ibu rumah tangga yaitu, merawat anak, mengurus rumah, memasak dan yang lainnya. Kata Kunci: Eksistensi Wanita, mandiri, feminisme
Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Mendhung Sumilak Karya Tulis JMV Sunarjo Eka Uli Fitriani; darni darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.434 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p279-306

Abstract

Konflik merupakan peristiwa dramatis yang mengakibatkan keretakan antara dua kekuatan yang seimbang dan aksi balas dendam. Konflik melibatkan terjadinya peristiwa penting dan bentuk fungsional atau berguna,pada sebuah inti masalah. Inti yang disebut sebagai elemen penting dalam pengembangan plot. Kemampuan penulis untuk memilih dan membangun konflik digambarkan melalui berbagai peristiwa atau kejadian (mungkin tindakan atau kejadian yang menentukan kebaikan, ketegangan, cerita yang dihasilkan). Konflik terbagi menjadi dua: konflik fisik dan konflik batin. Kemudian fokus penelitian ini adalah pada konflik batin tokoh utama yang ada dalam novel Mendhung Sumilak Anggitane JMV Sunarjo. Temuan dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana peristiwa yang menimbulkan konflik batin tokoh utama dalam novel Mendhung Sumilak? (2) Bagaimana konflik batin tokoh utama dalam novel Mendhung Sumilak? (3) Bagaimana konflik batin tokoh utama dalam novel Mendhung Sumilak? Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Mendhung Sumilak. Teori yang digunakan adalah Struktural. Metode yang digunakan dalam penelitiani ini adalah metode deskriptif kualitatif. Bentuk datanya adalah kata-kata yang terdapat dalam novel Mendhung Sumilak. Metode pengumpulan data dengan mencatat, kemudian menganalisis data. Kata Kunci: Konflik, Konflik Batin, Peristiwa
Prinsip Kerjasama Kualitas Dan Relevansi Dalam Percakapan Di Desa Wringinanom (Kajian Pragmatik) Diana Novita Kamim; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.486 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p306-326

Abstract

Prinsip kerjasama termasuk bagian dari pragmatik yang mengatur kerjasama antara pembicara dengan lawan bicara didalam suatu percakapan. Di dalam percakapan selalu membutuhkan kerjasama anatara pembicara dan lawan bicara supaya bisa diterima dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan oleh pembicara. Seperti percakapan yang ada di Desa Wringinanom menggunakan percakapan yang dirasa sudah sesuai dengan prinsip kerjasama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk maksim kerjasama kualitas dan relevansi, dan juga penyimpangan maksim kualitas dan relevansi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bentuk maksim kualitas dan penyimpangan maksim kualitas, dan bentuk maksim relevansi serta penyimpangan maksim relevansi. Penelitian ini menggunakan teori pragmatik. Metode digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu bentuk prinsip kerjasama yang hanya mengacu pada maksim kualitas dan maksim relevansi didalam percakapan yang ada di Desa Wringinanom yang menjelaskan tentang (1) Bentuk maksim kualitas, (2) Bentuk maksim relevasi, (3) Bentuk penyimpangan maksim kualitas, dan (4) bentuk penyimpangan maksim relevansi. Kata Kunci: Prinsip Kerjasama, Maksim Kualitas, Maksim Relevasi, Penyimpangan Maksim.
Kepercayaan Dalam Novel Krimuning Dewi Ontang-Anting Karya Widyo Babahe Leksono (Kajian Antropologi Sastra) Kartika Asih Permana Sari; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.351 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p326-349

