cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: Oktober 2022" : 10 Documents clear
Nilai Moral Film Kulari ke Pantai Karya Riri Riza (Tinjauan Sosiologi Sastra) Palupi, Indah; Widyatwati, Ken; Falah, Fajrul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.971 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15564

Abstract

Palupi, Indah. 2022. “Nilai Moral Film Kulari ke Pantai Karya Riri Riza (Tinjauan Sosiologi Sastra)”. Skripsi. Program Strata I Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya, Univesitas Diponegoro, Semarang. Pembimbing I Dr. Ken Widyatwati, S.S., M.Hum. Pembimbing II Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum.Objek material dalam penelitian ini adalah film Kulari ke Pantai karya Riri Riza. Objek formal dalam penelitian ini adalah nilai moral dalam film Kulari ke Pantai karya Riri Riza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur naratif dan nilai moral yang terdapat dalam film Kulari ke Pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra untuk mengkaji nilai moral yang terdapat dalam film Kulari ke Pantai. Teori yang digunakan adalah struktur naratif film, teori pengkajian fiksi, dan teori moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Kulari ke Pantai terdapat unsur struktur naratif dan struktur fiksi antara lain elemen ruang, latar, elemen waktu, permasalahan dan konflik, pelaku cerita, tujuan, tema, dan alur. Analisis nilai moral menunjukkan bahwa dalam film Kulari ke Pantai terdapat nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, antara lain yaitu menyenangkan orang lain dan mencintai bangsa Indonesia. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam, antara lain yaitu membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan, tidak semua hal dapat diselesaikan dengan uang, mengakui perbuatan yang salah, saling memaafkan, dan memiliki sikap peduli. Dalam film tersebut ditemukan ciri-ciri nilai moral yang berkaitan dengan tanggung jawab dan hati nurani.Kata kunci: film, moral, struktur naratif, sosiologi sastra, Kulari ke Pantai 
Strategi Kesantunan dalam Sesi Penjurian Ajang Kompetisi Indonesia's Next Top Model Siklus 1 (Suatu Kajian Pragmatik) Ramadhani, Annisa; Tiani, Riris
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.666 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.16555

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu aspek penting kebahasaan. Ajang kompetisi Indonesia’s Next Top Model sebagai salah satu tayangan televisi pasti memerhatikan kesantunan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa para juri kepada kontestan selama sesi penjurian. Teori yang digunakan adalah teori strategi kesantunan Brown dan Levinson. Penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik daya pilah pragmatis. Kemudian, metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tuturan para juri bersifat menjaga dan menyelamatkan citra diri para kontestan dari kemungkinan terjadinya ancaman muka, serta bersifat memuaskan citra diri para kontestan. Kesantunan positif menjadi strategi kesantunan yang paling banyak ditemukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar tuturan para juri yang diteliti dikatakan santun.Kata kunci: strategi kesantunan, tindak pengancam muka, penjurian
Kritik Sosial dalam Komik Webtoon Curse Of Tomorrow Karya Thoma Prayoga (Kajian Sosiologi Sastra) Widyasari, Lia; Waluyo, Sukarjo; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.837 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur komik, cerita fiksi, dan kritik sosial dalam komik webtoon Curse Of Tomorrow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode struktural dan metode sosiologi sastra, dengan langkah kerja berupa pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis struktur komik terhadap komik webtoon Curse Of Tomorrow, terdapat struktur pembangun komik yang terdiri dari balon kata, panel, dan gambar. Ada pula hasil analisis terhadap struktur fiksi yang mengungkapkan tokoh utama dan tokoh tambahan yang berperan dalam berlangsungnya cerita, alur yang digunakan pada komik ini adalah alur campuran, karena terdapat beberapa flashback yang mendukung isi cerita, dan latar terdiri atas latar tempat, latar waktu, serta latar sosial. Kemudian hasil analisis kritik sosial dalam komik webtoon Curse Of Tomorrow terdapat dua macam kritik sosial yakni, kritik terhadap perilaku buruk oknum aparat negara yang meliputi kritik terhadap keterlibatan oknum aparat negara dalam kasus suap, kritik terhadap perilaku senioritas di lingkungan aparat negara, kritik terhadap pungutan liar yang dilakukan oknum aparat pada rakyat kecil, dan kritik terhadap oknum aparat negara yang tidak mengayomi masyarakat serta kritik terhadap tindak kriminalitas yang terjadi di masyarakat yang meliputi kritik terhadap pembunuhan, kritik terhadap penculikan, dan kritik terhadap perampokan. Kata Kunci: komik, webtoon, kritik sosial, sosiologi sastra
Bentuk Penulisan Real Person Fiction "Close Friend" dan "The Unfinished" di Twitter: Analisis Cybersastra Syafiqa, Luthfia Rahmati; Noor, Redyanto; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.426 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15430

