cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Makna Nasut dan Lahut Tentang Hakikat Baitul Makmur Ramdani, Ikhwan; Badrudin, Badrudin; Rosa, Andi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nasut dan lahut dalam pemahaman hakikat Baitul Makmur yang memiliki dimensi penting dalam tradisi tasawuf Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap naskah-naskah klasik dan interpretasi para ulama sufi, studi ini mendalami makna esoteris dari dualitas nasut (dimensi kemanusiaan) dan lahut (dimensi ketuhanan) dalam konteks Baitul Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nasut dan lahut pada Baitul Makmur merepresentasikan perpaduan antara aspek zahir dan batin dalam spiritualitas Islam, di mana Baitul Makmur tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik di langit ketujuh, tetapi juga sebagai simbol pertemuan antara dimensi manusiawi dan ilahiah. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pemahaman akan dualitas nasut-lahut pada Baitul Makmur memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan diskursus tasawuf dan penghayatan spiritual umat Islam. Temuan ini memperkaya khazanah pemikiran Islam, khususnya dalam bidang tasawuf dan kajian esoteris.
Pengelolaan Zakat Berbasis Al-Qur’an Sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Suladi, Ahmad
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.124

Abstract

Artikel ini menganalisis pengelolaan Zakat berbasis Berbasis Al-Qur’an Untuk mengentaskan Kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kualitatif dengan library research sebagai cara dalam mengeksplor literatur-literatur yang terkait dengan tema kajian ini. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan teori double movement karena memotret dua kejadian zakat di zaman diturunkan al-Qur’an dan di Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan lembaga zakat yang dikelola langsung oleh Nabi Muhammad sebagai pemimpin Madinah yang menjadi pusat pemerintahan Islam saat itu, juga praktik-praktik pemerintahan khulafâ’ ar-Râsyidîn, serta praktik khusus dari Umar ibn Abdul Aziz sebagai prototipe Ideal pengelolaan zakat belum dicapai oleh Indonesia.
Makna Q.S An-Nisa:3 Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur Novitasari, Yohana
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.121

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna Q.S. An-Nisa ayat 3 menggunakan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Tujuannya adalah mengungkap dimensi moral dan sosial terkait keadilan dalam poligami. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis teks melalui tiga tahap: eksplikasi, interpretasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. An-Nisa:3 tidak hanya membahas poligami, tetapi juga menekankan keadilan sosial dan perlindungan terhadap perempuan yatim. Dengan memahami ayat ini melalui pendekatan hermeneutika Ricoeur, ditemukan bahwa konsep keadilan mencakup aspek material dan spiritual yang melampaui interpretasi literal. Implikasi penelitian ini adalah memperluas perspektif dalam memahami teks-teks Al-Qur’an melalui pendekatan filosofis dan kontekstual yang lebih relevan dengan kehidupan modern. Pendekatan ini juga memberikan kontribusi teoritis dalam studi tafsir dan interpretasi teks keagamaan.
Kontribusi Husain Al-Harbi (l. 1387 H) bagi Studi Tarjih Tafsir Rahmat, Ali Fitriana; Al Munawwar, Said Agil; Widayati, Romlah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.130

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah ulasan terkait kontribusi al-Harbi (l. 1387 H) bagi kajian tarjih tafsir Al-Quran. Melalui bukunya yang berjudul Qawaid atTarjih ?inda al-Mufassir?n, al-Harbi (l. 1387 H) merumuskan dasar-dasar pentarjihan tafsir Al-Quran yang banyak diaplikasikan oleh para peneliti tarjih tafsir sesudahnya. Baik pengaplikasian seluruh kaidah tarjih maupun pengaplikasian kaidah tarjih tertentu secara spesifik dalam sebuah karya tafsir mufasir tertentu. Tulisan ini mencoba menggali sejauh mana kontribusi al-Harbi (l. 1387 H) bagi kajian tarjih tafsir Al-Quran. Mengingat studi tarjih tafsir Al-Quran Penyusunan artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analisis. Hasil penelitian ini memberikan sejumlah bukti data bahwa kontribusi al-Harbi (l. 1387 H) sangat siginifikan bagi kajian tarjih tafsir.
Kritik Wacana Tafsir tentang Relasi Sosial dalam Al-Qur'an Lutfi, Chairul
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.123

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam konsep hubungan sosial yang diajarkan dalam Al-Qur'an, mencakup berbagai jenis interaksi, seperti antara orang tua dan anak, suami dan istri, hubungan dengan kerabat, tetangga, masyarakat, sesama Muslim, hingga dengan non-Muslim. Penelitian ini menggunakan metode maudhu'i (tematik), yang termasuk dalam pendekatan konseptual berbasis kajian pustaka, dengan merujuk pada berbagai sumber yang relevan mengenai hubungan sosial dalam Al-Qur'an. Hasil analisis terhadap wacana tafsir menunjukkan bahwa relasi sosial dalam Al-Qur'an memiliki cakupan yang sangat luas dan bersifat universal, melibatkan interaksi antar manusia tanpa membedakan agama, bahasa, bangsa, suku, ras, atau faktor lainnya. Membatasi hubungan sosial hanya pada kelompok tertentu, seperti sesama umat beragama atau warga negara, bertentangan dengan nilai-nilai universal yang diajarkan Al-Qur'an dan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Hal ini menggarisbawahi pentingnya memahami dan mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an secara inklusif dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian Al-Wujûh Wa An-Nazhâir (Analisis Term Dhalâl dalam Al-Qur’an) Arifin, Samsul; Wijaya, Subur
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.112

