cover
Contact Name
GINANJAR PRASTYANTO
Contact Email
jdariscomb1.a9@gmail.com
Phone
+6281331955956
Journal Mail Official
jdariscomb1.a9@gmail.com
Editorial Address
Blokagung, RT.02/RW.04, Blokagung, Karangdoro, Kec. Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68485
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
JDARISCOMB
ISSN : 27984273     EISSN : 27982203     DOI : https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v3i1
Core Subject : Education, Social,
JDARISCOMB (The Journal of Darussalam Islamic Communication and Broadcast) adalah jurnal unggulan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI). JDARISCOMB menyediakan karya ilmiah hasil penelitian empiris maupun analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori dan pengenalan konsep-konsep baru di bidang komunikasi dan penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Retorika Islam, Homiletika Islam, Jurnalistik Islam, Media Dakwah Islam, Film Religi, dan Komunikasi Dakwah Islam. JDARISCOMB terbit secara berkala dalam kurun 6 bulan sekali: Januari dan Juli JDARISCOMB menerima artikel-artikel ilmiah hasil penelitian empiris serta esai reflektif-teoretis dalam area kajian komunikasi dan penyiaran Islam, yakni Retorika dan Homiletika Islam, Media Dakwah, Jurnalistik Islam, Film Religi, dan Komunikasi Dakwah.
Articles 69 Documents
Inovasi Manajemen Masjid Berbasis Komunikasi Dalam Menarik Minat Remaja: Studi Literatur Syarifudin Kholid Kholili
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i1.4128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi manajemen masjid berbasis komunikasi dalam meningkatkan partisipasi remaja terhadap kegiatan keagamaan di masjid melalui pendekatan kajian pustaka (literature review). Penelitian ini dilandasi oleh teori manajemen POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan, dan Pengawasan) serta teori komunikasi partisipatif yang menekankan pentingnya dialog dua arah dan pelibatan aktif generasi muda. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah di Google Scholar menggunakan kata kunci “manajemen masjid” dan “partisipasi remaja”, menghasilkan 43 artikel yang kemudian disaring menjadi lima artikel yang paling relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi manajemen yang berhasil mencakup pendekatan komunikasi kolaboratif, pelibatan remaja sejak tahap perencanaan program, pembentukan organisasi remaja masjid yang terstruktur, dan penggunaan media sosial sebagai sarana interaksi. Selain itu, peran pengurus masjid yang terbuka terhadap ide dan aspirasi remaja juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan mengintegrasikan komunikasi partisipatif ke dalam fungsi manajerial masjid, tercipta lingkungan yang ramah remaja dan mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual serta sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengelola masjid agar lebih adaptif dalam merancang strategi komunikasi yang mampu menjembatani kebutuhan remaja dengan misi dakwah masjid. Kata Kunci: manajemen masjid; komunikasi partisipatif; remaja; POAC; partisipasi keagamaan
Tubuh Perempuan Sebagai Komoditas: Objektifikasi Dalam Iklan Bodycare Dari Perspektif Feminis (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough) Anggita Hikmatul Hinayah
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.4130

Abstract

Penelitian ini menganalisis objektifikasi tubuh perempuan dalam iklan bodycare melalui perspektif feminis kritis. Iklan dipandang tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan wacana kecantikan yang bersifat patriarkal dan kapitalistik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis Norman Fairclough, serta teori objektifikasi dari Fredrickson, Roberts, Nussbaum, dan Langton, penelitian ini mengungkap bahwa tubuh perempuan dalam iklan direduksi menjadi objek visual yang memenuhi standar kecantikan tertentu. Temuan menunjukkan bahwa representasi tersebut memperkuat stereotip gender dan menciptakan ketidakpuasan tubuh yang terus-menerus, sehingga mendorong perilaku konsumtif. Iklan tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi turut mereproduksi ideologi yang merugikan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa objektifikasi dalam iklan bodycare berdampak pada pembentukan citra diri dan identitas perempuan dalam masyarakat modern.
Ketidaksetaraan Gender dan Stigma Sosial terhadap Perempuan Pasca Perceraian: Tinjauan dari Perspektif Komunikasi Dakwah Anggita hikmatul hinayah
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i2.4131

