cover
Contact Name
Yanita Mutiaraning Viastika
Contact Email
yanitamutiaraningviastika@unwiku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mp@unwiku.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Wijaya Kusuma. Jalan Raya Beji Karangsalam Purwokerto. 53152
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Peternakan
ISSN : 14113538     EISSN : 29855527     DOI : https://doi.org/10.56681
Aims Media Peternakan (MP) accommodates articles / scientific works which has not been published yet. Fields of journal cover aspects of animal sciences: animal feed and nutrition, feed science and technology, feed additive technology, ; animal reproduction and physiology, genetics, animal production; animal behaviour, welfare, livestock farming system; socio-economic and policy; and animal products science and technology Scope Media Peternakan (MP) encompasses a broad range of research topics in animal sciences: Breeding and Genetics, Reproduction and Physiology, Animal Nutrition, Feed Sciences, Agrostology, Animal Products, Food Processing and Technology, Biotechnology, Behaviour, Animal Welfare, Health, Livestock Farming System, Livestock and Climate Change, Socio-economic, and Policy.
Articles 33 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK WORTEL (Daucus Carrota L) DALAM AIR MINUM TERHADAP POTONGAN KOMERSIAL KARKAS AYAM BROILER Tri Sukmaningsih; Supranoto -; Fani Dwi Evadewi
Media Peternakan Vol 23, No 2 (2021): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.802 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak wortel dalam air minum terhadap potongan komersial karkas ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 100 ekor ayam broiler berumur 15 hari unsexed. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Ayam dibagi secara acak menjadi 20 kelompok masing-masing 5 ekor untuk setiap kandang. Setiap 5 kandang yang masing-masing sebagai ulangan digunakan untuk satu macam perlakuan. Empat macam perlakuan yaitu P0 (Perlakuan kontrol tanpa penambahan ekstrak wortel), P1 (Pemberian ekstrak wortel 3 ml/1l air minum), P2 (Pemberian ekstrak wortel 6 ml/1l air minum), dan P3 (Pemberian ekstrak wortel 9 ml/1l air minum). Pakan yang diberikankan adalah pakan komersial dan diberikan secara adlibitum. Setelah ayam berumur 35 hari dilakukan pemotongan 1 ekor per kandang. Parameter yang dikumpulkan meliputi potongan komersial karkas yaitu dada (breast), punggung (brisket), sepasang paha atas (thigh muscle), sepasang paha bawah (drumstic), dan sepasang sayap (wing). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan ekstrak wortel menurunkan (P
TIPE KELAHIRAN TERHADAP PENAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN CEMPE DAN PRODUKSI SUSU LAKTASI I INDUK KAMBING PERANAKAN ETAWA DI BBPTU-HPT BATURRADEN Setiono -; Doso Sarwanto; Susilo Rahardjo
Media Peternakan Vol 22, No 2 (2020): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.024 KB)

