cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
RELIGIUSITAS SAJRONE NOVEL KUPU WENGI MBANGUN SWARGA ANGGITANE TULUS S Kakasya Alya harimurti; Yunita Ernawati
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.025 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Abstrak Sawijine karya sastra sing becik bisa menehi kawruh ngenani saperangan bab sing ana ing njero uripe manungsa mligine urip manungsa sing nduweni sambung rapet karo bab kareligiusitasan. Akehe saperangan karya sastra sing nggambarake unsur religiusitas disebabake saka rapete hubungan antarane karya sastra lan religiusitas. Sawijine karya sastra bisa menehi gambaran ngenani uripe manungsa ing saben dinane, jangkep karo perkara lan rubeda sing dialami manungsa kayata tumindak sedheng, korupsi, konflik sosial, lan sapanunggalane. Padha dene novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S uga ngandhut ngenani unsur religiusitas. Religiusitas sing dirembug ana ing njero panliten iki yaiku ngenani religiusitas langsung lan religiusitas ora langsung sing digambarake ing njero novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Panliten iki nggunakake metodhe deskriptif kualitatif. Pendhekatan sing digunakake yaiku pendhekatan sosiologi sastra. Dhata sing digunakake ing njero panliten iki awujud pethikan tembung, ukara sarta dhialog antar paraga sing ana ing njero novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Sumber dhata sing digunakake ing njero panliten iki dijupuk saka novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Teknik nglumpukake dhata sing digunakake ing panliten iki yaiku studi dokumentasi awujud teks novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Ancas panliten iki yaiku kanggo ngandharake gambaran religiusitas sing ana ing njero novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S. Asil saka panliten ngenani bab religiusitas sajrone novel Kupu Wengi Mbangun Swarga anggitane Tulus S diperang dadi rong rembugan antarane (1) Wujud tumindak religiusitas otentik sajrone novel yaiku iman, eling marang Gusti, pasrah, urip rukun lan bekti marang wong tuwa (2) Wujud tumindak religiusitas agamis sajrone novel yaiku sembahyang, ngaji, ibadah haji, lan sodakoh. Rong rembugan kasebut nggambarake ngenani upaya kang ditindakake manungsa supaya luwih cedhak marang Gusti kang Maha Kuwasa. Tembung Wigati: religiusitas, religiusitas langsung, religiusitas ora langsung, lan novel KWMS.
TRADISI ITHUK-ITHUKAN DI DUSUN REJOPURO DESA KAMPUNG ANYAR KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI (KAJIAN FOLKLOR) Age Mahardika Gustian; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.922 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

ABSTRAK Tradisi Ithuk-Ithukan di sumber mata air Hajar sebagai salah satu bentuk folklor setengah lisan yang ada di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Tradhisi Ithuk-Ithukan adalah salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat sekitar Rejopuro. Tadisi tersebut sebagai bentuk rasa syukur masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan untuk meminta supaya memperoleh keselamatan, diberi rizki, dan dijauhkan dari segala bahaya. Tradisi tersebut dilakukan oleh masyarakat Rejopuro setiap satu tahun sekali pada tanggal 12 Dulqaidah. Bentuk dari Tradisi Ithuk-Ithukan ini akan dibahas menggunakan kajian folklor setengah lisan. Rumusan masalahnya yaitu (1) Bagaimana asal usul dari Tradisi Ithuk-Ithukan di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi?, (2) Bagaimana proses dan bahan yang digunakan pada Tradisi Ithuk-Ithukan di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi?, (3) Bagaimana nilai yang ada dalam Tradisi Ithuk-Ithukan?, (4) Bagaimana fungsi Tradisi Ithuk-Ithukan?, (5) Apa saja perubahan-perubahan yang terjadi pada Tradisi Ithuk-Ithukan di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi? Tradisi ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rizki yang telah diperoleh selama ini. Tradisi ruwatan ini berbeda dengan tradisi ruwatan lainnya. Tradisi Ithuk-Ithukan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang digambarkan dengan ruwatan sumber mata air yang ada di Desa Kampung Anyar. Fungsi dari Tradisi Ithuk-Ithukan sendiri adalah sebagai alat proyeksi. Tradisi Ithuk-Ithukan di sumber mata air Hajar ini mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan hal yang bersifat dinamis. Kata Kunci: Tradisi Ithuk-Ithukan, ruwatan, folklor, sumber mata air.
