cover
Contact Name
Alwen Bira
Contact Email
philoxeniap09@gmail.com
Phone
+6282197240292
Journal Mail Official
philoxeniap09@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Halmahera Barat, Desa Tibobo, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat - Prov. Maluku Utara
Location
Kab. halmahera barat,
Maluku utara
INDONESIA
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29855888     DOI : 10.59376
Core Subject : Religion, Education,
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Maluku Utara. Kami memproses serta memublikasikan manuskrip yang berhubungan dengan Teologi dan Pendidikan Kristiani. e-ISSN Philoxenia adalah 2985-5888. Selanjutnya, nomor DOI jurnal Philoxenia adalah 10.59376. Oleh karena itu, bagi bapak/ibu dosen, peneliti, mahasiswa yang memiliki manuskrip yang sesuai dengan fokus dan scope kami, dapat melakukan submission dengan klik di sini. Jurnal Philoxenia telah terindeks pada: 1. Google Scholar 2. Crossref
Articles 83 Documents
Manajemen Konflik dalam Kepemimpinan Gereja: Analisis Fenomena Konflik Sosial Serta Penerapan Teori dan Langkah-Langkah Penyelesaiannya Risky, Risky; Sjahthi, Herman; Darmaka, Benediktus James Widya
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026 (Still in Progre
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.51

Abstract

This study is motivated by the increasing phenomenon of social conflict occurring both within society and church life, which is often influenced by differences in interests, misunderstandings, weak communication, and a lack of ability to manage interpersonal relationships. Conflicts that are not handled wisely can lead to division, damage congregational harmony, and weaken the church’s witness in society. In such situations, church leadership is required to possess conflict management skills grounded in biblical values in order to foster reconciliation and maintain unity. Therefore, this study aims to analyze the phenomenon of social conflict occurring in society and the church, as well as to examine the role of church leadership in managing and resolving such conflicts. This research employs a literature study method by reviewing various sources, including books, scientific journals, and theological references related to conflict management and church leadership. The findings indicate that conflicts often arise due to differences in interests, ineffective communication, and a lack of mutual understanding among individuals. Therefore, church leaders play an important role in applying conflict management theories and biblical principles to create reconciliation, build healthy communication, and maintain congregational unity and social harmony. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena konflik sosial yang terjadi baik di tengah masyarakat maupun dalam kehidupan gereja, yang sering kali dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan, kesalahpahaman, lemahnya komunikasi, serta rendahnya kemampuan dalam mengelola relasi antarindividu. Konflik yang tidak ditangani secara bijaksana dapat menimbulkan perpecahan, merusak keharmonisan jemaat, dan melemahkan kesaksian gereja di tengah masyarakat. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan gereja dituntut untuk memiliki kemampuan manajemen konflik yang berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah agar mampu menghadirkan rekonsiliasi dan menjaga persatuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konflik sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan gereja serta mengkaji peran kepemimpinan gereja dalam mengelola dan menyelesaikan konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, dan referensi teologi yang berkaitan dengan manajemen konflik dan kepemimpinan gereja. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik sering muncul akibat perbedaan kepentingan, komunikasi yang tidak efektif, dan kurangnya pemahaman antarindividu. Oleh sebab itu, pemimpin gereja memiliki peran penting dalam menerapkan teori manajemen konflik dan prinsip-prinsip Alkitab untuk menciptakan rekonsiliasi, membangun komunikasi yang sehat, serta menjaga kesatuan jemaat dan keharmonisan dalam masyarakat.
Logos dan Logika dalam Mempencerahkan Kecerdasan Emosional: Integrasi Rasionalitas dan Iman untuk Transformasi Karakter Wibowo, Yohanes Hadi
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i1.57

Abstract

This study aims to analyse the theological role of Logos and the epistemological function of logic as a conceptual foundation for the formation of biblical and transformative emotional intelligence. Departing from previous research gaps that have not integrated Logos as the basis of rationality of faith with logic as a pedagogical instrument in the formation of spiritual affection, this study proposes a transformative circuit model between divine truth and critical reasoning processes. Logos is understood as the source of ontological norms and the substance of truth that enlightens the heart and renews the mind, while logic functions to organise, test, and correct cognitive distortions that trigger unhealthy emotions. Through the mechanisms of internalising the truth of the Word, logical evaluation, and the formation of spiritual habits, emotional intelligence is understood not as an autonomous psychological competence, but as the fruit of Christocentric and theonomic sanctification. This integration produces a reflective, stable character oriented towards the glory of God in personal life and in the community of faith. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teologis Logos dan fungsi epistemologis logika sebagai fondasi konseptual bagi pembentukan kecerdasan emosional yang alkitabiah dan transformatif. Berangkat dari kesenjangan penelitian sebelumnya yang belum mengintegrasikan Logos sebagai dasar rasionalitas iman dengan logika sebagai instrumen pedagogis dalam pembentukan afeksi spiritua, studi ini mengusulkan model sirkuit transformatif antara kebenaran ilahi dan proses penalaran kritis. Logos dipahami sebagai sumber norma ontologis dan materi kebenaran yang menerangi hati serta memperbarui akal budi, sedangkan logika berfungsi menata, menguji, dan mengoreksi distorsi kognitif yang memicu emosi tidak sehat. Melalui mekanisme internalisasi kebenaran Firman, evaluasi logis, dan pembentukan kebiasaan rohani, kecerdasan emosional dipahami bukan sebagai kompetensi psikologis otonom, melainkan sebagai buah pengudusan yang kristosentris dan teonom. Integrasi ini menghasilkan karakter reflektif, stabil, dan berorientasi pada kemuliaan Allah dalam kehidupan personal maupun komunitas iman.
Karya Roh Kudus dalam Peristiwa Pentakosta dan Implikasinya terhadap Pertumbuhan Gereja Mula-Mula dan Karismatik Kontemporer Asbanu, Noh; Hwe, Lie Ja; Nugroho, Yulianto
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i1.58

Abstract

This study examines the relationship between the Pentecost Event and the dynamics of church growth in both the early church and the contemporary Charismatic movement. Pentecost is a significant event in Christian history because it marks the birth of the early church and the beginning of church growth through the work of the Holy Spirit. The contemporary Charismatic movement continues to emphasize the role of the Holy Spirit through spiritual gifts, baptism of the Holy Spirit, and spiritual renewal. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. Data were collected from the Book of Acts, theological books, church history sources, and relevant scholarly journals. The findings show that the Holy Spirit played a central role in church growth through evangelism, fellowship, and the transformation of believers’ lives. The study concludes that the Pentecost Event remains theologically and practically relevant to the growth and development of the modern church. Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara Peristiwa Pentakosta dan dinamika pertumbuhan gereja dalam konteks gereja mula-mula serta gerakan Karismatik kontemporer. Peristiwa Pentakosta merupakan peristiwa penting dalam sejarah kekristenan karena menandai lahirnya gereja mula-mula dan awal pertumbuhan gereja melalui karya Roh Kudus. Gerakan Karismatik kontemporer terus menekankan peran Roh Kudus melalui karunia rohani, baptisan Roh Kudus, dan pembaruan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui analisis Kitab Kisah Para Rasul, buku teologi, sejarah gereja, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus berperan sentral dalam pertumbuhan gereja melalui penginjilan, persekutuan, dan transformasi kehidupan jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peristiwa Pentakosta tetap memiliki relevansi teologis dan praktis bagi pertumbuhan serta perkembangan gereja modern.