cover
Contact Name
Alwen Bira
Contact Email
philoxeniap09@gmail.com
Phone
+6282197240292
Journal Mail Official
philoxeniap09@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Halmahera Barat, Desa Tibobo, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat - Prov. Maluku Utara
Location
Kab. halmahera barat,
Maluku utara
INDONESIA
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29855888     DOI : 10.59376
Core Subject : Religion, Education,
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Maluku Utara. Kami memproses serta memublikasikan manuskrip yang berhubungan dengan Teologi dan Pendidikan Kristiani. e-ISSN Philoxenia adalah 2985-5888. Selanjutnya, nomor DOI jurnal Philoxenia adalah 10.59376. Oleh karena itu, bagi bapak/ibu dosen, peneliti, mahasiswa yang memiliki manuskrip yang sesuai dengan fokus dan scope kami, dapat melakukan submission dengan klik di sini. Jurnal Philoxenia telah terindeks pada: 1. Google Scholar 2. Crossref
Articles 36 Documents
Membumikan Misi Kristen Melalui Pendidikan di Tanah Papua Kainara, Semi Darius; Sarira, Ratmia; Sugiarsi, Ester
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.426 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i2.12

Abstract

The purpose of this study is to provide understanding to Christians, churches, and Christian teachers in particular so that in every teaching they can carry out the great commission as the mission of the Lord Jesus through Education, especially in Papua , by making all nations disciples of Christ. Mission has the understanding that the way of salvation that God has given mankind is obtained in all the duties and responsibilities of His church. So mission encompasses the entire church's efforts to help the world experience deliverance from the bondage of sin and lead people to eternal life through faith and knowledge of Jesus Christ as the only way of salvation. Likewise, Education has a fairly broad meaning. In relation to mission, education can be interpreted as the efforts of Christian teachers to guide and direct students to the knowledge of Christ. The method used in this study is a descriptive qualitative method in which the author describes each observation and interview results obtained. The author focuses the location specifically on "SD YPK Elim Wouma Atas, Logonoba Village, Wouma District, Jayawijaya Regency, Papua ". The results of this study show that teachers at SD YPK Elim Wouma Atas have carried out mission tasks in a structured and scheduled manner and received support from the church and the Foundation. Thus carrying out the mission of Christ is not only limited to the environment or church building, but in every place and in all circumstances the gospel of Christ must still be carried out, without exception in educational environments such as schools.AbstrakTujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman kepada orang Kristen, gereja, dan guru Kristen  khususnya agar dalam setiap pengajarannya dapat menjalankan amanat agung sebagai misi Tuhan Yesus   melalui Pendidikan, khususnya di Papua, dengan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Misi mempunyai pengertian bahwa jalan selamat yang telah Allah berikan pada umat manusia diperoleh dalam semua tugas dan tanggung jawab gereja-Nya. Sehingga misi mencakup keseluruhan usaha gereja untuk menolong dunia mengalami kelepasan dari perbudakan dosa dan memimpin manusia pada kehidupan kekal melalui iman dan pengenalan kepada Yesus  Kristus   sebagai satu-satunya jalan keselamatan.  Demikian juga Pendidikan yang memiliki arti cukup luas. Dalam kaitannya dengan misi, Pendidikan dapat diartikan sebagai upaya guru Kristen  untuk menuntun dan mengarahkan peserta didik pada pengenalan akan Kristus. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang mana penulis mendeskripsikan setiap hasil pengamatan dan hasil wawancara yang diperoleh. Penulis memfokuskan lokasi khususnya pada “SD YPK Elim Wouma Atas, Kampung Logonoba Distrik Wouma Kabupaten Jayawijaya Papua”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di SD YPK Elim Wouma Atas telah melakukan tugas misi secara terstruktur dan terjadwal serta mendapat dukungan dari pihak gereja maupun pihak Yayasan. Dengan demikian, menjalankan misi Kristus tidak hanya terbatas pada lingkungan ataupun gedung gereja, namun dalam setiap tempat dan semua keadaan Injil Kristus   mesti tetap dijalankan, tanpa terkecuali di lingkungan pendidikan seperti di sekolah.
Etika Guru PAK bagi Sikap Etis Politik Identitas Dalam Mereduksi Superioritas Wasari, Desi; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.806 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.6

