cover
Contact Name
Muslim
Contact Email
paradoks.jie@umi.ac.id
Phone
+6282196242883
Journal Mail Official
paradoks.jie@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo No.km.5, Panaikang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, South Sulawesi 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 26226383     DOI : https://doi.org/10.57178/paradoks
Core Subject : Social,
Jurnal ini memuat tulisan ilmiah dalam bentuk hasil penelitian, kajian teori dan aplikasi teori, gagasan konseptual, resensi buku baru dan bibliografi. Tulisan-tulisan yang dimuat telah melalui proses penyuntingan seperlunya oleh penerbit dengan tanpa mengubah substansi sesuai naskah aslinya. Tulisan dalam setiap penerbitan merupakan tanggungjawab pribadi penulisnya, dan bukan mencerminkan pendapat penerbit. Naskah yang dikirim pada redaksi harus merupakan naskah asli dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh penerbit yang lain.
Articles 637 Documents
Penguatan Financial Resilience dan Good Corporate Governance dalam Mengurangi Risiko Financial Distress Imam Tri Mahendra; Zulfikar Zulfikar
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, debt to asset ratio, struktur kepemilikan, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024 dalam perspektif penguatan financial resilience dan good corporate government. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria perusahaan yang terdaftar secara konsisten dan memiliki data lengkap selama periode penelitian. Financial distress diukur menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program statistik. Pengujian meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji F, koefisien determinasi (R²), dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, debt to asset ratio, struktur kepemilikan, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Likuiditas, aktivitas operasi, dan ukuran perusahaan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan keuangan perusahaan, sedangkan debt to asset ratio yang tinggi meningkatkan risiko financial distress. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan keuangan dan tata kelola perusahaan dalam menjaga stabilitas finansial perusahaan manufaktur.
ANALYSIS OF COMPENSATION AND WORKLOAD FOR EMPLOYEE JOB SATISFACTION AT PT AKL Redy Adhi Saputra
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2456

Abstract

This study aims to determine and analyze the effect of compensation and workload on employee job satisfaction at PT Aneka Kimia Lestari. The study uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study were all 85 employees of PT Aneka Kimia Lestari, with a sampling technique using saturated sampling so that the entire population was used as a research sample. Data were obtained through distributing questionnaires using Google Form with a four-point Likert scale. Data analysis techniques used include validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and coefficients of determination using the IBM SPSS Statistics application. The results showed that compensation had a positive and significant effect on employee job satisfaction with a significance value of 0.000 <0.05 and a t-value of 11.426. Meanwhile, workload had a negative but insignificant effect on job satisfaction with a significance value of 0.544 >0.05 and a t-value of -0.612. Simultaneously, compensation and workload have a significant effect on employee job satisfaction with a calculated F value of 134.893 and a significance of 0.000 < 0.05. The Adjusted R Square value of 0.867 indicates that compensation and workload are able to explain employee job satisfaction by 86.7%, while the rest is influenced by other variables outside the study. The implications of this study indicate that companies need to maintain a fair compensation system that is in accordance with employee contributions and pay attention to the distribution of workloads so that it remains proportional in order to increase employee job satisfaction and support the achievement of company goals.
Peran Perceived Workplace Support dalam Pengaruh Work Motivation dan Self-efficacy terhadap Kinerja (Studi pada Pekerja Mahasiswa Paruh Waktu di Kota Semarang) Nadhifa Khairunnisa Qatrunnada; Sih Darmi Astuti; Hertiana Ikasari; Masitha Fahmi Wardhani
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work motivation dan self-efficacy terhadap kinerja mahasiswa pekerja paruh waktu di Kota Semarang dengan perceived workplace support sebagai variabel mediasi. Fenomena meningkatnya mahasiswa yang bekerja paruh waktu menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas mahasiswa yang tidak hanya fokus akademik, tetapi juga dalam dunia kerja. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan dalam mempertahankan kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuesioner kepada mahasiswa aktif yang bekerja paruh waktu di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work motivation berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived workplace support dan kinerja. Self-efficacy juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived workplace support dan kinerja. Selain itu, perceived workplace support berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa perceived workplace support mampu memediasi pengaruh work motivation dan self-efficacy terhadap kinerja mahasiswa pekerja paruh waktu. Temuan penelitian ini memperkuat teori Input-Environment-Outcome (IEO) yang menjelaskan bahwa faktor internal individu dan dukungan lingkungan kerja secara simultan berperan dalam membentuk outcome berupa kinerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi maupun institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung mahasiswa pekerja paruh waktu.
Implementasi Budaya K3 dan Program Inovasi pada Perusahaan Jasa Penunjang Industri Pupuk di Gresik Adinda Nur Kholidah; Maulidyah Amalina Rizqi
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2459

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan program inovasi pada perusahaan jasa penunjang industri pupuk di Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap informan yang terlibat dalam pengelolaan K3, sistem ISO, sumber daya manusia, program inovasi, dan kegiatan operasional perusahaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya K3 diterapkan melalui penggunaan alat pelindung diri, Safety Management Walkthrough, rapat P2K3, audit internal ISO 45001 dan ISO 14001, serta Emergency Response Competition. Program inovasi dijalankan melalui forum gagasan, brainstorming, Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional, konvensi inovasi, serta kompetisi inovasi. Meskipun demikian, implementasi kedua program masih menghadapi kendala berupa kedisiplinan pekerja yang belum merata, pemahaman SOP yang berbeda antarunit, tindak lanjut evaluasi yang belum konsisten, dan partisipasi inovasi yang belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya K3 dan program inovasi perlu dikelola secara terpadu karena keduanya berkontribusi terhadap perilaku kerja aman, perbaikan proses kerja, efektivitas operasional, dan keberlanjutan organisasi.
Green Human Resource Management dan Organizational Citizenship Behavior for Environment: Menelusuri Peran Ganda (Double-Edged) Work Stress Silva Dorista; Roby Sambung; Injilly Karmetha; Rina Aprilianti; Yeri Santika
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2468