Abstract

Abstrak      Penelitian dengan judul pengaruh tipe kelahiran terhadap penambahan bobot badan harian cempe dan produksi susu laktasi I induk kambing Peranakan Etawa di BBPTU-HPT Baturraden dilakukan pada tanggal 1 September 2019 sampai 17 Januari 2020. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk kambing Peranakan Etawa laktasi pertama dengan kelahiran tunggal dan kembar dua masing-masing sebanyak lima belas ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menelusuri catatan penambahan bobot badan harian dan produksi susu pada laktasi pertama. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bobot badan harian memiliki rata-rata 104,89 g/ekor/hari untuk induk yang melahirkan tunggal dan 110,07 g/ekor/hari untuk induk yang melahirkan kembar dua. Produksi susu laktasi pertama sebesar 0,761 liter/ekor/hari untuk induk yang melahirkan tunggal dan 0,929 liter/ekor/hari untuk induk yang melahirkan kembar dua. Hasil analisis data disimpulkan bahwa penambahan bobot badan harian kambing PE induk yang melahirkan kembar berbeda sangat nyata dengan induk yang melahirkan tunggal. Produksi susu laktasi pertama kambing PE induk yang melahirkan kembar berbeda tidak nyata dengan induk yang melahirkan tunggal.Kata kunci:  Kambing Peranakan Etawa, jumlah anak sekelahiran, produksi susu, penambahan berat badan harian AbstractThe research entittled “The Effect of Litter Size on Daily Weight Gain and Milk Production of Peranakan Etawa (PE) Goat on Beginning Lactation Periods at BBPTU-HPT Baturraden”was held from September 1st, 2019 to January 17th, 2020 at BBPTU-HPT Baturraden. The material that was used in this research was 15 peranakan etawa goats, single and twins of the birth. The survey method was used to collect daily weight gain and milk production of beginning lactation periods record. The data of this research was analyzed with “t”-test. The result of this research showed daily weight gain average of one birth was 104, 89 g and twins were 110,07 g. milk production average of one birth was 0,761 literand twins were 0,929 liter.   The result of data analysis assumed daily weight gain of peranakan etawa (PE) goat on beginning lactation periods of twins were significant to one birth. Milk production of peranakan etawa (PE) goat on beginning lactation periods of twins were not significant to one birth.Keywords: Peranakan Etawa goats, litter size, milk production, daily weight gain 
EVALUASI MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP BUDI DAYA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Umbang Arif Rokhayati; Fani Dwi Evadewi
Media Peternakan Vol 24, No 2 (2022): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.145 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata cara pemeliharaan, khususnya tata cara pemberian pakan, mengevaluasi jenis bahan pakan dan mengevaluasi ketersedian pakan sapi potong di Kecamataan Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Penelitian dalam bentuk survey yang di laksanakan pada bulan Febuari - Maret 2022 dengan lokasi pengambilan data di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo.Hasil penelitian menunjukan bahwa Peternak sapi potong di Kecamatan Bongomeme menggunakan system pemeliharaan intesif dan semi intensif.Nilai koefisien determinasi yang diperoleh 0,437 yang menandakan bahwa 43% manajemen pemberian pakan di pengaruhi oleh tingkat pendidikan, tingkat umur, jumlah ternak, dan pengalaman beternak sedangkan nilai koefisien korelasi yang di peroleh 0,661menunjukan hubungan antara variable-variabel tersebut erat. Dapat disimpulkan bahwa Peternak sapi potong di Kecamatan Bongomeme menggunakan lahan yang tersedia untuk mendapatkan hijauan dan limbah perkebunan yang dapat diperoleh pada lahan penggembalaan, persawahan, dan perkebunan sebagai sumber pakan sapi potong.Tingkat pendidikan, tingkat umur, jumlah ternak dan pengalaman beternak secara bersama-sama mempengaruhi manajemen pemberian pakan.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN PEPAYA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KADAR KOLESTEROL DARAH ITIK MANILA Rodesta Dwi Anggoro; Sari Eko Tuswati; Sulistyaningtyas -
Media Peternakan Vol 24, No 1 (2022): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.781 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Tepung Daun Pepaya Terhadap Pertambahan Bobot Badan Dan Kadar Kolesterol Darah Itik Manila” bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun pepaya terhadap pertambahan bobot badan dan kadar kolesterol darah itik Manila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri atas empat perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (penambahan dua persen tepung daun pepaya), P2 (penambahan empat persen tepung daun pepaya), dan P3 (penambahan enam persen tepung daun pepaya). Parameter yang diukur adalah pertambahan bobot badan dan kadar kolesterol darah. Pertambahan bobot badan itik Manila tertinggi diperoleh dari itik yang diberi ransum dengan penambahan tepung daun pepaya empat persen (P2). Semakin banyak penambahan tepung daun pepaya dalam ransum menghasilkan kadar kolesterol darah yang semakin rendah. Kata Kunci : itik Manila, daun pepaya, pertambahan bobot badan dan kadar kolesterol darah ABSTRACT The study entitled "The Effect of Papaya Leaf Flour on Body Weight Gain and Blood Cholesterol Levels in Manila Ducks" aims to determine the effect of giving papaya leaf flour on body weight gain and blood cholesterol levels in Manila ducks. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) in an unidirectional pattern consisting of four treatments, which are P0 (control), P1 (addition of two percent papaya leaf flour), P2 (addition of four percent papaya leaf flour), and P3 (addition of six percent papaya leaf powder). Parameters measured were body weight gain, and blood cholesterol levels. The highest increase in body weight of Manila ducks was obtained from ducks that are fed with the addition of four percent papaya leaf flour (P2). The more addition of papaya leaf flour in the ration resulted in lower blood cholesterol levels. Keywords: Manila duck, papaya leaves, body weight gain and blood cholesterol levels
RENDEMEN DAN TINGKAT KESUKAAN KEJU SEGAR DENGAN PENAMBAHAN JUS TERONG BELANDA SEBAGAI PENGASAM Yani Karlina; Soegeng Herijanto; Sulistyaningtyas -
Media Peternakan Vol 23, No 1 (2021): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.386 KB)