Abstract

This study aims to describe the ethical paradigm and the role of the Christian Religious Education teacher profession in addressing identity politics with ethical actions in an effort to reduce superiority. The ethical attitude and professionalism of Christian Religious Education teachers play an important role in educating and instilling Christian values in students. So that it can reduce the superiority in identity politics that often occurs in community groups. Identity politics occurs when minority identity groups are excluded from majority identity groups. Therefore, through this research, the author conveys that through the ethical paradigm and the teaching profession of Christian Religious Education, it will actually help efforts in reducing the superiority of identity politics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the indicators of the paradigm and nature of ethics, as well as the role of the Christian Religious Education teacher presented in this study can assist the reader in understanding how the ethics and profession of Christian Religious Education teachers for the ethical attitude of identity politics in attempts to reduce superiority.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang paradigma etika dan peranan profesi guru Pendidikan Agama Kristen dalam menyikapi politik identitas dengan tindakan etis dalam upaya mereduksi superioritas. Sikap etis dan keprofesinalitas guru Pendidikan Agama Kristen sangat memegang peranan penting dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai kekristenan kepada peserta didik. Sehingga dapat mengurangi superioritas dalam politik identitas yang sering terjadi dalam kelompok masyarakat. Politik identitas terjadi ketika kelompok identitas minoritas dikesampingkan dari kelompok identitas mayoritas. Oleh karena itu, melalui penelitian ini penulis menyampaikan bahwa melalui paradigma etika yang etis dan profesi guru Pendidikan Agama Kristen maka sejatinya akan membantu upaya dalam mereduksi superioritas politik identitas. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka dapat disimpulkan bahwa Indikator-indikator paradigma dan hakikat etika, juga peran guru Pendidikan Agama Kristen yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat membantu pembaca dalam memahami bagaimana etika dan profesi guru Pendidikan Agama Kristen bagi sikap etis politik identitas dalam upaya mereduksi superioritas.
Mengurai Makna Pelayanan Mukjizat Paulus Menurut Kisah Para Rasul 20:1-12 Dari Bingkai Kaum Pentakostal Manurung, Kosma
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.869 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i2.8

Abstract

The Apostle Paul is a very important theologian in the New Testament who has also set an example for believers in many generations in terms of faith, ministry, and daily life. This article intends to analyze the meaning of the apostle Paul's miraculous ministry in Acts 20:1-12 from the perspective of the Pentecostals. By using a qualitative descriptive method and supported by literature review, it is hoped that it will be able to explain in a careful, in-depth, and academically strong manner related to the Bible's account of the story of Paul's ministry, the description of Paul's ministry in Acts 20:1-12, as well as the meaning of the Pentecostals for the story in this passage. In conclusion, Pentecostals interpret the story of the apostle Paul's miraculous ministry as the importance of having an encounter with God, the importance of discipleship, perseverance in serving God, and the manifestation of God's power that accompanies the ministry of believers.AbstrakRasul Paulus adalah teolog yang sangat penting di Perjanjian Baru yang juga telah memberikan teladan bagi orang percaya di banyak generasi baik dalam hal iman, pelayanan, maupun keseharian hidup. Artikel ini bermaksud mengurai makna pelayanan mukjizat rasul Paulus di Kisah Para Rasul 20:1-12 dari bingkai kaum Pentakostal. Dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif dan dukungan kajian literatur diharapkan mampu menjelaskan secara cermat, mendalam, serta kuat secara akademik terkait catatan Alkitab tentang kisah pelayanan Paulus, uraian pelayanan Paulus dalam Kisah Rasul 20:1-12, juga pemaknaan kaum Pentakostal atas kisah dalam perikop ini. Disimpulkan, kaum Pentakostal memaknai kisah pelayanan mukjizat rasul Paulus ini sebagai arti penting mengalami perjumpaan dengan Tuhan, pentingnya pemuridan, ketekunan dalam melayani Tuhan, serta adanya manifestasi kuasa Tuhan yang menyertai pelayanan orang percaya.
Model Pelayanan Kontekstual Kiai Sadrach dalam Pekabaran Injil di Tanah Jawa Suranto, Suranto; Christiaan, John Abraham
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.374 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.5

