cover
Contact Name
Driska Arnanto
Contact Email
driska.arnanto@ustjogja.ac.id
Phone
+6282137779833
Journal Mail Official
agroustjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batikan No.6 Tuntungan, Umbulharjo, Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agroust
ISSN : 25499386     EISSN : 29866685     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The scope of scientific writing in the Jurnal Ilmiah Agroust includes the following scientific fields: agronomy, pest management, agriculture technology, soil management, plant breeding, and biotechnology.
Articles 227 Documents
PENGARUH DOSIS PUPUK KASGOT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) DALAM POLYBAG Maulana, Alsa Putra; Pamungkas, Djoko Heru; Setiawati, Evi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 9 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v9i1.19430

Abstract

The research aimed to determine the effect of kasgot fertilizer dosage and NPK fertilizer on the growth and yield of curly chili plants (Capsicum annum L.) in polibag which was carried out from October to January 2024, located in the garden of “Tumuju Guyub” Blunyahrejo Yogyakarta, Tegal Rejo District, Yogyakarta City, Yogyakarta Special Region. This research was carried out with 3 replications using a Complete Randomized Group Design (RAKL) with two factors of kasgot fertilizer and NPK , there were 9 treatment combinations, each combination was repeated 3 times so as to obtain 27 experimental units consisting of 5 plants and 3 plants were sampled so that the total was 135 plants. K1 (100 g/polibag kasgot dose), K2 (150 g/polibag kasgot dose), K3 (200 g/polibag kasgot dose), P1 (10 g/polibag npk dose), P2 (15 g/polibag npk dose), P3 (20 g/polibag npk dose). observation variables include plant height, number of leaves, root wet weight, root length, plant fresh weight, plant dry weight, root dry weight, marketable weight, unsaleable weight, fruit weight per-hectare. Observation data using analysis of sources of variance (ANOVA) and Analysis is done using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the level of α = 5%. Based on the results of the analysis, by giving the dose treatment of pukuk kasgot and npk does not affect the growth and yield of curly chili plants.
PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) VARIETAS THAILAND DAN CROCK KUNING Rizky, Goldy Maura; Maryani, Yekti; Arnanto, Driska
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 9 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v9i1.19431

Abstract

The research aims to determine shallot varieties (Thailand and Crok Kuning) and the effect of organic fertilizer on the growth and yield of shallots (Allium ascalonicum) in sandy fields. This research was conducted on the sandy land of Depok Beach, Parangtritis Village, Kretek District, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province. This research was conducted for two months starting 02 October 2023-02 December 2023. This research was structured in a factorial Randomized Complete Group Series (RAKL). The first factor is the shallot varieties including the Thai and Yellow Crok varieties. The second factor for shallot varieties includes organic fertilizer sources consisting of goat manure, leaf compost and cow manure. The variables observed were plant growth variables including plant height, number of plants, number of leaves per cluster, fresh and dry weight of onion plants while yield variables included number of bulbs, bulb diameter, bulb weight per cluster and per ha. Analysis of observed variables uses variance at the 5% level, followed by using DMRT at the α = 5% level. There was no interaction between the treatment of providing various sources of organic fertilizer and shallot varieties on all research variables. The treatment of various types of organic fertilizer showed no significant difference to the growth and yield of shallot plants. The treatment of various types of organic fertilizer showed no significant difference to the growth and yield of shallot plants. The Thai variety of shallots provides higher growth and yield compared to the Crok Kuning variety of shallots.
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN VARIASI PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM HIJAU (Amaranthus hybridus) Dewangga, Panji; Widata, Sri; Arnanto, Driska
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 9 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v9i1.19432