Abstract

Keju merupakan bahan makanan hewani yang dikenal luas dan digemari di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jus terong Belanda pada berbagai konsentrasi terhadap rendemen dan tingkat kesukaan keju segar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan konsentrasi jus terong Belanda yaitu P1 = 6%, P2 = 12%, dan P3 = 18 persen. Parameter yang diamati adalah rendemen dan tingkat kesukaan warna, aroma dan rasa keju segar. Hasil Analisa menunjukkan bahwa penambahan jus terong Belanda dengan konsentrasi 6%, 12% dan 18% berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap tingkat kesukaan warna, aroma dan rasa keju segar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi jus terong Belanda menghasilkan warna, aroma dan rasa keju segar yang disukai, namun disarankan menggunakan konsentrasi jus terong Belanda 6 persen untuk mendapatkan rendemen yang terbaik. Kata kunci : terong Belanda, rendemen, tingkat kesukaan, keju segar
Daging Sapi Gelonggongan dan Kesehatan Masyarakat Sari Eko Tuswati
Media Peternakan Vol 19, No 2 (2017): MEDIA PETERNAKAN
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.821 KB)

Abstract

Daging gelonggongan adalah daging yang diperoleh dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diberi minum air secara berlebihan. Tujuan dari pemberian minum berlebih itu adalah untuk mendapatkan timbangan lebih berat. Daging gelonggongan ini tidak hanya merugikan konsumen secara materi, karena juga bisa memicu keracunan, bahkan kematian. Ini terjadi karena daging gelonggongan ini bisa mengandung bakteri buruk yang mengancam kesehatan konsumen. Sampai saat ini masih saja ada konsumen yang membeli daging sapi gelonggongan ini. Kemungkinan konsumen menyukai daging sapi gelonggongan, karena harganya relatif lebih murah, mungkin juga karena konsumen tidak tahu kalau daging yang dijual tersebut adalah daging gelonggongan. Agar peredaran daging sapi gelonggongan tidak semakin meluas, ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, konsumen harus mengetahui ciri-ciri daging gelonggongan dan jangan mau membeli daging sapi gelonggongan tersebut. Kedua, aparat harus menindak tegas para pelaku usaha daging gelonggongan, baik yang memproduksi maupun pedagang daging sapi gelonggongan. Gelonggongan beef is beef obtained from cow before slaughter first given to excess drinking water. The purpose of granting excessive drinking is to get heavier weights. Gelonggongan beef is not only materially harm consumers, but also it can lead to poisoning and even death. This occurs because the gelonggongan beef may contain bad bacteria that threaten consumer health. Until now, there are consumers who still buy gelonggongan beef. Maybe consumers like gelonggongan beef, because the price is relatively cheap, perhaps because consumers do not know if the beef sold is gelonggongan beef. For the circulation of beef gelonggongan not more widespread, there are two things that need to be done. First, consumers must know the characteristics of gelonggongan beef and do not want to buy these gelonggongan beef. Second, the authorities must take firm action against the perpetrators gelonggongan beef business, which manufactures and traders both beef gelonggongan.
PEMASARAN TERPADU TELUR AYAM RAS DI PT HARIM FARMSCO Sri Yenny Pateda; Fauzan Zakari
Media Peternakan Vol 24, No 2 (2022): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.553 KB)