Abstract

The basis of this research is the interest of researchers in the development of Christians in java which is so rapid until now, which is said to have originated from local indigenous gospel preachers who had not previously believed in Christ, but later became a very bitter person in the spread of Christianity in Java. One of the important figures in the development of Christian teaching in Java is inseparable from the role of a man named Radin, who later became Radin Abas and after being babtis became Kiai Sadrach. The development of Javanese Christianity is part of the unique and interesting way of ministry of Kiai Sadrach, because his risky way of arguing and his strong beliefs made him win in every debate so that many people have become believers in the gospel of Christ in Java until today. The method used in this paper is qualitative with a literature study approach. The contextual service model carried out by Radin Abas aka Kiai Sadrach is very memorable and acceptable to the local people of Java, especially Central Java. As a result, Christianity in Java has grown rapidly until now, even then Kiai Sadrach was named the Apostle of Java.  AbstrakDasar penelitian ini adalah ketertarikan peneliti terhadap berkembangnya umat Kristen di tanah Jawa yang begitu pesat sampai saat ini, yang konon berawal dari para pekabar injil pribumi lokal yang sebelumnya tidak percaya Kristus, namun kemudian menjadi orang yang sangat getol dalam penyebaran agama Kristen di Tanah Jawa. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan ajara Kristen di tanah Jawa tidak terlepas dari peranan seorang yang bernama Radin, yang kemudian menjadi Radin Abas dan setelah di babtis menjadi Kiai Sadrach. Berkembangnya Kristen Jawa adalah bagian dari cara pelayanan Kiai Sadrach yang unik dan menarik, karena cara berdebat yang penuh resiko dan keyakinannya yang tegus membuatnya menang dalam setiap debat sehingga banyak orang menjadi percaya kepada Injil Kristus di tanah Jawa hingga saat ini. Metode yang digunakan dalam tulisan ini kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tujuan Penelitian ini adalah, peneliti ingin mengungkap cara pelayanan kontektual Kiai Sadrach agar dapat menjadi wacana pekabaran Injil dengan cara kontekstualisasi. Model pelayanan kontekstual yang dilakukan oleh Radin Abas alias Kiai Sadrach sangat berkesan dan dapat diterima oleh masyarakat lokal tanah Jawa terkhusus Jawa Tengah. Dampaknya Kekristenan di Jawa berkembangan pesat sampai saat ini, bahkan kemudian Kiai Sadrach dinobatkan menjadi Rasul Jawa. Kata Kunci: Sadrakch, Kontekstual, Injil dan Budaya, Jawa
Implikasi Pemahaman Makna Mutu Dan Audit Mutu Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kristen Yang Berkualitas Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Yeniretnowati, Tri Astuti
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.69 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i2.11

Abstract

The implementation of high quality and professional Christian education cannot be compromised or measured anymore, in other words it has become an obligation, a necessity and a fixed price. It is a must for all educational institutions in Indonesia, including Christian education. Understanding and applying the meaning of quality and quality audit in the implementation of Christian education is very important for all parties involved. This research was conducted by library research. The results of this study produce very important implications for the life and professionalism and accountability of quality Christian education governance, namely: First, the implementation of Christian education must be managed in a quality manner. Second, setting targets for periodic audit programs. Third, train competent quality auditors. Fourth, strategically monitor and measure the quality level of satisfaction. Fifth, Making product and service quality a competitive strategy. Sixth, prime service is an important key in christian education management.AbstrakPenyelenggaraan pendidikan Kristen yang bermutu tinggi dan profesional tidaklah dapat dikompromikan dan ditawar lagi, dengan kata lain sudah menjadi kewajiban, kebutuhan dan harga mati. Menjadi keharusan bagi seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, tidak terkecuali juga dengan pendidikan Kristen.  Pemahaman dan penerapan makna  mutu dan audit mutu dalam penyelenggaraan pendidikan Kristen  sangatlah penting bagi semua pihak terkait. Penelitian ini dilakukan dengan riset pustaka. Hasil dari penelitian ini menghasilkan implikasi yang sangat penting bagi kehidupan dan profesionalitas dan pertanggungjawaban tata kelola pendidikan Kristen yang berkualitas, yaitu: Pertama, penyelenggaraan pendidikan Kristen harus dikelola secara berkualitas. Kedua, menetapkan sasaran program audit secara periodik. Ketiga, melatih auditor mutu yang kompeten. Keempat, strategisnya memantau dan mengukur tingkat kuliatas kepuasan. Kelima, menjadikan mutu produk dan pelayanan sebagai strategi bersaing. Keenam, pelayanan prima kunci penting dalam pengelolaan pendidikan Kristen.
Studi Deskriptif Tentang Karakter Daud dan Implementasinya bagi Remaja Masa Kini Dumilah, Hildegardis Dyna Retno; Joswanto, Andreas
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.813 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.4

