Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
PPM ini merupakan wadah publikasi ilmiah di bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun kelompok masyarakat lainnya. Jurnal ini menerima artikel hasil pengabdian maupun pemberdayaan masyarakat pada semua bidang baik pendidikan, seni, sosial budaya, ekonomi, hukum, pertanian, perikanan, dan lain-lain baik yang berbentuk penyuluhan, pendampingan, bimbingan teknis, dan jenis kegiatan lain yang relevan. Jurnal ini merupakan Open Access Journal dengan e-ISSN 2614-7939 dan p-ISSN 2614-7947, terbit perdana mulai Februari 2018. Dalam 1 (satu) tahun terbit 2 kali yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Mulai 2019 artikel terbit 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles
26 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus"
:
26 Documents
clear
APLIKASI SISTEM BAGANG APUNG SEDERHANA DENGAN TEKNOLOGI KRAMBA JARING APUNG UNTUK BUDIDAYA NELAYAN KECIL DI DESA KETAPANG RAYA LOMBOK TIMUR
Abdul Syukur;
Lalu Zulkifli;
Didik Santoso
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.241 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.842
Masalah utama nelayan kecil di lokasi pengabdian adalah hasil tangkapan ikan yang terus menurun. Implikasinya, mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar dari hasil melaut. Oleh karena itu dibutuhkan program pemberdayaan yang dapat menjadi solusi matapencaharian yang berkelanjutan. Program pemberdayaan yang relevan untuk nelayan kecil di lokasi pengabdianÃÂ adalah budidaya laut. Sistem budidaya yang dikembangkan adalah sistem integrasi bagang apung sederhana dengan teknologi keramba jaring apung (KJA). Tujuan dari programÃÂ ini adalah kelompok nelayan kecil dapat melakukan budidaya sebagai suplemen matapencaharian berkelanjutan melalui penerapan teknologi KJA yang terintegrasi dengan bagang apung sederhana. Target khusus dari program ini adalah transfer teknologi budidaya pada nelayan kecil untuk keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui pelatihan model pembelajaran orang dewasa (andragogi) dan pembuatan contoh model penerapan integrasi bagang apung sederhana dengan teknologi KJA. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat, bahwa sistem produksi dengan teknologi bagang apung dalam satu unit produksi cukup efektif dan efisien untuk keberlanjutan budidaya ramah lingkungan nelayan kecil pada lokasi pengabdian. Selain itu, nelayan kecil memiliki optimisme terhadap matapencaharian tambahan dari usaha budidaya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, pengembangan teknologi budidaya dapat dipertimbangakan dalam kebijakan pemberdayaan masyarakat pesisir.
PENYULUHAN TENTANG DAMPAK LOGAM BERAT PADA MANUSIA DI SMAN 1 WOHA BIMA TAHUN 2017
Khairuddin Khairuddin;
Muhammad Yamin;
Abdul Syukur;
Mahrus Mahrus
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.032 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.843
Logam berat berada di alam dan dapat masuk dalam tubuh manusia baik melalui kulit, pernapasan maupun makanan. Berbagai bahan-bahan seperti makanan, minuman, air, udara dan tanah dapat terkontaminasi oleh logam berat seperti Timbal (Pb), Cadmium (Cd), dan Air raksa (Hg). Kontaminasi logam berat sudah terjadi di berbagai tempat kehidupan manusia. Pencemaran logam berat terhadap lingkungan merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia. Kegiatan penyuluhan ini diberikan kepada siswa SMAN 1 Woha Bima. Tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang dampak logam berat bagi manusia, memberikan pengetahuan yang harus dimiliki siswa dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terhindar dari kontaminan logam berat, dan memberikan contoh-contoh upaya yang harus dilakukan agar dapat menghindari paparan terhadap logam berat sehingga siswa terhindar dari dampak negatif logam berat dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan penyuluhan tentang dampak logam berat pada manusia di SMAN 1 Woha Bima tahun 2017 adalah: Siswa dapat memahami tentang dampak logam berat bagi manusia seperti dapat menimbulkan penyakit dan kerusakan pada orgran tubuh, dan contoh-contoh sumber bahan yang mengandung logam berat baik dari makanan maupun dari obat-obatan pertanian. Upaya yang harus dimiliki oleh siswa SMAN 1 Woha Bima dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terhindar dari kontaminan logam berat adalah menghindari makanan dan sayuran yang terkontaminasi logam berat seperti kerang dari teluk Bima, dan menghindari tempat yng telah terkontaminasi logam berat. Untuk menghindari paparan logam berat dalam kehidupan sehari-hari adalah menghindari kontak langsung dengan insektisida, fungisida dan herbisida dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan masker.
