cover
Contact Name
Alwen Bira
Contact Email
philoxeniap09@gmail.com
Phone
+6282197240292
Journal Mail Official
philoxeniap09@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Halmahera Barat, Desa Tibobo, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat - Prov. Maluku Utara
Location
Kab. halmahera barat,
Maluku utara
INDONESIA
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29855888     DOI : 10.59376
Core Subject : Religion, Education,
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Maluku Utara. Kami memproses serta memublikasikan manuskrip yang berhubungan dengan Teologi dan Pendidikan Kristiani. e-ISSN Philoxenia adalah 2985-5888. Selanjutnya, nomor DOI jurnal Philoxenia adalah 10.59376. Oleh karena itu, bagi bapak/ibu dosen, peneliti, mahasiswa yang memiliki manuskrip yang sesuai dengan fokus dan scope kami, dapat melakukan submission dengan klik di sini. Jurnal Philoxenia telah terindeks pada: 1. Google Scholar 2. Crossref
Articles 90 Documents
Manajemen Konflik dalam Kepemimpinan Gereja: Analisis Fenomena Konflik Sosial Serta Penerapan Teori dan Langkah-Langkah Penyelesaiannya Risky Risky; Herman Sjahthi; Benediktus James Widya Darmaka
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.51

Abstract

This study is motivated by the increasing phenomenon of social conflict occurring both within society and church life, which is often influenced by differences in interests, misunderstandings, weak communication, and a lack of ability to manage interpersonal relationships. Conflicts that are not handled wisely can lead to division, damage congregational harmony, and weaken the church’s witness in society. In such situations, church leadership is required to possess conflict management skills grounded in biblical values in order to foster reconciliation and maintain unity. Therefore, this study aims to analyze the phenomenon of social conflict occurring in society and the church, as well as to examine the role of church leadership in managing and resolving such conflicts. This research employs a literature study method by reviewing various sources, including books, scientific journals, and theological references related to conflict management and church leadership. The findings indicate that conflicts often arise due to differences in interests, ineffective communication, and a lack of mutual understanding among individuals. Therefore, church leaders play an important role in applying conflict management theories and biblical principles to create reconciliation, build healthy communication, and maintain congregational unity and social harmony. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena konflik sosial yang terjadi baik di tengah masyarakat maupun dalam kehidupan gereja, yang sering kali dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan, kesalahpahaman, lemahnya komunikasi, serta rendahnya kemampuan dalam mengelola relasi antarindividu. Konflik yang tidak ditangani secara bijaksana dapat menimbulkan perpecahan, merusak keharmonisan jemaat, dan melemahkan kesaksian gereja di tengah masyarakat. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan gereja dituntut untuk memiliki kemampuan manajemen konflik yang berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah agar mampu menghadirkan rekonsiliasi dan menjaga persatuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konflik sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan gereja serta mengkaji peran kepemimpinan gereja dalam mengelola dan menyelesaikan konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, dan referensi teologi yang berkaitan dengan manajemen konflik dan kepemimpinan gereja. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik sering muncul akibat perbedaan kepentingan, komunikasi yang tidak efektif, dan kurangnya pemahaman antarindividu. Oleh sebab itu, pemimpin gereja memiliki peran penting dalam menerapkan teori manajemen konflik dan prinsip-prinsip Alkitab untuk menciptakan rekonsiliasi, membangun komunikasi yang sehat, serta menjaga kesatuan jemaat dan keharmonisan dalam masyarakat.
Logos dan Logika dalam Mempencerahkan Kecerdasan Emosional: Integrasi Rasionalitas dan Iman untuk Transformasi Karakter Wibowo, Yohanes Hadi
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i1.57

