cover
Contact Name
Maya Sopianti
Contact Email
maya@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281366360583
Journal Mail Official
salink@poltekkespalembang.co.id
Editorial Address
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang Jl. Mawar No.2711, 20 Ilir D. III, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL SANITASI LINGKUNGAN
ISSN : -     EISSN : 28287592     DOI : https://doi.org/10.36086/jsl.v2i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Sanitasi Lingkungan adalah jurnal ilmiah online yang dipublikasikan pertama kali Tahun 2021 dengan ISSN 2828-7592 (media online) oleh Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang, menjadi media penyebaran hasil penelitian karya ilmiah berbagai kelompok, akademisi, praktisi, dan lembaga pemerintah di bidang kesehatan lingkungan/ sanitasi diterbitkan secara berkala pada bulan Mei dan November
Articles 72 Documents
Tinjauan Literatur Penerapan Internet of Things (IOT) dalam Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Industri Manufaktur Wahidin, Aji Ahmad
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.2952

Abstract

Transformasi digital dalam dunia industri mendorong pengembangan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang lebih adaptif dan berbasis data. Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pengumpulan dan analisis data secara real-time melalui sensor dan perangkat wearable. Kajian ini bertujuan untuk meninjau literatur ilmiah terkait penerapan IoT dalam sistem K3 pada industri manufaktura, khususnya dalam mendeteksi potensi bahaya dan meningkatkan respons keselamatan kerja. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan sistematis terhadap artikel peer-reviewed terbitan 2019–2024, kajian ini mengidentifikasi berbagai jenis teknologi IoT seperti sensor suhu, gas, dan biometrik, serta pemanfaatan wearable devices seperti helm pintar dan rompi pintar. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT berperan signifikan dalam meningkatkan pemantauan keselamatan kerja, mempercepat intervensi saat insiden, dan menurunkan tingkat kecelakaan kerja. Namun, adopsi sistem ini masih menghadapi tantangan dalam integrasi sistem, biaya implementasi, dan keamanan siber. Studi ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan sistem K3 cerdas dalam era Industri 4.0.
Evaluasi Program Sistem Pengolahan Tinja Komunal Untuk Peningkatan Kualitas Sanitasi Wilayah Pesisir di Kota Batam Ahmadi, Ahmadi; Nurjading, Rasmin; Sari, Novela
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.2954

Abstract

Background: One of the pillars of sustainable national health development is the availability of adequate, accessible, and affordable sanitation facilities, such as access to safe toilets (human waste treatment). The 2022 Economics of Sanitation Initiative (ESI) survey reported that we are currently facing a global sanitation crisis, with 3.6 billion people still living with poor-quality toilets that harm health and pollute the environment. Additionally, more than 800 children die from diarrheal diseases due to unsafe water and poor sanitation. This study focuses on coastal areas in Batam City where communal fecal sludge treatment systems have been installed, specifically in Sekanak Raya Sub-district and Pulau Kasu, Belakang Padang District, Batam City. Methods: This study employed a quantitative method using a descriptive observational approach. The sampling technique used was total sampling, involving all households connected to the communal fecal sludge treatment system in the study locations, totaling 60 households. The variables analyzed included leakage status, odor generation, and clogging in the communal sludge treatment system. Results: The majority of the systems exhibited leakage (66.7%), odor generation (90.0%), and clogging (90.0%), particularly in the installation located in Sekanak Raya Sub-district. Conclusion: The analysis indicates that the communal fecal sludge treatment systems installed in the study areas are categorized as ineffective, as evidenced by the presence of leakage, odor issues, and clogging. Further research is needed to identify the factors affecting the effectiveness of the communal sludge treatment system, including community attitudes, defecation habits, and the technical suitability of the system installation.
Kelimpahan Mikroplastik pada Teh Celup dan Tubruk Yang Dijual di Kota Palembang Dina Agnesia; Diah Navianti; Sukarjo Sukarjo; Miftahurrizqiyah Miftahurrizqiyah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.3240