Abstract

Kepercayaan dihasilkan dari keyakinan masyarakat terhadap berbagai hal yang dianggap mempunyai pengaruh tertentu di dalam kehidupan. Semua itu bergantung pada lingkungan dan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Hal seperti itu bisa ditemukan di dalam karya sastra seperti novel Krimuning Dewi Ontang-Anting yang ditulis oleh Widyo Babahe Leksono. Novel KDOA ini menceritakan bagaimana masyarakat Jawa daerah pesisir pulau Karimunjawa masih sangat memperhatikan adat istiadat dan tradisi yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu penelitian ini akan dikaji dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Berdasarkan landasan penelitian, dihasilkan rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana wujud kepercayaan yang ada di dalam novel KDOA?, (2) Bagaimana gambaran nilai sosial budaya yang ada dalam novel KDOA?, dan (3) Bagaimana tanggapan masyarakat Jawa terhadap kepercayaan yang ada dalam novel KDOA?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menjelaskan hubungan yang ada di antara masyarakat dengan kepercayaannya. Penelitian ini disusun berdasarkan data-data dengan wujud kata-kata, kalimat, dan wacana yang ada dalam novel KDOA. Semua data yang ada, dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka, baca, catat, serta angket yang disebar kepada beberapa responden yaitu masyarakat Jawa yang ada di sekitar peneiti. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan beberapa wujud kepercayaan yang ada di dalam novel KDOA juga masih dipercaya dan diperhatikan oleh masyarakat Jawa sampai sekarang. Beberapa kepercayaan itu diantaranya ada: (1) kepercayaan pada gugon tuhon, yaitu candhikala dan makna mimpi, (2) kepercayaan pada tradisi selamatan, dan (3) kepercayaan pada tradisi ruwat. Adanya kepercayaan sudah mulai tumbuh dari jaman dahulu dan tetap dilestarikan sampai sekarang. Kepercayaan berasal dari kebenaran yang diperoleh dari suatu pengalaman atau pengetahuan seseorang dan dipercaya serta diterima oleh masyarakat lainnya. Kata Kunci: tradisi, kepercayaan, antropologi sastra.
Tradisi Meras Gandrung Banyuwangi (Kajian Folklor) Yohan Susilo; Anwar Kholis
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.665 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p349-367

Abstract

Tradhisi Upacara Meras Gandrung adalah salah satu tradisi di masyarakat Banyuwangi. Upacara meras gandrung merupakan acara wisuda gandrung. Gandung baru akan didoakan kemudian digurah atau dipupuh, terakhir acara gandrung akan dipentaskan semalam suntuk. Penelitian ini akan membahas bagaimana asa-usul, tata cara, makna dan simbol yang terdapat dalam perangkat upacara, manfaat, dan perubahan yang terjadi dalam tradisi meras gandrung Banyuwangi. Penelitian tradisi meras gandrung menggunakan Teori Folklor. Berdasar jenisnya tradisi ini digolongkan sebagai Folklor setengah lisan.. Sumber data dalam panelitian ini yaitu jurnal ilmiah dan pelaku tradisi meras gandrung yakni Gandrung temuk dan Gandrung Supinah sebagai narasumber. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keterangan dari jurnal ilmiah dan hasil wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian tradisi tersebut akan dijelaskan menggunakan metode deskriptif kualitatif Upacara Meras Gandrung merupakan tradisi masyarakat Banyuwangi yang sudah ada sejak jaman dahulu. Asal mula tradisi ini muncul bersamaan dengan adanya gandrung di Banyuwangi. Tata cara pelaksanaan tradisi ini dimulai dengan mencari hari pelaksanaan dan menyiapkan semua perangkat upacara. Setelah itu gandrung akan dipupuh atau digurah. Pada akhir acara Gandrung akan dipentaskan semalam suntuk. Perangkat yang digunakan dalam upacara yaitu peras dua buah dengan rincian sepasang pisang raja, kelapa, beras, gula jawa, telur, lan cok bakal. Perangkat selanjutya yaitu pupuh, rokok, kopi, lincak, menyan, kain putih, wanci kinangan, gentong siraman, jenang merah, lan sega golong. Tradisi upacara meras gandrung mempunyai manfaat yaitu untuk mendoakan gandrung yang diwisuda, proyeksi masyarakat, sarana untuk melestarikan kebudayan, sarana pendidikan, dan sarana untuk mengatur masyarakat. Perubahan juga terjadi didalam tradisi ini, Upacara meras gandrung dijaman dahulu masih menggunakan perangkat lengkap. Dijaman sekarang upacara meras gandrung lebih berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan. Kata Kunci: Folklor, Tradisi, Meras Gandrung Banyuwangi.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Dongeng Untuk Pembelajaran Menyimak Cerita Di Kelas Iii Sdn Sukabumi Vi Probolinggo Latif Nur Hasan; Kartika Ardi Chumairoh
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.569 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p367-385

