cover
Contact Name
Muslim
Contact Email
paradoks.jie@umi.ac.id
Phone
+6282196242883
Journal Mail Official
paradoks.jie@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo No.km.5, Panaikang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, South Sulawesi 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 26226383     DOI : https://doi.org/10.57178/paradoks
Core Subject : Social,
Jurnal ini memuat tulisan ilmiah dalam bentuk hasil penelitian, kajian teori dan aplikasi teori, gagasan konseptual, resensi buku baru dan bibliografi. Tulisan-tulisan yang dimuat telah melalui proses penyuntingan seperlunya oleh penerbit dengan tanpa mengubah substansi sesuai naskah aslinya. Tulisan dalam setiap penerbitan merupakan tanggungjawab pribadi penulisnya, dan bukan mencerminkan pendapat penerbit. Naskah yang dikirim pada redaksi harus merupakan naskah asli dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh penerbit yang lain.
Articles 618 Documents
Determinan Kualitas Laba : Peran Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi Berliana, Sabrina; Zulfikar, Zulfikar
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2400

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap kualitas laba dengan komite audit, jumlah dewan komisaris, dan ukuran dewan direksi sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Dalam peran moderasi, komite audit dan ukuran dewan direksi mampu memoderasi pengaruh leverage, sedangkan jumlah komisaris mampu memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap kualitas laba. Namun, komite audit dan ukuran dewan direksi tidak memoderasi pengaruh profitabilitas, serta jumlah komisaris tidak memoderasi pengaruh leverage. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme corporate governance memiliki peran selektif dalam memperkuat kualitas laba perusahaan.
Pengaruh Internal Marketing, Employee Engagement Dan Leadershiip Style Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Karyawan Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Perusahaan PT. Semen Padang) Tata, Tata; Lukman, Syukri; Syafrizal, Syafrizal
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh internal marketing, employee engagement, dan gaya kepemimpinan (leadership style) terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan karyawan sebagai variabel mediasi. Pemasaran internal (Internal marketing) yang efektif, keterlibatan karyawan (employee engagement) yang tinggi,   gaya kepemimpinan (Leadership Style) yang sesuai diyakini mampu meningkatkan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga berdampak positif pada kinerja karyawan. Selain itu, kepuasan karyawan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara internal marketing, employee engagement, dan leadership style terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Sampel terdiri dari 265 karyawan PT Semen Padang eselon IV dan V yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal marketing memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, employee engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan,  leadership style berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan,  internal marketing memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan, employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepusan karyawan, leadership style berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan. kepuasan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kepuasan karyawan berpengaruh positif dan sigifikan dalam memediasi pengaruh internal marketing dengan kinerja karyawan, kepuasan karyawan berpengaruh positif tapi tidak signifikan dalam memediasi pengaruh employee engagement dengan kinerja karyawan  dan kepuasan karyawan berpengaruh positif tapi tidak signifikan dalam memediasi leadershi style dengan kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi strategi internal marketing yang epektif, peningkatan employee engagement dan kesesuaian leadership style yang efektif  untuk meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan. Implikasi praktis dari penelitian ini memberi rekomendasi bagi manajemen perusahaan untuk fokus pada pengembangan internal marketing dan leadership style yang mampu meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan sebagai upaya peningkatan kinerja organisasi.
Analisis IKM Untuk Mengukur Kepuasan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kendal Shalinda, Fara Della; Raharjo, Teguh Hardi
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2402

Abstract

Pelayanan umum yang bermutu menjadi aspek penting dalam menilai kepuasan masyarakat pada instansi pemerintah. Pengukuran kepuasan masyarakat perlu dilakukan guna menetapkan bilamana layanan yang dibagikan selaras dengan keperluan serta harapan pengguna layanan. Tujuan penelitian guna menganalisis kesesuaian model pengukuran indeks kepuasan masyarakat (IKM) berlandaskan Permenpan RB No. 14 Tahun 2017 di Dinas Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kabupaten Kendal. Riset ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbasis CB-SEM terhadap 177 responden yang dipilih memakai teknik Convenience Sampling. Hasil menunjukan bilamana model pengukuran IKM memiliki tingkat kecocokan yang baik ditunjukan oleh nilai RMSEA, SRMR, CFI TLI dan Chi-square/df yang memenuhi kriteria Goodness of fit. Selain itu, Sembilan indikator terbukti valid dan reliabel sebagai konstruk pengukuran dalam model indeks kepuasan masyarakat.
Pengaruh Indikator Green Growth Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan FDI Sebagai Variabel Moderasi Pada Negara ASEAN-5 Faisal Ardyansyah; Adzim, Fauzul
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2404