PELATIHAN PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI ââ¬ÅKRIPIK BALADOââ¬Â DI DESA TEKE KECAMATAN PALIBELO KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT (NTB)
Ratnah Ratnah;
Mariamah Mariamah;
Suratman Suratman
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.462 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.844
kegiatan PKM bertujuan untuk menciptakan peluang menjadi enterpreneur yang berbasis pengolahan hasil perkebunan bagi perempuan pengangguran melalui pelatihan pengolahan ubi kayu menjadi ââ¬ÅKripik Baladoââ¬Â yang bernilai ekonomis tinggi dan dapat dijual dipasaran. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan atau keterampilan kaum perempuan desa Teke kecamatan Palibelo kabupaten Bima dalam mengembangkan hasil perkebunan ubi kayu menjadi usaha yang dapat bersaing di pasaran. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sedangkan prosedur kegiatannya adalah, sosialisasi dan persiapan kegiatan, pelatihan intensif pengolahan hasil ubi kayu, monitoring dan evaluasi (respon kegiatan dan uji kelayakan produk), pemasaran Produk. Hasil dari kegiatan ini adalah produk olahan ââ¬ÅKripik Bladoââ¬Â desa Teke. Hasil kegiatan PKM secara garis besar mencakup beberapa komponen sebagai berikut: 1) Keberhasilan memenuhi target jumlah peserta pelatihan, 2) Ketercapaian tujuan pelatihan, 3) Ketercapaian target materi yang telah direncanakan, 4) Kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Ketercapaian tujuan pelatihan secara umum sangat lancar dan baik, semua materi dapat disampaikan secara detail. Hasil pelatihan para peserta yaitu kualitas kripik àbalado yang telah dihasilkan sudah memenuhi rasa yang gurih, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ini sudah tercapai dengan baik.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI PLASMA UNTUK MEREHABILITASI HABITAT BURUNG SECARA PARTISIPATIF DI GILI MENO LOMBOK
Gito Hadiprayitno;
Muhammad Liwa Ilhamdi;
Wahyudi Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.66 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.845
Hasil-hasil penelitian burung yang ada di Gili Meno khususnya yang ditemukan di Danau Meno mengindikasikan telah terjadi penurunan jumlah jenis dan kelimpahan individu tiap jenisnya. Salah satu penyebabnya ialah terjadinya kerusakan habitat burung. Karena itu diperlukan kegiatan pengabdian yang terkait dengan rehabilitasi habitat burung dengan melibatkan masyarakat. Salah satu teknologi yang digunakan dalam melakukan kegiatan rehabilitasi habitat dalam kegiatan pengabdian ini ialah penggunaan teknologi plasma. Penggunaan teknologi tersebut dalam kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk (1) mengimplementasikan penggunaan teknologi plasma dalam melakukan rehabilitasi habitat, (2) meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam melakukan rehabilitasi habitat, dan (3) menekan tingkat kerusakan habitat dan mengembalikan fungsi ekologi dan fungsi ekonomi Danau Meno untuk mengembangkan kegiatan wisata alam (ekoturisme). Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyampaian teori dan praktek, sedangkan pengumpulan informasi dan rencana pengelolaan habitat yang ada di Danau Meno akan dilakukan melalui FGD. Secara khusus hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan suatu metode pembenihan mangrove yang tidak biasa digunakan oleh masyarakat yang ada di Gili Meno yaitu dengan menggunakan teknologi plasma. Penggunaan teknologi plasma ini dapat mempercepat pertumbuhan benih mangrove Avicenia marina dengan efisiensi waktu pembenihan berkurang 2 bulan jika dibandingkan dengan menggunakan pola pembenihan secara konvensional. Tingkat keberhasilan pembenihan yang relatif lebih baik ini menginspirasi masyarakat yang ada di Gili Meno untuk melakukan kegiatan pengelolaan dalam jangka panjang. Hasil FGD merekomendasikan perlunya pendampingan lembaga lokal dan pengembangan sarana dan prasarana pengembangan ekowisata yang dapat dikelola oleh masyarakat sekitar.