Abstract

Pembelajaran yang ada di kelas III SDN Sukabumi VI termasuk pembelajaran biasa. Khususnya dalam pembelajaran menyimak cerita. Padahal siswa di SDN Sukabumi VI khususnya kelas III terkadang tidak mengerti arti dari setiap kata yang ada di dalam cerita. Hal ini dikarenakan setiap harinya terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia bercampur Bahasa Jawa, terkadang ada yang bercampur Madura. Anak kelas III lebih bisa konsentrasi saat audio dan visual mempunyai peran dalam pembelajaran. Seperti contohnya anak – anak mudah menghafalkan lagu juga gerakan yang ada di youtube dan tiktok yang jaman sekarang sering diakses anak – anak. Usia ini juga masih senang – senangnya menonton kartun. Dalam penelitian ini digunakan model penelitian ADDIE (Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model penelitian ini mewujudkan salah satu model desain pembelajaran yang sistematis. Penelitian ini hanya terbatas pada tahap pengembangan yaitu validhasi media dan penilaian media dari guru kelas. Hasil penilaian ahli media berdasarkan lembar validasi menunjukkan bahwa media video animasi dongeng dinyatakan “valid tanpa revisi” karena skor akhir lebih dari 75%. Hasil penilaian ahli materi menyatakan “valid tanpa revisi” karena skor akhir sampai 100% berdasarkan dari lembar validasi. Dari peniliaian ahli bahasa berdasarkan lembar validasi menunjukkan skor akhir lebih dari 75% sehingga dinyatakan “valid tanpa revisi”. Hasil penilaian guru kelas menunjukkan bahwa video animasi dongeng dinyatakan sudah bagus tetapi bahasa yang digunakan masih kurang bisa dipahami oleh siswa. Berdasarkan kriteria tingkat valid, jumlah nilai tersebut termasuk tingkat valid tanpa revisi. Kata kunci : Pengembangan, Video Animasi, Menyimak Cerita
Kepercayaan Dalam Novel Ringin Garing Karya Tulus Setiyadi STP. (Kajian Antropologi Sastra) Nurul Emiliyah; darni darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.135 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p385-411

Abstract

Novel Ringin Garing karya Tulus Setiyadi menceritakan tentang kepercayaan yang ada di sekitar masyarakat Jawa. Kepercayaan tersebut dibagi menjadi dua yaitu mitos dan mistis. Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini akan membahas tentang wujud mitos dalam novel Ringin Garing dan wujud mistis dalam novel Ringin Garing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori antropologi sastra. Sumber data dan data di ambil dari novel Ringin garing yang berupa narasi. Hasil dari penelitian ini (1) wujud mitos dalam novel Ringin Garing berupa gugon tuhon dan pralambang, (2) wujud mistis dalam novel Ringin garing berupa bangsa halus seperti dhemit, ilmu gaib bersifat protektif, ramalan, tirakat, dan sesaji. Simpulan dari penelitian ini yaitu kepercayaan mitos dan mistis dalam kehidupan masyarakat Jawa masih dipercaya dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Kata kunci : kepercayaan, masyarakat jawa, mitos, mistis
Implikatur Percakapan Dalam Film Yowis Ben The Series (Kajian Pragmatik) Purwendah Enik Nawangsih; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.536 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p411-441