Abstract

Real person fiction adalah himpunan bagian dari fiksi penggemar, karya yang ditulis oleh penggemar ini menggunakan visualisasi dari orang-orang yang ada di dikehidupan nyata seperti aktor, komedian, musisi, atlet, atau tokoh sejarah sebagai tokoh dalam ceritanya. Penulisan real person fiction tentang idola K-Pop dalam beberapa dekade terakhir ini sangatlah meningkat. Terlebih, dengan maraknya penggunaan media sosial memudahkan siapapun dalam membuat dan menyebarkan karyanya. Twitter menjadi salah satu media sosial yang digunakan dalam media penyampaian real person fiction. Bentuk penulisannya yang berbeda dengan karya fiksi lainnya membuat real person fiction yang terdapat di twitter terlihat unik sehingga penelitian ini akan membahas tentang bagaimana bentuk penulisan real person fiction Close Friend dan The Unfinished yang terdapat di Twitter.        Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cybersastra dan struktur fiksi ini nantinya akan memaparkan bentuk penulisan dari real person fiction yang berjudul Close Friend dan The Unifinished yang terdapat di Twitter. Studi dokumentasi dalam penelitian ini pun turut dilakukan karena real person fiction ini disampaikan dalam bentuk foto-foto tangkapan layar. Hasilnya menunjukkan bahwa penulisan real person fiction di Twitter ini cukup berbeda dengan karya fiksi lainnya. Visualisasi tokohnya yang menggunakan idola K-Pop serta penulisannya yang dilampirkan dalam bentuk foto-foto percakapan maupun unggahan berbagai macam media sosial ini menarik cukup banyak atensi. Melalui penelitian mengenai bentuk penulisan real person fiction ini dapat terlihat bahwa penulisan karya sastra juga dapat mengikuti perkembangan zaman.
Konflik Batin Tokoh Lengkara Dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia: Kajian Psikologi Sastra Setiyoningsih, Ika Bekti; Widyatwati, Ken; Martini, Laura Andri Retno
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.159 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konflik batin tokoh Lengkara dalam novel 00.00 karya Ameylia Falensia dengan menggunakan kajian psikologi sastra. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi. Hasil dari penelitian ini yaitu mengungkap analisis struktural dan konflik batin tokoh Lengkara dalan novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Analisis struktural merupakan pondasi utama yang digunakan dalam mengkaji karya sastra yang terdiri dari tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, serta latar. Sedangkan hasil analisis konflik batin diketahui bahwa konflik batin yang dialami tokoh Lengkara terjadi karena ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego yang disebabkan oleh faktor internal seperti perasaan takut, cemas, dan membenci diri sendiri, sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh perlakuan kasar dan tidak adil dari orang tua, dan fitnah dari orang lain terhadap tokoh Lengkara. Wujud konflik batin tokoh Lengkara terdiri dari pertentangan antara pilihan yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Bentuk penyelesaian konflik batin tokoh Lengkara dalam novel 00.00 meliputi sublimasi, represi, dan displacement.
Konformitas Tokoh Remaja Dalam Novel Di Bawah Umur Karya Erisca Febriani Dan Sukhdev Singh (Kajian Sosiologi Sastra) Haryanti, Novia; Waluyo, Sukarjo; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.361 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15655