Abstract

This study aims to analyse the theological role of Logos and the epistemological function of logic as a conceptual foundation for the formation of biblical and transformative emotional intelligence. Departing from previous research gaps that have not integrated Logos as the basis of rationality of faith with logic as a pedagogical instrument in the formation of spiritual affection, this study proposes a transformative circuit model between divine truth and critical reasoning processes. Logos is understood as the source of ontological norms and the substance of truth that enlightens the heart and renews the mind, while logic functions to organise, test, and correct cognitive distortions that trigger unhealthy emotions. Through the mechanisms of internalising the truth of the Word, logical evaluation, and the formation of spiritual habits, emotional intelligence is understood not as an autonomous psychological competence, but as the fruit of Christocentric and theonomic sanctification. This integration produces a reflective, stable character oriented towards the glory of God in personal life and in the community of faith. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teologis Logos dan fungsi epistemologis logika sebagai fondasi konseptual bagi pembentukan kecerdasan emosional yang alkitabiah dan transformatif. Berangkat dari kesenjangan penelitian sebelumnya yang belum mengintegrasikan Logos sebagai dasar rasionalitas iman dengan logika sebagai instrumen pedagogis dalam pembentukan afeksi spiritua, studi ini mengusulkan model sirkuit transformatif antara kebenaran ilahi dan proses penalaran kritis. Logos dipahami sebagai sumber norma ontologis dan materi kebenaran yang menerangi hati serta memperbarui akal budi, sedangkan logika berfungsi menata, menguji, dan mengoreksi distorsi kognitif yang memicu emosi tidak sehat. Melalui mekanisme internalisasi kebenaran Firman, evaluasi logis, dan pembentukan kebiasaan rohani, kecerdasan emosional dipahami bukan sebagai kompetensi psikologis otonom, melainkan sebagai buah pengudusan yang kristosentris dan teonom. Integrasi ini menghasilkan karakter reflektif, stabil, dan berorientasi pada kemuliaan Allah dalam kehidupan personal maupun komunitas iman.
Karya Roh Kudus dalam Peristiwa Pentakosta dan Implikasinya terhadap Pertumbuhan Gereja Mula-Mula dan Karismatik Kontemporer Asbanu, Noh; Hwe, Lie Ja; Nugroho, Yulianto
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i1.58

Abstract

This study examines the relationship between the Pentecost Event and the dynamics of church growth in both the early church and the contemporary Charismatic movement. Pentecost is a significant event in Christian history because it marks the birth of the early church and the beginning of church growth through the work of the Holy Spirit. The contemporary Charismatic movement continues to emphasize the role of the Holy Spirit through spiritual gifts, baptism of the Holy Spirit, and spiritual renewal. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. Data were collected from the Book of Acts, theological books, church history sources, and relevant scholarly journals. The findings show that the Holy Spirit played a central role in church growth through evangelism, fellowship, and the transformation of believers’ lives. The study concludes that the Pentecost Event remains theologically and practically relevant to the growth and development of the modern church. Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara Peristiwa Pentakosta dan dinamika pertumbuhan gereja dalam konteks gereja mula-mula serta gerakan Karismatik kontemporer. Peristiwa Pentakosta merupakan peristiwa penting dalam sejarah kekristenan karena menandai lahirnya gereja mula-mula dan awal pertumbuhan gereja melalui karya Roh Kudus. Gerakan Karismatik kontemporer terus menekankan peran Roh Kudus melalui karunia rohani, baptisan Roh Kudus, dan pembaruan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui analisis Kitab Kisah Para Rasul, buku teologi, sejarah gereja, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus berperan sentral dalam pertumbuhan gereja melalui penginjilan, persekutuan, dan transformasi kehidupan jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peristiwa Pentakosta tetap memiliki relevansi teologis dan praktis bagi pertumbuhan serta perkembangan gereja modern.
Transformasi Pikiran Roma 12:2: Strategi Pelayanan Kontekstual Generasi Z di GBI Bengkulu Rovina Damenta Br Sinulingga; Carles Parluhutan Manullang; Gressia Carolina Yosef Antonius
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.50