Abstract

Implikatur sebagai cabang ilmu pragmatik dibagi menjadi dua yaitu implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Implikatur membahas makna ujaran atau ucapan yang disembunyikan. Ujaran yang mengandung implikatur yaitu ujaran yang mengandung makna dan maksud lain dengan apa yang sebenarnya diucapkan. Penelitian ini membahas tentang implikatur percakapan dalam film. Implikatur percakapan bisa dipahami dengan mudah jika diantara penutur dengan mitra tutur mempunyai sudut pandang yang sama. Penelitian ini mempunyai tujuan menjelaskan jenis dan fungsi implikatur percakapan dalam film Yowis Ben The Series yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu film Yowis Ben The Series yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara transkrip percakapan dari film menjadi teks. Hasil penelitian ini yaitu jenis-jenis implikatur percakapan ada dua yaitu implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Kemudian fungsi implikatur percakapan yang ditemukan yaitu fungsi implikatur asertif menegaskan, fungsi implikatur asertif menyatakan, fungsi implikatur asertif melaporkan, fungsi implikatur asertif mengeluh, fungsi implikatur direktif bertanya, fungsi implikatur direktif perintah, fungsi implikatur direktif memberi saran, fungsi implikatur direktif minta pertolongan, fungsi implikatur direktif mengharapkan, fungsi implikatur ekspresif ucapan terima kasih, fungsi implikatur ekspresif memuji, fungsi implikatur ekspresif minta maaf, fungsi implikatur ekspresif menyindir, fungsi implikatur komisif menjanjikan, fungsi implikatur komisif menawarkan, dan fungsi implikatur deklaratif menghukum. Kata kunci : Implikatur percakapan, Jenis implikatur, Film Yowis Ben The Series
Variasi Basa Dalam Sosial Media Twitter Akun @Piyeyobu Oktober 2020-Januari 2021 (Kajian Sosiolinguistik) Surana Surana; Alifatul Mutiara Agustin
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.785 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p109-131

Abstract

Variasi bahasa merupakan varian bahasa atau macam-macam bahasa yang timbul di dalam masyarakat. Variasi bahasa bisa muncul karena adanya penutur yang bersifat tidak homogen, dan juga adanya macam-macam interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam penelitian ini akan menjelaskan hasil dari penelitian dengan objek dari media sosial twitter akun @piyeyobu Oktober 2020-Januari 2021. Peneliti ini menggunakan tiga rumusan masalah, yaitu (1) jenis variasi bahasa dalam media sosial twitter akun @piyeyobu, (2) unsur interferensi dalam media sosial twitter akun @piyeyobu, dan (3) unsur integrasi dalam media sosial twitter akun @piyeyobu. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu teori sosiolinguistik dari Chaer Agustina dan menggunakan teori interferensi dan integrasi yaitu dengan teori Aslinda. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian yang berobjek dari media sosial twitter akun @piyeyobu, adalah (1) wujud dari variasi bahasa memilihi hubungan dengan pribadi penutur seperti umur, pendidikan, profesi, dan tingkatan ekonomi, (2) alih kode yang dibagi menjadi dua, yaitu alih kode intern dan alih kode ekstern, campur kode yang dibagi menjadi dua, yaitu campur kode positif dan campur kode negatif, dan (3) adanya unsur interferensi dan unsur integrasi. Kata Kunci: Variasi bahasa, media sosial Twitter, Interferensi, Integrasi
Makna Simbolis Tradisi Nyapih di Desa KakatPenjalin, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan Moniq Chandra Syasika Rani; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.702 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n2.p508-527

Abstract

Tradisi nyapih merupakan salah satu tradisi jawa yang masih dilaksanakan oleh masyakat di Desa KakatPenjalin, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Tradisi nyapih dilaksanakan sebagai prosesi untuk ibu-ibu yang ingin menghentikan pemberian ASI kepada anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan folklor dari teori Djames Danandjaja serta menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif , yaitu suatu penelitian yang dalam analisis datanya dijabarkan dengan deskripsi. Sumber data pada penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dengan informan, sementara data dalam penelitian ini berupa video, foto, rekaman, atau dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tradisi nyapih. Tujuan penelitian ini untuk membahas mengenai (1) prosesi dalam tradisi nyapih, (2) makna simbolis yang terkandung dalam tradisi nyapih. Hasil dari penelitian ini, pertama menunjukkan prosesi dalam tradisi nyapih antara lain ujub ubarampe, menaruh senthir, pembentusan, nembang, mengoleskan minya kelapa, dan prosesi pengalungan tompo. Hasil penelitian yang kedua dari penelitian ini menunjukkan makna simbolis yang terkandung dalam prosesi dan bahan-bahan tradisi nyapih, tradisi nyapih secara keseluruhan mengandung makna sebagai pelatihan mandiri terhadap anak sejak dini dan pengharapan orang tua terhadap keselamatan serta kesehatan anak selepas prosesi tradisi nyapih. Kata Kunci : Tradisi, Nyapih, Folklor

Page 9 of 39 | Total Record : 383