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Many problems in the modern world today had become a challenge for teenagers.  The rapid development of technology, the influence of social media and the shifting of values in society often made the teenagers confused to determine their attitudes.  The influence of social media, materialistic lifestyles, bullying, free sex, misuse of drugs and romance had often become their problems.  The author aimed to convey David's character as one of the examples from the Bible to help today's youth become resilient Christian teenagers.  This writing used a descriptive-qualitative method, using literature study from the Bible, journals, and books as references.  The character of David who always relied on God, prayed and praised God, brave, humble, and rational thinking could set an example of how the youth today should face the problems.  By studying David's character, Christian youth are expected to have strong principles and always grow in faith to respond to life and problems well.  AbstrakMasa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Banyak masalah dijaman modern seperti sekarang yang menjadi tantangan bagi remaja. Cepatnya arus teknologi, pengaruh media sosial, pergeseran nilai dimasyarakat membuat remaja sering bingung menentukan sikap. Pengaruh media sosial, gaya hidup materialistis, bullying, seks bebas, pemakaian narkoba, maupun masalah asmara sering menjadi masalah mereka. Penulis bertujuan menyampaikan karakter Daud sebagai salah satu teladan dari Alkitab yang dapat membantu remaja masa kini menjadi remaja Kristen yang tangguh. Penulisan ini menggunakan metode deskripsi-kualitatif, dengan memakai studi literatur dari  Alkitab, jurnal, dan buku sebagai referensi. Karakter Daud yang senantiasa mengandalkan Tuhan, suka berdoa dan memuji Allah, pemberani, rendah hati, dan berpikir rasional dapat memberikan contoh bagaimana remaja masa kini menghadapi permasalahan. Dengan mempelajari karakter Daud, remaja Kristen diharapkan mempunyai prinsip yang kuat serta senantiasa bertumbuh dalam iman untuk menyikapi hidup dan permasalahan dengan baik. Kata kunci : remaja masa kini, masalah remaja, karakter Daud
Study Teologis Makna Sabar Sebagai Bagian Panggilan Pelayanan Pastoral Menurut Surat 2 Timotius 4:1-8 Baskoro, Paulus Kunto; Kristiani, Yemima Erma
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.072 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i2.13

Abstract

Pastoral ministry requires patience. This research focuses on a pratical theological approach in believing that calling to Christ can be realized from an understansing and awareness of the meaning of “patience” itself which helps encourage believers to carry out theological prinsiples with confidence, encouragement and joy. So that the congregation served feels comfortable and grows more spiritually. The method used is decriptive qualititative method of Paul’s second letter to Timothy realting to the growth of Christian faith and calling to serve. Research is assessed based on several understandings trough book or literature. This paper has several objectives, namely : First, to describe the meaning of the word patient in general and its teological approach. The second, explains the praxia-teological implacations as the fundatuion of true understanding in the Christian faith. The conclusion of this research is that every church leader or pastor patiently serves the pastoral ministry and focuses on making every pastoral soul mature and grow spiritually.AbstrakPelayanan pastoral membutuhkan kesabaran. Penelitian ini berfokus pendekatan praktis teologis dalam keyakinan panggilan melayani Tuhan dengan penuh sikap hati yang “sabar” agar orang percaya melaksanankan prinsip-prinsip teologis dengan rasa percaya diri, dorongan semangat dan penuh sukacita. Sehingga jemaat yang dilayani merasa nyaman dan makin bertumbuh secara rohani. Metode yang digunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta hermenetik. Terhadap surat Paulus yang kedua kepada  Timotius  berkaitan dengan pertumbuhan keimanan Kristiani dan panggilan pelayanan. Penelitian dikaji berdasarkan beberapa pemahaman lewat buku atau literatur. Tulisan ini memiliki beberapa tujuan,yaitu : Pertama mendeskripsikan makna kata sabar secara umum dan pendekatan teologisnya. Kedua menjelaskan implikasi praksis-teologis sebagai fondasi pengertian yang benar dalam iman Kristen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, supaya setiap pemimpin gereja atau gembala dengan penuh kesabaran dalam melayani penggembalaan serta berfokus membuat setiap jiwa yang digembalakan menjadi dewasa dan bertumbuh rohaninya.
Membingkai Tanggungjawab Orang Tua dalam Mengembangkan Karakter Kristiani pada Anak Hermanugerah, Prima; Legi, Hendrik; suyono, Suyono
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.618 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.3