Abstract

The advancement of the digital era has brought significant changes to the identity, interaction, and spirituality of Generation Z. As digital natives, they face external influences that risk shaping mindsets inconsistent with Christian values. This study examines Romans 12:2 as a theological foundation for mind transformation (metamorphousthe) to formulate relevant ministry strategies. The objective of the research is to analyze the concept of mind transformation in Romans 12:2 and examine its implications for contextual ministry strategies for Generation Z at GBI Bengkulu. The research method employed is descriptive qualitative through literature studies and exegetical-theological analysis of the Biblical text. Data were collected from theological literature, academic journals, and contextual observations of youth ministry practices in the local church.The results indicate that mind transformation in Romans 12:2 emphasizes continuous internal change centered on the will of God. In the context of Generation Z, effective ministry must move beyond programmatic approaches toward transformative ones that address digital, psychological, and spiritual aspects. The novelty of this research lies in the integration of theological study with a practical model encompassing three main pillars: spiritual transformation, digital engagement, and relational discipleship. This model provides a practical contribution for local churches in fostering a resilient and impactful faith for Generation Z in the digital. Abstrak Perkembangan era digital membawa perubahan signifikan terhadap identitas, interaksi, dan spiritualitas Generasi Z. Sebagai digital natives, mereka menghadapi pengaruh eksternal yang berisiko membentuk pola pikir yang tidak selaras dengan nilai Kristiani. Penelitian ini mengkaji Roma 12:2 sebagai landasan teologis mengenai transformasi pikiran (metamorphousthe) untuk merumuskan strategi pelayanan yang relevan. Tujuan penelitian adalah menganalisis konsep transformasi pikiran dalam Roma 12:2 serta mengkaji implikasinya terhadap strategi pelayanan kontekstual bagi Generasi Z di GBI Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis eksegetis-teologis terhadap teks Alkitab. Data dikumpulkan melalui literatur teologi, jurnal akademik, serta observasi kontekstual terhadap praktik pelayanan pemuda di gereja lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pikiran dalam Roma 12:2 menuntut perubahan internal berkelanjutan yang berpusat pada kehendak Allah. Dalam konteks Generasi Z, pelayanan yang efektif harus melampaui pendekatan programatik menuju pendekatan transformatif yang menyentuh aspek digital, psikologis, dan spiritual. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kajian teologis dengan model praktis yang mencakup tiga pilar utama: transformasi spiritual, keterlibatan digital, dan pembinaan relasional. Model ini memberikan kontribusi praktis bagi gereja lokal dalam membentuk iman Generasi Z yang relevan dan berdampak di era digital.
Penguatan Kemampuan Literasi dan Numerasi di Tk Harjosari 01 Pendekatan Pembelajaran Projek Fusyarina Anjung Sari; Wiwik Pudjaningsih; Himmah Taulany; Swantyka Ilham Prahesti
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.42

Abstract

Early childhood literacy and numeracy skills serve as important foundations in supporting children’s learning readiness and cognitive development at the next level of education. However, learning activities at TK Harjosari 01 still tend to apply conventional methods, causing literacy and numeracy activities to be less optimally integrated into contextual play-based learning. This study aims to analyze the strengthening of literacy and numeracy skills through a project-based learning approach. The research employed a qualitative approach with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation conducted naturally during the learning process. The findings revealed that project-based learning effectively improved early childhood literacy and numeracy skills through contextual activities involving direct learning experiences. This approach also contributed to increasing children’s self-confidence, social skills, and learning readiness. Abstrak Kemampuan literasi dan numerasi pada anak usia dini menjadi dasar penting dalam mendukung kesiapan belajar dan perkembangan berpikir anak pada jenjang pendidikan berikutnya. Namun, pembelajaran di TK Harjosari 01 masih cenderung menggunakan metode konvensional sehingga kegiatan literasi dan numerasi belum terintegrasi secara optimal dalam aktivitas bermain yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kemampuan literasi dan numerasi melalui pendekatan pembelajaran berbasis projek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara alami dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis projek efektif meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini melalui kegiatan kontekstual yang melibatkan pengalaman belajar langsung. Pendekatan ini juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kesiapan belajar anak.
Teologi Misi, Pendidikan Perdamaian dan Keadilan Umat Beragama di Indonesia dalam Perspektif Alkitab dan Pengamalan Kristiani   Hesra Sembiring; Elia Tambunan
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.54