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran mikroplastik merupakan isu global, dengan teh sebagai minuman populer di Palembang berpotensi menjadi sumber paparan. Kantong teh celup dilaporkan dapat melepaskan miliaran mikroplastik saat diseduh, berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini penting mengingat tingginya konsumsi teh dan keterbatasan studi di Palembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kelimpahan dan karakteristik (bentuk, warna) mikroplastik pada teh celup dan teh tubruk yang dijual di Palembang pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini dilakukan di Palembang pada tahun 2025, penelitian ini menggunakan total sampling 31 merek teh (16 teh celup, 15 teh tubruk). Analisis mikroplastik dilakukan secara mikroskopis melalui filtrasi dan pengamatan di bawah mikroskop cahaya untuk identifikasi, penghitungan, serta penentuan bentuk dan warna. Hasil: Seluruh sampel teh celup (100%) mengandung mikroplastik 10-120 partikel/L (median 35), didominasi fiber berwarna hitam. Pada teh tubruk, hanya 5 dari 15 sampel positif mikroplastik (10-40 partikel/L, median 0), didominasi fiber dan warna hitam. Kontaminasi lebih tinggi dan merata pada teh celup dibandingkan teh tubruk. Kesimpulan: Teh celup di Palembang terkontaminasi mikroplastik secara signifikan, yang didominasi oleh bentuk fiber berwarna hitam, berpotensi risiko kesehatan. Teh tubruk menunjukkan kontaminasi lebih rendah.
Peran Sosiodemografi, Perilaku, dan Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kasus Tuberkulosis AM, Amiroh Nabila; Yuniati, Faiza
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.3402

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sekip Kota Palembang yang mencatat kasus tertinggi selama tiga tahun terakhir. Faktor sosiodemografi, kondisi fisik rumah, dan perilaku individu diduga memiliki kontribusi terhadap kejadian TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Sekip Kota Palembang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan jumlah responden sebanyak 106 orang yang terdiri dari 15 penderita TB dan 91 non-penderita. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian TB dengan tingkat pendidikan (p=0,080), pekerjaan (p=0,004), pendapatan (p=0,042), kondisi fisik rumah (p=0,048), sikap (p=0,014), dan tindakan (p=0,027). Sementara itu, variabel umur, jenis kelamin, dan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Kejadian tuberkulosis di wilayah studi berhubungan erat dengan faktor sosial ekonomi, kondisi tempat tinggal, serta perilaku masyarakat. Intervensi berbasis komunitas yang mencakup perbaikan lingkungan fisik dan promosi perilaku pencegahan yang efektif sangat diperlukan dalam upaya pengendalian TB di tingkat lokal. Kata kunci : Tuberkulosis, sosiodemografi, perilaku, kondisi fisik rumah, puskesmas sekip palembang ABSTRACT Background: Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, particulary in the working area of Sekip Public Health Center (Puskesmas Sekip) in Palembang City, which has reported the highest number of TB cases over the past three years. Socio-demographic factors, housing conditions, and individual behavior are presumed to contribute significantly to the incidence of TB. This study aimed to identify the factors associated with the incidence of tuberculosis of tuberculosis in the working area of Puskesmas Sekip, Palembang City, in 2025. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 106 respondents, comprising 15 confirmed TB patients and 91 non-TB individuals. Data were collected using structured questionnaires and direct observations and analyzed through univariate and bivariate approaches using the chi-square test, Results: The findings indicated statistically significant associations between TB incidence and educational level (p=0,080), employment status (p=0,004), income (p=0,042), housing conditions (p=0,048), attitude (p=0,014), and preventive practices (p=0,027). However, no significant associations were observed for age, gender, or knowledge levels. Conclusion:TB incidence in the study area is strongly associated with socioeconomic status, physical housing conditions, and behavioral factors. Community-based interventions targeting environmental improvements and the promotion of preventive behaviors are essential for effective TB control at the local level. Keywords : Tuberculosis, socio-demographics, behavior, housing conditions, sekip public health center palembang
Efektivitas Penggunaan Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti Milla, Maria Asti; Cahyani, Septia Dwi; Susanto, Beni Hari
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.2970

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pengendalian vektor yang berkelanjutan perlu dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan insektisida nabati dari tanaman lokal seperti daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perasan daun pandan wangi terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari dua konsentrasi perasan (50% dan 75%) serta kontrol negatif. Setiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali pengulangan, menggunakan sepuluh ekor larva dalam setiap perlakuan, dan dilakukan pengamatan pada waktu kontak 1, 5, dan 9 jam. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan dengan nilai p = 0,016. Konsentrasi 75% menghasilkan tingkat kematian larva tertinggi dan berada pada subset yang berbeda dengan konsentrasi 50%, menunjukkan bahwa efektivitas meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Efektivitas ini didukung oleh kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik terhadap larva. Kesimpulan: Perasan daun pandan wangi terbukti efektif sebagai alternatif larvasida nabati terhadap larva Aedes aegypti. Kata kunci: Daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius), Insektisida alami, Larva aedes aegypti
Efektivitas Penggunaan Daun Catnip (Nepeta Cataria) sebagai Alternatif Insektisida pada Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) Aha, Rambu Tiga; Rupiwardani, Irfany; Cahyani, Septia Dwi
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.2977