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian term dhalâl dalam perspektif kajian al- Wuju>h wa an-Naza>ir. Term dhala>l dalam Al-Qur’an memiliki keragaman makna (multi-meaning) yang seringkali mengantarkan mufassir pada salah tafsir. Oleh karenanya, penelitian ini akan menungkapkan bagaimana term ini diinterpretasikan pada masing-masing tempatnya di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bersifat kualitatif. Data-data yang digunakan bersumber dari kajian pustaka (library research), selanjutnya dianalisa dengan teori al-Wuju>h wa an-Nazha>ir. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dhala>l di dalam Al-Qur’an memuat sepuluh makna kandungan atau wuju>h berbeda, antara lain: dhala>l dengan maknanya sendiri (sesat), al-giwa>yah (kufur atau syirik), al-halak (lenyap, hancur dan binasa), al-khata’ (keliru), al-istizla>l (terjerumus dalam dosa), at-tayh (sesat arah), an-nisya>n (lupa), al-jahl (ketidaktahuan), al-buthla>n (sia-sia) dan asy-syaqa>’ (sengsara). Dhala>l di dalam Al-Qur’an dipandang sebagai setiap hal atau kondisi yang bersifat negatif di mana menyebabkan setiap orang yang terjerumus dalamnya akan mengalami kerugian dan kesengsaraan baik di dunia maupun akhirat.
Analisis Penafsiran Al-Ahruf Al-Muqatha’ah dalam Al-Qur'an Perspektif Tafsir Turjuman Al-Mustafid Nugraha, Arnawan Dwi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.114

Abstract

Artikel ini membahas penafsiran Abdul Rauf as-Singkili tentang huruf muqatha’ah dalam Al-Qur’an. Lokalitas kitab tafsir beraksara Arab- Melayu menjadi daya tarik dalam pengkajian tentang hal ini. Kajian ini menggunakan metode kualitatif studi analisis dengan pendekatan kajian pustaka. Sumber data menggunakan “Tafsir Turjuman Al- Mustafid”. Teknik pengumpulan data menggunakan cara penelusuran dan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Artikel ini menemukan bahwa Syekh Abdul Rauf di dalam menginterpretasikan huruf-huruf muqatha’ah (al-ahruf al-muqatha’ah) cenderung kepada metode tafwidh. Studi ini memberikan wawasan tentang kecondongan metodis mufasir terhadap penafsiran huruf-huruf muqatha’ah yang secara garis besar memuat perbedaan pendapat di kalangan ulama, sembari mengintegrasikan nuansa lokal dalam kajian tafsir Al-Qur'an.
The Uslub Tikrar in the Story of Prophet Adam and Its Relevance to Life Yahya, Ahmad; Mushthoza, Zidna Zuhdana
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i1.122

Abstract

The story of Prophet Adam is a narrative that is often repeated in the Qur'an. This repetition is not a shortcoming but rather an advantage, especially in literary language, where it is known as uslub tikrar or the style of repetition. This article is library-based research using a descriptive-analytical method. This article answers questions related to the form of uslub tikrar in the story of Prophet Adam, its interpretation, and its relevance to life. The results of this study conclude that the style of repetition in the story of Prophet Adam does not focus on only one form. There are three forms of repetition (uslub tikrar): the repetition of verses, sentences, and themes. Furthermore, exegetes explain that uslub tikrar in the story of Prophet Adam is not only for emphasis and beauty but also provides a variety of information to complete the story, which is still general in nature. The repetitive style of the story of Prophet Adam has relevant values for life in embodying the ideal human being, such as piety, introspection, commitment and responsibility, and avoiding arrogance.
Tafsir Al-Munir by Anregurutta Daud Ismail: A Visionary Scholar from South Sulawesi Khaerussalam, Ahmad; Resky Eka Yulianti; Mumtazatul Kamilah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i1.151

Abstract

This study explores the contribution of Daud Ismail to the development of Quranic interpretation in the Bugis language through Tafsir Al-Munir. Using a descriptive-analytical method with a historical-critical approach, the research highlights how Anregurutta Daud Ismail contextualized the ijmali method with an adabi ijtimai style, aligning Quranic messages with Bugis traditions. The findings reveal three distinctive features: (1) the use of the Bugis language and lontarak script as a medium for preserving culture and preaching Islam; (2) the application of a moderate exegetical approach combining bi al-matsur and bi al-ray; and (3) a critical response to religious practices considered to diverge from Islamic teachings. Tafsir Al-Munir reflects a jurisprudential and communal outlook, affirming Daud Ismail’s role as a visionary scholar who connects generations. This study underscores the significance of local-language tafsir in enhancing Quranic understanding and reinforcing an Islamic identity that harmonizes with indigenous values.
Hadith and Ecological Harmony: A Contextual Interpretation of the Prohibition Against Cursing the Wind Amid the Global Environmental Crisis Muhammad Genta Saputra
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i1.153

Abstract

The global ecological crisis reflects a profound imbalance in the relationship between humanity and nature, which is no longer within a sacred and ethical framework. This phenomenon signifies a form of spiritual degradation in perceiving nature as a manifestation of divine creation. This study aims to examine the prophetic prohibition against cursing the wind through the lens of Islamic social ethics by analyzing relevant hadiths within the frameworks of hermeneutics and maqasid al-shariah. This study uses a qualitative approach based on library research and thematic content analysis to engage classical hadith texts, exegetical literature, and contemporary Islamic scholarship. The findings demonstrate that Islam articulates a framework of ecological ethics rooted in reverence, cosmic responsibility, and spiritual consciousness toward nature as a divine sign. These findings underscore the urgency of revitalizing Islamic ethical values as a normative critique of human-induced environmental degradation and as an ethical paradigm uniting faith, sustainability, and ecological civility.