Abstract

The life of Christians who are Indonesians in the reality of religious people is unique. For Christians, there is a social understanding of the importance of peace in public life contained in the Bible is no longer limited to religious books but also social life books that validate religious people to influence social structures. Understanding is born from social relations that are realized and then constructed because reading the Bible is the Word of God that is accepted, recognized and used in a religious society as something sacred and authoritative. The content is a life lesson that initiates various forms of social affirmative action. The theoretical concept that underlies this paper we build on Christian theaching. This is a descriptive qualitative research with a literature study by a critical reading of many cited literatures and digital ethnography. The goal is to build an academic framework that is useful as analitical instrument to conduct field research that can be used and continued to be developed by other academics. It was found that even the essence of peace, justice is difficult to realize, but the Bible can be a common value for humans. The novelty offered in this paper is that the theology, mission, and education of Shalom Christianity in a plural and multicultural religious community is based on the use of religious books as teachings for each individual and society, not only understood as a discourse on conflict justification, but also lived every day. Abstrak Hidup orang Kristen yang adalah orang Indonesia dalam kenyataan umat beragama ialah unik. Bagi Kristen ada keinsyafan sosial betapa pentingnya perdamaian dalam kehidupan publik yang termuat pada Alkitab bukan lagi sebatas kitab keagamaan namun juga kitab kehidupan sosial yang memvalidasi umat beragama untuk mempengaruhi struktur sosial. Keinsyafaran lahir dari relasi sosial yang tersadari lalu terbangun karena membaca Alkitab adalah Firman Allah yang diterima, diakui dan digunakan dalam suatu masyarakat beragama sebagai sesuatu yang suci sekaligus berwibawa. Isinya adalah ajaran kehidupan yang menginisiasi berbagai corak tindakan afirmatif sosial. Konsep teoritis yang melandasi tulisan ini kami bangun berdasarkan ajaran Kristen. Ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan namun disertai pembacaan kritis terhadap banyak literatur yang dicitasi dan etnografi digital. Tujuannya ialah membangun kerangka kerja akademis yang berguna sebagai instrumen analisis ketika melakukan penelitian lapangan yang dapat dipakai dan terus dikembangkan oleh akademisi lainnya. Ditemukan bahwa esensi perdamaian, keadilan sekalipun sulit mewujudkannya, namun Alkitab dapat menjadi common values bagi manusia. Kebaruan ditawarkan dalam tulisan ini adalah teologi misi dan pendidikan Shalom Kristen dalam umat beragama yang plural dan multikultural didaraskan dari penggunaan kitab keagamaan sebagai ajaran bagi tiap-tiap individu maupun sosial tidak dipahami sebatas wacana justifikasi konflik tetapi juga terhidupi setiap hari.
Media Pembelajaran Berbasis E-Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Era Digital Raja Holong Simatupang; Yeti Merianti Boimau; Owen Petrus Gultom
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v2i2.61