Abstract

The research objective was to determine the integrated marketing (marketing mix) of broiler eggs at PT. Harim Farmsco Pulubala. The research was located at PT Harim Faramsco in Pulubala District, Gorontalo Regency. The location was determined using a purposive sampling technique, which is based on the consideration that PT Harim Farmsco is the largest company and the largest supplier of purebred chicken eggs in the Gorontalo Regency area. The research method used is the case study method, data collection techniques through observation, interviews guided by a questionnaire. Data sources include primary and secondary data. Determination of the sample using total sampling at PT Harim Farmsco. The data analysis used is descriptive analysis, namely describing or describing the results of data processing into information that can be accounted for. The results showed that the average egg production produced was 1200 tubs or 36 000 eggs/ day, the prevailing price ranges from IDR 30 000 – IDR 65 000 / tub which is based on the size and quality of the eggs. The marketing reach covers provincial areas and areas outside the province such as the Kotamubagu area - North Sulawesi, the distribution channels used are direct and indirect distribution channels. Egg marketing with direct distribution channels is only limited to the area closest to the company's location with the quality of the eggs being marketed are cracked eggs which cost IDR 300 000 / tub. Promotions implemented at PT Harim Faramsco Pulubala are business to business and personal selling strategies.
SKEMA OPTIMALISASI RESPON TRANSFER EMBRIO SAPI : ANALISIS DESKRIPTIF MANAJEMEN KELOMPOK TERNAK DONOR DAN RESIPIEN Citopartusi Margaluna Purnama Tjahyani; Soegeng Herijanto; Yanita Mutiaraning Viastika
Media Peternakan Vol 23, No 2 (2021): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.08 KB)

Abstract

Optimalisasi keberhasilan program Transfer Embrio (TE) dapat diupayakan dengan manajemen ternak donor dan resipien melalui rangkaian kegiatan primer; sehingga responsif terhadap perlakuan superovulasi dan dapat digunakan untuk TE. Menurut Tuti (1997) PGF2a dapat meningkatkan kualitas korpus luteum (CL) pada hewan yang mempunyai intensitas estrus rendah (83%), di bawah kondisi alamiah; Kualitas CL meningkat pada 14 dari 18 sapi (77%) yang memiliki kualitas CL kurang baik dibawah kondisi normalnya. Dengan demikian, deteksi kualitas CL tujuh hari setelah estrus disamping pengamatan intensitas estrus adalah penting untuk mempersiapkan resipien TE. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bahwa respon sinkronisasi estrus dapat distimulasi dengan injeksi PGF2a satu kali, atau dua kali dengan interval 11 - 12 hari; Respon superovulasi adalah optimum jika dimulai pada hari ke-9 dengan injeksi tunggal PMSG, atau injeksi berulang maupun tunggal FSH selama empat hari berturut-turut hingga hari ke-12 dari siklus estrus sapi karena berlangsung di dalam stadium bifase. Pada stadium bifase biasanya tumbuh folikel-folikel dominan yang tidak pernah berovulasi sehingga akan berdegenerasi dan menjadi folikel-folikel atresi. Selanjutnya, inseminasi buatan (IB) dilakukan pada hari ke-14 dari siklus estrus, tanpa pengamatan estrus (jika injeksi PGF2a dua kali masing-masing satu dosis) dan dengan pengamatan estrus (jika injeksi PGF2a satu kali dengan satu dosis). Kata kunci : superovulasi dan TE, optimalisasi manajemen, sapi, donor, resipien Abstract Optimizing the success of the Embryo Transfer (ET) program can be pursued by managing donor and recipient livestock through a series of primary activities; so it will be responsive to superovulation treatment and can be used for ET. According to Tuti (1997) PGF2a could improve the quality of the corpus luteum (CL) in animals that have low estrus intensity (83%), under natural conditions; CL quality improved in 14 of the 18 cows (77%) that had poor CL quality under normal conditions. Thus, detection of CL quality seven days after estrus in addition to observing the intensity of estrus was important for preparing ET recipients. Based on the results of the descriptive analysis, it is known that the estrus synchronization response can be stimulated by injection of PGF2a once, or twice with an interval of 11 - 12 days; The superovulatory response was optimum when started on day 9 with a single injection of PMSG, or repeated nor single injection of FSH during four consecutive days until day 12 of the bovine estrus cycle because it took place in the biphase stage. In the biphase stage, dominant follicles that never ovulate will usually degenerate and become atretic follicles. Furthermore, artificial insemination (AI) was performed on day 14 of the estrus cycle, without observation of estrus (if PGF2a injection was twice with one dose of each) and with observation of estrus (if PGF2a injection was once with one dose). Keywords : superovulation & ET, optimization of management, cattle,donor, recipient
PENINGKATAN FUNGSIONAL YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BERAS HITAM Fani Dwi Evadewi; Sulistyaningtyas -; Tri Sukmaningsih
Media Peternakan Vol 22, No 2 (2020): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.914 KB)