Abstract

This study aims to determine the effect of organic fertilizer on green spinach (amaranthus hybridus) plants, to determine the effect of variations in water supply on green spinach (amaranthus hybridus) plants, to determine the effect of the interaction of organic fertilizer and variations in water supply on the growth and yield of green spinach plants. The location of this research was carried out at the Gemah Ripah Farmer Group, Bausasran, Danurejan District, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta. With an average rainfall of 2,012 mm/year with 119 rainy days, an average temperature of 27.2°C and an average humidity of 24.7%, and an average altitude of 114 m above sea level. The research was conducted using a Randomized Block Design (RAK) with 2 factors. The first factor is the type of fertilizer (A) with 3 levels. The second factor is the provision of water (B) with 3 levels. Data were analyzed using analysis of variance at the 5% level followed by using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The variables observed included Plant Height, Number of Leaves, Stem Diameter, Leaf Length, Chlorophyll Content, Fresh Weight, and Dry Weight. The results showed no interaction between the type of organic fertilizer and water provision on Plant Height, Number of Leaves, Stem Diameter, Leaf Length, Chlorophyll Content, Fresh Weight, and Dry Weight.
Pengaruh Konsentrasi Urea Dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Setek Sirih Merah (Piper crocatum L) Rozaq, Abdul; Kusdiarti, Lilik; Sunaryo, Yacobus
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh konsentrasi urea dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan setek sirih merah (Piper crocatum L) telah dilaksanakan di Desa Panggungharjo Kec. Sewon Kab. Bantul Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Krapyak Wetan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urea dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan setek sirih merah. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan yang terdiri atas 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk urea (N) yang digunakan untuk merendam bahan setek, terdiri dari 3 aras yaitu: Tanpa urea/control (N0), konsentrasi urea 0,06% (N1), konsentrasi urea 0,12% (N2). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair (R) terdiri dari 3 aras yaitu: Tanpa pupuk (R1), Konsentrasi pupuk 4% (R1), dan Konsentrasi pupuk 6% (R2). Pupuk organik cair diberikan setelah setek dipindah ke polibag dan dinyatakan hidup. Hasil analisis menunjukkan ada beda nyata antara perlakuan perendaman urea dan pemberian pupuk organik cair pada panjang akar. Perlakuan perendaman dalam berbagai konsentrasi urea dan pemberian pupuk cair organik menghasilkan panjang akar yang berbeda nyata. Perendaman berbagai konsentrasi urea maupun pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sirih merah.
EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA PENGOROK DAUN (Liriomyza sp.), PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat) Pujiati, Endah Sri; Pamungkas, Djoko Heru; Darini, Maria Theresia
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) merupakan salah satu hama penting yang menimbulkan kerugian kualitas pada budidaya krisan. Petani biasa menggunakan pestisida kimia sintetis untuk mengendalikannya. Pestisida nabati sebagai salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dan sesuai dengan pedoman PHT masih belum dilaksanakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengendalian pestisida nabati terhadap pengendalian hama pengorok daun (Liriomyza sp), pertumbuhan dan hasil tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat). Penelitian telah dilaksanakan di kubung (rumah plastik) lahan milik petani di Dusun Karang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Ketinggian tempat ± 500 m dpl, jenis tanah latosol cokelat, suhu antara 20 - 300 C, kelembaban antara 80 - 90 %, pH tanah 5 - 6. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September 2014 sampai dengan Januari 2015.Penelitian lapangan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pestisida (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : Pestisida nabati konsentrasi 0,5 % (P1), Pestisida nabati konsentrasi 1 % (P2), dan Pestisida kimia konsentrasi 0,1 % (P3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pestisida (F) terdiri dari 2 taraf yaitu: Frekuensi pemberian pestisida seminggu 2 kali (F1), dan Frekuensi pemberian pestisida seminggu 1 kali (F2). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tangkai bunga, diameter bunga, diameter tangkai bunga, bunga dan daun (bekas serangan hama dan penyakit), keadaan tangkai bunga, intensitas serangan Liriomyza sp., keefektifan relatif pengendalian.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terjadi interaksi pengaruh antara macam pestisida dan frekuensi pemberian terhadap semua parameter yang diamati. Keefektivitas Relatif Pengendalian (KRP) pestisida nabati (90,47%) dengan pestisida kimia (85%) berpengaruh sama dalam mengendalikan serangan Liriomyza sp. pada pertumbuhan tanaman krisan. Frekuensi pemberian pestisida nabati dibandingkan kimia berpengaruh sama terhadap semua parameter pertumbuhan, hasil, dan kualitas bunga potong krisan, tetapi menghasilkan lebih tinggi pada diameter tangkai bunga, diameter bunga, dan keadaan tangkai bunga.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DALAM POLIBAG Ginting, Shinta Linseprina Br; Sunaryo, Yacobus; Prasetyowati, Sri Endah
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dalam polibag. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014 sampai Maret 2015 di Ex Flori Flora, Jalan Kenari, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan eksperimen faktorial 3x3 + (1) yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Completly Randomized Design) menggunakan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK dengan tiga taraf yaitu: 220, 440, 660 kg ha-1 dan faktor kedua adalah konsentrat pupuk organik cair dengan tiga tingkat, yaitu: 10, 20, 30 ml l-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara dosis pupuk NPK dan konsentrat pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dalam polibag. Konsentrasi pupuk organik cair 10, 20, 30 ml l-1 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tomat Pupuk NPK dosis 660 kg ha-1 menunjukkan hasil yang lebih baik dari dosis 220 kg ha-1. Tanaman yang diolah pupuk NPK dan pupuk organik cair menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kontrol.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) TERHADAP PEMBERIAN GA3 Linanta, Momy Ega; Maryani, Yekti; Prasetyowati, Sri Endah