Abstract

This study examines gender inequality and social stigma experienced by divorced women within Indonesia's patriarchal society. Gender inequality manifests as social, economic, and legal discrimination, while social stigma compounds the marginalization divorced women already face. Using a qualitative library research design, this study analyzes primary and secondary literature through descriptive-analytical techniques grounded in gender theory and social stigma theory, read alongside the perspective of Islamic da'wah communication. The findings show that divorced women confront negative stereotyping, economic discrimination, social marginalization, and gender-based violence, with patriarchal cultural norms reinforcing these patterns and obstructing their efforts to rebuild independent lives. The study further finds that gender inequality and social stigma are mutually reinforcing rather than separate phenomena, so that reducing one without addressing the other yields limited protection for divorced women. The study also finds that da'wah rhetoric and da'wah media, when guided by persuasive communication principles such as qaulan ma'rufa and qaulan sadidan, hold potential to counter rather than reinforce this stigma. These findings underscore the need for gender-awareness education, legal policy reform, stronger social support systems, and da'wah communication that is more responsive to divorced women. Future research should examine women's resilience strategies, the effects of stigma on children, and the role of da'wah media in either reinforcing or countering stigma, toward building a more inclusive and equitable society.
Integrating Multimedia for Strategic Da’wah Communication in the Digital Era Mutiatun Nasihah; Farid Munfaati; Nadira Azzahra; Siti Akmalia Nada
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i1.4183

Abstract

The digital era requires people to be able to utilize multimedia technology in various ways, one of which is in terms of Islamic preaching. Using a descriptive qualitative method with a case study approach, this study aims to explore the process and impact of integrating multimedia for strategic da'wah communication employed by Sabilurrosyad Islamic Boarding School, Malang. Meanwhile, the data was collected through interviews, observation, and documentation to capture detailed insights and ensure a comprehensive understanding of the topic. The results of this study indicated that Sabilurrosyad Islamic Boarding School has implemented multimedia to disseminate Islamic content as a medium of da'wah on several digital platforms, including the Website, YouTube, Instagram, Facebook, X, and TikTok. To support the use of multimedia, Sabilurrosyad Islamic Boarding School formed an organization called Gasek Multimedia, which is responsible for creating and disseminating da'wah content on the official digital platform of the boarding school. Integrating multimedia for da’wah communication benefits society by providing accessible Islamic content and promoting goodness through engaging, efficient, and effective digital outreach. The findings of this study provide valuable insights into the importance of integrating multimedia for strategic da'wah communication in today's digital era. Keywords: Multimedia; Da’wah Communication; Digital Era
Komunikasi Antarpersonal Dalam Hubungan Antara Atasan dan Bawahan di Kantor Kelurahan Pahlawan Kota Palembang Selvi Musleni; Tri Wulandari; Nadia Qurota aini; Muhamad Afdoli Ramadoni
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i1.4555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan dan menganalisis komunikasi antarpersonal yang terjalin antara atasan dan bawahan di lingkungan kantor Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning ,Kota, Palembang. Studi ini menggunakan metode kualitatif deksriptuf .Data dihasilkan melalui wawancara ,Observasi secara mendalam dan dokmentasi .Data tersebut mengindikasikan bahwa komunikasi yang terjalin mencakup penyampaian arahan dan delegasi tugas dari atasan ke bawahan .selain itu saluran komunikasi non formal memainkan peranan yang signifikan dalam membentuk lingkungan sportif dan kekeluargaan.Faktor pendukung komunikasi antarpersonal dalam hubungan antara atasan dan bawahan di kelurahan kemuning yaitu kemampuan atasan dan bawahan dalam berkomunikasi, adanya sikap keterbukaan ,lingkungan kerja yang bersahabat, sehingga menimbukkan kesetaraan.sehingga komunikasi terjalin dengan harmonis dan dapat meminimalisir timbul nya konflik antar keduanya.
Strategi Komunikasi Dakwah Melalui Konten Humor Pada Akun Instagram @memeislam.id Ach. Atikul Ansori
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i2.5111

