cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 122 Documents
Silent Treatment as an Interpretation of Ila' in the Problems of the Digital Era Perspective of Tafsir al-Misbah Muhammad Waliyuddin Yusuf; Muflikhatul Khoiroh; Suqiyah Musaf’ah; Nichatus Sholikah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of silent treatment in the digital era—manifested through ghosting, seen-zoning, and blocking—reflects a communication crisis that affects psychological well-being and the stability of family relationships. This practice bears an essential resemblance to the classical Islamic concept of Il?’. This study aims to analyze the connection between Il?’ and silent treatment through the perspective of M. Quraish Shihab’s Tafsir al-Mishbah. The research employs a normative-prescriptive legal method with a qualitative, literature-based approach, examining Qur’anic verses on Il?’, classical fiqh literature, modern psychological studies, and contemporary family law regulations. The findings show that the Qur’an limits Il?’ to four months to prevent emotional neglect, whereas digital silent treatment is unrestricted and tends to become a form of psychological abuse. Tafsir al-Mishbah emphasizes ethical communication and mu‘?syarah bi al-ma‘r?f as corrective principles for modern relational neglect. The study concludes that the corrective values of Il?’ are relevant for formulating communication guidelines in digital-era family life. 
Zakat and Its Many Meanings in the Qur’an Zulni Hidayah Putri Lubis; Nafisah Rahmah Nasution; Agustiar
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i2.198

Abstract

The Qur'an, as the main source of Islamic teachings, was revealed in Arabic, a language rich in linguistic diversity and semantic depth, so that every word used has multiple meanings and is contextual. One of the keywords that has a central position in the Qur'an is the word zakat. Until now, studies on zakat have mostly focused on fiqhiyah aspects and legal practices, while linguistic studies and textual interpretations of the word zakat in the Qur'an are still relatively limited. In fact, the use of the word zakat in various verses shows a diversity of meanings that are not singular, as well as a development of meaning in line with the context of revelation. This study aims to analyze the use of the word zakat in the Qur'an by tracing its linguistic form, the context of the verses, and its diversity of meanings. This study is a library based qualitative research. Primary data consists of verses from the Qur'an containing the word zakat and its derivatives, while secondary data comes from classical and contemporary tafsir books, as well as relevant scientific literature. Data analysis was conducted using the Qur'anic semantic approach developed by Toshihiko Izutsu to reveal the basic and relational meanings of the word zakat, as well as the maudhu'i (thematic) interpretation method to systematically examine the verses on zakat based on the Makkiyah and Madaniyah contexts. The results of the study show that the word zakat in the Qur'an has a dynamic and multidimensional meaning. In the Makkiyah verses, zakat emphasizes the purification of the soul and the formation of individual moral values. Meanwhile, in the Madaniyah verses, zakat develops into an institutional and normative socio-economic obligation. This finding confirms that zakat is a Qur'anic concept that encompasses spiritual, social, and moral dimensions in an integrated manner. This study is expected to enrich the semantic study of the Qur'an and provide a more comprehensive understanding of the concept of zakat from the perspective of the Qur'an.
The Meaning of Prayer in the Qur'an as a Response to Contemporary Moral and Spiritual Crises Elva Nurhidayah; Fitri Ariska; Agustiar
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i2.199