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian respon pertumbuhan dan hasil empat varietas kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap pemberian GA3 telah diimplementasikan di lapangan percobaan di Desa Cokrokembang Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur. Ketinggiannya sekitar 120 m dpl dan suhunya sekitar 19 - 30ºC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Maret 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gibberelin terhadap pertumbuhan dan hasil empat varietas kacang hijau. Penelitian ini disusun dalam rancangan split plot, gibberellin sebagai plot utama dan empat varietas sebagai sub plot. Jarak yang digunakan adalah 30 x 25 cm dengan luas plot 1,8 x 1 meter. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, hasil biji per hektar dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan zat stimulasi pertumbuhan (ZPT) gibberelin pada empat varietas kacang hijau menunjukkan tidak ada interaksi pada tinggi tanaman, varietas walet dan merak menunjukkan pertumbuhan terbaik dibandingkan varietas parkit dan gelatik, penerapan gibberelin mempercepat dan meningkatkan jumlah bunga , penerapan gibberelin dapat meningkatkan hasil panen kacang hijau, varietas walet dan merak yang diaplikasikan oleh gibberelin memberikan hasil yang lebih tinggi daripada varietas parkit dan gelatik.
PENGARUH DOSIS PUPUK KALIUM (ZK) DAN PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TEMBAKAU ( Nicotiana tabacum L.) Utami, Ika Budi; Maryani, Yekti; Christiningsih, Rosanna
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium (ZK) dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tembakau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober di jalan Kenari, Yogyakarta. Daerah ini memiliki tanah regosol, pH 6-7 dan ketinggian 114 meter di atas permukaan laut. Percobaan disusun menggunakan desain Split Plot, dengan plot utamanya adalah dosis pupuk potassium (ZK) dan sub plotnya adalah pemangkasan. Dosis pupuk Kalium (ZK) memiliki enam tingkat: 0 168 kg per ha (K), 56 168 kg per ha (K1), 112 168 kg per ha (K2), 168 168 kg per ha (K3), 224 168 kg per ha (K4) dan 280 168 kg per ha (K5). Pemangkasan memiliki dua tingkat: tidak ada daun pemangkasan (A0) dan pemangkasan daun atas (A1). Variabel pengamatan adalah: panjang batang, jumlah daun, bobot segar tanaman, berat kering daun, panjang tongkol, luas daun, berat kering tanaman, kadar air daun tembakau, bahan bakar tenaga, hasil daun (kg.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun dan dosis kalium (ZK) tidak memiliki interaksi pada variabel pertumbuhan dan hasil. Dosis pupuk kalium (ZK) dan perawatan pemangkasan daun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tembakau. Dosis pupuk kalium (ZK) berpengaruh pada bahan bakar. Penambahan pupuk kalium dalam budidaya tembakau memerlukan dosis yang dianjurkan 112 kg per ha untuk mendapatkan bahan bakar bertenaga tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN MACAM BAHAN ORGANIK DAN DOSIS LEMPUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DI LAHAN PASIR Lestari, Fitri Ayu Puji; Prasetyowati, Sri Endah; Darini, Maria Theresia
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian macam bahan organik dan dosis lempung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman koro pedang (Canavalia ensiformis L.). Penelitian dilaksanakan di Dusun Mancingan Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada ketinggian tempat 15 m dpl, suhu minimum 28 C dan suhu maksimum 32C. Jenis tanah pasir, curah hujan 90,76 mm per tahun. Metode penelitian ini adalah percobaan faktorial 4 x 2 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama pemberian macam bahan organik yang terdiri dari empat level yaitu B1 : Pupuk kandang ayam, B2 : Pupuk kandang kambing, B3 : Pupuk kandang sapi, dan B4 : Pupuk daun gliriside. Faktor kedua penambahan dosis lempung yang terdiri dari dua level yaitu L1: 10 ton ha-1 dan L2: 20 ton ha-1. Analisis hasil menggunakan sidik ragam, dilanjutkan uji jarak berganda Duncan dengan jenjang nyata 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian macam bahan organik dan dosis lempung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman koro pedang. Pertumbuhan koro pedang terbaik pada pemberian pupuk hijau dan dosis lempung 10 ton ha-1. Hasil tertinggi juga diperoleh pada pemberian pupuk hijau dan dosis lempung 10 ton ha-1.
Pertumbuhan dan Respon Hasil Melon (Cucumis melo L.) terhadap Penggunaan Pupuk Mulsa dan Kotoran Rahmah, Rini Nur; Sunaryo, Yacobus; Kusdiarti, Lilik
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak mulsa dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil melon. Percobaan dilakukan di lahan gersang Ngasem Utara, Plembutan, Playen, Gunungkidul, dari bulan Desember 2014 sampai Februari 2015. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 3x3 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis mulsa yang terdiri dari 3 tingkat: tanpa mulsa, mulsa dengan perak pada plastik berwarna hitam, dan mulsa dengan jerami padi. Faktor kedua adalah dosis pupuk: 5, 10, 15 ton ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perak pada plastik berwarna hitam memiliki perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan dibandingkan dengan aplikasi mulsa lainnya. Aplikasi pupuk kandang 15 ton ha-1 menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik daripada dosis 10 ton ha-1 dan dosis 5 ton ha-1. Produksi buah tidak maksimal karena infeksi jamur berbulu pada tanaman daun beberapa minggu sebelum pemanenan.