Abstract

Advances in digital technology are driving the transformation of Christian Religious Education towards a more flexible and interactive e-learning system. The implementation of e-learning still faces limitations in terms of teacher competence and digital infrastructure. These conditions highlight the need to strengthen digital pedagogy so that Christian Religious Education remains relevant, contextual and transformative in the modern era. This study aims to analyse the role of e-learning in enhancing students’ understanding of Christian Religious Education in the modern digital era. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review with interpretative analysis of various Christian Religious Education texts. The findings indicate that e-learning can enhance understanding of faith through interactive, flexible learning and creative digital media. Further findings indicate that strengthening teachers’ digital competencies is crucial to the effectiveness of transformative e-learning-based Christian Religious Education. Christian Religious Education e-learning needs to be developed through an interactive pedagogical approach. Furthermore, the development of digital platforms grounded in Christian values can create learning that is contextual, adaptive, and relevant to the modern digital generation. Abstrak Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menuju sistem e-learning yang lebih fleksibel dan interaktif. Implementasi e-learning masih menghadapi keterbatasan kompetensi guru, infrastruktur digital. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pedagogi digital agar pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tetap relevan, kontekstual, dan transformatif di era modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran e-learning dalam meningkatkan pemahaman Pendidikan Agama Kristen peserta didik era digital modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis interpretatif terhadap berbagai literatur Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan e-learning mampu meningkatkan pemahaman iman melalui pembelajaran interaktif, fleksibel, dan berbasis media digital kreatif. Hasil lainnya menunjukkan penguatan kompetensi digital guru sangat menentukan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen berbasis e-learning transformatif. E-learning Pendidikan Agama Kristen perlu dikembangkan melalui pendekatan pedagogi interaktif. Dan pengembangan platform digital berbasis nilai Kristen mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan relevan bagi generasi digital modern.
Problematika Pendidikan Kristen dalam Implementasi Pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sarah Wassar; Tabita Margaretha Br. Siahaan
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v2i2.62

Abstract

Christian education in learning at Community Learning Centres faces the challenges of integrating spiritual values, contextual pedagogy, and the influence of modern digital culture. Learning at Community Learning Centres remains focused on academic and practical skills, meaning that the development of Christian character has not yet been optimally achieved. This study aims to analyse the issues surrounding Christian education and to identify contextual learning strategies to meet the needs of contemporary society. The research employed a descriptive qualitative method through a literature review approach with interpretative analysis of various scholarly works on Christian education. The findings indicate that the implementation of Christian education in PKBMs requires a participatory and contextual pedagogical approach, as well as the strengthening of digital literacy. The study also found that collaboration between educational institutions, churches, families, and the community reinforces the development of learners’ spiritual character. Christian education in PKBM must be developed in an adaptive, inclusive, and transformative manner in line with the needs of a dynamic modern society. Strengthening teachers’ pedagogical competencies is a key factor in improving the quality of sustainable Christian character-based learning. Abstrak Pendidikan Kristen dalam pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat menghadapi tantangan integrasi nilai spiritual, pedagogi kontekstual, serta pengaruh budaya digital modern. Pembelajaran PKBM masih berorientasi akademik dan keterampilan praktis sehingga pembentukan karakter Kristiani belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika Pendidikan Kristen serta menemukan strategi pembelajaran kontekstual bagi kebutuhan masyarakat modern kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka dengan analisis interpretatif terhadap berbagai literatur ilmiah Pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Pendidikan Kristen di PKBM memerlukan pendekatan pedagogi partisipatif, kontekstual, serta penguatan literasi digital. Penelitian juga menemukan bahwa kolaborasi lembaga pendidikan, gereja, keluarga, dan masyarakat memperkuat pembentukan karakter spiritual peserta didik. Pendidikan Kristen di PKBM harus dikembangkan secara adaptif, inklusif, dan transformatif sesuai kebutuhan masyarakat modern yang dinamis. Penguatan kompetensi pedagogis guru menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis karakter Kristiani berkelanjutan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAK Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP GKST 3 Tentena Ipan Morris Pangaribuan; Robinhot Sirumapea
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v2i2.63