Abstract

Latar Belakang : Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) merupakan salah satu vektor mekanis yang berperan dalam penyebaran penyakit, seperti diare dan tifus. Penggunaan insektisida sintetis untuk pengendalian populasi kecoa telah menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain resistensi hama, pencemaran lingkungan, serta risiko toksisitas terhadap manusia dan hewan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif insektisida berbasis bahan alam yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serbuk daun catnip (Nepeta Cataria) sebagai insektisida nabati terhadap kematian kecoa Amerika. Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan true experiment. Sampel berjumlah 90 ekor kecoa yang dibagi dalam tiga kelompok perlakuan: kontrol, 10 gram, dan 20 gram serbuk daun catnip, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap jumlah kecoa yang mati setelah paparan selama 3, 6, dan 9 jam. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui dosis yang paling efektif. Hasil : Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kelompok perlakuan. Dosis 20gr menghasilkan kematian terbanyak (rata-rata 8 ekor) setelah 9 jam, secara signifikan berbeda dibandingkan dosis 10gr. Kesimpulan : Kesimpulannya, serbuk daun catnip efektif sebagai insektisida nabati, dengan dosis 20gr memberikan hasil optimal (60% mortalitas). Efektivitas ini didukung oleh kandungan nepetalactone, saponin, dan minyak atsiri yang bekerja sebagai racun saraf dan repelan terhadap kecoa.
Analisis Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah RS Pelita Kasih Sangatta dalam Menurunkan COD, BOD, dan Amonia R, Rusdiana Ramadani; Rusdi, Rusdi; Pramaningsih, Vita
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.2981

Abstract

Latar Belakang: Limbah cair yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, harus diolah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Meskipun Rumah Sakit Pelita Kasih Sangatta menggunakan IPAL untuk mengolah limbah cairan, efektivitas sistem ini harus secara khusus dievaluasi untuk parameter BOD, COD, dan Amonia. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode observasional yang bertujuan menemukan kemampuan IPAL dalam mengurangi kadar BOD, COD dan Amonia. Pengujian dilakukan pada limbah cair bagian inlet dan outlet IPAL. Sampel akan diuji di laboratorium terpilih. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kadar BOD menurun dari 56,71 mg/L menjadi 17,34 mg/L dan COD dari 230,21 mg/L menjadi 38,43 mg/L. Masing-masing parameter memenuhi baku mutu sesuai Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Namun, kadar amonia mengalami penurunan dari 51,41 mg/L menjadi 37,86 mg/L, masih melebihi ambang batas yang ditetapkan. Kesimpulan: IPAL sangat efektif ketika mengurangi BOD dan COD, tetapi proses pengolahan Amonia tidak optimal.. Kata kunci : IPAL, BOD, COD, amonia, limbah cair.
Analisis dan Pemodelan Prediksi Kekeruhan Air Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun PERUMDA Kota Padang Nelvidawati, Nelvidwati; Fresta, M Andre Kurnia
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.3609

Abstract

Latar belakang: Kekeruhan merupakan parameter fisik krusial dalam media air yang dapat mempengaruhi efektivitas desinfeksi dan keamanan air minum masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan hubungan kekeruhan air baku dan efluen unit akselerator terhadap kualitas air hasil filtrasi di IPA Gunung Pangilun, PDAM Kota Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda untuk menganalisis hubungan kekeruhan dan membangun model prediksi filtrasi. Data dikumpulkan pada 1–5 Juni 2025 di tiga titik pengamatan (inlet, akselerator, dan filtrasi) menggunakan turbidimeter terkalibrasi sesuai SNI 8995:2021. Analisis meliputi statistik deskriptif, korelasi, regresi, serta validasi model dengan MAPE dan RMSE Hasil : Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata kekeruhan air baku (4,00 NTU), unit akselerator (2,62 NTU), dan filtrasi (1,62 NTU) telah memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Namun, ditemukan fluktuasi puncak pada unit filtrasi mencapai 3,68 NTU yang berpotensi menurunkan jaminan keamanan sanitasi. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang lemah antartahapan pengolahan (r < 0,3). Model regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 1,5268 - 0,0802X1 + 0,1594X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 6,29%, mengindikasikan bahwa variasi kualitas hasil filtrasi lebih dominan dipengaruhi oleh faktor operasional internal dibandingkan beban input. Validasi model menunjukkan nilai RMSE 0,52 dan MAPE 7,39%, yang berarti model memiliki akurasi sangat baik sebagai instrumen prediksi. Kesimpulan: Rendahnya korelasi membuktikan sistem pengolahan berfungsi sebagai buffer yang efektif, namun pemantauan tren harian dan optimasi backwash tetap diperlukan untuk memitigasi risiko kesehatan masyarakat akibat lonjakan kekeruhan sesaat.
Analisis Sumber Pencemaran dan Persepsi Masyarakat Terhadap Kondisi Kualitas Air Danau Semayang Kalimantan Timur Lamrian, Lamrian; Hasibuan, Febry Rahmadhani; Trimurti, Sus; Utami, Alya Nindityas
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.3633