PANGARIBAWANE PESAREAN GUS DUR TUMRAP MASYARAKAT DESA CUKIR KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Silviranda Dewanti; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.098 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh makam Gus Dur di tengah-tengah masyarakat Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini menggunakan methode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini mengenai makam Gus Dur. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Data dalam penelitian ini berupa data lisan dan bukan lisan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dengan bantuan teknik rekam dan catat. Instrumen penlitian ini adalah peneliti itu sendiri. Teknik analisis data menggunakan menggunakan metode deskriptif. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis budaya dengan mengaitkan antara kebiasaan (kebudayaan) dan cara berfikir. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh makam Gus Dur di tengah masyarakat menghasilkan budaya/tradisi ziarah (ngalab berkah), haul Gus Dur, budaya religi, meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadikan masyarakat memiliki jiw atoleransi yang tinggi. Kata Kunci: Folklor, Pengaruh Makam Gus Dur, Makam Gus Dur, Jombang.
PILIHAN KATA DAN GAYA BAHASA KIDUNGAN DIDALAM BANYOLAN KARTOLO (ANALISIS STILISTIKA) Wisnu Prasetyo Bekti; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.602 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Kidungan sajrone banyolane Kartolo digunakan untuk penelitian ini. Kidungan merupakan salah satu karya yang berwujud sastra lisan. Dikatakan sastra lisan karena penerapan dari karya ini dituturkan secara langsung dengan menampilkan kidungan di panggung sandiwara. Sastra kidungan tumbuh diera perkembangan sastra Jawa klasik. Kidungan Kartolo ini menjadi sorotan bukan karena tokoh Kartolo yang sudah terkenal di jagad seniman ludruk atau seniman kidungan tetapi didalam kidungan yang diciptaannya yang banyak menggunakan pilihan kata atau diksi dan juga gaya Bahasa yang unik. Penggunaan diksi dan gaya Bahasa membuat kidungan didengar tambah menarik perhatian pendengar ataupun penonton. Selain itu dari sastra kidungan ini banyak memiliki makna yang tersurat dan tersirat, penuh dengan ajaran yang baik, meskipun cara penyuguhannya bsa dikatakan nyentrik dan lucu. Penjelasan diatas menunjukkan bahwa rumusan masalah yang dianalisis yaitu (1) bagaimana wujud dari pilihan kata di dalam kidungan Kartolo?. (2) bagaimana gaya bahasa yang digunakan di dalam kidungan Kartolo? dan, (3) bagaimana isi dan makna yang terkandung dalam kidungan Kartolo?. Penelitian ini memiliki tujuan (1) menjelaskan wujud dari pilihan kata di dalam kidungan Kartolo?., (2) menjelaskan gaya Bahasa yang digunakan di dalam kidungan Kartolo? dan (3) menjelaskan isi dan makna yang terkandung dalam kidungan Kartolo. Kidungan yang adad lam peramentasan Kartolo ini akan diteleti dengan menggunakan teori dan analisis stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kidungan didalam pementasan Kartolo mengandung banyak diksi atau pilihan kata, gaya Bahasa. Bukan itu saja di dalam kidungan juga tedapat berbagai macam nasehat, perintah, larangan dibidang Pendidikan, masyarakat, dan juga masih banyak lainya terutama dalam hidup sehari-hari. Kata Kunci: Kidungan, pilihan kata, gaya bahasa, nasehat
TRADISI TIRONAN DI DUSUN NGAPUS, DESA SUMBERHARJO, KECAMATAN SUMBERREJO, KABUPATEN BOJONEGORO (Tintingan Folklor) Erni Ambarwati; sri sulistiani
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.812 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tradisi Tironan yaitu salah satu tradisi yang menggunakan teori folklor, teori yang digunakan yaiku teorifolklor setengah lisan yang bermakna folklor tersebut wujudnya campuran antara unsur lisan dan bukan lisan. TradisiTironan di dusun Ngapus, desa Sumberharjo, kecamatan Sumberrejo dilaksanakan setiap tiba hari lahir jawa (weton)orang yang akan dibuatkan tiron atau tumpeng/ambeng.Penelitian ini membahas tentang (1) awal mula terjadinya tradisi tironan di dusun Ngapus,(2) ubarampe danmakna yang terkandung didalam tradisi tironan dusun Ngapus,(3) tata laku tradisi tironan dusun Ngapus,(4) carapelestarian tradisi tironan dusun Ngapus, (5) penilaian masyarakat terhadap adanya tradisi tironan di dusun Ngapus.Tujuan tradisi tironan dusun Ngapus yaitu membahas tentang awal mula terjadinya tradisi tironan dusun Ngapus,ubarame dan juga makna, tata laku tradisi tironan, cara pelestrian dan juga pendapat masyarakat mengenai tradisitironan di dusun Ngapus.