Abstract

Christian Religious Education plays a vital role in shaping the character, spirituality and moral values of learners in the modern educational era. A learning process that remains teacher-centred results in low student participation and poor learning outcomes in terms of understanding Christian values. This situation highlights the need for an interactive cooperative learning model to optimally enhance learners’ engagement, understanding and learning outcomes. This study aims to analyse the application of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model in improving student learning outcomes. The research employs a descriptive qualitative method through literature review and field observation to analyse the implementation of the NHT learning model. The results indicate that the NHT model enhances student participation, cooperation, and understanding of Christian Religious Education material. Further results indicate a significant improvement in students’ learning outcomes, motivation, sense of responsibility, and critical thinking skills. The NHT learning model is capable of creating an active, collaborative learning environment focused on fostering students’ Christian character. The application of NHT also strengthens social interaction, individual responsibility, and students’ communication skills within the learning process. The NHT model is relevant for application in modern Christian Religious Education as it supports contextual, reflective, and transformative learning on an ongoing basis. Abstrak Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan moral peserta didik di era pendidikan modern. Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi serta hasil belajar siswa dalam memahami nilai-nilai iman Kristen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya model pembelajaran kooperatif yang interaktif untuk meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil belajar peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan observasi lapangan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran NHT. Hasil penelitian menunjukkan model NHT meningkatkan partisipasi, kerja sama, serta pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Kristen. Hasil lainnya menunjukkan peningkatan hasil belajar, motivasi, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara signifikan. Model pembelajaran NHT mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter Kristiani siswa. Penerapan NHT juga memperkuat interaksi sosial, tanggung jawab individu, serta kemampuan komunikasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Model NHT relevan diterapkan dalam Pendidikan Agama Kristen modern karena mendukung pembelajaran kontekstual, reflektif, dan transformatif secara berkelanjutan.
Peranan Pendidikan Agama Kristen dalam Menangkal Penyesatan Firman Tuhan di Gereja Sarah Wassar; Zesika Natalia Wahyudi
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v1i2.64

Abstract

The development of digital and postmodern culture presents a major challenge to the church through the emergence of various forms of misinterpretation of God’s Word that deviate from biblical teaching. Low biblical literacy, weak spiritual discernment, and the influence of instant digital teaching mean that congregants are easily swayed by unbiblical and manipulative doctrines. This study aims to analyse the role of Christian Religious Education in countering the misinterpretation of God’s Word in the modern church. It employs a descriptive qualitative method through a literature review approach, incorporating theological and pedagogical analysis of various academic texts. The findings indicate that Christian Religious Education is capable of strengthening biblical literacy, spiritual discernment, and the steadfastness of the Christian congregation’s faith. Further findings indicate that the strengthening of theological pedagogy and digital literacy helps congregations critically confront the influence of heretical teachings. Christian Religious Education plays a vital role in preserving the purity of church doctrine through systematic and contextual faith formation. The development of Bible-based learning and digital literacy strengthens the spiritual resilience of congregations in the face of postmodern culture. The Church needs to develop theological education strategies to ensure the congregation’s faith remains steadfast in the long term. Abstrak Perkembangan budaya digital dan postmodern menghadirkan tantangan besar bagi gereja melalui munculnya berbagai bentuk penyesatan firman Tuhan yang menyimpang dari ajaran Alkitab. Rendahnya literasi Alkitabiah, lemahnya discernment rohani, serta pengaruh pengajaran digital instan menyebabkan jemaat mudah terpengaruh doktrin yang tidak alkitabiah dan bersifat manipulatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan Pendidikan Agama Kristen dalam menangkal penyesatan firman Tuhan di gereja modern. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka dengan analisis teologis dan pedagogis terhadap berbagai literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan Pendidikan Agama Kristen mampu memperkuat literasi Alkitabiah, discernment rohani, serta keteguhan iman jemaat Kristen. Hasil lainnya menunjukkan penguatan pedagogi teologis dan literasi digital membantu jemaat menghadapi pengaruh ajaran sesat secara kritis. Pendidikan Agama Kristen berperan penting menjaga kemurnian ajaran gereja melalui pembinaan iman yang sistematis dan kontekstual. Pengembangan pembelajaran berbasis Alkitab dan literasi digital memperkuat ketahanan spiritual jemaat menghadapi budaya postmodern. Gereja perlu mengembangkan strategi pendidikan teologis demi menjaga keteguhan iman jemaat berkelanjutan.