Abstract

The Instagram account @memeislam.id is one of the digital da’wah media that utilizes humorous content in the form of memes to deliver Islamic messages to a wider audience. This phenomenon shows that social media is not only used for entertainment but also serves as a space for spreading Islamic values in a creative and easily accepted way. This study aims to analyze the communication strategy of da’wah through humorous content and to identify the meaning of da’wah messages contained in memes on the @memeislam.id account. The method used is qualitative with a literature review approach and semiotic analysis based on Ferdinand de Saussure’s theory, which emphasizes the relationship between the signifier and the signified. The results show that meme content on the account contains da’wah messages covering aspects of aqidah (faith), sharia (Islamic law), and akhlaq (morality). In addition, the communication strategy through humor-based personal branding is effective in increasing message reach and gaining positive responses from social media users. Keywords: digital da’wah; meme; semiotics; personal branding
Krisis Religiusitas Pemuda di Era Digital: Strategi Manajemen Dakwah Berbasis Media Sosial thoriq khoirunnas; Hari Santoso Wibowo; Fathurrahman Masrukan
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i1.5287

Abstract

This research aims to study da’wah management strategies in facing the crisis of youth religiosity in the digital era through a literature review approach. Data were gathered from various scientific journals and academic articles related to digital da’wah, social media, and youth religiosity. The results reveal that digital da’wah on YouTube, Instagram, and TikTok is effective in reaching young audiences due to its flexibility, interactivity, and ease of access. However, the effectiveness of digital da’wah is determined by the quality of content, communication strategies, and the level of the youth’s digital literacy. Therefore, it is necessary to have adaptive and contextual da’wah management strategies to strengthen the religiosity of the youth in the midst of the rapid development of technology.
Dakwah Komunikatif Bagi Generasi Muda Muhammad Ali Mada; Mohammad Salehuddin
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i2.5053

Abstract

Digital disruption has reshaped how Generation Z consumes religious messages, requiring da'wah strategies that are more communicative, contextual, and rooted in local culture. This study addresses a gap in prior research, which has largely examined the technical packaging of digital da'wah content and audience gratification without addressing how Generation Z verifies fragmented short-form religious content, or how local-wisdom-based da'wah translates into measurable offline religious behavior. Using a qualitative approach with a systematic literature review (SLR) design, this study synthesizes ten accredited articles published between 2020 and 2026, selected through a staged screening process: from 1,250 initially identified articles, narrowed to 150 after title-abstract screening, and finalized to 10 through full-text eligibility review based on topical relevance, methodological quality, and contextual recency for Indonesian da'wah. The findings show that effective digital da'wah strategies combine short-form visual content, storytelling rooted in local wisdom such as regional idioms and historical narratives (e.g., the Wali Songo tradition), and interactive features on TikTok, Instagram, and YouTube. Local wisdom functions as a cultural filter that plausibly reinforces Generation Z's sense of identity, although this pattern remains a qualitative indication rather than a measured outcome. Persistent challenges include low digital literacy, message fragmentation, and limited self-verification capacity among young audiences. This study proposes a tentative synthesis framework linking digital content strategy, local cultural narrative, and critical digital literacy, and recommends further empirical research on verification mechanisms and the long-term impact of digital da'wah on real-world religious behavior.
Efektivitas Komunikasi Terapeutik dalam Penanganan Pasien Gangguan Jiwa: Tinjauan Literatur Review Krismuntaha; Maskur; Nur Hamid; Ema Hidayanti
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i2.5303

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komponen esensial dalam praktik keperawatan jiwa karena berperan dalam membangun hubungan saling percaya serta mendukung keberhasilan terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam penanganan pasien dengan gangguan jiwa melalui pendekatan tinjaun literatur review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci terkait komunikasi terapeutik, gangguan jiwa, stigma sosial, mengelola pasien dan hubungan perawat–pasien. Sebanyak 25 artikel ditemukan, dan setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 13 artikel yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik berkontribusi signifikan terhadap pengendalian halusinasi, penurunan risiko perilaku kekerasan, peningkatan kepuasan pasien, serta perbaikan hubungan interpersonal. Selain itu, efektivitas dalam komunikasi terapeutik juga dipengaruhi oleh kompetensi dan motivasi perawat, dukungan keluarga, serta faktor lingkungan sosial dan budaya. Dengan demikian, komunikasi terapeutik perlu diimplementasikan secara konsisten dan terstruktur dalam praktik keperawatan jiwa guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental secara komprehensif.Kata Kunci: komunikasi terapeutik, mengelola pasien, stigma sosial, gangguan jiwa, hubungan perawat-pasien.faktor lingkungan sosial dan budaya. Dengan demikian, komunikasi terapeutik perlu diimplementasikan secara konsisten dan terstruktur dalam praktik keperawatan jiwa guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental secara komprehensif.