Abstract

AbstractThis study aims to identify and describe the forms of conformity and the factors that cuase conformity by adolescent characters in novel Di Bawah Umur by Erisca Febriani and Sukhdev Singh. The research method used is descriptive analysis and content analysis with a structural approach to fiction stories and sociology of literature. The analysis showed that the adolescent characters in the novel Di Bawah Umur did various conformities, ranging from positive conformity to negative conformity. Most of the conformity that occurs is included in the category of negative conformity such as clubbing, consuming liquor, free sex, inappropriate behavior at school, watching porn videos, skipping school, sneaking into other people's homes, and becoming a fanatic K-Pop fan. While positive conformity is only such as not dating and participating in sex education. The negative conformity found in the novel Di Bawah Umur is mostly done by the characters Aryo, Kevin, Bayu, Indra, Bima, and Nino. The analysis of these forms of conformity shows that there are triggering factors such as peer groups and the high cohesiveness of teenagers, norms or perceptions accepted in society, family environmental conditions and the social control they get.Keywords: conformity, adolescent, teenlit novels, sociology of literature, social problemsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk konformitas dan faktor-faktor penyebab konformitas yang dilakukan tokoh remaja dalam novel Di Bawah Umur karya Erisca Febriani dan Sukhdev Singh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dan analisis isi dengan pendekatan struktural cerita fiksi dan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh remaja dalam novel Di Bawah Umur melakukan beragam konformitas, mulai dari konformitas positif hingga konformitas negatif. Sebagian besar konformitas yang terjadi termasuk dalam kategori konformitas negatif seperti clubbing, mengonsumsi minuman keras, seks bebas, berperilaku tidak senonoh di sekolah, menonton video porno, membolos sekolah, menyelinap masuk ke rumah orang lain, dan menjadi penggemar fanatik K-Pop. Sementara konformitas positif hanya berupa konformitas seperti tidak berpacaran, dan mengikuti edukasi tentang seks. Konformitas negatif yang ditemukan dalam novel Di Bawah Umur, sebagian besar dilakukan oleh tokoh Aryo, Kevin, Bayu, Indra, Bima, dan Nino. Analisis terhadap bentuk-bentuk konformitas tersebut menunjukkan adanya faktor-faktor pemicu seperti kelompok teman sebaya dan tingginya kekompakan kaum remaja, norma ataupun persepsi yang diterima dalam masyarakat, kondisi lingkungan keluarga serta kontrol sosial yang mereka dapatkan.Kata Kunci: konformitas, remaja, novel teenlit, sosiologi sastra, problem sosial
Gaya Bahasa Lirik Lagu "untuk hati yang terluka", "ragu Semesta", dan "Sikap Dunawi" pada Album LEXICON Isyana Sarasvati (Sebuah Kajian Stilistika) Puspita, Yonanda Dera; Muzakka, Moh; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.07 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15834

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gaya bahasa dalam lirik lagu “untuk hati yang terluka”, “ragu Semesta”, dan “Sikap Duniawi” yang dianalisis dari segi gaya bahasa dalam bunyi, gaya bahasa dalam kata, gaya kalimat, dan gaya wacana menggunakan kajian stilistika. Penelitian ini menggunakan teori struktur puisi, teori stilistika, dan teori gaya bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan metode yang digunakan adalah metode stilistika yang menitikberatkan pada pengkajian mengenai gaya bahasa objek material penelitian yang mencakup: (1) teknik pengumpulan data; (2) teknik analisis data; (3) tahap penyajian hasil analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah, gaya bahasa dalam bunyi pada lirik lagu “untuk hati yang terluka” dan “ragu Semesta” menunjukkan bunyi kakafoni yang mengisyaratkan makna yang memiliki nuansa sedih, sedangkan pada lirik lagu “Sikap Duniawi” menujukkan bunyi efoni yang mengisyaratkan makna dan nuansa bahagia. Gaya bahasa dalam kata pada ketiga objek material penelitian ini menggunakan bahasa keseharian namun dari segi tata bahasa dikemas secara implisit untuk memberikan nilai puitis. Gaya kalimat pada lirik lagu “untuk hati yang terluka” meliputi gaya bahasa aferesis sebanyak sebelas (11) data, repetisi, alegori, metafora, hiperbola masing-masing sebanyak dua (2) data, dan personifikasi sejumlah satu (1) data. Pada lirik lagu “ragu Semesta” meliputi gaya bahasa aferesis sebanyak dua belas (12) data, simile, personifikasi, dan repetisi masing-masing sebanyak sati (1) data, dan metafora sebanyak tiga (3) data. Dan gaya bahasa pada lirik lagu “Sikap Duniawi” meliputi gaya bahasa aferesis sebanyak dua (2) data, retoris dan ironi masing-masing sebanyak satu (1) data, metafora sebanyak enam (6) data, dan repetisi sebanyak tiga (3) data. Gaya wacana pada ketiga objek material penelitian merupakan wacana yang saling terhubung dan padu.Kata kunci: “untuk hati yang terluka”, “ragu Semesta”, “Sikap Duniawi”, Album LEXICON, Stilistika.
Struktur Kalimat Dasar Bahasa Indonesia dalam Materi Aplikasi Duolingo (Kajian Sintaksis) Nuradita, Rizki Dwi; Setyadi, Ary
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.945 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.16201