Abstract

AbstackYoghurt susu kambing merupakan pangan fungsional sebagai sumber antioksidan dan dengan penambahan ekstrak beras hitam dapat meningkatkan fungsionalitas yoghurt susu kambing. Beras hitam memiliki kandungan antosianin yang termasuk dalam golongan flavonoid, satu golongan polifenol yang berperan dalam pangan karena efek biologisnya. Antioksidan merupakan substansi yang diperlukan untuk menetralisir radikal bebas yang menjadi penyebab penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengevaluasi yoghurt susu kambing dengan penambahan ekstrak beras hitam dilihat dari sifat fungsional yang meliputi aktivitas antioksidan.  Perlakuan terdiri atas P0 (susu kambing+ 10% starter komersial), P1 (susu kambing + 10% starter komersial + 5% ekstrak beras hitam), P2 (susu kambing + 10% starter komersial + 10% ekstrak beras hitam), P3 (susu kambing + 10% starter komersial + 15% ekstrak beras hitam) dan P4 (susu kambing + 10% starter komersial + 20% ekstrak beras hitam) dengan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Uji Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak beras hitam memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap yoghurt susu kambing variasi penambahan ekstrak beras hitam sebanyak 5% yang menunjukkan nilai IC50 tertinggi.Kata kunci : yoghurt susu kambing, ekstrak beras hitam, karaktersitik fungsional.AbstractGoat milk yogurt is a functional food as a source of antioxidants and the addition of black rice extract can increase the functionality of goat milk yogurt. Black rice contains anthocyanins which are included in the flavonoid class, a group of polyphenols that play a role in food due to their biological effects. Antioxidants are substances that are needed to neutralize free radicals that cause degenerative diseases. The purpose of this study was to evaluate goat milk yogurt with the addition of black rice extract in terms of its functional properties which include antioxidant activity. The treatments consisted of P0 (goat's milk + 10% commercial starter), P1 (goat's milk + 10% commercial starter + 5% black rice extract), P2 (goat's milk + 10% commercial starter + 10% black rice extract), P3 (milk goat + 10% commercial starter + 15% black rice extract) and P4 (goat's milk + 10% commercial starter + 20% black rice extract) with 5 repetitions. Data were analyzed using analysis of variance and followed by Polynomial Orthogonal Test. The results showed that the addition of black rice extract had a very significant effect (P <0.01) on goat's milk yogurt with a variation of the addition of 5% black rice extract which showed the highest IC50 value.Keywords: goat's milk yoghurt, black rice extract, characteristic functional.
Analisis Kualitas Air Minum Sapi Perah Rakyat Di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Doso Sarwanto; Eko Hendarto
Media Peternakan Vol 19, No 2 (2017): MEDIA PETERNAKAN
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.627 KB)

Abstract

Produksi susu sapi perah dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas air yang dikonsumsinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air minum sapi perah rakyat di Kabupaten Banyumas yang sumber airnya berasal dari mata air (MA) dan sungai (AS). Penelitian menggunakan metode survey yang penentuan lokasinya dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan sampel dan analisis air dilakukan sesuai Standar Nasional Indonesia (2004) dan (2005) serta Hill Laboratories (2009). Parameter air minum yang dianalisis meliputi pH, TDS (Total Dissolved Solids), Nitrat, dan Nitrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air minum sapi perah rakyat di Kabupaten Banyumas yang berasal dari mata air (MA) mempunyai kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan air sungai (AS) namun masih di bawah baku mutu yang ditetapkan.

Page 3 of 4 | Total Record : 33