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini digunakan dengan menimbang data yang dihasilkan berupa datadeskriptif, yaitu kata-kata berupa tulisan atau lisan dari informan dengan cara melalui wawancara dan dokumentasi.Analisis data dilaksanakan dengan cara memberi interpretasi disetiap bentuk data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tironan termasuk tradisi di dusun Ngapus yang masih dipercayaoleh masyarakat untuk menumbuhkan rasa syukur dan memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan cara lewatdo‟a setiap waktu hari lahir perhitungan Jawa (weton) tiba atau sebulan sekali. Pelaksanaan tradisi tironan ini dilakukandengan cara runtut dari awal persiapan, acara inti, dan akhir. Tradisi ini menggunakan alat dan bahan yang berupaubarampe yang mempunyai makna sendiri-sendiri. Cara pelestarian tradisi ini yaitu dengan cultural experience dancultural knowladge. Terakhir yaitu pendapat masyarakat mengenai TT ini terbentuk menjadi dua golongan, yaitugolongan setuju dan golongan tidak setuju adanya TT.Kata kunci: tradisi, kebudayaan, tironan, folklor
ULENGANE KATRESNAN SAJRONE NOVEL POLITIK TRESNA ANGGITANE TULUS S. (TINTINGAN DHEKONSTRUKSI) Annita Rachmalia Mustikaningrum; Bambang Purnomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.71 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

AbstrakNovel Politik Tresna mujudake salah sawijine novel kang nyritakake ngenani katresnane rumaja.Paraga kang nggambarake katresnan sajrone novel iki yaiku Agung, Ardini, Angga, lan Arifin. Katresnan ikikagambarake dening para paraga lumantar saperangan cara. Ana kang diwujudake kanthi cara menehikawigaten lumantar bandha kang diduweni, lumantar kawigaten kayata kerep menehi kabar, sarta lumantarkawicaksanane. Saka wujude tresna kasebut ngemu makna-makna kang sumurat lan sinirat. Anane makna kangsinirat iki nuwuhake saperangan oposisi sajrone novel Politik Tresna. Kanthi migunakake pamarekandhekonstruksi, oposisi-oposisi kang ana ing novel kasebut bisa kajlentrehake kanthi cetha saengga bisa kadudutpamikiran lan pamawas anyar.Underan panliten kanthi pamarekan dhekonstruksi sajrone novel Politik Tresna iki bakal ngrembugbabagan: 1) Gegambarane katresnan sajrone novel Politik Tresna’ 2) Ulengane katresnan kang tuwuh sajronenovel Politik Tresna, lan 3) Wawasan dhekonstruksi tumrap novel Politik Tresna. Ancas saka panliten iki, yaiku1) Nggambarake wujud katresnan kang ana ing novel Politik Tresna, 2) Ngandharake konflik kang ana ing novelPolitik Tresna, lan 3) Njlentrehake wawasan dhekonstruksi tumrap novel Politik Tresna. Saliyane dhekonstruksi,panliten iki uga disengkuyung dene pamarekan struktural. Struktur iki mujudake perangan kang wigati jalarananane sesambungan antarane struktur siji lan liyane bisa nuwuhake makna sajrone crita. Pamarekandhekonstruksi kang digunakake tumrap panliten iki katindakake kanthi cara menehi kawigaten tumrap bab-babkang kapinggirake utawa dilirwakake dening pangripta, yaiku ngenani katresnane Angga marang Ardini. Sakacara kasebut nuduhake yen ana makna liya kang sinirat ngenani katresnan kang didarbeni paraga Angga.Panliten iki kalebu jinise panliten dheskriptif kualitatif. Sumber dhata sajrone panliten iki yaiku novelPolitik Tresna anggitane Tulus S. Dhata kang digunakake ing panliten iki yaiku awujud tembung lan ukara. Asilsaka panliten iki bakal nuduhake wujude tresna kang sejati sajrone novel Politik Tresna. Tresna kang katonendah pranyata nduweni makna kang sinirat. Para paraga kang ndarbeni rasa tresna ora mung nggambaraketresna kang endah lan kebak kawigaten, nanging uga katresnan kang ala lan lecekan. Ulengane katresnan kangdialami para paraga iki bisa nuduhake wewatakane paraga kang sanyatane.Tembung wigati: Ulengan, Katresnan, Dhekonstruksi.