Abstract

Aplikasi Duolingo merupakan salah satu aplikasi pembelajaran bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Unit dan level terendah pada aplikasi ini banyak menampilkan materi soal terkait kalimat dasar bahasa Indonesia dan ini menarik untuk dikaji sebab bersentral pada fungsi predikat dan dapat diisi oleh lima kategori kata seperti verba, adjektiva, numeralia, nomina, (frasa) preposisi. Berkait dengan itu, maka kelima kategori kata yang mengisi fungsi predikat dalam struktur kalimat dasar perlu disajikan di aplikasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan macam struktur kalimat dasar bahasa Indonesia dalam materi aplikasi Duolingo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kajian yang digunakan adalah kajian sintaksis yang berfokus pada struktur kalimat dasar bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik simak libat cakap. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik lanjutan yang meliputi pembalikan, pelesapan, dan perluasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kalimat dasar bahasa Indonesia dalam aplikasi Duolingo meliputi: 1. kalimat dasar berpredikat verba, 2. kalimat dasar berpredikat adjektiva, 3. kalimat dasar berpredikat numeralia, 4. kalimat dasar berpredikat nomina, 5. kalimat dasar berpredikat (frasa) preposisi.Kata kunci: struktur kalimat dasar, bahasa indonesia, sintaksis, aplikasi duolingo
Nilai Moral dalam Novel Savanna dan Samudra Karya Ken Terate (Kajian Sosiologi Sastra) Kinanti, Dzulhi Rossa; Widyatwati, Ken
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.966 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15755

Abstract

Novel Savanna dan Samudra mengisahkan tentang seorang mahasiswi bernama Savanna yang hidupnya serba mudah. Namun, setelah papanya meninggal ia mendapat berbagai masalah mulai dari kehilangan pacar, putus kuliah, hingga berurusan dengan penagih hutang. Novel ini memperlihatkan sikap pantang menyerah ketika mendapat masalah bertubi-tubi yang dialami tokoh utama hingga mampu bangkit kembali untuk meraih impiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur novel dan terungkapnya nilai moral dalam novel Savanna dan Samudra. Metode yang digunakan adalah metode sosiologi sastra untuk mengungkap nilai moral yang terkandung dalam novel. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, teori struktural fiksi, teori sosiologi sastra, dan teori moral. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa berdasarkan analisis struktural terdapat tiga tokoh utama, yakni Savanna, Alun, dan Tika. Alur yang digunakan dalam novel adalah alur campuran dengan lima tahapan alur, yaitu tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian. Nilai moral yang dianalisis berdasarkan sosiologi sastra menunjukkan nilai moral berupa pantang menyerah, bertanggung jawab, kerja keras, sikap peduli terhadap sesama, kasih sayang, tolong-menolong, kesopanan, kekerasan dalam rumah tangga, merendahkan orang lain, memaksakan kehendak orang lain, dan bersyukur. Kata kunci: Savanna dan Samudra, struktural, fiksi, sosiologi sastra, nilai moral.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk dalam “#DebatKeren Papua – Budiman Sudjatmiko VS Dandhy Laksono” Prihartono, Rachmat; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.611 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.16367

Abstract

AbsractThis research is a qualitative research using the critical discourse analysis approach of the Teun A. van Dijk model. The purpose of this study is to explain the critical discourse analysis of Teun A. van Dijk's model in #DebatKeren Papua - Budiman Sudjatmiko vs. Dandhy Laksono covering the structure of the discourse that is built and the ideological discourse that is conveyed. The theory of critical discourse analysis is carried out using text analysis, social cognition, and context. The results showed that there was a macro structure (thematic) on the topic of the event, entitled Nationalism and Sepatism: Questions on Papua. The superstructure (schematic) contains an opening, a battle of ideas between Budiman Sudjatmiko and Dandhy Laksono as well as statements and questions from the audience. The micro structure of the #DebatKeren Papua involves elements of semantic, syntactic, stylistic and rhetorical discourse. In general, Budiman Sudjatmiko responded to the Papua issue with an attitude as an Indonesian nation. Meanwhile, Dandhy has a tendency to support the fate of Papua.Keywords: Critical Discourse Analysis, Teun A. van Dijk, Papua, Budiman Sudjatmiko, Dandhy Laksono AbstrakPenelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk dalam #DebatKeren Papua - Budiman Sudjatmiko vs Dandhy Laksono meliputi struktur wacana yang dibangun dan wacana ideologi yang disampaikan. Teori analisis wacana kritis ini dilakukan dengan menggunakan analisis teks, kognisi sosial, dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan adanya struktur makro (tematik) topik acara yang bertajuk Nasionalism and Sepatism: Questions on Papua. Superstruktur (skematik) terdapat pembuka, pertarungan gagasan antara Budiman Sudjatmiko dan Dandhy Laksono serta pernyataan dan pertanyaan dari audiens. Struktur mikro pada #DebatKeren Papua ini melibatkan elemen wacana semantik, sintaksis, stilistika dan retoris. Secara umum, Budiman Sudjatmiko menanggapi masalah Papua dengan sikap sebagai bangsa Indonesia. Sedangkan Dandhy memiliki kecenderungan mendukung nasib Papua. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk, Papua, Budiman Sudjatmiko, Dandhy Laksono

Page 1 of 1 | Total Record : 10