Abstract

This research will briefly outline the things that support the formation of the character of children in Christian families who pay attention to the values of proper Christian faith teaching, namely the truth of God's word played by parents in a special environment. This article describes the role of parents in educating children according to Christian principles. The author analyzes several library sources,  both books and journals, relating to the  topic under discussion. Analysis of some literature shows that raising a  child is a sacred mission given to parents.  Parents have an important role to play in the education of mature Christians  .  Mental maturity prepares children for the challenges of the present.  Parents also play a role in  cultivating character and morals in children.  This paper will  briefly describe the things that support the formation of children's character in Christian families that pay attention to the values of proper Christian faith teaching, namely the truth of God's word played by parents in a special environment in the family (Formal In Education). AbstrakPenelitian ini akan  menguraikan secara singkat tentang hal-hal yang menunjang pembentukan karakter anak dalam keluarga Kristen yang memperhatikan dari nilai-nilai pengajaran iman Kristen yang tepat yaitu kebenaran firman Tuhan yang diperankan oleh orang tua dalam lingkungan secara khusus. Artikel ini menjelaskan tentang peran orang tua dalam mendidik anak sesuai prinsip kristiani. Penulis menganalisis beberapa sumber perpustakaan, baik buku maupun jurnal, yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Analisis beberapa literatur menunjukkan bahwa membesarkan anak adalah misi suci yang diberikan kepada orang tua. Orang tua memiliki peran penting dalam pendidikan orang Kristen yang dewasa. Kematangan mental mempersiapkan anak menghadapi tantangan di masa kini. Orang tua juga berperan dalam menumbuhkan karakter dan moral pada anak. Tulisan ini akan  menguraikan secara singkat tentang hal-hal yang menunjang pembentukan karakter anak dalam keluarga Kristen yang memperhatikan dari nilai-nilai pengajaran iman Kristen yang tepat yaitu kebenaran firman Tuhan yang diperankan oleh orang tua dalam lingkungan secara khusus di keluarga (Pendidikan In Formal). 
Kualitas Kehidupan Religiusitas Kristen di Tengah Masyarakat Pluralitas Berdasarkan Kajian Teologis Matius 22:34-40 Sagala, Kordin; Rusmanto, Ayub
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.289 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i2.15