APLIKASI CHEMDRAW DAN AVOGADRO UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN MINAT DALAM BIDANG KIMIA
Emmy Yuanita;
Sudirman Sudirman;
Maria Ulfa;
Ni Komang Tri Dharmayani;
Iwan Sumarlan;
I Made Sudarma
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.229 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.846
In the industrial era 4.0, it is expected that the technology-based education system can be realized specifically in chemistry. One alternative in improving understanding and interest in chemistry is by ChemDraw and Avogadro applications. This research was conducted by providing training to teachers and students of ChemDraw and Avogadro applications which before and after the field data was collected by questionnaire. Significant data shown by chemistry teachers in Lombok island are few who know ChemDraw and hardly know about Avogadro. The hardest part of learning chemistry is to imagine the structure and bond in the molecule. From this exercise programmed participants are able to draw molecules both 2D and 3D. In the end the participants can draw simple to supramolecular structures with ChemDraw and Avogadro applications. Hopefully this activity can function to increase students' interest in learning chemistry.
SIMULASI KEGIATAN LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME PENDIDIK
Hikmawati Hikmawati;
A. Wahab Jufri;
Sutrio Sutrio
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.174 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.847
Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan profesionalisme pendidik di sekolah menengah melalui simulasi kegiatan lesson study. Simulasi kegiatan ini telah dilakukan di SMAN 1 Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pada hari sabtu tanggal 29 September 2018. Peserta simulasi berjumlah 27 orang guru yang berasal dari berbagai mata pelajaran di SMAN 1 Kediri. Metode kegiatan diawali dengan ceramah oleh Narasumber dengan materi yaitu lesson study suatu model pengembangan profesionalisme pendidik dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Langkah berikutnya adalah simulasi kegiatan lesson study yang terdiri atas 3 tahapan yaitu Plan, Do, dan See. Guru bersama dengan narasumber melakukan perencanaan (tahap Plan) tentang pembelajaran yang akan dilakukan yaitu dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran termasuk media yang akan digunakan. Setelah itu guru (disebut sebagai guru model) melaksanakan apa yang sudah direncanakan pada tahap Plan, sementara guru lainnya bertindak sebagai pengamat (observer). Tahap pelaksanaan (open class) ini disebut sebagai tahap Do. Tahap terakhir adalah tahap See yaitu guru model bersama dengan observer melakukan refleksi terhadap kegiatan open class. Simulasi kegiatan lesson study ini menambah pengetahuan guru tentang lesson study dan memberikan pengalaman bagaimana pelaksanaan lesson study di sekolah sehingga mampu mengembangkan profesionalisme pendidik di SMAN 1 Kediri.
PENYULUHAN STANDARDISASI SISTEM FONOLOGI BAHASA SUMBAWA
Khairul Paridi;
I Nyoman Sudika;
Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.024 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.851
Tulisan ini bermaksud menjelaskan standardisasi aspek fonologi dalam bahasa Sumbawa yang mencakup, yaitu (1) sistem pengembangan ejaan dan (2) standardisasi aspek fonologi bahasa Sumbawa. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, secara metodologis akan dilakukan beberapa tahapan, yaitu (1) observasi dan penelaahan studi dialektologis, studi sosiolinguistis, dan studi fonologis bahasa Sumbawa, (2) klasifikasi materi dan penyusunan pokok materi penyuluhan, (3) koordinasi dan penyiapan perangkat penyuluhan, (4) penyuluhan, (5) penyusunan artikel; serta (6) penyusunan laporan. Sesuai materi penyuluhan, ejaan dikembangkan berdasarkan beberapa prinsip, di antaranya kesederhanaan yang berpijak pada satu dalil tertentu, misalnya satu bunyi (fonem) dilambangkan dengan satu huruf. Prinsip kedua fleksibel, artinya meskipun penyusunan ejaan menganut suatu prinsip dasar tertentu tetapi dalam konteks tertentu bersifat fleksibel, misalnya pada bunyi-bunyi tertentu tidak menganut satu bunyi satu huruf, bunyi /e/ dan /Ãâ¢/ (dua bunyi) dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan [e] (satu huruf).
