cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Ideologi Penerjemahan Kata Auliya' dalam Surah Al-Maidah Alamin, Fajar; Al Farisi, Mohamad Zaka
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i2.85

Abstract

Kata Auliya’ dalam Alquran diterjemahkan berbeda-beda dalam berbagai produk terjemahan Al-Quran bahasa Indonesia, perbedaan ini muncul menyesuaikan latar belakang keilmuan dan Ideologi Penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah, penelitian ini akan menguak ideologi penerjemahan yang digunakan Qur’an Karim dan Terjemahan Artinya (QKTA) yang disusun oleh Prof. H. Zaini Dahlan, MA, serta ikut dalam tim penerjemahan ini adalah KH. Bahaudin Nur Salim (Gus Baha). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kepustakaan dengan pendekatan analisis konten, berlandaskan pada teori Ideologi Penerjemahan yang dikembangkan oleh Lawrence Venuti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan QKTA menerjemahkan kata auliya’ pada surah Al-Maidah ayat 51 dengan kawan karib, ayat 57 dengan penolong dan pembela, dan ayat 81 dengan panutan, setelah diselaraskan dengan asbabun nuzul dan kitab tafsir yang relevan, QKTA menunjukkan kecenderungan terhadap Ideologi Penerjemahan Domestikasi.
FROM HIJAB, MASKER, HINGGA NIQOBUL MAR’AH DALAM SURAH AL-NUR : 31 (ANTARA MEMAHAMI SYARIAT ATAU TREND FASHION PEREMPUAN MASA KINI) Zulfa, Nafilah Nafilah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.87

Abstract

Niqob adalah jenis pakaian yang digunakan oleh sebagian perempuan sejak masa jahiliyah hingga masa Islam. Ada pergeseran makna niqob, terutama selama pandemi Covid-19, di mana niqob menjadi tren tersendiri. Jika niqob dianggap penting untuk menjaga martabat perempuan, Nabi Muhammad Saw. pasti mewajibkannya kepada istri-istrinya dan sahabat perempuan, namun hal ini tidak terjadi. Niqob hanyalah bagian dari pakaian perempuan Arab sebelum dan setelah Islam tanpa perintah khusus mengenai kewajiban atau kesunahannya. Penelitian ini menggunakan metode Library Research dengan pendekatan teori limit Muhammad Syahrur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niqob menarik perhatian di ruang publik dan sering dikaitkan dengan terorisme. Namun, Islam menganjurkan busana yang sederhana, tidak terlalu ketat atau glamour, karena Islam mengajarkan kesopanan dan menghindari pakaian yang mengundang syahwat laki-laki.
Pengaruh Madzhab Teologi terhadap Analisis I’rab (Studi Komparatif Tafsir Al-Kasysyaf dan Tafsir Mafatih Al-Ghaib) Mahfudz, Ali
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i2.102

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak perbedaan madzhab teologi dalam penerapan i’rab Al-Qur’an yang dibatasi pada interpretasi ayat-ayat perbuatan manusia dengan sumber primer Tafsir al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari dan Tafsir Mafatih al-Ghaib karya Fakhruddin ar-Razi. Melalui metode tafsir muqaran (komparatif) al-Kumi dan analisis Teori Kesadaran Keterpengaruhan Sejarah yang disampaikan oleh Gadamer, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana perbedaan dalam penerapan i’rab Al-Qur’an serta implikasinya dalam konsep perbuatan manusia yang tercermin dalam pandangan Mu’tazilah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Fokus kajian ini adalah untuk memahami bagaimana afiliasi madzhab teologi mempengaruhi cara i’rab Al-Qur’an yang diterapkan ke dalam penafsiran ayat-ayat perbuatan manusia. Dengan menganalisis ayat dalam Q.S. as-Shaffat/37: 96 dan al-Qashash/28: 68, penelitian ini mengidentifikasi variasi interpretatif dalam i’rab antara Tafsir al-Kasysyaf yang mewakili pandangan Mu’tazilah dan Tafsir Mafatih al-Ghaib yang mewakili pandangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan i’rab Al-Qur’an tidak hanya didasarkan pada analisis gramatikal semata, tetapi juga dipengaruhi oleh afiliasi madzhab teologi yang mendasari pandangan masing-masing tafsir.Kata Kunci: I’rab Al-Qur’an, al-Kasysyaf, Mafatih al-Ghaib, Perbuatan Manusia.
TELAAH HIFDZ AN-NAFS DALAM AL-QUR’AN Fahmi, Fahmi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.108