Abstract

This paper analyzes the quality of Christian religious life in a pluralistic society based on the theological study of Matthew 22:34-40. Of course, previous researchers have examined the passage Matthew 22:34-40 with different studies. Thus, this article focuses on how the law of Christ's love remains relevant in a pluralistic world society. And the method used in this research uses a qualitative method which is built with a literature study approach and a Biblical hermeneutic approach. In realizing the quality of Christian religious life in a pluralistic society based on Matthew 22:34-40, the author finds that every Christian must be aware of and understand his calling in life in the midst of this heterogeneous world. The law of love based on Matthew 22: 34-40 is never out of date and remains relevant in every age, wherever and whenever. Loving God means at the same time loving fellow human beings. Ignoring the one thing between love for God and love for fellow human beings is the same as ignoring both. Love for God and love for fellow human beings are two laws that cannot be separated from one another. And the object for the application of God's law of love is the world and its pluralistic society. The quality of Christian religiosity can be seen from the way of life that loves God and also loves fellow human beings based on the law of love of Christ.AbstrakTulisan ini menganalisis perihal kualitas kehidupan religiutas Kristen di tengah masyarakat pluralitas berdasarkan kajian teologis Matius 22:34-40. Para peneliti sebelumnya tentu saja sudah ada  yang meneliti akan perikop Matius 22:34-40 dengan kajian yang berbeda. Dengan demikian, tulisan ini fokus pada bagaimana hukum kasih Kristus tetap relevan dalam masyarakat dunia yang serba pluralis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatifyang dibangun dengan ancangan studi pustaka (literature study) dan hermeneutik Alkitab. Dalam mewujudkan kualitas kehidupan religiutas Kristen di tengah masyarakat pluralitas berdasarkan Matius 22:34-40, maka penulis menemukan bahwa setiap orang Kristen harus sadar dan mengerti panggilan hidupnya di tengah dunia yang heterogen ini. Hukum kasih berdasarkan Matius 22: 34-40 tidak pernah usang dimakan waktu dan tetap relevan dalam setiap zaman di mana dan kapan pun. Mengasihi Allah berarti sekaligus juga mengasihi sesama manusia. Mengabaikan satu hal antara kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia adalah sama mengabaikan keduanya. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia merupakan dua hukum yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Dan objek untuk  terapan hukum kasih  Allah adalah dunia dan masyarakatnya yang serba pluralis. Kualitas religiutas Kristen tampak dari cara hidupnya mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia berdasarkan hukum kasih Kristus.
Peranan Pemuridan dalam Membangun Disiplin Rohani Menurut 2 Timotius 2:2 dan Implementasinya Bagi Jemaat Masa Kini Baskoro, Paulus Kunto; Pattinama, David; Budiono, Endah Totok; Batubara, Riston
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.208 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.7

Abstract

Discipleship is an important part of the Person of the Lord Jesus, as long as he is on earth. Jesus has an important purpose in coming to this world, shich is to atone for the sins of manking and provide restoration of life for humans who should go to hell, when they believe in the Lord Jesus, they can enjoy heaven. But Jesus did not escape a discipleship that was carried out with the twelve disciples He had chosen. Jesus took a discipleship seriously for three and a half years. The church must also consistently carry out discipleship. Because through discipleship, spiritual discipline will accur effectively. Because it in undeniable, when the church is separated from the discipleship system, it will lose many generations and the church growth will be ineffective. The book of 2 Timothy 2:2 becomes an important text to explore the principle of discipleship that leads to spiritual discipline. The method used a descriptive method of literature. Thus research will discuss about effective ways of evangelism, so that evangelism is more effective and can be applied in all ages. The purpose of thus paper is First, to explain how important discipleship is. Second, examine the important prinsiples of discipleship fot the spiritual discipline of the church based on 2 Timothy 2:2. Third, apply the right discipleship system that can have an impact on today’s congregations.AbstrakPemuridan menjadi bagian penting dari Pribadi Tuhan Yesus, selama ada di dunia. Yesus memiliki tujuan penting datang ke dunia yaitu menebus dosa umat manusia dan memberikan pemulihan kehidupan untuk manusia yang seharusnya masuk neraka, ketika percaya kepaada Tuhan Yesus, bisa menikmati sorga. Namun Yesus tidak lepas dengan sebuah pemuridan yang dilaksanakan dengan duabelas murid yang telah dipilih-Nya. Yesus menerapkan pemuridan dengan serius selama tiga setengah tahun. Gereja seharus juga secara konsisten untuk melaksanakan pemuridan. Sebab melewati pemuridan, maka disiplin rohani akan terjadi secara efektif. Sebab tidak bisa dipungkiri, ketika gereja lepas dari sistem pemuridan maka akan kehilangan banyak generasi dan pertumbuhan gereja tidak efektif. Kitab 2 Timotius 2:2 menjadi nast penting untuk mengupas prinsip pemuridan yang membawa kepada disiplin rohani.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Penelitian ini akan membahas tentang cara yang efektif dalam penginjilan, sehingga penginjilan lebih tepat guna dan dapat diaplikasikan dalam segala zaman. Tujuan dalam penulisan ini adalah Pertama, menjelaskan betapa pentingnya pemuridan. Kedua, mengkaji prinsip-prinsip penting dalam pemuridan bagi disiplin rohani jemaat berdasarkan 2 Timotius 2:2. Ketiga, menerapkan secara tepat sistem pemuridan yang bisa membawa dampak bagi jemaat masa kini.

Page 1 of 4 | Total Record : 36