Abstract

Latar Belakang: Danau Semayang merupakan danau paparan banjir di DAS Mahakam yang berperan penting secara ekologis dan sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Namun, meningkatnya aktivitas manusia seperti permukiman, pertanian, perikanan, dan transportasi air telah menimbulkan tekanan pencemaran terhadap kualitas air danau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber pencemaran air dan persepsi masyarakat terhadap kualitas air Danau Semayang. Metode : Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik survei, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Sebanyak 20 responden yang bermukim di empat desa sekitar danau menjadi sumber data utama. Analisis dilakukan secara tematik untuk data kualitatif dan persentase untuk data kuantitatif. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Semayang menerima beban pencemaran yang tinggi dari aktivitas domestik, perikanan, transportasi air, dan limpasan dari wilayah hulu. Sebesar 95% limbah organik berasal dari kegiatan rumah tangga dan budidaya ikan dalam keramba, sementara sekitar 1,2 ton limbah anorganik per hari masuk ke danau dari 90% rumah tangga, mempercepat pendangkalan dan memunculkan risiko mikroplastik. Sebanyak 85% warga masih melakukan aktivitas MCK langsung di danau melalui jamban terapung maupun saluran pembuangan darat, dan sekitar 50% rumah tangga yang menggunakan perahu motor berpotensi menambah pencemaran minyak dan oli. Dari sisi persepsi, 72% masyarakat hanya memahami danau sebagai tempat mencari ikan dan hanya 5% yang mengetahui fungsi ekologisnya, sementara 80% belum pernah memperoleh edukasi lingkungan. Perilaku pencemar juga tinggi, ditunjukkan oleh 65% warga yang masih membuang sampah dan 70% yang tetap melakukan MCK di danau. Kesimpulan: Pencemaran ini berdampak pada menurunnya kualitas air, pendangkalan danau, terganggunya ekosistem ikan, serta penurunan pendapatan nelayan. Diperlukan peningkatan edukasi lingkungan dan penguatan peran pemerintah dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Kata kunci: Danau Semayang, Pencemaran Air, Limbah Domestik, Persepsi Masyarakat
Parameter Kimia Air Limbah RPH Ruminansia Modern Gandus Kota Palembang Akoja, Muhammad Redho; Kamsul, Kamsul; Yuniati, Faiza; Wulanda, Ayu Febri; Sukarjo, Sukarjo
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.3744

Abstract

Latar Belakang: Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Modern Gandus merupakan salah satu fasilitas pemotongan hewan terbesar di Kota Palembang yang menghasilkan air limbah dengan kandungan bahan organik tinggi seperti darah, lemak, dan sisa daging yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Hasil uji awal menunjukkan konsentrasi BOD, COD, dan TSS masih tinggi sehingga diperlukan evaluasi kualitas air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran parameter kimia air limbah di RPH-R Modern Gandus. Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan rancangan eksperimen yang dilaksanakan pada Januari–Juni 2025. Sampel diambil pada tiga titik (inlet, pengolahan awal, dan outlet) dengan parameter TSS, pH, BOD, COD, amonia (NH₃-N), serta minyak dan lemak, kemudian dibandingkan dengan Permen LHK No. 5 Tahun 2014. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan konsentrasi sebagian besar parameter setelah pengolahan. Nilai TSS menurun dari 173 mg/L menjadi 38,5 mg/L dan pH meningkat dari 6,72 menjadi 7,95. Konsentrasi BOD menurun dari 384 mg/L menjadi 77,7 mg/L, amonia dari 4,23 mg/L menjadi 4,04 mg/L, serta minyak dan lemak dari 73,1 mg/L menjadi 6,87 mg/L dan telah memenuhi baku mutu. COD masih melebihi ambang batas. Kesimpulan: IPAL di RPH-R Modern Gandus cukup efektif menurunkan sebagian besar parameter, namun belum optimal dalam menurunkan COD sehingga diperlukan pengolahan lanjutan. Kata kunci : Lingkungan, kesehatan, sanitasi, RPH-R, pengolahan air limbah