Abstract

The moral and spiritual crisis has become an increasingly prominent phenomenon in contemporary society, marked by a weakening orientation towards divine values, rising materialism, and the degradation of individual and social ethics. This study aims to thematically analyze verses from the Qur'an about prayer and relate them to the reality of the contemporary moral and spiritual crisis in order to demonstrate their theoretical and practical relevance. This study uses a qualitative-descriptive approach through a literature review with primary data in the form of Qur'anic verses related to prayer, specifically QS. Al-Baqarah [2]: 43, QS. Thaha [20]: 14, and QS. Al-'Ankabut [29]: 45, as well as secondary data from tafsir literature and scientific articles. Data analysis was carried out using a thematic (maudhu'i) tafsir approach. The results of the study show that prayer in the perspective of the Qur'an has integrated theological, spiritual, moral, and social dimensions and functions as a means of forming divine consciousness and human ethics. This study concludes that prayer is a relevant Qur'anic response to the moral and spiritual crisis in the modern era.
IMAN DAN AMAL PERSPEKTIF MURJI ’AH DAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH Ahmad Luthfi Zainuddin
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan iman dan amal yang memiliki banyak perbedaan sehingga menjadi perdebatan dikalangan maz\hab-maz\hab teologi seperti Murji’ah dan Ahlussunnah. Konsep iman menurut Murji’ah diantaranya iman merupakan entitas tunggal yang terdiri atas dua unsur yaitu tasdi>q bi al-qalb dan iqra >r bi al-lisa>n kemudian mengeluarkan amal darinya, sedangkan Ahlusunnah menyertakan amal kedalam konsep keimanannya. Keberadaan dua golongan ini dilatarbelakangi oleh konflik politik kekuasaan yang kemudian berhaluan masuk ke ranah maz\hab teologi, Murji’ah timbul dari konflik Khawarij dan Syi’ah sedangkan Ahlussunnah dari ketidakpuasan terhadap ajaran Mu’tazilah yang cenderung mendewakan akal dalam memutuskan persoalan-persoalan akidah dan mengesampingkan keberadaan nash-nash Alquran dan hadits. Tujuan penelitian ini adalah menelaah kembali asas-asas keimanan beserta korelasinya diantara dua aliran besar yaitu Murji’ah dan Ahlussunnah.Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Adapun sumber-sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder baik dari jurnal ilmiah maupun artikel yang terkait dengan pembahasan sejarah diatas. Data akan dianalisa dengan beberapa metode pengumpulan data baik metode maudhu>’i secara lafzi dan lughowi dalam mengumpulkan data-data yang sesuai, serta menggunakan metode deskriptif-analisis, dan historis, kemudian dikomparasikan dengan teksteks atau nash yang memungkinkan kesamaan penafsiran. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa iman menurut Murji’ah adalah suatu bentuk utuh yang tidak dapat dibagi, semua orang yang beriman tetap akan sempurna imannya sebagaimana imannya para sahabat dan nabi yang mana ia tidak akan pernah berkurang maupun bertambah karena perbuatan dosa atau amal kebaikan. Dan itulah doktrin Murji’ah yang mengeluarkan amal dari iman dan menangguhkan segala sesuatunya kepada Allah Swt. Ahlussunnah memandang iman dan amal sebagai asas penting yang mengikat satu sama lain, seorang mukmin yang berbuat dosa akan dikenai status fasiq dan imannya akan berkurang sebab perbuatan dosa tersebut
KONSEP JIHAD PERSPEKTIF SYEKH ‘ABDUL RAUF AS- SINGKILI (Kajian Analisis Tafsir Turjuman al-Mustafid) Abdul Kodri Komairi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Konsep Jihad Perspektif Syekh ‘Abdul RaufAs-Singkili (Kajian Analisis Tafsir Turjuma>n Al-Mustafi>d)”, tema inidiangkat karena keresahan penulis terhadap fenomena konsepsi jihad yangterjadi pada masa ini, khususnya di Indonesia. Pemilihan tokoh kepada AbdulRauf As-Singkili karena beliau adalah mufassir pertama di Indonesia,sehingga penulis ingin mengetahui tentang bagaimanakah konsep jihadmenurut ‘Abdul Rauf As-Singkili di dalam Tafsirnya Turjuma>n al-Mustafi>d?Penelitian ini membahas beberapa ayat-ayat jihad (13 ayat jihad) yangmemiliki peran vital terhadap kesalahfahaman makna bagi mereka pelakuteror dengan mengatsnamakan jihad. Pembatasan masalah terhadap 13 ayatjihad dikarenakan banyak sekali ayat-ayat jihad di dalam al-Qur’an.Setelah ditelusuri secara mendalam dan dianalisis secara detail, AsSingkili cenderung lebih memaknai jihad dari satu sudut pandang yaknidengan perang secara khusus (perang dengan senjata), kendati demikianterdapat juga pemaknaan jihad secara global. Dan hal yang demikian akanmembuahkan sebuah hasil yang akan mendorong pembaca tafsir Turjuma>n alMustafi>d untuk bersikap hati-hati dalam memaknai ataupun menafsirkan alQur’an agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang fatal.
Konsep Pendidikan Karakter Perspektif Tafsir al-Marâghî (Analisis Surat Luqmân [31]: 12-19) Abdul Fatah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i1.3