Abstract

Negara ASEAN-5 menghadapi tantangan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akibat tekanan lingkungan yang timbul dari aktivitas industrialisasi serta pemanfaatan sumber daya alam secara intensif. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan menunjukkan pentingnya penerapan konsep green growth yang terintegrasi. Studi ini ditujukan untuk menguji pengaruh indikator green growth yang terdiri dari energy intensity, renewable energy, natural resources rent, adjusted net savings dan CO₂ emissions terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menguji peran Foreign Direct Investment (FDI) sebagai variabel moderasi pada negara ASEAN-5. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) menggunakan data periode 2000–2021. Temuan studi ini menunjukan jika secara bersama-sama seluruh variabel memiliki dampak yang berarti terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara individual, energy intensity, natural resources rent, dan adjusted net savings berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan renewable energy, CO₂ emissions, dan FDI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dalam peran moderasi, FDI terbukti memperlemah pengaruh positif energy intensity terhadap pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat dampak negatif CO₂ emissions. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN-5 masih cenderung bergantung pada penggunaan energi yang tinggi, sementara peran FDI dalam mendukung transisi menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan masih bersifat terbatas dan kondisional.
Pengaruh Investasi Swasta dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Selatan Asih, Lili Setia; Mustafa, Sri Wahyuny; Muh. Ikbal
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi swasta dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2010–2024. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam mengukur kinerja pembangunan daerah, dan salah satu faktor penentunya adalah kontribusi sektor swasta serta keterlibatan tenaga kerja produktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sekunder dari berbagai sumber resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, investasi swasta dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai R² sebesar 0,874 yang mengindikasikan bahwa 87,4% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Secara parsial, investasi swasta menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (p = 0,006), begitu pula tenaga kerja (p = 0,007). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua variabel memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan yang mendorong peningkatan investasi swasta yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan sektor produktif.
STRATEGI BRANDING DALAM PEMASARAN PRODUK EKONOMI KREATIF TENUN OLEH PELAKU UMKM DI KOTA KUPANG Nurdin, Hairil; Himpi, Plafianto Jonokarjo
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, seperti tenun tradisional, menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, meskipun memiliki keunikan budaya yang kuat, banyak pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam menerapkan strategi branding yang efektif, terutama dalam mengintegrasikan nilai budaya dengan pendekatan pemasaran digital modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi branding dalam pemasaran produk tenun oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Kupang serta mengkaji implikasinya terhadap daya saing dan kinerja penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap lima pelaku usaha tenun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam aktivitas branding. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antar variabel utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik branding pada usaha mikro, kecil, dan menengah masih belum merata dan cenderung belum terstruktur secara optimal. Pelaku usaha yang secara konsisten mengembangkan identitas merek, seperti logo, kemasan, dan nama merek, cenderung memiliki tingkat pengenalan konsumen yang lebih tinggi serta peningkatan kinerja penjualan. Cultural branding menjadi kekuatan utama, ditunjukkan dengan penggunaan nilai budaya lokal, motif tradisional, dan narasi historis dalam produk. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena lemahnya pengelolaan storytelling dan keterbatasan dalam mengemas nilai budaya menjadi konten pemasaran yang menarik. Selain itu, kemampuan digital menjadi faktor kunci dalam memperluas jangkauan pasar, tetapi adopsinya masih terbatas dan belum terintegrasi. Interaksi antara brand identity, cultural branding, dan digital capability membentuk mekanisme yang menentukan keunggulan kompetitif, di mana pelaku usaha yang mampu mengintegrasikan ketiga aspek tersebut menunjukkan posisi pasar yang lebih kuat dan pertumbuhan penjualan yang lebih signifikan. Strategi branding yang efektif dalam sektor ekonomi kreatif memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi antara identitas merek, nilai budaya, dan kemampuan pemasaran digital. Penguatan ketiga aspek ini secara simultan dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mendorong peningkatan penjualan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas, adaptasi strategis, serta inovasi berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam menghadapi persaingan di era digital.
Analisis Pemasaran Hijau dan Citra Merek Hijau terhadap Niat Membeli Hijau pada Produk The Body Shop yang Dimediasi oleh Kepercayaan Hijau Pratama, Aprilia Ayu; Susanto, Perengki
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran hijau dan citra merek hijau terhadap niat beli produk ramah lingkungan dengan kepercayaan hijau sebagai variabel mediasi pada konsumen The Body Shop di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 170 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli hijau dan kepercayaan hijau. Citra merek hijau hanya berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan hijau, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap niat membeli hijau. Kepercayaan hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli hijau serta mampu memediasi pengaruh pemasaran hijau dan citra merek hijau terhadap niat membeli hijau.
Analisis Kualitas Pelayanan Publik pada PT. PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur Unit Layanan Pelanggan Lembata Wuwur, Yohanes Gregorius Rubo; Fernandez, Cosmas; Paridy, Anggraeny
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan publik PT. PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap 30 informan yang terdiri atas manajer, pegawai, dan pelanggan PT. PLN ULP Lembata. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik PT. PLN ULP Lembata belum sepenuhnya optimal. Dimensi reliability dan assurance menunjukkan capaian yang relatif baik karena pegawai bekerja berdasarkan standar operasional, memiliki kedisiplinan, kecermatan, serta memberikan kepastian biaya dan prosedur pelayanan. Dimensi responsiveness tergolong cukup baik, tetapi masih terkendala jarak geografis, keterbatasan akses internet, dan keterlambatan penanganan gangguan jaringan di wilayah terpencil. Dimensi tangible masih membutuhkan perbaikan, terutama pada kenyamanan ruang tunggu dan fasilitas pendukung pelanggan. Dimensi empathy menunjukkan keramahan dan kesopanan pegawai, tetapi masih perlu penguatan prinsip nondiskriminasi dalam pelayanan. Faktor pendukung utama adalah kompetensi sumber daya manusia, pelatihan pegawai, dan ketersediaan sarana kerja, sedangkan faktor penghambat mencakup infrastruktur jalan, akses internet, serta koordinasi dengan mitra kerja. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas layanan, pemerataan akses digital, penguatan komunikasi pelanggan, dan evaluasi berkala terhadap penerapan standar pelayanan.