Abstract

Green Human Resource Management (GHRM) telah berkembang menjadi paradigma strategis untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam praktik manajemen sumber daya manusia. Meskipun GHRM secara konsisten dikaitkan dengan penguatan Organizational Citizenship Behavior for the Environment (OCBE), peran ambivalen work stress dalam relasi tersebut belum terpetakan secara memadai. Dengan menyintesis 78 artikel terindeks Scopus, Web of Science, dan Emerald Insight (2015-2024) menggunakan protokol PRISMA 2020, studi ini memadukan sintesis tematik dengan pemetaan sains bibliometrik. Bukti yang terkumpul menegaskan hubungan positif GHRM OCBE yang kuat melalui jalur motivasi intrinsik, identitas hijau, dan pertukaran sosial. Namun secara paralel, GHRM juga membangkitkan work stress yang benar-benar bermata dua: eustress hijau mengakselerasi perilaku ekologis sukarela, sedangkan distress kronis yang termanifestasi sebagai emotional exhaustion, eco-fatigue, dan green burnout melemahkan OCBE secara signifikan. Arah pengaruh tersebut bersifat kontingen pada kualitas kepemimpinan, iklim organisasi hijau, serta sumber daya psikologis karyawan. Secara teoretis, artikel ini mengembangkan kerangka integratif yang memadukan Conservation of Resources (COR) dan Social Exchange Theory (SET), sekaligus menyoroti keterbatasan metodologis yang persisten dominasi desain lintas-seksi, common method bias, serta minimnya bukti longitudinal dan eksperimental yang membingkai agenda riset ke depan.
Green Human Resource Management and Employee Green Behavior: The Moderating Role of Narcissism – A Systematic Literature Review Maya Nur Andini; Roby Sambung; Desi Kartianawanti; Rara Andini; Ririn Cahyana; Rosi Kurnia Sari
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2472

Abstract

Perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan meningkatnya perhatian terhadap organizational sustainability mendorong organisasi untuk menerapkan praktik manajemen yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui Green Human Resource Management (GHRM), yaitu praktik pengelolaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan aspek lingkungan dalam aktivitas organisasi. Penelitian mengenai hubungan antara GHRM dan employee green behavior terus berkembang, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi, khususnya terkait faktor individual karyawan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai hubungan antara GHRM dan employee green behavior dengan fokus pada narcissism sebagai variabel moderator. Sumber data diperoleh dari Scopus, ScienceDirect, Emerald Insight, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2014–2026, serta melibatkan 50 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya masih didominasi oleh faktor organisasi seperti green training, green reward, dan green organizational culture, sedangkan penelitian mengenai personality traits, khususnya narcissism, masih sangat terbatas dalam konteks GHRM. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui integrasi perspektif Green Human Resource Management dan psikologi kepribadian serta memberikan kontribusi praktis bagi organisasi dalam memahami pengaruh karakteristik individu terhadap implementasi organizational sustainability.
Green Human Resource Management dan Green Innovative Work Behavior: A Systematic Literature Review di Sektor Jasa Nadia Sintya Bella; Roby Sambung; Nike Ardilla; Mesi Wulandari; Nilam Sari; I Wayan Desta
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2473

Abstract

Meningkatnya tekanan global terhadap keberlanjutan lingkungan mendorong organisasi untuk mengintegrasikan praktik manajemen sumber daya manusia yang ramah lingkungan atau Green Human Resource Management (GHRM). Meskipun penelitian mengenai GHRM berkembang pesat sejak tahun 2008, kajian yang secara khusus membahas dampaknya terhadap Green Innovative Work Behavior (GIWB) karyawan di sektor jasa masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis literatur terkini mengenai hubungan antara GHRM dan GIWB di sektor jasa, mengidentifikasi gap penelitian, serta menyusun agenda riset di masa mendatang. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA melalui penelusuran artikel pada database Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2019–2026. Artikel-artikel yang memenuhi kriteria penelitian kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi temuan, kecenderungan, serta kesenjangan penelitian yang masih memerlukan kajian lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa GHRM secara konsisten memberikan pengaruh positif terhadap GIWB karyawan, dengan AMO Theory (Ability-Motivation-Opportunity) dan Social Exchange Theory sebagai landasan teoritis yang paling dominan digunakan. Selain itu, ditemukan gap penelitian yang masih besar pada konteks sektor jasa di negara berkembang, khususnya Indonesia dan Asia Tenggara, serta terbatasnya penelitian yang menggunakan pendekatan longitudinal dan multi-level. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi melalui pengembangan kerangka integratif hubungan GHRM dan GIWB di sektor jasa, sedangkan secara praktis memberikan panduan bagi praktisi manajemen sumber daya manusia dalam merancang dan mengimplementasikan strategi GHRM yang efektif untuk mendukung keberlanjutan organisasi.