PEMASYARAKATAN STANDARD PENDIDIKAN GURU DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Sukri Sukri;
Rusdiawan Rusdiawan;
Nawawi Nawawi;
Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.809 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.852
Tulisan ini bermaksud menjelaskan proses transmisi beberapa perubahan regulasi yang menyangkut standard pendidikan guru agar mereka selalu mengupdate kompetensi dan melakukan perubahan sesuai dengan konteks pendidikan yang ada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disasar pada 40 orang guru yang belum tersertifikasi. Sesuai tahapannya, kegiatan persiapan dilakukan dengan koordinasi dan unjuk kerja, serta metode presentasi dan diskusi digunakan pada tahap pelaksanaan. Secara subtantif Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 berimplikasi pada dua hal, yaitu penyelenggaraan Program Pendidikan Sarjana Pendidikan dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebab, dalam regulasi itu mengatur tentang standard penyelenggaraan kedua program tersebut. Proses Program PPG dalam Jabatan menjadi bahan diskusi intensif antara narasumber dan peserta terutama mengenai proses, kriteria peserta, dan kelulusan peserta PPG, termasuk keberadaan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK).
DISEMINASI PEMBUATAN PAKAN BERBASIS KULIT BUAH KAKAO FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KARKAS DAN DAGING SAPI BALI JANTAN
Bulkaini Bulkaini;
Tarmizi Tarmizi;
Mastur Mastur
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.557 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.853
Pemeliharaan ternak sapi di Kota Mataram menghadapi beberapa permasalahan, antara lain: masih bersifat peternakan rakyat, belum berorientasi bisnis, dukungan terhadap penerapan iptek di bidang pakan masih rendah, dan terbatasnya permodalan. Dalam rangka membantu memecahkan berbagai masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan ââ¬ÅDiseminasi Teknologi Pembuatan Pakan Sapi Bali Berbasis Kulit Buah Kakao (KBK) àfermentasi di Kelompok Ternak Sapi ââ¬ÅBahtera Damaiââ¬Â Dusun Sembalun Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Tujuan programàDiseminasi àadalah untuk melatih anggota peternak dalam membuat pakan berbasis KBK fermentasi dengan menggunakan inokulum air kelapa (Inukulum non komersial), mengolah limbah kandang dengan metode biokonversi menjadi kompos dan mengoptimalkan pemanfaatan biogas sebagai salah satu sumber energi untuk penerangan serta keperluan memasak. Metode yang diterapkan adalah àmetode pendekatan PRA (Participatory Research Appraisal), metode action research dan metode demonstrasi/uji coba yang dilaksanakan secara persuasive yaitu melakukan praktikàpembuatan pakan sapi Bali berbasis KBK fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pakan sapi Bali dalam bentuk KBK fermentasi dapat memberikan pertambahan bobot badan harian (PBBH) sebesar 0,568ñ0,246kg/ekor/hari lebih tingi dibandingkan dengan PBBH sapi Bali dengan pakan konvensional dicampur jerami jagung sebesar 0,376ñ0,251 kg/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harianàyang tinggi akan diikuti dengan bertambahnya bobot potong dan pada akhirnya persentase kakrkas dan produksi daging akan meningkat.
PERANAN PENDIDIKAN GENDER DAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PERNIKAHAN USIA DINI (PENDIDIKAN DAN PENYULUHAN PADA SISWA MTS DI KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA)
Syafruddin Syafruddin;
Hamidsyukrie ZM;
Hairil Wadi;
Rispawati Rispawati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.935 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.854
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberi judul ââ¬ÅPeranan pendidikan Gender dan Kesehatan Reproduksi untuk Mencegah Terjadinya Pernikahan Usia Dini (Pendidikan dan Penyuluhan pada siswa MTs di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi yang memprihatinkan tentang kecenderungan tingginya angka pernikahan usia dini dan masih rendahnya pemahaman tentang gender dan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilakukanàmelalui jalur pendidikan formal berupa pembelajaran model pendidikan gender dan dampak sosio-biologis dariàterjadinya pernikahan usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan, simulasi dan metode penyelesaian masalah. Penyuluhan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep àpendidikan gender dan kesehatan reproduksi. Sementara metode penyelesaian masalah dilakukan agar siswa peka terhadap masalah gender dan kesehatan reproduksi sehingga siswa sadar dan berusaha mencegahàterjadinya pernikahan usia dini.