Abstract

Artikel ini membahas tentang term Hifz{ An-Nafs dalam Al-Qur’an perspektif kajian Tafsir Ahkam. Term Hifz{ An-Nafs senantiasa menjadi salah satu objek kajian yang tidak ada habisnya terutama dalam menghadapi berbagai macam bahaya ataupun musibah seperti pandemi. Sejak zaman para nabi terdahulu terdapat beragam kisah yang sudah diceritakan dalam Al-Qur’an terkait berbagai bentuk bahaya dan hal yang membinasakan. Seperti makhluk kecil yang membahayakan seperti nyamuk, virus, dan semisalnya juga yang persis dengan peristiwa baru-baru ini terjadi yaitu pandemi. Hal tersebut bukti kekuasaan Allah sebagai peringatan dan memberikan hikmah dan pelajaran dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh pandemi yang diabadikan dalam Al-Qur’an, seperti hujan katak, kutu, dan belalang, pada masa Nabi Musa dan Fir’aun. Dalam hal-hal tersebut maka wajib hukumnya setiap individu menjaga diri dari segala yang membahayakan dengan menjaga perilaku dari hal-hal yang menjerumuskan kepada kebinasaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendalami penjagaan diri dalam Al-Qur’an Hifz{ An-Nafs dengan kajian analisis Tafsir Ahkam.
Aspek Lokalitas Penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (Analisis atas Kisah Yusuf dalam QS. Yusuf [12]) Hakiki, Ismu
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i2.100

Abstract

Penafsiran terhadap al-Qur’an pada dasarnya bukan hanya sekadar praktik penafsiran, akan tetapi lebih dari itu seorang mufassir akan bergelut dengan dialektika yang ada mulai dari tradisi, budaya, sosial, dan politik yang ada pada zaman ia menyusun tafsir tersebut. Kajian tafsir bukan hanya meneliti berkaitan dengan bagaimana seorang mufassir menafsirkan suatu ayat al-Qur’an, akan tetapi termasuk juga di dalamnya meneliti bagaimana sosial politik, budaya, tradisi, pembaca ketika tafsir ditulis menjadi bagian dari penafsiran ayat al-Qur’an tersebut. Hamka adalah salah seorang mufassir Indonesia yang memadukan beberapa aspek ini. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar banyak memuat unsur-unsur lokalitas tatkala menafsirkan ayat al-Qur’an. Tulisan ini akan membahas terkait narasi lokal apa saja yang terdapat di dalam Tafsir Al-Azhar pada QS Yusuf. Tulisan ini adalah penelitian kepustakaan yang mana berusaha menyelidiki seberapa jauh aspek lokalitas mempengaruhi Buya Hamka dalam menafsirkan ayat al-Qur’an. Setelah menganalisis Tafsir Al-Azhar dan beberapa sumber sekunder, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan bahwa aspek lokalitas yang ada pada kisah Yusuf dalam QS. Yusuf ini ada pada beberapa fragmen kisah, yaitu: 1) mimpi Yusuf, 2) Yusuf dibuang ke dalam sumur, 3) Yusuf dirayu oleh seorang perempuan, 4) Lidah Bocor, 5) tafsir mimpi Sang Raja, 6) Saudara Yusuf kembali ke rumah, 7) Kesabaran Nabi Yaqub.
Potret Digresi dan Fanatisme Al-Jashash dalam Ahkam Al-Qur’an Aini, Nadirotul
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i2.104

Abstract

Al-Jashash dinilai sebagai mufasir yang sangat fanatik terhadap mazhabnya. Bagi sebagian ulama, karyanya Ahkam Al-Qur’an dianggap lebih cocok disebut kitab fiqih muqaran dari pada kitab tafsir. Penafsirannya terlampau detil membahas persoalan hukum sampai pada tahap perbandingan mazhab. Ia juga disebut-sebut sering melakukan istithrad atau digresi pada ayat yang ditafsiri. Penelitian ini bertujuan mengungkap sebab klaim istithrad dan fanatisme dalam tafsir Ahkam Al-Qur’an, apa yang membuat Az-Zahabi dan Ulama lain mengklaim Al-Jashash demikian, kendati digresi dan fanatisme normal terjadi pada sebuah tafsir. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan (library research) dan menemukan potret istithrad dalam surah Al-Baqarah ayat 25, dan potret fanatisme Al-Jashash dalam surah Al-Baqarah ayat 187, dimana Ia sangat kuat membela pendapat mazhabnya, sehingga mencerminkan sikap intoleransi terhadap mazhab lain.
Kajian Al-Wujûh Wa An-Nazhâir (Analisis Term Dhalâl dalam Al-Qur’an) Arifin, Samsul; Wijaya, Subur
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.112