TRADHISI JEMUWAH LEGI DI DESA CANDIHARJO KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO (TINTINGAN WUJUD, MAKNA, PAMANGGIH MASYARAKAT LAN PELESTARIAN) Osa Zuna Siyama; sukarman sukarman
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.674 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tradisi Kenduren Jumat legi ini sebagai tradhisi di daerah mojokerto, tradisi ini dijadikan untuk bahan penelitian karna, dalam tradisi ini mempunyai manfaat untuk masyarakat di tanah jawa. Yang disekitarnya masih mepercayai tradsi ini. Dari tradisi ini kita bisa dgambarkan bentuk dari manusia yang masih ada hubungannya dengan manusa yang meninggal duni, dari tradhisi ini menggambarkan wawasan pencipta bab nilai-nilai yang mengandhung terhadapa kahuidupan untuk menjalankan kehidupan yang nyhata, dan mengandhung nilai tauladhan untuk generasi di tanah jawa, tentang tardhisi yang ada untuk diterapkan di kehidupan yang nyata, Permasalahan dalam tradisi ini yaitu (1) bagaimana wujud tradisi kenduren jumat legi didesa candiharjo (2) bagaiamna makna tradhisi kenduren jumat legi didesa candiharjo (3) bagaimana pendapat masyarakat mengenai tentang tradisi jumat legi didesa Candiharjo (4) bagaimana pelestarian tradisi Kenduren Jumat legi didesa candiharjo. Dalam bab yang sama adapaun tujuwan pene;litian yaiutu (1) menjelaskan wujud tradisi Kenduren Jumat Legi didesa candiharjo (2) bagaiaman makna yang terkandhung dalam tradisi Jumat Legi ing desa candiharjo (3) menjelaskan pendapat masyarakat pada tradisi Jumat Legi didesa Candiharjo (4) menjelaskan cara pelestarian tardisi Kenduren Jumat Legi ing desa Candiharjo, dalam tradisi ini selalu memiliki manfat sendiri, seperti halnya di tradhisi kenduren jumat legi ini juga memiliki manfaat untuk masyarakat yang ada dilingkungan sekitar tardisi tersebut, manfaat yang terkandung ada di tradhisi kenduren Jumat Legi Ini yaitu bisa mendukung dalam pengembangan tradisi ini supaya tetap trawat dan terjaga dengan baik dan terlaksana. Dan juga supaya tradhisi ini tetap hidup di tanah jawa, meskipun budaya yang masuk di tanah jawa terkena pengaruh budaya dari luar, dalam menjelaskan penelitian ini pasti ada teori yang digunakan, seperti halnya di penelitian ini menggunakan teori danandjaja tentang wujud dan teori folklore untuk masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, sumber data penelitian berupa wujud tradisi Kenduren Jumat Legi di desa Candiharjo, data penelitian ini yaitu gambar Kenduren Jumat Legi, keadaan Kenduren Jumat Legi, dalam memperoleh pengumpulan data menggunakan teknik poto tradisi Jumat Legi, untyk menjelaskan data digunakan analisis metode deskriptif analisis Hasil penelitian ini yaitu berdhasarkan konsep folklore yang dibafgi menjadi 9 macam yaiutu (1) disebar dan diwariskan dengan cara lisan (2) folklore bersifat tradhisional, disebarkan dengan cara relative (3) folkolor memiliki versi dan varian yang berbeda (4) folklore bersifat anonym artinya pencipta kurang jelas (5) folklore memiliki bentuk dan pola (6)folkoor memiliki fungsi (7) foklor mebersifat pralogis (8) folklore memiliki orang banyak (9) folklore memiliki sifat polos dan lugu, dari semua penjelaskan itu tadi berhubungan dengan tradisi Kenduren Jumat Legi didesa Candiharjio dan ada hubungannya dengan masyarakat. Kata kunci : tradisi, kebudayaan, folklor
SESAMBUNGAN SINTAGMATIK SAJRONE JENENGE DESA ING KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Bella Putri Damara; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.384 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Nama mencakup satu jenis penggunaan yang bermakna. Nama adalah kata untuk memanggil atau mengenali suatu tempat. Pengklasifikasian nama desa dalam penelitian ini berdasarkan bentuknya yaitu nama desa berupa kata camboran, frase, dan lampiran. Ketiga bagian tersebut kemudian dicari untuk koneksi syntagmatic. Berdasarkan bab ini yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Apa saja jenis hubungan sintagmatik yang bersifat encapsulatif pada nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan? (2) Hubungan sintagmatik seperti apa yang distributif di nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis hubungan sintagmatik yang bersifat encapsulative dan distributif pada nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian linguistik deskriptif yang bersifat sinkronis. Data dalam penelitian ini adalah nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Data diperoleh dari pencatatan nama desa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya datanya dijelaskan secara detail. struktur dalam untuk memahami hubungan sintagmatik.Nama desa yang berhasil dikumpulkan sebanyak 150 buah, berdasarkan bentuk. Nama desa berupa kata camboran 90, frase 30, dan aneksasinya 35. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama desa mempunyai hubungan sintagmatik yang dijelaskan melalui tabel, sehingga diketahui ada 2 jenis koneksi sintagmatik yaitu enkapsulasi dan distribusi. Kata kunci: koneksi sintagmatik, nama, desa.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL PRAU LAYAR ING KALI CODE DAN PRAU LAYAR ING KALI OPAK KARYA BUDI SARDJONO (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Imro’atul Khasanah; Yunita Ernawati
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.758 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Abstrak Novel Prau Layar ing Kali Code dan Prau Layar ing Kali Opak karya Budi Sardjono merupakan salah satu karya sastra sebagai wujud kebudayaan Jawa yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa masih mematuhi kepercayaan terhadap mitos dan mistik. Berdasarkan pernyataan tersebut, penelitian ini akan membahas tentang mitos, mistik, pengaruh kepercayaan mitos dan mistik dalam novel, dan pendapat masyarakat Jawa terhadap mitos dan mistik. Penelitian ini menggunakan metode deskiptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah antropologi sastra. Sumber data primer adalah novel Prau Layar ing Kali Code dan Prau Layar ing Kali Opak, sedangkan sumber data sekunder yakni pendapat masyarakat melalui wawancara. Hasil penelitian (1) kepercayaan masyarakat Jawa terhadap mitos yaitu gugon tuhon yang disandikan dan gugon tuhon larangan, legenda Ki Ageng Pemanahan, legenda Kanjeng Ratu Kidul, dan legenda Panembahan Senopati, pralambang hewan dan keadaan, serta sirikan, (2) kepercayaan mistik yaitu makhluk halus, wangsit, tirakat, benda sakti, sesaji, ilmu gaib produktif dan ilmu gaib protektif, (3) pengaruh positif terhadap kepercayaan mitos dan mistik lebih berhati-hati dalam bertindak, sedangkan pengaruh negatif yaitu bertindak semena-mena, dan (4) pendapat masyarakat Jawa dalam penelitian ini berdasarkan pekerjaan, agama, dan sesepuh. Simpulan dari pendapat masyarakat tersebut yaitu kepercayaan mitos dan mistik merupakan perwujudan pembelajaran mengenai kehidupan yang menjadi peninggalan leluhur sebagai warisan yang perlu dilestarikan. Kata kunci: kepercayaan, masyarakat Jawa, mitos, mistik.
Depresi Sebagai Problem Behavior Disorder Di Dalam Novel Kupu Wengi Mbangun Swarga Karya Tulus S (Pendekatan Psikologi Skinner) Melvin Widyaningrum; darni darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.45 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n1.p1-26

Abstract

Novel Kupu Wengi Mbangun Swarga karya Tulus Setiyadi, STP. mengandung problematika kejiwaan sebagai behavior disorder. Problem kejiwaan di dalam novel Kupu Wengi Mbangun Swarga ini berupa dhepresi yang dialami tokoh utamanya, Raminten. Pendekatan yang tepat untuk mengulik lebih dalam problem kejiwaan dhepresi tokoh Raminten tersebut yaitu menggunakan teori psikologi sastra oleh B.F. Skinner. Berdasarkan dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja stimulus depresi, wujud depresi, wujud respon depresi dan penguatan positif yang bisa menyebabkan dhepresi sebagai behavior disorder didalam novel KWMS karya Tulus S.? Dari rumusan masalah tersebut bisa disimpulkan tujuannya yaitu menjelaskan tentang stimulus depresi, wujud depresi, wujud respon depresi dan penguatan positif yang bisa menyebabkan dhepresi sebagai behavior disorder didalam novel KWMS karya Tulus S. Penelitian ini menunjukkan penelitian kualitatif. Tata cara mengumpulkan data menggunakan Teknik Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan problem kejiwaan dhepresi di dalam tokoh Raminten sebagai problem behavior disorder yang ada di dalam novel Kupu Wengi Mbangun Swarga menjelaskan bab (1) Stimulus yang menyebabkan dhepresi yaitu stimulus internal dan stimulus eksternal. (2) Wujud dhepresi seperti melamun, sedih, menangis, dan ingin bunuh diri. (3) Wujud respon dhepresi seperti respon positif dan respon negatif. (4) Penguatan positif yang bisa mengatasi dhepresi seperti memiliki banyak uang dan menyebar kebaikan. Kata kunci: percintaan, dhepresi, dan wanita pelacur.

Page 7 of 39 | Total Record : 384