Abstract

Pelaksanaannya pendidikan karakter di Indonesia masih dibilang jauh dari harapanatau dapat dikatakan gagal. Hal itu disebabkan pendidikan karakter yang dilakukan di negaraini masih sebatas transfer ilmu saja. Oleh karena itu, pendidikan karakter sudah sangatmendesak untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan manusia yang berakhlakmulia dalam orientasi sains dan teknologi serta dijiwai oleh iman dan takwa kepada AllahSWT. Sebagai umat Islam, tentunya kita tidak menafikan adanya al-Qur`an sebagai sumberutama ajaran agama. Di dalam al-Qur`an ada kisah seorang tokoh bernama Luqmân Hakîmyang terkenal dengan sebutan ahli ẖikmah. diyakini Luqmân adalah seorang teladan yangsangat baik bagi anaknya. Sebab, dia mempunyai karakter baik yang siap diajarkan kepadaanaknya. Untuk menggali beberapa nasehat itu, maka penelitian akan dilakukan terhadapsalah satu tafsir karya salah satu ulama kontemporer, yaitu Tafsir al-Marâghî.
KONSEP SAB‘A SAMA Zidni Irfani
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini berjudul “Konsep Sab’a Sama>wa>t dalam Mafa>tih al-Ghaib dan Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI”. Penelitian ini difokuskan pada mengetahui makna sab’a sama>wa>t dalam Tafsir Mafa>tih al-Ghaib dan Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna sab’a sama>wa>t yang terdapat di beberapa ayat Al-Qur’an dalam perspektif Tafsir Mafa>tih al-Ghaib karya Imam Fakhruddi>n al-Ra>zi> dan Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI. Penelitian ini menunjukkan bahwa sab’a sama>wa>t menurut Fakhruddi>n al-Ra>zi> dan Tafsir Ilmi Kemenag RI merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT yang diciptakan secara berlapis-lapis (bertingkat-tingkat). Pengertiannya, yang satu lebih jauh dari lainnya, karena yang satu lebih atas dari yang lainnya. Tujuh langit tersebut tetap kokoh di alam raya ini, tanpa ada tiang-tiang yang menyangga dan tanpa ada tali yang mengikat.
PENAFSIRAN IBNU KATS|IR DAN AL-ZAMAKHSYARI< TENTANG KEWAFATAN DAN KEBANGKITAN NABI I Muhamamad Fadhil
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i1.7

Abstract

Kisah nabi I<sa As yang tergolong lengkap dalam al-Qur’an. Terlebih perihalkedatangannya ke dunia pada akhir zaman. Sebagian berpendapat bahwa kematian pada nabi I<sa As adalah kematian pada umumnya, sebagian lain berpendapat bahwa jasad dan ruhnya di angkat oleh Allah SWT. Begitu pula perihal kedatanngannya nanti menjelang akhir zaman, sebagian berpendapat akan muncul sebagai pertanda akan terjadinya kiamat, namun sebagian yang lainnya menyatakan bahwa bukan merupakan kepastian bahwa dia akan muncul kembali. Penilitian ini juga melihat berbagai pandangan terkait dua hal tersebut dengan argumennya masing-masing. Adapun yang menjadi sumber primer dalam penilitian ini adalah kitab Tafsir al-Qur’an al-Az}im dan al-Kassyaf Denganmetode analisis data deskriptif-analisis dengan pendekatan historis.Melalui metode tersebut untuk menjawab permasalahan terkait tentangkewafatan dan kedatangannya pada akhir zaman nanti, dan adapun hasil daripenilitian ini adalah diantaranya adalah Ibnu Kas\ir dan al-Zamakhsyari> memaknai kata tawaffa dengan konteks kewafatan dalam tidur. Dengan artian bahwa belum di wafatkan seperti halnya manusia pada umumnya, melainkan di tangguhkan hingga nanti pada akhir zaman di turunkan kembali, Kemudian nanti di wafatkan di bumi.
PEMIMPIN PEREMPUAN PERSPEKTIF BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR Ahmad Syawqibik
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i1.10