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian term dhalâl dalam perspektif kajian al- Wuju>h wa an-Naza>ir. Term dhala>l dalam Al-Qur’an memiliki keragaman makna (multi-meaning) yang seringkali mengantarkan mufassir pada salah tafsir. Oleh karenanya, penelitian ini akan menungkapkan bagaimana term ini diinterpretasikan pada masing-masing tempatnya di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bersifat kualitatif. Data-data yang digunakan bersumber dari kajian pustaka (library research), selanjutnya dianalisa dengan teori al-Wuju>h wa an-Nazha>ir. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dhala>l di dalam Al-Qur’an memuat sepuluh makna kandungan atau wuju>h berbeda, antara lain: dhala>l dengan maknanya sendiri (sesat), al-giwa>yah (kufur atau syirik), al-halak (lenyap, hancur dan binasa), al-khata’ (keliru), al-istizla>l (terjerumus dalam dosa), at-tayh (sesat arah), an-nisya>n (lupa), al-jahl (ketidaktahuan), al-buthla>n (sia-sia) dan asy-syaqa>’ (sengsara). Dhala>l di dalam Al-Qur’an dipandang sebagai setiap hal atau kondisi yang bersifat negatif di mana menyebabkan setiap orang yang terjerumus dalamnya akan mengalami kerugian dan kesengsaraan baik di dunia maupun akhirat.
Resepsi Fungsional Ayat-Ayat Syifā' (Studi Living Qur’an terhadap Yayasan Arsyada Yadaka) Fauzi, Moh Zainuri; Khusnan, Muhammad Ulinnuha; Ariyadi, Samsul
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i2.103

Abstract

Tesis ini Tesis ini meneliti tentang respon anggota komunitas Arsyada Yadaka terhadap pengobatan ayat-ayat ( syifā' ) secara fungsional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Adapun teori yang digunakan adalah privasi fungsional, dengan pengumpulan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap pendiri dari komunitas Arsyada Yadaka dan beberapa informan utama lainnya. Sedangkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respon anggota Arsyada Yadaka dari segi fungsionalisasi ayat-ayat pengobatan ( syifā' ) terbagi menjadi dua aspek, yaitu aspek motif sebelum-sesudah (sebelum dan sesudah), seperti agar tidak mengacuhkan Al-Qur'an, sebagai media dakwah, dan menambah khazanah ilmu Pengobatan. Sedangkan dari aspek penggunaan ayat-ayat pengobatan ( syifā' ) adalah untuk mengobati penyakit medis seperti saraf kejepit, penghenti pendarahan, penguat rahim dan non medis, seperti gangguan sihir atau santet.
Analisis Penafsiran Al-Ahruf Al-Muqatha’ah dalam Al-Qur'an Perspektif Tafsir Turjuman Al-Mustafid Nugraha, Arnawan Dwi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.114

Abstract

Artikel ini membahas penafsiran Abdul Rauf as-Singkili tentang huruf muqatha’ah dalam Al-Qur’an. Lokalitas kitab tafsir beraksara Arab- Melayu menjadi daya tarik dalam pengkajian tentang hal ini. Kajian ini menggunakan metode kualitatif studi analisis dengan pendekatan kajian pustaka. Sumber data menggunakan “Tafsir Turjuman Al- Mustafid”. Teknik pengumpulan data menggunakan cara penelusuran dan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Artikel ini menemukan bahwa Syekh Abdul Rauf di dalam menginterpretasikan huruf-huruf muqatha’ah (al-ahruf al-muqatha’ah) cenderung kepada metode tafwidh. Studi ini memberikan wawasan tentang kecondongan metodis mufasir terhadap penafsiran huruf-huruf muqatha’ah yang secara garis besar memuat perbedaan pendapat di kalangan ulama, sembari mengintegrasikan nuansa lokal dalam kajian tafsir Al-Qur'an.
Fenomena Dandangan sebagai Integrasi Ilmu Islam Terapan dalam Kajian Al-Qur'an Khoirunnisa, Aisyah; Muhammad Ainun, Na'im
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 5, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i2.125

Abstract

Fenomena Dandangan adalah tradisi yang diwariskan sejak masa Sunan Kudus untuk menyambut bulan suci Ramadan dan terus dilestarikan hingga kini. Tradisi ini merupakan bagian dari Islam terapan yang bersumber dari Tafsir Amali, bertujuan mengkaji tradisi Dandangan melalui ayat-ayat al-Qur'an yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan studi kasus, mengumpulkan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan pengamatan mendalam. Analisis data dilakukan dengan pendekatan struktural fungsional, didukung data sekunder dari jurnal, buku, kitab tafsir, dan laporan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa Tafsir Amali, sebagai bentuk Islam terapan, menggambarkan bagaimana tradisi Dandangan mencerminkan budaya masyarakat Kudus. Tradisi ini menjadi ekspresi sukacita masyarakat dalam menyambut Ramadan, sekaligus berdampak pada aspek ekonomi, psikologi sosial, dan sosiologi. Kajian ayat al-Qur'an tentang kewajiban puasa dan keistimewaan Ramadan menjadi motivasi serta landasan tradisi ini, yang juga melestarikan ajaran Sunan Kudus.