Abstract

Skripsi ini ditulis bertujuan untuk mengetahui tentang legalitas pemimpinperempuan dalam tafsir al-Azhar karya Hamka. Hal ini sangat penting karena banyak dari kaum perempuan yang meginginkan jabatan pemimpin yang diemban laki-laki. Penelitian ini berbeda dengan penilitian yang dilakukan oleh Rohmat Sraiffudin (Tahun 2017) yang mengerucutkan pembahasannya pada status keislaman seorang pemimpin itu sendiri. Penelitian ini sama dengan penelitian Fitriyani (Tahun 2014) dalam pengangkatan temanya, yaitu Kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menjadikan Tafsir Al-Azhar sebagai sumber data premier. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode dokumentasi. Untuk mencapai suatu kesimpulan yang konkrit maka penulis menggunakan metode deskriptif-analisis, yaitu dengan cara mengumpulkan data-data yang ada kaitannya dengan permasalahan dan memeriksa secara konseptual makna yang terkandung dalam istilah-istilah yang digunakan untuk mendapatkan kejelasan makna yang sebenarnya. Berdasarkan metode tersebut, penulis memperoleh suatu kesimpulan bahwa Hamka mengatakan seluruh manusia baik laki-laki ataupun perempuan diciptakan dari satu diri yang sama, sama-sama diturunkan ke bumi sebagaimana Adam dan Hawa, dan sama-sama mendapat tugas. Akan tetapi meskipun keduanya memikul tugas tidaklah sama masing-masing dari tugas mereka itu. Salah satunya adalah tugas memimpin yang merupakan tugas seorang laki-laki, bukanlah tugas seorang perempuan.
MODERASI DALAM AL-QUR’AN (Diskursus Kisah-Kisah 25 Rasul) Sofiuddin Sofiuddin
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2020): DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v1i2.13

Abstract

Jurnal ini berjudul "MODERASI DALAM AL-QUR’AN (Diskursus Kisah-Kisah 25 Rasul)". Penelitian ini dibatasi pada lingkup, tema dan objek. Pembatasan dari segi tema yaitu potret komprehensif tentang konsep moderat dalam al- Qur’an, sedangkan objek penelitiannya yaitu kisah-kisah 25 Rasul yang mencerminkan sikap moderat. Dalam upaya penelitan skripsi ini, penulis ingin memberikan paparan data tentang kisah- kisah 25 Rasul yang dalam hidupnya mereka semua telah mengajarkan kepada seluruh umat di dunia berprilaku baik, mempunyai sikap teladan dan berfikir secara matang sebelum melakukan sesuatu dengan mengusung semangat moderasi.Peran penting penelitian ini untuk memberikan kontribusi pengetahuan tentang sikap-sikap moderat yang berdasarkan keteladanan 25 Rasul, disamping untuk mengisi ruang kosong yang belum pernah diteliti oleh peneliti terdahulu (yakni para peneliti secara intens yang ingin mengembangkan wacana Islam moderat yang bisa ditransmisikan pada seluruh elemen masyarakat). Dengan demikian penulis memilih judul “MODERASI DALAM AL-QUR’AN (Diskursus Kisah-Kisah 25 Rasul)” yang menurut penulis kiranya penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan berfikir masyarakat secara luas.

Page 9 of 13 | Total Record : 122